Anda di halaman 1dari 23

Ekonomi Internasional

Disusun oleh :
Didi Saputra (01101002023) Dio Muzli Padra (01101002028)

Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Tahun Akademik 2011/2012

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT karena berkat rahmat dan ridho-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan tugas akhir semester ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mereka yang telah membantu. Terima kasih juga kami ucapkan kepada Bapak Drs. Zulkarnain Ishak, M.A. dan Imam Asngari, S.E., M.Si selaku dosen pembimbing yang telah memberikan banyak masukan dan nasihat yang berharga dalam penyusunan tugas akhir semester ini, serta yang telah memberikan semangat dan bimbingan dalam menyelesaikan tugas akhir semester ini. Dalam penyusunan tugas ini, kami menyadari atas segala kekurangan dan

kesalahan yang terdapat dalam tugas ini. Untuk itu, kami mengharapkan saran dan kritik yang dapat membangun dari segala pihak.

Palembang, Januari 2012

BAB I PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang Perekonomian suatu negara merupakan sesuatu yang sangat menarik untuk dikaji. Dari pengkajian tersebut dapat dilihat keadaan perekonomian, sistem perekonomian, sejarah perekonomian, dan apakah perekonomian negara tersebut baik atau buruk. Inggris merupakan negara industri yang cukup pesat dan berpengaruh di Eropa, bahkan dunia. Banyak perusahaan-perusahaan besar Inggris yang berpengaruh di dunia terutama semenjak Revolusi Industri yang terjadi di Inggris oleh James Watt. Pesatnya pertumbuhan ekonomi di Inggris tidak lepas dari produk industrinya yang mendunia. Ekspansi Inggris ke negara lain dapat menambah bahan baku perindustrian di Inggris. Inggris adalah negara kepulauan di Eropa Barat yang memiliki pelabuhan besar di dunia seperti Liverpool dan Southampton. Berada di antara benua Amerika dan Eropa membuat Inggris menjadi negara yang memiliki letak strategis sehingga arus perdagangan Eropa dan Amerika banyak melalui pelabuhan-pelabuhan di Inggris. Jasa pelayaran menjadi salah satu hal yang dapat menunjang dan menambah pendapatan bagi Inggris. Ada beberapa alasan lagi mengapa kami memilih Inggris, yaitu karena mata uangnya. Mata uang Inggris adalah Poundsterling () merupakan salah satu mata uang tertinggi dan berpenggaruh di dunia, bahkan Poundsterling lebih tinggi dari mata uang Uni Eropa, yaitu Euro () dan lebih tinggi dari Dollar Amerika ($). Nilai mata uang yang tinggi dan cenderung stabil menjadikan Poundsterling sebagai mata uang acuan harga-harga barang di Eropa dan Dunia. Indeks saham Inggris adalah FTSE, Index FTSE menjadi indeks patokan dunia seperti Dow Jones Amerika Serikat atau Nikkei Jepang. Indeks FTSE mampu mempengaruhi indeks-indeks lain di dunia yang cenderung berdampak terhadap perekonomian di Eropa maupun dunia.

I.2. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, masalah yang dapat dirumuskan adalah bagaimana tingkat perekonomian dan perdagangan di Negara Inggris ?

I.3. Tujuan Pengkajian Tujuan pengkajian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis data perekonomian dan mengetahui perkembangan perekonomian Negara Inggris.

PROFIL
Nama negara Ibu kota Penduduk Luas wilayah Batas negara Utara Barat Timur Selatan Kota-kota utama Bahasa resmi Agama Lagu Kebangsaan Bendera internasional Mata Uang : The United Kingdom : London : 58,8 juta jiwa (2010) : 249.978 km2 : : Skotlandia : Wales : Laut Eire : Selat St. George : Birmingham, Manchester dan Liverpool : Inggris : Anglikan 66%, Katolik, Kristen, Islam, Yahudi, dan Hindu : God Save the Queen : St. George Cross (Putih Merah) : PBB, IMF, G7, WTO, OECD, dan lain-lain : Poundsterling

Keanggotaan organisasi

Inggris adalah negara bagian terbesar dan terpadat penduduknya dari negara-negara bagian yang membentuk Persatuan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Utara (United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland). Negara-negara lainnya adalah Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara. Seringkali nama Inggris dipakai untuk menyebut keseluruhan negara ini. Inggris yang wilayahnya meliputi 2/3 pulau Britania, berbatasan dengan Skotlandia di sebelah utara dan dengan Wales di sebelah barat. Berbeda dengan Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara, Inggris tidak memiliki pemerintahan dan parlemen lokal (setingkat dengan DPRD) sendiri.

Geografi
Inggris terletak di bagian barat laut benua Eropa. Selat Channel memisahkan Kepulauan Inggris dengan daratan Eropa di bagian selatan dan Laut Utara di bagian timur. Britania Raya adalah pulau terbesar di Eropa dan terbesar kedelapan di dunia. Luas wilayahnya adalah 249.978 km yang memiliki bentang alam bervariasi. Wilayah Wales dan Skotlandia bagian utara memiliki dataran yang bergunung-gunung, lalu bagian tengah dan tenggara merupakan dataran perbukitan. Pesisir Britania Raya berbatu-batu dan memiliki teluk-teluk yang dalam.

Demografi
Bahasa utama yang digunakan adalah bahasa Inggris. Bahasa daerah lainnya termasuk bahasa Keltik (Celtic); bahasa Wales, dan yang berhubungan dekat Scots Gaelik, bahasa Irlandia, bahasa Cornish; dan juga bahasa Skotlandia, yang berhubungan dekat bahasa Inggris; bahasa Romawi dan bahasa isyarat Britania (bahasa isyarat Irlandia Utara juga digunakan di Irlandia Utara). Pengaruh terhadap dialek Keltik dari bahasa Kumbrik (Cumbric) tetap bertahan di utara Inggris selama beberapa abad, dan yang paling terkenal digunakan sebagai set angka yang unik untuk menghitung domba. Belakangan ini para imigran, terutama dari Persemakmuran, bicara beberapa bahasa lainnya, termasuk Kantonis, Punjabi, Gujarati, Hindi, Urdu, dan Kreol Jamaika.

BAB II PEMBAHASAN

Analisis Keunggulan Komparatif Negara Inggris dengan Negara Tetangga

TABEL 1 Berikut adalah tabel mengenai perbandingan ekspor antara Negara Inggris dengan Negaranegara tetangga dalam 3 sektor komoditi : Komoditi Pharmaceutical Products Nickel and Articles Thereof Manmade Filaments
Sumber : ITC

Inggris ($) 30.247.303 785.682 486.937

Prancis ($) 61.364.966 556.855 774.251

Italia ($) 14.924.569 188.667 1.747.766

ANALISIS EKSPOR NEGARA INGGRIS PRANCIS Komoditi Pharmaceutical Products Nickel and Articles Thereof Manmade Filaments Inggris ($) 30.247.303 785.682 486.937 Prancis ($) 61.364.966 556.855 774.251

Mari Kita Perhatikan Perbandingan Ekspor antara Negara Inggris dengan Negara Prancis. Inggris memiliki keunggulan komparatif terhadap Prancis pada komoditi Nickel and Articles Thereof ($ 785.682 : $ 556.855). Tetapi Inggris memiliki kerugian komparatif terhadap Prancis pada komoditi Pharmaceutical Products ($ 30.247.303 : $ 61.364.966) dan Manmade Filaments ($ 486.937 : $ 774.251). Jadi sebaiknya Inggris mengekspor

barang-barang hasil Nickel and Articles Thereof ke Prancis dan mengimpor komoditi Pharmaceutical Products dan Manmade Filaments dari Prancis.

ANALISIS EKSPOR NEGARA INGGRIS ITALIA Komoditi Pharmaceutical Products Nickel and Articles Thereof Manmade Filaments Inggris ($) 30.247.303 785.682 486.937 Italia ($) 14.924.569 188.667 1.747.766

Inggris memiliki keunggulan komparatif terhadap Italia pada komoditi Pharmaceutical Products ($ 30.247.303 : $ 14.924.569) dan Nickel and Articles Thereof ($ 785.682 : $ 188.667). Tetapi Inggris memiliki kerugian komparatif terhadap Italia pada komoditi Manmade Filaments ($ 486.937 : $ 1.747.766). Jadi sebaiknya Inggris mengimpor komoditi Manmade Filaments dari Italia. mengekspor barang-barang hasil Pharmaceutical Products dan Nickel and Articles Thereof ke Italia dan

Komoditas Unggulan

Komoditi Pharmaceutical Products Baverages, Spirits and Vinegar Printed Books, Newspaper and Pictures Works of Art, Collectors Pieces and Antiques Essential Oils, Perfumes, Cosmetics, Toileteries
Sumber: ITC

Nilai Ekspor (US$) 30.247.303 7.778.391 3.774.190

Share of Total Exports (%) 8,61 2,22 1,07

World Share (%) 7,49 9,94 9,19

3.323.375

0,95

21,32

4.638.660

1,32

5,93

Komoditi Works of art, collectors pieces and antiques menjadi penyumbang terbesar ekspor Inggris terhadap dunia, di mana ia menyumbang 21,32% dari total ekspor dunia pada komoditi tersebut. Kemudian diikuti komoditi Baverages, spirits and vinegar sebesar 9,94%; Printed books, newspaper and picture (9,19%); Pharmaceutical products (7,49%) serta Essential oils, perfumes, cosmetics, toiletries (5,93%).

Data Statistik Negara Inggris

Kategori

Tahun 2006 6.152.467.509 2007 7.741.544.657 2008 6.541.952.088 2009 2.162.858.439

GDP (US$) Inflasi (% of GDP) Ekspor (% of GDP) Impor (% of GDP)

2,55

6,87

9,22

9,23

20,92

23,85

22,83

19,25

17,10

17,76

16,62

14,64

Sumber: World Bank

Analisis Data Tabel

Dapat dilihat dari grafik bahwa setiap tahun GDP Inggris berfluktuasi selama periode tahun tahun 2005-2009. Pertumbuhan GDP terbesar Inggris yaitu pada tahun 2007 di mana

GDP mencapai lebih dari 7 milyar. Sedangkan pertumbuhan GDP yang terkecil yaitu pada tahun 2009 sebesar lebih dari 2 milyar dolar.

Setiap Negara pasti mengalami inflasi, termasuk Inggris. Pada grafik terlihat bahwa inflasi Negara Australia mengalami peningkatan. Inflasi tertinggi yang dialami oleh Inggris yaitu pada tahun 2009 sebesar 9,23% dari GDP. Di mana pada tahun tersebut krisis ekonomi mulai melanda Negara-negara Uni Eropa.

Ekspor
30 25 20 15 10 5 0 2006 2007 2008 2009 Ekspor

Ekspor keseluruhan sektor dan komoditas di Inggris juga berfluktuasi. Pada tahun 2006 ekspor 20,92% dari GDP dan pada tahun 2007 tumbuh menjadi 23,85% dari GDP. Pada tahun 2008 ekspor turun, yaitu 22,83% dari GDP dan kembali turun menjadi 19,25% pada tahun 2009.

Dapat dilihat dari grafik impor dari keseluruhan sektor dan komoditas di Inggris cenderung tidak stabil. Pada tahun 2006 impor Inggris sebesar 17,10% dari GDP dan pada tahun 2007 meningkat 17,76% dari GDP. Tetapi pada tahun berikutnya turun menjadi 16,62% dari GDP, dan kembali turun menjadi 14,64% pada tahun 2009. Maka dapat disimpulkan pada umumnya terjadi surplus neraca perdagangan karena persentase ekspor terhadap GDP lebih besar dari persentase impor terhadap GDP.

DATA EKSPOR IMPOR INGGRIS

Komoditi Pharmaceutical Products Nickel and Article Thereof Manmade Filaments Seluruh Komoditi
Sumber: ITC

Nilai Ekspor (US$) 30.247.303 785.682

Total Ekspor Dunia (US$) 2.265.522.995 340.200.306

Nilai Impor (US$) 20.169.510 815.467

Total Impor Dunia (US$) 9.963.737.940 335.156.937

486.937 351.162.04 7

71.092.802 97.271.887.01 9

618.790 482.892.67 6

129.327.110 179.636.075.472

Trade Dependence
Xi + Mi 351.162.047 + 482.892.676 = = 0,38 2.162.858.439 GDP
30.247.303 + 20.169.510 = 0,02 2.162.858.439 785.682 + 815.467 = 0,0007 2.162.858.439

TD 2009 =

TD

Pharmaceutical Pr oducts

TD

Nickel

and

Articles Thereof

TD

Manmade

Filaments

486.937 + 618.790 = 0,0005 2.162.858.439

Revealed Comparative Advantage


X ij
RCA ij =

wi w
Xij Xwi Xi Xw : ekspor produk farmasi Inggris : ekspor produk farmasi seluruh dunia : ekspor total Inggris : ekspor total seluruh dunia

Xi

Keterangan : (contoh)

30.247.303
RCA Pharmaceutical
Pr oducts

351.162.047

2.265.522.995 97.271.887.019

= 4,33

RCA Nickel

and

Articles Thereof

340.200.306 351.162.047 97.271.887.019

785.682

= 0,67

486.937
RCA Manmade
Filaments

351.162.047

71.092.802 97.271.887.019

= 2,33

Measures of Intra-Industry Trade


TD ij = ( ij + ij ) ij ij = (351.162.047 +482.892.676 ) 351.162.047 482.892.676 = 834.054.723 - 131.730.629 = 965.785.352

TD Pharmaceutical

Pr oducts

) = ( +

= (30.247.303 +20.169.510 ) 30.247.303 20.169.510 = 54.416.813 10.077.793 = 44.339.020 TD Nickel


) = ( +

and

Articles Thereof

= (785.682 +815.467 ) 785.682 815.467 = 1.601.149 (- 29.785) = 1.630.934 TD Manmade


) = ( +

Filaments

= ( 486.937 +618.790 ) 486.937 618.790 = 1.105.727 (- 131.853) = 1.237.580

Grubel Lloyd Index


TDij ij + ij

GL ij =

X 100 =

ij

+ ij ) ij ij ij + ij

ij ij 1 X 100 = ij + ij

351.162.047 482.892.676 1 = 351.162.047 + 482.892.676

= 1

131.730.629 834.054.723

= 1 (- 0, 16) = 1,16

Foreign Exchange
Nilai tukar mata uang Inggris ( Poundsterling ) terhadap mata uang Italia ( Lira ) dan Prancis ( Frank ) Inggris 1 Pounds Sumber: x-rates.com Poundsterling adalah mata uang yang memiliki nilai tukar terbesar di dunia. Dari tabel diatas terlihat bahwa Pounds memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan Lira dan Frank. Di mana 1 Pounds bernilai 2.251 Lira dan 7.627 Frank. Italia 2.251 Lira Prancis 7.627 Frank

Debt Service Ratio


DSR = Utang / GDP ( dalam juta US $) DSR 2006 =
102 6.152

= 0.016 DSR 2007 =


104 7.741

= 0.013 DSR 2008 =


111 6.542

= 0.017 DSR 2009 =


113 2.163

= 0.052

Utang pemerintah mengalami kenaikan yang tidak terlalu signifikan selama periode tahun 2005-2009. Tetapi GDP berfluktuasi di mana terjadi kenaikan pada tahun 2007, tetapi kembali turun pada periode tahun 2008-2009. Ini berimbas terhadap rasio utang di mana terjadi penurunan pada tahun 2007, namun kembali naik pada periode tahun 2008-2009.

Neraca Pembayaran
Jenis Transaksi Transaksi berjalan 1. Barang a. Ekspor b. Impor 2. Jasa 3. Pemberian Lalu lintas modal 1. Modal pemerintah 2. Modal swasta Jumlah (A) + (B) Selisih perhitungan Kedudukan neraca pembayaran: Defisit (+) / Surplus (-)

2006 -797 -1.407 4.475 5.882 610 162.993 68.497 94.496 162.196 1.228 -163.424

2007 -941 -1.797 4.423 6.220 856 41 -1.260 1.301 -900 15.963 -15.063

2008 -894 -1.735 4.681 6.416 841 -64.446 -69.639 5.193 -65.340 -8.976 +74.316

2009 -549 -1.286 3.563 4.849 737 98.453 30.060 68.393 97.904 -29.657 -68.247

2010 -833 -1.529 4.102 5.631 696 85.625 36.279 49.346 84.792 13.040 -97.832

C D E

Ekspor dan impor mengalami fluktuasi. Pada tahun 2006 nilai ekspor baru mencapai 4.475 juta dolar, tetapi pada tahun 2007 nilai ekspor turun menjadi 4.423 juta dolar. Meskipun sempat meningkat pada tahun 2008 hingga mencapai 4.681 juta dolar, namun kembali turun pada tahun 2009 (3.563 juta dolar) dan kembali meningkat pada tahun 2010 (4.102 juta dolar). Impor juga sempat mengalami peningkatan selama periode tahun 2006-2008, tetapi sempat turun pada tahun 2009 (4.849 juta dolar) hingga kembali meningkat pada tahun 2010 (5.631 juta dolar). Maka dalam tahun 2010 neraca perdagangan mengalami defisit sebanyak (4.102 5.631) juta dolar = -1.529 juta dolar. Neraca jasa-jasa mengalami perkembangan yang pesat. Akan tetapi berbeda dengan neraca perdagangan (impor-ekspor barang), neraca jasa (impor-ekspor jasa) cukup menguntungkan Inggris. Pada tahun 2006 jumlahnya baru mencapai 610 juta dolar, tetapi pada tahun 2007 sudah mencapai 856 juta dolar. Meskipun sempat mengalami penurunan selama periode tahun 2008-2010, namun nilainya tetap surplus. Lalu lintas modal menunjukkan gambaran yang cukup menggembirakan di mana pada tahun 2006 mencapai 162.993 juta dolar, tetapi memasuki tahun 2007 terjadi penurunan yang signifikan hingga hanya mencapai 41 juta dolar dan berlanjut hingga tahun 2008 yang mengalami defisit sebesar -64.446 juta dolar. Akhirnya pada tahun 2009 iklim investasi di

Inggris kembali tumbuh seiring meningkatnya lalu lintas modal hingga mencapai 98.453 juta dolar, namun sempat turun hingga mencapai angka 85.625 juta dolar pada tahun 2010. Meskipun mengalami defisit pada neraca perdagangan, namun surplus pada aliran modal pemerintah karena masih ada aliran modal yang masuk, maka neraca pembayaran Inggris pada umumnya mengalami surplus.

BAB III PENUTUP

III.1. Kesimpulan Dari hasil pengkajian perekonomian negara Inggris, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Negara Inggris merupakan salah satu contoh negara maju yang sukses menerapkan suatu perekonomian yang berbasisi perindustrian yang dimulai sejak revolusi industri. 2. Inggris mampu mengolah bahan mentah (primary) menjadi bahan jadi yang siap untuk diekspor. 3. Selain dari sektor industri, Inggris merupakan contoh negara maju dari sektor jasa. 4. Poundsterling Inggris (GBP) mampu bertahan dan menjadi salah satu mata uang tertinggi dan cenderung stabil di tengah krisis ekonomi global. Pada data Poundsterling masih berada di atas Lira Italia, dan Frank Prancis. 5. Rasio utang Inggris masih di bawah 1. Rasio ini temasuk yang terkecil di antara Negara-negara Uni Eropa. 6. Lalu lintas modal (capital account) menjadi penopang dalam neraca pembayaran dengan banyaknya aliran modal yang masuk sehingga pada umumnya neraca pembayaran Inggris mengalami surplus.

III.2. Saran Sehubungan dengan hasil yang telah dicapai dalam pengkajian ini, maka dapat disarankan : 1. Negara-negara yang dalam kategori negara berkembang, khususnya Indonesia untuk dapat perlahan-lahan mencontoh basis ekonomi perindustrian yang diterapkan oleh Inggris.

2. Negara-negara berkembang diharapkan untuk tidak mengekspor bahan-bahan mentah (primary) tetapi mengolah bahan mentah tersebut menjadi bahan jadi lalu mengekspornya, seperti yang dilakukan oleh Negara Inggris. 3. Di negara berkembang banyak sekali potensi jasa terutama pariwisata untuk di maksimalkan, dan untuk di Indonesia sektor jasa pariwisata dan transportasi juga menjadi sektor yang sangat menjanjikan.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.worldbank.org/country/united-kingdom http://www.intracen.org/country/united-kingdom http://www.x-rates.com/GBP/table.html