Anda di halaman 1dari 38

OLEH :

NAMA KELAS NIM

: SITI MALAHAYATI SARI : EL-3E : 1105032111

PROGRAM STUDY TEKNIK LISTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI MEDAN 2012
1

BAB I Rangkaian Operasi Terbuka dan Tertutup 1. Rangkaian Operasi terbuka


Pendahuluan Pengaturan kontaktor rangkaian terbuka yaitu pengaturan yang dimana kumparan kontaktor tidak bekerja selama posisi saklar masih pada posisi off. Jika saklar pada posisi ON kumparan bekerja dan menarik kontak kontak pada kontaktor itu sehingga lampu menyala. Kontak tetap pada posisi tersebut sampai saklar dimatikan. Setiap beban yang dihubungkan ke kontak NO dari kontaktor mencapai kondisi operasi apabila kontaktor tersebut bekerja. Alat-Alat Yang Diperlukan 1. Kontaktor : 1 buah 2. Saklar Tunggal : 1 buah 3. Lampu Tanda : 1 buah 4. Papan Penghubung : 1 buah 5. Kabel secukupnya 6. AC Power Supply Diagram Kontrol

Diagram Pengawatan

Chart Diagram

Analisa dan kesimpulan Analisa Rangkaian Dari pengaturan rangkaian kontaktor di atas dapat dianalisa sebagai berikut : Jika sakelar ditekan maka sakelar menutup sehingga akan ada arus yang mengalir ke kontaktor dan menyababkan kontaktor bekerja sehingga lampu H1 menyala. Ketika sakelar ditekan kembali maka sakelar membuka sehingga arus tidak mengalir ke kontaktor dan menyebabkan kontaktor berhenti bekerja, sehingga lampu H1 padam. Kesimpulan Dari percobaan pengaturan kontaktor rangkaian terbuka dapat dibuat kesimpulan yakni Kumparan kontaktor tidak bekerja selama posisi saklar masih pada posisi OFF. Jika saklar pada posisi ON kumparan bekerja dan menarik kontak-kontak pada kontaktor itu sehingga lampu menyala. Kontak tetap pada posisi tersebut sampai saklar dimatikan. Setiap beban yang dihubungkan ke kontak NO dari kontaktor mencapai kondisi operasi apabila kontaktor tersebut bekerja. Lampu H1 digunakan sebagai lampu tanda yang digunakan untuk menandakan jika kontaktor bekerja. Jika kontaktor bekerja maka lampu H1 menyala dan jika kontaktor tidak bekerja maka lampu H1 padam. Jika rangkaian ini digunakan di dunia industri, bisa dikatakan rangkaian ini tidak aman karena apabila sumber tegangan (PLN) padam dan kemudian tiba-tiba menyala kembali maka rangkaian akan langsung bekerja tanpa pengontrolan manual karena sifat dari saklar tunggal adalah mengunci.

2. Rangkaian Operasi tertutup


Pendahuluan Pengaturan kontaktor rangkaian tertutup yaitu pengaturan yang dimana kumparan kontaktor tidak bekerja selama posisi saklar masih pada posisi off,tetapi pada posisi OFF lampu menyala karena menggunakan kontak bantu NC yang tersambung pada lampu. Jika saklar pada posisi ON kumparan bekerja dan menarik kontak kontak pada kontaktor itu sehingga lampu padam. Kontak tetap pada posisi tersebut sampai saklar dimatikan. Setiap beban yang dihubungkan ke kontak NC dari kontaktor mencapai kondisi operasi apabila kontaktor tersebut bekerja. Alat-Alat Yang Diperlukan 1. Kontaktor : 1 buah 2. Saklar Tunggal : 1 buah 3. Lampu Tanda : 1 buah 4. Papan Penghubung : 1 buah 5. Kabel secukupnya 6. AC Power Supply

Diagram Kontrol

Diagram Pengawatan

Chart Diagram

Analisa dan kesimpulan Analisa Rangkaian Dari pengaturan rangkaian kontaktor di atas dapat dianalisa sebagai berikut : Jika sakelar ditekan maka sakelar menutup sehingga akan ada arus yang mengalir ke kontaktor dan kontaktor bekerja sehingga lampu H1 tidak menyala. Ketika kita tekan sakelar kembali maka sakelar membuka sehingga arus tidak mengalir ke kontaktor menyebabkan kontaktor berhenti bekerja, sehingga lampu H1 menyala. Kesimpulan Setiap beban dihubungkan ke kontak NC dari kontaktor mencapai kondisi operasi apabila kontaktor tidak bekerja. Rangkaian tertutup digunakan untuk rangkaian yang kondisi kontrol tidak bekerja,sebab lampu tanda berfungsi untuk menandakan kondisi control dalam keadaan OFF. Jika lampu tanda menyala maka kontaktor tidak bekerja dan jika lampu tanda padam maka kontaktor akan bekerja. Rangkaian tertutup bisa juga disebut rangkaian OFF Condition. Apabila rangkaian ini digunakan di dunia industri, bias dikatakan rangkaian ini tidak aman karena apabila sumber tegangan (PLN) padam dan kemudian tiba-tiba menyala kembali maka rangkaian akan langsung bekerja tanpa pengontrolan manual karena sifat dari saklar tunggal adalah mengunci.

BAB II Rangkaian Operasi Sentuh


Pendahuluan Operasi sentuh biasanya digunakan untuk control yang sifatnya sesaat atau dengan kata lain rangkaian bekerja sesuai dengan kendali dari manusia (Apabila tombol ditekan maka rangkaian akan bekerja dan jika tombol dilepas maka rangkaian tidak bekerja ). Alat-Alat Yang Diperlukan 1. Kontaktor : 1 buah 2. Tombol Tekan : 1 buah 3. Lampu Tanda : 1 buah 4. Papan Penghubung : 1 buah 5. Kabel secukupnya 6. AC Power Supply

Diagram Kontrol

Diagram Pengawatan

Chart Diagram

Analisa dan kesimpulan Analisa Rangkaian Ketika tombol tekan ditekan maka Kontaktor magnet akan bekerja maka terminal NO akan berubah menjadi NC dan terminal NC berubah menjadi NO. Jadi lampu tanda (H) akan menyala karena hubungan lampu tanda berada pada terminal 33,34 (NO) dari kontaktor. Dan jika tombol tekan ditekan kembali maka Kontaktor tidak bekerja dan terminal akan kembali pada posisi awal dan lampu tanda (H) akan menyala. Kesimpulan Operasi sentuh biasanya digunakan untuk control yang sifatnya sesaat atau dengan kata lain rangkaian bekerja sesuai dengan kendali dari manusia (Apabila tombol ditekan maka rangkaian akan bekerja dan jika tombol dilepas maka rangkaian tidak bekerja ).

10

BAB III Rangkaian Operasi Kontak Terus-Menerus


Pendahuluan Pada operasi terus menerus, lampu tanda dan kontaktor akan terus dalam keadaan menyala. Walaupun belum dioperasikan oleh saklar. Dan cara mematikannya supply harus dilepas. Alat-Alat Yang Diperlukan 1. Kontaktor : 1 buah 2. Tombol Tekan : 1 buah 3. Lampu Tanda : 1 buah 4. Papan Penghubung : 1 buah 5. Kabel secukupnya 6. AC Power Supply Diagram Kontrol

11

Diagram Pengawatan

Chart Diagram

12

Analisa dan kesimpulan Analisa Rangkaian Dari pengaturan rangkaian kontaktor di atas dapat dianalisa sebagai berikut: Jika tombol tekan NO S1 ditekan sesaat menyebabkan akan ada arus yang mengalir ke kontaktor sehingga kontaktor bekerja dan lampu H1 menyala. Saat tombol tekan NO S1 dilepas kontaktor masih bekerja akibat arus masih mengalir dari anak kontak NO kontaktor. Ketika tombol tekan NC S0 ditekan sesaat maka tidak ada arus yang mengalir ke kontaktor sehingga menyebabkan kontaktor berhenti bekerja, dan lampu H1 tidak menyala. Kesimpulan Dari pengaturan kontaktor rangkaian melakukan kontak terus-menerus dapat dibuat kesimpulan yakni : untuk menggantikan sakelar kita dapat menggunakan tombol tekan NO untuk start (ON) dan tombol tekan NC untuk stop (OFF). Agar arus dapat mengalir saat tombol tekan NO dilepas, kita dapat menggunakan anak kontak NO kontaktor sebagai pengunci dengan anak kontak NO kontaktor diparalel pada tekan NO (start) sehingga arus tetap mengalir ke kontaktor. Pada rangkaian ini, kondisi kontaktor tidak akan berhenti bekerja sebelum sumber tegangan diputus karena tombol tekan yang digunakan dalam rangkaian ini hanya tombol NO. Tetapi apabila sumber tegangan diputus maka terminal-terminal pada kontaktor akan kembali pada posisi awal, dan untuk mengoprasikannya kembali kita harus mnekan tombol NO. Rangkaian ini sangat aman sehingga sering digunakan di rangkaian control di dalam dunia industri.

13

BAB IV Rangkaian Operasi ON-Prioritas dan OFF-Prioritas


1. Rangkaian Operasi ON-Prioritas Pendahuluan Lampu dan kontaktor akan bekerja pada saat SI dalam keadaan tertutup dan SO terbuka. Bila SO dan SI ditekan bersamaan maka Lampu dan kontaktor juga akan bekerja. Alat-Alat Yang Diperlukan 1. Kontaktor : 1 buah 2. Tombol Tekan NO : 1 buah 3. Tombol Tekan NC : 1 buah 4. Lampu Tanda : 1 buah 5. Papan Penghubung : 1 buah 6. Kabel secukupnya 7. AC Power Supply

Diagram Kontrol
L

33

K1
34

13

K1
14

a b

14

Diagram Pengawatan

Chart Diagram

15

Analisa dan kesimpulan Analisa Rangkaian Pada rangkaian ini menggunakan dua tombol yaitu tombol NO dan NC . Tombol NO digunakan untuk mengoprasikan rangkaian dan tombol NC digunakan untuk memutus penggoprasiaan rangkaian. Kesimpulan Rangkaian ini memiliki lampu tanda yang fungsinya untuk menandakan bahwa rangkaian sedang bekerja atau tidak. Apabila lampu tanda menyala berati rangkaian sedang bekerja dan apabila lampu tanda padam berarti rangkaian tidak bekerja. Hal tersebut terjadi kerena hubungan lampu tanda berada pada terminal 33, 34 (NO) dari kontaktor.

16

2. Rangkaian Operasi OFF-Prioritas


Pendahuluan Lampu tanda dan kontaktor akan bekerja pada saat SI tertutup dan SO terbuka, pad saat SO dan SI sama sama dalam posisi tertutup maka lampu tanda and kontaktor tidak akan bekerja. Alat-Alat Yang Diperlukan 1. Kontaktor : 1 buah 2. Tombol Tekan NO : 1 buah 3. Tombol Tekan NC : 1 buah 4. Lampu Tanda : 1 buah 5. Papan Penghubung : 1 buah 6. Kabel secukupnya 7. AC Power Supply

Diagram Kontrol

17

Diagram Pengawatan

Chart Diagram

18

Analisa dan kesimpulan Analisa Rangkaian Dari pengaturan rangkaian kontaktor di atas dapat dibuat analisa sebagai berikut: Pada rangkaian ini menggunakan dua tombol yaitu tombol NO danNC . Tombol NO digunakan untuk mengoprasikan rangkaian dan tombol NC digunakan untuk memutus penggoprasiaan rangkaian Kesimpulan Rangkaian ini memiliki lampu tanda yang fungsinya untuk menandakan bahwa rangkaian sedang bekerja atau tidak. Apabila lampu tanda menyala berati rangkaian tidak bekerja dan apabila lampu tanda padam berarti rangkaian sedang bekerja. Hal tersebut terjadi kerena hubungan lampu tanda berada pada terminal 41, 42 (NC) dari kontaktor

19

BAB V Rangkaian Operasi Pengaturan Kontaktor dari Beberapa Tempat


1. Rangkaian Operasi OR-ON Control Pendahuluan Merupakan rangkaian yang dimana beberapa saklar SI dipasang secara parallel, sehingga jika salah satu SI ditekan dari tempat berbeda, maka kontaktor dan beban (lampu) akan bekerja. Alat-Alat Yang Diperlukan 1. Kontaktor : 1 buah 2. Tombol Tekan NO : 2 buah 3. Tombol Tekan NC : 1 buah 4. Lampu Tanda : 1 buah 5. Papan Penghubung : 1 buah 6. Kabel secukupnya 7. AC Power Supply Diagram Kontrol

20

Diagram Pengawatan

Chart Diagram

21

Analisa dan kesimpulan Analisa Rangkaian Dari pengaturan rangkaian kontaktor di atas dapat dianalisakan sebagai berikut : Ketika tombol tekan NO S1 ditekan sesaat maka akan ada arus yang mengalir pada kontaktor yang mengakibatkan kontaktor bekerja dan anak kontak NO kontaktor menutup sehingga akan ada arus yang mengalir ke lampu dan lampu H1 menyala sekaligus mengunci tombol tekan NO S1 sehingga saat dilepas arus masih mengalir ke kontaktor melalui anak kontak NO kontaktor dan lampu H1 tetap menyala. Jika tombol tekan NC S0 ditekan maka arus tidak dapat mengalir sehingga kontaktor mati menyebabkan lampu H1 padam. Penekanan sesaat terhadap tombol tekan NO S2 memliki fungsi yang sama dengan tombol tekan NO S1 sehingga yang dikerjakan sama dikarenakan mereka diparalel dimana arus dapat mengalir dari tombol tekan NO S1 atau tombol tekan NO S2. Kesimpulan Dari pengaturan kontaktor rangkaian OR ON kontrol dapat dibuat kesimpulan bahwa rangkaian ini dapat menghidupkan suatu mesin lebih dari satu tempat sehingga memudahkan dalam pengoperasian kontaktor untuk beban jika sedang tidak ada di tempat yang satunya. Pada rangkaian ini tombol NO (S2 dan S3) di hubungkan paralel dan input dari tombol S2 dan S3 dihubungkan seri dengan tombol tekan NC (S1).

22

2. Rangkaian Operasi OR-OFF Control Pendahuluan Rangkaian yang dimana beberapa saklar SO dipasang secara seri, sehingga jika salah satu saklar So ditekan dari tempat berbeda, maka kontaktor dan beban (lampu) tidak bekerja (OFF). Alat-Alat Yang Diperlukan 1. Kontaktor : 1 buah 2. Tombol Tekan NO : 1 buah 3. Tombol Tekan NC : 2 buah 4. Lampu Tanda : 1 buah 5. Papan Penghubung : 1 buah 6. Kabel secukupnya 7. AC Power Supply Diagram Kontrol

23

Diagram Pengawatan

Chart Diagram

24

Analiisa dan kesimpulan Analisa Rangkaian Dari pengaturan rangkaian kontaktor di atas dapat dibuat analisa sebagai berikut: Jika tombol tekan NO S1 ditekan sesaat maka akan ada arus yang mengalir pada kontaktor sehingga kontaktor bekerja menyebabkan anak kontak NO kontaktor menutup sehingga akan ada arus yang mengalir ke lampu H1 menyebabkan lampu H1 menyala sekaligus mengunci tombol tekan NO S1 sehingga saat dilepas arus masih mengalir ke kontaktor melalui anak kontak NO kontaktor dan lampu H1 tetap menyala. Jika tombol tekan NC S01 ditekan maka arus tidak dapat mengalir sehingga kontaktor mati menyebabkan lampu H1 padam. Penekanan sesaat terhadap tombol tekan NC S02 memliki fungsi yang sama dengan tombol tekan NC S01 sehingga yang dikerjakan sama dikarenakan mereka diseri dimana arus tidak dapat mengalir jika salah satu tombol tekan NC S01 dan tombol tekan NC S02 ditekan. Kesimpulan Dari pengaturan kontaktor rangkaian OR OFF kontrol dapat dibuat kesimpulan yakni rangkaian ini dapat mematikan suatu mesin lebih dari satu tempat sehingga memudahkan dalam mematikan pengoperasian kontaktor untuk beban jika sedang tidak ada di tempat yang satunya. Pada rangkaian ini tombol NC ( S1 dan S2) di hubungkan seri dan output dari tombol S1 dan S2 dihubungkan seri dengan tombol tekan NO (S3). Rangkaian ini adalah rangkaian pemutusan operasi rangkaian dari beberapa tempat.

25

Rangkaian ini juga digunakan dalam pengaturan kontaktor dalam keadaan darurat dengan tombol OFF yang dilengkapi dengan tombol cendawan (Mushroom Button)

26

3. Rangkaian Operasi AND-ON Control Pendahuluan Rangkaian yang dimana saklar SI dipasang secara seri,sehingga jika SI ditekan secara bersama-sama dari beberapa tempat berbeda, maka kontaktor dan beban (lampu) akan bekerja (ON). Alat-Alat Yang Diperlukan 1. Kontaktor : 1 buah 2. Tombol Tekan NO : 2 buah 3. Tombol Tekan NC : 1 buah 4. Lampu Tanda : 1 buah 5. Papan Penghubung : 1 buah 6. Kabel secukupnya 7. AC Power Supply

Diagram Kontrol

27

Diagram Pengawatan

Chart Diagram

28

Analiisa dan kesimpulan Analisa Rangkaian Dari pengaturan rangkaian kontaktor di atas dapat dibuat analisa sebagai berikut: Jika tombol tekan NO S11 ditekan sesaat maka tidak akan ada arus yang mengalir pada kontaktor sehingga kontaktor tidak bekerja menyebabkan lampu H1 tidak. Begitu juga bila tombol tekan NO S12 ditekan kontaktor tidak bekerja dan lampu juga tidak menyala. Jika menekan tombol tekan NO S11 dan NO S12 secara bersamaan maka kontaktor bekerja menyebabkan anak kontak NO kontaktor menutup sehingga akan ada arus yang mengalir ke lampu H1 menyebabkan lampu H1 menyala sekaligus mengunci tombol tekan NO S11 dan NO S12 sehingga saat dilepas arus masih mengalir ke kontaktor melalui anak kontak NO kontaktor dan lampu H1 tetap menyala. Jika tombol tekan NC S0 ditekan maka arus tidak dapat mengalir sehingga kontaktor mati menyebabkan lampu H1 padam. Kesimpulan Dari pengaturan kontaktor rangkaian AND ON kontrol dapat dibuat kesimpulan yakni: Rangkaian ini digunakan untuk pengoperasian menghidupkan suatu mesin dengan beberapa tombol start ditekan bersamaan, rangkaian seperti ini digunakan untuk pengoperasian secara tidak sembarangan dan harus serentak dalam pengoperasiannya. Rangkaian ini sering digunakan untuk pengaturan-pengaturan mesin, terutama pada pengamanan awal untuk perangkat mekanik. Contohnya mesin stempel logam, mesin stempel ini tidak akan bekerja sampai kedua tangan operator keluar dari daerah berbahaya.

29

BAB VI Rangkaian Operasi Secara Berurutan


Pendahuluan System pengaturan kontaktor secara berurutan yaitu adanya saling keterkaitan antara kontaktor, dimana kerja dari kontaktor berikutnya dipengaruhi dari kontaktor sebelumnya. Dengan demikian apabila salah satu dari kontaktor bekerja (ON) sehingga kontaktor berikutnya dapat dioperasikan. Alat-Alat Yang Diperlukan 1. Kontaktor : 1 buah 2. Tombol Tekan NO : 2 buah 3. Tombol Tekan NC : 1 buah 4. Lampu Tanda : 1 buah 5. Papan Penghubung : 1 buah 6. Kabel secukupnya 7. AC Power Supply Diagram Kontrol

30

Diagram Pengawatan

Chart Diagram

31

Analisa dan kesimpulan Analisa Rangkaian Kumparan kontaktor 1 dioperasikan oleh tombol tekan NO (S2), dan kumparan kontaktor 2 dioprasikan oleh tombol tekan NO (S3). Setiap kontaktor melangsungkan kontak terus-menerus melalui terminal 13/14. Lampu tanda H1 menyala jika kontaktor 1 bekerja, lampu tanda H2 menyala jika kontaktor 2 bekerja. Pemutusan control tegangan ke rangkaian (pemutusan untuk kedua kontaktor) dilakukan oleh tombol tekan NC (S1). Kumparan kontaktor 1 dan kontaktor 2 dapat bekerja secara bersaman ataupun sendiri-sendiri. Kesimpulan Rangkaian control ini biasanya digunakan untuk pengoprasian beberapa motor didunia industri. Operasi rangkian ini dapat terjadi karena tombol NO (S2 & S3) dihubungkan secara paralel.

32

BAB VII Rangkaian Operasi Interlock Bersama


Pendahuluan System ini dikatakan saling mengunci/interlock yaitu karena adanya kontaktor saling bertolak belakang (mengunci antara dua atau lebih dengan salah satunya. Sehingga apabila salah satu kontaktor (K1) bekerja (ON) maka kontaktor lainnya (K2) tidak dapat dioperasikan (OFF) begitu juga sebaliknya. Alat-Alat Yang Diperlukan 1. Kontaktor : 1 buah 2. Tombol Tekan NO : 2 buah 3. Tombol Tekan NC : 1 buah 4. Lampu Tanda : 1 buah 5. Papan Penghubung : 1 buah 6. Kabel secukupnya 7. AC Power Supply

Diagram Kontrol

33

Diagram Pengawatan

Chart Diagram

34

Analisa dan kesimpulan Analisa Rangkaian Kumparan kontaktor 1 dioprasikan oleh tombol tekan NO (S2).kontaktor bekerja dan melangsungkan kontak terus menerus melalui terminal13/14. Pada saat yang sama kontak NC (41/42) terbuka dan memutus rangkaian pengaturan kumparan kontaktor 1. Dengan kata lain kumparan kontatoktor 2 tidak dapat dioperasikan melalui tombol trkan S3 apabila kontaktor 1 masih bekerja. Dan sebaliknya kumparan kontaktor 1 tidak dapat bekerja apabila kumparan kontaktor 2 masih bekerja. Lampu tanda H1 menyala jika kontaktor 1 bekerja, lampu tanda H2 menyala jika kontaktor 2 bekerja. Tombol tekan S1 sebagai pemutus rangkaian. Kesimpulan Rangkaian ini biasanya digunakan untuk pengoprasian arah putaran motor sacara tidak langsung. Apabila motor sedang berputar kekanan maka rangkaian harus diputus agar dapat mengganti arah putaran motor menjadi kearah kiri.

35

BAB VIII
Rangkaian Operasi Interlok dengan Menggunakan Tombol Interlok
Pendahuluan System ini dikatakan saling mengunci / interlock yaitu karena adanya kontaktor sehingga bertolak belakang (mengunci dua atau lebih dengan salah satunya). Dengan menggunakan tombol tekan interlock kita tidak perlu lagi memutus rangkaian untuk menghidupkan rangkaian atau kontaktor yang lain, karena dengan menekan tombol tekan NO dari setiap kontaktor, salah satu kontaktor akan terputus secara otomatis seiring dengan ditekannya salah satu kontaktor yang lain tanpa meng-OFF kan rangkaian yang sedangberoperasi. Alat-Alat Yang Diperlukan 1. Kontaktor : 1 buah 2. Tombol Tekan NO : 2 buah 3. Tombol Tekan NC : 1 buah 4. Lampu Tanda : 1 buah 5. Papan Penghubung : 1 buah 6. Kabel secukupnya 7. AC Power Supply

Diagram Kontrol

36

Diagram Pengawatan

Chart Diagram

37

Analisa dan kesimpulan Analisa Rangkaian Kumparan kontaktor 1 dioprasikan oleh tombol tekan NO/NC (S2) dan kumparan 2 dioperasikan oleh tombol tekan NO/NC (S3). Pemutusan rankaian dilakukan oleh tombol tekan NC (S1). Kumparan kontatoktor 2 tidak dapat bekerja apabila kontaktor 1 masih bekerja. Dan sebaliknya kumparan kontaktor 1 tidak dapat bekerja apabila kumparan kontaktor 2 masih bekerja. Hal tersebut dapat bekerja karena kontaktor 1 tergantung pada terminal kontaktor 2 dan sebaliknya kontaktor 2 tergantung pada terminal kontaktor 1. Kesimpulan Rangkaian ini biasanya digunakan untuk pengoprasian arah putaran motor secara tidak langsung. Apabila motor sedang berputar kekanan maka rangkaian harus diputus agar dapat mengganti arah putaran motor menjadi kearah kiri.

38