Anda di halaman 1dari 5

PENGELOLAAN SAMPAH KOS NoName KELURAHAN PATEMON

1. IDENTIFIKASI SAMPAH Peningkatan jumlah penduduk ini menyebabkan peningkatan jumlah timbulan sampah, dan semakin beragam aktivitas berarti semakin beragam jenis sampah yang dihasilkan. Dimana sampah itu sendiri merupakan sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya. Atau Sampah adalah bahan buangan padat atau semi padat yang dihasilkan dari aktivitas manusia atau hewan yang dibuang karena tidak diinginkan atau tidak digunakan lagi oleh pemakai tersebut. Setiap orang dimanapun berada selalu membuat sampah. Sumber-sumber sampah atau lokasi-lokasi penghasil sampah pada umumnya berkaitan dengan tata guna lahan, misalnya daerah pemukiman, perkantoran, pertokoan, industri, reaktor, pertambangan, rumah sakit, pasar, hutan,pertanian dan lain-lain. Seperti halnya universitas dimana tentu menyebabkan berdirinya kost-kostan yang turut menjadi penyebab bertambahnya sampah. Demikian juga dengan kost NoName, dimana kost tersebut terdiri dari 7 kamar dan berisikan 10 mahasiswa dari berbagai daerah dan jurusan. Hal ini tentu menyebabkan jenis sampah yang dihasilkan berbeda setiap harinya. Kebiasaan makan di kost ataupun makan di warung, bahkan kebiasaan masak sendiri ini juga berpengaruh pada banyak sedikitnya sampah yang dihasilkan. Dimana sampah-sampah tersebut diolah melalui proses pembakaran yang dilakukan seminggu sekali. Jenis sampah yang dihasilkan oleh kost NoName ini beranekaragam. Jika dilihat dari jenisnya, sampah dibagi atas sampah padat, sampah cair, dan sampah debu. Sampah padat adalah segala bahan buangan selain kotoran manusia, urine dan sampah cair. Dapat berupa sampah rumah tangga; sampah dapur, sampah kebun, plastik, metal, gelas, dan lain-lain. Sedangkan jika dilihat dari sifatnya, sampah dapat dibedakan menjadi sampah organik dan anorganik. a. Sampah organik, yaitu sampah yang mengandung senyawa-senyawa organik yang tersusun dari unsur-unsur karbon, hidrogen, oksigen dan lain-lain. Sampah yang dihasilkan kost NoNime seperti daun-daunan, ranting pohon, kertas, karton, kapas, sisasisa makanan, sayur-sayuran, buah-buahan, rumput-rumputan pada waktu pembersihan kebun atau halaman.
1

2 b. Sampah anorganik, yaitu sampah yang tidak dapat diuraikan oleh mikroba. Sampah yang dihasilkan kost NoName terdiri dari kaleng minuman, plastik (Bekas londri, botol minuman plastik,palstik bungkus makanan ataupun minuman, dsb), gelas atau logam lain yang tersusun oleh senyawa-senyawa anorganik. 2. VOLUME SAMPAH Kost NoName terdiri dari 7 Kamar dan terdapat 5 tempat sampah yang berukuran sama dan memiliki satu tempat pembuangan sementara. Volume penuh tempat sampah setiap kamar = 11757,16 cm3 Volume penuh tempat sampah sementara = 214933 cm3 Perkiraan perhitungan sampah selama 3 hari : Volume tempat sampah sementara diameter bis beton dengan diameter 74 cm dan tinggi 50 cm maka diperoleh volume total yaitu: V = x r2 x t = 3,14 x 372 x 50 = 214933 cm3 Volume tempat sampah kamar diameter keranjang sampah sebesar 24 cm dan tinggi 26 cm, maka V = x r2 x t = 3,14 x 122 x 26 = 11756,16 cm3 Survey sampah dilakukan selama 3 hari, dengan 5 tempat sampah kosong pada hari pertama. perhitungan dihitung pada pukul 21.00 WIB dipilih waktu ini karena diperkirakan tidak membuang sampah lagi. 1. Keranjang sampah pertama Hari pertama tinggi sampah 2 cm, hari kedua setinggi 6 cm dan hari ketiga setinggi 26 cm. jadi volume total sampah 3 hari yaitu: V1 = x r2 x t = 3,14 x 122 x 26 cm = 11756,16 cm3

2. Keranjang sampah kedua Hari pertama tinggi sampah 0 cm, hari kedua setinggi 4 cm dan hari ketiga setinggi 12 cm. jadi volume total sampah 3 hari yaitu: V2 = x r2 x t = 3,14 x 122 x 12 cm = 5425,92 cm3 3. Keranjang sampah ketiga Hari pertama tinggi sampah 0 cm, hari kedua setinggi 0 cm dan hari ketiga setinggi 3 cm. Jadi volume total sampah 3 hari yaitu: V3 = x r2 x t = 3,14 x 122 x 3 cm = 1356,48 cm3 4. Keranjang sampah keempat Hari pertama tinggi sampah 0 cm, hari kedua setinggi 3 cm dan hari ketiga setinggi 9 cm. Jadi volume total sampah 3 hari yaitu: V4 = x r2 x t = 3,14 x 122 x 9 cm = 4069,44 cm3 5. Keranjang sampah kelima Hari pertama tinggi sampah 2 cm, hari kedua setinggi 7 cm dan hari ketiga setinggi 10 cm. Jadi volume total sampah 3 hari yaitu: V5 = x r2 x t = 3,14 x 122 x 10 cm = 4521,6 cm3 Dari hasil observasi dalam tiga hari total sampah yang dihasilkan oleh kos No Name ini sebesar Vtotal = V1 + V2 + V3+ V4 + V5 = 11746,16 cm3 + 5425,92 cm3 + 1356,48 cm3 + 4069, 44 cm3 + 4521,6 cm3 = 27129,6 cm3

4 Jika dilihat dari jumlah volume tempat pembuangan sampah yang berjumlah 214933 cm3, maka diperkirakan jumlah maksimum sampah selam seminggu yaitu volume total/6 hari sebesar 117561,6 cm3. sehingga dapat diperkirakan tempat pembuangan sampah dapat digunakan 2 minggu. 3. PROSES PERJALANAN SAMPAH Sampah dibuang ketempat pembuangan sampah sementara yang terletak dengan jarak 7 m di depan halaman kost. Proses pengolahan sampah tersebut dilakukan dengan cara membakar sampah selama seminggu sekali oleh bapak kos NoName. 4. MASALAH Permasalahan yang muncul adalah sebagai berikut : 1. Tidak semua penghuni kost membuang sampah setiap hari pada tempat sampah sementara. Dari hasil survey yang dilakukan, ada yang memiliki kebiasaan membuang sampai beberapa hari hingga tempat sampah yang telah di sediakan penuh. Atau ada yang membuang sampah di tempat sampah sebelah kamarnya. Sehingga sulit untuk mengetahui jumlah sampah yang dihasilkan setiap orang dalam satu hari. 2. Faktor cuaca yang tidak mendukung ini juga menjadi kendala. Musim penghujan menyebabkan proses pembakaran sampah ini menjadi tertunda sehingga akhirnya mengalami penumpukan sampah hinga keluar dari tempat pembuangan sampah sebelum dibakar. Sehingga saat proses pembakaran sampah yang terbakar hanya sampah kering atau sampah baru. 3. Tidak adanya pemisahan sampah anorganik dan organik. 4. Pembakaran sampah tentu merupakan cara terburuk dalam pengolahan sampah karena dampak pencemaran yang dtimbulkan akibat sampah. asap tersebut menggangu lingkungan sekitar kos. 5. Letak bak penampungan sampah yang terlalu dekat dan di muka kos sering mengganggu estetika karena menimbulkan pandangan tak sedap dan bau busuk. 6. tidak terdapat penutup pada bak penampungan sampah sementara akibatnya jika hujan sampah menjadi basah, lembab dan menghasilkan lindi yang berbau busuk.

5 5. PEMECAHAN MASALAH Dari berbagai permasalahan sampah yang muncul, maka pemecahan masalah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut : 1. melakukan pemisahan sampah anorganik dan organik, dengan cara membungkus sampah organik dengan plastik sehingga tidak menyebabkan sampah yang mudah terbakar menjadi susah dibakar. 2. Menutup tempat pembuangan sampah sementara sehingga saat hujan tidak basah dan mempermudah proses pembakaran dan meminimalis terjadinya penumpukan sampah. 3. Memanfaatkan plastik yang masih bisa dipakai untuk digunakan kembali. 4. Tata letak Bak penampungan sampah alangkah lebih baik jangan dimuka depan kos karena menggangu pemandangan dan menimbulkan bau tak sedap. bisa saja dibelakang kos.