Anda di halaman 1dari 7

Gymnospermae

Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari Bab ini siswa diharapkan dapat Menjelaskan ciri-ciri tumbuhan gymnospermae Mengidentifikasi struktur tubuh tumbuhan gymnospermae Menjelaskan tahapan reproduksi tumbuhan gymnospermae Menjelaskan Klasifikasi gymnospermae Menjelaskan peranan gymnospermae Pokok Bahasan: Ciri-ciri tumbuhan gymnospermae Struktur tubuh tumbuhan gymnospermae Reproduksi gymnospermae Klasifikasi gymnospermae Peranan gymnospermae

A. B. C. D. E.

Keyword: Strobilus

Coniferae Ginkgoinae Cycadinae Gnetinae

Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)


A. Pengertian Spermatophyta Spermatophyta merupakan tumbuhan berbiji yang memiliki ciri utama berupa biji yang berasal dari bakal biji. Tumbuhan berbiji dilengkapi dengan berkas pembuluh angkut xylem dan floem. Seperti halnya tumbuhan paku, tumbuhan berbiji merupakan tumbuhan berkormus karena sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati. B. Ciri-ciri Spermatophyta Spermatophyta mempunyai ciri antara lain: 1) Makroskopis dengan ketinggian bervariasi 2) Bentuk tubuhnya bervariasi 3) Cara hidup fotoautotrof 4) Habitatnya kebanyakan di darat tapi ada juga yang mengapung di air (teratai) 5) Mempunyai pembuluh floem dan xilem 6) Reproduksi melalui penyerbukan (polinasi) dan pembuahan (fertilisasi). C. Klasifikasi Spermathophyta Spermathophyta dapat dibagi menjadi 2 kelas, yaitu: 1. Gymnospermae (Tumbuhan Berbiji Terbuka) Tumbuhan Gymnospermae disebut juga tumbuhan berbiji telanjang, karena bakal bijinya tidak dibungkus oleh daun buah. Tumbuhan ini memiliki ciri-ciri : Akarnya tunggang Batang lurus tegak, bercabang dan memiliki kambium pada batang sehingga dapat tumbuh membesar. Daun kebanyakan kaku dan sempit, ada yang berbentuk jarum, misalnya pada pinus, ada yang seperti pita bertulang daun sejajar, misalnya pakis haji, dan ada pula agak lebar bertulang daun menyirip, misalnya melinjo. Bakal biji tumbuh di permukaan daun buah (megasporofil) Memiliki habitus semak, perdu atau pohon. Tidak memiliki bunga sesungguhnya, sporofil terpisahpisah atau membentuk strobilus jantan dan betina. Umumnya berkelamin tunggal dimana megasporangium dan mikrosporangium terpisah satu sama lain. Gambar:Tumbuhan Penyerbukan dengan bantuan angin dan jarak waktu Gymnospermae penyerbukan sampai pembuahan relatif panjang. Sumber: Putra, 2011

D. Reproduksi Gymnospermae Tumbuhan berbiji terbuka tidak memiliki bunga, sehingga organ reproduksi pada gymnospermae disebut konus atau strobilus. Penyerbukan yang terjadi pada tumbuhan berbiji terbuka selalu dengan cara anemogami (penyerbukan dengan bantuan angin). Serbuk sari jatuh langsung pada bakal biji. Selang waktu antara penyerbukan sampai pembuahan relatif panjang. Pembuahan yang terjadi pada gymnospermae disebut pembuahan tunggal (setiap inti generatif melebur dengan inti sel telur). Mikrofil terdedah ke udara bebas. Pembuahan pada gymnospermae disebut pembuahan tunggal, karena tiap-tiap inti sperma membuahi satu sel telur. Trick Smart Rotan + Rona = Zygot Strobilus jantan Strobilus betina Zigot Tahapannya : (1) Sporofit menghasilkan strobilus jantan dan betina yang terdapat disisik strobilus. (2) Strobilus betina menjadi gametofit betina dan strobilus jantan menjadi gametofit jantan (3) Terjadi proses fertilisasi sehingga terbentuk zygot. (4) Zygot menjadi embrio yang berkembang, selanjutnya akan menjadi biji. (5) Biji dilindungi oleh kulit biji dan sayap, biji yang bersayap tersebut akan jatuh ketanah dengan bantuan angin sehingga menjadi tumbuhan baru.

Gambar: Strobilus Sumber: Riyadi (2012)

Sporofil terpisah-pisah membentuk srobilus jantan dan betina. Makrosporofil dan makrosporangium yang tampak menempel pada strobilus betina.

Gambar: Siklus Hidup Gymnospermae Sumber: Rasyida (2010)

LIHAT VIDEo 5

E. Klasifikasi Gymnospermae a. Coniferae Tumbuhan coniferae umunya meliputi semak, perdu atau pohon yang strobilus berbentuk kerucut. Bakal buah berada pada strobilus betina yang memiliki ukuran lebih besar daripada strobilus jantan yang mengandung serbuk sari. Daun tumbuhan kelas ini umunya berbentuk jarum, oleh karena itu sering disebut tumbuhan jarum.

Gambar: Jenis Coniferae Sumber: Fitri (2013) Ordo: Araucariales Ordo ini memiliki daun spiral yang kaku dan umumnya meruncing. Meiliki strobilus uniseksual, strobilus jantan dengan banyak mikrosporofil dan strobilus betina berbentuk bulat. Contoh : Agathis alba

Gambar: Agathis alba Sumber: Benmar (2012) Ordo: Pinales Ordo ini memilliki daun berbentuk jarum, berkelomok atau menyerupai sisik. Memiliki cotyledon yang banyak dan penyerbukan terjadi dengan bantuan angin (anemogami). Contoh: Pinus merkusii Gambar: Pinus merkusii Sumber: Hannifiyah (2012)

Ordo: Podocarpales Tumbuhan pada ordo ini memiliki daun yang tersusun spiral atau berseling dan menyerupai jarum. Contoh: Podocarpus ibricata

Gambar: Podocarpus sp betina dan jantan Sumber: Educorola (2009) Ordo: Cupressales Tumbuhan pada ordo ini memiliki daun yang tersusun spiral atau berseling dan menyerupai jarum. Biji kecil dan tanpa sayap.strobilus jantan dan betina dalam satu pohon, penyerbukan biji dengan bantuan hewan (zookori). Contoh: Juniperus communis dan Cupressus sp.

Gambar: Cupressus sp. Sumber: Educorola (2009) b. Ginkgoinae Sama halnya dengan ordo Cycadales, anggota Ginkgoales juga tumbuhan yang berumah dua (diceous). Strobilus jantan dan strobilus betina dihasilkan pada individu yang berlainan. Tumbuhan ini memiliki tunas panjang dan pendek dengan daun-daun bertangkai panjang berbentuk kipas dan biasanya meranggas pada musim gugur. Kelas ini hanya memiliki 1 bangsa yaitu ginkgoales. Contohnya Ginkgo biloba.

Gambar: Strobilus Ginkgo biloba. Sumber: Wayan (2012) Gambar: Ginkgo biloba. Sumber: Wayan (2012)

c. Cycadinae Morfologi tumbuhan ini sangat mirip dengan tumbuhan palem-paleman berkayu, tidak atau sedikit bercabang, memiliki daun majemuk seperti daun kelapa yang tersusun sebagai tajuk pada batang yang memanjang. Anggota dari kelas ini berumah dua (dioecious), di mana strobilus jantan dan strobilus betina dihasilkan pada individu yang berlainan. Contoh yang masih ada sampai sekarang adalah tanaman pakis haji (Cycas rumphi) dan contoh lain Dion edule. Gambar: Cycas rumphii Sumber: Fitri (2013)

Gambar: Dion edule Sumber: wikipedia (2013)

d. Gnetinae Tumbuhan dari kelas ini berkayu dengan batang bercabang atau tidak. Berkelamin tunggal (monoceous), majemuk terdapat dalam ketiak daun yang besar. Pmbuahan terjadi pada buluh serbuk sari.

Gambar: Gnetum gnemon Sumber: Fitri (2013)

Ordo dan Contoh Species Gnetinae Ordo: Ephedrales, Ordo: Welwitschiales, Ordo: Gnetales, Species: Ephedra altissima Species: Welwitschiales Gnetum gnemon mirabilis

Species:

Sumber: Shens (2011)

Sumber: Theo (2013)

Sumber: Dokumen pribadi

2. Manfaat Gymnospermae

Ada beberapa manfaat gymnospermae yaitu: No Jenis Tumbuhan 1 Pinus merkusii dan Agathis sp 2 Pinus merkusii, Ephedra dan Juniperus 3 Melinjo (Gnetum gnemon) 4 Thuja sp, Cupressus sp, Araucaria sp Manfaat industri kertas dan korek api obat-obatan

Did You Know Pasti kamu pernah mengkonsumsi makanan ini! Did you know? Kalau emping itu asalnya darimana? Lets see.. Emping adalah salah satu kerupuk khas yang terbuat dari biji Melinjo (Gnetum gnemon Linn) adalah salah satu tumbuhan gymnospermae. Daerah yang banyak membudidayakan pohon melinjo adalah Aceh dan sumatera. Ternyata selain enak dimakan biji melinjo juga memiliki manfaat dapat menangkal radikal bebas, menghambat aktivitas enzim lipase dan amilase serta sebagai antimikroba. Tapi jangan makan teralalu banyak ya, karena dapat menyebabkan Hiperurisemia lho yaitu penyakit akibat kadar asam urat diatas angka normal. Sumber: Soleh (2012)

Untuk Makanan Tanaman Hias