Anda di halaman 1dari 4

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Dewasa ini, pelayanan telekomunikasi memainkan peran yang sangat penting dalam modernisasi kehidupan manusia dan menjadi sangat diperlukan dalam tiap aspek kehidupan seperti bisnis, perdagangan, rumah tangga, industri dan sebagainya. Hal ini ditandai dengan banyak bermunculan stasiun-stasiun televise swasta. Televisi merupakan salah satu media komunikasi yang saat ini merupakan salah satu kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan oleh sebagian besar manusia dewasa ini. Televisi merupakan media komunikasi satu arah, dimana sinyal suara dan gambar ditumpangkan pada sinyal pembawa (carrier) yang selanjutnya dipancarkan melalui suatu alat yang disebut dengan antena. Antena pada dasarnya adalah alat untuk mengumpulkan dan mengarahkan gelombang radio yang merambat di ruang bebas atau di angkasa. Dengan demikian antena berfungsi untuk memindahkan energi gelombang elektromagnetik dari media kabel dan udara, maka antena harus mempunyai sifat yang sesuai (match) dengan kabel media kabel pencatunya. Tugas antena ialah memancarkan gelombang sinyal ke udara sehingga tercapai pada saluran penerima yang ada dimasing-masing pemirsa televisi. Komunikasi berjalan dengan baik jika ditunjang oleh infrastruktur yang baik dan juga ditunjang oleh pengoperasian infrastruktur tersebut secara maksimal, efisien dan efektif. Salah satu infrastruktur yang mendukung adalah antena. Antena yang baik adalah antena yang memiliki parameter-parameter (gain, polarisasi, directivity, impedansi serta bandwitdh) yang baik. Daya yang dihasilkan oleh pemancar akan diradiasikan oleh antena. Sebagai bagian yang menghantarkan daya, antena yang ideal tidak akan mengurangi daya yang dihantarkan sehingga jangkauan dari pancarannya menjadi maksimal sesuai dengan yang diharapkan.
1

Pada kenyataannya, antena juga mengurangi daya yang dipancarkannya. Daya yang berkurang berubah menjadi panas dan sebagian kecil diradiasikan. Agar daya bisa dipancarkan semaksimal mungkin, impedansi output dari penguat daya tingkat akhir harus sama dengan impedansi karakteristik saluran transmisi dan impedansi dari antena. Untuk itu diperlukan penalaan pada matching network untuk menyamakan impedansi. Berdasar dari itu untuk mengetahui daya pancar dari antena, kita dapat menghitung dengan penghitungan rumus. Untuk menghitung kita memerlukan parameter dan karakterisrik dari antena, yang intinya dari perhitungan tersebut kita dapat mengetahui daya pancar dari antena, selanjutnya dari kita juga dapat mengetahui jangkauan dari pancaran daya antena tersebut. Salah satu antena yang digunakan untuk transmisi sinyal televisi yaitu antena log periodik. antena log-periodik memilki kemiripan dengan antena YagiUda. Perbedaannya adalah direktivitas/gain yang dicapai antena log-periodik lebih kecil, tetapi memilki lebar pita kerja yang lebih besar, dan besaran geometri antena Dipole tidak memiliki aturan tertentu, sedangkan pada antena log-periodik mengikuti perbandingan tertentu. Dari permaslahan diatas timbul ide untuk membuat suatu antena LogPeriodik model flat dimana akan dirancang sebuah antena yang bekerja pada frekuensi 180 MHz, dengan gain dan return loss yg rendah dibandingkan dengan antena Dipole, yang dapat digunakan untuk antena penyiaran Televisi Universitas Mataram. Sebelum direalisasikan, antena Log-Periodik terlebih dahulu dirancang dan disimulasikan dengan alat bantu software simulator untuk mengetahui karakteristik antena yang akan dibuat. Alat bantu yang digunakan dalam merancang antena ini adalah software HFSS (High Frequency Structure Simulator) yang merupakan software simulator medan elektromagnetik gelombang penuh yang mempunyai performansi tinggi untuk alat pasif yang bervolume 3D (tiga dimensi). 1.2 Maksud dan Tujuan
2

Dari latar belakang tersebut dapat diambil rumusan masalah bagaimana merealisasikan dan mendesain sebuah antena log-periodik dipole array sehingga memilki gain, return loss dan pola radiasi yang lebih baik dari pada antena dipole yang dapat di aplikasikan sebagai antena penyiaran Televisi Unram (TV UNRAM). 1.3 Batasan Masalah Antena log periodic hasil rancangan dan fabrikasi pada penelitian ini meliputi antena dipole dan antena log-periodik. Simulasi yang digunakan menggunakan software HFSS (High Frequency Structure Simulator) v.10. Karakteristik yang dilihat pada simulasi meliputi parameter dasar antena berupa RL (return loss), VSWR, gain dan pola radiasi. Sedangkan karakteristik yang diamati pada saat pengukuran meliputi gain, pola radiasi dan frekuensi kerja antena. 1.4 Tujuan Penelitian Tujuan dari penyusunan tugas akhir ini adalah untuk perancangan antena log-periodik dengan model flat, dengan polaradiasi directional (satu arah), yang bekerja pada frekuensi 180MHz, sehingga mampu menigkatkan karakteristik antena dibanding antena dipole ,yang nantinya kan digunakan untuk aplikasi penyiaran TV UNRAM. 1.5 Manfaat Penelitian Hasil dari penyusunan tugas akhir ini diharapkan mempunyai manfaat sebagai berikut : 1. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk komunikasi pada frekuensi 180 MHz, khususnya untuk aplikasi TV UNRAM. 2. Memberi pengetahuan bagi akademisi dan praktisi tentang bagaimana membuat antena Log-Periodik model flat dengan merancang simulasinya dengan menggunakan software HFSS v.10 sebelum direalisasikan.
3

1.6 Metode Penelitian Untuk mencapai tujuan dari tugas akhir ini, maka langkahlangkah yang diambil adalah sebagai berikut: 1. Studi literatur Mengumpulkan bahan-bahan serta data-data yang dapat menunjang pembuatan antena Log-Periodik. 2. Perancangan antena Merencanakan antena yang akan dibuat baik itu bentuk, ukuran, jumlah, maupun bahan yang digunakan. 3. Pembuatan antena Membuat antena sesuai dengan yang telah direncanakan. 4. Uji laboratorium Menguji antena yang telah dibuat untuk mengetahui kinerja dari antena tersebut dan kemudian mengambil datanya. 5. Analisa data Setelah melakukan beberapa percobaan pada antena tersebut, data-data yang telah diperoleh akan dianalisa untuk mendapatkan kesimpulan. 6. Penyimpulan hasil Sebagai langkah akhir dari penulisan tugas akhir ini adalah menarik kesimpulan dari hasil analisa yang telah dibuat.