Anda di halaman 1dari 5

TUGAS MATA KULIAH KIMIA KLINIK BASOFIL

Oleh: Muhammad Aminuddin NIM. J1E108061

Dosen: Drs. Ahmad Yanie, M.Si., Apt.

PROGRAM STUDI S1 FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU 2011

Basofil Basofil adalah granulosit yang paling umum, mewakili sekitar 0,01% sampai 0,3% dari sirkulasi sel darah putih. Nama baasofil berasal dari fakta bahwa leukosit jenis basofilik, yaitu rentan terhadap pewarnaan dengan pewarna dasar , seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut :

Basofil adalah jenis leukosit yang paling sedikit jumlahnya dan diduga juga dapat berfungsi sebagai fagosit. Sel basofil secara struktural dan fungsional mirip dengan sel mast, yang tidak pernah beredar dalam darah tapi tersebar di jaringan ikat di seluruh tubuh. Awalnya sel basofil dianggap berubah menjadi sel mast dengan bermigrasi dari sistem sirkulasi, tapi para peneliti membuktikan bahwa basofil berasal dari sumsum tulang sedangkan sel mast berasal dari sel prekursor yang terletak di jaringan ikat. Ada dua macam sel mast yaitu terbanyak sel mast jaringan dan sel mast mukosa. Yang pertama ditemukan di sekitar pembuluh darah dan mengandung sejumlah heparin dan histamine. Sel mast yang kedua ditemukan di slauran cerna dan napas. Proliferasinya dipacu IL-3 dan IL-4 dan ditingkatkan pada infeksi parasit. Baik sel basofil maupun sel mast memiliki reseptor untuk IgE dan karenanya dapat diaktifkan oleh alergen spesifik yang berkaitan dengan antibodi IgE. Kemudian bila terdapat alergen spesifik berikutnya yang bereaksi dengan antibodi, maka perlekatan keduanya menyebabkan sel mast atau basofil rupture dan melepaskan banyak sekali histamin, bradikinin, serotonin, heparin, substansi anafilaksis yang bereaksi lambat, dan sejumlah enzim lisosomal. Bahanbahan inilah yang menyebabkan manifestasi alergi. Selain itu keduanya pun dapat membentuk dan menyimpan heparin dan histamin. Basofil sebagian besar mengandung sitoplasma granul yang mengaburkan inti sel di bawah mikroskop. Namun ketika ternoda inti terlihat dan biasanya memiliki 2 lobus. Para sel mast, sebuah sel di jaringan memiliki karakteristik serupa. Sebagai contoh, kedua sel jenis histamin, zat kimia yang disekresikan oleh sel-sel

saat dirangsang dengan cara tertentu (histamin menyebabkan beberapa gejala dari reaksi alergi). Seperti semua granulosit yang ada, basofil dapat direkrut dari darah ke dalam jaringan bila diperlukan.

Karakteristik basofil : Ukuran sel 12 18 mm Bentuk sel round atau oval Warna sitoplasma merah muda terang, sebagian besar ditutupi granul dan nukleus Granularitasnya berbentuk basofilik dengan granul yang ukuran dan jumlah bervariasi Bentuk inti oval dalam bentuk mature dan lobular dalam bentuk tidak mature Tipe kromatin condensed dan pale Ratio inti/sitoplasma sedikit Nukleolusnya tidak terlihat Keberadaan di darah < 1 % dan di sumsum tulang < 1 % Fungsi basofil Basofil muncul dalam banyak jenis inflamasi reaksi spesifik, terutama yang menyebabkan gejala alergi. Basofil mengandung antikoagulan heparin, yang mencegah darah dari pembekuan yang terlalu cepat. Basofil juga mengandung histamin vasodilator, yang mengarahkan aliran darah ke jaringan. Basofil dapat ditemukan dalam jumlah yang luar biasa tinggi di tempat infeksi ektoparasit, misalnya kutu. Seperti eosinofil, basofil memainkan peran dalam kedua infeksi parasit dan alergi. Basofi ditemukan dalam jaringan di mana reaksi alergi yang

terjadi dan mungkin berkontribusi pada keparahan dari reaksi ini. Basofil memiliki reseptor protein pada permukaan selnya yang mengikat IgE, immunoglobulin yang terlibat dalam pertahanan macroparasite dan alergi . Ini adalah antibodi IgE terikat yang memberikan respon selektif sel-sel terhadap zat yang ada di lingkungan, misalnya, serbuk sari protein atau antigen cacing. Penelitian terbaru pada tikus menunjukkan bahwa basofil juga dapat mengatur perilaku sel T dan memediasi besarnya respon imun sekunder. Ketika diaktifkan, basofil tergranulasi untuk melepaskan histamin, proteoglikan (misalnya heparin dan kondroitin), dan enzim proteolitik (misalnya elastase dan lysophospholipase). Basofil juga mengeluarkan mediator lipid seperti leukotrien, dan beberapa sitokin. Histamin dan proteoglikan disimpan dalam butiran sel sedangkan zat lainnya yang disekresikan adalah hasil setelah tergranulasi. Masing-masing zat berkontribusi terhadap peradangan. Bukti terbaru menunjukkan bahwa basofil merupakan sumber penting dari sitokin, interleukin-4, mungkin lebih penting dari sel T. Interleukin-4 dianggap sebagai salah satu dari sitokin penting dalam pengembangan alergi dan produksi dari antibodi IgE oleh sistem kekebalan tubuh. Ada zat lain yang dapat mengaktifkan basofil untuk mensekresi, yang menunjukkan bahwa sel-sel ini memiliki peran lain dalam peradangan. Penurunan jumlah basofil Basopenia (jumlah basofil rendah) adalah istilah untuk menunjukkan hitungan basofil normal yang sangat rendah, hal ini telah dilaporkan dalam hubungannya dengan autoimun urtikaria (kondisi gatal kronis). Zat-zat yang bisa menurunkan jumlah basofil antara lain epinefrin, dan obat golongan kortikosteroid. Penyebab lain meningkatnya jumlah basofil antara lain : pengobatan steroid Penggunaan sefaklor Penggunaan vinorelbine, cisplatin dan doxorubicin sinar X obat-obatan (busulfan) tirotoksikosis urtikaria

Peningkatan jumlah basofil Basofil biasanya meningkat pada keadaan fase penyembuhan radang dan radang kronis. Basofil juga meningkat pada polisitemia vera dan leukemia granulositik kronik dan pada penyakit alergi seperti eritroderma, urtikaria pigmentosa dan kolitis ulserativa. Penyebab lain meningkatnya jumlah basofil antara lain : CML mielofibrosis stadium konvalesen penyakit infeksi post splenektomi Endotoxemia

Sumber : Anonim1. 2009. Asma-hipersensitivitas-kesehatan. http://leukosit.blogspot.com/feeds/posts/default Diakses tanggal 20 Desember 2011 Anonim2. 2009. Gambaran Sel Dara Normal. http://drdjebrut.wordpress.com/2009/12/24/gambaran-sel-darahnormal/ Diakses tanggal 20 Desember 2011 Anonim3. 2011. Basophil Granulocyte. http://en.wikipedia.org/wiki/Basophil_granulocyte Diakses tanggal 20 Desember 2011 Nazir, Taha, Mazhar Mustafa, Habib-Ur-Rehman, Owais Omar. 2011. Basopenia Induction By Vinorelbine Alone And In Combination With Doxorubicin And Cisplatin In Cancer Patients. http://www.gu.edu.pk/GUJR/PDF/PDF-June-2011/1%20Taha%2016%20Paper.pdf Diakses tanggal 20 Desember 2011

Anda mungkin juga menyukai