Anda di halaman 1dari 10

5/1/2013

TEORI BILANGAN DAN KOMBINATORIKA


Oleh: Drs. Yudi Setyawan, M.S., M.Sc. Jurusan Matematika IST AKPRIND
disampaikan pada WORKSHOP PEMBIMBINGAN

POSISI DAN PERAN MATEMATIKA

OLIMPIADE MATEMATIKA MGMP MATEMATIKA SMA SE KABUPATEN KULON PROGO 2 MEI 2013

MATH

TECH

5/1/2013

KENDALA YANG DIHADAPI


Matematika (dan sains) masih dianggap matapelajaran yang kurang menyenangkan/momok bagi siswa (dan orangtuanya) Guru (dan dosen) matematika menerima imbasnya.

Sarjana Matematika
Satu di antara 7 lulusan dengan gaji terbesar (Kompas, 16/02/2013)

DIPERLUKAN SOLUSI YANG KOMPREHENSIF


Pemberian motivasi tentang pentingnya belajar matematika Perbaikan proses pembelajaran matematika di kelas (termasuk sumberdayanya) Dll.

Termasuk penyelenggaraan olimpiade matematika

OSN MATEMATIKA
TUJUAN Olimpiade Sains Nasional Matematika SMA/MA mengukur tiga aspek :

SELEKSI Tingkat Kabupaten tes pilihan ganda dan isian singkat (masing-masing 10 soal), mengukur kemampuan pemecahan masalah Tingkat Propinsi isian singkat (20 soal) dan uraian (5 soal), mengukur 3 aspek. Tingkat Nasional uraian, dilaksanakan selama 2 hari, masing-masing 4 soal.

pemecahan masalah (problem solving) non rutin penalaran (reasoning) justifikasi langkahlangkah penyelesaian Komunikasi tertulis tes tertulis.

5/1/2013

CAKUPAN MATERI
Materi OSN mengacu ke IMO (International Mathematical Olympiad). Cakupan materi matematika OSN dibagi ke dalam empat kelompok:
ALJABAR

MATERI DASAR
Pemfaktoran dan Penguraian Barisan dan Deret Fungsi Suku Banyak Persamaan Sistem Persamaan Ketaksamaan TEORI BILANGAN Sifat-Sifat Penjumlahan Dan Perkalian Dua Bilangan Sifat-sifat Keterbagian Uji Habis dibagi Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Persekutuan Terkecil (KPK) Banyaknya Faktor Positif Kekongruenan Bilangan Bulat, Rasional dan Prima Bilangan Kuadrat Sempurna Fungsi Tangga dan Ceiling KOMBINATORIKA Kaidah Pencacahan Dan Binomium Newton Kejadian dan Peluang Suatu Kejadian, Pengambilan Contoh dengan dan Tanpa Pengembalian Prinsip Inklusi Eksklusi, Peluang Kejadian Majemuk Pigeon Hole Principle (Prinsip Sarang Merpati)

Aljabar, Geometri, Kombinatorika, dan Teori bilangan (bulat).

GEOMETRI Trigonometri Garis Segitiga Segi Empat Segi-n Beraturan Lingkaran

HIMPUNAN BILANGAN DAN NOTASINYA

5/1/2013

BEBERAPA AKSIOMA DASAR UNTUK Z


1. Jika a, b Z, maka a + b, a-b, dan ab Z (tertutup terhadap penjumlahan, pengurangan dan perkalian. 2. Jika a Z, maka tidak ada x Z sedemikian sehingga a < x < a + 1. 3. Jika a,b Z dan ab = 1, maka a = b = 1 atau a = b = -1. 4. Untuk n, m N dan a, b R berlaku: i. (an)m = anm ii. (ab)n =anbn iii. an.am=an+m

SIFAT KETERBAGIAN
Untuk bilangan-bilangan asli a dan b, kita katakan bahwa a membagi b atau a adalah suatu faktor dari b, ditulis dengan a|b, jika ada bilangan bulat c sedemikian hingga b=ac. Sifat-sifat keterbagian: i. Refleksif: a|a ii. Transitif: a|b dan b|c a|c iii. Linier: a|b dan a|c a|(pb+qc), untuk setiap p, q bulat iv. 1|n untuk semua n bulat v. a|b dan a, b bilangan asli ab. vi. a|b dan a|(b+c) a|c

PENERAPAN SIFAT KETERBAGIAN (III)


Contoh: Tentukan semua bilangan bulat positif d sedemikian sehingga d membagi n2+ 1 dan (n + 1)2+ 1 untuk suatu bilangan bulat n. Penyelesaian: Karena d|(n2+1) dan d| (n2+2n+2), maka d|(n2+2n+2-(n2+1)) atau d|(2n+1). Lebih lanjut, d |((2n+1)(2n+1)) atau d|(4n2+4n+1) . Karena d| (n2+2n+2) dan d|(4n2+4n+1), maka d|( 4(n2+2n+2) (4n2+4n+1)) yakni d|(4n+7). Karena d|(2n+1) dan d|(4n+7) maka d|((4n+7)-2(2n+1)) atau d|5. Dengan demikian nilai d yang mungkin hanya 1 dan 5. Dapat dicek bahwa untuk d=5 maka n=2.

ALGORITMA PEMBAGIAN
Jika a dan b bilangan bulat dan b>0, maka terdapat secara tunggal bilangan bulat q dan r sedemikian hingga a=qb+r dengan 0r<b. Dalam hal ini , disebut hasil bagi dan disebut sisa. = r =a-qb

5/1/2013

CONTOH SOAL ALGORITMA PEMBAGIAN


Misal r adalah sisa ketika 1059, 1417 dan 2312 dibagi oleh b > 1. Tentukan nilai dari b dan r. Penyelesaian: Misal 1059=q1b+r, 1417=q2b+r dan 2312=q3b+r, maka i. ii. iii. 1417-1059=(q2-q1)b, sehingga b|358 atau b|(2.179), 2312-1059=(q3-q1)b, sehingga b|1253 atau b|(7.179), 2312-1417=(q3-q2)b, sehingga b|895 atau b|5.179. =1059-179.5=1059-895=164.

CONTOH

Dari i, ii, dan iii maka b=179, sehingga = 1059 179

Tunjukkan bahwa n2+ 23 dapat dibagi oleh 24 untuk n tak hingga banyaknya. Bukti: n2+ 23 = n2 -1 + 24 = (n -1)(n + 1) + 24. Jika diambil n = 24k 1, k = 0; 1; 2; .... Maka n dapat dibagi oleh 24. Terbukti ada tak hingga banyak bilangan n sedemikian hingga n2+ 23 dapat dibagi oleh 24.

CONTOH
Tunjukkan bahwa jika p > 3 adalah prima, maka 24 | p2-1 Bukti. Berdasarkan Algoritma Pembagian, sembarang bilangan bulat dapat dinyatakan sebagai salah satu dari: 6k, 6k1, 6k 2, atau 6k 3, dengan k Z. Jika p > 3 adalah prima, maka p ganjil dan bukan kelipatan 2 dan 3, sehingga p mempunyai bentuk p = 6k 1 (karena pilihan lainnya dapat dibagi 2 atau 3). Dengan demikian, p2-1=(6k 1)2-1 = 36k2 12k = 12k (3k 1). Karena k atau 3k 1 adalah genap, maka 12k (3k 1) dapat dibagi oleh 24.

BILANGAN GENAP DAN GANJIL


(1) suatu bilangan ganjil mempunyai bentuk 2k + 1, untuk suatu bilangan bulat k; (2) suatu bilangan genap mempunyai bentuk 2k, untuk suatu bilangan bulat k; (3) jumlahan dari dua bilangan ganjil adalah suatu bilangan genap; (4) jumlahan dari dua bilangan genap adalah suatu bilangan genap; (5) jumlahan dari suatu bilangan ganjil dan genap adalah suatu bilangan ganjil; (6) hasil kali dari dua bilangan ganjil adalah suatu bilangan ganjil; (7) hasil kali dari bilangan-bilangan bulat adalah genap jika dan hanya jika paling sedikit satu dari faktor-faktornya adalah genap.

5/1/2013

CIRI-CIRI BILANGAN KELIPATAN


Kelipatan 2: bilangan genap Kelipatan 3: bilangan yang jumlah angkanya habis dibagi 3 Kelipatan 4: bilangan yang dua angka terakhirnya habis dibagi 4 Kelipatan 5: bilangan dengan akhiran 0 atau 5 Kelipatan 6: bilangan genap yang jumlah angkanya habis dibagi 3 Kelipatan 8: bilangan yang tiga angka terakhirnya habis dibagi 8 Kelipatan 9: bilangan yang jumlah angkanya habis dibagi 9 Kelipatan 11: selisih jumlah angka di tempat ganjil dan ditempat genap habis dibagi 11 Kelipatan 12: kelipatan 3 dan kelipatan 4 Kelipatan 7: x merupakan kelipatan 7 jika -2(x-10 ) habis dibagi 7 (dapat dilakukan secara rekursif)

BILANGAN MODULO
Misalkan a adalah bilangan bulat dan m adalah bilangan bulat > 0. Operasi a mod m (dibaca a modulo m) menghasilkan bilangan sisa jika a dibagi dengan m. Dengan demikian, a mod m = r, jika ada bilangan bulat q sedemikian hingga a = mq + r, dengan 0 r < m. Perhatikan bahwa a mod m = b mod m jika dan hanya jika sisa pembagian a dengan m sama dengan sisa pembagian b dengan m.

SIFAT MODULO
Teorema : Misalkan m adalah bilangan bulat positif. 1. Jika a b (mod m) dan c adalah sembarang bilangan bulat maka (i) (a + c) (b + c) (mod m) (ii) ac bc (mod m) (iii) ap bp (mod m) untuk suatu bilangan bulat tak negatif p. 2. Jika a b (mod m) dan c d (mod m), maka (i) (a + c) (b + d) (mod m) (ii) ac bd (mod m)

BILANGAN PRIMA
Definisi: Bilangan asli p>1 disebut prima jika p tidak memiliki faktor selain 1 dan p sendiri. Bilangan komposit adalah bilangan bukan prima. Bilangan bulat m dan n disebut relatif prima jika PPB(m,n) = 1. Teorema: Jika m dan m relatif prima maka ada bilangan bulat p dan q sedemikian hingga mp+nq=1 Teorema (The Fundamental Theorem of Arithmetic): Setiap bilangan bulat positif yang lebih besar atau sama dengan 2 dapat dinyatakan sebagai perkalian satu atau lebih bilangan prima. Teorema (Fermats Little Theorem): Jika p adalah bilangan prima dan a adalah bilangan bulat yang tidak habis dibagi dengan p, yaitu PPB(a, p) = 1, maka ap1 1 (mod p)

5/1/2013

KOMBINATORIKA
A. KAIDAH PENCACAHAN
1. Aturan pengisian tempat/Kaidah Perkalian Misal ada n tempat yang tersedia. Jika ki menyatakan banyaknya cara mengisi tempat yang ke-i (i=1,2,...,n), maka banyak cara pengisian tempat ada = Contoh: Akan dibentuk bilangan genap yang terdiri dari 3 angka yang dipilih dari angka 2,3,4,5,6,7,8. Berapa banyak bilangan yang dapat dibentuk jika a. Angka-angka boleh berulang b. Angka-angkanya tidak boleh berulang Penyelesaian: a. Untuk pemilihan angka ratusan dan puluhan masing-masing terdapat 7 pilihan dan untuk angka satuan terdapat 4 pilihan sehingga banyak bilangan yang terbentuk ada 7.7.4=196 b. Untuk angka satuan ada 4 pilihan, angka puluhan ada 6 pilihan, angka ratusan ada 5 pilihan, sehingga ada 4.6.5=120 pilihan.
Soal: 1. Ada berapa banyak bilangan positif genap terdiri dari 5 angka berbeda dapat dibuat jika tidak ada satupun angka lima serta angka ribuan harus nol? 2. Ada berapa banyak bilangan genap 3 angka, angka-angkanya tidak berulang, dan kurang dari 600 dapat dibentuk dari kumpulan angka 0,1,2,3,4,5,6,7,8?

2. Permutasi r objek dari n objek yang berbeda:


Banyak susunan terdiri atas r objek berbeda dari n objek berbeda dengan memperhatikan urutan adalah
n Pr =

Contoh: Berapa banyak bilangan dapat dibentuk dari sebagian atau semua angka 2,3,4,5 jika tidak boleh ada angka yang berulang? Jawab: =64
P

Contoh: 1. Ada berapa banyak susunan yang berbeda yang dapat dibentuk dari huruf-huruf M,A,T,E,M,A,T,I,K,A? Penyelesaian: 10! 2! 3! 2! 2. Ada berapa cara yang berbeda untuk berjalan dari titik P ke titik Q tanpa melalui ruas garis AB dengan menggunakan rute terpendek? Q B

Permutasi dengan beberapa unsur sama Banyaknya susunan berbeda dari n objek yang terdiri dari n 1 , n2, ...nk unsur ! sama adalah ! ! !

Rute terpendek dari P ke Q adalah rute dimana kita berjalan ke kanan (K) sebanyak 5 langkah dan ke atas (A) sebanyak 4 langkah.dengan urutan yang berbeda-beda. Jadi banyaknya rute terpendek dari P ke Q sama dengan banyaknya permutasi ! dari K,K,K,K,K,A,A,A,A, yakni = 126. ! ! Sementara itu, banyaknya rute terpendek yang melalui ruas garis AB=(banyak rute terpendek dari P ke A).(banyak rute ! ! terpendek dari B ke Q = =36. ! ! ! ! Dengan demikian, banyaknya cara yang berbeda untuk berjalan dari titik P ke titik Q tanpa melalui ruas garis AB dengan menggunakan rute terpendek = 126-36 = 90.

5/1/2013

Permutasi Siklis Banyaknya susunan memutar yang berbeda dari n objek ada (n-1)! Contoh: Jika terdapat empat orang yang duduk di atas empat kursi yang disusun melingkar, ada berapa banyak cara berbeda yang mungkin? Jawab: (4-1)! = 6. Soal: Ada tiga pasang suami istri yang duduk dalam posisi melingkar. a. b. c. d. Jika setiap pasang suamu istri harus duduk bersebelahan, ada berapa cara berbeda yang mungkin? Jika pasangan suami istri tidak perlu duduk bersebelahan, ada berapa cara berbeda yang mungkin? Jika setiap pasang suamu istri tidak boleh duduk bersebelahan, ada berapa cara berbeda yang mungkin? Jika tidak boleh ada laki-laki dan perempuan yang berdekatan kecuali pasangannya, ada berapa cara berbeda yang mungkin?
P L

L P L

L P L

P L L

P L L L P P L P L

P L L

L L P P L

L L

P L P

P L P

a. Karena setiap pasang suami istri harus bersebelahan, maka urutan pasangan yang berbeda adalah (M, K, H), (M, H, K) dan (K, M, H). Karena dalam setiap pasangan terdiri dari 2 orang (suami dan istri), maka dalam setiap pasangan ada dua kemungkinan urutan yang berbeda. Dengan demikian, dalam setiap urutan pasangan ada 2.2.2=8 urutan yang berbeda (contoh untuk urutan pasangan (M,K,H) seperti di atas). Berarti ada 8+8+8=24 urutan berbeda dimana suami-istri bersebelahan.. b. Banyak urutan berbeda tanpa syarat bahwa setiap suami-istri harus bersebelahan ada (6-1)!=120. c. silahkan coba! d. 0.

3. Kombinasi r objek dari n objek yang berbeda: Banyak susunan terdiri atas r objek berbeda dari n objek berbeda dengan memperhatikan urutan adalah
n C r= !

Kombinasi dengan pengulangan


Misal n objek identik akan diletakkan pada r tempat dengan rn. Mika masing-masing tempat dapat tidak ditempati atau ditempati oleh lebih dari satu objek, maka banyak cara yang mungkin ada Contoh: + 1 = 1 + 1 .

Contoh:
Jawab: =
!

1. Ada berapa cara memilih 3 orang siswa dari 8 orang siswa


! !

=56

2. Ada berapa cara mengambil 1 bola merah, 2 bola kuning dan 3 bola hijau dari sebuah kotak yang berisi 2 bola merah, 4 bola kuning dan 6 bola hijau? Jawab: =2.6.20 = 240.

Tentukan banyaknya bilangan bulat tak negatif terurut (x 1, x2, x3, x4) yang memenuhi persamaan linier x1+x2+x3+x4=3. Penyelesaian: Sebetulnya ada 4 tempat yang harus diisi. Karena jumlahnya harus 3, maka setelah 3 tempat pertama diisi, hanya ada satu kemungkinan untuk mengisi tempat ke empat. Dalam pengisian 3 tempat tersebut, kita boleh mengisi dengan 0 (kosong), sehingga ada + 1 = 3+41 .=20 3

3. Ada berapa banyak bilangan 4 angka dengan angka pertama adalah 1 dan tepat memiliki 2 angka yang sama. Jawab: bentuk 11XY, 1X1Y, 1XY1, dengan X, Y 1 dan XY, masing-masing ada 9.8 3.9.8 Bentuk 1XXY, 1XYX, 1YXX, dengan X, Y 1 dan XY, masing-masing ada 9.8 3.9.8, sehingga ada 2.3.9.8 = 6.9.8 = 432.

5/1/2013

B. BINOMIUM NEWTON
Rumus Binomium Newton: ( + ) = ) = , ,

CONTOH
1. Berapakah koefisien dari x 6 dalam penjabaran ( + ) Penyelesaian: ( + ) = 10 ( ) = 10 ?

Dapat diperluas menjadi Multinomium: ( + + +

, =
! !

Dimana

,
! !

Dengan demikian 2i-10 = 6 atau i =8 dan koefisien dari x6 diberikan oleh 10 =45 8 2. Tentukan koefisien ab2c pada penjabaran (a + 3b c)4 Penyelesaian: Rumus Trinomium, memberikan 4 ( + ) = , ,

Yang kita cari adalah koefisien yang bersesuaian dengan i=1, j=3 dan k=1, yakni 4 .3 . (1) = -108. 1, 2, 1

C. PIGEONHOLE PRINCIPLE
Bentuk sederhana dari pigeonhole principle: Jika ada n buah sarang dan ada lebih dari n merpati, maka ada sarang yang ditempati oleh lebih dari satu merpati. Bentuk umum dari pigeonhole principle: Jika ada n buah sarang dan ada m merpati (mn), maka ada sarang yang ditempati oleh sekurangkurangnya m/n merpati. Simbol x menyatakan bilangan bulat z dengan x-1 < z x.

CONTOH PENERAPAN
1. Jika ada n2+1 titik yang terletak di dalam sebuah persegi dengan panjang sisi n, maka ada sekurang-kurangnya 2 titik yang memiliki jarak tidak lebih dari 2 2. Jika ada n2+1 titik yang terletak di dalam sebuah segitiga sama sisi dengan panjang sisi n, maka ada sekurang-kurangnya 2 titik yang memiliki jarak sejauhjauhnya 1.

...

n 2

1 3

n2 n2 Persegi dg panjang sisi n dapat dibagi menjadi n2 persegi dengan panjang sisi 1 Segitiga sama sisi dg panjang sisi n dapat dibagi menjadi n2 segitiga dengan panjang sisi 1

5/1/2013

Pustaka sumber untuk Materi Olimpiade Matematika SMA (khususnya teori bilangan dan Kombinatorik):
3. Buktikan bahwa di antara 5 bilangan bulat pasti ada 3 di antaranya yang memiliki jumlah yang habis dibagi 3. Penyelesaian: Perhatikan bahwa sisa pembagian suatu bilangan bulat dengan 3 adalah 0, 1 atau 2. i. Jika ada tiga di antara kelima bilangan tersebut memiliki sisa pembagian yang sama, katakan n1=3p1+r, n2=3p2+r dan n3=3p3+r, maka jelas n1+n2+n3 habis dibagi 3. QED ii. Jika tidak terdapat tiga bilangan yang memiliki sisa pembagian yang sama. Karena ada lima bilangan, maka pasti ada bilangan yang bersisa 0, ada bilangan yang bersisa 1 dan ada bilangan yang bersisa 2 jika dibagi 3 (pigeonhole principle). Katakan n1=3p1, n2=3p2+1 dan n3=3p3+2. Maka n1+n2+n3 habis dibagi 3. QED

1. Hermanto, E., Diktat Pembinaan Olimpiade Matematika Tahun Pelajaran 2010-2011 2. INTERNATIONAL MATHEMATICAL OLYMPIAD, IMO PROBLEMS ( imoofficial.org/problems.aspx) 3. Lee, H., 2007, Number Theory Problems from IMO Shortlist 1999 2006 (http://projectpen.wordpress.com) 4. Parvardi.A.H., 2011, Combinatorics Problems (http://ohkawa.cc.ithiroshima.ac.jp/AoPS.pdf/100%20Combinatorics%20Problems.pdf) 5. Sato, N., Number Theory (www.artofproblemsolving.com/Resources/Papers/SatoNT.pdf) 6. Vandendriessche, P., Lee, H., 2007, Problems in Elementary Number Theory 7. ............., Category:Olympiad Combinatorics Problems, http://www.artofproblemsolving.com/Wiki/index.php/Category:Olympiad_ Combinatorics_Problems

10