Anda di halaman 1dari 20

PROPOSAL PENGAJUAN TUGAS AKHIR PRARANCANGAN PABRIK DIMETIL ADIPAT DARI ASAM ADIPAT DAN METANOL DENGAN KAPASITAS

70.000 TON/TAHUN

Diajukan sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Program Studi Teknik Kimia

Oleh : ADELINA IMELDA T. ADITYA NUGROHO H1D109014 H1D109039

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU 2013

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Pendirian Pabrik Indonesia adalah negara berkembang yang sedang melaksanakan pembangunan dan pengembangan di berbagai sektor, khususnya sektor industri. Kemajuan dalam sektor industri ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat. Dalam mengembangkan sektor industri ini dilaksanakan dengan beberapa tahap dan melalui peningkatan hubungan sektor industri dengan sektor lainnya. Salah satu contoh sektor industri yang dikembangkan di Indonesia adalah industri kimia, dan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang besar bagi pendapatan negara. Dengan kebutuhan industri-industri kimia saat ini, maka kebutuhan bahan baku industri kimia pun semakin meningkat. Bahan baku industri ada yang berasal dari dalam negeri dan ada juga yang masih di impor. Dimetil Adipat (DMA) merupakan senyawa yang disintesis melalui proses esterifikasi asam adipat (AA) dan metanol (MeOH) atau melalui proses hidrogenasi dimetil hex-3-endioat. Dimetil Adipat digunakan untuk sebagai intermediet dalam pembuatan polimer, plasticizer dalam produksi resin kertas dan selulosa, serta paint remover dimana pemenuhan kebutuhan Dimetil Adipat tersebut masih mengandalkan impor.

Pertimbangan dalam pendirian pabrik Dimetil Adipat di Indonesia adalah sebagai berikut : 1. Pendirian pabrik Dimetil Adipat dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri (mengurangi kebutuhan impor dan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap negara lain). 2. 3. 4. Menghemat devisa negara. Membuka lapangan kerja baru sehingga menurunkan tingkat pengangguran. Membuka peluang bagi pengembangan-pengembangan industri yang memerlukan Dimetil Adipat sebagai bahan baku, sehingga tercipta diversifikasi produk yang mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi. Selain itu, bahan baku yang mudah didapatkan, ketersediaan sumber daya alam, modal dan IPTEK serta ketersediaan sumber daya manusia yang terampil juga terlatih memungkinkan pabrik ini untuk didirikan di Indonesia agar meningkatkan sumber daya ekonomi dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Keberadaan pabrik Dimetil Adipat ini diharapkan dapat menjadi pendorong dan menggerakkan perkembangan industri-industri kimia yang menggunakan produk ini, baik sebagai bahan baku utama maupun bahan baku penunjangnya.

1.2 Penentuan Kapasitas Perancangan Dimetil Adipat adalah senyawa hasil reaksi esterifikasi antara Asam Adipat dengan Metanol. Dimetil Adipat digunakan sebagai intermediet pembuatan polimer dan agrochemical, sebagai pelarut khusus (tinta, bahan pelapis, bahan perekat), penghilang rasa sakit dan juga digunakan sebagai paint remover. Banyaknya industri-industri di Indonesia yang membutuhkan Dimetil Adipat seperti : Tabel 1.1 Konsumen Dimetil Adipat Indonesia Industri PT. GT Petrochem Indonesia PT. Panasia Indosyntec PT. Indorama Synthetic PT. Davindo Jaya Sakti PT. Megah Gumilang Chemikatama Lokasi Tangerang Tangerang Purwakarta Bekasi Tangerang (Anonim1, 2013). Sedangkan banyaknya kebutuhan Dimetil Adipat di Indonesia adalah sebagai berikut:

Tabel 1.2 Data Impor Dimetil Adipat di Indonesia Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 (Sumber : Anonim4, 2013). Dengan melihat data di atas, diperoleh kenaikan kebutuhan Dimetil Adipat di Indonesia adalah 48,66% per tahun. Jika pabrik direncanakan berdiri pada tahun 2019 maka perkiraan kebutuhan Dimetil Adipat dapat dihitung dengan persamaan regresi linier.
4000 Kapasitas (ton/tahun) 3500 3000 2500 2000 1500 1000 500 0 2006 2007 2008 2009 Tahun 2010 2011 2012 y = 562.48x - 1E+06

Jumlah(ton) 1052,693 2652,987 2351,545 2820,314 3781,437

Gambar 1.1 Kebutuhan Dimetil Adipat di Indonesia Dari gambar 1.1 diperoleh regresi linier: y = 562,4x 1000000

dari persamaan tersebut, diperkirakan kebutuhan Dimetil Adipat pada tahun 2019 sebesar 135485,6 ton. Sedangkan kebutuhan dunia akan Dimetil Adipat yang diperoleh dari data ekspor Dimetil Adipat di Indonesia adalah sebagai berikut : Tabel 1.3 Data Ekspor Dimetil Adipat di Indonesia Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 (Sumber : Anonim4, 2013). Dengan melihat data di atas, jika pabrik direncanakan berdiri pada tahun 2019 maka perkiraan ekspor Dimetil Adipat dapat dihitung dengan persamaan regresi linier.
50 Kapasitas (ton/tahun) 40 30 20 10 0 2006 -10 y = 4,028x - 8082

Jumlah(ton) 3,040 0 0,264 46,360 0

2007

2008

2009 Tahun

2010

2011

2012

Gambar 1.2 Expor Dimetil Adipat dari Indonesia

Dari gambar 1.2 diperoleh regresi linier: y = 4,028x 8082 dari persamaan tersebut, diperkirakan pengiriman Dimetil Adipat pada tahun 2019 sebesar 50,532 ton. Berdasarkan data impor dan ekspor dari tahun 2007 2011 dapat diketahui bahwa permintaan Dimetil Adipat terus meningkat. Peningkatan tersebut menjadi pertimbangan dalam pendirian pabrik Dimetil Adipat. Dengan data ekspor dan impor Dimetil Adipat di Indonesia saat ini, diperkirakan pada tahun 2019 kebutuhan Dimetil Adipat di Indonesia akan semakin meningkat baik untuk kebutuhan di dalam maupun luar negeri. Dengan pertimbangan data kebutuhan dan expor Dimetil Adipat serta pendirian pabrik Dimetil Adipat untuk pertama kalinya di Indonesia maka ditetapkan perancangan awal pabrik Dimetil Adipat yang direncanakan didirikan tahun 2019 dengan kapasitas 70.000 ton/tahun yaitu 50% dari kapasitas minimum. Selain itu, keberadaan bahan baku juga perlu dipikirkan untuk berdirinya pabrik ini. Tabel 1.5 Data Kapasitas pabrik penghasil bahan baku No. 1. 2. 3. 4. 5. Pabrik PT. Medco Metanol Bunyu PT. Kaltim Metanol Industri PT. Johnson Chemical Company PT. Lara Chemicals Co. Ltd Taiyuan Lanlang Technology Corp. (Anonim2, 2013) Produk Metanol Metanol Asam Adipat Asam Adipat Amberlyst 35 wet Kapasitas (ton/tahun) 330.000 660.000 30.000 25.000 6.000

Jadi, keberadaan pabrik yang memproduksi Dimetil Adipat di Indonesia sangat diperlukan dengan tujuan sebagai berikut: 1. Pemenuhan kebutuhan Dimetil Adipat dalam negeri. 2. Membuka lapangan kerja dalam negeri yang lebih luas. 3. Menarik investor asing untuk menanamkan modalnya dalam perkembangan industri di Indonesia.

1.3 Tinjauan Pustaka Dibasic Acid seperti Asam Adipat (AA) dan Asam Glutarat adalah limbah yang dihasilkan dari tanaman caprolactam. Komponen limbah ini dapat direcovery dengan metanol untuk membentuk dimetil ester melalui serangkaian reaksi esterifikasi. Produk-produk utama dari esterifikasi yaitu dimetil adipat (DMA) dan dimetil glutarat (DMG) yang merupakan komponen utama dari campuran Dibasic Esters (DBE), umumnya digunakan sebagai paint remover. Dibasic Esters (DBE) telah diakui sebagai potential green solvent untuk menggantikan pelarut organik yang memiliki volatilitas dan toksisitas yang tinggi dalam industri. Esterifikasi asam adipat dengan metanol merupakan salah satu reaksi utama yang terjadi pada proses distilasi reaktif terdiri dari dua reaksi reversibel dengan intermediet asam adipat yaitu monometil ester (Chan, et al, 2010). Ester dan poliester merupakan turunan penting dari derivativ asam adipat. Asam ini direaksikan dengan alkohol membentuk mono- atau diester. Walaupun sering digunakan katalis asam dalam prosesnya, konversinya dapat ditingkatkan dengan menghilangkan air dari produk. Metil ester adalah material penting dalam industri, karena senyawa tersebut sangat mudah didistilasi atau dimurnikan. Diester dengan rantai molekul yang sedang (8-10 rantai karbon) adalah komponen yang penting, biasanya digunakan sebagai plasticizer dan PVC resin. (Kirk Othmer, 1981). Ester diturunkan dari asam karboksilat. Sebuah asam karboksilat mengandung gugus COOH, dan pada sebuah ester hidrogen digugus ini

digantikan oleh sebuah gugus hidrokarbon dari beberapa jenis. Reaksi esterifikasi berlangsung lambat dan dapat balik (reversibel). Persamaan untuk reaksi antara sebuah asam RCOOH dengan sebuah alkohol ROH (dimana R dan R bisa sama/ berbeda) adalah sebagai berikut : RCOOH + ROH RCOOR + H2O (Fessenden, 1982). Dimetil Adipat dapat dibuat dalam skala besar dan biasanya tersedia dalam bentuk butiran berbentuk tepung. Dimetil Adipat pada suhu kamar berwujud kristal berwarna putih. Pembentukan dimetil adipat memiliki temperatur maksimum 70oC dan dimetil adipat banyak digunakan pada aplikasi seperti

agrochemical, resin kertas, selulosa dan paint remover. Dimetil Adipat memiliki rumus molekul : C8H14O4 atau COOCH3 (CH2)4 COOCH3 yang dapat dilihat dari reaksi di bawah ini :
O O k1 k2 O O

HOCCH2CH2CH2CH2COH + CH3OH Asam Adipat Metanol

CH3C(CH2)4COH + H2O Monometil Adipat Air

O CH3OH Metanol

CH3C(CH2)4COH + Monometil Adipat

k3 k4

CH3C(CH2)4CCH3 + H2O Air Dimetil Adipat

(Chan, et al, 2010).

1.4 Macam-Macam Proses Senyawa Dimetil Adipat dapat diperoleh melalui berbagai proses seperti : 1. Hidrogenasi dimetil hex-3-endioat
O O O O

CH3OCCH2CH=CHCH2COCH3 + H2

CH3OC(CH2)4COCH3

dimetil hex-3-endioat

hidrogen

dimetil adipat

Dimetil Adipat diperoleh dari reaksi antara dimetil hex-3-endioat dengan gas hidrogen pada suhu 150oC dan tekanan 10,5-70,31 atm dengan konversi 90% menggunakan reaktor fluidized bed. Reaksi hidrogenasi ini menggunakan katalis logam (Kesling, 1980).

2. Esterifikasi asam adipat dengan metanol


O O k1 k2 O O

HOCCH2CH2CH2CH2COH + CH3OH Asam Adipat Metanol

CH3C(CH2)4COH + H2O Monometil Adipat Air

O CH3OH Metanol

CH3C(CH2)4COH + Monometil Adipat

k3 k4

CH3C(CH2)4CCH3 + H2O Air Dimetil Adipat

Esterifikasi asam adipat dengan metanol ini terjadi pada suhu 60oC pada tekanan 1 atm menghasilkan konversi sebesar 92,1% menggunakan CSTR

(Continous Stirred Tank Reactor). Pada reaksi ini digunakan katalis asam Amberlyst 35wet. Reaksi terjadi secara seri-paralel dimana monometil adipat sebagai produk perantara(Chan, et al, 2010).

Dari kedua macam proses diatas maka dipilih proses esterifikasi asam adipat dan metanol dengan pertimbangan sebagai berikut : Proses Parameter Esterifikasi Bahan Baku Fase Bahan Baku Konversi Jenis Reaktor Tekanan Operasi Asam Adipat & Metanol Padat - Cair 92,1% CSTR 1 atm Hidrogenasi dimetil hex-3-endioat & H2 Cair-Gas 90% Fluidized bed 10,5-70,31 atm

Reaksi esterifikasi asam adipat dengan metanol terjadi secara seri-paralel bersifat reversibel orde 2 dengan konversi 92,1% terhadap asam adipat pada tekanan 1 atm dan suhu 60o C. Dipandang dari segi termodinamika reaksi berjalan secara endotermis sehingga memerlukan panas untuk menghasilkan produk (Chan, et al, 2010). Persamaan untuk mencari kinetika reaksi adalah sebagai berikut : Misal : 1. Asam Adipat 2. Metanol 3. Monometil Adipat 4. Dimetil Adipat 5. Air : CAA : CMeOH : CMMA : CDMA : Cw

Untuk reaksi pertama :


O O k1 k2 O O

HOCCH2CH2CH2CH2COH + CH3OH Asam Adipat Metanol

CH3C(CH2)4COH + H2O Monometil Adipat Air

......................................................................................(1) .................................(2)

....................................................................................................(3) Substitusi : [ ][ ]

Dimana :

Untuk reaksi kedua :


O O CH3OH Metanol k3 k4 O O

CH3C(CH2)4COH + Monometil Adipat

CH3C(CH2)4CCH3 + H2O Air Dimetil Adipat

..................................................................................(1) ............................(2)

.......................................................................................................(3) Substitusi : [ ][ ]

Dimana :

Menurut penelitian yang telah dilakukan Chan, et al (2010) persamaan k1, k2, k3 dan k4 diperoleh dengan menggunakan aplikasi MATLAB yaitu :

( (

) )

1.5 Kegunaan Produk Kegunaan Dimetil Adipat di antaranya adalah sebagai plasticizer, intermediet pembuatan polimer dan agrochemical, sebagai pelarut khusus (tinta, bahan pelapis, bahan perekat), penghilang rasa sakit dan juga digunakan sebagai paint remover.

1.6 Sifat-Sifat Fisika dan Kimia Bahan Baku dan Produk 1.6.1 Adipic Acid (AA) Sifat-sifat fisika : 1. Rumus molekul 2. Berat molekul 3. Titik didih 4. Titik leleh 5. Densitas 6. Kelarutan dalam air 7. Kelarutan dalam metanol 8. Wujud : C4H8(COOH)2 : 146,142 gr/grmol : 337,5 oC (P : 760 mmHg) : 152-154oC (P : 760 mmHg) : 1,36 g/cm3 : 1,4 g/100 mL : 1,079 mol/L : bubuk atau kristal berwarna putih

9. Larut dalam pelarut organik seperti alkohol, dietil eter, aseton dll. Sifat-sifat kimia : Bereaksi dengan metanolmenghasilkan Dimetil Adipat Dihasilkan dengan mengoksidasikan p-dimetil benzena

Dihasilkan

dengan

mengoksidasikan

cyclohexanone

dengan

menggunakan katalis kobalt. Dihasilkan dengan polikondensasi hexamethyldiamine.

(Kirk Othmer, 1981).

1.6.2 Metanol Sifat-sifat fisika : 1. Rumus molekul 2. Berat molekul 3. Titik didih 4. Titik leleh 5. Densitas 6. Panas penguapan 7. Wujud 8. Kelarutan dalam air Sifat-sifat kimia : bereaksi dengan adipic acid dengan menghasilkan dimetyl adipate. Bereaksi dengan hidrogen menghasilkan formaldehid Disintesis dari gas alam dengan process steam reforming. : CH3OH : 32,042 gr/grmol : 64,7oC (P : 760 mmHg) : -97,7oC (P : 760 mmHg) : 0,791 g/cm3 : 35278 kJ/kmol (pada 101,3 kPa) : Cairan tak berwarna :

(Kirk Othmer, 1981).

1.6.3 Amberlyst 35wet Sifat-sifat fisika : 1. Rumus molekul 2. Suhu Operasimax. 3. Surface area 4. Diameter rata-rata 5. Wujud Sifat-sifat kimia : Digunakan sebagai katalis pada reaksi pembentukan Dimetil Adipatdari adipic aciddan methanol. Digunakan sebagai katalis pada reaksi alkilasi gasoline. Digunakan sebagai katalis pada reaksi esterifikasi propionic acid dan butanol. (Rohm and Haas, 2006). : Sb3H : 150oC (P : 760 mmHg) : 50 m2/g : 300 : Padatan kristal berwarna putih

1.6.4 Dimetil Adipat Sifat-sifat fisika : 1. Rumus molekul 2. Berat Molekul 3. Titik Didih 4. Titik leleh : C8H14O4 : 174,2 g/gmol : 228,7oC(P : 760 mmHg) : 8oC (P : 760 mmHg)

5. Densitas 6. Tekanan uap 7. Wujud 8. Kelarutan dalam air

: 1,039 g/cm3 : 0,5mmHg (20oC) : kristal berwarna putih : 156 gr/L

9. Stabil, mudah terbakar, kompatibel dengan oksidator kuat, asam, basa pereduksi. Sifat-sifat kimia : Dihasilkan dari reaksi antara adipic acid dengan methanol menggunakan katalis Amberlyst 35 Dihasilkan dari reaksi antara cyclohexanone dengan dimethyl carbonate. (Schmitt, 2006).

1.6.5 Monomethyl Adipate Sifat-sifat fisika : 1. Rumus molekul 2. Berat molekul 3. Titik Didih 4. Titik leleh 5. Densitas 6. Tekanan uap : C7H12 O4 : 160,17 g/gmol : 291,6oC(P : 760 mmHg) : 9oC (P : 760 mmHg) : 1,1236 g/cm3 : 0,004 mmHg (20oC)

7. Panas penguapan 8. Wujud

: 58,4 kJ/mol : Cairan tak berwarna

9. Stabil, mudah terbakar, kompatibel dengan oksidator kuat, asam, basa pereduksi. Sifat-sifat kimia : Dihasilkan dari reaksi antara adipic acid dengan methanol menggunakan katalis Amberlyst 35 Tidak kompatibel sebagai oxidizing agent.

(Anonim3, 2013).