Anda di halaman 1dari 62

PRAKTIKUM 1.

GATE DASAR DAN TAMBAHAN


1.1 PRAKTIKUM NAND GATE I. TUJUAN mempelajari dan membuktikan melalui percobaan tentang teori NAND Gate II. TEORI TAMBAHAN Berbeda dengan teknologi analog, dalam teknologi digital hanya dikenal voltage tinggi (high) dan voltage rendah (low). Pada perhitunganperhitungan, high diberi symbol bilangan 1dan low diberi symbol bilangan 0. Kita tinggalkan bilangan decimal dan mulai dengan bilangan binary serta menggunakan Ilmu hitung Aljabar Boolean. 1. Sistem Bilangan 1.1. Bilangan Biner Bilangan biner adalah bilangan berbasis 2 yang tersusun dari angka 0 dan 1 yang secara umum diformulasikan sebagai berikut: N = ... + 8 d3 + 4 d2 + 2 d1 + 1 d0 dimana d3,d2,d1,d0 merupakan angka 0 atau 1. Contoh bilangan biner 1101 1101 1101 digit) : bit n 2n = x bit 7 27 bit 6 26 bit 5 25 bit 4 24 bit 3 23 bit 2 22 bit 1 21 bit 0 20 = (1 x 23 + 1 x 22 + 0 x 21 + 1 x 20 ) desimal = (8 + 4 + 0 + 1) desimal = 13 desimal

Dari formulasi di atas, maka bilangan biner mempunyai bobot untuk tiap-tiap bit (binary

Di dalam elektronika digital bilangan biner ini mewakili keadaan ON atau OFF, tergantung keadaannya. Misal bilangan 1 disebut sebagai keadaan HIGH (tinggi) bilangan 0 disebut sebagai keadaan LOW (rendah) atau bilangan 1 menyatakan keadaan ON dan bilangan 0 menyatakan keadaan OFF, atau sebaliknya tergantung kepada keadaan aktif dari rangkaian.

Bila rangkaian menyatakan keadaan aktif HIGH berarti 1 => ON dan 0 => OFF tetapi bila rangkaianmenyatakan keadaan aktif LOW berarti 1 => OFF dan 0 => ON Contoh : 1. Ubahlah bilangan biner ini ke desimal : 10110 Jawab : N = 1 x 24 + 0 x 2 3 + 1 x 22 + 1 x 2 1 + 0 x 20 = 16 + 0 + 4 + 2 + 0 = 22 (desimal) Jadi 10110 (biner) = 22 (desimal) 2. Ubahlah bilangan desimal ini ke biner : 26 Jawab : 26 : 2 = 13 13 : 2 = 6 6 :2 =3 3 :2 =1 1 :2 =0 sisa 0 bit ke - 0 sisa 1 bit ke - 1 sisa 0 bit ke - 2 sisa 1 bit ke - 3 sisa 1 bit ke - 4 (diambil dari bit terbesar => terkecil)

Jadi 26 (desimal) = 11010 (biner) 1.2. Bilangan Heksadesimal

Bilangan heksadesimal adalah bilangan berbasis 16 yang digunakan oleh komputer sebagai pengalamatan (addressing) untuk mengirim atau menerima data ke atau dari suatu peralatan agar tidak salah sasaran. Bilangan ini untuk 0 - 9 sama dengan bilangan desimal tetapi untuk angka 10 - 15 berubah menjadi A - F.

42

Bilangan decimal 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Contoh :

Bilangan heksadesimal 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 A B C D E F

1. Ubahlah bilangan heksadesimal berikut ke desimal : 3B Jawab : N = 3 x 161 + B x 160 = 3 x 161 + 11 x 160 = 48 + 11 = 59 (desimal) Jadi 3B (heksadesimal) = 59 (desimal) Bilangan heksadesimal biasanya ditulis dengan akhiran H, misal 3B (heksadesimal) ditulis dengan 3BH 2. Ubahlah bilangan desimal berikut ke heksadesimal : 249 Jawab : 249 : 16 15 : 16 Jadi 249 (desimal) = 15 =0 = F9H 1.3. Binary Coded Decimal (BCD) BCD ini menggunakan dasar bilangan biner tetapi hanya sampai angka 9 dan tersusun atas 4 bit. Apabila lebih dari 9 maka angkanya dipisah-pisah kemudian diuraikan menurut bilangan biner. BILANGAN BCD 43 sisa 9 angka ke - 0 sisa 15 atau F angka ke - 1

= F9 (heksadesimal)

DESIMAL 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Contoh : 22 desimal 671 desimal = =

0000 0001 0010 0011 0100 0101 0110 0111 1000 1001

0010 0010 BCD 0110 0111 0001 BCD

Bilangan ini sebagian besar digunakan dalam IC digital.

III.

PERALATAN PERCOBAAN 1. Sumber tegangan 2. Board percobaan 3. Jumper

IV.

CARA KERJA

44

Gambar 1.1. NAND gate Perhatikan gambar 1.1. di atas. Input NAND gate terdiri dari 2 yaitu A dan B serta 1 output Y. Indikator untuk input A menggunakan LED L1 dan input B mnggunakan LED 1.2 serta output Y menggunakan LED 1.3. Jika LED menyala berarti logika 11 dan bila padam berarti logika 0. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mrelakukan praktikum ini adalah: 1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu daya nya. 2. Kemudian isilah table berikut V. DATA PENGAMATAN B 0 0 1 1 VI. ANALISA Berdasarkan data pengamatan yang didapat dari percobaan, ditunjukkan bahwa tiap input yang bernilai 1 maka outputnya bernilai 0 atau output yang didapat kebalikan dari output pada gerbang AND. Yang menyatakan bahwa NAND GATE adalah kebalikan dari AND GATE , begitu pula untuk outputnya.Artinya pada NAND GATE outputnya akan bernilai 0 apabila inputnya bernilai 1 VII. KESIMPULAN Pada literatur dinyatakan bahwa suatu gerbang NAND adalah suatu gerbang dengan output akan bernilai 0 apabila semua inputnya bernilai 1 , atau gerbang NAND adalah 45 A 0 1 0 1 Y 1 1 1 0

kebalikan dari gerbang AND.Pernyataan ini dapat dibuktikan pada praktikum 1.1 yang telah kami lakukan .Data hasil percobaan menunjukkan bahwa setiap input yang bernilai 1 maka outputnya akan bernilai 0 , berarti output untuk gerbang NAND ini merupakan kebalikan dari gerbang AND karena pada gerbang NAND diberikan suatu inverter (pembalik).Oleh karena itu nilai output gerbang NAND dan gerbang AND adalah berkebalikan. 1.2 PRAKTIKUM NOT GATE I. TUJUAN Mempelajari dan membuktikan melalui percobaan tentang teori NOT Gate II. TEORI TAMBAHAN 2. Boolean Dasar 2.1. Aljabar Boolean Aljabar Boolean digunakan untuk mendisain suatu rangkaian elektronika digital agar terhindar dari kesalahan. Ada 10 teorema aljabar Boolean yang harus diikuti apabila kita menemui permasalahan: 1. Hukum Komutatif A+B=B+A A.B =B. A

2. Hukum Assosiatif (A + B) + C = A + (B + C) (A . B) . C = A . (B . C)

3. Hukum Distributif A . (B + C) = A . B + A . C A + (B . C) = (A + B).(A + C)

4. Hukum Identitas A+A=A A.A =A

5. Hukum Negasi (/A) = /A (//A) = A

6. Hukum Redundance A+A.B=A 46

A . (A + B) = A

7. Hukum De Morgan (/(A + B) = /A . /B (/(A . B)) = /A +/ B

8. Lain-lain 0+A 1.A 0.A /A + A /A . A =A =A =0 =1 =0

A + /A.B = A + B A.(/A+B) = A . B

2.2. Operasi Dasar Logika AND Tabel berikut adalah tabel operasi Logika AND A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 A.B 0 0 0 1

Dalam logika AND, apabila salah satu inputnya ada 0, maka outputnya adalah 0. Output akan 1 bila semua inputnya 1

Logika OR Tabel berikut adalah tabel operasi Logika OR A B A.B 47

0 0 1 1

0 1 0 1

0 1 1 1

Dalam logika OR, apabila salah satu inputnya ada 1 nya, maka outputnya adalah 1. Output akan 0 bila semua inputnya 0 Logika NOT Tabel berikut adalah tabel operasi Logika NOT A 0 0 /A 1 0

Dalam logika NOT ini keluarannya selalu kebalikan dari inputnya.

2.3. Tabel Kebenaran Tabel kebenaran (truth table) digunakan untuk memudahkan kita dalam menyelesaikan langkah demi langkah permasalahan sehingga keluarannya dapat diketahui kebenarannya Misal periksalah persamaan berikut dengan menggunakan tabel kebenaran A+A.B=A A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 A.B 0 0 0 1 A + A.B 0 0 1 1

Dari tabel kebenaran diatas dapat dilihat bahwa persamaan diatas benar Periksa lagi persamaan berikut : A + /A.B = A + B A B 0 0 0 1 1 0 1 1 /A . B 0 1 0 0 A + /A . B 0 1 1 1 A+B 0 1 1 1

Dari tabel kebenaran di atas, maka persamaan di atas benar.

48

Jadi fungsi dari tabel kebenaran tersebut adalah : Menguji apakah persamaan yang kita buat dalam mendisain rangkaian elektronik digital kita sudah benar atau belum. 2.4. Gerbang Logika Dalam gerbang logika ada 3 gerbang dasar,2 gerbang tambahan dan 2 gerbang kombinasi dari gerbang dasar. Gerbang Dasar

Gerbang AND A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 C 0 0 0 1

Sifat gerbang AND adalah bila salah satu inputnya ada 0 nya, maka outputnya akan 0. Output akan 1 bila semua inputnya 1. Simbol gerbang AND

Gerbang NOT A 0 0 B 1 0

Sifat gerbang NOT adalah outputnya selalu kebalikan dari inputnya. Simbol gerbang NOT

49

Gerbang Kombinasi Gerbang NAND A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 C 1 1 1 0

Simbol gerbang NAND

Sifat gerbang NAND adalah bila salah satu inputnya ada 0 nya, maka outputnya akan 1 dan output akan 0 bila semua input 1. 2.5. Disain Rangkaian Digital dari Persamaan Dalam disain ini kita mencoba membuat rangkaian elektronika digital dasar dari persamaan. Cara pertama ini adalah cara yang belum disederhanakan.

Contoh : Buatlah gambar rangkaian dari persamaan berikut : D = [A(B + /C) + /A.B] C Keterangan : (B + /C) /A.B : B di OR kan dengan NOT C : NOT A di AND kan dengan B

50

III.

PERALATAN PERCOBAAN a. Sumber tegangan b. Board percobaan c. Jumper

IV.

CARA KERJA

Gambar 1.2 NOT gate Perhatikan gambar 1.2. di atas, inpit NOT gate terdiri dari 1 yaitu A serta 1 output Y. Indikator untuk input A menggunakan LED L1 dan output Y menggunakan LED L3. Jika LED menyala berarti logika 1 dan bila padam berarti logika 0. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mrelakukan praktikum ini adalah: 1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu daya nya. 2. V. Kemudian isilah table berikut: DATA PENGAMATAN A 0 1 1 0 Y

51

VI.

ANALISA Berdasarkan data pengamatan yang didapat dari percobaan, ditunjukkan bahwa nilai keadaan keluarannya berlawanan dengan nilai keadaan masukannya.Artinya, jika nilai inputnya 1 maka nilai outputnya 0 begitu pula sebaliknya. Keadaan ini sesuai dengan literatur yang menyatakan bahwa gerbang merupakan gerbang satu masukkan yang berfungsi sebagai pembalik (inverter). NOT

VI.

KESIMPULAN Pada literatur dinyatakan bahwa sebuah inverter (pembalik) adalah gerbang dengan satu sinyal masukkan dan satu sinyal keluaran dimana keadaan keluarannya selalu berlawanan dengan keadaan masukan.Inverter disebut juga sebagai gerbang NOT (NOT GATE).Pernyataan ini dapat dibuktikan pada praktikum 1-2 yang telah kami lakukan dimana data hasil pengamatan yang kita dapat menunjukkan bahwa setiap input yang bernilai 0 maka nilai outputnya 1,begitu pula sebaliknya.Dengan kata lain nilai outputnya selalu berlawanan dengan nilai outputnya.

1.3 PRAKTIKUM AND GATE I. TUJUAN Mempelajari dan membuktikan melalui percobaan tentang teori AND Gate II . TEORI TAMBAHAN 2. Macam-macam IC Logika 3.1. Macam-macam IC Logika Di pasaran ada berbagai macam IC Logika yaitu : 1. TTL (Transistor Transistor Logic) 2. CMOS 3. ECL (Emitter Coupled Logic) 4. IIL (Integrated Injection Logic) Dalam pemilihan IC logika hal-hal yang perlu diperhatikan adalah : 1. Harga Harga ditentukan oleh disain dari IC. 52

2. Power Disipasi Daya yang dibutuhkan oleh IC untuk beroperasi. SERI 74SXXX 74HXXX 74LSXX 74XXX 74LXXX 3. Kecepatan Operasi Dalam hal ini disebut dengan propagasi delay seperti tabel di atas. 4. Noise Immunity Kepekaan IC terhadap noise (gangguan) Catatan : Input IC logika harus jelas artinya apabila ada kaki input yang tidak digunakan lebih baik digrounded saja agar tidak mengganggu unjuk kerja dari IC. Kaki input yang dibiarkan akan mempunyai logika 1 tetapi apabila kecepatan transfernya sangat cepat, maka input yang mengambang tadi akan mengganggu proses yang lain. TTL dibagi menjadi 2 kelompok besar yaitu : Totem pole Output dari komponen bisa langsung dibebani Open collector Output dari komponen harus diberi suatu pull up resistor agar bisa dibebani oleh komponen lain PROPAGASI DELAY 3 nsec 6 nsec 9.5 nsec 10 nsec 33 nsec POWER DISIPASI 19 mW 22 mW 2 mW 10 mW 1 mW

III. PERALATAN PERCOBAAN a. Sumber tegangan b. Board percobaan c. Jumper IV. CARA KERJA 53

Gambar 1.3. AND gate Perhatikan gambar 1.3. di atas. Input AND gate terdiri dari 2 yaitu A dan B serta 1 output Y. Indikator untuk input A menggunakan LED L1 dan input B menggunakan LED L2 serta output Y menggunakan LED L3. Jika LED menyala berarti logika 1 dan bila padam berarti logika 0. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mrelakukan praktikum ini adalah: a. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu daya nya. 2. Kemudian isilah table berikut: V. DATA PENGAMATAN B 0 0 1 1 A 0 1 0 1 Y 0 0 0 1

VI. ANALISA Berdasarkan data pengamatan yang didapat dari praktikum yang dilakukan, ditunjukkan bahwa apabila nilai masukannya semua 1 maka nilai keluarannya pun akan 1,tetapi bila ada salah satu masukannya berbeda misalnya 1 dan 0 ataupun 0 dan 0 maka nilai keluarannya akan 0. Hal ini sesuai dengan teori yang menyataakan bahwa suatu gerbang AND adalah gerbang dimana output akan bernilai 1 , apabila semua inputnya bernilai 1. 54

VII.

KESIMPULAN apabila semua inputnya bernilai 1 maka nilai

Pada literatur dinyatakan bahwa

keluarannya akan bernialai 1.Hal ini dapat diibaratkan seperti perkalian misalnya apabila nilai inputnya 1 dan 0 maka 1x0=0 sehingga hasil keluarannya pun akan 0, begitu juga apabila nilai inputnya 0 dan 0 maka 0x0=0 sehingga hasil keluarannya pun akan 0, tetapi apabila nilai masukannya 1 dan 1 maka 1x1=1 sehingga hasil keluarannya pun akan 1.Hal ini pun dapat diterapkan pada saklar yang dihubungkan secara seri, apabila satu saklar saja tidak ditutup maka lampu tidak akan menyala.Tetapi apabila duaduanya saklar tertutup maka lampu akaan menyala.

1.4 PRAKTIKUM NOR GATE I. II. TUJUAN Mempelajari dan membuktikan melalui percobaan tentang teori NOR Gate TEORI TAMBAHAN Gerbang NOR A 0 0 1 1 B 0 1 0 1 C 1 0 0 0

Simbol gerbang NOR

Sifat gerbang NOR adalah bila salah satu inputnya ada 1 nya, maka outputnya akan 0 dan output akan 1 bila emua inputnya 0. 55

III.

PERALATAN PERCOBAAN a. Sumber tegangan b. Board percobaan c. Jumper

IV.

CARA KERJA

Gambar 1.4. NOR gate Perhatikan gambar 1.4. di atas. Input NOR gate terdiri dari 2 yaitu A dan B serta 1 output Y. Indikator untuk input A menggunakan LED L1 dan input B menggunakan LED L2 serta output Y menggunakan LED L3. Jika LED menyala berarti logika 1 dan bila padam berarti logika 0. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah: 1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu daya nya. 2. Kemudian isilah table berikut:

V.

DATA PENGAMATAN B 0 0 1 1 A 0 1 0 1 Y 1 0 0 0

56

VI.

ANALISA Berdasarkaan data pengamatan yang didapat dari percobaan, apabila nilai masukannya kedua-duanya 0 maka hasil keluarannya akan bernilai 1 , tetapi apabila nilai masukannya 1 dan 0 atau 1 dan 1 maka nilai keluarannya akan bernilai 0. Hal ini disebabkan bahwa pada teori dikatakan bahwa suatu gerbang NOR adalah suatu gerbang dengan output akan bernilai 1 apabila semua nilai inputnya bernilai 0 atau gerbang NOR adalah kebalikan dari gerbang OR.

VII.

KESIMPULAN Pada literatur dinyatakan bahwa sebuah inverter (pembalik) adalah gerbang dengan satu sinyal masukkan dan satu sinyal keluaran dimana keadaan keluarannya selalu berlawanan dengan keadaan masukan.Inverter disebut juga sebagai gerbang NOT (NOT GATE).Maka dari itu hasil keluaran dari gerbang NOR GATE selalu berkebalikan dari nilai masukannya.Hal ini dapat dilihat dari data pengamataan yang didapat dari percobaan.

1.5 PRAKTIKUM OR GATE I. TUJUAN Mempelajari dan membuktikan melalui percobaan tentang teori OR Gate II. TEORI TAMBAHAN A 0 0 1 B 0 1 0 C 0 1 1 57

Gerbang OR

Sifat gerbang OR adalah bila salah satu inputnya ada 1 nya, maka outputnya akan 1. Output akan 0 bila semua inputnya 0. Simbol gerbang OR

III. PERALATAN PERCOBAAN a. Sumber tegangan b. Board percobaan c. Jumper IV. CARA KERJA Perhatikan gambar 1.5. di atas. Input OR gate terdiri dari 2 yaitu A dan B serta 1 output Y. Indikator untuk input A menggunakan LED L1 dan input B menggunakan LED L2 serta output Y menggunakan LED L3. Jika LED menyala berarti logika 1 dan bila padam berarti logika 0.

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah: 1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu daya nya. 2. Kemudian isilah table berikut:

58

Gambar 1.5.OR gate V. DATA PENGAMATAN B 0 0 1 1 A 0 1 0 1 Y 0 1 1 1

VI. ANALISA Berdasarkan data pengamatan yang didapat dari percobaan, apabila nilai masukannya kedua-duanya 0 maka hasil keluarannya akan bernilai 0, tetapi apabila salah satu nilai masukannya ada yang bernilai 1 atau kedua-duanya bernilai 1 maka hasil keluarannya akan bernilai 1. Hal ini disebabkan bahwa pada teori dikatakan bahwa pada gerbang OR apabila nilai inputnya kedua-duanya 0 maka nilai outputnya akan bernilai 0.Tetapi apabila salah satu inputnya bernilai 1 maka nilai outputnya akan bernilai 1.

VII. KESIMPULAN Pada literatur dinyatakan bahwa pada gerbang OR adalah suatu gerbang dengan output akan bernilai 0 apabila kedua inputnya bernilai 0 dan bernilai 1 apabila salah satu inputnya bernilai 1.Teori ini dapat dibuktikan dari data hasil pengamatan dari paraktikum yang dilakukan.Data hasil percobaan menunjukkan bahwa setiap input yang bernilai 0 maka

59

outputnya akan bernilai 0, tetapi apabila salah satu inputnya bernilai 1 maka nilai outputnya akan bernilai 1.

1.6 PRAKTIKUM XOR GATE I. TUJUAN Mempelajari dan membuktikan melalui percobaan tentang teori XOR Gate II. TEORI TAMBAHAN Gerbang EXOR (Exclusive OR) A 0 0 1 1 Simbol gerbang EXOR B 0 1 0 1 C 0 1 1 0

Sifat gerbang EXOR adalah bila semua inputnya sama, maka outputnya akan 0 dan bila inputnya tidak sama, maka outputnya akan 1 III. PERALATAN PERCOBAAN a. Sumber tegangan b. Board percobaan c. Jumper

IV. CARA KERJA

60

Gambar 1.6 XOR gate Perhatikan gambar 1.4. di atas. Input XOR gate terdiri dari 2 yaitu A dan B serta 1 output Y. Indikator untuk input A menggunakan LED L1 dan input B menggunakan LED L2 serta output Y menggunakan LED L3. Jika LED menyala berarti logika 1 dan bila padam berarti logika 0. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mrelakukan praktikum ini adalah: 1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu daya nya. 2. Kemudian isilah table berikut: V. DATA PENGAMATAN B 0 0 1 1 VI. ANALISA Berdasarkan data pengamatan yang didapat dapat dilihat bahwa apabila nilai masukannya kedua-duanya bernilai 0 dan 0 atau 1 dan 1 maka nilai outputnya akan bernilai 0.Tetapi apabila nilai inputnya kedua-duanya berbeda misalnya 1 dan 0 ataupun sebaliknya maka nilai outputnya akan bernilai 1. Hal ini disebabkan bahwa suatu gerbang XOR adalah suatu gerbang dengan output akan bernilai 1 , apabila banyaknya input yang bernilai 1 adalah ganjil. A 0 1 0 1 Y 0 1 1 0

61

VII. KESIMPULAN Gerbang XOR akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika semua sinyal masukannya bernilai rendah atau semua masukkan bernilai tinggi atau dengan kata lain bahw XOR akan menghasilkan sinyal keluaran rendah jika sinyal masukan bernilai sama semua.Gerbang logika XOR pada datasheet nama lainnya IC TTL7486.

1.7 I.

PRAKTIKUM XNOR GATE TUJUAN

Mempelajari dan membuktikan melalui percobaan tentang teori XNOR Gate II. TEORI TAMBAHAN Gerbang EXNOR (Exclusive Not OR) A 0 0 1 1 Simbol gerbang EXNOR B 0 1 0 1 C 1 0 0 1

Sifat gerbang EXNOR adalah bila semua inputnya sama, maka outputnya akan 1 dan bila inputnya tidak sama, maka outputnya akan 0 III. PERALATAN PERCOBAAN a. Sumber tegangan b. Board percobaan c. Jumper IV. CARA KERJA

62

Gambar 1.7. XNOR gate Perhatikan gambar 1.4. di atas. Input XNOR gate terdiri dari 2 yaitu A dan B serta 1 output Y. Indikator untuk input A menggunakan LED L1 dan input B menggunakan LED L2 serta output Y menggunakan LED L3. Jika LED menyala berarti logika 1 dan bila padam berarti logika 0. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mrelakukan praktikum ini adalah: 1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu daya nya. 2. Kemudian isilah table berikut: V. DATA PENGAMATAN B 0 0 1 1 VI. ANALISA Berdasarkan data pengamatan yang didapat bahwa apabila nilai masukannya keduaduanya 0 atau bernilai 1. Gerbang XNOR adalah kebalikan dari gerbang XOR,adalah suatu gerbang dengan output akan bernilai 1, apabila banyaknya input yang bernilai 1 adalah genap. 0 dan 1 ataupun sebaliknya maka nilai outputnya bernilai 0.Tetapi apabila kedua-dua nilai inputnya bernilai 1 maka nilai keluarannya akan A 0 1 0 1 Y 0 0 0 1

63

VII. KESIMPULAN Gerbang XNOR merupakan kebalikan dari gerbang XOR dimana nilai outputnya akan bernilai 1 apabila banyaknya nilai input yang bernilai 1 adalah genap.Hal ini telah dibuktikan pada data pengamatan bahwa nilai output akan bernilai 1 apabila kedua-dua input bernilai 1.

PRAKTIKUM 2. MULTIPLEKSER
I. TUJUAN Mempelajari dan membuktikan melalui percobaan tentang teori MULTIPLEKSER II. TEORI TAMBAHAN 4.1. Multiplekser analog Multiplekser adalah perangkat yang memindahkan beberapa masukan menjadi 1 keluaran. Untuk multiplekser analog ini, input dan output nya dalam bentuk analog dengan kisaran dari VEE sampai + VDD Contoh multiplekser analog : 4051

gambar 4.1 MUX 4051 Tabel kebenaran INH 1 0 0 0 0 0 0 0 0 C x 0 0 0 0 1 1 1 1 B x 0 0 1 1 0 0 1 1 A X 0 1 0 1 0 1 0 1 OUT IN0 IN1 IN2 IN3 IN4 IN5 IN6 IN7 64

4.2. Multiplekser digital Untuk multiplekser digital, input dan outputnya dalam bentuk digital dengan logika 0 untuk 0 volt dan logika 1 untuk 5 volt Contoh multiplekser digital : 74LS157

gambar 4.2 MUX 74LS157

Tabel Kebenaran G 1 0 0 0 0 -A/B x 1 1 0 0 XB X X X 0 1 XA x 0 1 x x YX 0 0 1 0 1

III. PERALATAN PERCOBAAN a. Sumber tegangan b. Board percobaan c. Jumper

IV. CARA KERJA

65

Gambar 2.1. Multiflekser Perhatikan gambar 2.1. di atas. Input multiflekser terdiri dari 2 kelompok yaitu A dan B serta output Y. Input A terdiri dari 1A, 2A, 3A dan 4A sedangkan input B terdiri dari 1B, 2B, 3B, 4B. untuk output Y terdiri dari 1Y, 2Y, 3Y, 4Y. indicator untuk input A dan B mengunakan LED serta output Y menggunakan LED juga. Jika LED menyala berarati logika 1 dan bila padam berarti logika 0. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah : 1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan menyalakan catu dayanya. 2. Kemudian isilah table berikut :

66

V. DATA PENGAMATAN 1A 1 1 0 0 0 0 2A 0 0 1 1 0 0 3A 1 1 0 0 0 0 4A 0 0 1 1 0 0 1B 0 0 1 1 1 1 2B 1 1 0 0 1 1 3B 0 0 1 1 1 1 4B 1 1 0 0 1 1 -A/B 0 1 0 1 0 1 G 1 1 0 0 0 0 1Y 0 0 0 1 0 1 2Y 0 0 1 0 0 1 3Y 0 0 0 1 0 1 4Y 0 0 1 0 0 1

VI. ANALISA Secara sederhana, pada Multiplekser terdapat 2n saluran input dan n saluran selektor, dimana kombinasi-kombinasi bitnya menunnjukkan input mana yang diplih. Penyelesaian suatu saluran input dikendalikan oleh saluran seleksi.Multiplekser menggunakan gerbang NOT, AND, dan OR.Pada multiplekser indikator untuk input A dan menggunakan LED serta output Y menggunakan LED juga. VII. KESIMPULAN Pada praktikum ini , dapat disimpulkan bahwa Multiplekser merupakan alat atau komponen elektronika yang dapat memilih atau menyeleksi satu informasi biner dari banyak saluran input dan mengeluarkan informasi biner tersebut pada satu saluran output.Penyelesaian saluran input ini dikendalikan oleh saluran seleksi atau ditentukan oleh signal yang ada di bagian kontrol (kendali).Oleh karena itu output pada data pengamataan praktikum ini merupakan hasil penyelesaian dari input input yang dimasukkan (A dan B).

PRAKTIKUM 3. SERIAL INPUT PARALEL OUTPUT


I. TUJUAN 67

Mempelajari dan membuktikan melalui percobaan tentang teori SIPO II. TEORI TAMBAHAN 5. Register Serial Input Paralel Output 5.1. Register SIPO Register SIPO adalah sebuah register yang meneruskan input serial menjadi paralel yang dikendalikan oleh sinyal clock CLK. Komponen ini sebenarnya merupakan D FF yang dipasang seri sebanyak 8 buah dengan sinyal clock yang dijadikan satu

gambar 5.1 SIPO 74LS164 Tabel Kebenaran MR 1 1 0 0 0 CLK X 0 Raise Raise Raise A X X 1 0 X B X X 1 X 1 Q0 0 NC 1 0 0 -----0 NC shift shift shift Q7 0 NC Shift Shift Shift

Keterangan: NC : No Change

III. PERALATAN PERCOBAAN a. Sumber tegangan b. Board percobaan c. Jumper

IV. CARA KERJA

68

Gambar 3.1. SIPO 74LS164 Perhatikan gambar 3.1. diatas. Input SIPO terdiri dari ENABLE, 1 DATA, 1 CLK dan 1 MR (Master Reset) sedangkan output nya terdiri dari 8 Q0 Q7. Rangkaian tambahan berupa monostable multivibrator 555 yang berfungsi sebagai pembangkit sinyal CLK dimana CLK bersifat rising edge. Semua indicator menggunakan LED. Jika LED menyala berarti logika 1 dan bila padam berarti logika 0. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah : 1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu daya nya. 2. Kemudian isilah tabel berikut : V. DATA PENGAMATAN ENABL E 0 X 1 1 1 1 1 1 1 1 RST X 1 1 1 1 1 1 1 1 1 DATA CLK X X 0 1 0 1 0 1 0 1 X X ON ON ON ON ON ON ON ON Q0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 1 Q1 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 Q2 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 Q3 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 Q4 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 Q5 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 Q6 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 Q7 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 69

CLK : ON berarti tekan tombol push button CLOCK kemudian lepas. VI. ANALISA Pada Praktikum ini, data pengamatan yang diperoleh menunjukkan bahwa register SIPO meneruskan input serial menjadi paralel yang dikendalikan oleh sinyal clock CLOCK.Komponen ini merupakan sebenarnya D FF yang dipasang seri sebanyak 8 buah dengan sinyal clock yang dijadikan satu.Oleh karena itu apabila clock-nya dont care maka output yang keluar semuanya adalah 0. VII. KESIMPULAN Dari praktikum ini dapat disimpulkan bahwa SERIAL INPUT PARALEL OUTPUT , inputnya adalah 1 Enable, 1 Data, 1 CLK, dan 1 MR ( Master Reset sedangkan outputnya terdiri dari 8Q0-Q7.Dimana pada SIPO ini peranan dari clock sangat penting terhadap output keluarannya.pada SIPO ini semua indikator menggunakan LED.

PRAKTIKUM 4. PARALEL INPUT PARALEL OUTPUT


I. TUJUAN Mempelajari dan membuktikan melalui percobaan tentang teori PIPO II. TEORI TAMBAHAN 5.2. Register PIPO Register PIPO adalah sebuah register yang meneruskan input paralel menjadi output paralel yang dikendalikan oleh sinyal clock CLK. Komponen ini sebenarnya merupakan D FF sebanyak 8 buah yang masing-masing berdiri sendiri dengan sinyal clock yang dijadikan satu

70

gambar 5.2. PIPO 74LS574 IC PIPO ini mempunyai karakter seperti berikut: Jika OC = 1 , apapun inputnya dan bagaimanapun kondisi dari CLK, maka outputnya adalah high impedance atau bebas Jika OC = 0, maka outputnya tergantung kepada input dan input akan bisa ditransfer ke output jika CLK merupakan rising edge atau sisi naik yaitu perpindahan dari 0 ke 1

III. PERALATAN PERCOBAAN a. Sumber tegangan b. Board percobaan c. Jumper

71

IV. CARA KERJA

Gambar 4.1. PIPO 74ALSS74 Perhatikan gambar 4.1. diatas. Semua indicator menggunakan LED. Jika LED menyala berarti logika 1 dan bila padam berarti logika 0. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah : 1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu daya nya. 2. Kemudian isilah table berikut : V. DATA PENGAMATAN I 0 X 0 1 0 1 0 I1 X 0 1 1 0 0 I2 X O 1 0 1 0 I3 X 0 1 1 0 0 I4 X 0 1 0 1 1 I5 X 0 1 1 0 1 I6 X 0 1 0 1 1 I7 X 0 1 1 0 1 O C 1 0 0 0 0 0 CL K X ON ON ON ON ON D0 D1 D2 D3 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0 1 D4 0 0 0 1 1 0 D5 0 0 0 1 0 1 D6 0 0 0 1 1 0 D7 0 0 0 1 0 1

I0 X

I1 X

I2 X

I3 X

I4 X

I5 X

I6 X

I7 X

OC CLK 1 X

I0 0

I1 0

I2 0

I3 0

I4 0

I5 0

I6 0

17 0 72

0 1 0 1 0

0 1 1 0 0

O 1 0 1 0

0 1 1 0 0

0 1 0 1 1

0 1 1 0 1

0 1 0 1 1

0 1 1 0 1

0 0 0 0 0

ON ON ON ON ON

0 1 1 0 1

0 1 0 1 1

0 1 1 0 1

0 1 0 1 1

0 1 1 0 1

0 1 0 1 1

0 1 1 0 1

0 1 0 1 1

CLK ON berarti tombol push button CLOCK ditekan kemudian dilepas. Pada baris ke-2 dari table diatas, bagaimanakah kondisi dari D0 D7 dan D0 D7 dan seterusnya sampai baris ke-6. VI. ANALISA Pada praktikum ini diperoleh data pengamatan bahwa apabila OC = 1 maka apapun inputnya dan bagaimanapun clocknya maka outputnya adalah high impedance atau bebas.Sedangkan jika OC nya = 0 maka otputnya tergantung kepada input dan input akan bisa di transfer ke output jika CLK merupakan rising edge atau sisi naik yaitu perpindahan dari 0 ke 1.Semua indikator 0. VII. KESIMPULAN Register PIPO adalah sebuah register yang meneruskan input paralel menjadi output paralel yang dikendalikan oleh sinyal clock CLK. Komponen ini sebenarnya merupakan D FF sebanyak 8 buah yang masing-masing berdiri sendiri dengan sinyal clock yang dijadikan satu.Oleh karena itu dalam percobaan ini OC sangat berpengaruh terhadap output yang keluar. dalam Paralel Input Paaralel Output menggunkan LED.Jika LED menyala berarti logika 1 dan bila padam berarti logika

PRAKTIKUM 5. BCD TO 7 SEGMENT


73

I. TUJUAN Mempelajari dan membuktikan melalui percobaan tentang teori BCD TO 7 SEGMENT II. TEORI TAMBAHAN 1. BCD To 7 Segment 1. 1. BCD To 7 Segment Common Anode IC logika yang digunakan untuk menampilkan bilangan BCD ke 7 segmen adalah 74XX47 atau 74XX247 untuk common anode dan 74XX48 atau 74XX248 untuk common cathode.

gambar 1.1. BCD To 7 Segment Common anode Tabel Kebenaran LT 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 BI 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 RBI 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 D X X X 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 C x x x 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 B x x x 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 A X x x 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 g 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 f 0 0 1 1 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 1 e 0 0 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 1 1 1 0 1 d 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 c 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 1 b 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 1 A 0 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1

1.2. BCD To 7 Segment Common Cathode 74

gambar 1.2. BCD To 7 Segment Common cathoda Tabel Kebenaran LT 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 BI 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 RBI 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 D x x x 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 C x x x 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 B x x x 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 A X x x 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 G 1 0 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 f 1 1 0 0 0 1 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 e 1 1 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 d 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 c 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 b 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 A 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0

III. PERALATAN PERCOBAAN a. Sumber tegangan b. Board percobaan c. Jumper

IV. CARA KERJA 75

Gambar 5.1. BCD to 7 Segment Perahatikan gambar 5.1. diatas. Input BCD to 7 segment terdiri dari 4 yaitu A, B, C, dan D serta output a,b,c,d,e,f. Semua indicator untuk input mengunakan LED dan output menggunakan 7 segment. Jika LED menyala berarti logika 1 dan bila padam berarti logika 0. Langkah-langkah yang harus dilakukan ubtuk melakukan praktikum ini adalah : 1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu dayanya. 2. kemudian isilah table berikut

V. DATA PENGAMATAN 76

LT 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

BI 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

RBI 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

D X X X 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1

C X X X 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1

B X X X 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1

A X X X 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1

DSPLAY

VI. ANALISA Berdasarkan hasil percobaan, data yang ditunjukkan pada display berdasarkan input masukkan. Namun pada saat input masukkan berjumlah 10 sampai 15 , 7 segment tidak dapat mengeluarkan pada bilangan decimal 0 sampai 9.Pada saat input masukkan dalam kondisi dont care,display pada seven segment menunjukkan bahwa LED nya dapat menyala semua (logika 1), LED padam semua (logika 0 ).Dalam hal ini yang berpengaruh terhadap penunjukkan pada display yaitu LT,BI,dan RBI karena input masukkan dalam kondisi dont care tidak berpengaruh.

VII. KESIMPULAN Seven segment merupakan suatu alat yang terintegrasi dengan display yang dapat mengeluarkan atau menampilkan bilangan desimal 0 sampai 9 atau suatu abjad yang

77

dihasilkan oleh decoder berdasarkan input masukkannya.Dengan catatan hanya dapat menaampilkan 1 digit karakter.

PRAKTIKUM 6. FLIP FLOP


6.1 RS FLIP FLOP I. TUJUAN Mempelajari dan membuktikan melalui percobaan tentang teori RS FLIP FLOP II. TEORI TAMBAHAN 2.1. Bistable Multivibrator (FLIP FLOP) Bistable multivibrator atau flip-flop digunakan untuk aplikasi seperti penyimpanan, pencacahan, transfer data. Flip-flop terdiri dari RS FF, T FF, D FF dan JK FF. 2.1.1. RS Flip Flop RS FF adalah flip flop yang paling sederhana dimana reset dan set dari outputnya diatur oleh input R dan S RS FF dari NOR

gambar 2.1. RS FF dari NOR Tabel Kebenaran R 0 0 1 1 S 0 1 0 1 AKSI tetap set (Q = 1) reset ( Q = 0) -

Artinya : saat R = S = 0, maka output dari Q atau /Q tetap saat seperti sebelumnya saat R = 0, S = 1 , maka output dari Q =1 (set) 78

saat R = 1, S = 0 , maka output dari Q = 0 (reset)

saat R = S = 1 operasi ini tidak diperbolehkan karena outputnya tidak menentu RS FF dari NAND

gambar 2.2 RS FF dari NAND Tabel Kebenaran R 0 0 1 1 S 0 1 0 1 AKSI reset (Q = 0) set ( Q = 1) tetap

Artinya : saat R = S = 0, operasi ini tidak diperbolehkan karena outputnya tidak menentu saat R = 0, S = 1 , maka output dari Q = 0 (reset)

saat R = 1, S = 0 , maka output dari Q = 1 (set) saat R = S = 1 maka output dari Q atau /Q tetap saat seperti sebelumnya

III.PERALATAN PERCOBAAN d. Sumber tegangan e. Board percobaan f. Jumper

IV.CARA KERJA

79

Gambar 6.1. NAND Gate sebagai RS FF Perhatikan gambar 6.1. diatas. NAND gate bias berfungsi sebagai SET RESET flip-flop. Iput terdiri dari RESET dan SET serta output Q dan Q. semua indicator untuk input dan output menggunakan LED. Jika LED menyala berarti logika 1 dan bila padam berarti logika 0. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah : 1. hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu dayanya. 2. kemudian isilah table berikut : V. DATA PENGAMATAN R 0 0 1 1 S 0 1 0 1 Q 1 1 0 0 -Q 1 0 1 1

VI. ANALISA Pada praktikum ini RESET dan SET merupakan input pada RS Fip-Flop sedangkan Q dan Q merupakan outputnya. Pada saat kondisi R=0, S=1, rangkaian bertahan pada kondisi sebelumnya (tidak berubah). Artinya output berada pada kondisi sama dengan inputnya. Hal yang sama juga terjadi pada saat input R=1, S=0. VII.KESIMPULAN 80

RS Flip-Flop merupakan opersiasi flip-flop dasar

yang dimodifikasi dengan

menambahkan suatu input kendali yang dapat mengidentifikasikan kapan keadaan rangkaian untuk berubah. Pada RS Flip-Flop, kondisi SET dan RESET dapat saling bergantian. Kondisi intermedinate dapat terjadi dan dinyatakan dengan Dont Care.

6.2 DATA FLIP FLOP I. FLOP II. TEORI TAMBAHAN 2.1.3. D Flip Flop D FF (Data Flip Flop) adalah flip flop yang berfungsi untuk mentransfer data apabila ada input clock-nya . Prinsip kerja dari D FF ini adalah data akan ditransfer apabila clock naik dari 0 ke 1 dan data akan tetap disimpan sampai clock berubah dari 0 ke 1 lagi.
T D Q D Q clock /Q

TUJUAN Mempelajari dan membuktikan melalui percobaan tentang teori DATA FLIP

gambar 2.4 Timing diagram dari D FF

III. PERALATAN PERCOBAAN a. Sumber tegangan b. Board percobaan c. Jumper

IV. CARA KERJA 81

Gambar 6.2. Data FF Perhatikan gambar 6.2 diatas. Data flip flop menggunakan IC 74LS74. input terdiri dari DATA dan CLOCK serta output Q dan Q. semua indicator untuk input dan output menggunakan LED. Untuk input CLOCK menggunakan monostable multivibrator gar tetap terjadi keadan pasti pada saat rising edge. Jika LED menyala berarti logika 1 dan bila padam berarti logika 0. Lngkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah : 1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu dayanya. 2. Kemudian isilah table berikut : V. DATA PENGAMATAN RST 1 0 1 1 SET 0 1 1 1 D X X 0 1 CLK X X ON ON Q 1 0 0 1 -Q 0 1 1 0

VI. ANALISA 82

Pada data pengamatan dari hasil praktikum Data Flip-Flop ini, pada saat CLK ON maka Jika D=0 output pada Q=0 Jika D=1 output pada Q=1

Keadaan ini sesuai dengan dengan literatur yang menyatakan bahwa ketika CLK= ON maka: Jika D=1 maka output Q akan bernilai 1 dan rangkaian akan SET dan jika D=0, output Q akan bernilai 0 dan rangkaian akan RESET. Pada saat kondisi : RST=1, SET=0, dan D juga CLK dalam kondisi Dont Care maka outputnya (Q dan Q) akan sama dengan (SET dan RESET). Begitu pula pada saat kondisi RST=0, SET=1 dan D juga CLK dalam kondisi Dont Care. VII. KESIMPULAN D Flip-Flop digunakan untuk mengeliminasi kondisi yang tidak diinginkan dari keadaan intermedinate RS Flip-Flop, caranya yaitu dengan memastikan input S dan R selamanya tidak sama dengan satu pada saat yang sama.

6.3 JK FLIP FLOP I. TUJUAN Mempelajari dan membuktikan melalui percobaan tentang teori JK FLIP FLOP II. TEORI TAMBAHAN 2.1.4. JK Flip Flop JK FF adalah gabungan dari RS FF dan T FF. Jadi bisa berfungsi sebagai 2 flip-flop tergantung inputnya Tabel kebenaran J 0 0 1 1 K 0 1 0 1 AKSI tetap clear (Q = 0) set ( Q = 1) toggle

83

Artinya : saat J = K = 0, maka output dari Q atau /Q tetap saat seperti sebelumnya saat R = 0, S = 1 , maka output dari Q = 0 (clear) saat R = 1, S = 0 , maka output dari Q = 1 (set)

saat R = S = 1, maka output dari JK FF akan berfungsi toggle bagi clock, yaitu clock inputnya dibagi 2. 2.2. Monostable Multivibrator (Single Shot) Single shot ini adalah jenis multivibrator yang berfungsi untuk mengatur lama aktifnya suatu peralatan dengan hanya memberi trigger saja. Adapun beberapa fungsi lain dari 'one shot' ini adalah : 1. Mengaktifkan peralatan dengan hanya memberi trigger (pulsa) dengan lebar pulsa yang kecil. 1. Membuat trigger (pulsa dengan lebar yang kecil dengan memberi pulsa yang lebar (kebalikan no 1) 1. Mem-blok sinyal-sinyal yang tidak diinginkan..

Contoh : IC 74LS123

gambar 2.5 Monostable multivibrator dari 74LS123

84

Tabel Kebenaran CLR 0 X X 1 1 rising edge A X 1 X 0 falling edge 0 B x x 0 rising edge 1 1 OUT 0 0 0 pulsa pulsa pulsa

Lebar dari pulsa (tw) ditentukan oleh besarnya Rext dan Cext dimana : tw = (6 + 0.05 Cext (pF) + 0.45 . Rext (kohm). Cext + 11.6. Rext ) nsec pulsa rising edge falling edge : pulsa positif : sisi naik : sisi turun

Timing Diagram
PIN

OUT tw

PIN CLR

OUT

gambar 2.6 timing diagram monostable multivibrator Keterangan : Pada saat Pin diberi pulsa positif (trigger), maka OUT akan HIGH selama t w, tetapi bila tw belum habis diberi trigger lagi, maka OUT akan tetap HIGH selama tw lagi. Pada saat Pin diberi pulsa positif (trigger), maka OUT akan HIGH selama t w, tetapi apabila tw belum selesai CLR diberi pulsa negatif, maka OUT langsung LOW.

85

2.3. Astable Multivibrator (CLOCK) 2.3.1. NOT Gate Rangkaian clock dengan gerbang NOT adalah sebagai berikut:

gambar 5.7 Clock dengan NOT gate Rumus frekuensi clock-nya adalah :
f = 0.7 RC

dimana R1 = R2 dan C1 = C2 2.3.2. NAND Gate Rangkaian clock dengan gerbang NAND adalah sebagai berikut:

gambar 5.8. Clock dengan NAND gate Rumus frekuensi clock-nya adalah :
f = 0.7 RC

dimana R1 = R2 dan C1 = C2

86

2.3.2. NOR Gate Rangkaian clock dengan gerbang NOR adalah sebagai berikut:

gambar 5.9. Clock dengan NOR gate Rumus frekuensi clock-nya adalah :
f = 0.455 RC

2.3.3. Kristal Rangkaian clock dengan kristal adalah sebagai berikut:

gambar 5.10. Clock dengan kristal Besar frekuensinya tergantung kristal yang digunakan. 2.3.4. NE 555 (IC TIMER)

gambar 5.11. Clock dengan IC Timer 555 Rumus frekuensi clocknya


f = 1.44 ( Ra + 2. Rb ). C

87

III. PERALATAN PERCOBAAN a. Sumber tegangan b. Board percobaan c. Jumper IV. CARA KERJA

Gambar 6.3. JK FF Perhatikan gambar 3.4. diatas. Menggunakan IC 74LS73. input terdiri dari J, K dan CLOCK serta output Q dan Q. semua indicator untuk input dan output menggunakan monostable multivibrator agar terjadi keadaan pasti pada saat rising edge. Jika LED menyala berarti logika 1 dan bila padam berarti logika 0. Langkah-langkah yang harus dilakukan unutuk melakukan praktikum ini adalah : 1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu dayanya. 2. Kemudian isilah table berikut :

88

V. DATA PENGAMATAN RST 0 1 1 1 1 J X 0 0 1 1 K X 0 1 0 1 CLK X ON ON ON ON Q 0 0 0 1 0 -Q 1 1 1 0 1

CLK ON : tombol CLOCK ditekan kemudian dilepas. VI. ANALISA Pada percobaan JK Flip Flop ini praktikan menggunakan sinyal masukan RST, J, K, dan CLK, dimana ketiga input tersebut kecuali CLK menggunakan jumper yang dapat dipindahkan posisinya. Jika kita menginginkan sinyal masukan atau logika 1 maka kita hanya memindahkan posisi jumper pada posisi logika 1 begitu pula sebaliknya apabila kita menginginkan logika 0 maka kita hanya tinggal memindahkan posisi jumper ke posisi logika 0. CLK sendiri akan memberikan sinyal masukan tergantung kita menekan push button atau tidak. Untuk output kita menggunakan 2 buah output artinya untuk mendapatkan nilai output kita membutuhkan 2 sinyal masukan. Sebagai indikatornya praktikan menggunakan dua buah LED. VII. KESIMPULAN Pada percobaan kali ini praktikan dapat menyimpulkan bahwa untuk mendapatkan sinyal masukan pada output tergantung pada sinyal masukan yang diberikan begitu pula pada rangkaian JK flip flop ini sendiri yaitu sinyal masukan terdiri dari input J dan input K. kedua input tersebut disatukan sehingga menghasilakan output yang tergantung pada sinyal input J dan K.

89

6.4 TOGGLE FLIP FLOP I. TUJUAN Mempelajari dan membuktikan melalui percobaan tentang teori TOOGLE FLIP FLOP II.TEORI TAMBAHAN 2.1.2. T Flip Flop Toggle Flip Flop ini lebih berfungsi sebagai pembagi frekuensi dari input toggle nya. Prinsip kerja dari T FF ini adalah saat input toggle (clock) turun dari 1 ke 0, maka outputnya 1 sampai clock turun lagi dari 1 ke 0 dan outputnya berubah menjadi 0.
T Q Q T /Q /Q

gambar 2.3 Timing Diagram dari T FF I. PERALATAN PERCOBAAN a. Sumber tegangan b. Board percobaan c. Jumper II. CARA KERJA

90

Gambar 6.4. Toggle FF Perhatikan gambar 6.5. diatas. Toggle Flip-Flop menggunakan IC 74LS74. input terdiri dari data dan CLOCK serta output Q dan Q. output Q diumpankan kembali ke D. Semua indicator untuk input dan output menggunakan LED. Untuk input menggunakan monostable multivibrator agar terjadi keadaan pasti pada saat rising edge. Jika LED menyala berarti logika 1 dan bila padam berarti ligika 0. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah : 1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu dayanya. 2. Kemudian isilah table berikut : III. DATA PENGAMATAN SET 0 1 0 1 0 RST X 0 1 1 0 CLK ON ON ON ON ON Q 1 0 1 0 1 -Q 0 1 0 1 1

CLK ON : tombol CLOCK ditekan kemudian di tekan. IV. ANALISA Berdasarkan data yang didapat, ditunjukkan bahwa pada saat SET=0 dan RST=X, outputnya (Q dan Q) bernilai masing-masing 1. Untuk SET dan RESET lainnya, outputnya (Q dan Q) menunjukkan data yang saling berkomplemen. Pada percobaan Toggle Flip Flop ini praktikan memberi input sinyal masukan yaitu pada SET, RST dan CLK. SET dan RST berupa jumper yang intinya adalah memberi sinyal input logika 1 atau logika 0. Untuk mendapatkan input sinyal masukan yang diinginkan kita hanya memindahkan posisi jumper tersebut pada posisi yang diinginkan. CLK berupa push button yang akan bernilai logika 1 apabila push button tersebut di tekan dan akan bernilai logika 0 apabila di lepas. Output yang diberikan yaitu output Q dan Q. kedua output tersebut di beri indicator LED yang pada kedua output tersebut berbeda nilai masukannya tergantung pada input masukan yang diberikan.

91

V. KESIMPULAN T flip-flop adalah versi satu input dari JK Flip-Flop, dimana input J dan K disatukan sebagai input T. Notasi T berasal dari kemampuan flip-flop untuk men- Toggle atau mengkomplemen keadaan. Pada percobaan kali ini praktikan dapat menyimpulkan bahwa sinyal output akan berbeda nilainya apabila CLK diberikan secara seat kemudian ditekan lagi push button nya artinya LED akan menyala secara bergantian apabila push button di tekan. Kenapa terjadi demikian karena gerbang ini merupakan toggle.

PRAKTIKUM 7. DECODER
7.1 DECODER 2 TO 4 I. TUJUAN Mempelajari dan membuktikan melalui percobaan tentang teori DECODER 2 TO 4 II. TEORI TAMBAHAN 3. Dekoder / Demultiplekser 3.1.Dekoder Dekoder adalah kebalikan dari enkoder yang berfungsi untuk mengubah sedikit masukan menjadi keluaran yang lebih banyak. Contoh : Dekoder 2 ke 4 74LS139 (1 IC ada 2 decoder)

gambar 3.2 decoder 2 ke 4 Tabel Kebenaran -E 1 0 0 0 B x 0 0 1 A x 0 1 0 Y3 1 1 1 1 Y2 1 1 1 0 Y1 1 1 0 1 Y0 1 0 1 1 92

III. PERALATAN PERCOBAAN a. Sumber tegangan b. Board percobaan c. Jumper IV. CARA KERJA

Gambar 7.1. Decoder 2 To 4 Perhatkan gambar 7.1. diatas. Input Decoder 2 to 4 terdiri dari 2 yaitu A dan B serta Enable E. Semua indicator untuk input menggunakan LED dan output menggunakan LED juga. Jika LED menyala berarti logika 1 dan bila padam berarti logika 0. Langkah-langkah yang harus dilakukan pada praktikum ini adalah : 1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor nke board dan nyalakan catu dayanya. 2. Kemudian isilah table berikut :

93

V. DATA PENGAMATAN -E 1 0 0 0 0 B X 0 0 1 1 A X 0 1 0 1 Y3 1 1 1 1 0 Y2 1 1 1 0 1 Y1 1 1 0 1 1 Y0 1 0 1 1 1

VI. ANALISA Input decoder 2 to 4 terdiri dari 2 yaitu A dan B serta Enable E.Semua indikator untuk input menggunakan LED dan output menggunakan LED juga.Pada data pengamatan yang diperoleh dari percobaan ini apabila inputnya A dan B dont care sedangkan E nya 1 maka output semua keluarannya adalah 1.Pada percobaan ini input masukannya ada 2 input maka hasil keluaranya adalah 4 output.Hal ini dikarenakan 2n. VII. KESIMPULAN Decoder (pemecah sandi) merupakan suatu sarana atau piranti elektronika (rangkaian kombinasional) yang dapat mengubah bahasa mesin kedalam bahasa yang dimengerti oleh manusia, atau menampilkan kode-kode biner menjadi tanda-tanda yang dapat ditanggapi secara visual.Decoder adalah kebalikan dari encoder yang berfungsi untuk mengubah sedikit masukkan menjadi keluaran yang lebih banyak.Misalnya masukannya 2 input maka outputnya 4.

94

7.2 DECODER 3 TO 8 I. TUJUAN Mempelajari dan membuktikan melalui percobaan tentang teori DECODER 3 TO 8 II. TEORI TAMBAHAN 3. Dekoder / Demultiplekser 3.1. Dekoder Dekoder adalah kebalikan dari enkoder yang berfungsi untuk mengubah sedikit masukan menjadi keluaran yang lebih banyak. Contoh : Dekoder 3 ke 8 74LS138:

gambar 3.1. Decoder 3 ke 8 Tabel Kebenaran E1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 x x E2 E3 C 0 0 0 0 1 1 1 1 x x x B 0 0 1 1 0 0 1 1 x x x A 0 1 0 1 0 1 0 1 x x x Y7 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 Y6 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 Y5 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 Y4 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 Y3 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 Y2 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 Y1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Y0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 X X X 1 1 X Keterangan

x :bebas

95

III. PERALATAN PERCOBAAN a. Sumber tegangan b. Board percobaan c. Jumper IV. CARA KERJA

Gambar7.2. Decoder 3 To 8 Perhatiakan gambar 7.2 diatas. Input Decoder 3 to 8 terdiri dari 3 yaitu A, B, dan C serta enable -E1, -E2, dan -E3. Semua indicator untuk input menggunakan LED dan output menggunakan LED juga. Jika LED menyala berarti logika 1 dan bila padam berarti logika 0. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah : 1. Hubunkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu dayanya. 2. Kemudian isilah table berikut :

96

V. DATA PENGAMATAN -E1 1 X X 0 0 0 0 0 0 0 0 -E2 X 1 X 0 0 0 0 0 0 0 0 E3 X X 0 1 1 1 1 1 1 1 1 C X X X 0 0 0 0 1 1 1 1 B X X X 0 0 1 1 0 0 1 1 A X X X 0 1 0 1 0 1 0 1 Y7 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 Y6 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 Y5 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 Y4 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 Y3 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 Y2 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 Y1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 Y0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0

VI. ANALISA Dari percobaan yang dilakukan input decoder 3 TO 8 terdiri dari 3 yaitu A,B,dan C serta Enable E1 , -E2 , -E3.Semua indikator untuk input dan output manggunakan LED.Pada data pengamatan inputan masukkan yang dont care malah menghasilkan inputan yang bernilai 1.Pada percobaan ini input masukkanya 3 sehingga menghasilkan output keluarannya 8.Hal ini dikarenakan 2n. VII. KESIMPULAN Pada percobaan ini didapatkan kesimpulan bahwa sesuai dengan kegunaan decoder yaitu mengubah sedikit masukkan menjadi banyak keluaran.Dimana pada Decoder 3 TO 8 input masukannya 3 maka output keluarannya menjadi 8.Sesuai dengan hukum 2n.

97

7.3 DECODER 4 TO 16 I. II. TUJUAN Mempelajari dan membuktikan melalui percobaan tentang teori DECODER 4 TO 16 TEORI TAMBAHAN Dekoder 4 ke 16 : 4514

Tabel Kebenaran decoder 4 ke 16 : 4514


ST R 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 INH * * * * * * * * * * * * * * * * * 1 D C 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 x x 0 0 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0 1 1 1 1 X X B A 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 1 1 x x 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 x x Y1 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 Y14 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 Y13 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 Y12 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 Y11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 Y10 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 Y9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 Y 8 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Y7 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Y6 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Y5 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Y 4 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Y 3 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Y 2 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Y 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Y0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

98

III. PERALATAN PERCOBAAN a. Sumber tegangan b. Board percobaan c. Jumper IV. CARA KERJA

Gambar 7 .3. Decoder 4 To 16 Perhatikan gambar 7.3. diatas. Input decoder 4 to 16 terdiri dari 6 yaitu A,B,C dan E serta STR dan INH. Semua indicator untuk input menggunakan LED dan output menggunakan LED juga. Jika LED menyala berarti logika ! dan bila pdam berarti logika 0. Langkah-langkah yang hrus dilakukan untuk melakukan praktikum ini adalah : 1. Hubungkan catu daya dengan menancapkan konektor ke board dan nyalakan catu dayanya. 2. Kemudian isilah tabel berikut :

99

V. DATA PENGAMATAN S I T N R H 0 X X 1 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 1 0 X X 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 X X X X X X 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 1 1 1 D C B A Y 15 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 Y 14 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 Y 13 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 Y 12 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 Y 11 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 Y 10 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 Y 9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 Y 8 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 Y 7 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 Y 6 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Y 5 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Y 4 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Y 3 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Y 2 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 Y Y 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

VI. ANALISA Pada percobaan Decoder 4 to 16 ini praktikan memberi sinyal input masukan 6 buah yang terdiri dari A, B, dan C serta STR dan INH dimana ketiga input A, B, C tersebut berupa toggle dan STR dan INH berupa jumper yang prinsip kerjanya adalah memberi sinyal masukan berbentuk logika 1 dan 0 tergantung pada posisi jumper yang diinginkan. Praktikan hanya tinggal emngendalikan toggle untuk memberi masukan logika yang diinginkan. Pada output terdiri dari 16 buah output yaitu Y0 sampai dengan Y15, semua output tersebut berindikatorkan pada lampu LED. Nilai masukan output tergantung pada sinyal masukan input yang diberikan. Pada input terdapat 16 buah LED yang artinya penanda apabila diberi logika pada sinyal masukan sedangkan pada

100

output terdapat pula 16 buah lampu LED sebagai indikatornya. Jadi jumlah semua LED pada rangkaian ini adalah 32 buah. VII. KESIMPULAN Pada percobaan ini praktikan dapat menyimpulkan bahwa input rangkaian ini merupakan salah satu rangkaian transfer data dinama terdapat banyak register masukan tetapi hanya satu sinyal masukan yang diberikan pada output. Rangkaian ini terdapat pada system tombol ENCODER.

101

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK DIGITAL

Nama NIM Kelompok Jurusan Tgl Praktikum Tgl Presentasi Asisten

: : : : : : :

Ashar 2006 11 120 32 S1.Teknik Elektro 9 Juni 2008 13 Juni 2008 Wahyudi S.

SEKOLAH TINGGI TEKNIK PLN JAKARTA 2008

102