Anda di halaman 1dari 4

Nama : Fakhrudin Martanto NIM : 25412001

Tugas : Review Literature Planning Theory, Phillip Allmendinger New Right Planning Teori New Right (Neo) sangat berpengaruh di bidang perencanaan dan bidang lainnya selama lebih dari dua dekade terakhir. Hal ini terutama disebabkan oleh kekuasaan politik dan popularitas pemerintah Neo Liberal seperti Inggris, Amerika Serikat, Denmark dan lain-lain serta sambutan dari pemerintahan sayap kiri seperti Perancis, Spanyol Australia dan Selandia Baru. Allmendinger menggunakan istilah New Right (Neo) pada beberapa perspektif yang berneda tentang teori perencanaan mulai dari teori pilihan publik, teori liberal dan neo liberal serta teori kekuasaan sosial dan konservatif. Pada prakteknya terdapat perbedaan yang signifikan ketika diterapkan sebagai suatu kebijakan dilapangan dengan berbagai kondisinya. Semakin lama muncul ketimpangan yang cukup signifikan antara teori, kebijakan yang dilakukan serta outcome yang diharapkan. Penerapan pemikiraan Neo- dalam perencanaan penggunaan lahan sebagaimana yang dilakukan oleh Kerajaan Inggris, adalah menjadikannya sebagai dasar restrukturisasi semua aspek bidang pengawasan penggunaan lahan sehingga tujuan dari system ini, sistem perencanaannya, proses serta outcome yang diharapkan dapat tercapai. Bagi kaum liberal, pada awalnya kapitalisme dianggap menyimbolkan kemajuan pesat eksistensi masyarakat berdasarkan seluruh capaian yg telah berhasil diraih. Bagi mereka, masyarakat pra-kapitalis adalah masyarakat feodal yang penduduknya ditindas. Kaum liberal ini adalah orang-orang yg memiliki hak untuk hidup, merdeka, dan sejahtera. Orang-rang yang bebas bekerja, bebas mengambil kesempatan apapun, bebas mengambil keuntungan apapun dan bahkan bebas hidup tanpa tempat tinggal serta tanpa pekerjaan. Kapitalisme membanggakan kebebasan seperti ini sebagai hakikat dari penciptaannya. dan dalam perjalanannya, kapitalisme selalu menyesuaikan dan menjaga kebebasan tersebut. Misalnya masalah upah pekerja, menurut konsepsi kapitalis, semua keputusan pemerintah atau tuntutan publik adalah tidak relevan. Kemudian paham yang terbentuk bagi kaum liberal adalah kebebasan, berarti: ada sejumlah orang yang akan menang dan sejumlah orang yg akan kalah. Kemenangan dan kekalahan ini terjadi karena persaingan. Apakah anda bernilai bagi orang lain, ataukah orang lain akan dengan senang hati memberi sesuatu kepada anda. Sehingga kebebasan akan diartikan sebagai memiliki hak-hak dan mampu menggunakan hak-hak tersebut dengan memperkecil turut campur nya aturan pihak lain. Salah seorang tokoh pemikiran liberal, Friedrich von Hayek menyatakan bahwa: masyarakat pasar kapitalis adalah masyarakat yang bebas dan masyarakat yang produktif. Kapitalisme bekerja menghasilkan kedinamisan, kesempatan, dan kompetisi. Kepentingan dan keuntungan pribadi adalah motor yang mendorong masyarakat bergerak dinamis. Sedangkan Konservatisme adalah sebuah filsafat politik yang mendukung nilai-nilai tradisional. Sebagian pihak konservatif berusaha melestarikan status quo, sementara yang lainnya berusaha kembali kepada nilai-nilai dari zaman yang lampau.

Konservatisme adalah suatu pemikiran politik yang menekankan pengurangan dalam politik demi menciptakan keseimbangan kepentingan-kepentingan menuju keharmonisan sosial dan kebaikan bersama. Menurut pemikiran ini tidaklah cukup hanya dengan menggunakan nalar karena rumusan yang semestinya tentang pemerintahan tidak diperoleh dari abstraksi seperti nalar, melainkan dari perkembangan negara sesuai dengan apa yang dihargai zaman dan lembaga-lembaga penting masyarakat lainnya seperti keluarga dan Gereja. Kemudian sebuah koalisi Liberal-Konservatif pada masa Perang Dunia I berbarengan dengan bangkitnya Partai Buruh, mempercepat runtuhnya kaum Liberal pada 1920-an. Setelah Perang Dunia II, Partai Konservatif membuat konsesi-konsesi bagi kebijakan-kebijakan sosialis kaum Kiri. Kompromi ini adalah suatu langkah pragmatis untuk memperoleh kembali kekuasaan, tetapi juga sebagai akibat dari sukses-sukses awal dari perencanaan sentral dan kepemilikan negara yang menciptakan suatu consensus lintas-partai. Namun demikian, pada 1980-an, di bawah pimpinan Margaret Thatcher, dan pengaruh Sir Keith Joseph, Partai ini kembali ke gagasan-gagasan ekonomi liberal klasik, dan swastanisasi dari banyak perusahaan negara pun diberlakukan. Munculnya paham Neoliberal bertujuan mengembalikan kepercayaan pada kekuasaan pasar, dengan pembenaran mengacu pada kebebasan. Neoliberalisme yang juga dikenal sebagai paham ekonomi neoliberal mengacu pada filosofi ekonomi-politik yang mengurangi atau menolak campur tangan pemerintah dalam ekonomi domestik. Paham ini memfokuskan pada metode pasar bebas, pembatasan yang sedikit terhadap perilaku bisnis dan hak-hak milik pribadi. Seperti pada contoh kasus upah pekerja, dalam pemahaman neoliberalisme pemerintah tidak berhak ikut campur dalam penentuan gaji pekerja atau dalam masalah-masalah tenaga kerja sepenuhnya ini urusan antara si pengusaha pemilik modal dan si pekerja. Pendorong utama kembalinya kekuatan kekuasaan pasar adalah privatisasi aktivitas-aktivitas ekonomi, terlebih pada usaha-usaha industri yang dimiliki-dikelola pemerintah. Tapi privatisasi ini tidak terjadi pada negara-negara kapitalis besar, justru terjadi pada negara-negara Amerika Selatan dan negara-negara miskin berkembang lainnya. Privatisasi ini telah mengalahkan proses panjang nasionalisasi yang menjadi kunci negara berbasis kesejahteraan. Nasionalisasi yang menghambat aktivitas pengusaha harus dihapuskan. Revolusi neoliberalisme ini bermakna bergantinya sebuah manajemen ekonomi yang berbasiskan persediaan menjadi berbasis permintaan. Sehingga menurut kaum Neoliberal, sebuah perekonomian dengan inflasi rendah dan pengangguran tinggi, tetap lebih baik dibanding inflasi tinggi dengan pengangguran rendah. Tugas pemerintah hanya menciptakan lingkungan sehingga modal dapat bergerak bebas dengan baik. Akhirnya logika pasarlah yang berjaya diatas kehidupan publik. Ini menjadi pondasi dasar neoliberalism, menundukan kehidupan publik ke dalam logika pasar. Semua pelayanan publik yang diselenggarakan negara harusnya menggunakan prinsip untung-rugi bagi penyelenggara bisnis publik tersebut, dalam hal ini untung rugi ekonomi bagi pemerintah. Pelayanan publik semata, seperti subsidi dianggap akan menjadi pemborosan dan inefisiensi. Neoliberalisme tidak mengistimewakan kualitas kesejahteraan umum. Satu kelebihan neoliberalisme adalah menawarkan pemikiran politik yang sederhana, menawarkan penyederhanaan politik sehingga pada titik tertentu politik tidak lagi mempunyai makna selain apa yang ditentukan oleh pasar dan pengusaha. Dalam pemikiran neoliberalisme, politik adalah keputusan-keputusan yang menawarkan nilai-nilai, sedangkan secara bersamaan neoliberalisme menganggap hanya satu cara rasional untuk mengukur nilai, yaitu pasar. Semua pemikiran diluar rel pasar dianggap salah.

Di bidang perencanaan, paradigma yang sangat khas neoliberal, dan ini bersifat fundamental, membatasi area kerja dari model perencanaan. Paradigma neoliberal tidak mengarahkan pandangannya pada problem-problem struktural yang ada di masyarakat. Pembangunan hanya diarahkan pada bagaimana membangun kemandirian masyarakat melalui stimulus modal, bukan pada kerangka struktur sosial-politik-ekonominya. Asumsi dasar neoliberal adalah menggeser kekuasaan negara kepada publik, melalui desentralisasi. Melalui desentralisasi dan partisipasi, negara tidak terlalu powerful, kekuasaan pasar dapat terkonsolidasi dengan bantuan masyarakat yang sudah terinjeksi dengan penguatan kapasitas khas negara neoliberal. Pada titik ini, perencanaan menjadi vital. Dengan adanya perencanaan, potensi-potensi pembangunan yang pro-pasar dapat diinventarisir terlebih dulu. karena masyarakat awam pada dasarnya tak menyukai perjuangan revolusioner. Mereka adalah orang yang bersifat pasrah t e r h a d a p pembangunan yang ada, tetapi pada dasarnya ingin terlibat. M e r e k a berkepentingan terhadap pembangunan, tetapi tidak berniat mengkritisi terlalu jauh di luar kepentingan mereka. Akibatnya menerapkan model pembangunan jenis apapun tidak akan begitu susah. Dengan logika partisipatif, l o g i k a n e o l i b e r a l k e m a s y a r a k a t m e n j a d i l e b i h m u d a h . T a r g e t y a n g l e b i h mudah, yang dicapai oleh logika ini, adalah mengurangi tanggung jawab negara dan menyerahkannya kepada masyarakat. Hal ini akan beriringan dengan logika ekonomi pasar yang diusung pada l e v e l makro sehingga skemanya menjadi jelas. Di atas, pembangunan ekonomi diusung dengan logika teknokratis. Sementara di bawah, pendekatan yang dicapai semakin partisipatif. Partisipasi tentu akan dikerangkai oleh logika politik birokrasi dan l o g i k a e k o n o m i t e k n o k r a s i . S e h i n g g a , p e m b a n g u n a n m a s y a r a k a t a k a n s e j a l a n dengan logika ekonomi pasar yang berjalan. Ideologi New Right menggabungkan antara elemen kunci dari Neo-Liberalisme dan NeoKonservatisme. Kritik terhadap ideologi New Right yang telah dibuat terutama dari perspektif luas sosialis meskipun beberapa dari kritik-kritik akan diterima sampai batas tertentu oleh beberapa kaum liberal dan moderat konservatif sementara tentu teori New Right sendiri akan menolak kritik-kritik. Dikatakan dalam ideologi New Right bahwa perbedaan individu dalam bakat dan kemampuan yang sampai batas tertentu yang cukup tak terelakkan karena mereka terutama ditentukan secara genetis, bahwa individu terutama didorong menjadi kepentingan dan bahwa mereka adalah hakim terbaik kepentingan mereka sendiri, dan bahwa dalam masyarakat bebas dengan pemerintah terbatas kombinasi dari kondisi di atas akan menghasilkan ketimpangan distribusi pendapatan dan kekayaan. Namun perbedaan pendapatan dan kekayaan yang kompatibel dengan kesetaraan kesempatan dan juga diinginkan karena mereka memperkuat insentif untuk belajar, bekerja, menabung dan berinvestasi dan dengan demikian meningkatkan efisiensi ekonomi dan pertumbuhan dari mana semua anggota masyarakat bisa mendapatkan keuntungan. Oleh karena itu mengejar kepentingan individu sepenuhnya selaras dengan kepentingan masyarakat secara keseluruhan. Teori New Right adalah pendukung kuat dari milik pribadi dan sistem pasar kapitalis dengan alasan bahwa hak milik pribadi membantu untuk memberikan pembelaan kebebasan individu dan mekanisme pasar kapitalis merespon secara fleksibel untuk memenuhi tuntutan konsumen secara efisien dan murah.

Teori New Right dapat mempertahankan profitabilitas yang tinggi dengan alasan bahwa keuntungan yang tinggi mungkin sampai batas tertentu akan diinvestasikan kembali untuk meningkatkan efisiensi ekonomi yang lebih besar. Dalam pandangan teori New Right, pertumbuhan yang berlebihan dan administrasi negara yang tidak efisien pada umumnya dan kesejahteraan negara khususnya dalam hal teori pilihan publik, mereka mengklaim bahwa kombinasi dari pajak tinggi dan kesejahteraan masyarakat menghasilkan kesetaraan ekonomi yang berlebihan yang merusak insentif dan pertumbuhan ekonomi dan memberikan kontribusi terhadap pengembangan kesejahteraan kelas bawah. Teori New Right berpendapat bahwa serikat buruh terlalu kuat dan bahwa tuntutan mereka untuk kenaikan upah yang berlebihan, penggunaan aktivitas mogok dan praktek membatasi berfungsi untuk mengurangi daya tarik investasi asing ke Inggris dan untuk membatasi laju pertumbuhan ekonomi Inggris. Disisi lain, Neo-Konservatif berpendapat dalam mendukung sumber-sumber tradisional otoritas seperti Monarki, Negara (meskipun fungsinya harus dibatasi) yang Aristokrasi dan Gereja, untuk mendukung sikap tradisional untuk moralitas dan kehidupan keluarga, dalam mendukung kedaulatan nasional sebagai bertentangan dengan apa yang mereka lihat sebagai serangan berlebihan dari Uni Eropa ke dalam kehidupan Inggris dan melawan pertumbuhan multikulturalisme yang mereka lihat sebagai secara bertahap merusak cara hidup Inggris. Namun kritikus berpendapat bahwa sumber tradisional otoritas membantu untuk mendukung kesenjangan politik dan ekonomi yang bertentangan dengan kepentingan massa rakyat, bahwa bentuk-bentuk tradisional moralitas mungkin dalam beberapa kasus membatasi kebebasan individu untuk bertindak seperti yang mereka lihat cocok mereka pribadi kehidupan. Bukanlah sesuatu yang sederhana untuk menilai validitas posisi ideologis yang berbeda karena untuk melakukannya seseorang harus menilai kebijakan pemerintah secara luas di seluruh jajaran pemerintah, aplikasi kegiatan tersebut yang didorong oleh ideologi pemerintah dan untuk mengukur dampak dari semua kebijakan berdasarkan ideologis masing-masing. Kesimpulan Ideologi New Right mempunyai masa kejayaan di Kerajaan Inggris dan Amerika Serikat. Meskipun ada beberapa yang menyatakan bahwa terjadi distorsi pada ideology ini serta tidak diterapkan dengan tepat, tidak serta merta menghentikan perkembangannya termasuk di bidang perencanaan. Bahkan di bidang lingkungan terbuka kesempatan untuk teori New Right memberikan interpretasi terbaru tentang masalah lingkungan dan ekologi. Secara temporal teori New Right muncul pada saat krisis dan memikirkan kembali peran negara selama krisis ekonomi pada tahun 1970. Sebagaimana marxisme, ide-ide utam a telah ada paling tidak sejak abad terakhir sampai mereka dan pendukungnya menemukan tempatnya. Secara spasial teori ini muncul di Negara anglo-saxon yang relatif lebih terbuka terhadap ide-ide pasar bebas yang condong lebih kekiri, negara-negara social demokratis di benua eropa. Seiring berakhirnya krisis ekonomi, berakhir pula pembenaran-pembenaran dan tuntutan untuk berperan aktif serta aturan yang minimalis bagi negara. Secara keseluruhan, teori New Right membantu mengidentifikasi banyak masalah masyarakat sipil baik itu di bidang ekonomi, birokrasi, peran negara dan lain-lain. Dan teori ini memberikan kritik yang berguna, namun masih ada kekurangan serta kontradiksi dalam penerapannya. Untungnya bagi para perencana aplikasi praktis dari teori ini terhambat oleh kontradiksi-kontradiksi tersebut..