Anda di halaman 1dari 56

UPAYA MENINGKATKAN KETRAMPILAN MEMBACA DENGAN PERTANYAAN ISI BACAAN SISWA KELAS V SD NEGERI BANGKUYUNG 2 KECAMATAN CIKEDAL KABUPATEN

PANDEGLANG TAHUN PELAJARAN 2010/2011

PENELITIAN TINDAKAN KELAS PTK


Dalam Rangka Persyaratan Kenaikan Pangkat/ Golongan IV/b

Oleh : ERI MARLIANA NIP.195912231979

SDN BANGKUYUNG 2
KECAMATAN CIKEDAL KABUPATEN PANDEGLANG
BANTEN

2010/2011
i

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan lahir dan batin, sehingga penulis memiliki kemampuan untuk menyelesaikan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dengan judul Upaya Meningkatkan Ketrampilan Membaca Dengan Menggunakan Pertanyaan Isi Bacaan Siswa Kelas V SD Negeri Bangkuyung 2 Kecamatan Cikedal

Kabupaten Pandeglang Tahun Pelajaran 2010/2011. Dalam penyusunan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK) ini penulis telah menerima banyak bimbingan, dorongan dan bantuan dari berbagai pihak yang tak ternilai harganya. Jasa baik mereka tentu tidak saya lupakan begitu saja. Penulis menyadari sepenuhnya kemampuan yang ada dalam diri penulis terbatas, untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan. Akhirnya penulis berharap semoga Allah SWT memberikan balasan atas keikhlasan semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan PTK ini. Semoga PTK ini berguna dan bermanfaat bagi para pembaca maupun pihak yang berkepentingan. Cikedal, Desember 2010

Penulis

ii

ABSTRAK
Ketrampilan membaca siswa kelas V SD Negeri Bangkuyung 2 Kecamatan Cikedal Kabupaten Pandeglang rendah. Penyebab rendahnya kemampuan membaca itu karena kurang tepatnya guru dalam menggunakan pendekatan pada pembelajaran membaca. pendekatan yang digunakan mengutamakan pada hasil, mengabaikan proses dalam memperoleh hasil, sehingga berakibat kemampuan siswa rendah dalam membaca. berdasarkan hal tersebut masalah dalam penelitian dirumuskan sebagai berikut : Apakah pembelajaran dengan menggunakan pertanyaan isi bacaan dapat meningkatkan kemampuan membaca pada siswa kelas V SD Negeri Bangkuyung 2 Kecamatan Cikedal Kabupaten Pandeglang Tahun Pembelajaran 2010/2011 Tujuan penelitian untuk meningkatkan ketrampilan membaca di SD, khususnya kelas V. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas pendekatan penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Bangkuyung 2 Kecamatan Cikedal Kabupaten Pandeglang. Hal ini dilandasi karena pertimbangan di SD tersebut siswanya mengalami kesulitan dalam pembelajaran membaca, wilayahnya dengan mudah dapat dijangkau peneliti, dan terbuka menerima inovasi. Siswa kelas V SD Negeri Bangkuyung 2 Kecamatan Cikedal Kabupaten Pandeglang sejumlah 9 siswa, yang akan diobservasi secara khusus dalam penelitian ini. Kesembilan siswa ini dari hasil analisis studi awal pada pembelajaran membaca mengalami masalah. Metode yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah metode pengambilan nilai. Analisis data dalam penelitian ini adalah melalui pembelajaran membaca yang dilakukan dalam dua tahap. Setelah tahap pertama dilanjutkan tahap kedua. Dari hasil pebelajaran dua tahap tersebut diperoleh berupa peningkatan ketrampilan membaca dengan menggunakan pertanyaan isi bacaan pada kelas V SD Negeri Bangkuyung 2 Kecamatan Cikedal Kabupaten Pandeglang yang cukup signifikan. Simpulan dari hasil penelitian ini bahwa pembelajaran membaca dengan teknik pemahaman isi bacaan dapat meningkatkan ketrampilan membaca siswa. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada guru agar pembelajaran membaca pada siswa kelas V hendaknya menggunakan teknik pemahaman isi bacaan. Kepada siswa perlu dibebaskan menggunakan media pembelajaran yang menunjang pembelajaran yang menggunakan proses membaca. Kata Kunci : Keterampilan Membaca,Pertanyaan Isi Bacaan

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR . ABSTRAK .. DAFTAR ISI .. DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN ..

i ii iii iv vii viii ix

BAB I PENDAHULUAN 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. Latar Belakang . Permasalahan .. Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian . 1 2 3 3

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2.1. Landasan Teori .. 2.1.1. Pengertian Membaca di SD... 2.1.2. Pengertian Membaca.. 2.1.3. Jenis-jenis Membaca .. 2.1.4. Aspek-aspek membaca 2.1.5. Kemampuan Membaca Pemahaman 2.1.6.Cara Menentukan Kemampuan Membaca Pemahaman.. 2.2. Hipotesis Tindakan .. iv 9 10 4 4 4 6 8 9

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Rancangan Penelitian . 3.2. Subjek Penelitian .. 3.3. Teknik Pengumpulan Data 3.4. Prosedur Penelitian Tindakan... 3.5. Instrumen Penelitian 3.5.1. Instrumen Tes .. 14 3.5.2. Instrumen Nontes . BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1. Kondisi Awal ... 4.1.2. Siklus 1 . 4.1.2.1.Hasil Tes Siklus 1. 4.1.2.2. Hasil Nontes Siklus 1 .. 4.1.2.3. Refleksi Siklus 1 .. 4.1.3. Siklus 2 . 4.1.3.1.Hasil Tes Siklus 2. 4.1.3.2. Hasil Nontes Siklus 2 .. 4.1.3.3. Refleksi Siklus 2.. 4.2. Pembahasan 25 4.2.1. Rekapitulasi Peningkatan Keterampilan Membaca Tahap awal, Siklus I, dan Siklus II 4.2.2. Perubahan Perilaku Siswa .. BAB V PENUTUP v 26 29 17 17 19 19 20 21 21 22 23 24 15 11 11 11 12 14

5.1. Simpulan .. 5.2. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN

31 32 33

vi

DAFTAR TABEL
Halaman Tabel 1. Kriteria Penilaian Tes Depdikbud dalam Triane (2006:50). Tabel 2. Tabel nilai kondisi awal .. Tabel 3. Tabel nilai Siklus 1 . Tabel 4. Perilaku masing-masing siswa siklus I . Tabel 5. Tabel nilai Siklus 2 . Tabel 6. Perilaku masing-masing siswa siklus 2 . Tabel 7. Hasil Rekapitulasi .. Tabel 8. Perubahan Perilaku antar siklus .. 15 18 19 20 23 24 26 29

vii

DAFTAR GAMBAR
Halaman Gambar 1. Kurva Hasil Rekapitulasi Nilai rata rata Gambar 2. Kurva Ketuntasan Belajar . 27 27

viii

DAFTAR LAMPIRAN
Halaman Teks Bacaan Siklus 1 . Teks Bacaan Siklus 2 . Daftar Nama Siswa Kelas V . Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus 1 . Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus 2 . 35 39 43 44 47

ix

BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Pembelajaran ketrampilan bukan semata-mata menambah ketrampilan

siswa menggunakan bahasa Indonesia, melainkan juga meningkatkan kemampuan intelektual, kematangan emosional, dan kematangan sosial. Pada era globalisasi ketrampilan membaca merupakan ketrampilan berbahasa yang sangat penting untuk dikuasasi. Dalam kurikulum pendidikan Bahasa Indonesia Sekolah Dasar Depdikbud (1994 : 20 21), pengajaran membaca merupakan salah satu pokok bahasan yang diajarkan ditingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas. Hakekat pembelajarannya pada umumnya sama. Perbedaannya terletak pada keluasan dan kedalaman bahan yang disajikan sesuai jenjang pendidikannya. Berdasarkan isi kurikulum tersebut, maka pembelajaran ketrampilan membaca perlu diberikan secara tersendiri di Sekolah Dasar. Siswa Sekolah Dasar banyak mengalami kendala dalam mengungkapkan berbagai hal tentang bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua dalam berkomunikasi lisan maupun tertulis. Sebelum anak masuk ke bangku formal anak telah diberikan bagaimana berbicara dengan menggunakan berbagai lambang bunyi sekalipun dipandang masih cukup sederhana. Bagi siswa merupakan dasar yang paling penting ketrampilan membaca dalam menggunakan bahasa, dan sudah selayaknyalah apabila pengajaran 1

ketrampilan membaca di sekolah dasar mendapatkan perhatian yang sungguhsungguh, perhatian dalam pengajaran di Sekolah Dasar maupun di sekolahsekolah lebih tinggi Dalam proses pembelajarannya ketrampilan membaca harus dilaksanakan secara berkesinambungan pemakaian dalam berbagai kegiatan pembelajaran. Kegiatan membaca tidak timbul secara alami tetapi harus ada faktor-faktor yang mempengaruhinya, yaitu faktor intern dan ekstern pembaca. Faktor intern antara lain tuntutan kebutuhandan faktor ekstern adalah dorongan dari guru , hadiah, dan faktor luar diri lainnya.Apabila kurikulum 1975 pembelajaran bahasa lebih menitikberatkan bahasa sebagai kajian ilmu, tetapi sekarang bahasa difungsikan sebagai bahasa komunikasi yang lebih bersifat praktis dan komunikatif yang tetap memperlihatkan kaidah kebahasaan. Dari latar belakang di atas, penulis mencoba menentukan Judul Upaya Meningkatkan Ketrampilan Membaca Dengan Menggunakan Pertanyaan Isi Bacaan Siswa Kelas V SD Negeri Bangkuyung 2 Kecamatan Cikedal

Kabupaten Pandeglang Tahun Pelajaran 2010/2011.

1.2.

Permasalahan Masalah yang diteliti dapat penulis rumuskan, sebagai berikut Apakah

pembelajaran dengan menggunakan pertanyaan isi bacaan dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas V SD Negeri Bangkuyung 2 Kecamatan Cikedal Kabupaten Pandeglang Tahun Pelajaran 2010/2011.

1.3.

Tujuan Penelitian Penelitian ini mempunyai tujuan yang hendak dicapai yaitu untuk

membuktikan adanya peningkatan kemampuan membaca dengan menggunakan pertanyaan isi bacaan siswa Kelas V SD Negeri Bangkuyung 2 Kecamatan

Cikedal Kabupaten Pandeglang Tahun Pelajaran 2010/2011

1.4.

Manfaat Penelitian Bagi guru penelitian ini bermanfaat untuk menambah wawasan dalam

menggunakan pertanyaan isi bacaan dalam usaha meningkatkan ketrampilan membaca .Bagi siswa penelitian ini bermanfaat dapat meningkatkan ketrampilan membaca dengan lebih efektif.

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN

2.1. Landasan Teori 2.1.1. Pembelajaran Membaca di SD Pembelajaran membaca dalam bahasa Indonesia mempunyai tujuan

khusus yaitu agar siswa mampu mencari sumber mengumpulkan, menyaring dan menyerap informasi dari bacaan (Depdikbud, 1993 : 2). Pada sisi lain bacaan yang diberikan harus menarik dan bermanfaat. Tarigan (1988 : 27) mengatakan bahwa untuk memperoleh pengukuran pembaca yang lebih tinggi, beberapa prinsip pembaca yang harus diperhatikan yaitu : 1) Membaca bukanlah hanya mengenal huruf dan membunyikannya, tetapi harus melampuai pengenalan bunyi dan huruf. 2) Pembaca dan penguasaan bahasa yang terjadi secara serempak. 3) Membaca dan berfikir secara serempak. 4) Membaca menghubungkan lambang tulis dengan ide dan rujukan yang ada dibelakang lambang huruf. 5) Membaca yang bermuara pada pemahaman (membaca berarti memahami)

2.1.2 Pengertian Membaca Membaca tidak hanya sekedar membunyikan lambang-lambang bunyi bahasa yang tertulis, tetapi membaca merupakan aktivitas yang komplek dengan 4

mengarahkan pada sejumlah besar tindakan yang terpisah-pisah (Soedarso,1996 : 4). Selanjutnya Tarigan (1994 : 7) mengatakan bahwa membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis. Kemampuan membaca yang dilatar belakangi oleh pengalaman dan ketrampilan-ketrampilan pembaca yang diperoleh dari pengalaman membaca sebelumnya. Dari segi linguistik, membaca adalah suatu proses penyendian kembali dan pembacaan sendi . Membaca sendi (decoding) adalah

menghubungkan kata-kata tulis dengan makna bahasa lisan yang mencakup pengubahan tulisan/cetakan menjadi bunyi yang bermakna (Anderson dalam Tarogan 1994 : 7). Selanjutnya Anderson dalam Tarigan (1994 : 7) mengatakan bahwa membaca sebagai suatu penafsiran atau intrerprestasi terhadap ujaran yang berbeda dalam bentuk tulisan adalah suatu proses pembacaan sendi (decoding process). Membaca merupakan salah satu metode yang dipergunakan untuk berkomunikasi dengan diri sendiri atau dengan orang lain. Waktu membaca , kita mengkomunikasikan makna yang terkandung atau tersirat pada lambang-lambang tertulis tersebu. Ada pula pendapat bahwa membaca adalah suatu kemampuan untuk melihat lambang-lambang tertulis serta mengubah lambang-lambang tertulis tersebut melalui Ponik (Phonics = suatu metode pengajaran membaca, ucapan ejaan berdasarkan interprestasi ponetik terhadap ejaan biasa)

menjadi/menuju lisan. Membaca dapat pula dianggap sebagai suatu proses untuk

memahami yang tersirat dalam yang tersurat, melihat pikiran yang terkandung di dalam kata-kata yang tertulis (Anderson dalam Tarigan, 1994 : 8). Tampubalon (1987 : 6) mengatakan karena bahasa tulisan mengandung ide-ide atau pikiran-pikiran, maka dalam memahami bahasa tulisan dengan membaca, proses-proses kognitif (penalaranlah), terutama yang bekerja. Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa membaca adalah suatu cara untuk membina daya nalar. Sedangkan Tarigan (1994 : 9) berpendapat bahwa tujuan utama membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan.

2.1.3. Jenis-jenis Membaca Menurut Prastiti (2007:20) dalam paparan kuliah membaca I, berdasarkan tujuan atau maksudnya membaca dibagi menjadi beberapa jenis antara lain; membaca intensif, membaca teknik, membaca cepat, membaca kritis, membaca indah, membaca untuk keperluan praktis, dan membaca untuk keperluan studi. 1) Membaca Intensif/membaca pemahaman Membaca jenis ini sering juga disebut membaca pemahaman yang sangat memerlukan kecermatan dan ketajaman berpikir. Membaca intensif merupakan kunci memperoleh ilmu pengetahuan. Membaca intensif adalah perbuatan membaca yang dilakukan dengan hati-hati dan teliti, membaca jenis ini sangat diperlukan jika ingin mendalami suatu ilmu secara detail, ingin mengetahui isi suatu materi, bahan- bahan yang sukar dan lain-lain.

2) Membaca Teknik Membaca teknik adalah salah satu jenis membaca yang menitik beratkan pada pelafalan kata-kata baku, melagukan kalimat dengan benar, pemenggalan kelompok kata dan kalimat dengan tepat, menyesuaikan nada, irama, dan tekanan, kelancaran dan kewajaran membaca serta jauh dari ketersendatan, kesalahan ucap, cacat baca lain.Membaca teknik dilaksanakan dengan bersuara. Oleh karena itu, membaca jenis ini memiliki manfaat ganda baik pembaca maupun orang lain. 3) Membaca Cepat Membaca jenis ini dilakukan jika pembaca ingin memperoleh gagasan pokok wacana dalam waktu relatif singkat mendapat hasil bacaan yang banyak. Dua faktor yang tidak dapat diabaikan pada pembaca jenis ini adalah kecepatan dan ketepatan. Hal-hal yang dapat menghambat cara membaca cepat harus dihindari seperti; regresi, vokalisasi, membaca kata demi kata, kalimat demi kalimat dan lain- lain. 4) Membaca Kritis Membaca kritis adalah salah satu jenis membaca yang bertujuan untuk mengetahui fakta-fakta dalam bacaan, kamudian menganalisnya.

Membaca jenis ini dilakukan secara bijak, mendalam, evaluatif, dan analisis sebagai kunci mambaca jenis ini. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa membaca kritis tidak hanya sekedar fakta yang tersurat, tetapi juga tersirat menemukan alasan mengapa penulis maenyatakan hal tersebut. Membaca kritis memerlukan berbagai

keterampilan, meliputi mencari isi

wacana, menganalisis dan yang

terakhir menilai gagasan yang terdapat dalam bacaan. 5) Membaca Indah Pada hakikatnya membaca indah merupakan usaha menghidupkan dan untuk mengkomunikasikan suatu bahan bacaan yang mempunyai nilai sastra dengan mengutamakan segi keindahan dalam penyampainnya. 6) Membaca untuk keperluan praktis Merupakan jenis membaca yang tidak dapat ditinggalkan adanya keperluan dalam praktik hidup sehari hari. 7) Membaca untuk keperluan studi Membaca jenis ini menitikberatkan gagasan pokok, ilmu pengetahuan dengan tingkat kecepatan sesuai dengan tingkat kesukaran bahan untuk kepekaan pembaca.

2.1.4 Aspek-Aspek Membaca Membaca membutuhkan penggabungan berbagai ketrampilan yang bersifat mekanis (mechanical skill) yang dapat dianggap pada urutan yang paling rendah (lower order). Dan bersifat pemahaman (comprehension skill) yang dapat dianggap berapa urutan yang paling tinggi .Tarigan(1994:11) Berdasarkan aspek-aspek di atas , maka kegiatan membaca dapat dikatakan berhasil apabila mencakup indikator-indikator membaca.

2.1.5. Kemampuan Membaca Pemahaman Selama kita melakukan kegiatan membaca , maka dibutuhkan kemampuan membaca dengan baik. Tampubolon (1987 : 7) mengatakan bahwa kemampuan membaca adalah kecepatan membaca dan pemahaman isi keseluruhan. Kecepatan membaca adalah kemampuan siswa (orang) dalam membaca. Nurhadi (1987 : 14 15) mengatakan bahwa hakekat membaca adalah kemampuan proses yang komplek dan rumit, yang mengkondisikan bahwa kemampuan membaca itu adalah kemampuan yang spesifik. Latar belakang faktor kemampuan internal dan faktor eksternal seseorang menyebabkan setiap orang mempunyai kemampuan membaca yang berbeda dengan orang lain.

2.1.6. Cara Menentukan Kemampuan Membaca Pemahaman Selanjutnya Soedarso (1996 : 15) mengatakan bahwa hasil perhitungan tersebut kemudian diteruskan dengan mengecek pemahaman anda dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan bacaan yang sudah disiapkan sebelumnya. Untuk menghitung kecepatan membaca, Nurhadi (1987 : 41) memberikan batasan sebagai berikut : (1) hitung berapa waktu anda perlukan (dalam detik), (2) hitung jumlah kata dalam teks yang dibaca, (3) kalikan junlah kata dengan bilangan 60, dan (4) bagi hasil perkalian tersebut dengan jumlah waktu yang anda perlukan untuk membaca. Tampubolon (1987 : 11) mengatakan bahwa kemampuan membaca ialah kecepatan membaca dan pemahaman isi bacaan.

2.2. Hipotesis Tindakan Berdasarkan hal di atas, hipotesis dalam penelitian ini adalah pertanyaan isi bacaan dapat meningkatkan kemampuan, membaca pada siswa kelas V SD Negeri Bangkuyung 2 Kecamatan Cikedal Kabupaten Pandeglang Tahun Pelajaran 2010/2011.

10

BAB III METODE PENELITIAN

3.1. Rancangan Penelitian Penelitian ini terdiri dari 2 siklus / tindakan yaitu (1) Siklus I dan (2) Siklus II

3.2. Subjek Penelitian Populasi penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Bangkuyung 2 Kecamatan Cikedal Kabupaten Pandeglang Tahun Pelajaran 2010/2011

3.3. Teknik Pengumpulan Data Tes yang digunakan adalah tes kemampuan membaca, sebelum mendapatkan perlakuan dengan menggunakan pertanyaan isi bacaan dan tes kemampuan membaca setelah mendapatkan perlakuan dengan menggunakan pertanyaan isi bacaan yang intensif. Untuk mendapatkan data tersebut maka tes dilakukan kepada siswa sebanyak dua kali. Tes yang pertama adalah tes kemampuan membaca, sebelum siswa mendapatkan perlakuan dengan menggunakan pertanyaan isi bacaan, dan tes ke dua setalah menggunakan pertanyaan isi bacaan . Perlakuan tersebut tidak hanya dilakukan satu kali atau dua kali saja, tetapi bisa dilakukan beberapa kali . Setiap perlakuan di evaluasi tentang kesulitan dan

11

hambatannya, sampai pada pencapaian yang dianggap oleh peneliti siswa sapat memahami langkah-langkah penggunaan pertanyaan isi bacaan dalam membaca.

3.4. Prosedur Penelitian Tindakan 1 Rencana penelitian tahap 1 Kegiatan yang dilakukan pada tahap 1 meliputi; (a) observasi (b) perencanaan dan tindakan a. Pengamatan (observasi) Pengamatan atau observasi dilakukan untuk mengetahui keberadaan awal siswa sebelum kemampuan siswa b. Perencanaan Hasil observasi tersebut dapat dijadikan untuk menyusun rencana penelitian tindakan kelas yang meliputi kegiatan : 1) Menyusun satuan pembelajaran dan rencana pembelajaran yang sesuai 2) Menyusun instrumen penelitian 3) Melakukan kegiatan pre-tes sebagai tindakan awal untuk mengetahui kemampuan awal siswa. 4) Menyusun rencana perlakuan dalam proses pembelajaran. c. Tindakan 1) Melakukan perbaikan rencana pembelajaran untuk melakukan perlakuan dalam proses penelitian. dilakukan pre tes. Dari hasil observasi tersebut diketahui

12

2) Melakukan evaluasi hasil pre-tes sebelum dilakukan treament untuk mendapatkan data hasil penelitian.

2 Rancangan penelitian tahap 2 Kegiatan yang dilakukan pada tahap 2 meliputi; (a) perencanaan (b) tindakan a. Perencanaan 1) melakukan proses pembelajaran yang sekaligus merupakan perlakuan (treatment) penelitian. 2) Melakukan pengamatan kegiatan perlakuan secara intensif dan berulang-ulang sampai dengan tingkat pemahaman siswa yang utuh. b. Tindakan Melakukan evaluasi dari hasil perlakuan (treatment) yang merupakan pengambilan data penelitian. Melakukan pengolahan hasil pengambilan data penelitian.

3 Tahap Pelaksanaan Penelitian ini merupakan penelitian tindakan yang akan dilaksanakan berdasar tahapan-tahapan sebagai berikut : (1) Melakukan penerapan metode membaca dengan pertanyaan isi bacaan dan pengaruhnya terhadap kemampuan membaca siswa.

13

(2) Mengidentifikasi faktor-faktor penggunaan metode membaca dengan teknik pemahaman isi bacaan yang berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan membaca siswa (3) Merumuskan perencanaan tindakan (4) Implementasi rencana tindakan (5) Mendiagnosis kelemahan dan kekurangan pada implementasi pertama (6) Mengadakan perbaikan rumusan perencanaan tindakan (7) Implementasi ulang (8) Demikian seterusnya hingga dicapai hasil yang diharapkan.

3.5. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian ini menggunakan tes dan non tes. 3.5.1. Instrumen tes Tes yang dimaksud adalah tes tertulis. Tes tertulis ini dibuat berdasarkan aspek penilaian membaca pemahaman pertanyaan isi bacaan yang meliputi

pemahaman isi bacaan. Pada aspek pemahaman isi bacaan diwujudkan dalam bentuk soal pilihan ganda yang terdiri dari 10 soal. Setiap satu soal pilihan ganda mempunyai bobot 10 jika jawaban benar dan 0 jika jawaban salah. Jadi jika seluruh soal pilihan ganda dijawab dengan benar, maka bobotnya adalah 100. Nilai keseluruhan dari tes tertulis ini adalah jumlah skor soal pilihan ganda. Setelah itu diketahui tingkat pemahaman isi bacaan dalam tabel berikut.

14

Tabel 1. Kriteria Penilaian Tes Depdikbud dalam Triane (2006:50).

3.5.2. Instrumen Nontes Instrumen nontes sebagai pendukung dalam penelitian ini. Data ini

bersifat abstrak karena yang didata adalah perubahan perilaku siswa dan kesulitan yang dialami guru. Instrumen non tes yang digunakan berbentuk jurnal observasi, angket dan wawancara. Jurnal merupakan panduan untuk mengamati seluruh proses pembelajaran. Sedangkan observasi adalah kegiatan pemusatan penelitian terhadap sesuatu dengan menggunakan seluruh indera, (Arikunto 2002 :133). Jadi jurnal observasi ini digunakan sebagai penunjang dalam melaksanakan penelitian dan untuk memperoleh keterangan tentang keberhasilan pembelajaran membaca pemahaman bacaan dengan pertanyaan isi bacaan Pedoman jurnal observasi memuat jenis tingkah laku baik siswa maupun guru selama proses pembelajaran membaca pemahaman bacaan dengan pertanyaan isi bacaan. Jurnal obeservasi yang ditujukan pada siswa dilaksanakan pada dua bagian, jurnal siswa individu dan jurnal siswa secara keseluruhan. Halis ini dilakukukan agar pemerolehan data mengenai perilaku siswa lebih valid. Sedangkan untuk junal guru digunakan sebagai acuan untuk memperbaiki pembelajaran siklus II. Instrumen nontes yang kedua adalah angket dan 15

wawancara, angket merupakan sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden (Arikunto 2006:151). Sedangkan

wawancara atau kuesioner lisan adalah suatu bentuk metode tanya jawab yang dilakukan oleh peneliti kepada subjek penelitian, untuk memperoleh suatu informasi. Angket yang berjumlah 10 item pertanyaan diberikan kepada siswa dan 5 item pertanyaan wawancara ditujukan kepada guru.

BAB IV
16

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian Pada hasil penelitian ini akan dijabarkan mengenai hasil penelitian yang telah dilakukan pada tanggal 2 dan 9 Desember 2010. Penelitian yang telah dilakukan tidak memakai tes prasiklus. Nilai yang dipakai sebagai acuan adalah nilai yang diperoleh peneliti dari guru kelas pada saat mengadakan observasi awal.

4.1.1 Kondisi Awal Data mengenai kondisi awal didapatkan dari obervasi awal yang dilakukan peneliti pada bulan November 2010. Nilai rata-rata kelas yang didapat dari guru pada hasil pembelajaran membaca pemahaman adalah 61,11. Nilai tersebut didapat dari pembelajaran membaca pemahaman dengan media bacaan bertema lingkungan dengan metode membaca bergantian. Yaitu metode membaca secara bergantian dari siswa yang satu ke siswa yang lain, setelah itu mencari dan mengartikan kata-kata sukar, diberi soal yang berkaitan dengan bacaan sebanyak 10 butir soal yang terdiri soal pilihan ganda dengan bobot tiap soal 10 jadi jika seluruh jawaban benar maka nilai akhirnya adalah 100. Hasil nilai kondisi awal bisa dilihat di tabel 2.

Tabel 2. Tabel nilai kondisi awal 17

No 1 2 3 4

Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Jumlah

Rentang Nilai 85-100 70-84 55-69 0-54

Frekuensi 0 3 5 1 9

Bobot Nilai 0 220 280 50 550

% 0 33,3 55,6 11,1 100

Rata-rata 550/9=

61,11
Berkategori

Cukup
Berdasarkan tabel 1 Setelah tes dilakukan pada kondisi awal diperoleh nilai yang berkriteria kurang mencapai 11,1 %, berkriteria cukup mencapai 55,6 % dan yang berkriteria baik hanya 33,3 %. Dengan rincian 6 siswa belum mengalami ketuntasan dan 3 siswa telah melewati batas ketuntasan, karena SKBM (Standar Ketuntasan Belajar Mengajar) yang dipakai guru adalah 70, jadi nilai telah mencapai ketuntasan, sedangkan nilai < 70 belum mencapai batas ketuntasan. Menurut guru kelas, anggapan siswa bahwa pelajaran bahasa indonesia yang sulit dan membosankan telah memberikan ketakutan terendiri bagi siswa, sehingga memberi dampak negatif pada proses pembelajarannya, seperti cepat merasa jenuh, tidak memperhatikan guru, berbicara sendiri bahkan ada yang mengganggu teman disampingnya.

4.1.2. Siklus 1 Pelaksanaan tahap ini dilakukan melalui dialog dengan guru maupun rekan PPL. Kegiatan yang dilakukan meliputi : mengamati cara membaca siswa, 18

memberikan bantuan kepada siswa untuk lebih lancar dalam membaca dengan cara memberikan contoh kepada siswa cara membaca yang benar. 4.1.2.1. Hasil Tes Siklus 1 Tes siklus I dilaksanakan pada 9 siswa yang terdiri dari 3 siswa dan 6 siswi. Nilai rata-rata kelas yang diperoleh adalah 66,67. Berasal dari hasil tes siklus I dengan jumlah soal 10 butir yang memiliki bobot 10 pada tiap butirnya. Hasilnya terdiri dari tiga kelas interval yang berkriteria cukup, baik dan sempurna. Kriteria cukup ada 55,6 %, berkriteria baik ada 33,3 % dan berkriteria sempurna ada 11,1 %. SKBM (Standar Ketuntasan Belajar Mengajar) yang dipakai guru adalah 70, sedangkan nilai < 70 belum mencapai batas ketuntasan. Jadi persen ketuntasan yang diperoleh adalah 44,4% dengan rincian 4 siswa mengalami ketuntasan dan 5 siswa yang masih dibawah standar ketuntasan. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 3. Tabel nilai Siklus 1 No 1 2 3 4 Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Jumlah Rentang Nilai 85-100 70-84 55-69 0-54 Frekuensi 1 3 5 0 9 Bobot Nilai 90 220 290 0 600 % 11,1 33,3 55,6 0 100 Rata-rata 600/9=

66,67
Berkategori

Cukup
4.1.2.2. Hasil Non Tes Siklus I Hasil non tes yang didapat dari jurnal observasi adalah sebagai berikut. a. Jurnal Observasi Siswa Pengambilan data melalui jurnal observasi ini bertujuan untuk mengetahui perilaku siswa selama proses pembelajaran. Peneliti membuat dua jurnal observasi 19

untuk siswa baik secara individu maupun keseluruhan. Perilaku yang diamati untuk jurnal individu seperti malas-malasan di meja, berbicara sendiri, terlihat mengantuk, mengganggu teman, dan memperhatikan dengan baik. Sedangkan jurnal observasi keseluruhan meliputi tanggapan awal siswa, perhatian siswa terhadap materi yang disampaikan, keadaan siswa saat mengerjakan soal, tanggapan siswa terhadap seluruh proses pembelajaran. Berikut tabel jurnal observasi siswa secara individu. Tabel 4. Perilaku masing-masing siswa siklus I No 1 2 3 4 5 Perilaku Malas-malasan di meja Berbicara sendiri Terlihat mengantuk Mengganggu teman Memperhatikan dengan baik Jumlah Frekuensi 0 1 2 1 5 9 % 0 11,1 22,2 11,1 55,6 100

Pada tabel 4 dapat diketahui siswa yang berbicara sendiri sebanyak 1 siswa atau sebesar 11,1%, siswa yang mengantuk sebanyak 2 siswa atau sebanyak 22,2 %, siswa yang mengganggu teman sebanyak 1 siswa atau sebesar11,1%, sedangkan siswa yang benar-benar memperhatikan dengan seksama sebanyak 5 siswa atau sebesar 55,6 %.

4.1.2.3 Refleksi Siklus 1 Setelah pembelajaran membaca berakhir peneliti membahas pelaksanaan pembelajaran. Dari hasil evaluasi diperoleh kesimpulan bahwa pada dasarnya

20

masih ada kekurangan yang perlu disempurnakan agar dalam pembelajaran berikutnya berhasil dengan baik. Kekurangan tersebut antara lain : a. Masih ada siswa yang kurang jelas dan melakukan tindakan bertanya kepada teman sehingga suasana kelas menjadi tidak tenang. b. Masih ada siswa yang cara membacanya belum sesuai dengan penjelasan guru. c. Ada siswa yang belum mengerti cara mencari pokok pikiran dari bacaan.

4.1.3 Siklus II Pembelajaran pada pertemuan ke-2 siswa disuruh membaca kemudian guru memberikan tugas untuk mencari pokok pikiran yang terdapat dalam bacaan. Guru mengamati dan mencatat kegiatan pembelajaran pada siswa. Setelah waktu yang ditentukan habis siswa dipersilahkan mengumpulkan hasil pekerjaan dan guru memberi pembahasan atas kegiatan pembelajaran. Pembelajaran pada pertemuan ke-3 siswa disuruh membaca kemudian guru memberikan tugas untuk mengajukan pertanyaan dari bacaan. Guru mengamati dan mencatat kegiatan pembelajaran pada siswa. Setelah waktu yang ditentukan habis siswa dipersilahkan mengumpulkan hasil pekerjaan dan guru memberi pembahasan atas kegiatan pembelajaran. Pembelajaran pada pertemuan terakhir siswa disuruh membaca kemudian guru memberikan tugas untuk mencari pokok pikiran, menceritakan kembali dan mengajukan pertanyaan dari bacaan. Guru mengamati dan mencatat kegiatan pembelajaran pada siswa. Setelah waktu yang ditentukan habis siswa

21

dipersilahkan mengumpulkan hasil pekerjaan dan guru memberi pembahasan atas kegiatan pembelajaran.

4.1.3.1. Hasil Tes Siklus 2 Tes siklus 2 dilaksanakan pada 9 siswa yang terdiri dari 3 siswa dan 6 siswi. Nilai rata-rata kelas yang diperoleh adalah77,77. Berasal dari hasil tes siklus 2 dengan jumlah soal 10 butir yang memiliki bobot 10 pada tiap butirnya. Hasilnya terdiri dari tiga kelas interval yang berkriteria cukup, baik dan sempurna. Kriteria cukup ada 22,2 %, berkriteria baik ada 44,5 % dan berkriteria sempurna ada 33,3 %. SKBM (Standar Ketuntasan Belajar Mengajar) yang dipakai guru adalah 70, sedangkan nilai < 70 belum mencapai batas ketuntasan. Jadi persen ketuntasan yang diperoleh adalah 77,7% dengan rincian 7 siswa mengalami ketuntasan dan 2 siswa yang masih dibawah standar ketuntasan. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 5. Tabel nilai Siklus 2 No 1 2 3 4 Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Jumlah Rentang Nilai 85-100 70-84 55-69 0-54 Frekuensi 3 4 2 0 9 Bobot Nilai 270 310 120 0 700 % 33,3 44,5 22,2 0 100 Rata-rata 700/9=

77,77
Berkategori

Baik
4.1.3.2. Hasil Non Tes Siklus 2 Hasil non tes yang didapat dari jurnal observasi adalah sebagai berikut. a. Jurnal Observasi Siswa 22

Pengambilan data melalui jurnal observasi ini bertujuan untuk mengetahui perilaku siswa selama proses pembelajaran. Peneliti membuat dua jurnal observasi untuk siswa baik secara individu maupun keseluruhan. Perilaku yang diamati untuk jurnal individu seperti malas-malasan di meja, berbicara sendiri, terlihat mengantuk, mengganggu teman, dan memperhatikan dengan baik. Sedangkan jurnal observasi keseluruhan meliputi tanggapan awal siswa, perhatian siswa terhadap materi yang disampaikan, keadaan siswa saat mengerjakan soal, tanggapan siswa terhadap seluruh proses pembelajaran. Berikut tabel jurnal observasi siswa secara individu.

Tabel 6. Perilaku masing-masing siswa siklus 2 No 1 2 3 4 5 Perilaku Malas-malasan di meja Berbicara sendiri Terlihat mengantuk Mengganggu teman Memperhatikan dengan baik Jumlah Frekuensi 0 0 1 1 7 9 % 0 0 11,1 11,1 77,8 100

Pada tabel 6 dapat diketahui perilaku siswa yang negatif pada siklus 2 mengalami penurunan. siswa yang berbicara sendiri pada siklus 1 sebanyak 1 siswa atau sebesar 11,1% berkurang menjadi 0% pada siklus 2, siswa yang mengantuk pada siklus 1 sebanyak 2 siswa atau sebanyak 22,2 % berkurang menajdi 1 orang atau 11,1% pada pada silus 2 , siswa yang mengganggu teman sebanyak 1 orang atau 11,1 % sama seperti siklus 1, sedangkan siswa yang benar23

benar memperhatikan dengan seksama sebanyak 7 siswa atau sebesar 77,8 % mengalami peningkatan dari siklus 1.

4.1.3.3 Refleksi Siklus II Pembelajaran membaca melelaui pemberian tugas setelah dilaksanakan khususnya mencari pokok pikiran, menceritakan kembali, dan mengajukan pertanyaan dari bacaan. Untuk pertemuan pertama masih ada kekurangan yang masih disempurnakan baik dalam cara membaca maupun hasil kerja siswa. Sedangkan pada pertemuan ke-2 dan seterusnya peneliti sudah tidak ada masalah begitupun siswa dalam pembelajaran membaca sudah meningkat dan tidak ada masalah. Baik aspek kegiatan proses ketepatan, kecepatan dan ketelitian sudah baik dari ketujuh siswa yang diteliti. Berdasarkan hasil refelksi yang dilakukan peneliti disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran pada tahap II sudah mencapai hasil seperti yang

diharapkan. Nilai rata-rata Kelas telah meningkat menjadi 77,77. Hal ini menunjukkan ketuntasan belajar kelas.namun siswa yang belum tuntas ada 2 orang karena nilainya < 70.

4.2. Pembahasan Pelaksanaan penelitian ini tujuan utamanya adalah meningkatkan

kemampuan membaca dengan pertanyaan isi bacaan pada siswa kelas V SDN Bangkuyung 2 Kecamatan Cikedal Kabupaten Pandeglang tahun pelajaran

24

2010/2011. Berdasarkan analisis hasil membaca siswa pada studi awal terungkap bahwa hasil membaca siswa masih kurang. Berdasarkan hasil tersebut peneliti merumuskan alternatif tindakan yang dapat dilakukan dalam mengatasi masalah yang ditemukan, yaitu : menyusun rencana pembelajaran dengan memperhatikan (1) tema pembelajaran dan sub tema pembelajaran, (2) langkah-langkah kegiatan pembelajaran, (3) evaluasi dan tindak lanjut. Berdasarkan hasil pengamatan dan hasil analisis refleksi penelitian, diketahui siswa dapat membaca dengan baik menggunakan pertanyaan isi bacaan. Dengan demikian pembelajaran ini dapat memenuhi tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas V.

4.2.1. Rekapitulasi Peningkatan Keterampilan Membaca Tahap awal, Siklus I, dan Siklus II. Hasil rekapitulasi peningkatan keterampilan membaca pemahaman bacaan siklus I dan siklus II di kelas V SDN Bangkuyung 2 Kecamatan Cikedal Kabupaten Pandeglang tahun pelajaran 2010/2011 Tabel 7. Hasil Rekapitulasi No 1 2 Awal 61,11 Awal 33,33 Nilai rata-rata Siklus 1 Siklus 2 66,67 77,77 Ketuntasan Siklus1 Siklus 1 44,44 77,77 Awal-SK1 5,56 Awal-SK1 11,11 Peningkatan SK1-SK2 Awal-SK2 11,1 16,66 Peningkatan SK1-SK2 Awal-SK2 33,33 44,44

25

Berikut di bawah ini adalah kurva hasil penelitian mulai dari tingkatan observasi awal, siklus I dan siklus II. Gambar 1. Kurva Hasil Rekapitulasi Nilai rata rata

Nilai Rata-Rata
100 80 60 40 20 0 61.11 Awal 66.67 Siklus 1 Nilai Rata-Rata Kelas

77.77 Siklus 2

Gambar 2. Kurva Ketuntasan Belajar

26

K etuntasan
100 80 60 40 20 0 33.33 Awal 44.44 Siklus 1 Ketuntasan

77.77 Siklus 2

Berdasarkan hasil rekapitulasi di atas, dapat dilihat keterampilan membaca pemahaman siklus I mengalami peningkatan dari rata-rata 61,11 menjadi 66,67 atau mengalami peningkatan sebesar 5,56. Pada siklus II keterampilan membaca pemahaman juga meningkat sebesar 11,1 dari siklus I. Sedangkan ketuntasannya juga mengalami peningkatan, dapat dilihat di atas ketuntasan pada siklus I mengalami peningkatan dari 33,33% menjadi 44,44% atau mengalami peningkatan sebesar 11,11%. Pada siklus II ketuntasan juga mengalami peningkatan menjadi 77,77% atau sebesar 33,33% dari siklus I. Dari keseluruhan dapat disimpulkan bahwa nilai keterampilan membaca pemahaman setelah menggunakan pertanyaan isi bacaan mengalami peningkatan, baik pada rata-rata nilai maupun persen ketuntasannya. Pada siklus I nilai keterampilan membaca pemahaman meningkat dari rata-rata 61,11 menjadi 66,67 atau mengalami peningkatan sebesar 5,56. Pada siklus II keterampilan membaca 27 menjadi 77,77 atau mengalami peningkatan

pemahaman juga meningkat menjadi 77,77 atau mengalami peningkatan sebesar 11,1 dari siklus I. Secara keseluruhan peningkatan keterampilan membaca pemahaman sebesar 16,66. Sedangkan pada ketuntasan disimpulkan telah mengalami peningkatan dari 33,3% menjadi 44,4% atau mengalami peningkatan sebesar 11,1%. Pada siklus II ketuntasan juga mengalami peningkatan menjadi 77,8% atau sebesar 33,3% dari siklus I. Dan secara keseluruhan ketuntasan sebesar 44,4%.

4.2.2. Perubahan Perilaku Siswa Peningkatan keterampilan membaca pemahaman juga diikuti perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pelajaran bahasa Indonesia dengan

menggunakan strategi pertanyaan isi bacaan. Sebelum pembelajaran ini dilaksanakan, siswa merasa kurang merespon pembelajaran membaca. Perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran dapat dilihat dari hasil observasi perilaku siswa. Tabel 8. Perubahan Perilaku antar siklus No 1 2 3 4 5 Perilaku Malas-malasan di meja Berbicara sendiri Terlihat mengantuk Mengganggu teman Memperhatikan dengan baik Jumlah Siklus 1 Frekuensi % 0 0 1 11,1 2 22,2 1 11,1 5 55,6 9 100 Siklus 2 Frekuensi 0 0 1 1 7 9 % 0 0 11,1 11,1 77,8 100

28

Pada tabel di atas, perilaku siswa mengalami perubahan menjadi lebih baik. Pada siklus I perilaku siswa yang malas-malasan di meja saat pelajaran sebanyak 0 siswa, dan pada siklus kedua tetap 0 siswa. Pada siklus I siswa yang berbicara sendiri sebanyak 1 siswa namun pada siklus II menurun menjadi 0 siswa. Kemudian pada siklus I siswa yang mengantuk saat pembelajaran sebanyak 2 siswa namun menurun pada siklus II menjadi 1 siswa yang mengantuk. Pada siklus I siswa yang terlihat mengganggu teman saat pembelajaran sebanyak 1 siswa dan pada siklus II masih tetap 1 siswa. Kemudian yang terakhir adalah siswa yang memperhatikan dengan baik, pada siklus I ada sebanyak 5 siswa kemudian mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 7 siswa. Perubahan perilaku siswa kearah positif di atas, menunjukkan strategi pembelajaran mampu mengubah perilaku siswa menjadi lebih baik. Hasil jurnal observasi, dan angket menunjukkan adanya perubahan perilaku siswa, perilaku yang masih negatif yang ditunjukkan siswa pada kondisi awal dan siklus I berubah menjadi lebih baik pada siklus II.

29

BAB V PENUTUP

5.1 Simpulan Berdasarkan pembahasan di atas dapat diambil simpulan bahwa dengan strategi pertanyaan isi bacaan kemampuan membaca pemahaman siswa pada bacaan berbahasa indonesia menjadi meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan melihat adanya peningkatan keterampilan membaca pemahaman siklus I dari rata-rata 60,22 menjadi 64,88 atau mengalami peningkatan sebesar 4,66. Pada siklus II keterampilan membaca pemahaman juga meningkat menjadi 77,77

atau mengalami peningkatan sebesar 12,89 dari siklus I. Secara keseluruhan peningkatan keterampilan membaca pemahaman sebesar 17,55 Ketuntasan disimpulkan telah mengalami peningkatan dari 33,33 % menjadi 44,44 % atau mengalami peningkatan sebesar 11,11%. Pada siklus II ketuntasan juga mengalami peningkatan menjadi 77,77% atau sebesar 33,33% dari siklus I. Dan secara keseluruhan ketuntasan sebesar 44,44%.

30

Pada perubahan perilaku siswa, menunjukkan strategi pertanyaan isi bacaan ini mampu mengubah perilaku siswa menjadi lebih baik. Hasil jurnal observasi, angket dan wawancara menunjukkan adanya perubahan perilaku siswa, perilaku yang masih negatif yang ditunjukkan siswa pada kondisi awal dan siklus I berubah menjadi lebih baik pada siklus II. Perolehan hasil pembelajaran di atas tidak luput dari kerja keras seorang guru kelas yang berperan sebagai motivator dalam kegiatan belajar. Oleh karena itu kesulitan guru dalam penerapan strategi pembelajaran harus segera ditanggulangi agar saat menggunakannya proses pembelajaran lebih maksimal. Informasi yang diperoleh dari evaluasi ini merupakan umpan balik terhadap kegiatan belajar mengajar, yang akan dijadikan sebagai titik tolak untuk

memperbaiki dan meningkatkan proses belajar mengajar selanjutnya.

5.2 Saran Saran-saran yang dapat diberikan berdasar hasil penelitian dalam upaya mengefektifkan pembelajaran membaca sebagai berikut : 1. Kepada siswa perlu ditekankan cara membaca yang benar. 2. Kepada guru-guru SD yang akan meningkatkan ketrampilan membaca pada siswanya pendekatan proses perlu diperhatikan. 3. Kepada Kepala Sekolah Dasar mendorong dan membina kemampuan guru-guru dalam menggunakan pendekatan proses membaca.

31

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekata Praktik. Jakarta : PT. Renika Cipta Nurhadi. 1987. Membaca Cepat dan Efektif. Bandung : Sinar Baru Soedarso. 1996. Sistem Membaca cepat dan Efektif. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Sudjana. 1984. Teknik Analisis Regresi dan Korelasi. Bandung : Tarsito Tampubolon, DP. 1987. Kemampuan Membaca Teknik Membaca Efektif dan Efisien. Bandung : Bandung Angkasa. Tarigan, Henry Guntur. 1994. Membaca : sebagai salah satu ketrampilan berbahasa. Bandung :Angkasa

32

33

Lampiran

Teks Bacaan Siklus 1 Dolphina si Anak Laut

Di tepi pantai, tampak sosok gadis kecil berdiri tenang di atas pasir yang menghampar. Dolphina, nama anak gadis kecil itu, adalah seorang anak nelayan. Dolphina adalah perenang ulung. Ia juga ahli menyelam. Tanpa bantuan apapun, ia sanggup bertahan beberapa lama di dalam air. Pagi ini, saat matahari masih bersembunyi ia sudah berada di tepi pantai. Kali ini laut beralun lembut. Hanya ombak kecil yang memecah di pantai. Tampak begitu tenang. Satu hal yang membuatnya mengerutkan kening, ia melihat banyak ikan terapung mati. Ikan-kan itu dingin dan membeku. Naluri anak laut Dolphina berontak. Tanpa ragu, Dolphina mencebur ke air. Ia berenang menuju beting-beting karang. Dugaan Dolphina tidak keliru. Dari jauh ia melihat sebuah perahu motor tertambat. Tampak tiga orang berdiri di atas karang. Sementara itu, ia mendengar bunyi mesin bergemuruh. Mesin tersebut 34

mengeluarkan hawa dingin yang sangat kuat.Hal ini menyebabkan air laut berubah dingin. Semakin dekat mesin itu, semakin dinginlah air laut. Air laut yang sangat dingin menyebabkan ikan-ikan mati. Ikan-ikan itu tetap baik keadaannya karena mati dalam keadaan beku. Tetapi dengan cara itu, semua ikan dari yang kecil hingga yang besar akan mati. Sebagai anak nelayan Dolphina tahu, ikan-ikan di perairan itu harganya mahal. Tidak mengherankan kalau jadi incaran orang. Biar kubereskan sendiri ! ujar Dolphina sambil mengerutkan kening. Tiba-tiba Dolphina mengeluarkan suitan panjang yang nyaring. Orang yang berada di atas karang saling menatap. Mereka mendengar suitan itu. Akan tetapi, sebelum mereka tahu apa yang terjadi, tiba-tiba udara d atas karang dipenuhi benda-benda hitam yang beterbangan. Serang ! Dolhina berseru. Mendengar seruan itu, benda-benda hitam yang ternyata adalah burung camar, menyerang tiga orang yang berdiri di atas karang itu. Oleh karena tak mampu mengatasi, mereka berteriak-teriak mnta ampun. Dengan garang Dolphina meminta salah seorang dari mereka mematikan mesin pembuat bencana. Sesudah itu, ia menyuruh orang tersebut mengikat dua orang kawannya erat-erat. Mengikat orang ketiga adalah bagian Dolphina. Setelah itu, Dolphina berenang kembali ke pantai. Ia kembali ke karang dengan perahu bersama beberapa orang nelayan.

Lingkarilah huruf a,b c atu d di depan jawaban yang tepat !

35

01. Di tepi pantai, tampak sosok gadis kecil berdiri tenang di atas pasir yang menghambar. Sosok gadis kecil yang dimaksud adalah a. Dolphina c. orang asing b. nelayan d. anak kecil

02. Dugaan Dolphina tidak keliru. Dugaan artinya sama dengan a. pengetahuan c. penglihatan b. perkiraan d. pendapat.

03. Saat matahari masih bersembunyi ia sudah berada di tepi pantai. Maksud kalimat yang digaris bawah adalah a. malam hari c. sore hari b. siang hari d. pagi hari

04. Dolphina adalah a. anak nelayan dan perenang ulung. b. pencari ikan di laut. c. anak perusak pantai d. anak pembuat mesin bencana laut 05. Ikan-ikan di perairan tersebut banyak diincar orang karena a. besar-besar c. harganya mahal b. rasanya tidak asin d. warnanya indah

06. Cara kerja mesin pembuat bencana adalah a. mengeluarkan hawa dingin yang sangat kuat. b. mesinnya mengeluarkan bunyi gemuruh.

36

c. mendinginkan ikan di laut. d. memutar air laut hingga dingin 07. Binatang yang datang membantu Dolphina dalah a. ikan lumba-lumba c. burung beo b. burung camar d. ikan hiu

08. Pokok pikiran paragraf 1 adalah a. Dolphina berdiri di tepi pantai pada saat matahari masih bersembunyi. b. Dolphina mengerutkan kening karena ikan-ikan mati. c. Dolphina adalah anak nelayan yang pandai berenang dan menyelam d. Ombak kecil memecah pantai 09. Gambaran orang-orang yang merusak kehidupan laut terdapat dalam paragraf a. 4 b. 3 c. 2 d. 1

10. Pesan yang dapat kita ambil dari bacaan itu adalah a. Laut adalah kekayaan alam yang indah. b. Tanpa laut manusia tidak akan hidup. c. Kita harus menjaga laut dan mahluk yang hidup di dalamnya. d. Ikan-ikan laut bermanfaat bagi hidup kita.

37

Lampiran

Teks Bacaan Siklus 2 Penyakit Kolera

Masyarakat di Desa Anjungan sedang diserang wabah penyakit kolera. Orang tua maupun anak-anak banyak yang harus dirawat di rumah sakit. Penyakit ini mewabah, karena perilaku masyarakat yang tidak menjaga kebersihan. Masyarakat menggunakan air sungai yang kotor untuk mandi, mencuci, memasak, bahkan untuk air minum tanpa dimasak terlebih dahulu. Kuman-kuman penyakit yang terdapat dalam air masih bebas hidup dan bersarang di tubuh manusia. Akibatnya banyak masyarakat yang mengeluh sakit perut, buang air besar terus menerus. Untuk itulah sangat penting menjaga kebersihan baik kebersihan lingkungan maupun kebersihan diri sendiri. Jika telah terbiasa hidup bersih, kesehatan kita pun akan tetap terjaga sehingga kita tidak akan mudak terserang penyakit.

38

Lingkarilah huruf a,b c atu d di depan jawaban yang tepat ! 1. Yang sedang diserang penyakit kolera adalah .. a. Masyarakat se-Indonesia b. Masyarakat desa Anjungan c. Masyarakat se-dunia d. Orang tua di desa Anjungan 2. Penyakit kolera adalah .. a. Penyakit buang air besar terus menerus b. Penyakit buang air kecil terus menerus c. Penyakit cacar air d. Penyakit demam berdarah 3. Masyarakat terserang penyakit kolera karena .. a. Selalu bersih b. Kurang gizi c. Tidak menjaga kebersihan d. Menular dari desa sebelah 4. Sebelum diminum air harus .. a. Disaring b. Didiamkan c. Dibuat untuk mencuci 39

d. Dimasak 5. . pangkal kesehatan. a. rajin b. bersih c. kotor d. jorok 6. Apa akibat air minum yang tidak dimasak terlebih dahulu? a. Kuman masih bersarang di air itu b. Kuman mati c. Sehat d. Menambah vitamin 7. Air sungai di desa Anjungan dipakai untuk a. Mandi b. Mencuci baju c. Memasak d. Semua benar 8. Siapa yang dirawat di rumah sakit? a. Pak Lurah b. Orang tua dan anak-anak desa Anjungan c. Murid sekolah dasar d. Para petani 9. Apa yang harus kita jaga agar kita tidak sakit? a. Kebersihan lingkungan dan sendiri b. Kebersihan balai desa c. Kebersihan sungai d. Kebersihan sekolah 10. Apa akibat apabila kita menjaga kebersihan? a. Mudah terserang penyakit

40

b. Tidak ada namun terlihat bersih oleh tetangga c. Tidak mudah sakit d. Kuman bersarang di tubuh kita

Lampiran DAFTAR NAMA SISWA KELAS V SDN BANGKUYUNG 2 TAHUN PELAJARAN 2010/2011 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 NISN 0000995583 9991536809 0000995585 9981572387 0000995586 0000995588 9991536810 9991536810 9991536812 Nama Siswa Anton Wijaya Nurlaela Firman Maulana Heriyana Haerudin Mashinta Septiawati Mia Amalia Rohani Saeful Bahri L/P L P L L L P P L P Alamat Kp.Talum Kp.Talum Kp.Jami Kp.Bumi Asih Kp.Bumi Asih Kp.Jami Kp.Talum Kp.Talum Kp.Bumi Asih

Lampiran 41

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus 1

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi :

: SD Negeri Bangkuyung 2 : Bahasa Indonesia : V/1 : 4 X 35 menit

Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman. Kompetensi Dasar : Menulis karangan berdasarkan pengalaman dengan memerhatikan pilihan kata dan penggunaan ejaan. Indikator : Mampu 1. menemukan butir-butir pokok karangan; 2. memahami isi karangan; 3. menyusun kerangka karangan berdasarkan suatu karangan.

I. Tujuan Pembelajaran Setelah pembelajaran ini, siswa mampu - menulis butir-butir pokok karangan; - mengembangkan butir-butir pokok karangan yang padu. 42

II. Materi Ajar - Karangan

III. Metode pembelajaran. - Contoh - Tanya jawab - Latihan - Penugasan - Inkuiri

IV. Langkah-Langkah Pembelajaran A. Kegiatan Awal a) Menjelaskan tujuan pembelajaran dan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki siswa setelah pembelajaran usai. b) Bertanya jawab tentang langkah-langkah menulis karangan.

B. Kegiatan Inti a) Siswa membaca contoh karangan. b) Siswa dan guru bertanya jawab tentang isi karangan. c) Guru membimbing siswa menyusun kerangka karangan berdasarkan karangan ang sudah ada. d) Mengerjakan latihan sesuai instruksi pada buku siswa.

43

e) Membuat kreasi. f) Mempelajari kamus mini.

C. Kegiatan Akhir a) Siswa dan guru melakukan refleksi pada kegiatan pembelajaran yang telah ilalui. b) Guru dan siswa membuat kesimpulan.

V. Sumber/Bahan/Alat Contoh karangan. Buku Pelajaran Bahasa Indonesia Departemen pendidikan nasional. 2002. Kamus Besar Bahasa indonesia. akarta: Balai Pustaka. VI. Penilaian Bentuk tes : Lisan dan tertulis Cikedal, November 2010 Peneliti

Eri Marliana NIP.195912231979

Lampiran

44

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus 2

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Standar Kompetensi :

: SD Negeri Bangkuyung 2 : Bahasa Indonesia : V/1 : 4 X 35 menit

Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman. Kompetensi Dasar : Menulis karangan berdasarkan pengalaman dengan memerhatikan pilihan kata dan penggunaan ejaan. Indikator : Mampu 1. menemukan butir-butir pokok karangan; 2. memahami isi karangan; 3. menyusun kerangka karangan berdasarkan suatu karangan.

I. Tujuan Pembelajaran Setelah pembelajaran ini, siswa mampu - menulis butir-butir pokok karangan; - mengembangkan butir-butir pokok karangan yang padu. 45

II. Materi Ajar - Karangan

III. Metode pembelajaran. - Contoh - Tanya jawab - Latihan - Penugasan - Inkuiri

IV. Langkah-Langkah Pembelajaran A. Kegiatan Awal c) Menjelaskan tujuan pembelajaran dan kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki siswa setelah pembelajaran usai. d) Bertanya jawab tentang langkah-langkah menulis karangan.

B. Kegiatan Inti g) Siswa membaca contoh karangan. h) Siswa dan guru bertanya jawab tentang isi karangan. i) Guru membimbing siswa menyusun kerangka karangan berdasarkan karangan ang sudah ada. j) Mengerjakan latihan sesuai instruksi pada buku siswa.

46

k) Membuat kreasi. l) Mempelajari kamus mini.

C. Kegiatan Akhir c) Siswa dan guru melakukan refleksi pada kegiatan pembelajaran yang telah ilalui. d) Guru dan siswa membuat kesimpulan.

V. Sumber/Bahan/Alat Contoh karangan. Buku Pelajaran Bahasa Indonesia Departemen pendidikan nasional. 2002. Kamus Besar Bahasa indonesia. akarta: Balai Pustaka. VI. Penilaian Bentuk tes : Lisan dan tertulis Cikedal, November 2010 Peneliti

Eri Marliana NIP.195912231979

47

Anda mungkin juga menyukai