Anda di halaman 1dari 6

KLONING PADA MANUSIA

A. Definisi Kloning Kloning berasal dari kata klon (Yunani) yang berarti: tunas. Dari bahasa yunani, kemudian masuk ke bahasa inggris menjadi clone (kata kerja: mengklon), cloner (kata benda: orang yang mengklon), clonal (adjective : bersifat kloniah), dan clonally (adverb : secara kloniah). Kloning menurut bahasa adalah berasal dari bahasa Yunani, yaitu clone atau klon yang berarti kumpulan sel turunan dari sel induk tunggal dengan reproduksi aseksual.

Sedangkan menurut istilah Kloning adalah teknik membuat keturunan dengan kode genetic yang sama dengan sel induknya tanpa diawali proses pembuahan sel telur atau sperma tapi diambil dari inti sebuah sel pada makhluk hidup tertentu baik berupa tumbuhan, hewan maupun manusia. Clonaid, perusahaan Bioteknologi di Bahama, sukses menghasilkan manusia cloning pertama di dunia dengan lahirnya Eve, 26 Desember 2002 lalu. Eve merupakan bayi pertama yang lahir dari 10 implantasi yang dilakukan Clonaid tahun 2002. Dari 10 implan B. Proses kloning pada manusia Proses kloning manusia dapat digambarkan dapat dijelaskan secara sederhana sebagai berikut : Mempersiapkan sel stem : suatu sel awal yang akan tumbuh menjadi berbagai sel tubuh. Sel ini diambil dari manusia yang hendak dikloning Sel stem diambil inti sel yang mengandung informasi genetic kemudian dipisahkan dari sel. Mempersiapkan sel telur : suatu sel yang diambil dari sukarelawan perempuan kemudian intinya dipisahkan. Inti sel dari sel stem diimplantasikan ke sel telur, Sel telur dipicu supaya terjadi pembelahan dan pertumbuhan. Setelah membelah (hari kedua) menjadi sel embrio. Sel embrio yang terus membelah (disebut blastosis) mulai memisahkan diri (hari ke lima) dan siap diimplantasikan ke dalam rahim. Embrio tumbuh dalam rahim menjadi bayi dengan kode genetik persis sama dengan sel stem donor.

C. Keuntungan dan kerugian Kloning pada Manusia Keuntungan kloning pada manusia 1. Memproduksi Organ Tubuh untuk Transplantasi. Sampai sekarang ini, masalah transplantasi organ masih kurang. Banyak orang yang organnya harus diganti tapi karena kekurangan donor terpaksa harus menunggu bahkan banyak diantara mereka meninggal di dalam penantian. Misalnya, jenis penyakit leukimia tetentu hanya bisa disembuhkan secara total dengan cangkok sumsum tulang belakang, banyak diantara mereka yang meninggal di dalam penantian meskipun ada orang yang mau mendonorkan belum tentu cocok bila dicangkokkan kerena ada reaksi negatif penolakan dari tubuhnya. Kloning dipandang sebagai salah satu alternatif yang memungkinkan untuk mensuplai organ tubuh. 2. Menghindarkan Penyakit Ada banyak sekali penyakit keturunan yang diturunkan dari orang tua ke anak yang disebabkan oleh abnormalitas gen yang ada di dalam sel orang tuanya. Masalah penyakit keturunan abnormalitas gen dalam mitokondria ini bisa dipecahkan dengan kloning, yakni dengan membuang mitokondria dari sel telur yang abnormalitas gen itu dan memasukkan nukleusnya ke dalam sel telur yang sehat, mitokondrianya lalu dikembangkan dalam medium sebelum akhirnya diimplitasikan ke dalam rahim 3. Menciptakan Manusia Unggul Banyak orang menginginkan generasi setelahnya lebih baik dari dirinya. Para pendukung kloning juga mencita-citakan untuk menciptakan manusia atau ras unggul untuk memperbaiki ras manusia sekarang. Mereka ingin mengklon manusia seperti Einstein, Newton, Aristoteles, serta pemenang nobel lainnya. Dunia akan menjadi semakin cepat maju dan berkembang seandainya ada banyak orang jenius yang mengabdikan diri untuk perkembangan IPTEK. Menunggu kelahiran manusia unggul macam ini dengan cara natural belum tentu seratus tahun ada satu kali, padahal dengan kloning diperkirakan bahwa orang jenius itu bisa diproduksi secara masal. 4. Menyediakan Bahan Riset Dengan adanya kloning, bisa disediakan suplai bahan riset yang mencukupi. Hal ini karena sel orang yang diambil untuk dikloning sangat mudah tanpa orang itu merasa kehilangan. Serta dengan adanya persamaan identitas biologi akan mempermudah melaksanakan analisis dan koreksi genetika sehingga manusia yang akan lahir sehat dan bebas dari penyakit keturunan. 5. Immortalitas dalam Genetis

Kloning bukanlah berarti keabadian terhadap keseluruh tubuh, namun yang sama hanyalah sejauh hal-hal yang bersifat genetis. Pribadi manusia sendiri merupakan percampuran dari faktor-faktor internal dan eksternal. Jadi pikiran dalam otak dan perasaan dalam hati manusia selalu tidak akan pernah sama 6. Memecahkan Masalah Reproduksi Kloning akan mampu melaksanakan emansipasi bagi kaum wanita karena wanita mampu menghasilkan generasi penerusnya tanpa pengaruh dari kaum laki-laki, sedangkan laki-laki tidak akan mampu tanpa bantuan perempuan disebabkan laki-laki tidak memiliki rahim untuk perkembangan embrio. Kerugian Kloning pada manusia 1. Kloning pada manusia akan menghilangkan nasab. 2. Kloning pada perempuan saja tidak akan mempunyai ayah. 3. Menyulitkan pelaksanaan hukum-hukum syara. Seperti, hukum pernikahan, nasab, nafkah, waris, hubungan kemahraman, hubungan ashabah, dan lain-lain. D. Masalah Etis Kloning pada Manusia 1. Manusia merupakan Manusia karena Keturunan Manusia Anak kera adalah anak kera dan anak manusia adalah anak manusia. Oleh karena itu sejak pembuahan, anak manusia harus mendapatkan perlindungan sebagai manusia, terutama hak asasinya yang paling dasar, yakni hak untuk hidup dan hak untuk menjadi diri sendiri. Tanpa merujuk pada ajaran agama, sel telur yang sudah dibuahi adalah manusia utuh, yang telah memiliki seluruh informasi genetisnya dan tinggal memerlukan waktu untuk berkembang lebih lanjut. Agama selaras dengan sains karena dalam sudut pandang manusia merupakan manusia karena keturunan manusia. Dan karenanya, manusia tidak boleh dipermainkan. 2. Merendahkan Martabat Kehidupan Manusia (human dignity) Indonesia dengan dasar negara Pancasila, khususnya sila kemanusiaan yang adil dan beradab menjamin setiap kehidupan manusia dilindungi oleh negara.

Embrio-embrio sebagai bahan untuk dikloning tidak pernah bisa mengorbankan diri karena ia belum memiliki kesadaran diri dan tidak pernah bisa mengorbankan dirinya karena ia belum memilki kesadaran diri dan tidak pernah bisa memberikan izin kepada orang lain untuk mempergunakan hidupnya karena ia belum dapat berkomunikasi. Maka mengkloning yang bertujuan sebagai pabrik organ tubuh

manusia, merupakan kesalahan besar karena mengorbankan manusia untuk manusia lain tanpa persetujuan kedua belah pihak (human dignity), dimana disebabkan salah satunya belum dapat berkomunikasi. Di Indonesia, hal ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. 3. Teknik yang Berisiko Tinggi pada Kesehatan Dari biri-biri yang telah berhasil diklon, terbukti bahwa proses penuaan selnya lebih cepat dari yang normal sehingga binatang yang diklon akan lebih cepat tua dan mati. Maka sampai dengan tahap ini, bila teknik kloning dilaksanakan pada manusia akan menyalahi prinsip dasar kedokteran yakni dokter atau peneliti dilarang melakukan percobaan dengan subjek manusia, jika resikonya lebih besar daripada manfaatnya yang bisa diperoleh dari percobaan tersebut. 4. Erosi Kehidupan Keluarga Manusia yang lahir secara kloning, bukan hanya tidak mempunyai ayah tetapi ia bisa tidak memiliki kedua orang tua, karena mungkin saja manusia yang baru ini merupakan kloning dari neneknya yang telah meninggal. Jadi penyesuaian diri terhadap komunitas keluarga akan sulit terlaksana. Hal ini pun bertentangan dengan budaya bangsa Indonesia yang mengenal adaya keluarga besar (extended family), yang biasanya berkumpul disatu waktu dan bersama-sama, disini manusia hasil kloning akan sulit menerapkan konsep kebersamaan, karena ia bukan berasal dari sistem ikatan darah secara murni. Faham-faham dalam etika penerapan teknologi dikaitkan dengan kloning pada manusia dalam kawasan etika normatif terdiri atas dua paham, yakni: 1. Faham Deontologi 2. Faham Teleologi. Hukum kloning menurut; Pandangan Agama Kloning manusia dapat dikatakan tidak etis karena tentu saja hal ini melampaui kekuasaan Tuhan. Dalam Kitab Suci dikatakan, seluruh sel tubuh berasal dari pati tanah. Selain itu, agama melihat reproduksi dari hubungan seksual yang dipandang sebagai suatu proses kehidupan yang sakral sebagai dimaksudkan oleh Tuhan, dan tidak berhak dikacaukan oleh manusia. Hal ini menyimpang dari rencana Tuhan.

Pandangan Hukum Sampai saat ini, belum ada hukum yang menangani kloning manusia terutama di Indonesia sendiri. Yang jelas untuk kloning reproduktif sejauh ini 12 negara telah menentangnya. Presiden George Bush menjelaskan bahwa kloning merupakan

penyimpangan, karena hal ini tidak menghormati kehidupan manusia dan harus dicegah. Oleh sebab itu dapat dikatakan bahwa kloning pada manusia dapat dikatakan tidak etis. Pandangan Sosial Masyarakat manusia intinya adalah proses interaksi sosial yaitu hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan suatu kelompok dengan kelompok lainnya. Interaksi sosial yang dilakukan secara berulangulang serta bertahan dalam jangka waktu yang relatif lama, biasanya menghasilkan hubungan-hubungan sosial. Bila hubungan sosial tersebut dilakukan secara sistematis dan tertib maka hubungan sosial tadi akan menjadi sistem sosial. Dengan demikian, sistim sosial merupakan suatu wadah dan proses dari pola-pola interaksi sehingga sistim ini mempunyai unsur-unsur pokok yaitu kepercayaan, perasaan, tujuan, kaidah, kedudukan dan peranan yang mencakup posisi dan hak serta kewajiban seseorang dan penerapannya dalam interaksi sosial, kekuasaan, sanksi dan fasilitas. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kloning pada manusia pada saat ini dapat dikatakan tidak etis tapi tidak menutup kemungkinan pada suatu saat nanti dapat dikatakan etis karena adanya situasi dan kondisi tertentu. Pandangan Medis Menolak dilakukan klonasi/Cloning pada manusia, karena upaya itu mencerminkan penurunan derajat serta martabat manusia sampai setingkat bakteri dan seterusnya. Menghimbau para ilmuan khususnya kedokteran agar tidak mempromosikan klonasi dalam kaitan dengan reproduksi manusia. Mendorong ilmuan untuk tetap memanfaatkan bioteknologi klonisasi pada sel atau jaringan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan melalui pembuatan zat anti atau antigen monoclonal, yang dapat digunakan dalam bidang kedokteran baik aspek diagnostik maupun aspek pengobatan dan pada sel atau jaringan hewan dalam upaya penelitian kemungkinan melakukan klonasi organ, serta penelitian lebih lanjut kemungkinan diaplikasikannya klonasi organ manusia untuk dirinya sendiri (Revisi Kodeki Hasil Mukemas Etik Kedokteran III)

DAFTAR PUSTAKA

http://www.scribd.com/doc/46690808/makalah-kloninn

http://www.artiku.com/2008/10/10/manusia-kloning-pertama/

http://www.scribd.com/doc/21122740/Masalah-Etis-Kloning-Manusia-Di-Indonesia

http://www.scribd.com/doc/51199600/Contoh-Makalah-Kloning

http://desainwebsite.net/biologi/aspek-bioetika-dari-kloning-manusia

http://ferrykarwur.i8.com/materi_bio/materi9.html