Anda di halaman 1dari 5

APA ITU PENYAKIT GASTRITIS ?

Published 05-03-2013 | By admin

Penyakit Gastritis sebenarnya sama juga denganpenyakit maag. Asal kata Gastritis berasal dari bahasa Yunani yaitu gastro, yang artinya perut atau lambung dan kata itis yang berarti inflamasi (peradangan). Organ lambung pada perut pada dasarnya merupakan sebuah kantung berotot dimana tempat makanan yang kita makan dicerna. Disaat makanan masuk kedalam ruang lambung, secara bersamaan mukosa dinding pada lambung mengeluarkan zat yang namanya asamhidroklorida (HCl). Asam ini bersifat sangat korosif sehingga bisa melarutkan segala jenis bahan dalam lambung, bahkan besi pun bisa larut dalam cairan ini. Penyakit Gastritis sebenarnya bukanlah suatu penyakit tunggal, namun beberapa kondisi yang berbeda, semuanya mempunyai peradangan pada lapisan lambung. Gastritis dapat juga disebabkan oleh terlalu banyaknya minum alkohol, penggunaan obat-obat sintetis anti peradangan nonsteroid yang diminum jangka panjang seperti aspirin atau ibuprofen, atau infeksi bakteri seperti Helicobacter pylori (H. pylori). Kadangkala penyakit gastritis berkembang setelah operasi utama, luka trauma, luka-luka bakar, atau infeksi-infeksi berat. Penyakit-penyakit tertentu, seperti pernicious anemia, kelainan-kelainan autoimun, dan mengalirnya kembali asam yang kronis, dapat juga menyebabkan gastritis akut dan gastritis kronik.

GEJALA UMUM PENYAKIT GASTRITIS


Gejala yang umum pada penyakit gastritis adalah atau sakit perut. Adapun gejala-gejala lainnya adalah:

gangguan

pada

perut

Sering bersendawa Perut terasa kembung Mual dan muntah Atau suatu perasaan penuh atau terbakar di perut bagian atas karena tersa panas. Buang Air Besar yang sulit (sembelit) atau bahkan encer dan berbusa Darah dalam muntahan anda atau tinja yang hitam merupakan suatu tanda perdarahan didalam lambung, yang mungkin mengindikasikan suatu persoalan yang serius pada lambung Anda, apabila sudah terjadi pada diri anda segera konsultasikan dengan dokter agar bisa dilakukan cek medis dengan segera.

PENDIAGNOSAAN PENYAKIT GASTRITIS


Penyakit Gastritis didiagnosis melalui berbagai tes medis, yaitu:

Endoskopi saluran pencernaan bagian atas. Dokter mendorong dengan pelanpelan suatu endoscope, suatu tabung kecil yang berisi sebuah kamera kecil, melalui mulut anda (atau adakalanya melalui hidung) dan turun kedalam lambung anda untuk melihat pada lapisan perut/lambung. Dokter akan memeriksa peradangan dan mungkin mengeluarkan suatu contoh kecil jaringan untuk pemeriksaan. Prosedur untuk mengangkat suatu contoh jaringan disebut sebuah biopsi. Tes Darah. Dokter mungkin memeriksa jumlah sel darah merah anda untuk melihat apakah anda mempunyai anemia, yang berarti bahwa anda tidak mempunyai cukup sel-sel darah merah. Anemia dapat disebabkan oleh perdarahan dari lambung. Tes Tinja/Feces. Tes ini memeriksa kehadiran darah dalam feces anda, suatu tanda perdarahan. Tes feces mungkin juga digunakan untuk mendeteksi kehadiran H. pylori dalam saluran pencernaan. Penyakit gastritis apabila dibiarkan begitu saja bisa menimbulkan penyakit yang lebih parah. mari kita mengetahui bagaimana cara mengatasi dan mengobati penyakit gastritis ala pengobatanmaag.com.

MENGATASI GEJALA PENYAKIT GASTRITIS


Mengatasi penyakit gastritis dapat dilakukan dengan mengkonsumsi madu, madu merupakan cairan asam yang mampu mengatasi peradangan pada dinding lambung, jenis madu yang kami sarankan adalah jenis madu hitam pahit, karena madu ini memiliki kandungan yang spesial jika dibandingkan dengan jenis madu lainnya. Rasa madu yang pahit berasal dari kandungan alkaloidnya yang tinggi, dapat digunakan sebagai anti biotik alami dan anti infeksi untuk mempercepat proses penyembuhan penyakit gastritis. Mengatasi Gejala gastritis dengan madu merupakan pengobatan gastritis secara alami yang aman apabila digunakan dalam jangka waktu yang panjang, bahan alami merupakan bahan terbaik yang diciptakan alam untuk kepetingan manusia, jadi apabila anda mengalami penyakit gastritis solusinya adalah dengan madu hitam pahit.

Apakah penyakit GASTRITIS itu..?


Diposkan oleh DJ Yudhis di 15.04 . Rabu, Januari 14, 2009

APakah

Anda mengalami gejala perih atau sakit seperti terbakar

pada perut bagian atas yang dapat menjadi lebih baik atau lebih buruk ketika makan, mual, muntah, kehilangan selera, kebung, atau terasa penuh pada bagian atas setelah makan..?

Anda mungkin mengalami penyakit dengan Maag.

gastritis. Dalam bahasa sehari-hari, gastritis lebih dikenal

Gastritis berasal dicerna. ini.

dari

bahasa Yunani yaitu gastro,

yang

berarti perut/lambung dan itisyang lambung

berarti inflamasi/peradangan. Labung pada dasarnya adalah sebuah kantung otot dimana makanan Ketika makanan masuk kelambung, secara bersamaan mukosa pada mengeluarkan asam hidroklorida. Asam ini amat korosif sehingga paku pun dapat larut dalam cairan

Tapi,

dinding lambung dapat tetap aman karena dilindungi oleh senyawa bikarbonat. Gastritis lambung.

biasanya terjadi bila mekanisme pertahanan ini kewalahan dan membuat rusak dan meradangnya dinding

Gejala-gejala dari Gastritis antara lain adalah rasa perih, atau sakit seperti terbakar pada perut
bagian atas, mual, muntah, kehilangan selera makan, kembung, terasa penuh pada perut bagian atas setelah makan, lemas, hingga perdarahan lambung.

Gastritis

dapat disebabkan oleh banyak hal, antara lain infeksi bakteri, pemakaian obat penghilang

rasa nyeri ( obat antiinflamasi non steroid [NSAID]) secara terus menerus, konsumsi alkohol secara berlebihan, penggunaan kokain, stress fisik, hingga autoimun, radiasi, Crohns disease, dan faktor lain.

Penyebab tersering dari gastritis adalah infeksi bakteri yaitu bakteri Helicobacter pylori. Bakteri ini
hidup dibagian dalam mukosa lambung yang melapisi dinding lambung. Kemungkinan bakteri ini ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi bakteri ini.

Selain infeksi, obat penghilang rasa nyeri juga dapat menyebabkan Gastritis. Golongan NSAI ( Non
steroid Anti Inflammatory) seperti aspirin, ibuprofen, ( dan naproxen dapat menyebabkan COX). peradangan lambung dengan cara menghambat produksi Prostaglandin melalui blokade enzim siklooksigenase

Hal ini menyebabkan berkurangnya aliran darah dilambung, sekresi mukosa, dan asam bikarbonat sehingga menimbulkan perdangan.

Selain obat Non steroid, obat golongan salisilat ( aspirin, benorilat,diflunisal), steroid, beberapa anti biotik seperti sulfa, eritromisin, dan metronidazol, histamin, dan kafein juga dapat menyebabkan gastritis. Oleha karena itu jika anda mengkonsumsi oabat-oabatan diatas dan mengalai gejala-gejala gastritis, tanyakan kepada dokter mengenai alternatif lain atau cara-cara penanganannya. Konsumsi alkohol secara berlebihan dapat mengikis dan mengiritasi mukosa lambung sehingga dinding lambung lebih rentan terhadap asam lambung bahkan dalam keadaan normal. Penggunaan kokain juga merusak lambung dan menyebabkan perdarahan. Konsumsi kafein berlebihan juga bisa memjadi penyebab.

Kompliaksi dari Gastritis cukup beratapabila tidak diobati. Akibatnya antara lain adalah Peptic Ulcer dan perdarahan pada lambung. Perdarahan yang kronik dapat menyebabkan Anemia.

Bahkan, Gastritis kronik meningkatkan resiko kanker lambung terutama bila terjadi penipisan secara terus menerus pada dinding lambung dan perubahan pada sel-sel lambung.

Terapi untuk Gastritis beragam tergantung penyebabnya dan kadangkala diperlukan gaya hidupatau dalam kasus yang jarang dilakukan pembedahan. Kebanyak terapi untuk gastritis hanyalah simptomatis dimana digunakan obat untuk menetralkan asam lambung.

Antasida sering digunakan sebagai basa untuk menetralkan asam lambung dan menghilangkan rasa sakit dengan cepat.

Apabila Antasida sudah tidak dapat mengatasi rasa sakit tersebut, maka digunakan obat penghambat asam seperti cimetidin, ranitidin, nizatidin atau famotidin untuk mengurangi asam lambung yang diproduksi. Obat yang paling efektif adalah obat yang menutup pompa asam dalam sel -sel lambung penghasil asam.

Yang termasuk obat ini adalah omeprazole, lansoprazole, rabeprazole danesomeprazole. Obatobat ini juga efektif untuk Helicobacter pylory.

Akantetapi daripada mengobati, lebih baik kita mencegah terjadinya iritasi lambung. Cara-cara pencegahan antara lain makan secara benar yaitu ; menghindari makanan yang mengiritasi lambung terutama makanan pedas, asam, gorengan, atau berlemak. Kita juga harus mekan dalah jumlah dan waktu yang benar dan dilakukan dengan santai.

Cara pencegahan yang lain adalah menghindari konsumsi alkohol dan merokok. Lakukan olahraga yang teratur dan hindari stress. Ganti obat-obat penghilang nyeri anti steroid dengan obat yang mengandung Acetaminophen.

Cara pencegahan diatas digunakan untuk orang-orang yang memiliki riwayat gastritis yang terusmenerus kambuh. Untuk orang-orang yang tidak menderita gastritis, hindarilah dengan makan teratur, dan dalam jumlah yang cukup. Makanan yang dimakan juga harus yang higienis. Hindari merokok dan alkohol, Hindari juga pemakaian obat antiinflamasi non steroid jangka panjang.