Anda di halaman 1dari 3

TIPS MEMBELI RUMAH CASH

Sekitar awal tahun 2009 lalu saya membeli rumah secara kontan (cash) dari salah satu pengembang syariah yang cukup terkenal di sekitar wilayah Depok dan proyek perumahan juga cukup banyak.

Jika membeli rumah secara KPR tentu untuk surat-surat tidak langsung dipegang oleh pembeli karena akan dijaminkan ke Bank, lain hal jika membeli secara kontan dimana surat-surat tersebut harusnya dapat kita pegang dalam jangka waktu tidak lama setelah pelunasan rumah.

Kali ini saya bermaksud membagi tips jika akan membeli rumah secara cash atau kontan, agar tidak mengalami beberapa kekecewaan seperti yang dialami oleh saya. Berikut beberapa faktor yang perlu diperhatikan saat membeli rumah di perumahan / pengembang:

1.

Cari informasi tentang pengembangnya.

Salah satu kesalahan saya waktu itu adalah tidak mencari informasi yang lebih mendalam mengenai pengembang tsb. Sebaiknya jika ingin lebih meyakinkan dilakukan survey terlebih dahulu ke pembeli rumah di salah satu proyek pengembang tersebut (jika sudah ada). Atau cara mudah mungkin bisa dengan googling.

2.

Harga rumah dan biaya-biaya lainnya.

Silakan dipelajari dengan seksama biaya-biaya apa saja yang termasuk/tidak termasuk dalam harga rumah. Biaya-biaya yang timbul pada saat membeli rumah :

PPN BPHTB (Pajak Pembeli) Biaya Notaris (AJB, Biaya Balik Nama, Cek Sertifikat, dll) Biaya pecah sertifikat IMB APHT (Khusus KPR)

Biaya-biaya tersebut HARUS ditanyakan kepada pengembang apakah termasuk di dalam harga rumah atau terpisah. Jika sudah termasuk harga rumah minta dicantumkan dalam Surat Pengikatan Jual Beli dan Kwitansi pembelian.

Berdasarkan pengalaman saya dan pembeli lain diperumahan yang sama, ada beberapa biaya tersebut ditagihkan pada saat akan dilakukan AJB. Dan pada saat akan mengambil sertifikat muncul lagi tagihan biaya Notaris.

Biaya-biaya tersebut jumlahnya sangat tidak sedikit, misalkan untuk PPN jumlahnya 10% dari NJOP yang di UP 30%.

3.

Status Sertifikat dan IMB

Bayangkan jika anda membeli rumah secara kontan, tapi sertifikat dan IMB pada saat ditagih ke pengembang tidak ada kejelasan sampai bertahuntahun. Pada kasus saya, baru diakhir 2011 kemarin dilakukan AJB. Sedangkan sampai tulisan ini di publish SERTIFIKAT dan IMB belum juga saya terima (3 tahun lebih). Jadi sebelum membeli rumah secara kontan, sebaiknya surat-surat terkait dengan rumah (Sertifikat, IMB, AJB, PBB, dll) ditanyakan secara jelas kapan bisa diserahkan dan kapan akan dilakukan pengikatan AJB di depan Notaris.

4.

Pemasangan Listrik

Di perumahan yang saya beli sejak dilakukan pengikatan jual beli / pelunasan, listrik baru terpasang 1,5 tahun kemudian! Saya masih merasa beruntung karena rumah ini dibeli untuk investasi, jadi tidak untuk tempat tinggal. Bagaimana jika anda membutuhkan rumah yang dibeli untuk langsung ditempati tapi listriknya belum terpasang? Silakan dipastikan ke pengembang berapa lama listrik akan dipasang, kalau perlu dibuatkan perjanjian di atas materai jika tidak sesuai dibikin skema denda.

5.

Ukuran / Luas Tanah

Biasanya jika belum dilakukan pecah sertifikat ukuran luas tanah masih bisa berubah antara yang kita bayar dengan yang tercatat pada saat AJB (sertifikat). Luas tanah ini bisa berkurang atau bertambah. Pengembang sudah punya skemanya pembayaran kekurangan atau kelebihan tanah tsb yang biasanya tertuang di Surat Perjanjian Jual Beli. Pastikan anda mempelajarinya sebelum menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli.

6.

Fasos dan Fasum

Di brosur penjualan perumahan selalu dicantumkan, fasilitas-fasilitas yang menarik pembeli. Tapi untuk realisasinya mungkin bisa saja dalam waktu lama atau bahkan tidak direalisasikan lagi. Silakan menanyakan kepada pengembang untuk fasilitas-fasilitas tersebut kapan akan dibangun? Mudahmudahan bagi yang membaca tips ini tidak mengalami kekecewaan dan dapat lebih berhati-hati pada saat akan membeli rumah.