Anda di halaman 1dari 3

Nystagmus dan Pergerakan Volunter Mata Pasien disuruh untuk mengikuti dengan mata setiap petunjuk utama untuk

pandangan (kiri, atas dan kiri, kebawah dan kiri, kanan, atas dan kanan, bawah dan kanan; lihat bab 5), untuk menentukan apakah ada paresis pandangan (rusaknya kemampuan untuk menggerakkan 2 mata secara koordinat pada beberapa petunjuk utama pandangan) atau pandangan yang menimbulkan nistagmus jika ada. Nistagmus suatu osilasi abnormalitas involunter dari mata dikarakteristik dalam istilah posisi-posisi pandangan dimana nistagmus terjadi, amplitudonya, dan arah fase cepat. Pendular nystagmus memiliki kecepatan yang sama pada kedua arah pergerakan bola mata; jerk nystagmus dikarakteristik oleh kedua fase, cepat (induksi vestibular) dan lambat (kortikal). Arah jerk nystagmus didefinisikan sebagai arah komponen cepat. Pergerakan-pergerakan volunter mata yang cepat (saccades) diperoleh melalui perubahan pandangan pasien yang cepat dari satu target ke tempat lain dalam bagian berbeda dari lapangan pandang. Pergerakan volunter mata yang lambat (pursuit) dinilai dengan pergerakan mata pasien mengikuti target yang bergerak lambat seperti jari pemeriksa. Gangguan vestibular perifer menghasilkan unidirectional horizontal jerk nystagmus yang maksimal pada pandangan meninggalkan sisi yang terlibat. Gangguan vestibular sentral dapat menyebabkan unidirectional atau bidirectional horizontal nystagmus, atau paresis pandangan. Lesi serebelar dihubungkan dengan jarak lebar dari abnormalitas okular, termasuk parese pandangan, saccade defective atau pursuit, nystagmus pada beberapa atau seluruh arah, dan diysmetria okular (melampaui target visual selama pergerakan mata saccadic). Nystagmus pendular biasanya diakibatkan oleh gangguan visual yang dimulai pada masa pertumbuhan. Patofisiologi Nistagmus merupakan indikator yang bermanfaat dari malfungsi vestibular pada pasien dengan vertigo. Berikut diuraikan tinjauan beberapa fungsi fisiologis nistagmus untuk memperjelas interpretasinya, yaitu: 1. Nistagmus akibat refleks kanalis semisirkularis-okuler. Inhibisi kanal menimbulkan gerakan mata ke arah bidang kanal dan sebaliknya, eksitasi kanal menimbulkan gerakan mata menjauhi bidang kanal. Ketidaksamaan input jaras vestibulo-okuler secara mendadak akan menimbulkan deviasimata lambat akibat induksi vestibular yang diselingi oleh gerakan korektif cepat yang dikontrol oleh korteks serebri ke arah yang berlawanan (nistagmus). 2. Nistagmus pada gangguan labirin. Tipenya adalah nistagmus unidireksional, terjadi pada gangguan vestibular perifer unilateral akut (gangguan labirin), yang umumnya berupa inhibisi satu atau lebih kanalis semisirkularis. Pada keadaan ini fase lambat bergerak ke arah telinga yang terkena, dan fase cepat ke arah berlawanan dari telinga yang terganggu. Nistagmus bersifat horizontal atau rotatoar; intensitas meningkat bila mata berdeviasi ke arah komponen cepat (yaitu ke arah telinga normal). Pasien mengalami sensasi lingkungan berputar pada arah komponen cepat nistagmus atau badannya sendiri berputar pada arah komponen lambat. Mereka cenderung salah tunjuk arah, fase lambat nistagmus (ke arahtelinga yang terganggu).

3. Nistagmus sentral. Nistagmus multidireksional (nistagmus yang berubah arah pada berbagai arah pandangan) lebih sering ditemukan pada intoksikasi obat atau gangguan fosa posterior batang otak. Nistagmus vertikal (ke atas atau ke bawah) hampir selalu patognomonik dari kelainan batang otak atau serebelum bagian tengah Pemeriksaan fisik Pemeriksaan mata : mata bergerak atau dalam posisi netral 1. mencari adanya strabismus, jika ada keluhan diplopia perlu diperiksa dengan kaca Maddox. 2. mencari adanya nistagmus :

Jika mata dalam keadaan netral dan terjadi nistagmus disebut nistagmus spontan. Pada saat mata melirik ke kiri, kanan, atas dan bawah, bila ada nistagmus disebut nistagmus tatapan. Nistagmus disebabkan karena kelainan SSP, dengan ciri : Nistagmus pendular : nistagmus yang tidak mempunyai fase cepat atau fase lambat. Nistagmus vertical yang murni : nistagmus denagan arah gerakan ke atas dan bawah. Nistagmus rotatori yang murni : gerakannya berputar Gerakan nistagmoid : gerakan bola mata yang bukan nistagmus sebenarnya tetapi mirip dengan nistagmus. Niatagmus tatapan yang murni : niatagmus yang berubah arahnya bila arah lirikan mata berubah.

3. pemeriksaan dengan rangsangan perubahan posisi kepala dan tubuh : Test baring terlentang, baring miring ke kiri, ke kanan dan test baring terlentang dengan kepala menggantung. Tiap test dilakukan selama 1 menit, dengan kecepatan gerakan perubahan posisi 90 dalam 5 detik sehingga pengaruh daya gravitasi ditiadakan. Ada 3 jenis nistagmus yang dapat ditimbulkan oleh test tersebut di mana nistagmusnya disebut nistagmus posisional :

Tipe I : Nistagmus berubah arah (Direction-changing nystagmus), nistagmus yang arahnya selalu berubah pada setiap perubahan posisi kepala. Tipe II : Nistagmus yang arahnya tetap (Directional-fixed nystagmus), arah nistagmus tetap saja meskipun ada perubahan-perubahan posisi kepala. Tipe III : Nistagmus tak menentu (Irregular Nystagmus), respon nistagmus yang timbul pada tiap-tiap perubahan posisi kepala berubahubah, bergantian tipe I dan II, meskipun rangsangannya tetap sama. Jika kelainan pada SSP ? Tipe I atau tipe III Jika kelainan pada system saraf perifer ? Tipe II

4. Manuver Hallpike : adalah pemeriksaan untuk mencari adanya vertigo/nistagmus posisional paroksismal, diperlukan rangsangan perubahan posisi secara cepat.

Penderita duduk di meja kemudian secara cepat disuruh berbaring terlentang dengan kepala menggantung (disangga dengan tangan pemeriksa) di ujung meja dan kepala cepat-cepat disuruh menengok ke kiri (10-20), pertahankan selama 10-15 detik, lihat adanya nistagmus atau tidak. Kemudian kembali lagi ke posisi duduk dan lihat apakah ada nistagmus. Ulangi pemeriksaan, tetapi kali ini pasien diminta menengok ke kanan. Orang normal dengan manuver ini tidak timbul nistagmus/vertigo. Bedanya nistagmus paroksismal akibat kelainan perifer atau SSP : Kelainan perifer Kelainan SSP Onset terlambat (periode laten 2-20 detik) Tidak ada periode laten, nistagmus langsung timbul Masa timbulnya nistagmus sebentar Masa timbulnya nistagmus lama Vertigo (+) Vertigo (-) Responnya mudah lelah Tidak mudah lelah

Pemeriksaan keseimbangan Berdiri tegak, berjalan, berjalan di atas jari kaki, berjalan di atas tumit dan berjalan secara tandem. Duduk di kursi dan angkat kedua lengan serta kedua kaki dengan mata tertutup :

Bila ada kelemahan otot terjadi penurunan lengan dan atau kaki Bila ada gangguan propioseptif terjadi kenaikan lengan atau kaki.

Diadokokinesis, test jari hidung, test tumit tibia dan test salah tunjuk. Penderita disuruh berdiri dengan mata tertutup, lengan ke depan, bila ada gangguan labirin kiri akan terjadi suatu posisi sebagai berikut : 1. Mata melirik ke arah kiri (perlahan-lahan = fase lambat), kemudian diikuti dengan gerakan cepat bola mata ke arah kanan. Ini nistagmus ke kanan. 2. Kepala terputar ke arah kiri 3. Tubuh terpilin ke kiri 4. deviasi kedua lengan ke kiri, bersamaan dengan kenaikan lengan kanan ke atas dan lengan kiri ke bawah. 5. cenderung untuk jatuh ke kiri. 6. berjalan deviasi ke kiri. Test Romberg, test berdiri dengan satu kaki diangkat, test berjalan dan test menulis vertical. Pemeriksaan pendengaran Minimal dengan pemeriksaan gerputala untuk membedakan tuli konduksi atau persepsi.