Anda di halaman 1dari 16

TUGAS PENDAHULUAN PRAKTIKUM

SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

ANGGA RAJASA - 5205 100 069

JURUSAN SISTEM INFORMASI

FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER - SURABAYA


Sistem Koordinat (Coordinate systems)
Sistem Koordinat merupakan sebuah acuan yang digunakan untuk menentukan posisi suatu titik
dengan mengukur besar vektor terhadap satu posisi acuan yang telah didefinisikan, baik di dalam
ruang dua atau tiga dimensi. Posisi acuan dapat ditetapkan dengan asumsi atau ditetapkan dengan
suatu kesepakatan matematis yang diakui secara universal dan baku. Jika penetapan titik acuan
tersebut secara asumsi, maka sistim koordinat tersebut bersifat Lokal, atau disebut Koordinat Lokal,
dan jika ditetapkan sebagai kesepakatan berdasar matematis maka koordinat itu disebut koordinat
yang mempunyai sistem kesepakatan dasar matematisnya.

a. Sistem Koordinat 2-Dimensi


i. Koordinat Kartesian

Sistem koordinat kartesian dua dimensi merupakan sistem koordinat yang terdiri dari dua salib
sumbu yang saling tegak lurus, biasanya sumbu X dan Y, seperti digambarkan pada gambar di
bawah ini :

Figure 1. Sistem Koordinat Kartesian 2-Dimensi

ii. Koordinat Polar


Dalam koordinat polar, koordinat suatu titik didefinisikan fungsi dari arah dan jarak dari titik
ikatnya. Selanjutnya dapat dijelaskan pada gambar berikut ini.
Figure 2. Sistem Koordinat Polar

Jika O merupakan titik pusat koordinat dan garis OX merupakan sumbu axis polar, maka titik P
dapat ditentukan koordinatnya dalam sistem koordinat polar berdasarkan sudut vektor (θ) dan
radius vektor (r) atau (garis OP) yaitu P (r, θ). Sudut vektor (θ) bernilai positif jika mempunyai
arah berlawanan dengan arah putaran jarum jam, sedangkan bernilai negatif jika searah dengan
putaran jarum jam.

b. Sistem Koordinat 3-Dimensi


i. Koordinat Kartesian
Sistem Koordinat Kartesian 3 Dimensi, pada prinsipnya sama dengan sistem koordinat kartesian 2
Dimensi, hanya menambahkan satu sumbu lagi yaitu sumbu Z, yang ketiganya saling tegak lurus,
seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.

Figure 3. Sistem Koordinat Kartesian 3-Dimensi

Titik O merupakan titik pusat dari ketiga sumbu koordinat X, Y, dan Z. Sedangkan titik P
didefinisikan dengan P (x, y, z). Penggunaan sistem koordinat kartesian 3 Dimensi banyak
digunakan dalam pengukuran menggunakan sistem GPS.

ii. Sistem Koordinat Bola


Posisi suatu titik dalam ruang, selain didefinisikan dengan sistem kartesian 3 Dimensi, dapat juga
didefinisikan dalam sistem koordinat bola (pronsip dasarnya sama dengan koordinat polar, yaitu
sudut dan jarak).
Figure 4. Sistem Koordinat Bola

Pada gambar di atas, koordinat titik P didefinisikan dengan nilai P (r, φ, λ). Jika kita cermati,
koordinat ini sama halnya dengan koordinat lintang dan bujur yang sering digunakan dalam
globe, atau peta, atau lainnya.

Proyeksi peta (map projections)


Proyeksi Peta adalah prosedur matematis yang memungkinkan hasil pengukuran yang dilakukan di
permukaan bumi fisis bisa digambarkan diatas bidang datar (peta). Karena permukaan bumi fisis
tidak teratur maka akan sulit untuk melakukan perhitungan-perhitungan langsung dari pengukuran.
Untuk itu diperlukan pendekatan secara matematis (model) dari bumi fisis tersebut. Model
matematis bumi yang digunakan adalah ellipsoid putaran dengan besaran-besaran tertentu. Secara
matematis proyeksi peta dilakukan dari permukaan ellipsoid putaran ke permukaan bidang datar.

Figure 5. Proyeksi peta dari permukaan bumi ke bidang datar

Proyeksi peta diperlukan dalam pemetaan permukaan bumi yang mencakup daerah yang cukup luas
(lebih besar dari 30 km x 30 km) dimana permukaan bumi tidak dapat diasumsikan sebagai bidang
datar. Dengan sistem proyeksi peta, distorsi yang terjadi pada pemetaan dapat direduksi sehingga
peta yang dihasilkan dapat memenuhi minimal satu syarat geometrik peta ‘ideal’.
GCS (Geographic coordinate system)
GCS merupakan sebuah referensi sistem yang menggunakan garis lintang dan garis bujur untuk
menentukan lokasi suatu titik di permukaan bumi.
Garis lintang yaitu garis vertikal yang mengukur sudut antara suatu titik dengan garis katulistiwa.
Titik di utara garis katulistiwa dinamakan Lintang Utara sedangkan titik di selatan katulistiwa
dinamakan Lintang Selatan.
Garis bujur yaitu garis horizontal yang mengukur sudut antara suatu titik dengan titik nol di Bumi
yaitu Greenwich di London Britania Raya yang merupakan titik bujur 0° atau 360° yang diterima
secara internasional. Titik di barat bujur 0° dinamakan Bujur Barat sedangkan titik di timur 0°
dinamakan Bujur Timur.

Spheroid
Spheroid merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menyatakan bentuk bumi. Spheroid
disebut juga ellipsoid yang didasarkan pada bentuk elips. Bentuk elips ditentukan oleh dua radius.
Radius yang lebih panjang disebut semimajor axis dan radius yang lebih pendek disebut semiminor
axis.

Figure 6. Major dan minor axes sebuah elips

Jika elips diputar berdasarkan poros utama (major axis), maka akan menghasilkan bentuk prolate
spheroid. Jika elips diputar berdasarkan poros kecil (minor axis), maka akan menghasilkan bentuk
oblate spheroid.
Figure 7. Bentuk-bentuk spheroid

Datum
Datum secara umum merupakan besaran-besaran atau konstanta-konstanta yang bertindak sebagai
referensi atau dasar (basis) untuk hitungan-hitungan beasran-besaran yang lain. Sebuah datum
adalah sebuah model matematik dari bumi, yang bertindak sebagai referensi atau dasar perhitungan
koordinat geografis dari sebuah lokasi (Burkard 1984, Moffitt dan Bossler 1998).
Datum terdiri dari sebuah pangkal, parameter dari pemilihan spheroid dipilih untuk perhitungan,
dan pembagian spheroid dan bumi pada pangkalnya. Banyak negara mengembangkan dantum
mereka untuk survei lokal. Diantaranya dantum eropa, dantum geodetik Australia, dantum Tokyo,
dan dantum India (untuk India dan beberapa negara yang berdekatan).
2. Membuat Sistem Kordinat Peta pada ArcGIS

Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat metadata pada ArcGIS.

1. Jalankan aplikasi ArcMap dengan cara klik pada gambar berikut maka akan muncul tampilan ArcMap :

2. Arahkan kepada folder project Peta Anda sehingga akan tampil peta berikut
3. Klik kanan pada window peta lalu pilih Data Frame Properties lalu pilih tab Coordinate System.

4. Pilih Sistem Proyeksi Peta yang anda inginkan. Pada kasus ini dipilih sistem proyeksi

Projected Coordinate System -> UTM -> WGS 1984 -> WGS 1984 UTM Zone 46N
5. Sistem Kordinasi Peta telah dibuat, untuk melihatnya maka dapat dilihat pojok kanan bawah artinya
setiap titik pada gambar tersebut telah dipetakan dan mempunyai lokasi yang tepat. Satuan awal dari
sistem kordinasi proyeksi tersebut adalah meter

6. Untuk mengganti satuan meter, satuan tersebut dapat diganti. Klik kanan pada peta lalu munculkan
Data Frame Properties. Satuan tersebut dapat diganti dengan yang ada pada lingkaran elips ke dua.
Berikut diganti satuan untuk lintang dan bujur, kolom pilihan diganti Degree Minutes Second
3. Membuat Metadata pada ArcGIS

Referensi :
http://ruangdialisis.files.wordpress.com/2008/12/bab-03-pengantar-arccatalog.pdf
http://www.geografiana.com/artikel/gis/modul_arccatalog.pdf

Berdasarkan referensi tersebut, berikut adalah definisi metadata.

Metadata adalah data yang menerangkan tentang data yang Anda maksud seperti informasi sumber
data dan status data (apakah masih dalam proses atau sudah finish). Pada pilihan Metadata Anda akan
menemukan beberapa informasi yang lebih detail tentang data yang Anda maksud dan juga dalam
beberapa format yang telah disediakan oleh ArcCatalog, sehingga Anda dapat menambah atau
mengurangi informasi tentang data tersebut.

ArcCatalog menyediakan beberapa format data, diantaranya adalah :

1. FGDC (Federal Geographic Data Commitee)


2. FGDC Classic
3. FGDC ESRI
4. FGDC FAQ
5. FGDC Geography Network
6. ISO (International Organization StAndardization)
7. ISO Geography Network,
8. Xml(eXtensible Markup Language)
Berikut adalah langkah-langkah untuk membuat metadata pada ArcGIS.

1. Buka Aplikasi ArcCatalog sehingga akan tampil sesuai gambar berikut

2. Koneksikan ke folder tempat dimana peta anda berada sehingga tampil seperti sebelah kanan
3. Pilih data yang akan dimasukkan metadata, semisal file bandara akan dimasukkan metadata
kemudian arahkan pointer ke tab metadata, maka secara otomatis metadata telah terbuat. Metadata
ini mengikuti standar oleh FGDC ESRI
4. Bila kita ingin mengganti format dalam bentuk yang lain, seperti format XML , maka akan muncul
format seperti berikut
5. Untuk mengubah atau menambah metadata, maka toolbar yang digunakan adalah

Ekspor Metadata

Edit Metadata Metadata Properties


Import Metadata
Create / Update
Metadata

6. Gunakan tombol Edit Metadata untuk merubah metadata, maka akan muncul editor sebagai berikut.
Data yang digunakan untuk merubah metadata adalah data bandara.
7. Semisal kita menambahkan data untuk ‘supplemental information’ maka cukup menambahkan
seperti berikut dan akan menghasilkan seperti berikut :