Anda di halaman 1dari 19

Hari/tanggal Waktu

: Rabu / 8 Mei 2013 : 11.00-13.30 WIB

LAPORAN PRAKTIKUM EPIDEMIOLOGI INVESTIGASI WABAH

Kelompok 9 Pagi 1. Yeti Nefia S 2. Ricco Syah Putra B04080083 B04080120

3. Dg Noor Syamimi B04088013 4. Eko Prasetyo N B04090074

5. Bambang Rifky Y B04090125 6. Mayang Suci S B04090137

7. Ajeng Herpianti U B04090163 8. Lisnawati 9. Ica Antika B04090181 B04090197

DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT HEWAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT VETERINER FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2013

SEKENARIO I Ada bukti yang kuat bahwa avian influenza sedang mewabah di peternakan di daerah anda. Anda terpilih sebagai salah satu anggota tim petugas kesehatan hewan yang bertugas melakukan investigasi status kesehatan di peternakan backyard di daerah anda. Pertanyaan A 1. Berikanlah contoh pemeriksaan/ uji yang dapat digunakan untuk mencurigai adanya kejadian wabah avian influenza. Jwb: Contoh pemeriksaan atau uji yang dapat digunakan untuk mencurigai adanya kejadian wabah avian influenza adalah uji serologik (Uji HA, Uji HI), agar gel Immunodifussion (AGID), Real-time PCR, ELISA, dan isolasi virus Tim anda mengevaluasi 82 peternakan backyard di provinsi anda. Anda dan anggota team lainnya menguji unggas-unggas dalam setiap peternakan dan mencatat jika ada unggas yang memperlihatkan gejala klinis penyakit respiratori (lesu, batuk-batuk, bernafas dengan mulut terbuka, kotoran pada hidung). Selanjutnya, diambil sampel (usap trakhea) dari unggas untuk menentukan status infeksi dari setiap peternakan. Jika satu atau lebih sampel yang diambil dari satu peternakan menunjukkan hasil positif dengan Real-Time PCR, maka seluruh peternakan dianggap positif untuk virus avian influenza dan diklasifikasikan sebagai terinfeksi. Jika unggas-unggas di dalam peternakan tersebut tidak memperlihatkan gejala klinis penyakit respiratori dan seluruh sampel yang diambil menunjukkan hasil negatif dengan Real-Time PCR, maka seluruh peternakan tersebut dianggap negatif untuk virus avian influenza.

Pertanyaan B 1. Apakah adanya gejala klinis penyakit respiratori pada unggas (lihat gejala yang disebutkan di atas) merupakan definisi kasus untuk avian influenza? Jwb: Gejala klinis penyakit respiratori pada unggas tersebut bukan merupakan definisi kasus untuk avian influenza. Karena gejala klinis yang disebutkan itu masih memerlukan uji lanjut untuk menentukan kriteria kasus tersebut.

2.

Apakah perlu untuk mengumpulkan sampel biologis dari unggas di setiap peternakan? Kenapa ya atau kenapa tidak? Jwb: Pengumpulan sampel biologis dari unggas perlu dilakukan karena diperlukan dalam pengujian RT-PCR (untuk menentukan status infeksi dari setiap peternakan).

3.

Untuk tujuan dari penyelidikan awal ini, status infeksi suatu peternakan ditentukan seperti yang disebutkan di atas. Apakah ini merupakan cara yang dapat diterima untuk mengklasifikasikan sebuah peternakan tersebut sebagai terinfeksi ? kenapa ya atau kenapa tidak? Jwb: Cara yang dilakukan untuk menentukan status infeksi suatu peternakan diatas merupakan cara yang dapat diterima karena jika satu atau lebih sampel yang diambil dari satu peternakan menunjukkan hasil positif dengan Real-Time PCR, maka seluruh peternakan dianggap positif untuk virus avian influenza dan diklasifikasikan sebagai terinfeksi hal ini sesuai dengan definisi wabah.

4.

Jelaskan

bagaimana

anda

mengklasifikasikan

peternakan

sebagai

terinfeksi? Apa definisi kasus anda? Jwb: Cara untuk mengklasifikasikan peternakan sebagai terinfeksi adalah dengan melihat hasil uji RT-PCR yaitu jika satu atau lebih sampel yang diambil dari satu peternakan menunjukkan hasil positif maka seluruh peternakan diklasifikasikan sebagai terinfeksi. Definisi Kasus : Suatu peternakan dikatakan terinfeksi AI jika unggas menunjukkan gejala klinis penyakit respiratori (lesu, batuk-batuk, bernafas dengan mulut terbuka, kotoran pada hidung) dan hasil RT-PCR dari sampel biologis menunjukkan hasil positif.

Sebagai bagian dari penyelidikan, anda dan tim harus menjaring data mengenai 1) apakah ada kontak antara unggas di dalam peternakan dengan unggas liar; 2) bagaimana penerapan biosekuriti di peternakan tersebut; 3) apakah menggunakan vaksin legal atau illegal. Pada 82 peternakan yang anda evaluasi, 45 diantaranya teridentifikasi positif terkena virus avian influenza dan diklasifikasikan sebagai terinfeksi.

Sejumlah 45 peternakan diketahui mempunyai kontak dengan unggas liar dan 30 diantaranya diklasifikasikan sebagai terinfeksi. Sejumlah 40 peternakan mempunyai biosekuriti yang baik dan hanya 5 diantaranya yang diklasifikasikan sebagai terinfeksi. Terakhir, 2 peternakan dari 22 yang divaksinasi menggunakan vaksin illegal diklasifikasikan sebagai terinfeksi.

Pertanyaan C 1. Hitunglah proporsi peternakan yang diklasifikasikan terinfeksi? Apakah ini merupakan alat pengukuran kejadian penyakit yang berguna? Informasi apa yang dapat anda peroleh dari ini? Jwb: Diketahui : jumlah peternakan yang terinfeksi terinfeksi karena kontak dengan unggas liar terinfeksi karena biosekuriti yang tidak baik terinfeksi karena divaksinasi dengan vaksin illegal Ditanya : proporsi peternakan terinfeksi ? Jawab : Proporsi terinfeksi karena kontak dengan unggas liar = 45 = 30 =5 =2

Proporsi terinfeksi karena biosekuriti yang tidak baik

Proporsi terinfeksi karena divaksinasi dengan vaksin ilegal

Ya. Perhitungan proporsi dapat digunakan sebagai alat pengukur kejadian yang berguna untuk mengetahui seberapa besar kejadian penyakit yang disebabkan oleh masing-masing faktor resiko dan dapat diketahui kemungkinan sumber infeksi sehingga kita dapat menyusun program pencegahan.

2.

Dengan menghitung Attack rate untuk masing-masing faktor risiko, serta nilai attributable rate dan risiko relative, tentukan faktor apa yang paling berpengaruh terhadap kejadian AI? Terpapar faktor Tot Skt Sht AR1 Tdk terpapar faktor T ot Skt Sh t 25 9 0.67 6 42 5 37 0.11 9 7 X 10-3 6 X 10-3 1.050 -9 X 10-3 0.099 AR1 Attributa ble rate Relative Risk

Kontak unggas liar Biosekuriti yg tidak baik Vaksinasi ilegal

45

30

15

0.66 7

37

40

35

0.12 5

22

20

0.09

60

55

0.08 3

1.084

Faktor yang paling dominan berdasar table adalah kontak unggas liar dan vaksinasi illegal. Kontak unggas liar dilihat dari nilai AR yang paling tinggi, dan vaksinasi illegal dilihat dari Attributable rate dan RR yang paling tinggi.

SEKENARIO II Anda diminta untuk menyelidiki kemungkinan adanya wabah AI. Kelompok yang diteliti adalah peternakan backyard skala kecil. Pemilik unggas memelihara ayam dan bebek. Saat Anda tiba di tempat pemeliharaan, Anda berbicara dengan pemilik untuk mengumpulkan riwayat lengkap keadaannya. Pertanyaan A 1. Karena ini adalah kemungkinan wabah dan Anda diminta untuk melakukan penyelidikan, pertanyaan-pertanyaan umum apa sajakah yang perlu dijawab sebagai hasil dari penyelidikan Anda? Bab 1. 1) Siapakah nama pemilik ? 2) Apakah Anda mempunyai hewan peliharaan berupa unggas ? 3) Jenis unggas tersebut apa saja ? dan masing-masing berapa ekor ? 4) Apa alasan anda memelihara unggas ? 5) Dimana unggas-unggas tersebut dikandangkan ?

6) Bagamana keadaan lingkungan kandang ? 7) Bagaimana cara Anda berhubungan dengan unggas Anda ? 8) Kemana dan bagaimana Anda mengelola kotoran ternak unggas hewan Anda ? 9) Jika kotoranya hanya dibuang, dimana Anda membuangnya dan bagaimana perlakuannya ? Bab 2. 1) Dari mana Anda memperoleh hewan ternak Anda ? 2) Apakah ada persyaratan khusus dalam menentukan tempat Anda memperoleh unggas tersebut ?Jika Iya, sebutkan alasannya. 3) Apakah ada persyaratan khusus dalam menentukan tiap individu unggas ? Jika Iya,sebutkan alasannya. 4) Hasil apa dari ternak unggas yang Anda inginkan ? 5) Hasil tersebut akan Anda konsumsi sendiri apa akan dijual ? 6) Jika hasil tersebut ada yang dijual, kemana Anda akan menjualnya ? Bab 3. 1) Apakah Anda pernah mendengar tentang AI(Avian Influenza) ? 2) Apa yang anda ketahui tentang AI ? 3) Apakah Anda mengetahui gejala unggas yang terserang AI ? 4) Jika Iya, dari mana anda mengetahui informasi itu ? 5) Jika anda mengetahui ada unggas yang menunjukkan gejala AI, apa yang akan anda lakukan ? 6) Jika Anda memelihara unggas, usaha apa yang telah anda lakukan untuk mencegah ternak unggas anda terserang AI ? 7) Sedangkan untuk Anda dan keluaraga, apa yang telah Anda lakukan untuk menghindari serangan AI ? Bab 4. 1) Apakah Anda pernah melihat langsung unggas yang menunjukkan gejala AI ? 2) Apakah di lingkungan Anda pernah terjadi kematian unggas yang mendadak dengan gejala mirip AI ?

3) Apakah ada perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah dalam upaya pencegahan AI di daerah anda ? 4) Jika ada, tindakan apa yang telah dilakukan oleh pemerintah ? 5) Apakah menurut Anda tindakan itu efektif ? 2. Buat formulir untuk menyelidiki wabah AI. Pastikan untuk menyediakan tempat yang cukup untuk mencatat seluruh data yang harus dikumpulkan. Nama pemilik hewan: ................................................ Jenis unggas yang dipelihara dan jumlahnya: a. Ayam kampung, jumlah :...... b. Ayam petelur, jumlah c. Ayam pedaging,jumlah d. Bebek, jumlah e. Burung, jumlah f. Lainnya, jumlah :.. :.. :.. :.. :..

Jumlah kematian hewan dan tanggal kejadian: a. Ayam kampung, jumlah :,tanggal. :,tanggal. :,tanggal. b. Ayam petelur, jumlah :,tanggal. :,tanggal. :,tanggal. :,tanggal. c. Ayam pedaging,jumlah :,tanggal. :,tanggal. :,tanggal. d. Bebek, jumlah :,tanggal :,tanggal. :,tanggal. e. Burung, jumlah :.,tanggal... :.,tanggal... :.,tanggal... f. Lainnya, jumlah :.,tanggal.

:.,tanggal. :.,tanggal.

Gambaran patologis hewan yang telah mati : a. Ayam kampung, :..... :... :... b. Ayam petelur :... :... :.. :.. c. Ayam pedaging :.. :.. :.. d. Bebek :.. :... :... e. Burung :... :..... :..... f. Lainnya :... :... :... Jumlah hewan yang menunjukkan gejala klinis terserang AI : a. Ayam kampung, jumlah : b. Ayam petelur, jumlah c. Ayam pedaging,jumlah d. Bebek, jumlah e. Burung, jumlah f. Lainnya, jumlah : : :.. :.. :.. :.....

Hasil pemeriksaan laboratorium dari sampel hawan yang dicurigai: a. Ayam kampung,

:... :... b. Ayam petelur :... :... :.. :.. c. Ayam pedaging :.. :.. :.. d. Bebek :.. :... :... e. Burung :... :..... :..... f. Lainnya :... :... :... Riwayat yang diperoleh dari Pemilik Unggas Tiga hari yang lalu, si pemilik memiliki 37 ekor ayam dan 9 ekor bebek. Unggas-unggas tersebut ditempatkan pada tiga lokasi terpisah. Pemilik itu memiliki sebuah kandang ayam kecil dimana ia menempatkan ayam petelur. Di kandang tersebut ada 25 ekor ayam. Dua dari ayam-ayam ini adalah ayam jantan, sisanya ayam petelur. Si pemilik juga memiliki dua buah kandang lain yang kecil. Ia menempatkan seluruh bebeknya dalam salah satu kandang (ia memiliki 6 ekor bebek betina dan 3 ekor bebek jantan). Kandang satunya lagi diperuntukkan untuk menyimpan unggas yang dibeli secara teratur dari pasar unggas. Ada 12 ekor unggas di kandang ini (5 ekor ayam jantan dan 7 ekor ayam betina). Bebek dan unggas yang dibeli dari pasar adalah untuk dikonsumsi. Sebagian besar telur yang dihasilkan dan unggas yang dipotong dikonsumsi oleh keluarga pemilik yang tinggal di lokasi yang sama.

Pemilik memberitahu Anda bahwa dua hari yang lalu, pagi-pagi ia memberi makan unggas peliharaannya dan mengumpulkan telur. Ia mendapati 3 ekor bangkai ayam di kandang unggas yang dibeli dari pasar. Kemarin ia mendapati 4 ekor bangkai lainnya dari kelompok unggas yang dibeli dari pasar dan 4 ekor bangkai ayam dari kelompok ayam petelur. Seluruh bangkai unggas tersebut diletakkan begitu saja di luar kandang. Untungnya, cuacanya dingin akhir-akhir ini sehingga kondisi bangkainya masih cukup baik. Anda memeriksa sisa unggas yang ada. Dalam kandang unggas yang dibeli dari pasar, Anda dapati 2 ekor bangkai unggas. Dari ke-3 ekor yang masih hidup, 2 di antaranya menunjukkan gejala klinis yang mengarah pada AI (batuk, dispnea, lethargi, ataxia). Dalam kandang ayam petelur, Anda mendapati 7 ekor bangkai ayam. Dari ke-14 ekor yang masih hidup, 9 di antaranya menunjukkan gejala klinis yang mengarah pada AI. Dalam kandang bebek, Anda mendapati 2 ekor bangkai bebek. Dari ke-7 ekor yang masih hidup, satu tampak amat lemah dan enggan bangkit berdiri. Anda menekropsi seluruh unggas yang mati. Banyak di antaranya memiliki lesio yang mengarah pada infeksi AI, termasuk diantaranya pembengkakan kepala dan kaki akibat edema subkutan; hemoragi pada kaki, pial dan jengger; hemoragi pada epikardium; dan fokus nekrosa pada limpa, jantung dan pankreas. Anda mengumpulkan sampel untuk pengujian AI dari seluruh bangkai di sana. Anda ambil swab trakhea dan kloaka untuk keperluan uji real-time reversetranscriptase polymerase chain reaction. Pertanyaan B 3. Informasi apa yang penting untuk dicatat dalam kejadian wabah ini? Bagaimana cara Anda mengatur data ini untuk mempermudah bagi perhitungan-perhitungan epidemiologis seperti tabel attack rate? 1. Informasi penting untuk dicatat adalah Asal unggas Jenis unggas yang dipelihara yang rentan AI

Tabel AR: Terpapar factor unggas asal pasar Jenis unggas yang rentan AI 21 37 14 31 7 6 Tidak terpapar factor 25 9 20 3 5 6

4. Berapa proporsi ayam dalam kelompok ini? Berapa proporsi bebek?


Proporsi ayam dalam kelompok ini = = = 0.804

Proporsi bebek =

= 0.196

5. Hitung mortality rate dan case fatality rate masing-masing kelompok unggas. Interpretasikan hasil yang Anda peroleh.
MR dan CFR

Ayam: MR = CFR = Bebek: MR = CFR = Interpretasi : Dari hasil dapat diketahui bahwa tingkat kefatalan kasus (CFR) pada bebek tinggi, tapi tingkat kematian (MR) rendah. = = 0.22 = = 0.67 = = = 0.54 = 0.65

6. Definisikan suatu kasus berdasarkan data yang Anda kumpulkan. Masukkan mortality rate atau case fatality rate sebagai bagian dari definisi Anda. Mengapa mortality rate atau case fatality rate penting untuk dimasukkan dalam definisi kasus Anda?
Pada ayam nilai CFR lebih rendah dari bebek, sedangkan MR pada ayam lebih tinggi dari bebek. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kefatalan pada bebek lebih tinggi namun tingkat kematian paling tinggi pada ayam.

7. Tentukan besarnya / keparahan masalah di kelompok backyard ini dengan menghitung tingkat serangannya. Untuk perhitungan ini, anggaplah bahwa kematian dan gejala-gejala klinis konsisten dengan definisi kasus Anda untuk HPAI (tanpa memandang hasil pengujian AI-nya).
AR = = = 0.739

AR yang digunakan adalah AR untuk keseluruhan unggas dalam peternakan. 8. Pola yang digunakan adalah pola hewan

Periksa data yang ada untuk menemukan pola temporal, spasial dan hewan. Hitung tingkat serangannya. Gunakan tabel data yang disediakan (Table 1). AR berdasarkan factor Terpapar factor unggas asal pasar 21 14 7 14/21 = 0.67 Jenis unggas yang rentan AI 37 31 6 31/37 = 0.84 9 3 6 25 AR Tidak terpapar factor 20 5 20/25 = 0.8 3/9 = 0.33 AR

9. Apa hipotesis Anda mengenai penyakit dalam kelompok ini? Jelaskan penalaran Anda.
Hipotesis: TP=TTP

TP = terpapar factor; TTP= tidak terpapar factor Tingkat serangan pada kelompok yang terpapar factor dan yang tidak terpapar factor tidak berbeda 10. Apakah ada informasi yang tidak Anda peroleh selama kunjungan Anda yang menurut Anda dapat bermanfaat? Informasi penting yang tidak diperoleh: Jarak antar kandang Penanganan bangkai unggas Biosecurity yang diterapkan Vaksinasi yang telah dilakukan

11. Langkah-langkah apa sajakah yang perlu segera dilakukan untuk mengendalikan masalah dalam kelompok unggas ini dan mencegah penyebarannya ke kelompok unggas lain di sekitarnya? Langkah yang dapat dilakukan untuk mengendalikan masalah dan mencegah penularannya: Mengubur bangkai Disinfeksi kandang Vaksinasi Penerapan biosecurity Pertanyaan C 12. Hasil uji AI diserahkan pada Anda dan dapat dilihat pada Tabel 2.
Nomor Unggas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Hasil Tes AI Positif Positif Positif Positif Positif Negatif Positif Positif Positif Positif Positif Positif Positif Positif Positif Positif Positif Positif Negatif Positif Positif Positif Negatif Positif Jenis Hewan Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Kandang Unggas belian Unggas belian Unggas belian Unggas belian Unggas belian Unggas belian Unggas belian Unggas belian Unggas belian Unggas belian Unggas belian Unggas belian Petelur Petelur Petelur Petelur Petelur Petelur Petelur Petelur Petelur Petelur Petelur Petelur

25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46

Positif Positif Negatif Positif Positif Positif Positif Positif Positif Negatif Negatif Positif Negatif Positif Positif Positif Positif Positif Positif Negatif Positif Negatif

Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Bebek Bebek Bebek Bebek Bebek Bebek Bebek Bebek Bebek

Petelur Petelur Petelur Petelur Petelur Petelur Petelur Petelur Petelur Petelur Petelur Petelur Petelur Bebek Bebek Bebek Bebek Bebek Bebek Bebek Bebek Bebek

13. Berapa proporsi unggas yang teruji positif AI dalam kelompok tersebut? Proporsi unggas yang teruji positif AI dalam kelompok tersebut adalah = 37 / 46 x 100% = 80,43% 14. Berapa proporsi unggas yang teruji positif AI dalam kelompok ayam? Dalam kelompok bebek? Bandingkan hasil-hasil yang Anda dapatkan dengan perhitungan tingkat serangan yang Anda hitung sebelumnya. Lihat jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dalam pertanyaan B.
Proporsi unggas yang teruji positif AI pada kelompok ayam adalah :

Proporsi unggas yang terinfeksi positif AI pada kelompok bebek adalah :

Dari proporsi unggas yang terinfeksi AI pada kelompok ayam adalah 89.47% dan kelompok bebek adalah 12.5 %, apabila dihubungkan dengan tingkat serangan yang diperoleh pada kelompok ayam petelur 80 %, kelompok ayam belian 91 %, dan bebek 33.3 % dapat disimpulkan bahwa tingkat infeksi AI pada kelompok ayam lebih tinggi daripada kelompok bebek. 15. Apakah proporsi unggas yang teruji positif AI lebih tinggi dalam kelompok unggas yang dibeli dari pasar daripada dalam kelompok ayam petelur? Jelaskan hasil yang Anda dapatkan.

Proporsi unggas yang terinfeksi AI pada kelompok ayam petelur adalah :

Proporsi unggas yang teruji positif AI dalam kelompok unggas yang di beli di pasar lebih tinggi daripada dalam kelompok ayam petelur, hal ini dapat disebabkan karena biosekuriti di pasar sangat buruk sehingga penularan melalui feses hewan yang terinfeksi, dari transportasi, dan hewan yang positif AI lebih mudah terjadi.

16. Menurut hipotesa yang Anda buat apa yang mungkin menjadi rute utama penularan AI dari kelompok yang terinfeksi ke kelompok lain di sekitarnya? Bagaimana Anda menyelidiki teori-teori Anda?
Rute utama penularan antara kelompok yang terinfeksi kepada kelompok yang di sekitarnya adalah melalui udara (droplet/eksudat). Kondisi kandang yang padat memiliki peran yang besar dalam penularan penyakit AI. Selain itu, biosekuriti dan biosafety yang buruk juga memiliki efek yang signifikan seperti tidak adanya pengawasan terhadap pengiriman unggas yang positif, hewan carrier/reservoir, dan transportasi yang buruk.

Menyelidiki teori dengan cara menelusuri asal hewan, kondisi hewan dikandang, kepadatan kandang, jumlah unggas yang positif AI di setiap kandang, dan mengevaluasi penerapan biosekuriti.

17. Rekomendasi biosekuriti apa yang akan Anda sarankan pada pemilik unggas dan para pemilik unggas lain di sekitarnya untuk menghentikan peyebaran penyakit ini? 1. Memberikan jarak yang cukup antara kandang untuk unggas yang dibeli dari pasar, unggas petelur, dan bebek. 2. Menerapkan sistem all in-all out ketika ada unggas yang masuk ke dalam kawasan rumah.

Pertanyaan D 18. Setelah adanya laporan mengenai adanya kelompok unggas yang terserang penyakit yang memiliki gejala mirip AI, ada lebih banyak laporan berdatangan tentang kelompok unggas yang sakit. Anda memutuskan untuk mencari pola dalam kelompok-kelompok unggas yang dilaporkan sakit. Setelah melihat banyak kasus yang mempunyai gejala mirip AI, maka diputuskan mencari pola penyebaran penyakit. 19. Jenis pola seperti apa yang akan Anda cari dan bagaimana cara Anda akan memperoleh informasi ini? Cara kami akan memperoleh informasi tersebut ada beberapa tahapan yaitu: a) Melihat asal hewan, gejala klinis, jenis, lokasi dan sanitasi b) Setelah mengidentifikasi pola penyebaran, kemudian dilanjutkan dengan melakukan analisis data yaitu menghitung attack rate dan membuat tabel attack rate dari perbandingan beberapa kelompok tersebut (ayam petelur, bebek, dan unggas yang berasal dari pasar). c) Membuat hipotesis sehingga dapat merekomendasikan tindakan korektif kepada pemilik unggas tersebut. d) Tindak lanjut intensif; Pengamatan secara mikroskopis (histopatologi) dan uji serologis (PCR). 20. Pertanyaan-pertanyaan apa yang akan Anda tanyakan pada tiap pemilik kelompok unggas dalam kelanjutan penyelidikan Anda? 1. Berapa kali dalam seminggu Anda membeli unggas di pasar dan berapa jumlah yang dibeli?

2. Pernahkan melakukan vaksinasi pada ayam milik Anda dan vaksin apa yang digunakan? 3. Apakah ada unggas liar atau hewan lain yang berkeliaran di sekitar kandang dan rumah Anda? 4. Apakah pasar yang merupakan asal dari unggas mempunyai standar sanitasi yang baik? 5. Bagaimana perbandingan antara ukuran kandang dengan jumlah unggas (tingkat kepadatan)? 6. Jenis ayam petelur apa yang diternakkan? 7. Setelah adanya kejadian tersebut, tindakan (preventive maupun curative) apa yang pemilik lakukan pada masing-masing kelompok? 8. Setelah pengambilan data terakhir, apakah ada penambahan hewan yang menunjukkan gejala sakit mirip AI pada masing-masing kelompok? 9. Setelah pengambilan data terakhir, apakah ada penambahan hewan yang mati mendadak pada masing-masing kelompok?

AI pada backyard flocks Tabel 1


Nomor Unggas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Betina Jantan Betina Jantan Jantan Betina Betina Jantan Betina Betina Betina Jantan Jantan Betina Kandang unggas belian Kandang unggas belian Kandang unggas belian Kandang unggas belian Kandang unggas belian Kandang unggas belian Kandang unggas belian Kandang unggas belian Kandang unggas belian Kandang unggas belian Kandang unggas belian Kandang unggas belian Kandang petelur Kandang petelur Ya Ya Tidak Jenis Jenis Kelamin Lokasi Gejala klinis Mati Mati Mati Mati Mati Mati Mati Mati Mati Hidup Hidup Hidup Mati Mati Mati/Hidup

15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46

Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Ayam Bebek Bebek Bebek Bebek Bebek Bebek Bebek Bebek Bebek

Betina Betina Jantan Betina Betina Betina Betina Betina Betina Betina Betina Betina Betina Betina Betina Betina Betina Betina Betina Betina Betina Betina Betina Betina Betina Betina Betina Jantan Jantan Betina Jantan Betina

Kandang petelur Kandang petelur Kandang petelur Kandang petelur Kandang petelur Kandang petelur Kandang petelur Kandang petelur Kandang petelur Kandang petelur Kandang petelur Kandang petelur Kandang petelur Kandang petelur Kandang petelur Kandang petelur Kandang petelur Kandang petelur Kandang petelur Kandang petelur Kandang petelur Kandang petelur Kandang petelur Kandang bebek Kandang bebek Kandang bebek Kandang bebek Kandang bebek Kandang bebek Kandang bebek Kandang bebek Kandang bebek Ya Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Ya Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak

Mati Mati Mati Mati Mati Mati Mati Mati Mati Hidup Hidup Hidup Hidup Hidup Hidup Hidup Hidup Hidup Hidup Hidup Hidup Hidup Hidup Mati Mati Hidup Hidup Hidup Hidup Hidup Hidup Hidup

Tabel 2
Nomor Hasil tes AI Nomor Hasil tes AI Nomor Hasil tes AI

Unggas 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 Positif Positif Positif Positif Positif Negatif Positif Positif Positif Positif Positif Positif Positif Positif Positif Positif 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32

Unggas Positif Positif Negatif Positif Positif Positif Negatif Positif Positif Positif Negatif Positif Positif Positif Positif Positif 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46

Unggas Positif Negatif Negatif Positif Negatif Positif Positif Positif Positif Positif Positif Negatif Positif Negatif