Anda di halaman 1dari 17

PEDOMAN

PENETAPAN INPASSING JABATAN FUNGSIONAL GURU


BUKAN PEGAWAI NEGERI SIPIL

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL


DIREKTORAT PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
2008
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR ............................................................................... i


Pelaksanaan Penetapan Jabatan Fungsional Bagi Guru Bukan Pegawai DAFTAR ISI ............................................................................................ ii
Negeri Sipil merupakan salah satu implementasi dari Peraturan Menteri
BAB I PENDAHULUAN
Pendidikan Nasional Nomor 47 Tahun 2007. Agar Penetapan Jabatan
Fungsional tersebut dapat direalisasikan dengan baik, perlu adanya
pemahaman bersama antara berbagai unsur yang terkait baik di pusat A. Latar Belakang .................................................................. 1
maupun di daerah.
B. Dasar Hukum .................................................................... 3
Oleh karena itu, perlu adanya koordinasi dalam pelaksanaan Penetapan C. Tujuan dan Manfaat ......................................................... 5
Jabatan Fungsional Guru agar Peraturan Menteri tersebut dapat D. Pengertian ........................................................................ 5
dilaksanakan sesuai harapan.

Salah satu bagian terpenting dalam Penetapan Jabatan Fungsional guru BAB II MEKANISME PELAKSANAAN INPASSING BAGI GURU
bukan Pegawai Negeri Sipil adalah status guru dan penetapan angka BUKAN PEGAWAI NEGERI SIPIL
kredit serta jabatannya. Untuk itu, diperlukan petunjuk teknis yang dapat
dijadikan acuan bagi daerah yaitu Dinas Pendidikan Provinsi, Dinas A. Persyaratan ...................................................................... 7
Pendidikan Kabupaten/Kota, Ketua Yayasan Penyelenggara B. Prosedur Pengusulan ....................................................... 9
Pendidikan, Kepala Sekolah, Guru, dan unsur lain yang terkait dalam
C. Dasar dan Tatacara Penetapan ....................................... 10
Penetapan Jabatan Fungsional Bagi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil.
D. Jenjang Jabatan Fungsional ............................................ 12
Akhirnya kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya E. Pejabat yang Berwemang Menetapkan ............................ 15
program ini, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
F. Lain-lain ............................................................................ 16

Jakarta, Januari 2008 BAB III PENUTUP ............................................................................ 18

Direktur Jenderal Peningkatan


Mutu Pendidik dan Tenaga LAMPIRAN-LAMPIRAN
Kependidikan, Lampiran 1 Format 1 ................................................................................ 19
Lampiran 2 Format 2 ................................................................................ 21
Lampiran 3 Format 3 ............................................................................... 23
Lampiran 4 Format 4 ................................................................................ 26
Dr. Baedhowi Lampiran 5 Tabel 1 ................................................................................ 29
NIP 130 803 888

Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya i Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya ii
BAB I pembelajaran sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan
PENDAHULUAN (SNP). Kualifikasi akademik dimaksud diperoleh melalui
pendidikan tinggi program sarjana (S-1) atau program diploma
empat (D-IV) yang sesuai dengan tugasnya sebagai guru, mulai
A. Latar Belakang dari Taman Kanak-kanak sampai dengan sekolah menengah.

Pembangunan nasional dalam bidang pendidikan adalah upaya Tuntutan akan profesionalisme guru harus disertai dengan
mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas pemenuhan kebutuhan hak guru atas kesejahteraan atau
manusia Indonesia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak penghasilan yang layak. Undang Undang Nomor 14 Tahun
mulia serta menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni 2005 Pasal 14 ayat (1) huruf a mengamanatkan bahwa dalam
dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur, dan melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berhak
beradab. Sejalan dengan itu, untuk menjamin perluasan dan memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum
pemerataan akses, peningkatan mutu dan relevansi, serta tata dan jaminan kesejahteraan sosial. Pasal 15 ayat (1) dari
pemerintahan yang baik dan akuntabilitas pendidikan yang undang-undang ini mengamanatkan bahwa penghasilan di
mampu menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan atas kebutuhan hidup minimum meliputi gaji pokok,
perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global perlu tunjangan yang melekat pada gaji, serta penghasilan lain
dilakukan pemberdayaan dan peningkatan mutu guru secara berupa tunjangan profesi, tunjangan fungsional, tunjangan
terencana, terarah, dan berkesinambungan. Pemberdayaan khusus, dan maslahat tambahan yang terkait dengan tugasnya
dan peningkatan mutu guru perlu dilakukan, karena sebagai guru yang ditetapkan dengan prinsip penghargaan
penyandang profesi ini mempunyai fungsi, peran, dan atas dasar prestasi.
kedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan
nasional dalam bidang pendidikan. Salah satu hak guru sebagaimana dimaksudkan di atas adalah
hak atas tunjangan profesi. Berkaitan dengan ini, Undang
Saat ini telah muncul komitmen kuat dari Pemerintah, Undang Nomor 14 Tahun 2005 Pasal 16 mengamanatkan
terutama Depdiknas, untuk merevitalisasi kinerja guru antara bahwa pemerintah memberikan tunjangan profesi kepada
lain dengan memperketat persyaratan bagi siapa saja yang guru yang telah memiliki sertifikat pendidik yang diangkat oleh
ingin meniti karir profesi di bidang keguruan. Di dalam Undang penyelenggara pendidikan dan/atau satuan pendidikan yang
Undang Nomor 14 Tahun 2005 dan Peraturan Pemerintah diselenggarakan oleh masyarakat. Tunjangan profesi dimaksud
Nomor 19 Tahun 2005 diamanatkan bahwa, guru wajib diberikan setara dengan 1 (satu) kali gaji pokok guru yang
memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen diangkat oleh satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh

Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 1 Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 2
pemerintah atau pemerintah daerah pada tingkat, masa kerja, Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara
dan kualifikasi yang sama. Republik Indonesia Nomor 4301);

Mengingat kebijakan sertifikasi pendidik tersebut berlaku bagi 2. Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan
semua guru, maka untuk dapat memberikan tunjangan profesi Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005
kepada guru bukan Pegawai Negeri Sipil yang telah memenuhi Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik
kualifikasi akademik dan memiliki sertifikat pendidik, perlu Indonesia Nomor 4586);
dilakukan inpassing penetapan jabatan fungsional dan angka
kreditnya bagi guru yang diangkat oleh penyelenggara 3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
pendidikan dan/atau satuan pendidikan yang diselenggarakan Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik
oleh masyarakat atau guru bukan pegawai negeri sipil. Atas Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran
dasar itu, ditetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Negara Republik Indonesia Nomor 4496);
(Permen DIknas) Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2007
tentang Penetapan Inpassing Jabatan Fungsional Guru Bukan 4. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang
Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya yang dijadikan Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata
sebagai acuan untuk menetapkan Jabatan Fungsional Guru Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana
Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya. telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 94
Tahun 2006;
Dalam rangka implementasi Permen Diknas tersebut, perlu
dibuat pedoman mengenai Tata Cara Penetapan Inpassing 5. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang
Jabatan Fungsional Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil;
Angka Kreditnya. Dengan pedoman ini diharapkan Inpassing
Jabatan Fungsional Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil dan 6. Keputusan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara
Angka Kreditnya dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Nomor 84/1993 tentang Jabatan Fungsional Guru dan
Angka Kreditnya;

B. Dasar Hukum 7. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik


Indonesia Nomor 025/0/1995 tentang Petunjuk Teknis
1. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Ketentuan Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka
Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Kreditnya;

Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 3 Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 4
anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar,
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia dan pendidikan menengah.
Nomor 47 Tahun 2007 tentang Penetapan Inpassing
Jabatan Fungsional Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil dan 2. Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil adalah guru tetap yang
Angka Kreditnya. mengajar di satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh
Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan Masyarakat
berdasarkan perjanjian kerja atau kesepakatan kerja sama.
C. Tujuan dan Manfaat
3. Satuan administrasi pangkal (Satmingkal) adalah satuan
1. Sebagai acuan bagi guru bukan Pegawai Negeri Sipil untuk pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah,
melengkapi persyaratan dalam rangka mengajukan usul Pemerintah Daerah, atau Masyarakat tempat Guru Bukan
Inpassing Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. Pegawai Negeri Sipil yang telah memiliki Nomor Unik
Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) yang
2. Sebagai acuan bagi penyelenggara satuan pendidikan melaksanakan tugas sebagai guru tetap pada satuan
dan/atau yayasan yang diselenggarakan oleh masyarakat dimaksud.
untuk mengusulkan penetapan Inpassing para gurunya.
4. NUPTK adalah Nomor Unik Pendidik dan Tenaga
3. Sebagai acuan bagi pejabat yang berwenang untuk Kependidikan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal
melakukan Inpassing Jabatan Fungsional Guru Bukan Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan,
Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya. Departemen Pendidikan Nasional.

5. Inpassing Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil adalah proses


D. Pengertian penyesuaian kepangkatan Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil
dengan kepangkatan Guru Pegawai Negeri Sipil.
Yang dimaksud dalam Pedoman ini:

1. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama


mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih,
menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan

Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 5 Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 6
BAB II
MEKANISME PELAKSANAAN INPASSING 4. Usia setinggi-tingginya 59 tahun pada saat diusulkan.
BAGI GURU BUKAN PEGAWAI NEGERI SIPIL
5. Telah memiliki NUPTK yang dikeluarkan oleh Direktorat
Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga
A. Persyaratan Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional.

Penetapan jabatan fungsional Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil 6. Melampirkan syarat-syarat administratif :
dan angka kreditnya, bukan sebatas untuk memberikan
tunjangan profesi bagi mereka, namun lebih jauh adalah untuk a. Salinan/fotokopi sah surat keputusan tentang
menetapkan kesetaraan jabatan, pangkat/golongan yang sesuai pengangkatan atau penugasan sebagai guru tetap yang
dengan ketentuan yang berlaku sekailgus demi tertib ditandatangani oleh yayasan/penyelenggara satuan
administrasi Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil. Atas dasar itu, pendidikan yang mempunyai izin operasional tempat
Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil yang dapat ditetapkan Jabatan satuan administrasi pangkal (satmingkal) guru yang
Fungsional dan Angka Kreditnya adalah: bersangkutan.

1. Guru tetap yang mengajar pada satuan pendidikan, b. Salinan atau fotokopi ijazah terakhir yang disahkan oleh
TK/TKLB/RA/BA atau yang sederajat; SD/SDLB/MI atau yang pejabat yang berwenang sesuai ketentuan yang berlaku
sederajat; SMP/SMPLB/MTs atau yang sederajat; dan (Perguruan Tinggi/Lembaga Pendidik dan Tenaga
SMA/SMK/SMALB/MA/MAK atau yang sederajat, yang telah Kependidikan yang menerbitkan ijasah dimaksud).
memiliki izin operasional dari Dinas Pendidikan
Kabupaten/Kota atau Dinas Pendidikan Provinsi setempat. c. Surat keterangan asli dari kepala sekolah/madrasah
Guru dimaksud adalah guru yang diangkat oleh pemerintah, bahwa yang bersangkutan melakukan kegiatan proses
pemerintah daerah dan yayasan/masyarakat penyelenggara pembelajaran/pembimbingan pada satmingkal guru
pendidikan. yang bersangkutan.

2. Kualifikasi akademik minimal S-1/D-IV

3. Masa kerja sebagai guru sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun


berturut-turut pada satmingkal yang sama.

Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 7 Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 8
B. Prosedur Pengusulan 4. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi meneliti kelengkapan
administratif dan keabsahan bukti fisik yang diusulkan oleh
Prosedur pengusulan Inpassing Jabatan Fungsional Guru Bukan kepala sekolah seperti tersebut pada butir 2 (dua) dan
Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya adalah sebagai mengusulkannya kepada Menteri Pendidikan Nasional
berikut: melalui Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan
Tenaga Kependidikan u.b. Direktur Profesi Pendidik dengan
1. Kepala sekolah/madrasah jenjang TK/RA/BA, SD/MI, menggunakan Format 2 (Lampiran 2).
SMP/MTs, SMA/SMK/MA/MAK atau yang sederajat,
meneliti kelengkapan administratif dan keabsahan bukti 5. Direktorat Profesi Pendidik meneliti dan menilai
fisik yang diusulkan oleh Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil kelengkapan administrasi dan keabsahan bukti fisik yang
dan atas persetujuan yayasan/penyelenggara pendidikan, diusulkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan/atau
dan mengusulkannya ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Dinas Pendidikan Provinsi. Selanjutnya Direktorat Profesi
dengan menggunakan Format 1 (Lampiran 1). berdasarkan hasil penilaian mengusulkan ke Menteri
Pendidikan Nasional melalui Kepala Biro Kepegawaian
2. Kepala sekolah/madrasah jenjang TKLB, SDLB, SMPLB, dan untuk ditetapkan Jabatan Fungsional Guru Bukan Pegawai
SMALB atau yang sederajat meneliti kelengkapan Negeri Sipil dan Angka Kreditnya, dengan menggunakan
administratif dan keabsahan bukti fisik yang diusulkan oleh Format 3 (Lampiran 3).
Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil atas persetujuan
yayasan/penyelenggara pendidikan, dan mengusulkannya 6. Kepala Biro Kepegawaian meneliti hasil penilaian
ke Dinas Pendidikan Provinsi, dengan menggunakan kelengkapan administrasi dan keabsahan bukti fisik usulan
Format 1 (Lampiran 1). penetapan inpassing dari Direktur Profesi Pendidik untuk
ditetapkan Inpassing Jabatan Fungsional Guru Bukan
3. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota meneliti Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya, dengan
kelengkapan administratif dan keabsahan bukti fisik yang menggunakan Format 4 (Lampiran 4).
diusulkan oleh kepala sekolah seperti tersebut pada butir 1
(satu) dan mengusulkannya kepada Menteri Pendidikan C. Dasar dan Tatacara Penetapan
Nasional melalui Direktur Jenderal Peningkatan Mutu
Pendidik dan Tenaga Kependidikan u.b. Direktur Profesi 1. Inpassing Jabatan Fungsional Guru Bukan Pegawai Negeri
Pendidik dengan menggunakan Format 2 (Lampiran 2). Sipil dan Angka Kreditnya ditetapkan berdasarkan dua
hal, yaitu:

Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 9 Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 10
a. Kualifikasi akademik g. Dengan memperhatikan kualifikasi akademik dan
b. Masa kerja, dihitung mulai dari pengangkatan atau masa kerja guru bukan Pegawai Negeri Sipil yang
penugasan sebagai Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil bersangkutan, ditetapkan Jenjang Jabatan
pada satuan pendidikan. Fungsional Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil dan
Angka Kreditnya menggunakan Format 4 (Lampiran
2. Inpassing Jabatan Fungsional Guru Bukan Pegawai 4).
Negeri Sipil dan Angka Kreditnya dilakukan dengan
menggunakan tata cara sebagai berikut:
a. Meneliti kelengkapan persyaratan penetapan D. Jenjang Jabatan Fungsional
Inpasing Jabatan Fungsional Guru Bukan Pegawai
Negeri Sipil dan Angka Kreditnya. 1. Guru merupakan tenaga profesional yang menurut Undang
b. Menghitung masa kerja guru bukan Pegawai Negeri Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
Sipil yang bersangkutan, terhitung sejak diangkat harus memiliki kualifikasi akademik minimal S-1 atau D-IV.
sebagai guru tetap pada satuan pendidikan yang Pegawai Negeri Sipil dengan kualifikasi akademik S-1
diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah dengan masa kerja 0 tahun, menurut Keputusan Menteri
daerah dan yayasan/masyarakat penyelenggara Pemberdayaan Aparatur Negara Nomor 84/1993 memiliki
pendidikan. jabatan funsional Guru Madya dengan golongan/ruang III/a.
c. Masa kerja guru bukan Pegawai Negeri Sipil Di samping itu Guru Pegawai Negeri Sipil dengan
diperhitungkan dengan satuan tahun penuh. golongan/ruang IV/a yang akan mengusulkan naik pangkat
Misalnya, guru bukan Pegawai Negeri Sipil dengan ke IV/b dipersyaratkan memenuhi 12 point angka kredit
masa kerja 10 tahun 11 bulan, dihitung 10 tahun. pengembangan profesi. Pada umumnya Guru Pegawai
d. Kelebihan masa kerja 11 bulan diperhitungkan untuk Negeri Sipil tertahan di golongan/ruang IV/a karena
kesetaraan kenaikan gaji berkala berikutnya. kesulitan memenuhi 12 point angka kredit pengembangan
e. Berdasarkan kualifikasi akademik dan masa kerja profesi. Dalam rangka kesetaraan jabatan fungsional dan
guru yang bersangkutan, ditetapkan jenjang jabatan golongan/ruang Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil dengan
fungsional guru tersebut dengan menggunakan Guru Pegawai Negeri Sipil, maka jenjang jabatan fungsional
tabel konversi pada Lampiran 5. Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil hasil inpassing minimal
f. Contoh penetapan jenjang jabatan fungsional guru Guru Madya dan maksimal Guru Pembina. Jadi jenjang
bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya jabatan fungsional Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil hasil
disajikan pada Lampiran 4. inpassing adalah:

Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 11 Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 12
2. Haryono adalah lulusan Sarjana Pendidikan Matematika,
a. Guru Madya, telah mengajar mata pelajaran Fisika di SMA Cipete, Jakarta
b. Guru Madya Tk.I, Selatan selama 20 tahun. Berdasarkan tabel konversi
c. Guru Dewasa, Haryono mendapat angka kredit kumulatif 400. Karena
d. Guru Dewasa Tk.I, atau mismatch (tidak sesuai dengan yang diampu), maka angka
e. Guru Pembina. kredit kumulatifnya berkurang, sehingga Haryono
memperoleh angka kredit kumulatifnya adalah 400 – 25 =
2. Angka kredit kumulatif terendah hasil inpassing yang 375. Jabatan fungsional Haryono adalah Guru Dewasa
diperoleh guru bukan Pegawai Negeri Sipil adalah 100. Tingkat I dengan pangkat/gologan Penata Tingkat I golongan
III/d
3. Bagi guru bukan Pegawai Negeri Sipil yang bidang tugasnya .
tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya 3. Neneng adalah lulusan Sarjana non Kependidikan bidang
(mismatch), maka angka kredit hasil inpassing berdasarkan Sejarah dan tidak memiliki Akta Mengajar (Akta IV), telah
kualifikasi akademik dan masa kerja dikurangi 25 point mengajar mata pelajaran Sejarah di SMA Cipete, Jakarta
angka kredit. Selatan selama 7 tahun. Berdasarkan tabel konversi Neneng
mendapat angka kredit kumulatif 150. Karena tidak memiliki
4. Bagi guru bukan Pegawai Negeri Sipil yang berasal dari non Akta Mengajar IV, maka angka kredit kumulatifnya berkurang
LPTK dan tidak memiliki Akta mengajar, maka angka kredit 25, sehingga Neneng memperoleh angka kredit kumulatifnya
hasil inpassing berdasarkan kualifikasi akademik dan masa adalah 150 – 25 = 125. Jabatan fungsional Neneng adalah
kerja dikurangi 25 point angka kredit. Guru Madya Tk I dengan pangkat/golongan Penata Muda
Tingkat I golongan III/b

Contoh: 4. Bachri adalah lulusan Fakultas Ekonomi jurusan Ekonomi


1. Budi adalah Sarjana Pendidikan PKn, telah berpengalaman Kooperasi, tidak memiliki Akta Mengajar (Akta IV), dan telah
mengajar mata pelajaran PKn di SMP Cipete, Jakarta Selatan mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Cipete,
selama 15 tahun. Berdasarkan tabel konversi Budi mendapat Jakarta Selatan selama 8 tahun. Berdasarkan tabel konversi,
angka kredit kumulatif 300. Jabatan fungsional Budi adalah Bahri mendapat angka kredit kumulatif 150. Karena tidak
Guru Dewasa Tingkat I dengan pangkat/golongan Penata memiliki Akta Mengajar IV, maka angka kredit kumulatifnya
Tingkat.I Golongan III/d. berkurang 25. Juga karena mismatch, maka angka kredit
kumulatifnya dikurangi 25. Sehingga Bachri memperoleh

Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 13 Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 14
angka kredit kumulatifnya adalah 150 – 25 – 25 = 100. b. Sekretaris Jenderal atas nama Menteri Pendidikan
Jabatan fungsional Bachri adalah Guru Madya dengan Nasional berwenang untuk menetapkan Jabatan
pangkat/golongan Penata Muda golongan III/a. Fungsional Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil dan
Angka Kreditnya pada jenjang Guru Dewasa Tk.I.
5. Dani adalah lulusan Fakultas Sastra jurusan Bahasa Jepang, c. Kepala Biro Kepegawaian atas nama Menteri
tidak memiliki Akta Mengajar (Akta IV), dan telah mengajar Pendidikan Nasional berwenang untuk menetapkan
mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMA Cipete, Jakarta Jabatan Fungsional Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil
Selatan selama 5 tahun. Berdasarkan tabel konversi, Dani dan Angka Kreditnya pada jenjang Guru Dewasa.
mendapat angka kredit kumulatif 100. Karena tidak memiliki d. Kepala Bagian/Kepala Sub Bagian pada Biro
Akta Mengajar (Akta IV), maka angka kredit kumulatifnya Kepegawaian Departemen Pendidikan Nasional atas
berkurang 25. Juga karena mismatch, maka angka kredit nama Menteri Pendidikan Nasional berwenang untuk
kumulatifnya dikurangi 25. Tetapi karena jabatan fungsional menetapkan Jabatan Fungsional Guru Bukan Pegawai
guru bukan Pegawai Negeri Sipil hasil inpassing terendah Negeri Sipil pada jenjang Guru Pratama sampai
adalah Guru Madya dengan perolehan angka kredit minimal dengan Guru Madya Tk.I.
100, maka angka kredit yang dimiliki Dani tetap 100. Jadi
jabatan fungsional Dani adalah Guru Madya dengan 2. Keputusan Inpassing Jabatan Fungsional Guru Bukan Pegawai
pangkat/golongan Penata Muda golongan III/a. Negeri Sipil dan Angka Kreditnya dibuat dengan
menggunakan contoh pada Format 4 (Lampiran 4).

E. Pejabat yang Berwenang Menetapkan


F. Lain-lain
1. Pejabat yang berwenang menetapkan, Inpassing Jabatan
Fungsional Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka 1. Penetapan Inpassing Jabatan Fungsional Guru Bukan
Kreditnya disesuaikan dengan jenjang kepangkatan guru Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya mulai berlaku
yang bersangkutan, yaitu sebagai berikut: terhitung tanggal 1 Oktober 2007 sampai dengan 1 Oktober
2010.
a. Menteri Pendidikan Nasional berwenang untuk 2. Guru bukan pegawai negeri sipil yang telah ditetapkan
menetapkan Jabatan Fungsional Guru Bukan Pegawai jabatan fungsional dan Angka Kreditnya, bilamana yang
Negeri Sipil dan Angka Kreditnya pada jenjang Guru bersangkutan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil, maka
Pembina. jabatan fungsional dan angka kreditnya yang telah dimiliki

Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 15 Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 16
tidak dapat digunakan dalam pengangkatan pertama BAB III
sebagai guru pegawai negeri sipil. PENUTUP

Pemerintah menyadari sepenuhnya bahwa masyarakat


memiliki peran yang sangat besar dalam pembangunan
pendidikan. Namun demikian, dengan diundangkannya Undang
Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen,
diharapkan sistem administrasi kepegawaian guru bukan
pegawai negeri sipil, terutama yang bertugas pada satuan
pendidikan milik masyarakat dapat menjadi lebih tertib dan
teratur.

Pada sisi lain, pengangkatan dan penempatan semua guru


bukan pegawai negeri sipil pada satuan pendidikan, harus
disertai dengan pengaturan atas hak dan kewajiban mereka
melalui perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama.
Perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama merupakan
perjanjian tertulis antara guru dengan penyelenggara
pendidikan atau satuan pendidikan yang memuat syarat-syarat
kerja serta hak dan kewajiban para pihak dengan prinsip
kesetaraan dan kesejawatan berdasarkan Pedoman
perundang-undangan. Dengan begitu, maka tuntutan akan
guru profesional berjalan seimbang dengan upaya memberikan
penghargaan, kesejahteraan, dan perlindungan kepada
mereka. Hal ini memiliki implikasi pembiayaan dan sistem
kepegawaian bagi guru bukan pegawai negeri sipil, maka
pelaksanaan Inpassing Jabatan Fungsional Guru Bukan Pegawai
Negeri Sipil dan Angka Kreditnya agar memperhatikan
Peraturan Menteri ini dengan seksama.

Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 17 Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 18
Lampiran 1 Lampiran Surat No : .............................
Format 1 Prihal : Usul Penetapan Inpassing

Kop Surat Nama Sekolah : .............................


Nomor : ………………………… ……. , …………………... .... Alamat Sekolah : .............................
Lampiran : …………………………
Hal : Usul Penetapan Inpassing PENDIDIKAN BIDANG
MASA STUDI
NO NAMA KUALIFIKASI NUPTK
Yth. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota/Propinsi ....... KERJA JURUSAN YANG
AKADEMIK DIMAPU
Bersama ini kami sampaikan usul Penetapan Inpassing Jabatan Fungsional
Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya sebanyak ....
(………….) orang, berikut persyaratan yang terdiri atas :

a. Salinan/fotokopi sah Surat Keputusan/Keterangan tentang


pengangkatan atau penugasan pertama sebagai guru;
b. Salinan atau fotocopi Ijazah/STTB/Diploma/Akta Mengajar yang
dilegalisasi;
c. Surat keterangan asli dari Kepala Sekolah/Madrasah;
d. NUPTK

Atas perhatian dan kerjasama yang baik, kami menyampaikan terimakasih.

Mengetahui,
Ketua Yayasan/Penyelenggara …… Kepala Sekolah/Madrasah ……

Kepala Sekolah .............


(…………………..) (…………………..)
Nama /Stempel Nama /Stempel

Tembusan disampaikan kepada yth :


1. Yayasan/Penyelenggara ……………
( ............................................)
2. Pengurus BMPS…………………………

Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 19 Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 20
Lampiran 2 Lampiran Surat No : .............................
Format 2 Prihal : Usul Penetapan Inpassing

Kop Surat Kab/Kota/Profinsi : .............................


Nomor : ………………………… ……. , …………………... .... Alamat : .............................
Lampiran : …………………………
Hal : Usul Penetapan Inpassing
PENDIDIKAN BIDANG
Kepada Yth. ASAL MASA STUDI
NO NAMA NUPTK KUALIFIKASI
Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan SEKOLAH KERJA YANG
JURUSAN
Tenaga Kependidikan AKADEMIK DIAMPU
u.p. Direktur Profesi Pendidik
Di Jakarta

Dengan hormat, Bersama ini kami sampaikan usulan Penetapan Inpassing Jabatan
Fungsional Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil sebanyak .... (………….) orang, yang
telah diteliti kelengkapan administrasi dan keabsahan bukti fisiknya sesuai dengan
pedoman penetapan Inpassing Jabatan Fungsinal Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil
dan Angka Kreditnya.
Adapun kelengkapan administrasi dan persyaratan bukti fisik dimaksud adalah:
1. Salinan/fotokopi sah Surat Keputusan/Keterangan tentang pengangkatan atau
penugasan pertama sebagai guru;
2. Salinan atau fotocopi Ijazah/STTB/Diploma/Akta Mengajar yang dilegalisasi;
3. Surat keterangan asli dari Kepala Sekolah/Madrasah;
4. NUPTK.
Demikian kami sampaikan usulan ini dan mohon dapat diproses lebih lanjut
penetapan Inpassing Jabatan Fungsinal Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil dan
Angka Kreditnya.
Atas perhatian dan perkenan Bapak, kami ucapkan terimakasih.

Kepala Dinas Pendidikan


Propinsi/ Kabupaten/Kota .....
Kepala Dinas Pendidikan Kab/Kota/Profinsi ......

( ………………….. )
NIP……………
Tembusan disampaikan kepada yth :
1. Gubenur/Bupati Kepala Daerah …………… (.........................................)
2. Badan Kepegawaian Daerah Propinsi/Kabupaten/Kota …………………
3. Kepala Sekolah Bersangkutan NIP………………………

Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 21 Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 22
Lampiran 3
Format 3 Lampiran Surat Direktur Profesi Pendidik
Nomor : ............................
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Tanggal : ..............................
DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
Komplek Depdiknas, Gedung D Lantai 14
Jl. Pintu I - Senayan, Jakarta Pusat Tlp/Fax : 021 - 57974124 HASIL PENILAIAN PENETAPAN INPASSING JABATAN FUNGSIONAL
GURU BUKAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DAN ANGKA KREDITNYA
Kepada Yth.
Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia
u.p. Kepala Biro Kepegawaian Nama :
Di Jakarta
Tempat/Tanggal Lahir :
Dengan hormat, kami sampaikan rekapitulasi hasil penilaian usulan NUPTK :
Penetapan Inpassing Jabatan Fungsional Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil Pendidikan Terakhir :
dan Angka Kreditnya sebanyak .... ( ……. ) orang (sebagaimana daftar Jurusan/Program Study :
terlampir) untuk ditetapkan dan mendapatkan surat keputusan Menteri Tugas Mengajar : Guru
Pendidikan Nasional. Jumlah Jam Mengajar : ........ Jam per Minggu

Perlu kami laporkan bahwa rekapitulasi tersebut merupakan rangkuman


1. Ditetapkan Jadi guru : Pada Tanggal
hasil penilaian setiap guru yang akan ditetapkan jabatan fungsional dan
angka kreditnya sesuai dengan pedoman Penetapan Inpassing Jabatan Satuan Pendidikan :
Fungsional Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil dan angka Kreditnya. Yayasan/Penyelenggara :
Alamat Sekolah :
Atas perhatian dan perkenan Bapak, kami sampaikan terimakasih.
Lama Mengajar : ... Tahun, .... Bulan

a.n. Direktur Jenderal


Berdasarkan Masa Kerja Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil tersebut di
Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Direktur Profesi Pendidik, atas memperoleh Angka Kredit sebesar ……. Kum

Jakarta, ...................... 20….


Penilai,

( .............................................. )
NIP……………………………
(………………………………………)
Tembusan :
Yth. Direktur Jenderal PMPTK (sebagai laporan)

Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 23 Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 24
Lampiran Surat No : ............................. Lampiran 4
Prihal : Usul Penetapan Inpassing
Format 4

PENDIDIKAN
PROPINSI/ MASA HASIL Contoh Surat Keputusan Penetapan Inpassing Jabatan Fungsional Guru Bukan
NO NAMA NUPTK KUALIFIKASI Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya
KAB/KOTA KERJA JURUSAN PENILAIAN
AKADEMIK
KEPUTUSAN
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA

Nomor : ..................................

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

Menimbang : a. Bahwa sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri


Pedidikan Nasional Nomor 47 Tahun 2007 tentang
Penetapan Inpassing Jabatan Fungsional Guru Bukan
Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya
b. bahwa kepada yang namanya tersebut dalam
Keputusan ini telah dilakukan penilaian dan
memenuhi syarat untuk ditetapkan dalam Jabatan
Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;
c. Sehubungan dengan hal tersebut perlu diterbitkan
surat keputusannya;

Mengingat : 1. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang


Sistem Pendidikan Nasional (Tambahan Lembaran
Direktur Profesi Pendidik Negara Republik Indonesia Nomor 169, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890).
2. Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru
dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor
4586)
3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang
(..............................................) Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara
NIP................................ Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan
Lembaran Negara RI Nomor 4496)

Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 25 Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 26
4. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang KEDUA : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, KETIGA : Apabila ternyata terdapat kekeliruan dalam
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia keputusan ini maka akan diperbaiki sebagaimana
Nomor 3547); mestinya.
5. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang
Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil; Keputusan ini diberikan kepada yang bersangkutan untuk diketahui dan
6. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang dipergunakan sebagaimana mestinya.
Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan
Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia Ditetapkan : di Jakarta
sebagaimana telah diubah terakhir dengan Petunjuk pada tanggal : ……………..
Teknis Presiden Nomor 94 Tahun 2006;
7. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 a.n. MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
mengenai Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu ………… (pejabat yang diberi kuasa)
sebagaimana telah diubah dengan Keputusan
Presiden Nomor 31/P Tahun 2007;
8. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur
Negara Nomor 84/1993 tentang Jabatan Fungsional
Guru dan Angka Kreditnya;
9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 47 …………………………………….
Tahun 2007 tentang Penetapan Inpassing Jabatan NIP……………………………......
Fungsional Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil dan
Angka Kreditnya. Tembusan disampaikan kepada yth :
1. Menteri Pendidikan Nasional
2. Kepala BKN di Jakarta
Memperhatikan : Usul Kepala Dinas Pendidikan 3. Kepala KPPN di ………..
Provinsi/Kabupaten/Kota 4. Kepala Dinas Pendidikan ……………
5. Kepala Biro Kepegawaian
6. Pengurus BMPS……………………….
7. Kepala Sekolah/Madrasah …………...
MEMUTUSKAN : )
* Coret yang tidak sesuai
Menetapkan :

PERTAMA : Terhitung mulai tanggal .... bulan ............. tahun


........... Nama: ……........... NUPTK …..…
Tempat/Tanggal Lahir …........ ditetapkan dalam
Jabatan Guru ............. dengan Angka Kredit ....
(............................) mengajar mata pelajaran/guru
)
kelas/guru bimbingan dan konseling* ...................
pada satuan pendidikan .............. Kecamatan
………………. Kabupaten/Kota ……….... Provinsi …………….

Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 27 Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 28
Lampiran 5
Tabel I : Jumlah Angka Kredit Kumulatif Minimal untuk Pengangkatan dan Penetapan Catatan:
Jabatan Fungsional Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil
No KUALIFIKASI 0≤MK<6 6≤MK<10 10≤MK<14 14≤MK<18 18≤MK<22 22≤MK<26 26≤MK<30 30≤MK<34 MK≥34

1. SMA/SPG/SGO/ 25 40 60 80 100 150 200 300 400


DI/PGSLP/
DII/PGSLA/ IIa 0th IIb 0th IIc 0th IId 0th IIIa 0th IIIb 0th IIIc 0th IIId 0th IVa 0th
Setara
Guru Guru
Guru Guru Muda Guru Guru Guru Guru
Pratama Guru Muda Dewasa
Pratama Tk.I Madya Madya Tk.I Dewasa Pembina
Tk.I Tk.I

2. Sarjana
Muda/ 0≤MK<6 6≤MK<10 10≤MK<14 14≤MK<18 18≤MK<22 22≤MK<26 26≤MK<30 MK≥30

DIII/Setara

40 60 80 100 150 200 300 400

IIb 0th IIc 0th IId 0th IIIa 0th IIIb 0th IIIc 0th IIId 0th IVa 0th

Guru Guru
Guru Guru Muda Guru Guru Guru Guru
Pertama Dewasa
Muda Tk.I Madya Madya Tk.I Dewasa Pembina
Tk.I Tk.I

3. Sarjana/DIV
0≤MK<6 6≤MK<10 10≤MK<14 14≤MK<18 MK≥18

100 150 200 300 400

IIIa 0th IIIb 0th IIIc 0th IIId 0th IVa 0th

Guru Guru
Guru Guru Guru
Madya Dewasa
Madya Dewasa Pembina
Tk.I Tk.I

4. Magister/S2
0≤MK<6 6≤MK<10 10≤MK<14 MK≥14

150 200 300 400

IIIb 0th IIIc 0th IIId 0th IVa 0th

Guru Guru
Guru Guru
Madya Dewasa
Dewasa Pembina
Tk.I Tk.I

5. Doktor/S3
0≤MK<6 6≤MK<10 MK≥10

200 300 400

IIIc 0th IIId 0th IVa 0th

Guru
Guru Guru
Dewasa
Dewasa Pembina
Tk.I

Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 29 Pedoman Penetapan Jabatan Fungsional Guru Bukan Bukan Pegawai Negeri Sipil dan Angka Kreditnya 30