Anda di halaman 1dari 2

Latar Belakang Masalah Kemajuan dan perkembangan zaman merubah cara pandang konsumen dalammemilih sebuah produk yang

diinginkan. Kualitas menjadi sangat penting dalam memilih produk disamping faktor harga yang bersaing. Per b a i k a n d a n peningkatan kualitas produk dengan harapan tercapainya tingkat cacat produk mendekati zero defect membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Perbaikan kualitasdan perbaikan proses terhadap sistem produksi secara menyeluruh harus dilakukan jika perusahaan ingin menghasilkan produk yang berkualitas baik dalam waktuy a n g r e l a t i f s i n g k a t . S u a t u p e r u s a h a a n d i k a t a k a n b e r k u a l i t a s b i l a p e r u s a h a a n tersebut mempunyai sistem produksi yang baik dengan proses terkendali. Melalui p e n g e n d a l i a n k u a l i t a s ( quality control ) d i h a r a p k a n b a h w a p e r u s a h a a n d a p a t meningkatkan efektifitas pengendalian dalam mencegah terjadinya produk cacat(defect prevention ) , s e h i n g g a d a p a t m e n e k a n t e r j a d i n ya p e m b o r o s a n d a r i s e g i material maupun tenaga kerja yang akhirnya dapat meningkatkan produktifitas.

Saat ini dunia industri memegang peran penting dalam era pembangunan di Indonesia. Munculnya industri kecil dan besar baik perusahaan swasta maupun perusahaan negara akan menjadi tonggak dalam memajukan bangsa. Hanya perusahaan yang mempunyai daya saing yang tinggi yang dapat bertahan di dalam usaha meningkatkan keuntungan. Dalam dunia perindustrian, kualitas atau mutu produk dan produktivitas adalah kunci keberhasilan bagi berbagai sistem produksi. Keduanya merupakan kriteria kinerja perusahaan yang sangat penting baik bagi perusahaan yang berorientasi keuntungan. Kemampuan perusahaan menghasilkan produk barang atau jasa yang bermutu tinggi merupakan kunci bagi posisi persaingan dan prospek keberhasilan jangka panjangnya. Peningkatan dan pengendalian kualitas produksi memerlukan komitmen untuk perbaikan yang melibatkan antara faktor manusia (motivasi) dan faktor mesin (teknologi). Pengendalian Mutu Terpadu (Total Quality Control) sebagai pendekatan manajemen modern, adalah suatu pendekatan dalam menjalankan suatu usaha untuk memaksimumkan daya saing perusahaan melalui perbaikan secara terus-menerus (continous improvement) atas produk atau bahan baku (Gasperz, V, 2001).

Pengendalian kualitas adalah aktivitas menejemen dan keteknikan yang dengan aktivitas itu diukur ciri-ciri kualitas produk, membandingkanya dengan spesifikasi atau persyaratan dan mengambil tindakan penyehatan yang sesuai apabila ada perbedaan antara penampilan yang sebenarnya dan yang standar. Peta kontrol p adalah suatu grafik pengendalian kualitas statistik yang digunakan untuk mengendalikan produk yang tidak memenuhi syarat spesifikasi kualitas dari produk yang dihasilkan dalam suatu proses produksi. Kecacatan adalah suatu ketidak sesuaian terhadap beberapa spesifikasi. Suatu produk dikatakan cacat atau defect jika produk itu tidak memenuhi suatu syarat atau lebih. Secara umum dalam peta pengendali p yang diperhatikan adalah mengenai adanya ketidaksesuaian penggolongan atau kelompok barang yang dihasilkan. Berdasarkan persoalan diatas maka penulis mengambil judul PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK DENGAN MENGGUNAKAN PETA P PADA PT X

mengetahui proses pengendalian kualitas produk pada PT. X