Anda di halaman 1dari 47

LAPORAN PRAKTIKUM EKOLOGI TUMBUHAN (EKOTUM)

ALELOPATI

O
L
E
H

Yulia
(F05109031)

Kelompok : 2

PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA

PONTIANAK
2011

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Alelopati berasal dari bahasa Yunani, allelon yang berarti "satu sama
lain" dan pathos yang berarti "menderita". Alelopati didefinisikan sebagai
suatu fenomena alam dimana suatu organisme memproduksi dan
mengeluarkan

suatu

senyawa biomolekul (disebut alelokimia)

ke

lingkungan dan senyawa tersebut memengaruhi perkembangan dan


pertumbuhan organisme lain di sekitarnya. Sebagian alelopati terjadi pada
tumbuhan dan dapat mengakibatkan tumbuhan di sekitar penghasil
alelopati tidak dapat tumbuh atau mati, contoh tanaman alelopati
adalah Ekaliptus (Eucalyptus spp.). Hal ini dilakukan untuk memenangkan
kompetisi nutrisi dengan tanaman lain yang berbeda jenis/spesies. Oleh
karen itu, alelopati dapat diaplikasikan sebagai pembasmi gulmasehingga
mengurangi

penggunaan herbisida sintetik

lingkungan. Contoh

alelopati

beberapadinoflagelata dapat

di

yang

berbahaya

dalam ekosistem perairan

menghasilkan

bagi
adalah

senyawa alelokimia yang

merugikan fitoplankton, ikan, dan binatang laut lainnya (Anonim, 2011).

Mekanisme Alelopati
Fenomena alelopati mencakup semua tipe interaksi kimia antartumbuhan,
antarmikroorganisme,

atau

antara

tumbuhan

dan

mikroorganisme

(Einhellig, 1995a). Menurut Rice (1984) interaksi tersebut meliputi


penghambatan dan pemacuan secara langsung atau tidak langsung suatu
senyawa kimia yang dibentuk oleh suatu organisme (tumbuhan, hewan
atau mikrobia) terhadap pertumbuhan dan perkembangan organisme lain.
Senyawa kimia yang berperan dalam mekanisme itu disebut alelokimia.
Pengaruh alelokimia bersifat selektif, yaitu berpengaruh terhadap jenis
organisme tertentu namun tidak terhadap organisme lain.

Alelokimia pada tumbuhan dibentuk di berbagai organ, mungkin di


akar, batang, daun, bunga dan atau biji. Organ pembentuk dan jenis
alelokimia bersifat spesifik pada setiap spesies. Pada umumnya alelokimia
merupakan metabolit sekunder yang dikelompokkan menjadi 14 golongan,
yaitu asam organik larut air, lakton, asam lemak rantai panjang, quinon,
terpenoid, flavonoid, tanin, asam sinamat dan derivatnya, asam benzoat
dan derivatnya, kumarin, fenol dan asam fenolat, asam amino nonprotein,
sulfida serta nukleosida. Pelepasan alelokimia pada umumnya terjadi pada
stadium perkembangan tertentu, dan kadarnya dipengaruhi oleh stres
biotik maupun abiotik.
Alelokimia pada tumbuhan dilepas ke lingkungan dan mencapai
organisme sasaran melalui penguapan, eksudasi akar, pelindian, dan atau
dekomposisi. Setiap jenis alelokimia dilepas dengan mekanisme tertentu
tergantung pada organ pembentuknya dan bentuk atau sifat kimianya.
Mekanisme pengaruh alelokimia (khususnya yang menghambat) terhadap
pertumbuhan dan perkembangan organisme (khususnya tumbuhan)
sasaran melalui serangkaian proses yang cukup kompleks, namun menurut
Einhellig (1995) proses tersebut diawali di membran plasma dengan
terjadinya kekacauan struktur, modifikasi saluran membran, atau
hilangnya fungsi enzim ATP-ase. Hal ini akan berpengaruh terhadap
penyerapan dan konsentrasi ion dan air yang kemudian mempengaruhi
pembukaan stomata dan proses fotosintesis. Hambatan berikutnya
mungkin terjadi dalam proses sintesis protein, pigmen dan senyawa karbon
lain, serta aktivitas beberapa fitohormon. Sebagian atau seluruh hambatan
tersebut kemudian bermuara pada terganggunya pembelahan dan
pembesaran

sel

yang

akhirnya

menghambat

pertumbuhan

dan

perkembangan tumbuhan sasaran (Syifa, 2009).


Alelopati

tentunya

menguntungkan

bagi

spesies

yang

menghasilkannya, namun merugikan bagi tumbuhan sasaran. Oleh karena


itu, tumbuhan-tumbuhan yang menghasilkan alelokimia umumnya
mendominasi daerah-daerah tertentu, sehingga populasi hunian umumnya
adalah populasi jenis tumbuhan penghasil alelokimia. Dengan adanya

proses interaksi ini, maka penyerapan nutrisi dan air dapat terkonsenterasi
pada tumbuhan penghasil alelokimia dan tumbuhan tertentu yang toleran
terhadap senyawa ini.
Proses pembentukkan senyawa alelopati sungguh merupakan
proses interaksi antarspesies atau antarpopulasi yang menunjukkan suatu
kemampuan suatu organisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup
dengan berkompetisi dengan organisme lainnya, baik dalam hal makanan,
habitat, atau dalam hal lainnya (Fernando, 2009).
Lebih lanjut dijelaskan bahwa senyawa-senyawa tersebut dapat
terlepas dari jaringan tumbuhan melalui berbagai cara yaitu melalui
penguapan, eksudat akar, pencucian, dan pembusukan bagian-bagian
organ yang mati. Dijelaskan lebih lanjut proses-proses tersebut melalui
penjelasan berikut ini.

Penguapan

Senyawa alelopati ada yang dilepaskan melalui penguapan. Beberapa


genus tumbuhan yang melepaskan senyawa alelopati melalui penguapan
adalahArtemisia, Eucalyptus, dan Salvia. Senyawa kimianya termasuk ke
dalam golongan terpenoid. Senyawa ini dapat diserap oleh tumbuhan di
sekitarnya dalam bentuk uap, bentuk embun, dan dapat pula masuk ke
dalam tanah yang akan diserap akar.

Eksudat akar

Banyak terdapat senyawa kimia yang dapat dilepaskan oleh akar tumbuhan
(eksudat akar), yang kebanyakan berasal dari asam-asam benzoat, sinamat,
dan fenolat.

Pencucian

Sejumlah senyawa kimia dapat tercuci dari bagian-bagian tumbuhan yang


berada di atas permukaan tanah oleh air hujan atau tetesan embun. Hasil
cucian daun tumbuhan Crysanthemum sangat beracun, sehingga tidak ada
jenis tumbuhan lain yang dapat hidup di bawah naungan tumbuhan ini.

Pembusukan organ tumbuhan

Setelah tumbuhan atau bagian-bagian organnya mati, senyawa-senyawa


kimia yang mudah larut dapat tercuci dengan cepat. Sel-sel pada bagian-

bagian organ yang mati akan kehilangan permeabilitas membrannya dan


dengan mudah senyawa-senyawa kimia yang ada didalamnya dilepaskan.
Beberapa jenis mulsa dapat meracuni tanaman budidaya atau jenis-jenis
tanaman yang ditanam pada musim berikutnya.
Selain melalui cara-cara di atas, pada tumbuhan yang masih hidup
dapat mengeluarkan senyawa alelopati lewat organ yang berada di atas
tanah maupun yang di bawah tanah. Demikian juga tumbuhan yang sudah
matipun dapat melepaskan senyawa alelopati lewat organ yang berada di
atas tanah maupun yang di bawah tanah.
Senyawa-senyawa kimia tersebut dapat mempengaruhi tumbuhan yang
lain

melalui

penyerapan

unsur

hara,

penghambatan

pembelahan

sel,pertumbuhan, proses fotosintesis, proses respirasi, sintesis protein, dan


proses-proses metabolisme yang lain. Lebih lanjut, dijelaskan tentang
pengaruh alelopati terhadap pertumbuhan tanaman adalah sebagai berikut.

Senyawa alelopati dapat menghambat penyerapan hara yaitu dengan


menurunkan kecepatan penyerapan ion-ion oleh tumbuhan.

Beberapa alelopat menghambat pembelahan sel-sel akar tumbuhan.

Beberapa alelopat dapat menghambat pertumbuhan yaitu dengan


mempengaruhi pembesaran sel tumbuhan.

Beberapa senyawa alelopati memberikan pengaruh menghambat


respirasi akar.

Senyawa alelopati memberikan pengaruh menghambat sintesis protein.

Beberapa senyawa alelopati dapat menurunkan daya permeabilitas


membran pada sel tumbuhan.

Senyawa alelopati dapat menghambat aktivitas enzim.


Rice (1974) dalam Salempessy (1998) dalam Tetelay (2003) juga

menjelaskan bahwa senyawa alelopat dapat menyebabkan gangguan atau


hambatan pada perbanyakan dan perpanjangan sel, aktifitas giberalin dan
Indole Acetid Acid ( IAA ), penyerapan hara, laju fotosintesis, respirasi,
pembukaan mulut daun, sintesa protein, aktivitas enzim tertentu dan lainlain. Selain itu ada pernyataan bahwa hambatan allelopathy dapat pula
berbentuk pengurangan dan kelambatan perkecambahan biji, penahanan

pertumbuhan tanaman, gangguan sistem perakaran, klorosis, layu, bahkan


kematian tanaman.
Tumbuhan yang bersifat sebagai alelopat mempunyai kemampuan
bersaing yang lebih hebat sehingga pertumbuhan tanaman pokok lebih
terhambat, dan hasilnya semakin menurun. Namun kuantitas dan kualitas
senyawa alelopati yang dikeluarkan oleh tumbuhan dapat dipengaruhi oleh
kerapatan tumbuhan alelopat, macam tumbuhan alelopat, saat kemunculan
tumbuhan alelopat, lama keberadaan tumbuhan alelopat, habitus tumbuhan
alelopat, kecepatan tumbuh tumbuhan alelopat, dan jalur fotosintesis
tumbuhan alelopat (C3 atau C4) (Ali, 2008).
Senyawa-senyawa

kimia

yang

mempunyai

potensialelopati dapatditemukan di semua jaringan tumbuhan termasuk


daun, batang, akarrizoma, umbi, bunga, buah dan biji. Senyawasenyawaalelopati dapatdilepaskan dari jaringan-jaringan tumbuhan dalam
berbagai cara termasukmelalui penguapan, eksudat akar, pencucian dan
pembusukan organ tumbuhan. Senyawa alelopati dapat menghambat
penyerapan

hara,

pembelahansel-sel

akar,

pertumbuhan

tanaman,

fotosintesis, respirasi, sitesis protein,menurunkan daya permeabilitas


membran sel dan menghambat aktivitas enzim (Anonim, Tanpa tahun).

Beberapa contoh dari tanaman yang dapat melakukan alelopati adalah:


Jenis tanaman Dampak

Foto

Mimba
(Azadirachta
indica)

Menghambat tanaman yang tumbuh dalam

dan jarak 5 meter.

eukaliptus

Mangga

Bubuk daun mangga kering dapat menghambat


pertumbuhan teki ladang sepenuhnya.

Residu brokoli dapat

mencegah

fungi Verticillium penyebab penyakit layu pada

Brokoli

beberapa tanaman sayur, contohnya kembang


kol dan brokoli sendiri.

Gandum

dan

gandum hitam

Penekanan

pertumbuhan

apabila gandum tersebut

digunakan

gulma
sebagai

tanaman pelindung atau mulsa.


Akar dan tunas tanaman ini dapat mengurangi

Lantana

perkecambahan gulma anggur dan gulma

atau Saliara

lainnya.
Tanaman Leucaena yang ditanam secara

Golongan

bersilangan dengan tanaman pangan di dalam

Leucaena,

sistem tumpang sari dapat mengurangi hasil

contohnya

panen gandum dan kunir, namun meningkatkan

lamtoro

hasil panen jagung dan padi.

B. Tujuan
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mempelajari pengaruh
alelopati terhadap perkecambahan kacang hijau.

C. Permasalahan
Permasalahan:
1. Ekstrak tumbuhan apakah yang mengandung zat alelopati?
2. Ekstrak tumbuhan manakah yang mengandung kadar alelopati paling
tinggi?
3. Apakah zat alelopati mempengaruhi perkecambahan kacang hijau?

BAB II
METODELOGI

A. Waktu dan Tempat


Hari/ tanggal

: Selasa 18 Oktober 2011 Senin 27 Oktober 2011

Waktu Pelaksanaan

: 10.00 WIB

Tempat

: Laboratorium Pendidikan Biologi FKIP Untan

B. Alat dan Bahan


Alat :
-

Gunting

Gelas ukur

Pisau

Petridish

Mortar dan pastel

Penggaris

Blender

ATK

Beaker glass

Benang

Erlenmeyer

Labu ukur

Corong

Pipet tetes

Batang pengaduk

Keranjang

Spatula

Kawat kassa

Bahan :
-

Akar ilalang

Kertas saring

Daun akasia

Kertas buram

Umbi bawang putih

Air

Biji kacang hijau

C. Cara Kerja
1. Pilih kacang hijau yang baik.
2. Siapkan 4 cawan petridish yang telah diberi kertas buram.
3. Buatlah ekstrak dari ilalang, akasia dan bawang putih sebagai berikut :

Haluskan bagian tumbuhan di atas dengan blender, mortar dan


alu atau digunting halus.

Buat ekstrak atau hasil rendaman bagian tumbuhan tersebut


dengan akuades dengan perbandingan sebagai berikut :

i.

Bagian tumbuhan dan air (1 : 7).

ii.

Bagian tumbuhan dan air (1 : 14).

iii.

Bagian tumbuhan dan air (1 : 21).

Biarkan selama 24 jam, lalu saring dengan menggunakan alat


penyaring.

Ini adalah larutan ekstrak yang akan digunakan sebagai


perlakuan.

4. Letakkan masing-masing 10 biji kacang hijau ke dalam petridish.


5. Lakukan perlakuan pada kacang hijau sebagai berikut :
A. Petridish dengan kacang hijau + 5 ml akuades.
B. Petridish dengan kacang hijau + 5 ml ekstrak ilalang.
o Ekstrak perbandingan I (1 : 7).
o Ekstrak perbansingan II (1 : 14).
o Ekstrak perbandingan III (1 : 21)

Ulangi hal yang sama dengan menggunakan ekstrak


akasia dan bawang putih.

C. Petridish dengan kacang hijau + 5 ml ekstrak akasia.


D. Petridish dengan kacang hijau + 5 ml ekstrak bawang putih.
Buat ulangan 3 kali.
6. Amati perkecambahan biji-biji tersebut setiap hari selama 10 hari dan
amati

pertumbuhan

kecambahnya

dengan

mengukur

panjang

kecambah.
7. Tentukan persen perkecambahan.
1

8. Bandingkan hasil pengamatan saudara dengan menggunakan RAL dan


RAL factorial.

BAB III
ANALISIS DATA

A. Hasil Pengamatan

Hari Ke-1
Tabel ANOVA
Source
Konsentrasi
Ekstrak
Kons*Ekst
Eksp. Error
Total

df
3
2
12
24
35

SS
384,52
498,77
-746,185
4,4376
141,5426

MS
128,1733333
249,385
-62,1820833
0,1849

F-test
693,2035334
1348,756084

Perhitungan :
C
SSY
SAB
SSA
SSB
SSAB
SSE

54,21867778
141,5341222
137,0965222
384,5174222
498,7650306
-746,1859306
4,4376

Kesimpulan :
1) F test Konsentrasi = 693,2035334.
F tabel 5%, (3,24) = 3,01.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
konsentrasi ekstrak yang berbeda.

2) Ftest Ekstrak = 1348,756084.


F tabel 5%, (2,24) = 3,40.

F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
pemberian ekstrak yang berbeda.

Hari ke-2
Tabel ANOVA
Source
Konsentrasi
Ekstrak

df
3
2

SS
2157,9
2136,75

MS
719,3
1068,375

Kons*Ekst
Eksp. Error
Total

12
24
35

-3679,23
30,47
645,89

-306,6025
1,269583333

F-test
566,5638333
841,5162455

Perhitungan :
C
SSY
SAB
SSA
SSB
SSAB
SSE

291,897225
645,885875
615,4208083
2157,901383
2136,748608
-3679,229183
30,46506667

Kesimpulan :
1) F test Konsentrasi = 566,5638333
F tabel 5%, (3,24) = 3,01.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
konsentrasi ekstrak yang berbeda.

2) Ftest Ekstrak = 841,5162455


F tabel 5%, (2,24) = 3,40.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
pemberian ekstrak yang berbeda.

Hari ke-3
Tabel ANOVA
Source

df

SS

MS

F-test

Konsentrasi
Ekstrak

3
2

3666,308
4485,35

1222,102667
2242,675

593,3737406
1088,897431

Kons*Ekst

12

-7041,98

-586,8316667

Eksp, Error
Total

24
35

49,43
1159,108

2,059583333

Perhitungan :
C
SSY
SAB
SSA
SSB
SSAB
SSE

545,5338778
1159,093122
1109,671722
3666,307856
4485,346956
-7041,983089
49,4214

Kesimpulan :
1) F test Konsentrasi = 593,3737406
F tabel 5%, (3,24) = 3,01.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
konsentrasi ekstrak yang berbeda.

2) Ftest Ekstrak = 1088,897431


F tabel 5%, (2,24) = 3,40.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
pemberian ekstrak yang berbeda.

Hari ke-4
Tabel ANOVA
Source

df

SS

MS

F-test

Konsentrasi
Ekstrak

3
2

15478,76
8749,15

5159,586667
4374,575

1229,692949
1042,599801

Kons*Ekst

12

-18510,08

-1542,506667

Eksp, Error
Total

24
35

100,7
5818,53

4,195833333

Perhitungan :
C
SSY
SAB
SSA
SSB
SSAB
SSE

1746,264803
5818,516697
5717,820631
15478,75633
8749,148231
-18510,0839
100,6960667

Kesimpulan :
1) F test Konsentrasi = 1229,692949
F tabel 5%, (3,24) = 3,01.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
konsentrasi ekstrak yang berbeda.

2) Ftest Ekstrak = 1042,599801


F tabel 5%, (2,24) = 3,40.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
pemberian ekstrak yang berbeda.

Hari ke-5
Tabel ANOVA
Source

df

SS

MS

F-test

Konsentrasi
Ekstrak

3
2

10925,04
12172,88

3641,68
6086,44

376,9204761
629,9575643

Kons*Ekst

12

-19865,8

-1655,483333

Eksp, Error
Total

24
35

231,88
3464

9,661666667

Perhitungan :
C
SSY
SAB
SSA
SSB
SSAB
SSE

1630,275211
3463,992989
3232,111322
10925,03902
12172,8723
-19865,8
231,8816667

Kesimpulan :
1) F test Konsentrasi = 376,9204761
F tabel 5%, (3,24) = 3,01.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
konsentrasi ekstrak yang berbeda.

2) Ftest Ekstrak = 629,9575643


F tabel 5%, (2,24) = 3,40.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
pemberian ekstrak yang berbeda.

Hari ke-6
Tabel ANOVA
Source

df

SS

MS

F-test

Konsentrasi
Ekstrak

3
2

12103,19
14384,11

4034,396667
7192,055

419,3759529
747,6148649

Kons*Ekst

12

-22774,4

-1897,866667

Eksp, Error
Total

24
35

230,88
3943,78

9,62

Perhitungan :
C
SSY
SAB
SSA
SSB
SSAB
SSE

1814,902003
3943,775097
3712,887031
12103,18761
14384,11021
-22774,41078
230,8880667

Kesimpulan :
1) F test Konsentrasi = 419,3759529
F tabel 5%, (3,24) = 3,01.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
konsentrasi ekstrak yang berbeda.

2) Ftest Ekstrak = 747,6148649


F tabel 5%, (2,24) = 3,40.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
pemberian ekstrak yang berbeda.

Hari ke-7
Tabel ANOVA
Source

df

SS

MS

F-test

Konsentrasi
Ekstrak

3
2

27469,28
32218,91

9156,42667
16109,455

538,1121504
946,7332387

Kons*Ekst

12

-51405,9

-4283,825

Eksp, Error
Total

24
35

408,38
8690,67

17,0158333

Perhitungan :
C
SSY
SAB
SSA
SSB
SSAB
SSE

3811,416011
8690,666389
8282,291389
27469,2801
32218,9051
-51405,89381
408,375

Kesimpulan :
1) F test Konsentrasi = 538,1121504
F tabel 5%, (3,24) = 3,01.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
konsentrasi ekstrak yang berbeda.

2) Ftest Ekstrak = 946,7332387


F tabel 5%, (2,24) = 3,40.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
pemberian ekstrak yang berbeda.

Hari ke-8
Tabel ANOVA
Source

df

SS

MS

F-test

Konsentrasi
Ekstrak

3
2

29140,05
34940,01

9713,35
17470,005

526,552075
947,033452

Kons*Ekst

12

-55238,47

-4603,20583

Eksp, Error
Total

24
35

442,73
9284,32

18,44708333

Perhitungan :
C
SSY
SAB
SSA
SSB
SSAB
SSE

4122,710069
9284,332031
8841,603431
29140,05103
34940,01954
-55238,46714
442,7286

Kesimpulan :
1) F test Konsentrasi = 526,552075
F tabel 5%, (3,24) = 3,01.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
konsentrasi ekstrak yang berbeda.

2) Ftest Ekstrak = 947,033452


F tabel 5%, (2,24) = 3,40.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
pemberian ekstrak yang berbeda.

10

Hari ke-9
Tabel ANOVA
Source

df

SS

MS

F-test

Konsentrasi
Ekstrak

3
2

42482,79
56050,26

14160,93
28025,13

528,433989
1045,795102

Kons*Ekst

12

-84700,39

-7058,365833

Eksp, Error
Total

24
35

643,15
14475,81

26,79791667

Perhitungan :
C
SSY
SAB
SSA
SSB
SSAB
SSE

6327,937336
14475,80276
13832,6537
42482,79206
56050,25547
-84700,39384
643,1490667

Kesimpulan :
1) F test Konsentrasi = 528,433989
F tabel 5%, (3,24) = 3,01.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
konsentrasi ekstrak yang berbeda.

2) Ftest Ekstrak = 1045,795102


F tabel 5%, (2,24) = 3,40.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
pemberian ekstrak yang berbeda.

11

Hari ke-10
Tabel ANOVA
Source
Konsentrasi
Ekstrak

df
3
2

SS
49018,72
65470,88

MS
16339,57333
32735,44

Kons*Ekst
Eksp, Error
Total

12
24
35

-98668,17
676,29
16497,72

-8222,3475
28,17875

F-test
579,8544411
1161,706605

Perhitungan :
C
SSY
SAB
SSA
SSB
SSAB
SSE

7253,077225
16497,70908
15821,42741
49018,72298
65470,87331
-98668,16888
676,2816667

Kesimpulan :
1) F test Konsentrasi = 579,8544411
F tabel 5%, (3,24) = 3,01.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
konsentrasi ekstrak yang berbeda.

2) Ftest Ekstrak = 1161,706605


F tabel 5%, (2,24) = 3,40.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
pemberian ekstrak yang berbeda.

12

B. Pembahasan
Prsktikum ekologi tumbuhan mengenai alelopati ini dilakukan
dengan pengamatan selama 10 hari. Ekstrak yang dipakai adalah daun
akasia, umbi bawang putih dan akar ilalang. Setiap ekstrak dibuat dalam 3
konsentrasi yang berbeda dengan masing-masing konsentrasi dibuat 3
ulangan.
Dari hasil yang didapat dan dari perhitungan yang dilakukan,
ternyata terdapat perbedaan pertumbuhan perkecambahan pada kacang
hijau pada konsentrasi dan ekstrak yang berbeda-beda. Ektrak yang paling
menghambat pertumbuhan adalah akar ilalang dengan konsentrasi yang
paling menghambat adalah 1 : 21, dimana konsentrasi ekstrak sangat
tinggi.
Ketiga ekstrak tersebut memiliki zat alelopati yang dapat
menghambat pertumbuhan tanaman lain. Apabila tanaman lain tersebut
dapat berhasil hidup, lambat laun akan mati juga karena terus menerus
berada pada kondisi setres. Hal tersebut dapat terjadi pada saat
perkecambahan tumbuhan tersebut.
Tumbuhan memiliki zat alelopati yang akan membantu tumbuhan
tersebut dalam persaingan bertahan hidup dengan tumbuhan lain. Semakin
tinggi kadar alelopati yang dimiliki, semakin besar juga peluangnya dalam
bertahan hidup, karena tumbuhan tersebut akan menghambat pertumbuhan
tumbuhan saingannya.
Pada daun akasia, umbi bawang putih dan ilalang memiliki zat
alelopati yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman lain, yang dalam
praktikum ini menghambat pertumbuhan kacang hijau, dan tumbuhan
yang memiliki kadar balelopati tinggi adalah ilalang, sedngkan konsentrasi
yang sangat menghambat pertumbuhan kacang hijau adalah pada
konsentrasi ekstrak 1 : 21. Maka dari itu, bila ingin menanam tanaman
lain, dianjurkan untuk penanaman tidak berdampingan dengan tanaman
yang memiliki zat alelopati, karena akan manghambat pertumbuhan
tanaman lain.

13

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kesimpulan yang didapat dari praktikum ini adalah :
1. Daun tumbuhan akasia, umbi bawang putih dan ilalang mengandung
zat alelopati.
2. Ilalang merupakan tumbuhan yang paling menghambat pertumbuhan
kacang hijau.
3. Ketiga ekstrak tumbuhan tersebut manghambat pertumbuhan kacang
hijau.

B. Saran
Adapun saran yang dapat diajukan, yaitu :
1. Pengukuran tinggi kacang hijau dilakukan dengan teliti.

14

DAFTAR PUSTAKA
Ali, Iqbal. 2008. Alelopati. http://iqbalali.com/2008/01/23/alelopati/. Diakses;
Rabu 26 Oktober 2011.
Anonim. 2011. Alelopati. http://id.wikipedia.org/wiki/Alelopati. Diakses; Rabu 26
Oktober 2011.
Anonim.

Tanpa

tahun.

Tanpa

Judul.

http://www.scribd.com/doc/24927261/alelopati-tanaman. Diakses; Rabu


26 Oktober 2011.
Fernando.

2009.

Alelopati-Interaksi

Antarpopulasi.

http://nandito106.wordpress.com/2009/03/02/alelopati-interaksiantarpopulasi/. Diakses; Rabu 26 Oktober 2011.


Syifa.

2009.

Ada

Apa

dengan

Alelopati?.

http://doelsyifa.wordpress.com/2009/12/11/ada-apa-dengan-alelopati/.
Diakses; Rabu 26 Oktober 2011.

15

LAMPIRAN
Data Allelopati

Hari
Ke-

Tana
man
Ke1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

1
2
3
4
5

Kon
trol
1
1,6
1,1
1,3
2
1,1
1,5
1,2
1,5
2,1
1,44
4
3,5
3
4
4,8
4
3,8
3,5
3,5
5
3,9
2,3
3,8
3,5
4,8
3,8

U.1
1,5
1,5
1,5
1,5
1,5
1,7
1
1
1,5
1,5
1,42
2,5
2
2,3
2
2,3
4
1,5
2,7
2,5
3,3
2,5
5,5
5,4
5
3,5
4,1

Tanaman Akasia (cm)


Perbandingan
1:7
1 : 14
1 : 21
U.2
U.3 U.1 U.2 U.3 U.1 U.2
2,5
1,5
1
1,7 1,5
2
2
2,5
1
1
1,5 1,8 1,8 1,9
2
0,2
2
1,8
1
1,5
2
2
1
1
2
2
1,6
2
2,5
1,5 1,5 1,5 1,9 1,9 2,5
2,5
2
1,5 1,5
2
1,5 2,4
1
1
2
1,8 1,4 1,6 1,7
1,7
1,5
1
1
1
2
1,5
1,7
1,5 1,5 1,1 1,2
1
1,5
2,5
1,9 1,5
2
2
1,5 1,2
2,09 1,22 1,4 1,59 1,58 1,64 1,87
3
3,3 2,9
3
2,3 2,8 2,5
3,2
1,9
2
2,8 3,3 2,3 2,2
2,5
1,2 3,4 2,5 1,9 2,6 2,5
3
2
2,5 3,2 2,2 2,7 2,3
3,8
2,5 3,9 2,7 2,2 2,6 2,8
2,2
3
2,4 2,3 2,3
2
3
2,4
2,5 2,4
3
2,6 2,5 2,7
2,7
3
2,3 1,6 2,7 2,5
2
2,7
2,5
2
2,5 1,9 1,9
2
3,5
2,8 2,4 2,9 2,2
2
2,5
2,9 2,47 2,62 2,65 2,36 2,39 2,45
3,2
5,2 3,6 5,4
5
5,2 5,2
6,5
4,5 3,5 4,6 4,8 5,1 4,7
6
3,1 4,8 4,5 4,5 4,5 4,3
5,9
3
3,4 3,4 5,8 4,3
5
5
4,8 4,2 3,7 4,5 4,8 5,3

Tinggi Bawang Putih (cm)


Perbandingan
1:7
1 : 14
Kon
U.3 trol U.1 U.2 U.3 U.1 U.2 U.3
2
1,3
0,8 1,3
1
0,6 0,6 0,9
2
1,2
0,8 1,2 1,1 0,8 0,7 0,5
2,3
1,3
1
0,2 1,2 1,3 0,8 0,9
2,2
1,2
1,1 0,5 1,1 0,5 0,8 0,8
2,5
1,2
0,6 1,1 0,9 1,4 0,6 1,1
1,8
1,7
0,3 1,4 1,1 0,2 1,3 0,6
2,3
1,3
0,8 0,8 0,9 0,7 0,9 0,5
2
1,2
0,3 0,9 1,3 1,4 0,6 0,2
2
2
1
0,8 1,2 1,1 0,6 0,7
2,3
1,1
0,9 1,2 1,1 0,7 0,5 0,9
2,14 2,34 0,76 0,94 1,09 0,87 0,74 0,7
2,5
4
2
3,5
3
2,8 1,8 1,8
2,5
3
2,6 2,5 3,5 2,5 2,5
2
2,6
3
2,1 0,9 3,4
3
2,8 1,8
3
5,5
2,5 3,3 3,2 2,8 2,4 2,3
3
3
3,3 3,5 4,1 3,4 2,2 2,3
2
4
1
4
4
1,9 2,5 1,5
2,8
6,5
3,5 2,5 3,8 2,3 2,3 2,6
2,3
4
1,5 2,8 4,5 3,7
2
0,5
2,3
4
3
3,1 4,4 3,5 2,4 2,1
2,8
4,5
2
3,2 4,2 2,7 1,6 3,2
2,58 4,15 2,35 2,93 3,81 2,86 2,25 2,01
5,1
2
4
5
4
3,5 4,8 4,1
5,2
4
3,5
5
5
1,8
4
3,9
4,5
2
4,2 0,7
4
3,5 4,5 4,2
4,9
3
4
5,2
5
2,7 4,3 4,7
4,2
7
3,3 5,1 5,2 3,4 4,1 4,9

U.1
0
0
0,3
0,2
0
0,2
0,5
0,1
0,8
0,9
0,3
0
0,6
2
1,4
0,5
1
2
1,7
2,4
1,6
1,32
0
0,3
2,1
1,9
0,4

Tinggi Ilalang (cm)


Perbandingan
1 : 21
1:7
1 : 14
1 : 21
Kon
U.2 U.3 trol U.1 U.2 U.3 U.1 U.2 U.3 U.1 U.2
0,7 0,2
1,2
0,8 0,5
1
0,6 1,3 1,2 0,2 0,8
0,3 0,3
1,5
0,3 0,3 1,3 1,1 1,7 0,9 1,4 0,7
0,2 0,3
1,8
0
0
1,2 0,2 1,2 0,5
1
0,6
0
0,2
2
0
0
0,9 0,4 1,1 1,2 0,1 0,6
0,1 0,8
1,6
0
0,3 1,1 0,6 1,5 0,7
1
0,9
0,2 0,4
1,2
0
0,3 1,6 0,2 1,3 0,7
1
0,8
0,2 0,5
1,3
0
0,2 1,1 0,6
2
1,1 1,7 0,6
0,2 0,5
1,4
0,7
0
1,1 0,2 1,6
1
0,9 0,8
0,1
1
1,8
0
0,3 1,2 0,3 1,1 1,2 0,2 0,7
0,6 0,6
1,4
0,2 2,5
1
1,1 1,2 1,2 1,1 0,8
0,26 0,48 1,52 0,2 0,44 1,15 0,53 1,4 0,97 0,89 0,73
2,2 2,2
4
2,8 1,6 3,5
4
4
4
2
2
1,4 1,1
3,5
1,2 2,2
4
3,5 4,5
3
3
2
1,7 1,4
3
1,3 0,5 4,5
3
4,5
3
3
2,5
2
1,8
3,5
0,9 1,5
3
2,5
3
3
1,5
3
2,2 2,2
4
0
2
3,3
1
4
2,5
2
2
1,5 2,1
3,5
0,5 1,5
4
2
3,3 2,5
3
1,5
1
1,6
4
0
2
3,5
2
4,5
4
3,8 1,8
1,6 1,8
4,5
0,5
0
3,5
0
4
2
2
2,5
1,7
3
4,5
0
2
3,6 0,5 2,5
3
1
2
2,1 1,7
5
1,7 4,5
4
4,5
5
2,5 2,5 2,5
1,74 1,89 3,95 0,89 1,78 3,69 2,3 3,93 2,95 2,38 2,18
2,3 2,3
3,5
3,5 3,5 4,5
4
4
5
2
2,2
2,2 2,2
3,3
2,5 4,3 6,7
4
5
4,5
3
2,4
2,1 2,4
4,2
3,7 2,5 6,5 2,8
5
4,5
3
5
2,3 2,4
3,7
2,5 2,9
5
1,8 3,7 4,6
2
4
2,2 2,5
4,8
1,5 3,5 3,8
2
5
2,5 2,2 2,3

16

U.3
1
0,2
1,2
1,3
1,1
1
1,1
1
0,6
0,9
0,99
2,5
1,5
3
2
1,5
3
2
3
1
2,5
2,2
2,1
3,2
3,2
4
3,1

6
7
8
9
10

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

5
4,8
4,7
3,8
4,8
4,13
4
2,5
8,5
6
10,5
2,5
8,5
8
8,5
2,5
6,15
6,4
4,6
11
6
6,5
12,5
13,5
6
11
8,5

9,9
5,7
6
3
7,2
5,53
6,2
9,5
8,2
2,5
4
6
8
3,5
5
2
5,49
7,5
7,3
10
9,2
12,1
10,9
9,6
8,6
9,4
4,2

3,5
5,3
6,6
5
6
5,3
5,5
5,6
8
7,5
4,1
4,5
5,5
4,5
3
4,5
5,27
9,8
6,5
12
4
7,2
5,8
7,7
8,2
6,5
6,7

5,3
3
4
6,3 4,5 5,1 4,1
4,2 3,8 4,6 6,2 4,2 6,8 3,9
5,5 5,3 4,5 4,2 4,1 5,3 4,2
5,5 3,3 6,1 4,4 3,9 4,9 4,4
4,4
3
5
5,2 4,2 4,3 5,1
4,55 3,79 4,58 5,09 4,48 5,09 4,56
6,1
4
5
3
7,5 5,5 5,5
5,8
5
5,1 4,5 5,2
4
6,3
7,5 4,6 4,2 5,2 3,4
5
2,1
1,5
5
4
6,2 5,5
6
4,5
3,5
5
5
3,2 4,5 4,5 3,5
6
6
5
5
2,5 3,5 3,5
5,3
3
4
6,5 3,5 6,2 2,1
4,5
4
6,5 3,5
3
5,5 4,5
3
3,5 3,5 4,4
3
4,5 5,2
4,5
2
4
4,8 1,7 2,5
3
4,77 4,21 4,63 4,63 3,98 4,72 4,02
7
7,2 7,8 7,3 7,6 8,1 5,9
9,3 5,5 7,5 7,8 6,9
8
7,2
6,8 7,9 6,5
6
4,8 5,5 8,5
7,1 5,8 6,8 8,2 5,1 9,2 5,5
7,9 6,6 11,9 12,2 4,2 8,3 6,2
4,8 6,3 6,6 8,1 5,8 5,9 7,2
6,5 7,3 7,3 11,8 3,9 6,2 7,3
6,1 9,8 9,2 10,9
5
8,8 10,5
3
6,2 6,4 7,8 9,2 9,2 8,6
8
6,3 8,1 11,8 5,4 9,1 5,2

3,2
5
6
5,2
4,5
4,19
8
9
9,2
7
11
10,2
8
10
8
10
9,04
1
0,57
9,6
8,5
8
12
9,5
4,5
5
6,5

2,5
4
3,2
4
4
3,67
6,2
4,2
6,3
7
6
4,2
8,8
3,9
5,6
6,2
5,84
5,1
4,4
5
5
5
6,6
4,5
3
5,2
2,9

8,6

8,88

7,44

6,65 6,89 7,81 9,19 5,79 7,83 7,25

8,06

4,67 5,41 6,72 4,87 4,58 5,31 3,35 3,49

4,5

7,67

1
2
3
4
5
6
7
8
9

11
11,2
8,1
6,6
5,6
14,2
10,8
7
6,5

9,4
5
7,6
5
6,5
6,3
8
7,4
3

7,2
12,8
10
6,5
7,5
6,3
6,3
6
5,5

3,6
6,2
4
8,5
6
7,6
7,5
4,3
2,5

9
10,5
13
8,6
8,5
8,2
5,5
9
4,3

2,2
6
6,5
4
3,5
4,6
7
5
4

5
5
4,5
3,5
6,5
5
4
5
4,5

9
9
6
12,5
8,2
6,5
7,5
8,2
9,5

7,5
7,7
10
7
9
8
7,5
13
11

10
9,6
12,5 14,5
9,5 11,5
9
8,6
8,7 8,7
14,8 11
9,2
13
8,7 15,5
7
9,7

8,5
8,6
7,6
7
8
5
7
7,2
8,2

9,6
8,2
7,2
10,2
10
11
8
11
9,2

8,5
8,9
10
7
6
5
8
11
9,5

5,8
3
4
4,2
5
4,3
10,5
10,2
0,5
8,3
8,2
12,3
6,1
6,9
6,4
9,5
7,89
9,6
6,5
1,3
5
5
3
5
6,2
7,5
5

5,5
8
5
6
4,3
6
1
5,6
6

5,1
4
5,1 3,1 1,2
2
2,8
4
4
5,4 4,5 1,8 1,8 2,3
5,3 4,7 3,8
1
1,6 2,1 2,1
4,2 3,2 3,2 2,5 2,3
2
3
4
5
3,7 3,8 2,1 2,3 2,8
4,58 3,58 4,29 3,67 1,37 2,13 2,48
6,1 4,2 6,3
5
0
4,1 5,6
10,3 3,2 7,2 5,1 2,5 3,8 4,2
8,1 6,1 6,9
4
3,6 2,2 4,3
12,5 5,2 7,2 4,2
3
3,4 3,8
10,3 7,9 5,4 7,1 2,9 2,5 4,8
11,2 8,2 8,2 4,1 2,7 3,1 3,6
7,6 6,2 5,1 9,2 2,4 1,8 3,2
5,1 4,7 5,4 2,4 2,9 2,7 2,2
8,3 6,3 5,2 4,3 3,2 2,5 3,5
5,2 5,2
5
6,2 3,3 3,4 5,3
8,47 5,72 6,19 5,16 2,65 2,95 4,05
8,4
6
5,5 6,4
0
4,5 5,5
5
3,5 4,5
7
2,6 3,4 4,5
5,3 4,5 4,5 6,5 5,1
2
3
9
3,5
6
5,6 3,1
4
4,5
10
5
6,2
3
4,2
3
4,5
9,5 5,9 5,2 6,4
3
3
4
3
5,6
3
3
3,8
2
4,6
4,7
5
5
7,2 4,1
4
3,5
4,5 4,7 3,6 2,5 4,2
5
5,4
7,8
5
2,3 5,5 3,4
4
5,5

7
8
8,6
6
8
9
4
7
2,2

7
7
5
7,5
8
7
5,5
7
6

6,9
9
8
7,6
8
5
8,6
5
4,5

3
5
6,6
3,5
7
6,5
7,5
5
4

2
5
2,5
4
3
4
4
2,5
0

3,6
3,4
3,6
4
4
4
5,2
5
4

3,6
3,5
4,1
4,3
4
3,9
5,5
7
7
7,5
9,5
7,2
,7
6,3
7,3
7,3
7,16
6
7,1
9,1
5,5
7
8
8
9,5
7,5
9

2
0
1,5
1,6
2,6
2,14
3,5
4
4
3,2
3
1,5
2
4,4
1,2
3,3
3,01
12,6
8,6
6,8
8,3
7,9
8,5
7,3
6,65
7,5
8,9
8,30
5
4
4,5
6
5
5
5
4
3
4,5

2,8
7
2
3,5 3,5 3,2 2,3
2
2,7
5
2,1
2
4
4
2,3 3,2
2,5 4,2 1,8 4,2 3,8 2,2
3
2,3
4,7 4,6
4
2,5
4
2
3
2,3
6,3 5,3 3,8
7
4
3,4
4
2,2
3,57 5,26 2,63 4,19 4,04 2,7 3,15 2,76
4
5,4 8,5 6,5 7,1
4
3,5 5,6
2,5
7
6,5 8,5 6,1 4,2
2
5,5
5
8,4 3,5 8,5 5,1 6,1
2
7
4
4,5 1,2
7
4,3 3,5 6,2 2,5
4,2 3,5 1,5 8,5 3,5 3,4 3,6
3
3,3
7
2,6
6
4,2 3,3 2,6 6,5
4,1 6,1 2,5 8,5
7
5,2
3
4,1
2,2 4,5 3,5 7,2
3
4
3,6 3,5
4,6 5,2 6,7 3,3 4,2 2,2
3
5,6
7
5,7 6,1
9
3,4 6,2 2,5 5,5
4,09 5,73 4,26 7,3 4,79 4,21 3,2 4,88
5,2 4,3 8,3 9,3 7,4
7
5,3 7,1
10,2 4,3 8,5 9,5 5,5 4,5 7,4 5,9
7,3 6,4 5,4 8,8 7,8 9,2 5,6 5,2
5,2 4,3 2,1
9
8,5 5,3 7,8 5,6
7
5,1 2,4 7,1 4,1 4,4 5,1 9,8
4,5 4,5 3,3 9,9
9
5,2 3,4 3,9
3,5
2
4,2 10,1 5,5 8,2 6,5 5,3
6
3,4 6,3 6,9 5,1 6,3 9,9 9,9
8,1
5
9,1
13
7,9 3,4 3,8 6,9
5,2 0,5 8,2 6,5 6,2 6,3 3,9 8,4
6,22 3,98 5,78 9,01

6,7

5,98 5,87

6,8

5
8
6
5
4,5
6
6,5
8
6

9
6
6,2
5
4
4,2
5,2
7
6

6
2
9,2
7,2
4
5
6
6,5
4,5

6
5
6,3
7,5
6,5
5
8,2
5
7,6

7
9
8,5
12
7
7,5
6,6
6,2
7

6
3
3,5
4,2
5
5,2
7
6,6
8

8,2
9,2
7
8
8,5
7
6,2
7,6
8

8
8,2
9
9,2
3
4,5
4,5
5
8

17

10

3,5

6,6

8,9

6,17

7,47

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

20
10
17
19
19
18
16
12,5
10,5
12

9
13
14
14
19
16
15
12
11,5
7,5

18
14
9
13
14,5
12
13
7
12
9

15,4

13,1 12,15

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

13
11
13
16
19
20
10
17
19
19

8
12
12
15
9
13
19
16
14
15

15.5

13,3

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

16,5
23,5
16
20,5
16
22,5
24
25,5
14,5
12

19,1

23,7
19,1
14,8
16
15
10,5
13
16,9
17,5
14,7
16,1
2

10
13
8
14
19
15
10
13,5
15
12

4,5

12 14,2 10,2
10,1 11,6
5,43 8,87
7,73
4
3
11
8,5 16,5 14
10
8
12 14,5 17
10
11
15
12
15 10,5
7
11,5 13
14 10,5
12
15
16
12
13
5
10
12
17
9
8
10
13
16
8,5
12,5 12
13
13
9
6
16
10
19
11
10,5 12
11
14
7

9,6

11,6

9,4

7,89

8,82

14
13
14
11
11
14
15
15
8
9

16
14
13
8
10,5
11,5
12
5,5
6,5
10

16
15
17
15
13
10
8
14
16
6

9,1

12,2 13,1 15,1 9,85 12,4 10,7

13

11
7
13
9
11
9
10
8
12
6

13
16
13
10
9
13
15,5
11,5
10
15

11
12
12
14
15
18
16
17
13
14

15
20
14
17
11
10,5
11
10
11
13
13,2
12,95 9,6 12,6 14,2
5
21
14
17
14 18,2
16,2
16 17,5 20
16
15,1 19,5 16
21 18,1
14
20 13,5 18 18,5
16
14 16,4 18
20
16,6
15 19,5 21 17,5
12,5
13
15
22
19
13
17 11,6 18
22
12,5
10 15,5 17,5 17,5
14,2
11
12
19
15
14,9
18,8 18,1
15,11
15,4
5
5
8

8
12
10
9
15
14
15
12
12
15
12,2
14
15,5
16
17
18
14,5
16
18
17
18
16,4

10
11
8,5
7
17
6
16 12,5
11
17
11
15
11,5 14
12
9
14
11
10
12
11,4
12,1
5
24
9,6
17,5 14
17 20,5
15
17
17
19
15,5 11
14
13
17,5 15
13,2 13
14,8 11,7
16,5 14,3
5
8

7
16
15
8,5
16
16
18
17
14
11
13,8
5
14
13
20
14
7
15
18
10,5
10
14,8
13,6
3

3,2

4,6

4,58 5,06 6,44


6
4
5,5
8
3
4,5
10
5,9
4
6

5,5
5,8
7,5
10
6
5
8
6
7
3

7
6,7

8
10
10
11
9,5 10,5
10,5 12
6,5
13
13
7
11
14
4,5
10
2,5
12
9,5
8
10,7
5,69 5,69 8,5
5
7
3
10
9
5
7
3
12
5,9
6
4,5
10
10
8
11
15
8
6
9
11
5
6
10
12
5,5
8
9,5 10,5
9
11 10,5 12
4
7
6,5
14
5
5
13
13
11,8
6,44 6,7 8,7
5
7
12
14 14,5
9
9
16 17,5
8
12
17 16,5
9,5
11
5
17
9
15
9
15
10 10,5 15
16
8
5,5
14 15,5
11
9,5
12
14
6
8
10,5 11
7
3
6,5
18

7,2

4,8

4,6

6,98 5,29

3,88

4,8

8,1

4,6

6,1

7,84 5,55 7,79 6,16 5,54 6,76 6,31

5,5
5
6
8
3
3
4
3,5
5
4,4

10
9
10,5
11,5
15
9,5
13
8,5
8,5
11
10,6
5
12
8,8
13
8,6
11
9
11
12
15
10
11,0
4
14
16
11
16
12
13,5
17,5
11
12
14,2
13,7
2

12
8
15
12
14
13
10
13
13
13

12
12
10,5
11
11
8
6
6,5
3
13

0
5
4,5
2
3
5
7
9
5
7

7
6,5
5
4
4
4,5
3
7
4,5
5

18
10
11
12
15
14,5
17
15
7,5
16

5
6
7
5
4,5
5
3,5
7
4
6

5
10
7
5
6
5
6
7
9
6

12,3

9,3

4,75 4,75 5,05

13,6

5,3

6,6

13
14
13
10
12
9
15
12
14
13

13
4
6,7
7
13
12
10,5
11
11
8

8
6
5
9
0
6
4,5
2
3
5

5
4
5,5
5
5,5
5
6
8
9
3

5
5
7,5
3
7
7
6
5
5,5
4,5

16
7,5
15
17
18
10
11
12
15
14,5

7
5
8
4
6
7
8
6
4,5
5

6,5
10
7,5
6,5
5
10
7
5
6
5

12,5 9,33 4,85

5,6

5,5

13,6

6,05 6,85

14,1 14
15,5 17
16 17,5
15,2 15
18
14
16 16,5
14
13
16,2 14,5
13
9,5
16
12

7,5
9
7
8,5
7,5
9
7,2
5,5
6,1
4,5

8
12
13
11
10
11
11
12
9
8

21
16
15
21
22,5
21
16
13
18,5
14

17
9
5
11
7,5
2,5
13
11
7,5
2,2

17,8

8,57 11,7

6
7,5
5,5
10
7,5
5
7
6
4,5
3,3

8,45 9,55 11,9 15,5 15,4 14,3 6,23 7,18 10,5

11
13
13,5
15
16
15,5
11,5
8,5
9
4

7,6

8,2

8,2

5
4
4
0
5
5,5
10
10,5
8
7

8
10
6,5
8,5
15
9
6
12
9,5
9

8,5
5,5
6
8
7,5
4,5
10
4
8
5

4
8
7
5
10
4
6
5
4
6

11,5 13,5
12 10,5
7
14
12
10
7,5
9
8
11
10
8
11,5 11
7,5 5,5
5
4

5,9

9,35

6,7

5,9

9,2

8
10
9
9
11 12,5
10,5
6
5
8
4
10
5
6,5
0
8,5
6
15
5,5
9

6
9
5
10
9
5,5
6
8
7,5
4,5

6,5
5
6
5
5
8
7
5
4
10

6
5
8
6
11,7 11,5
10
8
12
14
13
11
7
14,5
12
10
7,5
10
8
11

6,4

9,65

9,45 7,05 6,15 9,52 10,1

12,5
3
4
0
0
0
0
0
0
0

19
15
11
13
11
13
12
6
0
0

7
8
6,5
5
7
4
0
0
0
0

9
9,5
9,3
5
8
7
8,2
9,6
0
0

1,95

10

3,75 6,56

14
12
13,5 18,5
13
7
17,5 14
15
13
11 14,2
15
9
16
4,5
9
5
16
7,8
14

10,5

18

10

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

25,5
15
24
17,1
13,5
14,5
24
22
19
17
19,1
6

16
18,2 13,5 17
14
22 18,6 19,5
20,5
21
13 17,2 17
19
17 17,5
25
18,8
14
19 13,5 18
18 15,5
20,5
16
17
15
20 18,5 20
15
14
14,5 17,5 20 20,5 17,5 20,2 19
16
18,5
14 14,5 14
23
19
20
13,3
16
19
18
9
24
15
23
15
17
14 16,5 20
17
17
17
18
11,2
10 13,8 17
19 17,2 21
18
17
11
18 17,5 20 16,5 18
17,6
16,2
17,8 18,5
16,82 14,4 16,9
19,8
3
5
5
5

18,2
17
20,2
17,2
18
19,5
15
16
12
13
16,6
1

19
18
19
19
23
17
15
20
21
11
18,2

11,5 18 17,5
12
12
15
18,5 14
18
12
12
6
7
13 11,5
9,5
9
16,5
13 14,5 14
8,5
4
10
9,5
6
7
9
12
15
11,0 11,4 13,0
5
5
5

17
20
14
14,4 18,5 15
11
16
18
13,5 18
17
15 16,8 15
11,5 16
12
15
18
10
15,5 19 14,5
14,5 16
13
17
18
17
14,4 17,6 14,5
4
3
5

5
6
7
5
3,5
6
7,5
6
10
8

9
8
5,5
6,5
5
8
10
7
8,5
8

12
11
12
10
8
9
12
13
11
10

6,4

7,55 10,8

16
16
18
22
21
21
16
22
16
12
18

3
13
12
7,8
2,5
17
9
6
12
8

15,5 14
12
18
9
11
9
12
4
14,5
11
14
13
16
14
12
16
16
15
12
11,8 13,9
9,03
5
5

13
3
5
0
0
0
0
0
0
0

12
14
12
6
20
16
11
13
0
0

7
5
4
9
8
7
0
0
0
0

2,1

10,4

7
8,5
9,8
8
5
9,5
9,5
10
0
0

11
9
14
4,8
17
5
9
7,9
16
13
14
19
13
8
17,5 14
15
14
15
15
14,1 10,9
6,73
5
7

19

Lampiran Perhitungan ANOVA Alelopati

Pengamatan Hari Ke-1


Misalkan :
Factor A = Konsentrasi
Factor B = Ekstrak Alelopati Tumbuhan

Tabel. Rata-rata Tiap Ulangan


Faktor A
Faktor B

Ulangan

Akasia

Bawang
Putih

Ilalang

1:7

0M

1 : 14 M

1 : 21
M

Total
A

1,44

1,42

1,4

1,64

5.9

1,44

2,09

1,59

1,87

6.99

1,44

1,22

1,58

2,14

6.38

2,34

0,76

0,87

0,3

4.27

2,34

0,94

0,74

0,26

4.28

2,34

1,09

0,71

0,48

4.62

1,52

0,2

0,53

0,86

3.11

1,52

0,44

1,4

0,73

4.09

1,52

1,15

0,97

0,99

4.63

15.9

9.31

9.79

9.27

44.27

Total B

Tabel. Jumlah Tiap Ekstrak


Faktor B

Faktor A

Total A

0M

1:7M

1 : 14 M

1 : 21 M

4,2

4,73

4,57

5,68

19,18

7,02

2,79

2,32

1,04

13,17

Ilalang

4,56

1,79

2,9

2,58

11,83

Total B

15,78

9,31

9,79

9,3

44,18

Akasia
Bawang
Putih

20

Tabel ANOVA
Source
Konsentrasi
Ekstrak
Kons*Ekst
Eksp. Error
Total

df
3
2
12
24
35

SS
384,52
498,77
-746,185
4,4376
141,5426

MS
128,1733333
249,385
-62,1820833
0,1849

F-test
693,2035334
1348,756084

Perhitungan :
C
SSY
SAB
SSA
SSB
SSAB
SSE

54,21867778
141,5341222
137,0965222
384,5174222
498,7650306
-746,1859306
4,4376

Kesimpulan :
3) F test Konsentrasi = 693,2035334.
F tabel 5%, (3,24) = 3,01.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
konsentrasi ekstrak yang berbeda.

4) Ftest Ekstrak = 1348,756084.


F tabel 5%, (2,24) = 3,40.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
pemberian ekstrak yang berbeda.

21

Pengamatan Hari Ke-2


Misalkan :
Factor A = Konsentrasi
Factor B = Ekstrak Alelopati Tumbuhan

Tabel. Rata-rata Tiap Ulangan


Faktor A
Faktor B

Ulangan

Akasia

Bawang
Putih

Ilalang

0M

1:7

1 : 14

1 : 21

Total
A

3,91

2,51

2,62

2,39

11.43

3,91

2,9

2,65

2,45

11.91

3,91

2,47

2,36

2,58

11.32

4,15

2,35

2,86

1,32

10.68

4,15

2,93

2,25

1,74

11.07

4,15

3,81

2,01

1,89

11.86

3,95

0,98

2,3

2,38

9.61

3,95

1,78

3,93

2,18

11.84

3,95

3,69

2,95

2,2

12.79

36.03

23.42

23.93

19.13

102.51

Total B

Tabel. Jumlah Tiap Ekstrak


Faktor B

Faktor A

Total A

0M

1:7M

1 : 14 M

1 : 21 M

11.73

7.88

7.63

7.42

34.66

12.45

9.09

7.12

4.95

33.61

Ilalang

11.85

6.45

9.18

6.76

34.24

Total B

36.03

23.42

23.93

19.13

102.51

Akasia
Bawang
Putih

22

Tabel ANOVA
Source
Konsentrasi
Ekstrak

df
3
2

SS
2157,9
2136,75

MS
719,3
1068,375

Kons*Ekst
Eksp. Error
Total

12
24
35

-3679,23
30,47
645,89

-306,6025
1,269583333

F-test
566,5638333
841,5162455

Perhitungan :
C
SSY
SAB
SSA
SSB
SSAB
SSE

291,897225
645,885875
615,4208083
2157,901383
2136,748608
-3679,229183
30,46506667

Kesimpulan :
3) F test Konsentrasi = 566,5638333
F tabel 5%, (3,24) = 3,01.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
konsentrasi ekstrak yang berbeda.

4) Ftest Ekstrak = 841,5162455


F tabel 5%, (2,24) = 3,40.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
pemberian ekstrak yang berbeda.

23

Pengamatan Hari Ke-3


Misalkan :
Factor A = Konsentrasi
Factor B = Ekstrak Alelopati Tumbuhan

Tabel. Rata-rata Tiap Ulangan


Faktor A
Faktor B

Ulangan

Akasia

Bawang
Putih

Ilalang

0M

1:7

1 : 14

1 : 21

Total
A

4,13

5,53

3,79

4,48

17.93

4,13

5,3

4,58

5,09

19.1

4,13

4,55

5,09

4,56

18.33

4,19

3,67

3,58

1,37

12.81

4,19

4,3

4,29

2,13

14.91

4,19

4,58

3,67

2,48

14.92

3,9

2,14

2,63

2,7

11.37

3,9

3,57

4,19

3,15

14.81

3,9

5,26

4,04

2,76

15.96

36.66

38.9

35.86

28.72

140.14

Total B

Tabel. Jumlah Tiap Ekstrak


Faktor B

Faktor A

Total A

0M

1:7M

1 : 14 M

1 : 21 M

12.39

15.38

13.46

14.13

55.36

12.57

12.55

11.54

5.98

42.64

Ilalang

11.7

10.97

10.86

8.61

42.14

Total B

36.66

38.9

35.86

28.72

140.14

Akasia
Bawang
Putih

24

Tabel ANOVA
Source

df

SS

MS

F-test

Konsentrasi
Ekstrak

3
2

3666,308
4485,35

1222,102667
2242,675

593,3737406
1088,897431

Kons*Ekst

12

-7041,98

-586,8316667

Eksp, Error
Total

24
35

49,43
1159,108

2,059583333

Perhitungan :
C
SSY
SAB
SSA
SSB
SSAB
SSE

545,5338778
1159,093122
1109,671722
3666,307856
4485,346956
-7041,983089
49,4214

Kesimpulan :
3) F test Konsentrasi = 593,3737406
F tabel 5%, (3,24) = 3,01.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
konsentrasi ekstrak yang berbeda.

4) Ftest Ekstrak = 1088,897431


F tabel 5%, (2,24) = 3,40.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
pemberian ekstrak yang berbeda.

25

Pengamatan Hari Ke-4


Misalkan :
Factor A = Konsentrasi
Factor B = Ekstrak Alelopati Tumbuhan

Tabel. Rata-rata Tiap Ulangan


Faktor A
Faktor B

Akasia

Bawang
Putih

Ilalang

Ulangan

0M

1:7

1 : 14

1 : 21

Total
A

6,15

5,49

4,21

3,98

19.83

6,15

5,27

4,63

4,72

20.77

6,15

4,77

4,63

4,02

19.57

9,04

5,84

5,72

2,65

23.25

9,04

7,89

6,19

2,95

26.07

9,04

8,47

5,16

4,05

26.72

7,16

3,01

4,26

4,21

18.64

7,16

4,09

7,3

3,2

21.75

7,16

57,3

4,79

4,88

74.13

67.05

102.13

46.89

34.66

250.73

Total B

Tabel. Jumlah Tiap Ekstrak


Faktor B

Faktor A

Total A

0M

1:7M

1 : 14 M

1 : 21 M

18.45

15.53

13.47

12.72

60.17

27.12

22.2

17.07

9.65

76.04

Ilalang

21.48

64.4

16.35

12.29

114.52

Total B

67.05

102.13

46.89

34.66

250.73

Akasia
Bawang
Putih

26

Tabel ANOVA
Source

df

SS

MS

F-test

Konsentrasi
Ekstrak

3
2

15478,76
8749,15

5159,586667
4374,575

1229,692949
1042,599801

Kons*Ekst

12

-18510,08

-1542,506667

Eksp, Error
Total

24
35

100,7
5818,53

4,195833333

Perhitungan :
C
SSY
SAB
SSA
SSB
SSAB
SSE

1746,264803
5818,516697
5717,820631
15478,75633
8749,148231
-18510,0839
100,6960667

Kesimpulan :
3) F test Konsentrasi = 1229,692949
F tabel 5%, (3,24) = 3,01.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
konsentrasi ekstrak yang berbeda.

4) Ftest Ekstrak = 1042,599801


F tabel 5%, (2,24) = 3,40.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
pemberian ekstrak yang berbeda.

27

Pengamatan Hari Ke-5


Misalkan :
Factor A = Konsentrasi
Factor B = Ekstrak Alelopati Tumbuhan

Tabel. Rata-rata Tiap Ulangan


Faktor A
Faktor B

Akasia

Bawang
Putih

Ilalang

Ulangan

0M

1:7

1 : 14

1 : 21

Total
A

8,6

8,88

6,89

5,79

30.16

8,6

7,44

7,81

7,83

31.68

8,6

6,65

9,19

7,25

31.69

8,06

4,67

4,87

3,35

20.95

8,06

5,41

4,58

3,49

21.54

8,06

6,72

5,31

4,5

24.59

7,67

8,305

5,78

5,98

27.73

7,67

6,22

9,01

5,87

28.77

7,67

3,98

6,7

6,8

25.15

72.99

58.27

60.14

50.86

242.26

Total B

Tabel. Jumlah Tiap Ekstrak


Faktor B

Faktor A

Total A

0M

1:7M

1 : 14 M

1 : 21 M

25.8

22.97

23.89

20.87

93.53

24.18

16.8

14.76

11.34

67.08

Ilalang

23.01

18.5

21.49

18.65

81.65

Total B

72.99

58.27

60.14

50.86

242.26

Akasia
Bawang
Putih

28

Tabel ANOVA
Source

df

SS

MS

F-test

Konsentrasi
Ekstrak

3
2

10925,04
12172,88

3641,68
6086,44

376,9204761
629,9575643

Kons*Ekst

12

-19865,8

-1655,483333

Eksp, Error
Total

24
35

231,88
3464

9,661666667

Perhitungan :
C
SSY
SAB
SSA
SSB
SSAB
SSE

1630,275211
3463,992989
3232,111322
10925,03902
12172,8723
-19865,8
231,8816667

Kesimpulan :
3) F test Konsentrasi = 376,9204761
F tabel 5%, (3,24) = 3,01.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
konsentrasi ekstrak yang berbeda.

4) Ftest Ekstrak = 629,9575643


F tabel 5%, (2,24) = 3,40.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
pemberian ekstrak yang berbeda.

29

Pengamatan Hari Ke-6


Misalkan :
Factor A = Konsentrasi
Factor B = Ekstrak Alelopati Tumbuhan

Tabel. Rata-rata Tiap Ulangan


Faktor A
Faktor B

Ulangan

Akasia

Bawang
Putih

Ilalang

0M

1:7

1 : 14

1 : 21

Total
A

8,9

6,17

8,87

7,73

31.67

8,9

7,47

10,14

9,4

35.91

8,9

5,47

11,63

7,89

33.89

8,82

4,58

6,7

23.1

8,82

5,06

6,98

3,88

24.74

8,82

6,44

5,29

4,8

25.35

8,1

4,6

5,55

5,54

23.79

8,1

6,1

7,79

6,76

28.75

8,1

7,84

6,16

6,31

28.41

77.46

53.73

69.11

55.31

255.61

Total B

Tabel. Jumlah Tiap Ekstrak


Faktor B

Faktor A

Total A

0M

1:7M

1 : 14 M

1 : 21 M

26.7

19.11

30.64

25.02

101.47

26.46

16.08

18.97

11.68

73.19

Ilalang

24.3

18.54

19.5

18.61

80.95

Total B

77.46

53.73

69.11

55.31

255.61

Akasia
Bawang
Putih

30

Tabel ANOVA
Source

df

SS

MS

F-test

Konsentrasi
Ekstrak

3
2

12103,19
14384,11

4034,396667
7192,055

419,3759529
747,6148649

Kons*Ekst

12

-22774,4

-1897,866667

Eksp, Error
Total

24
35

230,88
3943,78

9,62

Perhitungan :
C
SSY
SAB
SSA
SSB
SSAB
SSE

1814,902003
3943,775097
3712,887031
12103,18761
14384,11021
-22774,41078
230,8880667

Kesimpulan :
3) F test Konsentrasi = 419,3759529
F tabel 5%, (3,24) = 3,01.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
konsentrasi ekstrak yang berbeda.

4) Ftest Ekstrak = 747,6148649


F tabel 5%, (2,24) = 3,40.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
pemberian ekstrak yang berbeda.

31

Pengamatan Hari Ke-7


Misalkan :
Factor A = Konsentrasi
Factor B = Ekstrak Alelopati Tumbuhan

Tabel. Rata-rata Tiap Ulangan


Faktor A
Faktor B

Ulangan

Akasia

Bawang
Putih

Ilalang

0M

1:7

1 : 14

1 : 21

Total
A

15,4

13,1

12,2

9,85

50.55

15,4

12,15

13,1

12,4

53.05

15,4

9,1

15,1

10,7

50.3

13

5,69

10,75

4,75

34.19

13

6,38

12,3

4,75

36.43

13

8,5

9,3

5,05

35.85

13,6

5,3

5,9

5,9

30.7

13,6

6,6

9,35

9,2

38.75

13,6

10,65

6,7

9,65

40.6

126

77.47

94.7

72.25

370.42

Total B

Tabel. Jumlah Tiap Ekstrak


Faktor B

Faktor A

Total A

0M

1:7M

1 : 14 M

1 : 21 M

46.2

34.35

40.4

32.95

153.9

39

20.57

32.35

14.55

106.47

Ilalang

40.8

22.55

21.95

24.75

110.05

Total B

126

77.47

94.7

72.25

370.42

Akasia
Bawang
Putih

32

Tabel ANOVA
Source

df

SS

MS

F-test

Konsentrasi
Ekstrak

3
2

27469,28
32218,91

9156,42667
16109,455

538,1121504
946,7332387

Kons*Ekst

12

-51405,9

-4283,825

Eksp, Error
Total

24
35

408,38
8690,67

17,0158333

Perhitungan :
C
SSY
SAB
SSA
SSB
SSAB
SSE

3811,416011
8690,666389
8282,291389
27469,2801
32218,9051
-51405,89381
408,375

Kesimpulan :
3) F test Konsentrasi = 538,1121504
F tabel 5%, (3,24) = 3,01.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
konsentrasi ekstrak yang berbeda.

4) Ftest Ekstrak = 946,7332387


F tabel 5%, (2,24) = 3,40.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
pemberian ekstrak yang berbeda.

33

Pengamatan Hari Ke-8


Misalkan :
Factor A = Konsentrasi
Factor B = Ekstrak Alelopati Tumbuhan

Tabel. Rata-rata Tiap Ulangan


Faktor A
Faktor B

Akasia

Bawang
Putih

Ilalang

Ulangan

0M

1:7

1 : 14

1 : 21

Total
A

15,7

13,3

12,6

12,2

53.8

15,7

12,95

14,2

12,1

54.95

15,7

9,6

13,25

11,45

50

13,85

6,44

11,85

4,85

36.99

13,85

6,7

12,5

5,6

38.65

13,85

8,7

9,35

5,55

37.45

13,6

6,05

6,4

6,15

32.2

13,6

6,85

9,45

9,52

39.42

13,6

11,04

7,05

10,1

41.79

129.45

81.63

96.65

77.52

385.25

Total B

Tabel. Jumlah Tiap Ekstrak


Faktor B

Faktor A

Total A

0M

1:7M

1 : 14 M

1 : 21 M

47.1

35.85

40.05

35.75

158.75

41.55

21.84

33.7

16

113.09

Ilalang

40.8

23.94

22.9

25.77

113.41

Total B

129.45

81.63

96.65

77.52

385.25

Akasia
Bawang
Putih

34

Tabel ANOVA
Source

df

SS

MS

F-test

Konsentrasi
Ekstrak

3
2

29140,05
34940,01

9713,35
17470,005

526,552075
947,033452

Kons*Ekst

12

-55238,47

-4603,20583

Eksp, Error
Total

24
35

442,73
9284,32

18,44708333

Perhitungan :
C
SSY
SAB
SSA
SSB
SSAB
SSE

4122,710069
9284,332031
8841,603431
29140,05103
34940,01954
-55238,46714
442,7286

Kesimpulan :
3) F test Konsentrasi = 526,552075
F tabel 5%, (3,24) = 3,01.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
konsentrasi ekstrak yang berbeda.

4) Ftest Ekstrak = 947,033452


F tabel 5%, (2,24) = 3,40.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
pemberian ekstrak yang berbeda.

35

Pengamatan Hari Ke-9


Misalkan :
Factor A = Konsentrasi
Factor B = Ekstrak Alelopati Tumbuhan

Tabel. Rata-rata Tiap Ulangan


Faktor A
Faktor B

Akasia

Bawang
Putih

Ilalang

Ulangan

0M

1:7

1 : 14

1 : 21

Total
A

19,1

16,12

15,4

16,4

67.02

19,1

15,11

18,85

16,55

69.61

19,1

14,95

18,18

14,38

66.61

13,63

8,45

15,5

6,23

43.81

13,63

9,55

15,4

7,18

45.76

13,63

11,9

14,3

10,5

50.33

17,8

8,57

1,95

6,56

34.88

17,8

11,7

10

14

53.5

17,8

13,72

3,75

10,5

45.77

151.59

110.07

113.33

102.3

477.29

Total B

Tabel. Jumlah Tiap Ekstrak


Faktor B

Faktor A

Total A

0M

1:7M

1 : 14 M

1 : 21 M

57.3

46.18

52.43

47.33

203.24

40.89

29.9

45.2

23.91

139.9

Ilalang

53.4

33.99

15.7

31.06

134.15

Total B

151.59

110.07

113.33

102.3

477.29

Akasia
Bawang
Putih

36

Tabel ANOVA
Source

df

SS

MS

F-test

Konsentrasi
Ekstrak

3
2

42482,79
56050,26

14160,93
28025,13

528,433989
1045,795102

Kons*Ekst

12

-84700,39

-7058,365833

Eksp, Error
Total

24
35

643,15
14475,81

26,79791667

Perhitungan :
C
SSY
SAB
SSA
SSB
SSAB
SSE

6327,937336
14475,80276
13832,6537
42482,79206
56050,25547
-84700,39384
643,1490667

Kesimpulan :
3) F test Konsentrasi = 528,433989
F tabel 5%, (3,24) = 3,01.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
konsentrasi ekstrak yang berbeda.

4) Ftest Ekstrak = 1045,795102


F tabel 5%, (2,24) = 3,40.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
pemberian ekstrak yang berbeda.

37

Pengamatan Hari Ke-10


Misalkan :
Factor A = Konsentrasi
Factor B = Ekstrak Alelopati Tumbuhan

Tabel. Rata-rata Tiap Ulangan


Faktor A
Faktor B

Ulangan

Akasia

Bawang
Putih

Ilalang

0M

1:7

1 : 14

1 : 21

Total
A

19,16

17,63

16,9

17,85

71.54

19,16

16,82

16,25

18,55

70.78

19,16

14,4

19,8

16,61

69.97

18,2

11,05

14,44

6,4

50.09

18,2

11,45

17,63

7,55

54.83

18,2

13,05

14,55

10,8

56.6

18

9,03

2,1

6,73

35.86

18

11,85

10.4

14,15

54.4

18

13,95

10,97

46.92

166.08

119.23

116.07

109.61

510.99

Total B

Tabel. Jumlah Tiap Ekstrak


Faktor B

Faktor A

Total A

0M

1:7M

1 : 14 M

1 : 21 M

57.48

48.85

52.95

53.01

212.29

54.6

35.55

46.62

24.75

161.52

Ilalang

54

34.83

16.5

31.85

137.18

Total B

166.08

119.23

116.07

109.61

510.99

Akasia
Bawang
Putih

38

Tabel ANOVA
Source
Konsentrasi
Ekstrak

df
3
2

SS
49018,72
65470,88

MS
16339,57333
32735,44

Kons*Ekst
Eksp, Error
Total

12
24
35

-98668,17
676,29
16497,72

-8222,3475
28,17875

F-test
579,8544411
1161,706605

Perhitungan :
C
SSY
SAB
SSA
SSB
SSAB
SSE

7253,077225
16497,70908
15821,42741
49018,72298
65470,87331
-98668,16888
676,2816667

Kesimpulan :
3) F test Konsentrasi = 579,8544411
F tabel 5%, (3,24) = 3,01.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
konsentrasi ekstrak yang berbeda.

4) Ftest Ekstrak = 1161,706605


F tabel 5%, (2,24) = 3,40.
F test > F tabel, maka mempunyai cukup bukti untuk menolak H0 yang
berarti bahwa terdapat perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman pada
pemberian ekstrak yang berbeda.

39