Anda di halaman 1dari 6

I.

Tujuan 1) Membuat metil oleat melalui esterifikasi 2) Mengerti bahwa esterifikasi dipengaruhi oleh faktor-faktor antara lain struktur molekul, suhu dan konsentrasi 3) Mengidentifikasi produk ester melalui pengukuran viskositas, berat jenis, bilangan asam dan asam lemak bebas (FFA)

II.

Dasar Teori Esterifikasi adalah reaksi pengubahan dari suatu asam karboksilat dan alkohol menjadi suatu ester dengan menggunakan katalis asam. Reaksi ini juga sering disebut esterifikasi Fischer. Ester adalah suatu senyawa yang mengandung gugus -COOR dengan R dapat berbentuk alkil maupun aril. Suatu ester dapat dibentuk dengan reaksi esterifikasi berkatalis asam. Reaksi esterifikasi merupakan reaksi dapat balik (reversible).

Laju esterifikasi suatu asam karboksilat bergantung terutama pada halangan sterik dalam alkohol dan asam karboksilatnya. Kuat asam dari asam karboksilat hanya memainkan peranan kecil dalam pembentukan ester. Untuk alasan sterik, urutan reaktivitas alkohol untuk reaksi esterifikasi adalah metanol > alkohol 1 > alkohol 2 > alkohol 3. Esterifikasi dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah struktur molekul dari alkohol, suhu proses dan konsentrasi katalis maupun reaktan. Kereaktifan alkohol terhadap esterifikasi : HCO2H > CH3CO2H > RCH2CO2H > R2CHCO2H > R3CCO2H Kinetika reaksi antara asam karboksilat dengan alkohol yang menggunakan katalis asam dinyatakan sebagai berikut:

ROH + H+ ROH2+ RCOOH +ROH2+ RCOOR + H3O+ Persamaan di atas didasarkan pada asumsi bahwa ion hidrogen (H +) dari katalis bereaksi dengan gugus hidroksil dari alkohol untuk membentuk kompleks ROH 2+ kemudian bereaksi dengan asam karboksilat membentuk ester. Laju reaksi esterifikasi sesuai dengan konsentrasi ester dan kompleks alkohol: d [RCOOR] / dt = k [RCOOH] [RO2H+] dengan terbentuknya air dalam reaksi ini menyebabkan lambatnya raju esterifikasi, sehingga kesetimbangan antara alkohol dengan kompleks air ditunjukkan pada persamaan reaksi di bawah ini: ROH2+ +H2O H3O+ + ROH,

Berdasarkan reaksi kesetimbangan di atas, maka konstanta kesetimbangan dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut: K = [H3O+] [ROH] / [ROH2+] [H2O] Sesuai dengan hukum aksi massa (mass-action law), untuk memperoleh rendemen ester yang tinggi, maka kesetimbangan harus bergeser ke arah pembentukan ester. Untuk mencapai keadaan ini dapat ditempuh dengan cara: a. Salah satu pereaksi (yang murah) digunakan secara berlebih b. Membuang salah saatu produk dari dalam campuran reaksi, misalnya melalui proses distilasi air secara azeotropis. Laju esterifikasi suatu asam karboksilat bergantung terutama pada halangan sterik dalam alkohol dan asam karboksilatnya. Dengan bertambahnya halangan sterik di dalam zat antara, laju pembentukan ester akan menurun. Dengan demikian rendemen ester akan berkurang. Jika suatu ester yang meruah (bulky) harus dibuat, maka lebih baik digunakan rute sintetis yang lain. Contohnya adalah reaksi antara alkohol dengan anhidrida asam atau klorida asam yang lebih reaktif daripada asam karboksilat dan yang bereaksi dengan alkohol secara irreversible.

III.

Alat dan Bahan Bahan yang digunakan 1. Asam oleat 2. Methanol 3. Phenolpthalein 4. Ethanol 5. NaOH 6. Aquadest 7. Kertas isap 8. Tissue 9. Amberlyst 10. Aseton

Alat yang digunakan 1. Neraca analitik 2. Labu Erlenmeyer 100 mL 3. Gelas kimia 100 dan 250 mL 4. Gelas ukur 25 mL 5. Labu reaktor leher 3 6. Peralatan refluks 7. Buret 50 mL 8. Hot plate 9. Pipet tetes 10. Pipet ukur 1 mL 11. Oven listrik 12. Botol reagent 13. Viskometer 14. Piknometer

IV.

Prosedur Kerja

Asam oleat (25 g)

Analisa fisika kimia

Viskositas kinematik Densitas Bilangan asam FFA

Esterifikasi (labu reaktor, 150 menit)

Methanol 125 g Amberlyst 1,875 g

Pengambilan sampel

(setiap 30 menit)
Setelah 150 menit Metil oleat

Pengujian bilangan asam dan FFA

Viskositas kinematik Densitas Bilangan asam FFA

a. Viskositas Kinematik
Sampel (volume disesuaikan) Viskometer Brookfield

Pilih ukuran spindel

Atur kecepatan viskometer

Ukur viskositas

Viskositas kinematik =

b. Desitas
Piknometer kosong (bersih dan kering)

Timbang (a) Sampel Timbang (b)

Densitas

= b a / volume pikometer

c. Konsentrasi oleat
20 mL ethanol Erlenmeye r

Penimbangan (zaro-kan)

Penimbangan

1 mL asam oleat/sampel yang sedang di refluks 3 tetes indikator phenolpthalei n

Titrasi dengan NaOH dalam ethanol 0,1 N

Bilangan asam

FFA

V.

Data Pengamatan Persiapan

Bahan Massa (gram) MR (g/mol) Asam Oleat 25 282 Methanol 125 32,04 Amberlyst 1,875

Rumus C18H34O2 CH3OH

Titik Didih (oC) Titik Leleh (oC) 360 15,3 64,7 -97

Analisis Fisika dan Kimia Oleat Sebelum Oleat Selama Esterifikasi Parameter Uji Esterifikasi Viskositas Kinematik (cSt) Densitas (g/mL) Bilangan Asam FFA Konsentrasi (N) 51,80 0,9074 88,02 93,40 2,7790 t0 t1 t2 t3 t4 t5

VI.

Pembahasan

VII.

Kesimpulan Dari praktikum yang dilakukan, didapatkan kesimpulan sebagai berikut:

Daftar Pustaka