Anda di halaman 1dari 4

Sekilas organisasi General Appliance Corporation merupakan produsen terintegrasi untuk segala jenis perabotan rumah tangga.

Perusahaan tersebut memliki organisasi yang divisional dan terdesentralisasi yang terdiri dari empat divisi produk, empat divisi manufaktur, dan enam kantor staf. Setiap staf dan kantor divisi dipimpin oleh seorang wakil presiden. Kantror-kantor staf memiliki kewenangan fungsional atas divisi-divisi di bawahnya, tetapi mereka tidak mempunyai kewenangan langsung atas general manajer divisi-divisi di bawahnya. Adapun komponenkomponen yang ditransfer diberikan harga sesuai dengan hasil negosiasi di antara mereka. Harga-harga ini biasanya berdasarkan harga aktual yang dibayarkan kepada pemasok luar untuk komponen yang sebanding. Permasalahan Ada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh General Appliance Corporation yaitu pertama permasalahan penurunan kualitas produk pada divisi produk chrome. Untuk mengatasi hal tersebut, ia memanggil wakil presiden manufaktur (yaitu, direktur dari kantor staf manufaktur). Karyawan dari Divisi Produk Chrome dan staf manufaktur secara bersama-sama mempelajari proses manufaktur untuk menemukan cara pembuatan lapisan atas kompor yang dapat memenuhi cara pembuatan lapisan kompor yang dapat memenuhi standar kualitas. Mereka menambahkan tembaga dan menambahkan operasi penghalusan dengan tangan pada akhir siklus manufakturnya. Segera setelah operasi tambahan ini dilaksanakan pada Juni 1987, tingkat penolakan atas kualitas produk yang jelek menurun drastis menjadi di bawah 1%. Kedua adalah permasalahan pengendalian thermostatis. Salah satu pabrik dari Divisi Motor Elektrik bertugas memproduksi unit pengontrol suhu. Divisi Mesin Cuci membeli seluruh kebutuhannya akan unit pengontrol suhu (sekitar 100.000 unit per-tahun) dari Divisi Motor Elektrik. Divisi kulkas menggunakan komponen yang sama, dan sampai tahun 1985 telah membeli seluruh kebutuhannya (sekitar 20.000 unit setahun) dari pemasok luar, Monson Controls Corporation. Antara tahun 1985 sampai pada pertengahan 1987 kapasitas produksi dari perusahaan-perusahaan independen tersebut jauh melebihi permintaannya. Hal tersebut juga dialami oleh Divisi Motor Elektrik, laba yang dihasilkan menurun drastis. Pada Oktober 1987, Divisi Motor elektrik dan Divisi Kulkas melakukan negosiasi untuk harga tahun 1988. Divisi Kulkas mengusulkan harga $2,15, yaitu harga yang ditawarkan Monson Controls Corporation. Namun Divisi Motor Elektrik tetap menolka untuk menurunkan harganya dibawah $2,40 kepada

pihak manapun. Stat pembelian memberikan jawaban bahwa terdapat kelebihan kapasitas dan sebagai akibatnya harga sangat rendah. Staf pembelian yakin bahwa Divisi Kulkas dapat memperoleh seluruh pasokan kebutuhannya untuk satu atau dua tahun mendatang dengan harga $ 2,15 per unit. Tapi jika seluruh kebutuhan dipasok dari luar maka harganya akan naik menjadi $2,40 karena tindakan tersebut akan mengeliminasi adanya kelebihan kapasitas. Ketiga adalah masalah Transmisi. Produk yang dihasilkan adalah pencuci otomatis. Pada awalnya, divisi tersebut membeli transmisi dari dua pemasok yaitu Divisi Gear and Transmission dan Thorndike Machining Corporation. General Appliance Corporation memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak perjanjian. Pemutusan kontrak tersebut, implikasinya sangat merugikan bagi Thorndlike, karena General Appliance merupakan pangsa pasar terbesar baginya dan tidak mungkin kerugian tersebut tertutupi. Pada April 1985, presiden Thorndike meminta kepada presiden General Appliance agar keputusan tersebut dapat ditinjau kembali, dengan memberikan usulan penurunan harga yang akan diberikan jika perpanjangan kontrak dilakukan. Bahkan surat tersebut menyatakan bahwa perusahaan tersebut telah mengembangkan suatu transmisi berbiaya rendah yang cocok untuk mesin cuci ekonomis. Transmisi tersebut berbiaya rendah yang cocok untuk mesin cuci ekonomis. Pada akhirnya General Appliance membuka kembali kesempatan untuk melakukan pembelian kepada Thorndike dengan harga $10 per unit. Pada akhir tahun 1985, Divisi Gear & Tansmission menawarkan harga transmisi yang baru sebesar $12 ditambah beberapa penyesuain kecil. Divisi mesin cuci menolak untuk menerima harga tersebut, dan bertahan pada harga 11,21, namun Divisi Gear dan Transmisi menolak. Kedua divisi kemudian menyerahkan permasalahan kepada staf. Jawaban pertanyaan 1. General Manager dari divisi pemasok: Divisi Produk Chrome: kenaikan harga ini sangat beralasakan, tidak hanya berdasar peningkatan kualitas saja, namun penolakan atas produk ini sangta menurun secara signifikan, yang awalnya mencapai 80%, namun setelah peningkatan kualitas ini, penolakan tersebut turun menjadi di bawah 1%. Divisi Motor Elektrik: over-capacity dan batas bawah harga untuk memperoleh laba menjadi alasan utama untuk tidak menurunkan harga. Saat pemasok dari luar menjadi dominan, maka harga dapat dengan mudah mereka tentukan.

Divisi Gear dan Transmission: kenaikan harga tersebut sangat tepat, apalagi sudah memasukkan unsur biaya dari karakteristik tambahan. General Manager dari divisi pembeli: Divisi Mesin Cuci: perbedaan margin yang terkait mark-up laba dapat didiskusikan menjelang proses produksi dimulai, jadi masih banyak waktu untuk

mempertimbangkannya. Divisi Mesin Cuci dan Kulkas: berhubung kebijakan manajemen adalah mencari harga kompetitif dan mendapat harga paling rendah, maka harga 2,15 tetap akan dicari meski dari pemasok luar sekalipun. Divisi Gear dan Transmission: tidak perlu menunggu dari divisi Mesin Cuci, meskipun hanya masalah mark-up laba, seharusnya hal ini juga dapat dibicarakan sejak awal guna memproyeksi laba di masa yang akan datang dan prospektusnya. Staf keuangan: Divisi Produk Chrome: dapat dilakukan kenaikan harga, karena produk sudah memiliki value-added meskipun tidak berbentuk fisik, melainkan berbentuk kualitas barang, meskipun demikian, hal ini juga merupakan suatu bentuk efisiensi dari produk yang dihasilkan. Divisi Mesin Cuci dan Kulkas: pengendalian yang selama ini berjalan, dilaksanakan dahulu, hal ini mengingat meskipun dengan over-capacity pengendalian yang selama ini berjalan, dilaksanakan dahulu, hal ini mengingat meskipun dengan over-capacity yang terjadi, jika langsung berpindah pada semua pemasok, harga mulai naik seiring permintaan yang juga mulai naik. Divisi Gear dan Transmission: tetap membeli dari pihak Thorndike untuk menjaga stabilitas harga dan tetap mendapat barang yang berkualitas. 2. Jika dua atau lebih pusat laba bertanggung jawab bersama atas pengembangan, pembuatan, danpemasaran suatu produk, maka masing-masing harus membagi pendapatan yang dihasilkan ketikaproduk tersebut terjual. Harga transfer merupakan mekanisme untuk mendistribusikan pendapatan ini. Harga transfer harus dirancang sedemikian rupa sehingga dapat mencapai tujuan berikut ini: a. Memberikan informasi yang relevan kepada masing-masing unit usaha untuk menentukan timbalebalik yang optimum antara biaya dan pendapatan perusahaan.

b. Menghasilkan keputusan yang selaras dengan tujuan. Sistem harus dirancang sedemikian rupa sehingga keputusan yang meningkatkan laba unit usaha juga akan meningkatkan laba perusahaan. c. Membantu pengukuran kinerja ekonomi dari unit usaha individual. Sistem tersebut harus mudah dimengerti dan dikelola. d. Merancang sistem penentuan harga transfer merupakan topik kunci pengendalian manajemen bagi sebagian besar perusahaan. Beberapa penulis menggunakan istilah harga transfer untuk mengacu pada jumlah yang digunakan dalam akuntansi untuk semua transfer barang dan jasa antar pusat tanggung jawab. Istilah harga transfer pada nilai yang diberikan atas suatu transfer barang atau jasa dalam suatu transaksi di mana setidaknya salah satu dari kedua pihak yang terlibat adalahpusat laba. Rekomendasi 1. Seharusnya sebelum ditentukan tindakan untuk memperbaiki kualitas kompor, seluruh bagianharus dilibatkan di dalam mengambil keputusan. Dalam hal ini Divisi Produk Krom kurang bijaksana dengan tidak melibatkan Divisi Kompor Listrik dalam pengambilan keputusan perbaikan kualitas kompor. 2. Menggunakan metode bergaining (menawarkan) dengan penambahan biaya tidak sebesar 90 sen, tetapi 85 sen dengan perincian 80 sen untuk biaya tambahan dan 5 sen untuk markup laba atas biaya tersebut untuk per unitnya. (lebih rendah 5 sen dari penawaran sebelumnya) 3. Tetap membeli dari divisi motor listrik dengan harga negosiasi. 4. Meningkatkan sales dan produktivitas di divisi kulkas dan divisi mesin cuci sehingga permintaan ke divisi motor listrik meningkat dan biaya bisa ditekan. Pertanyaan 1. Jika nantinya tidak ada cara negosiasi dengan staf keuangan, metode apa yang paling tepat untuk harga transfer antar-divisi di kemudian hari? 2. Bagaimana dampak kebijakan penjualan minimum ke divisi lain terhadap metode harga transfer yang saat ini ditetapkan? 3. Bagaimana dampak negosiasi harga transfer yang berlaku terhadap laba korporasi secara keseluruhan? 4. Bagaimana memanfaatkan secara penuh bagian hubungan industri?