Anda di halaman 1dari 8

IDENTIFIKASI SENYAWA METANBOLIT SEKUNDER PADA DAUN SERI (Muntingia calabura L. Folium) A.

Tujuan Menguji dan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder steroid, karotenoid, alkaloid, fenol, fenil propanoid, flavonoid, antrakuinon, saponin, antosianin, tanin, garam alkaloid, karbohidrat pada daun seri. B. Dasar Teori 1. Uraian sampel Tanaman seri memiliki habitus yaitu pohon tahunan dengan tinggi kurang lebih 10 meter. Batangnya berkayu, tegak, dan bulat. Memiliki percabangan simpodial, cabang berambut halud, berwaarna coklat keputih-putihan. Daun tunggal, berseling, berbentuk lonjong dengan panjang 6 sampai 10 cm, dan lebar 2 hingga 4 cm, bentuk ujung daun dan pangkal daun runcing, berbulu, memiliki pertulangan menyirip dan berwarna hijau. Buah seri berbentuk buni, bulat dan berwarna merah serta berdiameter kurang lebih 1 cm. Biji buah seri berbentuk bulat kecil berwarna putih kekuningan. Tanaman seri memiliki akar tunggang yang berwarna putih kotor. Daun seri dan kulit batang tanaman seri mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol. Daun tanaman ini berkhasiat sebagai obat batuk dan peluruh dahak. Buah yang telah masak dapat digunakan untuk obat sakit kuning dan juga penyakit lain yang berkaitan. Berikut ini adalah uraian dari klasifikasi tanaman seri: Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledoneae Ordo : Malvales Family : Tiliaceae Genus : Muntingia Spesies : Muntingia calabura L. Nama umum : Talok (Hutapea, 1994) 2. Ekstraksi Secara umum, metabolit sekunder biasanya dapat ditemukan pada semua bagian tanaman , tetapi sintesa awal terjadi pada bagian tertentu dari tanaman seperti aka, buah atau daun. Untuk mengambil metabolit sekunder dari tanaman dapat dilakukan ekstraksi (Ani, 2011).

Ekstraksi adalah suatu cara untuk mendapatkan minyak atau lemak dari bahan yang diduga mengandung minyak atau lemak menggunakan sejumlah massa dari solven sebagai tenaga pemisah (Andaka, 2009). Ekstraksi senyawa dari dalam jaringan tumbuhan dapat dilakukan dengan metode maserasi, yaitu perendaman sampel dengan pelarut organik pada suhu ruang. Ekstraksi pendahuluan menggunakan metanol, dilanjutkan dengan penyaringan untuk memisahkan ekstrak dengan bahan tumbuhan menggunakan corong kaca dengan kertas saring whatman nomor 1. Hasil ekstraksi kemudian dipekatkan dengan rotasi evaporator pada suhu 300-400 C. Selanjutnya dilakukan proses fraksinasi terhadap ekstrak kasar (fraksi metanol) tersebut berdasarkan pada perbedaan kepolaran pelarutpelarut organik. Fraksinasi untuk masing-masing fraksi dilakukan berulang kali sampai warna pelarut pada fraksi yang diinginkan berubah warna menjadi bening (Pasaribu, 2009). 3. Jenis-jenis pelarut a. Air (Aqua destilation/air suling) Air suling disebut dengan menyuling air yang dapat diminum. Air suling merupakan zat cair yang jernih tidak berwarna, dan tidak berbau. Memiliki rumus molekul H2O dan BM 18,02. (Dirjen POM, 1979) b. Metanol Metanol merupakan bahan dasar senyawa formaldehid (formalin), suatu senyawa yang digunakan sebagai pengawet. Metanol juga digunakan sebagai bahan dasar sintesis senyawa lain seperti metil butirat (Sutrisna, 2007). Metanol memiliki rumus kimia CH2OH. Pemerian metanol berupa cairan tidak berwarna, jernih, bau khas. Dapat bercampur dengan air, membentuk cairan jernih tidak berwarna. (Dirjen POM, 1979) 4. Senyawa-senyawa yang diuji a. Steroid Steroid adalah gugus senyawa yang mengandung sebuah struktur dengan empat cincin yang dikenal sebagai inti steroid. Loseterol yang disintesis di dalam tubuh hewan tetapi tidak disintesis dalam tumbuhan adalah senyawa induk yang merupakan asal dari semua steroid lain yang dihasilkan dalam tubuh manusia. Kolesterol diubah menjadi garam empedu, seperti adrenokorteks dan hormon seks (William, 1996).

Steroid merupakan senyawa kimia yang struktur kimianya mengandung cincin atau lingkar siklopenta nopierhidro fenantrena. Lingkaran siklopentanoperhidro fenantrena merupakan kombinasi antar lingkar siklopentana dan perhidrofenantrena. Jadi struktur kimia steroid memiliki empat buah lingkaran. Keempat lingkaran diberi petunjuk dengan huruf besar A, B, C, dan D. Atom-atom karbon dalam struktur kimia diberi nomor yang dimulai dari lingkaran A menuju lingkaran D. Beberapa steroid mengandung satu, dua, atau tiga ikatan rangkap dua dan banyak diantaranya yang mempunyai satu atau lebih hidroksil. Cincin atau lingkaran pada sebagian besar steroid bukanlah lingkar aromatik. Steroid mempunyai subtituen pada atom C10 dan C13.

C
B

D
B

b.

(Sumardjo, 2008) Gambaran umum steroid, sebagaimana dalam semua lipid adalah adanya sejumlah karbon hidrogen yang membuatnya bersifat non polar. Steroid larut dalam pelarut-pelarut organik non polar seperti eter, aseton, kloroform, dan secara umum tidak larut dalam air disebabkan oleh komponen hidrokarbon yang signifikan. Meskipun demikian, dengan meningkatnya jumlah gugus hidroksil atau gugus fungsional polar lainnya pada kerangka steroid, membuat kelarutan steroid dalam pelarut organik meningkat (Sarker, 2009). Karotenoid Karotenoid adalah pigmen yang tidak stabil. Mudah teroksidasi terutama bila berdekatan dengan udara pada pelat KLT dan dapat juga mengalami suatu pengisomeran trans-cis selama ditangani. Semua itu perlu diperhatikan saat mengisolasi. Karotenoid yaitu tetraterpenoid C40 dimana senyawa ini merupakan golongan pigmen yang larut liprol dan luas, terdapat dalam semua jenis tumbuhan mulai dari bakteri sederhana sampai ke komposit yang berbunga warna kuning (Harborne, 1987).

c.

d.

Karotenoid memiliki sifat-sifat tertentu yaitu tidak larut dalam air, larut sedikit dalam minyak, larut dalam hidrokarbon alifatik dan aromatik seperti heksana dan benzena serta larut dalam kloroform dan metilen klorida. Karotenoid harus selalu disimpan dalam ruangan gelap dan didalam ruangan vakum pada suhu 200 C. (Tapan, 2008) Alkaloid Alkaloid merupakan golongan terbesar senyawa metabolit sekunder pada tumbuhan. Telah diketahui sekitar 5500 senyawa alkaloid yang tersebar diberbagai famili. Alkaloid dapat ditemukan dalam berbagai bagian dari tumbuhan. Alkaloid merupakan senyawa kimia yang bersifat basa yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen, umumnya tidak berwarna, hanya jika memiliki struktur kompleks dan bercincin aromatik. Alkaloid seringkali beracun bagi manusia dan banyak mempunyai kegiatan fisiologis yang menonjol. (Simbala, 2009) Flavonoid Flavonoid, turunan 1,3 difenilpropanol, merupakan kelompokkelompok produk alami yang luas tersebar dalam tanaman tingkat tinggi. Kebanyakan flavonoid merupakan senyawa yang berwarna kuning, dan berperan pada warna kuning dari bunga yang mana flavonoid berada sebagai glikosida.

(Sarker, 2007) Flavonoid merupakan salah satu golongan fenol yang terdapat dalam semua tumbuhan berpembuluh. Menurut strukturnya flavonoid merupakan turunan senyawa induk flavon. Flavonoid mengandung atom karbon dalam inti dasarnya yang tersusun dalam konfigurasi C6-C3-C6, yaitu dua cincin aromatik yang dihubungkan oleh satuan tiga karbon yang dapat atau tidak dapat membentuk cincin ketiga. Seluruh varian flavonoid saling berkaitan dengan alur biosintesis yang berasal dari jalur sikimat dan asam malonat. Senyawa ini umumnya terikat sebagai glikosida. (Mangunwardoyo, 2009)

Fenol Fenol ialah senyawa yang gugus OH nya melekat langsung pada cincin aromatik, contoh yang paling sederhana ialah fenol itu sendiri (C6H5OH). Fenol berbeda dari alkohol dalam sifat fisis dan kimianya. Perbedaan yang paling penting adalah keasamannya, fenol memiliki ketetapan ionisasi asam 1 x 10-10, jauh lebih besar dari nilai ka untuk alkohol yang biasanya berkisar dari 10-16 sampai 10-18. (Oxtoby, 2003) Senyawa fenol memiliki senyawa aromatik dengan satu atau beberapa gugus hidroksil yang terikat secara langsung pada cincin benzena. Contoh senyawa fenol selain fenol sendiri adalah kresol, klorfenol, xilenol, katekol, hidriquinon, timol, naftol, dan yang lainnya (Effendi, 2003). Senyawa fenolik merupakan senyawa yang bersifat polar dan dapat larut dalam pelarut polar maupun kurang polar, maka bnayak penelitian yang menggunakan senyawa ini (Hartanto, 2012) f. Fenilpropanoid Fenilpropanoid merupakan senyawa fenol dan mempunyai cincin aromatik dengan rantai samping terdiri atas tiga atom karbon. Secara biosintesis senyawa ini turunan asam amino protein aromatik, yaitu fenilalanin dan fenilpropanoid, dapat mengandung satu sida C6C3 atau lebih yang paling tersebar luas ialah asam hidroksiramal, suatu senyawa penting bukan saja sebagai bangunan dasr lignin, tetapi juga berkaitan dengan pengaturan tumbuh dan pertahanan terhadap penyakit. Yang termasuk fenilpropanoid antara lain hidroksil kumarin, fenilpropeda dan lignin (Harborne, 1987). g. Antrakuinon Antrakuinon merupakan senyawa poliketida. Merupakan kelompok quinon yang tersebar. Antrakuinon banyak digunakan sebagai zat warna, misalnya diizarin dari Bubia tinctorum dan obat cuci perut (purgative) emodin dari rheum, rumex, dan Rhamnus sp. Dengan berkembangnya industri zat warna sintetik, fungsi penting antrakuinon hilang seperti juga zat lainnya (Sastrohamidjojo, 1996). h. Saponin Saponin adalah suatu glikosida, fungsi dalam tubuh tumbuhan dimungkinkan sebagai bentuk penyimpanan karbohidrat dan sebagi pelindung terhadap serangan dari serangga (Harborne, 1987). Sifat-sifat saponin berasa pahit, menghemolisis eritrosit, merupakan racun kuat bagi ikan dan amfibi, dalam larutan air
e.

i.

j.

membentuk basa yang stabil dan sulit untuk dimurnikan atau diidentifikasi (Harborne, 1987). Berdasarkan sifat kimiany, saponin dapat dibagi dalam dua kelompok yaitu steroid dengan 20 atom C dan juga triterpen dengan 30 atom C (Harborne, 1987). Macam-macam saponin berbeda sekali komposisi dari kimiawinya yaitu berbeda pada aglikan (sapogenin) dan juga karbohidratnya, sehingga tumbuh-tumbuhan tertentu dapat mempunyai macam-macam saponin berlainan seperti : 1) Quelie saponin, campuran dari tiga atau empat saponin. 2) Alfafa saponin, campuran dari paling sedikit 5 saponin. 3) Soy bean saponin, terdiri dari 5 fraksi yang berbeda. (Harborne, 1987) Garam alkaloid Alkaloid terbagi atas dua bagian besar yaitu garam alkaloid dan basa karbonnya. Semua alkaloid paling sedikit mengandung 1 atom nitrogen yang biasanya bersifat basa dan dalam sebagian besar atom nitrogen ini merupakan bagian dari cincin heterosiklik. Hampir semua alkaloid di alam mempunyai kereaktifan biologis yang sangat bermanfaat dalam pengobatan. Alkaloid umumnya ditemukan dalam kadar yang kecil dan harus diputuskan dari campuran senyawa yang rumit yang berasal dari tumbuhan tersebut (Anggarita, 2010) Antosianin Antosianin merupakan senyawa pewarna yang paling penting dan paling tersebar luas dalam tumbuhan. Pigmen yang berwarna kuat dan larut dalam air ini adalah penyebab hampir semua warna merah jambu, merah, ungu, dan biru dalam daun, bunga dan buah pada tumbuhan tingkat tinggi. Secara kimia, semua antosianin merupakan turunan suatu struktur senyawa aromatik tunggal seperti sianidin dan dengan penambahan atau pengurangan gugus hidroksil atau dengan proses metilasi atau glikosilasi (Harborne, 2006). Salah satu fungsi dari antosianin adalah sebagai suatu antidoksidan di dalam tubuh sehingga dapat mencegah terjadinya arteroschelrosis dengan mengoksidasi lemak jahat dalam tubuh serta melindungi integritas sel endotel yang melapisi dinding pembuluh darah sehingga tidak terjadi kerusakan (Harborne, 2005). Berbagai manfaat positif antosianin untuk kesehatan manusia antara lain melindungi lambung terhadap kerusakan, mencegah sel tumor, meningkatkan kemampuan penglihatan mata, mencegah obesitas, diabetes, da mencegah penyakit neurologis (Hamid, 1997).

k.

l.

Tanin Tanin terdapat luas dalam tumbuhan berpembuluh dengan angiospermae terdapat khusus dalam jaringan kayu. Menurut batasnya, tanin dapat bereaksi dengan protein, membentuk kopolimer yang tidak larut dalam air. Tanin merupakan kandungan tumbuhan yang bersifat fenol, mempunyai rasa sepat dan mempunyai kemampuan menyamak kulit. Tanin tumbuhan terbagi menjadi dua golongan yaitu tanin kondensasi dan tanin terhidrolisiskan yang mengandung ikatan ester (Robinson, 1995). Tanin adalah polifenol tanaman yang berfungsi untuk mengikat dan mengendapkan protein. Tanin juga dapat dipakai untuk menyamak kulit. Dalam dunia pengobatan, tanin, berfungsi sebagai obat diare, menghentikan pendarahan, dan mengobati ambeien. Polifenol alami merupakan metabolit sekunder tanaman tertentu yang termasuk dalam atau menyusun golongan tanin. Tanin adalah senyawa fenolik kompleks yang memiliki berat molekul sekita 5003000 (Hamid, 1979). Karbohidrat Karbohidrat merupakan molekul-molekul atom hidrogen, oksigen serta unsur utama yaitu karbon. Jumlah atom hidrogen dan oksigen merupakan perbandingan 2:1 seperti pada glukosa yang mempunyai rumus molekul C6H12O6. Karbohidrat yang berasal dari makanan, dalam tubuh mengalami metabolisme menjadi glukosa yang berada dalam darah dan glikogen yang disintesis dalam hati dan digunakan sebagai sumber energi. Berbagai senyawa yang termasuk kelompok karbohidrat mempunyai molekul yang berbeda-beda. Berbagai senyawa ini dibagi menjadi 3 golongan yaitu monosakarida, disakarida, dan polisakarida (Poedjiadi, 2009).