Anda di halaman 1dari 7

Laporan Genetika, 2013, 4 TATA CARA MENANGANI LALAT BUAH (Drosophilla melanogaster)

R.Robbi Januari 1211702060 Laboratorium Biologi *) Program studi Biologi Fak. Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, 40614

ABSTRAK Lalat buah atau dikenal dengan Drosophila melanogester merupakan organisme yang sering digunakan dalam praktikum genetika. Drosophila ini sering ditemukan pada buah-buahan yang tidak tertutup. Banyak sekali jenis Drosophila yang ada disekitar kita, namun kita tidak mengetahui jenis mana yang sering kita gunakan dalam praktikum. Praktikum ini bertujuan agar mengetahui cara membuat medium untuk pemeliharaan Drosophilla melanogaster juga agar mampu mengisolasi Drosophilla melanogester. Praktikum ini dilakukan di laboratorium UIN SGD Bandung pada hari Selasa tanggal 9 April 2013. Alat yang digunakan adalah kompor, kuali, blender, gelas besar, timbangan, spons yang sudah dipotong, sedangkan bahan yang digunakan adalah agar-agar swallow 3,5 gr, pisang ambon 300 gr, gula merah 75 gr, 200 ml air, alcohol 70%. Hasil identifikasi yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa ketersediaan nutrisi makanan pada medium sangat mempengaruhi pertumbuhan Drosophilla melanogester. Kata kunci : Drosophila, medium agar. ABSTRACT Known as fruit flies or Drosophila melanogester an organism often used in the genetics lab. Drosophila is commonly found in fruits that are not covered. There are so many types of Drosophila that is around us, but we do not know which kind we use in the lab. This lab aims to learn how to create a medium for the maintenance Drosophilla melanogaster also be able to isolate Drosophilla melanogester. This was done in a lab practicum UIN SGD Bandung on Tuesday April 9, 2013. The instrument used was a stove, pots, blenders, tumblers, scales, sponges that have been cut, while the materials used are gelatin swallow 3.5 grams, 300 grams of bananas, brown sugar 75 grams, 200 ml of water, alcohol 70 %. The results of identification that has been done suggests that the availability of nutrients in the diet greatly affects the growth medium Drosophilla melanogester. Keywords: Drosophila, agar.

1. PENDAHULUAN Drosophila melanogaster meupakan lalat yang pupanya terdapat kulit instar 3, mempunyai jaw hooks), seri Acaliptrata (imago menetas dengan keluar dari bagian anterior pupa), suku Drosophilidae, Jenis

jenis lalat buah, dimasukkan dalam filum Artropoda kelas Insekta bangsa Diptera, anak bangsa Cyclophorpha (pengelompokan 1

Laporan Genetika, 2013, 4 Drosophila melanogaster di Indonesia Media adalah suatu bahan yang

terdapat sekitar 600 jenis, pulau Jawa sekitar 120 jenis dari suku drosophilidae (Hartwell, 2004). Ciri-ciri Drosophila antara lain

digunakan untuk menumbuhkan mikroba adalah yang terdiri dari campuran zat makanan (nutrient) yang digunakan untuk menumbuhkan atau kebutuhan makhluk hidup dalam melakukan selama aktifitas dan

warna tubuh kuning kecoklatan dengan cincin berwarna hitam di tubuh bagian belakang. Berukuran kecil antara 3-5mm, urat tepi sayap(costal vein) mempunyai dua bagian yang terputus dekat dengan

pertumbuhan digunakan

hidupnya.

Media tempat

sebagai

perkembangbiakan bakteri, karena media merupakan salah satu bahan yang terdiri dari campuran nutrisi zat makanan yang dipakai untuk menumbuhkan mikroba

tubuhnya. Sungut arista umumnya berbentuk bulu, memiliki 7-12 percabangan.

(Lindsley, 1992). Drosophila Melanogaster ini

(John,1998:240). Keasaman pH medium penting bagi pertumbuhan organisme, terutama kerja

mengerumuni buah- buahan yang ranum dan tempat-tempat sampah. Dalam pembiakan Drosophila yang pertama kita butuhkan

enzim yang sangat dipengaruhi oleh pH. Pada saat makan, larva membuat saluransaluran terbanyak di dalam saluran, medium, maka dan jika

adalah media. Dalam pembuatan medium, sebaiknya digunakan air suling karena air suling bebas dari bakteri yang dapat mempercepat proses pembusukan medium biakan (Borror, 1992). Di dalam pembuatan medium sebaiknya di gunakan air suling. Karna air suling bebas dari bakteri yang dapat mempercepat proses pembusukan medium biakan. Keasaman pH medium juga sangat penting bagi

pertumbuhan

biakan dapat dikatakan baik. Larva yang dewasa biasanya merayap naik pada botol atau pada kertas tissue di dalam botol (W.Lay, Bibinia, 1994). Lalat buah yang paling mudah dipelihara adalah Drosophilla melanogaster. Media makanan dasar untuk lalat ini sangat mudah dibuat dan di sterilkan sihingga investasi tungau, nematode dan infeksi cendawan dapat di cegah. Selain itu juga melengkapi resep untuk 3 macam makanan buatan yang

pertumbuhan organisme, terutama kerja enzim yang sangat di pengaruhi oleh pH (B.John,Smith, 1988).

Laporan Genetika, 2013, 4 digunakan untuk (Shorrocks, 1972). Mencantumkan dan juga mengurai suatu cara menangkap serangga ini dari keadaan liar dengan menggunakan umpan pisang yang telah difermentasikan dan dihancurkan. Lalat berkumpul di sekeliling umpan paling banyak sesudah fajar dan menjelang sore hari. Stok yang baru diperoleh harus di uji di berbagai macam media makanan untuk menetapkan rumus makanan mana yang paling cocok. Sekali macam media ini telah diketahui, lalat dipindahkan kedalam media segar tersebut setiap 7-10 hari (B.Smith, John, 1988). 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengamatan Botol Kultur 1 memelihara lalat ini dihaluskan dengan blender dan dimasukkan ke dalam campuran tersebut lalu di masak hingga matang, kemudian dinginkan dan masukkan ke dalam botol kultur. 20 ml untuk masing-masing botol kemudian

pasang kertas saring lalu disumbat mulut botol kultur tersebut ditaburkan fermipan diatas medium tersebut kemudian dikultur selama 1 minggu dan diamati

pertumbuhannya.

2. BAHAN DAN METODE Bahan yang digunakan yaitu

Drosophilla melanogaster, kertas saring, sumbat gabus, pisang, gula merah. Air, natrium benzoate, dan fermipan. Dan alat yang digunakan yaitu terdiri dari botol kultur, timbangan, blender, kompor, panci, sponge, dan pengaduk. Dibuat media yang akan digunakan sebagai medium pertumbuhan (Drosophilla melanogester) cara pembuatan medianya 200 ml air direbus lalu 3,5 gr agar dimasukkan kemudian diaduk hingga Botol Kultur 2

homogen. 75 gr gula merah dimasukkan sampai larut kemudian 300 gr pisang 3

Laporan Genetika, 2013, 4 Pembahasan Pada kegiatan praktikum tentang tata cara menangani lalat buah (Drosophilla melanogester). Adapun bagian nyang mana agar-agar adalah galakton yaitu suatu kompleks karbohidrat, yang diekstraksi dari alga marin genus gelidium. Ragi berfungsi untuk mengembangkan adonan dan aquades berfungsi sebagai pelarut. Disamping itu pada media yang kami buat digunakan semua bahan yang telah disterilisasikan terlebih dahulu yang berguna untuk membunuh bakteri yang berada dalam mengenai cara media biakan yang dapat mempercepat proses pembusukan media. Penstrilan ini sangat diperlukan supaya dapat

diamati dalam pengamatan ini adalah tata cara membuat medium untuk pemeliharaan (Drosophilla melanogester) serta mengamati cara menangani dan memelihara

Dorsophilla melanogester. Pada pembuatan percobaan media

untuk

pemeliharaan

Dorsophilla melanogaster, pada media yang dibuat seharusnya digunakan semua bahan yang telah di sterilkan terlebih dahulu yang berguna untuk membunuh bakteri yang berada dalam media biakan yang dapat mempercepat proses pembusukan media. Pada praktikum yang telah dilakukan dalam pembuatan media/medium yang

memperlambat terjadinya pembusukan pada media biakan yang terjadi karena

ketidaksterilan media yang menyebabkan bakteri yang bearada didalam media dapat bertahan hidup dan dapat merusak media biakan tersebut (W.Lay, Bibiana, 1994 ). Sebagai bahan untuk membuat

digunakan untuk perkembangbiakan lalat buah Drosophila melanogester, dalam

medium menjadi padat dapat dipakai agaragar. Meskipun bahan utama agar-agar adalah galaktan, yaitu suatu kompleks karbohidrat yang diekstraksi dari alga marin genus Gelidium. Agar-agar menjadi larut

proses pembuatan media ini digunakan pisang yang di campur dengan gula merah. Adapun fungsi masing-masing bahan yang digunakan dalam pembuatan media, dimana dalam proses pembuatan medium pemeliharaannya digunakan berbagai

atau cair apabila dipanaskan sampai suhu 100 derajad Celsius dan akan berbentuk cair bila didinginkan dalam 48 derajad Celsius (Hadioetomo, 1993). Faktor-faktor mempengaruhi

macam bahan-bahan diantaranya pisang ambon dan gula merah berfungsi sebagai karbohidrat. Agar-agar digunakan agar

pertumbuhan Drosophlla melanogester: 1. Suhu Lingkungan

adonan yang dihasilkan lebih padat, yang 4

Laporan Genetika, 2013, 4 Siklus hidp lalat Drosophillia mengalami pertumbuhan lambat selama berrda di tempat yang gelap. Dalam Drosophila medium mengembangbiakkan melanogester adanya dalam botol

Melanogaster 8-11 hari dalam kondisi ideal(pada suhu 25-28 c).Suhu ini adalah suhu optimal yanng diperlukan oleh lalat buah untuk tumbuh dan berkemnbang.Pada suhu rendah 18o c,relatif lama siklus hidupnya dan lambat sekitar 18-20 hari.Pada suhu tinggi 30oC dewasa tanngtumbuh asam steril. 2. Ketersedian Media Makanan Jumlah telur akan menurun apabila makanan kekurangan yanng lalat buah dewasa yang

teramati

kontaminasi

dengan tumbuhnya jamur diatas medium buah pisang ambon bulu busuk yang dilumatkan. Hal ini disebabkan karena media semakin membusuk. Selain itu, beberapa saat botol sempat ditaruh di tempat yang cukup lembab (di dalam lemari). Namun, setelah beberapa waktu

makanan.Lalat

buahbdewasa akan

dilakukan pengamatan kembali, jamur yang tumbuh di atas medium buah tersebut menghilang karena Drosophila memakan jamur yang tumbuh dalam medium buah dalam botol. Hal ini memperlihatkan bahwa Drosophila melanogaster, sejenis serangga biasa yang umumnya tidak berbahaya yang merupakan pemakan jamur yang tumbuh pada buah. Menurut hadioetomo (1993:28), ada beberapa pertimbangan lalat buah digunakan dalam percobaan genetika yaitu : Mudah didapat Pemeliharaannya mudah dan murah Siklus hidup pendek, sekitar 7-10 hari Mudah dibedakan antara yang jantan

kekurangan

makanan

menghasilkan larva yang kecil.Larva ini mapu membentuk pupa kecil tapi sering kali gagal menjadi ondividu dewasa

(Shorrocks,1972). 4. Tingkat Kepadatan Botol pemeliharaan Botol sebaiknya diisi buah yang cukup dan tidak tterlalu padat.Pada

Drosophllia Melanogaster dengan kondisi ideal dimana cukup ruang,individu dewasa hidup sampai kurang 40 hari. Jika terlalu padat akan menyebabkan menurunya

produksi telur dan meningkatkan jumlah kematian individu dewasa. 5. Intensitas Cahaya Drosophilla Melanogester

Pada

dan betina Menghasilkan keturunan yang banyak dalam siklus hidup

menyukai yanng remangremang dan akan

Laporan Genetika, 2013, 4 Memilih banyak mutan Lalat yang dimasukkan hanya 15 ekor, segera tutup plastik dan masukkan lalat buah yang ada dalam plastik. Hal ini dimasukkan karena Drosophila bersifat DAFTAR PUSTAKA B.John,Smith. 1988. Pemeliharaan

Pembiakan dan Penggunaan Hewan Percobaan di Daerah Tropis.

Universitas Indonesia Press : Jakarta. Borror.J.D,Triplehorn. 1992. Pengenalan Pengajaran Serangga. Yogyakarta:

fototrofi positif (menuju cahaya). Setelah lalat buah masuk kedalam gelas segera tutup botolnya dengan spons. Spon digunakan sebagai tutupnya karena pori-pori pada spons lebih besar. Gelas yang telah berisi lalat buah diberi label yang berisikan data yang diperlukan. Lalat buah dapat

Universitas Gadjah Mada Press. Hadioetomo, Ratna siri. 1993. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. PT.Gramedia Pustaka Utama : Jakarta. Hartwell,L.H, Hood,L.,Goldberg,.,Reynolds, Silver, Veres. 2004. Genetics From Genes To Genoms second edition. New Delhi: McGraw-Hill Publishing Company LTD. Lindsley, 1992. The Genome of Drosophila melanogaster. California: Academic Press Inc.

menyesuaikan siklus hidupnya kurang lebih 12 hari. Perkembangan lalat buah mudah diamati, karena terjadi diluar tubuh

induknya, mulai dari telur, larva, pupa hingga menjadi lalat dewasa

5. KESIMPULAN Berdasarkan dari percobaan diatas maka dapat ditarik sebuah simpulan bahwa dalam memelihara Drosophila melanogester, botol media diusahakan berada pada kondisi lingkungan yang ideal. Media dibuat sebagai sumber nutrisi dan pendukung hidup

Shorrocks, B. 1972. Drosophila. London: Ginn & Company Limited. W.Lay , Bibinia. 1994. Analisis Mikroba di Laboratorium. PT. Raja Grafindo

Persada : Jakarta.

Drosophila melanogester. Pada tata cara penanganan lalat Drosophila sp harus

mengikuti proses dari pembuatan media yang baik dan langkah penangkapan yang benar. 6

Laporan Genetika, 2013, 4