Anda di halaman 1dari 7

Cara Mengukur VSWR dengan SiteMaster Artikel - telecom Monday, 14 November 2011 21:51 Share on gmailShare on twitthisShare on diggShare

on linkedinMore Sharing ServicesShare SiteMaster adalah alat ukur VSWR dan DTF yang paling banyak dipakai di dunia telekomunikasi, khususnya Indonesia. Berikut adalah langkah-langkah mengukur VSWR dan DTF pada sebuah sistem antena RF. Langkah-langkah mengukur VSWR dengan menggunakan Site Master Anritsu tipe S331D (cara mengoperasikan): 1. Pasang kabel test port pada SiteMaster di bagian atas Site Master (RF Out Port) 2. Pasang adapter (N Male to DIN 7/16 Female) pada bagian ujung satunya yang tersambung ke kabel Jumper 3. Pasang ujung kabel pada sistem RF yang akan diukur ke Antenanya (ujung kanan pada diagram diatas) 4. Nyalakan SiteMaster tekan tombol ON/OFF, tunggu proses booting/startup alat ini sekitar 1-2 menit 5. Tekan tombol MODE, pilih Freq-Return Loss. Caranya, tekan tombol navigasi atas/bawah lalu tekan enter. 6. Pilih frekuensi kerja sistem RF yang akan diukur, misal untuk pengukuran GSM 900 (PGSM = 890MHz s/d 960MHz), caranya: tekan tombol FREQ/DIST (Frequency/Distance), tekan tombol softkey (disamping display) yang bertuliskan Signal Standard, disini biasanya sudah ada standar sinyal yang akan diukur, misal P-GSM, EGSM, DCS, WCDMA, VHF, UHF, dan sebagainya. Pilih P-GSM. Caranya tekan tombol navigasi atas/bawah, lalu tekan tombol enter. 7. Lakukan kalibrasi jika pada display tertera tulisan Cal-OFF. Adalah wajib hukumnya untuk melakukan kalibrasi bila kita mengubah frekuensi atau kita berada pada kondisi lingkungan yang ekstrim berbeda dari sebelumnya (misal sebelumnya habis dipakai di dalam ruangan, lalu pindah ke luar ruangan yang panas). 8. Bila kalibrasi telah dilakukan, pasang kembali kabel test port pada SiteMaster, dan site master akan otomatis menunjukkan pengukuran VSWR-nya. 9. Atur Limit (tekan tombol LIMIT), dan masukkan nilai batas maksimum yang diperbolehkan dalam pengukuran, misalkan 1.5 10. Bila sinyal yang ditampilkan terlalu besar/terlalu kecil untuk ukuran layar kita, bisa diatur dengan mengatur amplitudo sinyalnya. 11. Bila ingin melihat nilai VSWR pada titik tertentu, gunakan tombol MARKER (M1 s/d M4) untuk menandai 4 titik berbeda pada tampilan layar. 12. Bila ingin menyimpan hasil pengukuran, tekan tombol SAVE DISPLAY, masukkan nama file untuk menyimpan hasil pengukuran ini, lalu tekan enter. Alat yang dibutuhkan

1. Site Master Anritsu tipe apa saja (Seri S331x, S332x, S251x) 2. Flexible jumper cable / kabel test port (konektor N male to N female, panjang kabel 1.5 m) 3. Tool kalibrasi (jenis OSL atau InstaCal) 4. Dummy Load (attenuator) 5. Adapter konektor (berbagai macam adapter untuk menyesuaikan dengan konektor RF yang akan diukur) 6. Sistem yang akan diukur (jumper+feeder+jumper+antena) Diagram Berikut ini adalah diagram untuk pengukuran VSWR

Semoga berhasil!

BELAJAR VSWR/SITE MASTER


February 26, 2009 by Yuda Andi Nofariawan in Tutorial.

Anritsu S332D Berhubung materi ini sifatnya khusus, so langsung aja ya ke topik pembahasannya! gak usah pakek Landasan Teori coz urusan jadi panjang X lebar, anggap aja yang baca tutor ini emang orang2 yang udah terbiasa dengan bidang telekomunikasi selular ato anak2 mahasiswa jurusan teknik elektro/telekomunikasi ane sih anak teknik komputer tapi pernah 5 thn jadi kuli dalam bidang ini, makanya ane mau berbagi, untuk site masternya sendiri ane pakek yang type S331D, gak tau deh sekarang udah keluar model terbaru apa belon, yg pasti dari jaman type s331b sih gak ada perbedaan jauh soal cara pengukuran, palingan cuman kecepatan dan akurasi alat ukurnya aja, sori bahasa ane begindang maklum ane kurang suka ame nyang formil2 heheheheh, cekidot!
FUNGSI TOMBOL

Lampu Mengatur Kecerahan pada LCD Warna Mengatur warna pada LCD START CALL Memulai kalibrasi AUTO SCALE Mengatur skala grafik pada display secara otomatis SAVE SETUP Menyimpan hasil kalibrasi RECALL SETUP Membuka hasil kalibrasi LIMIT Mengatur garis batas pada display (lanjutkan dengan soft key) MARKER Melihat hasil pengukuran pada grafik (lanjutkan dengan soft key, dapat menentukan marker to peak/marker to valley) SAVE DISPLAY Menyimpan hasil pengukuran RECALL Membuka hasil pengukuran DISPLAY MODE Memilih jenis pengukuran (VSWR, Return Loss, Cable Loss, DTF) FREQ/DIST Mengatur frekuensi dan distance (lanjutkan dengan soft key) AMPLITUDE Mengatur batas atas dan batas bawah pada display (lanjutkan dengan soft key)

MEAS/DISP

Mengatur Resolution, Singe Sweep, Trace Math, Trace Overlay dan Fixed CW (lanjutkan dengan soft key) ESCAPE/CLEARMembatalkan perintah UP/DOWN Memilih keatas dan kebawah ENTER Melanjutkan perintah RUN/HOLD Menahan atau melanjutkan hasil pengukuran SYS Mengatur sistem PRINT Perintah untuk print hasil pengukuran SOFT KEY Tombol serbaguna yang berada di sebelah kanan LCD berguna sebagai SubMenu KALIBRASI
Sebelum melakukan pengukuran diharuskan melakukan kalibrasi dan ada beberapa cara kalibrasi, berikut langkahlangkahnya :

A. Kalibrasi OSL 1.Atur frekuensi, bisa gunakan tombol FREQ/DIST 2.Tekan START CALL, ikuti perintah display 3.Pasang open, short dan load bergantian sesuai perintah display 4.Tekan 5 (SAVE SETUP), pilih lokasi (1-10) lalu ENTER. B. Kalibrasi OSL dengan ICN50 1.Atur frekuensi, bisa gunakan tombol FREQ/DIST 2.Tekan START CALL, ikuti perintah display 3.Pasang ICN50, tunggu downloading (untuk satu kali saja) 4.Tekan 5 (SAVE SETUP), pilih lokasi (1-10) lalu ENTER. C. Kalibrasi FlexCal dengan ICN50 1.Tekan SYS, pilih mode kalibrasi FlexCal 2.Tekan START CALL, ikuti perintah display 3.Pasang ICN50, tunggu downloading (untuk satu kali saja) 4.Tekan 5 (SAVE SETUP), pilih lokasi (1-10) lalu ENTER. . PENGUKURAN Pengukuran yang dapat dilakukan adalah: VSWR Mengidentifikasikan keberadaan fault pada system antenna, feeder dan konektor Tekan 6 (RECALL SETUP) lalu pilih range frekuensi yang telah terkalibrasi MODE -> VSWR -> 8 (MARKER) -> M1/M2/M3/M4/M5/M6 -> MARKER TO PEAK/VALLEY/AVERAGE -> 9 (SAVE DISPLAY) Standar maximum peak <1.30 RETURN LOSS Mengidentifikasikan keberadaan fault pada system antenna, feeder dan konektor Tekan 6 (RECALL SETUP) lalu pilih range frekuensi yang telah terkalibrasi MODE -> RETURN LOSS -> 8 (MARKER) -> M1/M2/M3/M4/M5/M6 -> MARKER TO PEAK/VALLEY -> 9 (SAVE DISPLAY) Standar minimum peak >-17.00

CABLE LOSS Mengidentifikasikan performa/kualitas kabel Tekan 6 (RECALL SETUP) lalu pilih range frekuensi yang telah terkalibrasi MODE -> CABLE LOSS -> 8 (MARKER) -> M1/M2/M3/M4/M5/M6 -> MARKER TO PEAK/VALLEY -> 9 (SAVE DISPLAY) DISTANCE TO FAULT Mengidentifikasikan letak/posisi fault seperti kabel patah/putus/bending, kesalahan konektor, kesalahan antenna dll. Tekan 6 (RECALL SETUP) lalu pilih range frekuensi yang telah terkalibrasi MODE -> DTF -> 8 (MARKER) -> M1/M2/M3/M4/M5/M6 -> MARKER TO PEAK/VALLEY -> 9 (SAVE DISPLAY) Standar maximum peak konektor <1.03 (masing-masing operator berbeda) Standar maximum peak antena <1.3 (masing-masing operator berbeda) FREKUENSI SETTING BEBERAPA OPERATOR

Frekuensi Operator Indonesia DOWNLOAD HASIL PENGUKURAN KE KOMPUTER 1.Siapkan Site Master, Komputer, Kabel Data dan Handheld Software Tool 2.Konek Site Master ke komputer dengan kabel data -> Buka Handheld Software Tool -> Start Plot Capture (To Screen/. Dat file/Database) TRIK MERUBAH DATA VSWR MENJADI BAGUS Wah untuk topik ini mudah-mudahan yang mampir ke blog gue bukan orang-orang operator ya. amieeeen, soalnya ini kan catatan hitam orang2 Maincont maupun Subcont hehehehe. Untuk beberapa operator sih emang gak terlalu ribed tp kalo ketemu yang namanya INDOSAT iddiccchhhhhhhhh mampus lu ngukur ampe lembur ampe puyenk buat ngutak-ngatik tuh konektor & jumper yang notabene dia minta untuk hasil Peak DTF konektor di bawah 1.024!!!

mending kalo dia punya material bagus2, menurut pengalaman gue sih dia biasa pake material yang warna-warni alias beda-beda merk antara konektor, feeder, jumper ato splitter yang secara langsung berpengaruh sama hasil pengukuran! Laen sama TELKOMSEL ato NTS (Axis) yang berani pake merk Andrew, ditambah Format Report yang harus manual alias ditulis pake tangan buat ngisi form yang udah ditentukan dan pulpen yang harus warna biru dan gak boleh di tipe-x (kalo di tipe-x harus diulang) dan, dan, dan kebanyakan dan yang bikin pegel dengan segala ketentuan yang ada, ich bener-bener kelewatan tuh INDOSAT!!! Zaman secanggih ini musti bikin laporan pake tulisan tangan+pulpen warna biru!@#$%^&*()_+|. Dah segitu aja deh curhatan gue sebagai seorang karyawan subcont yang sangat merana dengan ketentuan itu, langsung ke topik aja! Pada dasarnya setiap alat mempunyai kelebihan bahkan kekurangan, tak terkecuali Site Master dengan Handheld Software Tool-nya. Membuat Peak DTF menjadi bagus pada data yang sudah didownload: 1.Buka data tersebut lalu upload (Capture -> upload current plot) ke site master dan kembali download ke komputer. Note: hasil berubah lebih bagus 0.001 point, sebagai contoh dari data sebelumnya Peak DTF = 1.025 berubah menjadi 1.024. 2.Rasakan Khasiatnya!!! Membuat Peak DTF menjadi bagus pada Site Master: 1.Pada menu DTF AID ubah Windowing menjadi Mode Minimum Side Lobe. Pada menu DTF AID ubah Prop Vel dan Cable Loss dengan memperkecil atau memperbesar 2. pointnya. 3.Rasakan Khasiatnya!!! Merubah Tanggal pada data yang sudah didownload: 1.Siapkan software seperti ACDsee, PHOTOSHOP bahkan PAINT pun bisa melakukannya, hanya di crop tanggal terbaru dan ditiban di tanggal sebelumnya, jadi deh. Note : hanya untuk format report yang berbentuk gambar (bukan .dat). 2.Upload data ke Site Master, buka data -> save ulang (tanggal pada Site Master telah di setting sesuai keinginan) 3.Rasakan Khasiatnya!!! Mengconvert data VSWR menjadi DTF 1.Buka data VSWR pilih Distance-to-fault pada toolbar lalu setting propertisnya semaksimal mungkin supaya grafik DTF menjadi bagus. 2.Rasakan Khasiatnya!!! Thanks to Allah, Mas Tyo, Mas Heddy, Aa Rodikan, Aa Datuk (Alm) yang telah memberikan ilmu VSWR kepada gue.

Beri Nilai