Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH GELOMBANG

DISUSUN OLEH : RIPKA SAPUTRI ( H31112286)

DIANNISA B.MUHAMMADIA ( H31112288) RAHMAD SULFIANI ( H31112279) ( H31112903)

JURUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HASANUDDIN APRIL 2013

BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Sebuah bandul yang berayun mengalami gerak osilasi. Karakteristik gerak osilasi yang paling dikenal adalah bahwa gerak tersebut bersifat periodik atau berulang ulang. Contoh osilasi yang dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari antara lain bandul jam yang berayun ke kiri dan ke kanan atau getaran dawai pada alat musik. Apabila bandul berayun atau berosilasi ia memiliki energi dalam jumlah yang tetap, yang berubah-ubah antara energy potensial pada tiap-tiap ujung ayunannya dan energi gerak pada titik

tengahnya. Kecepatan osilasi bandul merupakan frekuensinya. Benda berosilasi dapat membawa sebagian atau seluruh energinya ke objek lain dengan gerakan gelombang. Konsep gelombang banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Gelombang bunyi, gelombang cahaya, gelombang radio, dan gelombang air merupakan beberapa contoh bentuk gelombang. Ketika kita melihat fenomena gelombang laut, ternyata, air gelombang tidak bergerak maju, melainkan melingkar. Sehingga air hanya bergerak naikturun begitu gelombang melintas. Tepi pantai menahan dasar gelombang, sehingga di tepi pantai. Dengan

puncak gelombang bergerak lebih cepat untuk memecah

demikian, terjad inya gerak gelombang laut dapat dirumuskan sebagai berikut. Pertama, air mencapai dasar lingkaran pada lembah gelombang. Kemud ian, air mencapai bagian atas lingkaran pada puncak gelombang. Lalu, puncak gelombang memecah di tepi pantai. Gelombang air bergerak dengan kecepatan yang bisa diketahui. Tetapi, setiap partikel pada air itu sendiri, hanya berosilasi terhadap titik setimbang. I.2 Ruang Lingkup Dasar dari makalah ini adalah pengertian gelombang, jenis-jenis gelombag, superposisi dan kecepatan rambat gelombang di berbagai perantara serta sifat-sifat gelombang. I.3 Tujuan a. Menjelaskan pengertian gelombang b. Menjelaskan jenis- jenis gelombang c. Menuliskan Persamaan gelombang d. Menjelaskan apa yang dimaksud superposisi e. Menguraikan sifat-sifat gelombang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA II. 1 Definisi Gelombang Kalian sudah sering mendengar istilah gelombang seperti gelombang suara, gelombang cahaya, gelombang laut, dan sebagainya. Apabila kita amati gelombang seperti penyebaran pola riak air ketika di permukaannya dijatuhkan batu, maka akan ada dua fenomena yang diamati yaitu ada osilasi atau getaran, seperti titik di permukaan air yang bergerak naik dan turun dan adanya perambatan pola.

Dua fenomena ini pasti diamati pada gelombang apa saja. Ketika kalian menggetarkan salah satu ujung tali maka kalian akan melihat pola simpangan pada tali bergerak ke ujung tali yang lain. Namun kalian amati pula bahwa bagian-bagian tali itu sendiri tidak bergerak bersama pola gelombang. Titik-titik pada medium tempat perambatan hanya berosilasi di sekitar titik seimbangnya. Dari pengamatan tersebut kita dapat membuat definisi umum gelombang. Jadi gelombang adalah osilasi yang merambat pada suatu medium tanpa diikuti perambatan bagian-bagian medium itu sendiri. II.2 Jenis-Jenis Gelombang Gejala mengenai gerak gelombang banyak kita jumpai sehari-hari. Kita tentu mengenal gelombang yang dihasilkan oleh sebuah benda yang dijatuhkan ke dalam air, sebab hal itu mudah kita amati. Di dalam perambatannya ada gelombang yang memerlukan medium perantara, misalnya gelombang air, gelombang bunyi. Tetapi ada juga yang tidak memerlukan

medium

perantara,

misalnya

gelombang

cahaya.

Gelombang

yang

dalam

perambatannya memerlukan perantara

disebut

gelombang

mekanis,

sedangkan

gelombang yang dalam permbatannya tidak memerlukan perantara disebut gelombang elektromagnetik. Selain itu berdasarkan arah rambatnya, gelombang dibedakan menjadi ialah

gelombang transversal dan gelombang Longitudinal. Gelombang

Transversal

gelombang yang arah perambatannya tegak lurus pada arah getaran partikel. Misalnya gelombang pada tali, gelombang permukaan air, dan gelombang elektromagnetik. Sedangkan gelombang Longitudinal ialah gelombang yang arah perambatannya

searah dengan arah getaran partikel. misalnya gelombang pada pegas dan gelombang bunyi. Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang konsep gelombang mekanik, akan lebih baik bila kita mengetahui istilah-istilah yang berhubungan dengan gelombang sebagai berikut. a. Panjang Gelombang Untuk memahami pengertian panjang gelombang, perhatikan gambar berikut.

Abc dan efg adalah bukit gelombang, cde dan ghi adalah lembah gelombang, titik b dan f adalah puncak gelombang, titik d dan h adalah dasar gelombang, abcde, bcdef, cdefg, dan se-terusnya adalah satu gelombang. Panjang ae, bf, cg, dh, dan seterusnya adalah panjang satu gelombang atau sering disebut panjang gelombang (=dibaca lamda). Pada gambar di atas maka = ". Untuk gelombang longitudinal, panjang satu gelombang adalah panjang satu rapatan dan satu regangan atau jarak antardua rapatan yang berurutan atau jarak antara dua regangan yang berurutan seperti pada gambar di atas. b. Simpangan adalah jarak perpindahan titik pada medium diukur dari posisi keseimbangan. Selama gelombang merambat, simpangan suatu titik pada medium selalu berubah, mulai dari nilai minimum hingga nilai maksimum. Nilai maksimum dan minimum

dicapai secara periodik. simpangan maksimum titik dalam medium yang dilewati gelombang disebut amplitudo.

b. Periode gelombang (T), yaitu waktu yang diperlukan untuk menempuh satu gelombang. c. Frekuensi gelombang (f), yaitu jumlah gelombang tiap sekon. d. Kecepatan Osilasi e. Kecepatan osilasi mengukur berapa cepat perubahan simpangan titik-titik pada medium. Untuk gelombang transversal, kecepatan osilasi mengukur berapa cepat gerakan naik dan turun simpangan (dalam arah tegak lurus arah gerak gelombang). Untuk gelombang longitudinal, kecepatan osilasi mengukur berapa cepat getaran maju mundur titik-titik dalam medium. f. Kecepatan rambat gelombang Kecepatan rambat gelombang mengukur berapa cepat pola osilasi berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Untuk gelombang di permukaan air misalnya, kecepatan rambat gelombang mengukur berapa cepat sebaran gelombang arah radial keluar meninggalkan titik jatuhnya batu. Untuk perambatan gelombang longitudinal pada batang padat, berlaku: v= dengan E ad alah modulus elastis materi, dan adalah kerapatannya. Sementara itu, untuk perambatan gelombang longitudinal dalam zat cair atau gas adalah: v= dengan B menyatakan Modulus Bulk.

II.3 Persamaan Gelombang II.3.1 Gelombang Berjalan Perhatikan gambar di bawah ini! Gambar tersebut menunjukkan gelombang transversal pada seutas tali ab yang cukup panjang. Pada ujung a kita getarkan

sehingga terjadi rambatan gelombang. Titik p adalah suatu titik yang berjarak x dari a.

Misalnya a digetarkan dengan arah getaran pertama kali ke atas, maka persamaan gelombangnya adalah: y = A sin t . . . (1.2)

Getaran ini akan merambat ke kanan dengan kecepatan v, sehingga getaran akan sampai di p setelah selang waktu x/v. Berdasarkan asumsi bahwa getaran berlangsung konstan, persamaan gelombang di titik p adalah: yp = A sin tp . . . (1.3)

Selang waktu perjalanan gelombang dari a ke p adalah x/v. Oleh karena itu, persamaan 1.3 dapat dituliskan sebagai berikut. yp = A sin ( t - ) Dengan = 2f dan k = yp = A sin (t kx) . . . (1.4) serta v = f ., persamaan 1.4 dapat kita jabarkan menjadi: . . . (1.5)

Jika gelombang merambat ke kiri maka titik p telah mendahului a dan persamaan gelombangnya adalah: yp = A sin (t + kx) . . . (1.6)

Jika titik a digetarkan dengan arah getaran pertama kali ke bawah, maka amplitudo (A) negatif. Dengan demikian, persamaan gelombang berjalan dapat dituliskan sebagai berikut. yp = A sin (t kx) . . . (1.7)

Keterangan: yp : simpangan (m) k : bilangan gelombang = : panjang gelombang (m) x : jarak (m) : kecepatan sudut (rad/s) = 2f = A : amplitudo (m) v : cepat rambat gelombang (m/s) t : waktu (s) f : Frekuensi (Hz) T : periode ( )

Pernyataan umum sebuah deret gelombang sinusoidal yang berjalan ke kanan adalah: y = A sin (kx t - ) Dengan adalah konstanta fase. Jika = 900 maka pergeseran y di x = 0 dan t = 0 adalah ym, yang dinyatakan : y = A cos (kx - t) Hal ini disebabkan fungsi cosinus digeser 900 dari fungsi sinus. Jika sebuah titik pada tali berlaku x = /k, maka pergeseran di titik tersebut adalah y = A sin (t + ) Persamaan tersebut menunjukkan bahwa setiap elemen khas dari tali tersebut mengalami gerak harmonis sederhana di sekitar kedudukan kesetimbangannya pada waktu gelombang berjalan sepanjang tali tersebut. II.3.2 Gelombang Stasioner Gelombang stasioner disebut juga gelombang berdiri atau gelombang tegak, merupakan jenis gelombang yang bentuk gelombangnya tidak bergerak melalui medium, namun tetap diam. Gelombang ini berlawanan dengan gelombang berjalan atau

gelombang merambat, yang bentuk gelombangnya bergerak melalui medium dengan kelajuan gelombang. Gelombang diam dihasilkan bila suatu gelombang berjalan dipantulkan kembali sepanjang lintasannya sendiri. Pada dua deret gelombang dengan frekuensi sama,memiliki kelajuan dan

amplitudo yang sama, berjalan di dalam arah-arah yang berlaw anan sepanjang sebuah tali, maka persamaan untuk menyatakan dua gelombang tersebut adalah:

y1 = A sin (kx - t) y2 = A sin (kx + t) Resultan kedua persamaan tersebut adalah: y = y1 + y2 = A sin (kx - t) + A sin (kx + t) Dengan menggunakan hubungan trigonometrik, resultannya menjadi y = 2A sin kx cos t Persamaan di atas adalah persamaan sebuah gelombangtegak (standing wave). Ciri sebuah gelombang tegak adalah kenyataan bahwa amplitudo tidaklah sama untuk partikel-partikel yang berbeda-beda tetapi berubah dengan kedudukan x dari partikel tersebut. Amplitudo adalah 2 ym sin kx, yang memiliki nilai maksimum 2 ym dikedudukankedudukan di mana: kx = dan seterusnya , dan seterusnya

atau x =

Titik tersebut disebut titik perut, yaitu titik-titik dengan pergeseran maksimum. Sementara itu, nilai minimum amplitudo sebesar nol di kedudukan-kedudukan di mana: Kx = dan seterusnya dan seterusnya

Atau x =

Titik-titik tersebut disebut titik simpul, yaitu titik-titik yang pergeserannya nol. Jarak antara satu titik simpul dan titik perut berikutnya yaitu seperempat panjang gelombang. a. Gelombang Stasioner pada Tali dengan Ujung Tetap Gambar di samping menunjukkan refleksi sebuah pulsa gelombang pada tali dengan ujung tetap. Ketika sebuah pulsa sampai di ujung, maka pulsa tersebut mengarahkan semua gaya yang arahnya ke atas pada penopang, maka penopang memberikan gaya yang sama tapi berlawanan arahnya pada tali tersebut (menurut Hukum III Newton). Gaya reaksi ini menghasilkan sebuah pulsa dipenopang, yang berjalan kembali sepanjang tali dengan arah berlawanan dengan arah pulsa masuk. Dapat dikatakan bahwa pulsa

masuk direfleksikan di titik ujung tetap tali, di mana pulsa direfleksikan kembali dengan arah pergeseran transversal yang di balik. Pergeseran di setiap titik merupakan jumlah pergeseran yang direfleksikan. Karena titik ujung tetap, maka ked ua gelombang harus berinterferensi secara d estruktif di titik tersebut sehingga akan memberikan pergeseran sebesar nol di titik tersebut. Maka, gelombang yang direfleksikan selalu memiliki beda fase 180o dengan gelombang masuk di batas yang tetap. Dapat disimpulkan, bahwa ketika terjadi refleksi di sebuah ujung tetap, maka sebuah gelombang mengalami perubahan fase sebesar 180o. Hasil superposisi gelombang datang (y1), dan gelombang pantul (y2), pada ujung tetap, berdasarkan persamaan di atas adalah y = 2A sin kx cos t y = Ap cos t Ap = 2A sin kx b. Gelombang Stasioner pada Tali dengan ujung bebas Refleksi sebuah pulsa di ujung bebas pada sebuah tali yang diregangkan terlihat pada gambar di samping. Pada saat pulsa tiba di ujung bebas, maka pulsa memberikan gaya pada elemen tali tersebut. Elemen ini dipercepat dan inersianya mengangkut gaya tersebut melew ati titik kesetimbangan. Di sisi lain, gaya itu juga memberikan sebuah gaya reaksi pada tali. Gaya reaksi ini menghasilkan sebuah pulsa yang berjalan kembali sepanjang tali dengan arah berlawanan dengan arah pulsa yang masuk. Dalam hal ini refleksi yang terjadi adalah di sebuah ujung bebas. Pergeseran maksimum partikel-partikel tali akan terjadi pada ujung bebas tersebut, di mana gelombang yang masuk dan gelombang yang direfleksikan harus berinterferensi secara konstruktif. M aka, gelombang yang direfleksikan tersebut selalu sefase d engan gelombang yang masuk di titik tersebut. Dapat dikatakan, bahwa pada sebuah ujung bebas, maka sebuah disebabkan oleh gelombang masuk dan gelombang yang

gelombang d irefleksikan tanpa per-ubahan fase. Jadi, sebuah gelombang tegak yang terjadi di dalam sebuah tali, maka akan terd apat titik simpul di ujung tetap, dan titik perut di ujung bebas. Hasil superposisi gelombang datang dan gelombang pantul pad a ujung bebas ad alah:

y = y1 + y2 dengan y1 = A sin (kx t) dan y2 = -A sin (kx + t) maka y = [A sin (kx- t) sin (kx + t) y = 2A cos kx sin t y = Ap sin t Ap = 2A cos kx II. 4 Superposisi Gelombang Berdasarkan eksperimen bahwa dua atau lebih gelombang dapat melintasi ruang yang sama, tanpa adanya ketergantungan di antara gelombang-gelombang tersebut

terhadap satu sama lain. Jika d ua gelombang atau lebih merambat dalam medium yang sama dan pada waktu yang sama, akan menyebabkan simpangan d ari partikel d alam medium. Simpangan resultan merupakan jumlah aljabar dari simpangan (positif d an negatif ) dari masing-masing gelombang. Hal ini d isebut prinsip su perposisi. Pada superposisi dua gelombang atau lebih akan menghasilkan sebuah gelombang berdiri. Simpangan yang dihasilkan bisa saling menguatkan atau saling melemahkan, tergantung pada beda fase gelombang-gelombang tersebut. Jika beda fase antara gelombang-gelombang yang mengalami superposisi ad alah 1/2, maka hasilnya saling melemahkan. Apabila panjang gelombang dan amplitudo

gelombang-gelombang tersebut sama, maka simpangan hasil superposisinya nol. Tetapi, apabila gelombang-gelombang yang mengalami superposisi berfase sama, maka simpangan hasil superposisi itu saling menguatkan. Jika panjang gelombang dan

amplitudo gelombang-gelombang itu sama, maka simpangan resultan ad alah sebuah gelombang berdiri dengan amplitudo kedua gelombang. II. 5 Sifat - sifat Gelombang a. Pemantulan Pemantulan (refleksi) adalah peristiwa pengembalian seluruh atau sebagian dari suatu berkas partikel atau

gelombang bila berkas tersebut bertemu dengan bidang batas antara dua medium Pada peristiwa pemantulan, seperti yang ditunjukkan pada gambar di samping, berlaku suatu hukum yang berbunyi: a. sinar datang, sinar pantul, dan garis normal terhadap bidang batas pemantul pad a titik jatuh, semuanya berada dalam satu bidang, b. sudut datang ( i ) sama dengan sudut pantul ( r ). Hukum tersebut d inamakan Hukum Pemantulan. b. Pembiasan ( Refraksi ) Perubahan arah gelombang saat gelombang masuk ke medium baru yang mengakibatkan gelombang bergerak dengan kelajuan yang berbeda disebut pembiasan. Pada pembiasan terjadi perubahan laju perambatan. Panjang gelombangnya bertambah atau berkurang sesuai dengan perubahan

kelajuannya, tetapi tid ak ad a perubahan frekuensi. Peristiwa ini ditunjukkan pada gambar di samping . Pada gambar tersebut kecepatan gelombang pada medium 2 lebih kecil d ari pada medium 1. Dalam hal ini, arah gelombang membelok sehingga perambatannya lebih hampir tegak lurus terhadap batas. Jadi, sudut pembiasan ( 2 ), lebih kecil daripada sudut datang (1 ) c. Difraksi Difraksi merupakan peristiwa penyebaran atau pembelokan gelombang pada saat gelombang tersebut melintas melalui bukaan atau mengelilingi ujung penghalang. Besarnya difraksi bergantung pada ukuran penghalang dan panjang gelombang, seperti pada gambar di samping. Makin kecil panghalang dibandingkan panjang gelombang dari gelombang itu, makin besar pembelokannya. d. Interferensi Interaksi antara dua gerakan gelombang atau lebih yang memengaruhi suatu bagian med ium yang sama sehingga gangguan sesaat pada gelombang paduan merupakan jumlah vektor gangguan-gangguan sesaat pada masing-masing gelombang merupakan penjelasan fenomena interferensi. Interferensi terjadi pada dua gelombang koheren, yaitu gelombang yang memiliki frekuensi dan beda fase sama

e. Dispersi Dispersi adalah peristiwa penguraian sinar cahaya yang merupakan campuran beberapa panjang gelombang menjadi komponen-komponennya karena pembiasan. Dispersi terjadi akibat perbedaan deviasi untuk setiap panjang gelombang, yang disebabkan oleh perbedaan kelajuan masing-masing gelombang pada saat melewati medium pembias. Apabila sinar cahaya putih jatuh pada salah satu sisi prisma, cahaya putih tersebut akan terurai menjadi komponen-komponennya cahaya tampak akan terlihat. f. Polarisasi Polarisasi merupakan proses pembatasan getaran vektor yang membentuk suatu gelombang transversal sehingga menjadi satu arah. Polarisasi hanya terjadi pada gelombang transversal saja dan tidak dapat terjadi pada gelombang longitudinal. Suatu gelombang transversal mempunyai arah rambat yang tegak lurus dengan bidang dan spektrum lengkap

rambatnya. Apabila suatu gelombang memiliki sifat bahwa gerak medium dalam bidang tegak lurus arah rambat pada suatu garis lurus, dikatakan bahwa gelombang ini terpolarisasi linear. Sebuah gelombang tali mengalami polarisasi setelah dilewatkan pada celah yang sempit. Arah bid ang getar gelombang tali terpolarisasi ad alah searah dengan celah.

BAB IV PENUTUP IV. 1 Kesimpulan a. Gelombang adalah osilasi yang merambat pada suatu medium tanpa diikuti perambatan bagian-bagian medium itu sendiri; b. Berdasarkan perantara, gelombang dibedakan menjadi gelombang mekanik dan elektromagnetik sedangkan berdasarkan arah rambatnya, gelombang dibagi menjado gelombang transversal dan gelomvang Longitudinal; c. Persamaan gelombang untuk geombang longitudinal yp = A sin (t kx) Persamaan gelombang untuk geombang transversal y = 2A sin kx cos t

d. Sifat- sifat gelombang seperti pemantulan, difraksi, interferensi, polarisasi dan pembiasan IV.2 Saran Terus tingkatkan cara mengajarnya hingga pra mahasiswa dapat menerima materinya dengan baik.

BAB III SOAL DAN PEMBAHASAN 1. Diberikan sebuah persamaan gelombang Y = 0,02 sin (10t 2x) dengan t dalam sekon, Y dan x dalam meter. Tentukan: a. amplitudo gelombang b. frekuensi sudut gelombang c. tetapan gelombang d. cepat rambat gelombang e. frekuensi gelombang f. periode gelombang g. panjang gelombang h. arah rambat gelombang i. simpangan gelombang saat t = 1 sekon dan x = 1 m j. persamaan kecepatan gelombang k. kecepatan maksimum gelombang l. persamaan percepatan gelombang m. nilai mutlak percepatan maksimum n. sudut fase saat t = 0,1 sekon pada x = 1/3 m o. fase saat t = 0,1 sekon pada x = 1/3 m Pembahasan : Bentuk persamaan umum gelombang: Y = A sin (t - kx) dengan A amplitudo gelombang, = 2f dan k=2/ dengan demikian : a. A = 0,02 m b. = 10 rad/s c. k = 2 d. v = /k = 10/2 = 5 m/s e. f = /2 = 10/2 = 5 Hz f. T = 1/f = 1/ 5 = 0, 2 sekon g. = 2/k = 2/2 = 1 m h. ke arah sumbu x positif

i. Y = 0,02sin(10 - 2)=0,02sin(8)= 0 m j. v = A cos(tkx)=10(0,02) cos(10t2x) m/s k. vmaks = A = 10(0,02) m/s l. a = 2y=(10)2 (0,02)sin(10t2x) m/s2 m. amaks =|2A|=|102 (0,02)| m/s2 n. sudut fase = (10..0,12.(1/3)=1/3 = 60o o. fase = 60o/360o = 1/6 2. Suatu gelombang permukaan air yang frekuensinya 500 Hz merambat dengan kecepatan 350 m/s. tentukan jarak antara dua titik yang berbeda sudut fase 60!

Pembahasan : Lebih dahulu tentukan besarnya panjang gelombang dimana

Beda fase gelombang antara dua titik yang jaraknya diketahui adalah

3. Seutas tali salah satu ujungnya digerakkan naik turun sedangkan ujung lainnya terikat. Persamaan gelombang tali adalah y = 8 sin (0,1) x cos (100t - 12) dengan y dan x dalam cm dan t dalam satuan sekon. Tentukan: a. panjang gelombang b. frekuensi gelombang c. panjang tali Pembahasan : Pola dari gelombang stasioner diatas adalah

a. menentukan panjang gelombang

b. menentukan frekuensi gelombang

c. menentukan panjang tali

4. Diberikan grafik dari suatu gelombang berjalan seperti gambar di bawah!

Jika jarak P ke Q ditempuh dalam waktu 5 sekon, tentukan persamaan dari gelombang di atas! Pembahasan : Bentuk umum persamaan gelombang adalah

atau

atau

dengan perjanjian tanda sebagai berikut : Tanda Amplitudo (+) jika gerakan pertama ke arah atas Tanda Amplitudo (-) jika gerakan pertama ke arah bawah Tanda dalam kurung (+) jika gelombang merambat ke arah sumbu X negatif / ke kiri Tanda dalam kurung (-) jika gelombang merambat ke arah sumbu X positif / ke kanan ambil data dari soal panjang gelombang () = 2 meter, dan periode (T) = 5/2 sekon atau frekuensi (f) = 2/5 Hz, masukkan data ke pola misal pola ke 2 yang dipakai didapat

5. Seutas kawat bergetar menurut persamaan :

Jarak perut ketiga dari titik x = 0 adalah..... A. 10 cm B. 7,5 cm C. 6,0 cm D. 5,0 cm E. 2,5 cm

Pembahasan : Pola diatas adalah pola untuk persamaan gelombang stasioner ujung tetap atau ujung terikat. Untuk mencari jarak perut atau simpul dari ujung ikatnya, tentukan dulu nilai dari panjang gelombang.

Setelah ketemu panjang gelombang, tinggal masukkan rumus untuk mencari perut ke -3 . Lupa rumusnya,..!?! Atau takut kebalik-balik dengan ujung bebas,..!? Ya sudah tak usah pakai rumus, kita pakai gambar saja seperti di bawah:

Posisi perut ketiga P3 dari ujung tetap A adalah satu seperempat panjang gelombang atau (5/4) (Satu gelombang = satu bukit - satu lembah), sehingga nilai X adalah : X = (5/4) = (5/4) x 6 cm = 7,5 cm