Anda di halaman 1dari 40

BAB III

TINJAUAN KASUS Pada bab ini akan dibahas mengenai tinjauan kasus yang dilakukan penulis di wilayah kerja Puskesmas Batua Kelurahan Paropo Kecamatan Panakkukang Kota Makassar. Sistematikanya disusun berdasarkan proses keperawatan yang dimulai dari pengkajian data yang terdiri dari pengumpulan data, klasifikasi data, analisa data sehingga lahir diagnosa keperawatan yang dilanjutkan dengan rencana keperawatan, implementasi dan evaluasi. Uraian langkah-langkah proses keperawatan sebagai berikut: A. Pengkajian 1. Identitas a. Nama b. Usia c. Jenis Kelamin d. Suku e. Agama f. Pendidikan g. Pekerjaan h. Status i. Alamat : Ny. “T” : 80 tahun : Perempuan : Bugis- Makassar : Islam : SD : IRT : Telah menikah : Jl. Babusalam 1V No 7 RT C RW 05 Kelurahan Paropo Kecamatan Panakkukang Kota Makassar.

2.

Riwayat Kesehatan a. Keluhan Utama b. RiwayatKeluhanUtama : Nyeri Kepala : Penyakit ini dirasakan ± 10 tahun

yang lalu. Apabila penyakitnya kambuh, klien sering berobat ke Puskesmas Batua. Klien merasakan nyeri pada bagian kepala dan tengkuk terasa tegang. Nyeri yang dirasakan bersifat hilang timbul. Nyeri akan terasa apabila tekanan darahnya naik dan banyak beraktivitas dan nyeri akan berkurang apabila klien beistirahat. Skala nyeri yang dirasakan sedang (3). B. Fisik/Biologis 1. Pandangan lansia tentang kesehatannya Ny. “T” merasa dirinya sakit dengan keluhan nyeri kepala, klien mengatakan penglihatan dan pendengaran masih bagus. 2. Kegiatan yang mampu dilakukan lansia Klien mampu melakukan pekerjaan yang rutin seperti mandi, BAB, BAK sendiri. 3. Kekuatan fisik lansia a. Kekuatan otot dan sendi Daerah ekstremitas atas dan bawah berbeda-beda, kekuatan tangan kanan dan kiri sama, dan tidak mampu mengangkat beban yang berat.

b. Penglihatan dan pendengaran Klien mengatakan penglihatan dan pendengaran masih baik, dan klien memakai kacamata minus 1(-1) 4. Perubahan-perubahan fungsi tubuh yang sangat bermakna dirasakan Klien mengatakan sering sakit kepala dan tekanan darah klien mudah meningkat. 5. Kebiasaan lansia dalam memelihara kesehatan Klien tidak mempunyai program tetap olahraga atau kebiasaan tetap dalam memelihara kesehatannya. C. Riwayat Kesehatan Keluarga a. Genogram G1

G2 G3

6 5

52

5 0

48

45

4 3

38

Keterangan :

: Laki-laki : Perempuan : Meninggal

: Tinggal serumah : Garis keturunan : Klien

: Garis hubungan ? : Umur tidak diketahui

G1 : Kakek dan nenek klien meninggal karena faktor usia G2 : Ayah dan ibu klien meninggal karena faktor usia G3 : Klien sekarang sedang sakit hipertensi, klien tinggal bersama anak dan cucu-cucunya, suami klien meninggal karena faktor usia, kedua saudara klien karena sakit demam. b. Pasangan hidup 1) Nama suami A. Riwayat pekerjaan a.Status pekerjaan saat ini b. Pekerjaan sebelumnya c. Sumber pendapatan :: IRT : Sumber pendapatan dari pemerintah : Alm. Tn. “M”

karena Alm. suaminya pensiunan pegawai dan dari anak-anaknya juga.

B. Riwayat lingkungan hidup a. Tipe Tempat Tinggal b. Jumlah Kamar : Rumah permanen : 4 kamar

Riwayat kesehatan masa lalu a. Status tempat tinggal C. Jumlah Orang yang Tinggal di Rumah d. E. e. Hobbi / minat: tidak ada yang spesifik : 11 orang : Milik sendiri b. Riwayat rekreasi a. Penyakit masa kanak-kanak : Influenza dan demam Penyakit serius kronik Trauma parah d. Tinjauan sistem a. Keadaan Umum Tingkat kesadaran : Lemah : Composmentis . Perawatan di rumah sakit Operasi :::: Pernah jatuh di kamar tapi tidak G. Tidur Malam : 13. Tidur Siang b. Rekreasi: Biasanya klien satu kali setahun rekreasi bersama keluarganya D.00 : 20.00 – 16.00 F. b.00 – 05. Deskripsi hari khusus a. Sumber atau sistem pendukung yang digunakan Biasanya keluarga terutama anak-anaknya yang menjadi sumber pendukung dalam kehidupannya.c. b. c.

Tidak tampak pembesaran kalenjar tiroid b) Palpasi (1). Tidak terdapat nyeri tekan pada hidung 2) Leher a) Inspeksi (1). Tidak tampak adanya polip b) Palpasi (1). 1) 2) 3) 4) e. Skala Koma Glasgow (GCS): 15 Tanda-tanda Vital: Tekanan darah Pernapasan Nadi Suhu Antropometri : 45 Kg : 155 Cm : 180/90 mmHg : 24x / menit : 88x / menit : 36°C Sistem Pernafasan 1) Hidung a) Inspeksi (1). Simetris kiri dan kanan (2). Tidak terdapat massa atau benjolan . Tidak tampak pernafasan cuping hidung (3). BB TB f. d. Tidak terdapat nyeri tekan (2).c.

b). Sistem Kardiovaskuler 1) Inspeksi a). Tidak terdapat nyeri tekan (2).3) Dada a) Inspeksi (1). jugularis 2) Palpasi a). b). Arteri karotis teraba berdenyut b). Mulut dan tenggorokan . Tidak teraba adanya massa c) Auskultasi (1). Gerakan dada sesuai dengan irama pernafasan b) Palpasi (1). Sistem Pencernaan 1). Bentuk dada normalchest (2). Tidak terdengar bunyi tambahan g. Frekuensi nadi 88 x / menit Conjungtiva tampak anemis Tidak terjadi pembesaran pada vena 3) Auskultasi a). Bunyi jantung I LUB pada ICS 4 dan 5 bagian kiri Bunyi jantung II DUB pada ICS 2 dan 3 bagian kanan h.

Inspeksi (1). Tidak ada kelainan dalam menelan 2). Tidak tampak adanya peradangan (4). Conjungtiva tampak anemis (7). Mata a). Lapang pandang 180º (6). a) Inspeksi Perut (1). Tidak ada nyeri tekan i. Mata tampak simetris kiri dan kanan (3). Frekuensi peristaltik usus 8 x / menit c) Palpasi (1). Tidak tampak adanya massa dan penonjolan b) Auskultasi (1).a) Inspeksi (1). Sistem Pengindraan 1). Bentuk perut datar (2). Klien memakai kacamata minus 1 (-1) (5). Klien dapat menggerakkan mata ke segala arah . Tidak tampak adanya stomatitis (3). Sklera tidak ikterus (2). Bibir tampak lembab (2).

Fungsi pendengaran tidak ada kelainan b). a). (2). (1). (1).b). Telinga tampak simetris kiri dan kanan (2). j. spontan (nilai: 4) (2).tempat dan waktu (2). (1). Palpasi: Tidak ada nyeri tekan Telinga Inspeksi (1). 2). Klien dapat menggerakkan extremitasnya sesuai perintah (nilai : 6) b). Klien dapat menjawab pertanyaan sesuai dengan apa yang di tanyakan . Sistem Persarafan 1) a). Respon verbal terorientasi. sesuai dengan apa yang dibicarakan (nilai : 5) (3). Status Mental Tidak ada kelainan orientasi terhadap Fungsi Serebral Tingkat kesadaran: Composmentis (nilai : 15) Mata membuka secara Palpasi Tidak ada nyeri tekan Tidak teraba adanya massa orang.

Fungsi Kranial Nervus I (Olfaktorius) : Klien dapat membedakan bau balsem dengan minyak kayu putih b). Rangsangan menelan baik Nervus X (Vagus) : . d).(3). Nervus III. Nervus IX (Glasofaringeus) : Klien dapat merasakan pahit dan manis h). e). Nervus V (Trigeminus) : Mata klien berkedip saat ada benda asing asing menyentuh kornea. Nervus VII (Facialis) : Klien dapat menggerakkan wajah dan dahinya f). Troklearis dan Abdusen) : Klien dapat menggerakkan bola matanya ke segala arah. VI (Okulomotorius. Nervus II (Optikus) : Ketajaman penglihatan klien masih baik c). Nervus VIII (Akustikus) : Klien mengatakan pendengarannya masih baik g). Penampilan rapi. IV. pakaian bersih sesuai keadaan dan jenis kelamin 2) a).

Sistem Muskuloskeletal 1) Inspeksi a) Bentuk kepala mesochephal. Inspeksi (1). (2). Palpasi (1) Tekstur halus dan lembut 2). Nervus XI (Spiral Aksesorius) : Klien mampu menggerakan tangannya j). b) Klien mengatakan kaku pada persendian lutut c) Klien tampak kaku menggerakkan lutut d) Tidak ada pembengkakan pada kaki dan tangan l. b). Palpasi (1).Distribusi tersebar merata diseluruh kepala (2). Rambut a). a). Nervus XII (Hipoglosus) : Klien mamapu menggerakan lidah ke kiri dan kanan. Tekstur kulit halus Warna kulit coklat merata di seluruh tubuh Tidak tampak adanya lesi . k.i). Sistem Integumen 1). Kulit Inspeksi (1).Kebersihan rambut terpelihara b).

Palpasi (1). Klien menyadari bahwa dirinya sudah tua. Kuku Inspeksi (1). Klien menyadari bahwa sekarang ini dia harus lebih mendekatkan diri pada Tuhannya.3). 2). bulu binatang ataupun zat kimia lainnya. Psikologis dan Spritual 1). Sistem Reproduksi (Tidak dikaji) p. a). Status kognitif/efektif/sosial 1). Tidak terjadi keringat berlebihan n. debu.Tekstur rata dan halus (2). mengetes oriental. Kuku tampak pendek dan bersih b).Tidak mudah patah m. dengan skor 3 menunjukan fungsi intelektual. Tidak tampak adanya edema palpebra o. Tidak terdapat pembesaran tiroid 2). q. r. Sistem Imun 1) Klien mengatakan tidak alergi terhadap cuaca. . Short Potabe Mental Status Questionare (SPMSQ). Sistem Endokrin 1). Sistem Perkemihan 1).

memori jauh dimana klien masih dapat menyebutkan tanggal. efek kognitif dan fungsi mental. hari. Mini Mental State Eksam (MMSE). dengan skor 15. Inventaris Depresi Beck. 3). nama tempat dan umurnya Keterangan penilaian SPMSQ : d) e) Kesalahan 0-2 Kesalahan 3-4 fungsi intelektual utuh fungsi intelektual ringan fungsi intelektual sedang f)Kesalahan 5-7 g) Kesalahan 8-10 fungsi intelektual berat 2). mengingat sesuatu yang telah terjadi. tingkat depresi sedang pada kategori : a) Kesedihan : poin 1 penyakitnya b) Pesimisme : poin 1 mengenai penyakitnya c) Rasa kegagalan : poin 0 d) Ketidakpuasan : poin 0 puas e) Rasa bersalah : poin 1 keadaan sebelumnya klien merasa buruk dari klien tidak merasa gagal klien tidak merasa tidak klien merasa berkecil hati klien merasa sedih dengan . dimana klien masih dapat menyebutkan nama Negara.

. Apgar Keluarga a) Adaptasi : klien merasa puas karena dapat nafsu makan klien tidak buruk klien lebih lelah dari yang klien jarang melakukan klien khawatir klien berusaha mengambil klien tidak berkumpul dengan anak-anaknya beserta cucucucunya.f) Tidak menyukai diri sendiri : poin 0 tidak merasa kecewa dengan dirinya klien g) Membahayakan diri sendiri : poin 0 klien tidak mempunyai pikiran untuk membahayakan dirinya sendiri h) Menarik diri dari sosial : poin 0 kehilangan minat pada orang lain i) Keragu-raguan : poin 1 keputusan j) Perubahan gambaran diri : poin 1 dirinya tampak tua k) Kesulitan kerja : poin 1 aktivitas l) Keletihan : poin 1 biasanya m) Anoreksia : poin 0 dari biasanya 4).

Kesibukan lansia mengisi waktu luang adalah berkumpul dengan anak beserta cucu-cucunya 2.b) Hubungan : klien merasa senang karena selama ini ada keterbukaan di dalam keluarga dalam mengungkapkan masalah c) Pertumbuhan : klien merasa senang karena keluarga selalu mendukungnya d) Afeksi : klien merasa puas dengan cara keluarga dalam berespon terhadap emosi klien seperti marah atau sedih e) Pemecahan : klien merasa puas dengan cara keluarga menyediakan waktu bersama-sama D. Alam Perasaan 4. Psikologis 1. Sumber keuangan yakni dari pemerintah dan bantuan anak-anaknya 3. Klien akrab dengan tetangganya. Sosial Ekonomi 1. Proses Pikir : baik 3. Daya Ingat : klien masih dapat mengingat hal-hal yang terjadi di masa lalu dan sekarang 2. Klien tinggal bersama anak dan cucu-cucunya 4. dan orang-orang di lingkungannya . Orientasi : baik : klien dapat berorientasi terhadap tempat dan waktu dimana ia berada E.

Spiritual 1. Cara makan Cairan 1. Selera makan 2. kopi 6 – 7 x sehari (±2000 ml) Air putih 6 – 7 x sehari (±2000 ml Mandiri Mandiri 1 porsi dihabiskan Nasi + sayur + lauk pauk 1 porsi dihabiskan Nasi + sayur + lauk pauk 2 x sehari Sebelum sakit Selamat sakit Menu makan dalam 24 3 x sehari . jam 3. Penyelesaian masalah klien yaitu selalu merundingkan dengan keluarganya dan selalu berdoa supaya diberi petunjuk oleh Tuhan 3. Pelaksanaan ibadah beribadah 2. Pola Aktifitas Sehari-hari Aktivitas sehari-hari Nutrisi 1. Jenis minuman 2. Frekuensi dalam 24 jam 4.F. Frekuensi Air putih. Klien mengatakan kurang memahami penyakitnya dan merasa cemas dengan keadaannya : klien menganut agama Islam dan taat G.

Program olah raga Personal hygiene a. memakai shampo 2 x sehari Mandiri. Siang b. 1) Frekuensi 2) Cara b.00 . Jam tidur a. dan berdoa 13.05.00 -14.00 21.00 21. a.5 x sehari (±1600 ml) Kuning Amoniak WC 1 x sehari lembek WC 1 x sehari lembek .00 . Kebiasaan sebelum tidur Olahraga 1. 1) Tempat pembuangan 2) Frekuensi 3) Warna 4) Bau Istirahat / tidur 1. 1) 2) 3) b.00 Nonton TV.05. memakai sabun 1 x seminggu Mandiri. memakai shampo Tidak ada Tidak ada 13.Eliminasi.14. memakai sabun 1 x seminggu Mandiri.00 .00 Nonton TV. Malam c. dan berdoa BAB Tempat pembuangan Frekuensi Konsistensi BAK WC 4-5 x sehari (±1600 ml) Kuning Amoniak WC 4 . 1) Cuci rambut Mandi 2 x sehari Mandiri.

Klien mengatakan tengkuk terasa tegang 3. menggunakan gosok gigi dan odol 2 x / hari Mandiri. Apa klien merokok Apa klien minum alcohol Ya Tidak Tidak Tidak H. menggunakan gosok gigi dan odol Rokok/Alkohol/obat-obatan a. Klien mengatakan nyeri kepala 2. Klien mengatakan tidak dapat beraktivitas dengan leluasa . TTV: TD: 180 / 90 mmHg N : 88 x / menit P : 24 x / menit S : 36°C 5. Klien kaku menggerakkan lutut 6. 1) 2) Gosok gigi Frekuensi Cara 2 x / hari Mandiri. Ekspresi wajah klien meringis 4. Klien mengatakan kaku pada persendiaan lutut 7. Pengumpulan Data dan Data Fokus 1.Frekuensi 2) Cara c. b.

pada persendiaan lutut 7. Klien mengatakan tidak 4. 5. Klien mengatakan nyeri yang dirasakan bersifat hilang timbul 1.8. Klien lemah 18. kepala 2. Conjungtiva anemis 9. Posisi tubuh sedikit membungkuk 11. Skala nyeri sedang (3) dengan rentang skala 0-5 16. Klien tengkuk terasa tegang 3. 3. mampu mengangkat beban yang berat 5. Klien gelisah 15. Klien mengatakan dirinya cemas dengan keadaannya 14. Klien berjalan dengan pelan 10. lutut Klien berjalan dengan pelan Conjungtiva anemis Klien lemah mengatakan 2. BB 45 Kg dan TB 155 Cm 12. Klien mengatakan mampu berjalan tetapi tidak terlalu lama 17. Klien sering bertanya tentang penyakitnya 13. Klien mengatakan kaku 6. Klien mengatakan nyeri yang dirasakan bersifat hilang timbul 4. DATA SUBYEKTIF Klien mengatakan nyeri 1. DATA OBYEKTIF Ekspresi wajah klien meringis TTV: TD: 180 / 90 mmHg N : 88 x / menit P : 24 x / menit S : 36°C BB 45 Kg dan TB 155 Cm Klien kaku menggerakkan .

6. Klien megatakan nyeri yang dirasakan bersifat hilang timbul Tekanan vaskuler serebral Tekanan perifer meningkat Data Etiologi Peningkatan tekanan darah Masalah Nyeri DO: 1. Klien mengatakan nyeri kepala 2. Klien sering bertanya tentang penyakitnya 9. Klien gelisah Skala nyeri sedang (3) dengan rentang skala 0-5 Posisi tubuh sedikit membungkuk 7. Klien mengatakan cemas dengan keadaan dirinya I. mampu Klien berjalan mengatakan tetapi tidak 10. Klien mengatakan tidak 8. terlalu lama 8. Klien mengatakan tengkuk terasa tegang 3. DS: 1. dapat beraktivitas dengan leluasa 9. Meransang pengeluaran . Analisa Data No. 1.

TTV: TD: 180 / 90 mmHg N : 88 x / menit P : 24 x / menit S : 36°C 2. Conjungtiva anemis 3. Klien mengatakan kaku pada persendiaan lutut 3. Klien mengatakan tidak Terganggu sistem muskuloskeletal . DS : 1. Klien mengatakan tidak mediator kimia (bradikinin. dan prostaglandin) Thalamus Cortex cerebri Persepsi Nyeri Proses Penuaan Gangguan mobilitas fisik mampu mengangkat Penurunan fungsi tubuh beban yang berat 2. Klien lemah 4.Ekspresi wajah klien meringis 2. serotonin. Skala nyeri sedang (3) 5.

endurance dan koordnasi menurun sedikit membungkuk 4. Posisi tubuh kaku Kekuatan otot menurun. Klien berjalan dengan pelan 3. perubahan degeneratif jaringan connective terlalu lama DO: 1. Klien mengatakan mampu berjalan tetapi tidak Berkurangnya massa otot. BB 45 Kg dan TB 155 Cm Gangguan mobilitas fisik ROM Terbatas 3. DS: 1.dapat beraktivitas dengan leluasa 4. Klien sering bertanya tentang penyakitnya Perubahan status kesehatan Kecemasan . Klien menggerakkan lutut 2.

Klien mengatakan dirinya cemas keadaannya DO: 1. DS:DO: Tanda-tanda vital: TD:180/90 mmHg N : 88 x / menit S : 36 oC P : 24 x / menit Cemas Peningkatan tekanan darah Risiko penurunan curah jantung Baroreseptor berrespon . Klien gelisah dengan Kurang informasi tentang penyakit Kurang pengetahuan tentang pengawasan dan pengobatan Stressor meningkat Koping tidak efektif 4.2.

pulse. Prioritas Masalah 1.Penurunan ransangan simpatis ke jantung dan otot polos vascular Kecepatan denyut jantung menurun dan TPR ( temperature. Klien mengatakan nyeri kepala . Gangguan rasa nyaman nyeri b/d peningkatan tekanan serebral ditandai dengan : DS : a. respiration ) menurun Penurunan curah jantung J.

Klien berjalan dengan pelan c. Klien mengatakan mampu berjalan tetapi tidak terlalu lama DO : a.b. Klien kaku menggerakan lutut b. Klien lemah . Ekspresi wajah klien meringis b. Conjungtiva anemis c. Klien mengatakan kaku pada persendian lutut c. Posisi tubuh sedikit membungkuk d. Gangguan mobilitas fisik b/d penurunan fungsi sistem muskuloskeletal ditandai dengan : DS : a. Klien mengatakan tidak dapat beraktivitas dengan leluasa d. Klien mengatakan tidak mampu mengangkat beban yang berat b. Tanda – tanda vital TD : 180 / 90 mmHg N : 88 x / menit P : 24 x / menit S : 36 oC 2. BB 45 Kg dan TB 155 Cm e. Klien mengatakan nyeri yang dirasakan bersifat hilang timbul DO : a. Klien mengatakan tengkuk terasa tegang c.

3.2009 b/d peningkatan tekanan serebral 2. Gangguan mobilitas fisik b/d 17 – 07 .2009 penurunan fungsi sistem muskuloskeletal - . Klien sering bertanya tentang penyakitnya b. Kecemasan b/d perubahan status kesehatan ditandai dengan : DS : a. Klien gelisah 4. Klien mengatakan dirinya cemas dengan keadaannya DO : a. Diagnosa Keperawatan NO . Risiko penurunan curah jantung b/d peningkatan after load ditandai dengan : DS : - DO : TD : 180 / 90 mmHg N : 88 x / menit P : 24 x / menit S : 36 oC K. DIAGNOSA TANGGAL DI TANGGAL TERATASI - KEPERAWATAN TEMUKAN Gangguan rasa nyaman nyeri 17 . 1.07 .

Rencana Keperawatan . Risiko load penurunan curah 17 – 07 . Kecemsan b/d perubahan status 17 – 07 .3.2009 kesehatan 19-07-2009 4.2009 19-07-2009 jantung b/d peningkatan after L.

DIAGNOSA No 1. beristirahat Me minimalkan stimulasi yang dapat memacu peningkatan kerja jantung 4. lokasi. traksi nyeri Dis dapat mengurangi vital dalam dalam 3.R:16-24 x/menit c. INTERVENSI 1. Observasi tanda-tanda vital klien akan tampak tenang 3. Anjurkan klien dan mengurangi aktifitas berlebihan 6. KEPERAWATA N Gangguan nyaman b/d RENCANA KEPERAWATAN TUJUAN akan hilang. kualitas. Tanda-tanda vital: TD: N P 180/90 : 88 x / : 24 x / mmHg menit menit S : 36°C wajah dirasakan Klien akan yang Tengkuk tidak mereleksasi sehingga batas normal a. Ajarkan teknik relaksasi nafas jdlhflgf fkdjfhjkffkdfj hf kdjghdkfjghd fkjhgdf jghdg 4. ngan dalam otot dapat mengurangi nyeri akan terasa tegang 4. Kaji nyeri: penyebab. Conjungtiva anemis 3. durasi dan skala (05) Fljldk 2. Klien mengatakan tengkuk terasa tegang 3. Anjurkan teknik distraksi Dmfgjk jhkhjh 5. Anjurkan untuk 5. S: 36°-37°C .N:60-100 x/menit d. Ekspresi wajah tingkat 1. Tanda-tanda 2. ubahan frekuensi tandavital mempengaruh i tingkat nyeri dhfsdkhf De napas dapat otot tanda fklf fnf Per mengatakan nyeri kepala hilang 2. Klien mengatakan nyeri bersifat hilang timbul DO: 1. tekanan serebral. dengan kriteria: ditandai dengan: DS: 1. 3.TD:120140/70-80 mmHg b. mbantu menentukan intervensi selanjutnya lfjsd RASIONAL Me rasa Klien nyeri mengatakan peningkatan nyeri 1. Ekspresi klien meringis 2. Klien mengatakan sakit kepala 2.

skala ( 0 . 18 -072009 NO.15 3. S : 36°C Mengajarkan dengan skala nyeri 3 (sedang) Mengobserva Mengkaji tingkat nyeri: penyebab.10 2.5 ) Hasil: Klien nyeri kepala karena tekanan darahnya tinggi. P : 24 x / menit d. Implementasi HARI / TANGGAL Sabtu. sehingga nyeri dapat berkurang b. JAM DX I 09. 09. teknik relaksasi nafas dalam Hasil: Teknik relaksasi nafas dalam adalah salah satu cara untuk mengurangi rasa nyeri yang di alami dengan cara menarik nafas dalam melalui hidung dan menghembuskannya dengan perlahan melalui mulut. kualitas. pada seluruh bagian kepalanya. N : 88 x / menit c. 09. Dengan cara ini darah 09. . yang dirasakan hilang timbul. lokasi . si tanda-tanda vital: Hasil: a.00 IMPLEMENTASI KEPERAWATAN 1. TD: 180 / 90 mmHg .20 dapat mengalir dengan lancar pada daerah nyeri.M.

Klien mengatakan kaku pada persendian b.40 untuk memeriksakan diri 1. dan mengurangi aktivitas berlebihan Hasil: Klien mengatakan akan beristirahat. n 09.50 2. Menganjurka n klien ke tempat pelayanan kesehatan terdekat untuk memeriksakan diri Hasil: Klien mengatakan akan ke Puskesmas Sabtu.30 menghilangkan rasa nyeri. dengan cara mengalihkan perhatian pasien pada halhal yang lain sehingga pasien akan lupa dengan apa yang dideritanya. 18 -072009 II 09. dan mengurangi aktivitas yang berat 6.35 klien untuk Menganjurka beristirahat. Mengajarkan latihan rentang gerak ROM aktif/pasif dan .4. Klien tampak lemah 09. 5. Mengkaji tingkat kemampuan kelemahan secara fungsional Hasil: a. n teknik distraksi Hasil: Menganjurka Teknik distraksi adalah metode untuk 09. Klien mengatakan tidak dapat beraktivitas dengan leluasa c.

00 3. yang gerakan-gerakannya dapat merangsang otot dan sendi untuk dapat berfungsi dengan baik.10 4. Memberi dorongan aktivitas kemampuan Hasil: Klien mengatakan mau melakukannya 10.Hasil: Latihan rentang gerak ROM adalah latihan yang dilakukan pada otot dan persendian. 18-07-2009 III 10. Cara ini bisa di bantu oleh orang lain ataupun dapat dilakukan sendiri 10. Menganjurkan kepada dan aktivitas sehari-hari Hasil: Keluarga Sabtu. tingkat kecemasan klien Hasil: Klien mengatakan masih cemas dengan 10. Caranya yaitu dengan menggerakkan persendian sesuai jenis gerakannya.25 2.20 1.30 Klien tampak tidak malu mengungkapkan keadaan dirinya Menganjurka mengungkapkan klien mengatakan mau melakukannya Mengkaji keluarga untuk membantu klien dalam kegiatan latihan secara untuk melakukan bertahap sesuai . n klien untuk perasaannya Hasil: 10.

Hasil: Hipertensi adalah penyakit tekanan darah tinggi yaitu diatas 140/90 mmHg.45 1. makan daging.perasaannya kepada perawat 3. stroke. Memberikan dorongan spiritual pada klien agar lebih mendekatkan diri pada TYME Hasil: Klien mengatakan rajin menjalankan sholat lima waktu Sabtu. gagal jantung. dan 10. stres. kegemukan.Oleh karena itu. Hipertensi dapat disebabkabn oleh konsumsi garam dan kopi yang berlebihan. Mengobservasi tanda-tanda vital Hasil: a.35 4. Hasil: 10. disebabkan karena faktor keturunan. 18-07-2009 IV 10.40 5. usia yang sudah lanjut. Penyakit ini dapat menimbulkan banyak penyakit lainnya seperti penyakit pada ginjal. ibu harus menghindari itu semua agar tekanan darahnya dapat normal. TD: 180 / 90 mmHg Klien tampak bersungguh-sungguh menceritakan penyakitnya Menjelaskan pada klien tentang proses penyakitnya Mendengarka n apa yang dikeluhkan oleh klien .

b.50 N : 88 x / menit P : 24 x / menit S : 36°C tindakan yang nyaman 2. 09.b. c.15 4. TD: 180 / 80 mmHg N : 92 x / menit P : 24 x / menit S : 36°C Menginngatk an kembali teknik relaksasi nafas dalam Mengobserva .5 ) Hasil: Klien mengatakan nyeri yang dirasakan berkurang.00 1. si tanda-tanda vital: Hasil: a. d. Hasil: Klien tampak bernapas melalui hidung 09. bersifat hilang timbul. n kembali teknik distraksi Hasil: dan menghembuskan melalui mulut Mengingatka d. c. lokasi .10 3. Mengajarkan seperti pijatan punggung dan leher. skala ( 0 . kualitas. 10. meninggikan tempat tidur Hasil: Klien mengerti dan mau melaksanakannya Minggu.05 2. 19-07-2009 I 09. dengan skala ringan (1) 09. Mengkaji tingkat nyeri: penyebab.

19-07-2009 II 09.20 5.15 3.25 6. Memberi dorongan aktivitas kemampuan Hasil: Klien mengatakan mau melakukannya secara untuk melakukan bertahap sesuai dan . dan mengurangi aktivitas berlebihan Hasil: 09. Mengingatkan kembali latihan rentang gerak ROM aktif/pasif Hasil: Klien tampak melakukan latihan gerak ROM aktif/pasif 10. Klien sudah mengurangi aktivitas yang berlebihan Menganjurka n klien ke tempat pelayanan kesehatan terdekat untuk memeriksakan diri Hasil: Klien mengatakan akan ke Puskesmas Minggu.00 2.50 untuk memeriksakan diri 1. dan tidak dapat beraktivitas dengan leluasa 10.Klien tampak menonton televisi dan mau 09.kaku pada persendian. bercerita dengan perawat mengenai penyakitnya Mengingatka n kembali klien untuk beristirahat. Mengkaji tingkat kemampuan kelemahan secara fungsional Hasil: Klien mengatakan dirinya masih sangat lemah.

yang berlebihan Memberikan dorongan spiritual pada klien agar lebih Menjelaskan pada klien tentang proses penyakitnya perasaannya kepada perawat Mendengarka n apa yang dikeluhkan oleh klien .40 3. Hasil: Klien senang. Mengkaji tingkat kecemasan klien Hasil: Klien mengatakan tidak cemas dengan keadaan dirinya Minggu. karena perawat mendengar keluhannya 10. 19-07-2009 III 10.50 5.30 2.20 4. perasaannya Hasil: Mengingatka n kembali klien untuk mengungkapkan Klien sudah berani mengungkapkan 10.45 4. Hasil: Klien mengatakan sudah mengerti tentang hipertensi dan hal-hal yang perlu dihindari seperti mengkonsumsi garam dan kopi 10.25 10.10. Mengingatkan kembali kepada keluarga untuk membantu klien dalam kegiatan latihan dan aktivitas sehari-hari Hasil: Keluarga klien mengatakan mau melakukannya 1.

00 1. b. c. d. meninggikan tempat tidur Hasil: Klien mengerti dan mau melakukannya N.0 S: EVALUASI KEPERAWATAN . Mengobserva TD: 180 / 80 mmHg N : 92 x / menit P : 24 x / menit S : 36°C Mengajarkan 11. 19-07-2009 IV 11. Evaluasi HARI / TANGGAL Sabtu. si tanda-tanda vital Hasil: a.mendekatkan diri pada TYME Hasil: Klien mengatakan rajin menjalankan sholat lima waktu Minggu. NO. DX I JAM 09. tindakan yang nyaman seperti pijatan punggung dan leher.10 2.

1 0 S: a. Ajarkan klien untuk melakukan rentang gerak ROM aktif/pasif Klien mengatakan kaku pada persendiaan . b. Observasi TTV 3. Anjurkan klien untuk ke Puskesmas terdekat Sabtu. Kaji tingkat nyeri dan skalanya 2.17-07-2009 0 a. O: a. Anjurkan kembali klien untuk beristirahat dan mengurangi aktivitas berlebihan 6. Kaji tingkat kemampuan dan kelemahan secara fungsional 2. b. Ajarkan teknik distraksi 5. Klien mengatakan masih nyeri kepala Klien mengatakan tengkuknya terasa tegang Ekspresi wajah klien meringis Tanda-tanda vital: TD: 180 / 90 mmHg N : 88 x / menit P : 24 x / menit S : 36°C A: Masalah nyeri belum teratasi P: Lanjutkan intervensi 1. lutut O: a. Ajarkan teknik relaksasi nafas dalam 4. 17-07-2009 II 09. Klien berjalan pelan A: Masalah gangguan mobilitas belum teratasi P: Lanjutkan intervensi 1.

Minggu. 18-07-2009 IV 09. Observasi tanda-tanda vital 2. Anjurkan klien untuk mengungkapkan perasaannya 3. Anjurkan pada keluarga untuk membantu Sabtu. I 09. 3. Jelaskan kepada klien tentang proses penyakitnya 5. Klien mengatakan cemas dengan keadaannya Klien gelisah A : Masalah kecemasan belum teratasi Sabtu. P : Lanjutkan intervensi 1. 17-07-2009 09.3. 4.2 0 O: a. meninggikan tempat tidur. Tanda-tanda vital: TD: 180 / 90 mmHg N : 88 x / menit P : 24 x / menit S : 36°C A: Risiko penurunan curah jantung belum teratasi P: Lanjutkan intervensi 1. Kaji tingkat kecemasan klien 2. Beri dorongan untuk melakukan aktivitas secara bertahap sesuai kemampuan 4.3 0 S:O: a. 2. Dengarkan apa yang dikeluhkan klien 4. Ajarkan tindakan yang nyaman seperti pijatan punggung dan leher. 1. Berikan dorongan spiritual kepada klien III S: klien dalam kegiatan dan aktivitas sehari-hari a.0 S: .

Klien berjalan pelan A: Masalah gangguan mobilitas belum teratasi P: Lanjutkan intervensi 1. Mengingatkan kembali teknik distraksi 5. Mengingatkan kembali klien untuk melakukan rentang gerak ROM aktif/pasif . Mengingatkan kembali klien untuk beristirahat dan mengurangi aktivitas berlebihan O. Mengingatkan kembali klien untuk ke Puskesmas terdekat Minggu. Mengingatkan kembali teknik relaksasi nafas dalam 4. 19-07-2009 II 09.3 0 S: a.19-07-2009 0 a. Observasi TTV 3. Klien mengatakan kaku pada persendiaan lutut O: a. Kaji tingkat kemampuan dan kelemahan secara fungsional 2. Klien mengatakan tengkuknya terasa tegang O: a. Tanda-tanda vital: TD: 180 / 80 mmHg N : 92 x / menit P : 24 x / menit S : 36°C A: Masalah nyeri belum teratasi P: Lanjutkan intervensi 1. Kaji tingkat nyeri dan skalanya 2. Ekspresi wajah klien meringis b. Klien mengatakan masih nyeri kepala b.

vital TD: 180 / 80 mmHg N : 92 x / menit P : 24 x / menit S : 36°C A : Resiko penurunan curah jantung tidak terjadi P:Tanda – tanda . Beri dorongan untuk melakukan aktivitas secara bertahap sesuai kemampuan 4.4 0 sehari-hari S : Klien mengatakan tidak cemas lagi O: Ekspresi wajah klien tenang A: Masalah kecemasan teratasi P:- Minggu. Mengingatkan kembali pada keluarga untuk membantu klien dalam kegiatan dan aktivitas Minggu. 19-07-2009 IV 09.5 0 S:O: a. 19-07-2009 III 09.3.