Anda di halaman 1dari 2

Pengunaan anastesi pada penderita hipertensi dengan tindakan medis gigi Penggunaan anastesi dengan kombinasi atau vasoconstriktor

pada anastesi lokal pada mulut atau gigi memiliki beberapa keuntungan berupa durasi, kedalaman anastesi, kurangnya pendarahan dan pengurangan toksisitas anastesi lokal secara sistemik pada pasien. Anastesi lokal bergantung kepada digunakannya vasokonstriktor atau tidak, yang mana jenis vasokonstriktor yang digunakan jenis alpha adrenergic berupa norepinefrine (NE). Nyeri pada pasien yang melakukan tindakan medis gigi dengan vasokontriktor lebih terkontrol apabila dibandingkan dengan yang tidak mendapat vasokonstriktor1. Berdasarkan penelitian dan rekomendasi dari New York Heart association, merekomendasikan penggunaan anastesi dengan vaskonstriktor dengan dosis maksimum 0,2 mg (1:100,000 epinefrine) pada 1 sesi tindakan medis pada gigi untuk pasien dengan penyakit hipertensi serta meminta pasien untuk mengkonsumsi obat hipertensi sebelum atau semalam sebelum dilakukannya tindakan1. Penelitian yang dilakukan Meyer dengan menggunakan plain lidocaine dan lidocaine dengan NE menunjukkan bahwa selama pencabutan gigi pada pasien dengan hipertensi dan tanpa hipertensi tidak menunjukaan terdapat perbedaan denyut jantung atau tekanan darah dan jumlah pendarahan1. Pasien dengan riwayat hipertensi tidak dianjurkan melakukan tindakan pencabutan gigi apabila tekanan darah pasien tidak terkontrol atau teralalu tinggi, sebaiknya mengkonsulkan kepada dokter umum sebelum melakukan tindakan. Tindakan operasi gigi dihindarkan sampai tekanan darah pasien telah terkontrol2. Pada pasien dengan hipertensi dianjurkan untuk tidak menkonsumsi obat jenis NSAID selama 5 hari sebelum dilakukan tindakan, serta dokter gigi yang melakukan tindakan diharapkan tidak menulis resep NSAID kepada pasien pasca tindakan. Namun tindakan ini harus tetap diawasi paska tindakan apabila terjadi emergensi hipertensi, dokter gigi harus melakukan tindakan awal menurunkan tekanan darah dengan obat ACE-I Captopril secara sublingual dan merujuk ke rumah sakit terdekat2. Kesimpulan yang ditemukan pada beberapa sumber menyatakan bahwa penggunaan anastesi lokal dengan epinefrine pada pasien hipertensi dapat dinyatakan aman apabila tidak terdapat kontraindikasi dan penggunaan dosis tidak melebihi batas maksimum, serta dilakukan berdasarkan studi klinis serta historis dari pasien hipertensi tersebut, dan tetap melakukan secara evident base medicine karena masih diperlukan studi dan penelitian lebih lanjut1.

2005.. Diunduh dari http://www. Rhodus. Oral Pathology.DAFTAR PUSTAKA 1. Y.. Oral Radiology. Pamplona.S.. and Endotology.medicinaoral. dalam Oral Surgery.. Oral Medicine. N.L. Dental Considerations in patients with heart disease. M.. Brown.pdf [Updated 15 November 2012] .J. Epinephrine and Local Anesthesia Revisited. Diunduh dari http://www. M.S. Soriano. R.pdf [Updated 15 November 2012] 2.dalam Journal section: Oral Medicine and Pathology. Perez.C.endoexperience. 2011.com/odo/volumenes/v3i2/jcedv3i2p97.G.com/documents/Epiandlocalanesthesia2005.