Anda di halaman 1dari 33

1

STATUS PASIEN
I. IDENTITAS PASIEN Nama Jenis kelamin Tempat/tgl lahir Usia Agama Pendidikan terakir Pekerjaan Kesatuan Alamat Status penikahan Tgl masuk RSPAD-GS No.RM : Tn. S : Laki-laki : : 42 tahun : Islam : Sarjana : pegawai negeri sipil Mabes TNI-AD : : Jatiasih, Bekasi : Menikah : 2 Mei 2013 :

II. RIWAYAT PSIKIATRI Riwayat diperoleh dari alloanamnesis kepada istri pasien dan autoanamnesis selama follow-up di Bangsal Amino RSPAD Gatot Soebroto. A. Keluhan Utama Pasien membuang barang-barang di rumah tanpa sebab sejak 1 minggu sebelum masuk RSPAD Gatot Soebroto.

2

B. Riwayat Gangguan Sekarang Saat tiba di RSPAD Gatot Soebroto pada tanggal 2 Mei 2013 pasien dibawa oleh saudaranya karena pasien membuang barang-barang di rumah tanpa sebab. Sejak 1 minggu sebelum masuk rumah sakit, pasien tidak bisa tidur dengan tenang di rumah. Setiap kali tidur pasien selalu terbangun. Istri pasien mengatakan pasien terlihat gelisah di rumah. Pasien berangkat kerja seperti biasa, namun pulang pukul 09.00 WIB dengan alasan badannya terasa lemas dan panas, tetapi saat istri pasien memeriksa suhu badan pasien, tidak teraba peningkatan suhu badan. Pasien juga selalu menyediakan air minum di ruang tamu, dan mengatakan pada istrinya bahwa akan ada orang yang datang. Ketika ditanya istrinya siapa tamu yang dimaksud oleh pasien, pasien tidak menjawab. Pasien juga selalu berbicara dengan lantang, seolah sedang berpidato di rumahnya, pasien mengatakan “Saya sedang berbicara di depan kepala staf tentang penanggulangan bencana alam”. Sebelumnya pasien rutin minum obat, namun mulai 1 bulan sebelum masuk rumah sakit pasien tidak rutin minum obat karena mengatakan badannya terasa lemas setelah minum obat. Sejak 2 hari sebelum masuk rumah sakit, pasien terlihat semakin gelisah. Pasien mulai membuang barang-barang di rumah, bahkan pasien membuang Al-Quran. Pasien mengatakan ada yang menyuruhnya untuk membuang barang-barang tersebut. Setiap kali membuang Al-Quran, pasien mengatakan “Baca Al-Quran durhaka” kemudian pasien mengambil kembali Al-Quran yang sudah dibuangnya. Apabila ditanya siapa yang menyuruhnya membuang Al-Quran pasien tidak mau berbicara. Istri pasien kemudian meminta saudara pasien untuk membawa pasien ke RSPAD Gatot Soebroto dengan alasan takut pasien menganggu lingkungan sekitar dan istri pasien baru saja melahirkan anak ke-4. Saat pertama kali tiba di paviliun Amino pasien terlihat murung, dan tidak mau berbicara. Saat pemeriksa mendatangi pasien, pasien sedang

3

melakukan kegiatan seperti salat tanpa menggunakan alas. Pasien sama sekali tidak merespon ketika ditanya. Pandangan pasien terlihat kosong dan selalu mengedipkan matanya berulang-ulang. Pasien kemudian berdiri, dan mau menyapa ketika diajak berjabat tangan, tetapi ketika ditanya apa yang dirasakan pasien, atau bagaimana kabar pasien, pasien kembali diam dan tidak memberikan jawaban. Pasien kemudian berjalan ke arah keran dan meminum air keran sebanyak 3 kali kemudian pasien melihat ke bawah dan mengucapkan kata-kata seperti sedang berdoa. Setelah itu pasien berjalan mengelilingi tiang yang terdapat di taman bangsal laki-laki paviliun Amino sebanyak 10 kali. Hal ini dilakukan terus menerus. C. Riwayat Gangguan Sebelumnya 1. Riwayat Gangguan Psikiatri Pasien mengatakan sudah 11 kali dirawat di Paviliun Amino. Pasien pertama kali dirawat di Paviliun Amino pada tahun 2003 karena pasien terlihat gelisah di rumah. Pasien tidak dapat tidur dengan tenang. Pasien terlihat pendiam dan tidak banyak bicara di kantor. Pasien membuang barang-barang di rumah. Pasien mengatakan ada yang menyuruhnya membuang barang di rumah. Pasien kembali ke Paviliun Amino pada Mei tahun 2013 karena pasien diam, bicara tidak jelas, berbicara dengan keras seolah berpidato di rumah dan membuang barang-barang di rumah. 2. Riwayat Penyakit Medis Riwayat kejang dan kepala terbentur tidak didapatkan. Riwayat trauma juga disangkal. 3. Riwayat Penggunaan Zat Psikoaktif dan Alkohol Pasien tidak merokok dan minum alkohol. Riwayat penggunaan obatobat terlarang maupun ketergantungan obat juga tidak diakui

pasien cenderung pendiam dan pemalu dalam pergaulan. Pasien mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan baik. 5. Keadaan gizi cukup.di sekolahnya. Menurut ibu pasien. Riwayat Kehidupan Pribadi 1. Imunisasi lengkap diakui oleh keluarga pasien.4 D. Saat pertama kali sekolah. istri pasien tidak mengetahui dengan jelas riwayat kehamilan dan kelahiran pasien. SMU Namukur. Pasien adalah anak yang pemalu dan paling disayang oleh ibunya. 4. Pelajaran yang paling disukai pasien adalah Bahasa Indonesia. Riwayat Masa Kanak-Kanak (0-3 tahun) Pasien mengkonsumsi ASI hingga usia 2 tahun. yaitu dengan mengikuti kegiatan cross country. Pasien cenderung pendiam dan kurang aktif di sekolah. SMP Namukur. 2. Riwayat Masa Pertengahan (3-11 tahun) Pasien tumbuh dan berkembang seperti anak seusianya. tidak ada masalah medis pada usia tersebut. sewaktu kecil pasien jarang sakit. Berdasarkan alloanamnesis. Setelah lulus SMA. namun menurut istri pasien tidak ada masalah saat kehamilan dan proses kelahiran pasien. Kemudian. pasien juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. Pasien pernah mengikuti kursus komputer. Riwayat Pendidikan Pasien sekolah di SD Inpres. Kemudian pasien mendaftarkan . Pasien tidak pernah bermasalah dengan pendidikan sekolahnya. 3. Riwayat Masa Kanak Akhir dan Remaja Pasien mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan baik. Riwayat Prenatal Pasien adalah anak ke 5 dari 6 bersaudara.

7. usia 14 tahun. anak ketiga perempuan usia 7 tahun. Riwayat Keluarga . Riwayat Pekerjaan Pasien adalah pegawai negeri sipil yang bertugas di Mabes TNI-AD. Riwayat Psikoseksual Pasien pernah berpacaran dengan wanita sebelum pasien menikah. Riwayat Pelanggaran Hukum Keluarga dan pasien tidak pernah bermasalah dengan hukum dan tidak pernah di tempatkan di ruang tahanan. Pasien berorientasi seksual normal. 8. 6. dan anak keempat perempuan usia 2 bulan. Pasien mengikuti kegiatan pengajian bersama istrinya. 11. Pasien hanya memiliki seorang istri. Pasien bertugas sebagai karyawan di bagian administrasi dan tata usaha. 9. Kini pasien telah memiliki 4 orang anak. 10. Pasien berhubungan pertama kali dengan istrinya dan pasien sangat menyayangi istrinya. Pasien sangat menyayangi istrinya. yaitu heteroseksual. Pasien merupakan orang yang taat beribadah dan sering mengikuti pengajian di lingkungan sekitar rumah pasien. anak kedua laki-laki usia 9 tahun. Riwayat kehidupan Beragama Pasien lahir dari keluarga Islam. Riwayat Pernikahan Pasien menikah pada tahun 2007 dengan wanita pilihan pasien.5 diri menjadi tentara karena keinginannya sendiri dan sekitar tahun 2006 pasien sudah menjadibagian dari Keluarga Besar TNI – AD. anak pertama berusia perempuan.

Pasien mengatakan ingin segera pulang ke rumah . Saat ini pasien tinggal bersama dengan istri dan anaknya di sebuah rumah kontrakan. Pasien memiliki pinjaman di Bank hingga saat ini. Persepsi Pasien tentang Diri dan Lingkungannya. Pasien merupakan anak ke 3 dari 5 bersaudara. Pasien mengaku tidak terlalu mengenal dengan lingkungan rumanya. Tidak ada anggota keluarga pasien yang memiliki riwayat gangguan jiwa.6 Orang tua pasien tinggal di Medan dan bekerja sebagai petani. Genogram Ket: Perempuan Laki-laki Pasien Tinggal serumah 12. 13. Pasien mengganggap dirinya memiliki teman-teman baik di lingkungan pekerjaanya. Pekerjaan pasien saat ini adalah Paspampres di Bogor. Situasi Kehidupan Sekarang Pasien tinggal bersama dengan istri dan anaknya di rumah kontrakan. Pasien mengaku meminjam uang di Bank untuk keperluan pernikahan dan pinjaman itu akan berlangsung 1 tahun lagi.

Perilakau dan Aktivitas Motorik Cukup tenang. Pasien memakai kaos berwarna hijau dan celana panjang berwarna coklat. Penampilan Seorang laki-laki tampak sesuai usia. Impian. 2. Kesadaran Compos Mentis 3. 14. 15. Pasien ingin segera bisa menemani anaknya bermain di rumah. Alam Perasaan (Emosi) Suasana Perasaan (Mood) dan Ekspresi Afektif . Deskripsi Umum 1. penampilan cukup rapi. III. perawatan diri dan higiene baik. 4.7 karena sudah jenuh di Rumah Sakit. Persepsi Keluarga Terhadap Pasien Keluarga pasien mengetahui dan dapat menerima keadaan pasien. volume pembicaraan cukup dan artikulasi jelas.khayalan. Keluarga pasien sadar bahwa pasien memerlukan bantuan dari bagian jiwa dan ingin pasien segera sembuh karena kejadian tersebut sudah berulang kali. lancar. dan nilai hidup Pasien ingin pindah tugas ke kota kelahiran pasien di Medan agar bisa menikmati suasana kampong halaman dan bisa dekat dengan orang tua pasien yang tinggal di kota itu. Pembicaraan Saat berbicara dapat menjawab secara spontan. B. STATUS MENTAL A. Sikap Terhadap Pemeriksa Pasien bersikap kooperatif selama wawancara. C.

Pasien mengatakan dirinya sedang di kejar-kejar untuk dibunuh oleh seseorang yang tidak diketahuinya secara pasti. pasien menyatakan bahwa dia sering mendengar ada yang menyuruhnya untuk melakukan tindakan-tindakan seperti membuang barang di rumah. pasien menyatakan bahwa ia sering berpidato di depan kepala staf. E. . Orientasi tempat : baik. Sensorium dan Kognisi 1. Orientasi Orientasi waktu : baik.8 Mood Afek Keserasian : hipotimik. Gangguan Persepsi Halusinasi Auditorik (commanding). Proses Pikiran Koheren 2. Waham kejar. 29 Maret 2012) dengan tepat. F. thought insertion dan ide kendali Pasien merasa ia sudah mati dan mengatakan tentang adanya dunia gelap dan dunia terang. pasien dapat mengetahui waktu wawancara (Kamis. Pasien mengatakan bahwa ia merasa orang-orang sedang membicarakannya dan bisa membaca pikirannya. Halusinasi Visual. Isi Pikiran Waham Bizzare. Jakarta. pasien mengetahui saat ini berada di bangsal Jiwa Rumah Sakit Gatot Soebroto. Pikiran 1. : Sesuai D. : terbatas. Pasien menyatakan ada pikiran dari luar yang masuk ke dalam pikirannya dan berusaha untuk mengendalikan pasien untuk melakukan tindakan yang tidak diinginkan pasien. seperti melompat dari lantai 2 serta mencekik istrinya. Waham rujuk.

2. perawat dan pasien lain. Pasien dapat menyebutkan pekerjaan dan kesatuan yang dijabat sebelum sakit. . 6. namun pasien lupa nama wakil presiden saat ini. 7. yaitu Juara III cross country. pasien dapat mengenali pemeriksa. Kemampuan Menolong Diri Sendiri Pasien dapat menggunakan kamar mandi sendiri. pasien tidak dapat menjawab arti dari peribahasa “Besar pasak daripada tiang”. Pasien dapat menyebutkan tanggal kelahiran dengan benar. Dasa Konsentrasi Secara umum. Pasien juga masih ingat kota kelahiran dan nama sekolahnya semasa kecil.9 Orientasi orang : baik. 5. serta kegiatan perlombaan yang pernah dijuarai semasa SMP. Visuospasial Pasien dapat menggambar jam dengan jarum panjang dan pendek menunjukkan ke waktu yang tepat. Pikiran Abstrak Ketika ditanyakan mengenai peribahasa. Pasien juga masih mengingat pelajaran yang paling digemari (Bahasa Indonesia). dokter. 3. pasien hanya dapat menjawab nama presiden yaitu SBY. Daya ingat jangka menengah baik. pasien dapat mengikuti wawancara dengan baik. Kecerdasan dan Daya Informasi Ketika ditanya siapakah presiden dan wakil presiden saat ini. Pasien juga rutin mengganti baju setiap hari. akan tetapi pasien tidak dapat menghitung 100 – 9 – 9. 4. Kemampuan Baca-Tulis Pasien dapat membaca dan menulis dengan baik. Daya Ingat Daya ingat jangka panjang baik. Pasien dapat menyebutkan menu sarapan yang dikonsumsi pada pagi harinya. 8. serta pasien juga dapat makan sendiri. Daya ingat jangka pendek baik. Dan pasien dapat mengingat pula pertama kali pindah ke Bogor.

Akan tetapi pasien masih suka memperhatikan sekitarnya dengan pandangan curiga. Status Internus 1. keterangan yang diberikan pasien dapat dipercaya. Uji Daya Nilai Baik. 6. IV. Penilaian Realita Terganggu. J. Pasien memiliki halusinasi auditorik berupa suara-suara yang tidak diketahui asalnya I. Pasien dapat bertingkah laku baik selama perawatan. 3. Daya Nilai 1. 3. 7. E melintas di depan pasien. H.10 G. 8.6 : 120/90 mmHg : 80x/menit . 5. Keadaan Umum Kesadaran Keadaan Gizi Berat Badan Tinggi Badan BMI Tekanan Darah Nadi : Baik : Compos Mentis : Baik : 76 kg : 169 cm : 26. Tilikan : Derajat 3 Pasien menyadari dirinya sakit. Pengendalian Impuls Pasien dapat mengikuti proses wawancara dengan baik. 4. pada faktor eksternal atau pada faktor organic. Taraf Dapat Dipercaya Secara umum. Daya Nilai Sosial Cukup baik. tetapi melemparkan kesalahan pada orang lain. 2.dan tidak mengganggu teman yang lainnya. pasien akan mengembalikan dompet yang berisi uang dan KTP kepada pemiliknya jika menemukannya di jalan. terutama saat melihat Tn. 2. PEMERIKSAAN FISIK A.

PEMERIKSAAN PENUNJANG Tidak dilakukan pemeriksaan darah maupun pemeriksaan penunjang lain. Ciri kepribadian pasien adalah schizoid. Ekstremitas 18.. THT 13. berusia 27 tahun beragama Islam. Abdomen 17. tremor kedua tangan(-) 10. Status Neurologik 1. Kulit B. perfusi baik. Gigi dan mulut 14. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA Pemeriksaan dilakukan pada Tn. Pasien dibawa ke Paviliun Amino pada 14 Maret 2012. Thorax 16. Mata 12.MS. Leher 15. Pernapasan : 23x/min : 37 oC : dalam batas normal : dalam batas normal : Higiene oral kurang : tidak ditemukan pembesaran KGB : cor-pulmo dalam bats normal : dalam batas normal : Akral hangat. Sebelumnya pasien pernah dirawat di Paviliun Amino pada bulan Juni 2011 dan bulan Januari 2012 karena pasien gelisah. mengamuk dan mengaku mendengar suara-auara yang memrintahnya. Pendidikan terakir pasien SMA dan sekarang bekerja sebagai Paspampres di Bogor. 2. VI. edema -/-. isokor : Gaya berjalan dan postur normal Tremor (-) Gangguan keseimbangan (-) Rigiditas ekstremitas (-) Gangguan koordinasi (-) V.11 9. Suhu 11. Saat ini pasien dibawa ke Paviliun Amino karena pasien . Pupil Gejala Ekstrapiramidal : dalam batas normal : bulat. berasal dari Medan.

daya ingat dan konsentrasi pasien baik. namun RTA pasien terganggu dengan tilikan derajat 3. waham bizarre. Pasien kooperatif dalam menjawab pertanyaan yang diberikan. waham rujuk. Aksis I Pada pasien ditemukan adanya pola perilaku. pasien dapat dinyatakan mengalami gangguan kejiwaan. FORMULASI DIAGNOSTIK Berdasarkan pemeriksaan. Pasien terlihat gelisah dan pasien mengaku mencekik istri pasien karena ada suara-suara yang menyuruhnya untuk melakukan perbuatan itu. alam pikiran dan perasaan yang secara bermakna dan menimbulkan suatu penderitaan (distress) dan . perawatan diri dan higiene baik. pasien tampak sesuai usia. Pasien juga merasa bahwa dokter dan pasien lain bisa membaca pikiran pasien. pasien mengaku masih mendengar suara-suara yang menyuruhnya. 1. Pasien dapat membaca dan menulis. Selama di Rumah Sakit. Pasien merasa sudah lebih tenang setelah perawatan di Rumah Sakit. yaitu halusinasi auditorik dan halusinasi visual. isi pikir terdapat waham kejar. Pasien mengatakan ingin segera pulang untuk dapat berkumpul dengan istri dan anaknya. fungsi kognitif pasien baik. Proses piker pasien koheren. pada pasien ditemukan riwayat gejala dan perilaku yang bermakna menimbulkan penderitaan maupun hendaya dalam kehidupan sehari-hari.warna di sekitarnya. 1 minggu sebelum masuk rumah sakit. Saat dilakukan wawancara. Terdapat gangguan persepsi. penampilan cukup rapi. Pasien merasa dirinya dimasuki oleh sesuatu dan merasa dikendalikan. Orintasi. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan adanya kelainan. Pasien juga mengatakan melihat warna. Pasien juga mengatakan bahwa ada yang mengejar dan mencoba untuk membunuh pasien.12 tidak bisa tidur sejak 3 hari sebelum masuk Rumah Sakit. Secara umum. VII. Pasien juga memiliki kemampuan visuospasial yang baik. Oleh karena itu. thought insertion dan ide kendali. pasien sudah berhenti meminum obat dengan alasan obat sudah habis. Kesadaran pasien compos mentis.

0). Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pasien. thought insertion dan ide kendali yang telah berlangsung lebih dari satu bulan. sehingga psien di diagnosis Skizofrenia Paranoid Berkelanjutan (F20. . dinilai dari masa kecil. pasien sudah tidak mengkonsumsi alkohol lagi. Keterangan ini mumbuat diagnosis gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat psikoaktif (F10-F19) dapat disingkirkan. Pada anamnesis. Hal ini sudah berlangsung sejak pasien berkeluarga. Namun berdasarkan pemeriksaan.13 hendaya (disability) dalam pekerjaan dan kehidupan social pasien. Maka dari itu. Saat ini. Sehingga pasien didiagnostik Skizofrenia Paranoid (F20. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pasien menderita gangguan jiwa. cara bersosialisasi di lingkungan rumah maupun lingkungan pekerjaan. waham bizarre. waham rujuk. pasien cenderung mengalami kepribadian dependen (F60. Pasien menunjukkan adanya waham kejar. tidak ditemukan adanya riwayat cedera / trauma kepala. Pasien mengalami keluhan yang sama sejak pertama kali sakit. Keadaan-keadaan tersebut memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia (F20) Pasien merasakan adanya suara halusinasi yang memberi perintah dan pasien juga merasa dikejar-kejar oleh orang yang akan membunuhnya. Aksis II Tidak ditemukan adanya gangguan kepribadian dan retardasi mental. diagnosis gangguan mental organik (F00-F09) dapat disingkirkan. Pada anamnesis. Gejala ini disertai perubahan beberapa aspek perilaku pasien yang saat ini cendurung lebih berdiam diri. tidak pula didapatkan riwayat penggunaan zat psikoaktif. tidak ditemukan adanya tanda-tanda gangguan mental organik (F0) maupun kejadian yang dapat menjadi pencetusnya. Pada pemeriksaan fisik dan neurologis juga tidak ditemukan keadaan yang dapat menunjukkan gangguan fungsi otak. dan pasien saat ini tidak bekerja lagi (tidak mengikuti kegiatan karena sakit).00). 2. Namun pasien pernah minum alkohol dan hingga saat ini pasien adalah seorang perokok aktif.7).

Organobiologik :          Tidak ada masalah 2. 5. Aksis IV Pada pasien ini ditemukan adanya masalah dalam kepatuhan minum obat. VIII. disabilitas ringan dalam fungsi. GAF HLPY 80 IX. 4. disabilitas ringan dalam sosial dan pekerjaan). DAFTAR MASALAH 1. Psikologik : Halusinasi auditorik (+) Halusinasi Visual (+) Waham kejar Waham bizarre Waham rujuk Thought insertion Ide kendali Tilikan derajat 3. EVALUASI MULTIAKSUAL  Axis I  Axis II  Axis III  Axis IV  Axis V : Skizofrenia paranoid berkelanjutan (F20.00) : Ciri kepribadian dependen : Tidak ada kelainan diagnosis : Masalah non-compliance dalam kepatuhan minum obat : GAF current 70. Skala GAF tertinggi dalam satu tahun terakhir (the highest level past year / HLPY) adalah 80 (gejala sementara dan dapat diatasi. Aksis V Berdasarkan skala Global Assesment of Functioning (GAF).14 3. secara umum masih baik). saat dilakukan pemeriksaan (current) didapatkan nilai 70 (beberapa gejala ringan dan menetap. . Aksis III Tidak ditemukan kelainan.

Lingkungan pekerjaan : pasien menyukai pekerjaanya dan memiliki teman di lingkungan pekerjaan.  Psikoterapi suportif untuk memotivasi dan menyediakan dukungan bagi pasien selama masa pengobatan  Memberikan edukasi mengenai bahaya merokok dan dampak buruknya bagi kesehatan. Terhadap Keluarga:  Memberikan penjelasan yang bersifat komunikatif. edukatif dan informatif tentang keadaan pasien sehingga keluarga dapat mengerti . dampaknya pada kehidupan pasien.15 3. penatalaksanaan dan prognosisnya.  Memberikan edukasi pada pasien mengenai pentingnya minum obat secara rutin. Ekonomi: pasien memiliki pinjaman uang di Bank X. efek samping obat yang dapat timbul serta durasi pengobatan yang memerlukan waktu cukup lama. Lingkungan dan Sosioekonomi:    Lingkungan rumah: pasien kurang bersosialisasi dengan masyarakat di lingkungan rumahnya. TERAPI / PENATALAKSANAAN Rencana Terapi   Rawat di bangsal Paviliun Amino RSPAD Psikofarmaka : -Risperidone 2 x 3 mg -Clozapine 1 x 50 mg  Psikoterapi Terhadap pasien :  Memberikan informasi dan edukasi mengenai gangguan yang dialami pasien.

thought insertion dan ide kendali yang telah berlangsung lebih dari satu bulan. Indikasi rawat inap di bangsal Paviliun Amino adalah adanya ancaman pasien untuk membunuh istrinya. Maka dari itu. . Pada anamnesis.00). sehingga psien di diagnosis Skizofrenia Paranoid Berkelanjutan (F20. maka diagnosis pasien ini adalah Skizofrenia paranoid berkelanjutan. XI. DISKUSI Sesuai dengan kriteria diagnostik pada Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia III. Saat ini. Sehingga pasien didiagnostik Skizofrenia Paranoid (F20. Pasien menunjukkan adanya waham kejar. Keadaan-keadaan tersebut memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia (F20). dan pasien saat ini tidak bekerja lagi (tidak mengikuti kegiatan karena sakit).16 keadaan pasien. Selain itu pasien membutuhkan psikoterapi dan psikofarmaka yang diddapatkan pasien secara intensif apabila dirawat inap. Gejala ini disertai perubahan beberapa aspek perilaku pasien yang saat ini cendurung lebih berdiam diri. Hal ini sudah berlangsung sejak pasien berkeluarga.0). tidak ditemukan adanya riwayat cedera / trauma kepala. waham rujuk. menerima dan mendukung pasien serta mengurangi harapan keluarga yang berlebihan. Pasien merasakan adanya suara halusinasi yang memberi perintah dan pasien juga merasa dikejar-kejar oleh orang yang akan membunuhnya. pasien sudah tidak mengkonsumsi alkohol lagi. tidak pula didapatkan riwayat penggunaan zat psikoaktif. Keterangan ini mumbuat diagnosis gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat psikoaktif (F10-F19) dapat disingkirkan. Pada anamnesis. Namun pasien pernah minum alkohol dan hingga saat ini pasien adalah seorang perokok aktif. waham bizarre. Pasien mengalami keluhan yang sama sejak pertama kali sakit. diagnosis gangguan mental organik (F00-F09) dapat disingkirkan.

Merupakan derivate dari benzisoksazol yang mempunyai afinitas yang tinggi terhadap reseptor serotonin (5HT2) dan aktivitas terhadap reseptor dopamine (D2). penambahan berat badan. gangguan pola pikir. kecurigaan dan rasa permusuhan) dan atau dengan gejala-gejala negatif yang terlihat nyata (seperti. muntah. sulit berbicara) dan juga mengurangi gejala afektif (seperti. menarik diri dari lingkungan sosial dan emosional. agitasi. perasaan bersalah dan cemas) yang berhubungan dengan skizofrenia. Ciri clozapine yang membedakannya dari antipsikotik standar adalah tidak adanya efek merugikan ekstrapiramidal. mual. efek . Dan di berikan juga Clozapine yang termasuk dalam obat anti-psikosis Atipikal (Atypical Anti Psychotics). halusinasi. dengan gejala-gejala tambahan (seperti. karena inhibisi vagal. berbagai gejala Gastro Intestinal (paling sering adalah konstipasi). Clozapine merupakan obat lini ke dua bagi pasien yang tidak berespon terhadap obat lain. depresi. Suatu antagonis lemah terhadap reseptor D2 tapi tampaknya merupakan antagonis yang kuat terhadap reseptor D4 dan mempunyai aktivitas antagonistic pada reseptor seretonergik. Efek samping ekstrpiramidal umumnya lebih ringan disbanding atipsikosis tipikal. kelemahan. blunted affect. Secara umum. Merupakan derivat dari dibenzodiazepine. Efek Kardiovaskular berupa takikardia. delusi. Termasuk dalam obat anti-psikosis Atipikal (Atypical Anti Psychotics). Indikasi pemberiannya adalah terapi pada skizofrenia akut dan kronik serta pada kondisi psikosis yang lain. Clozapine dapat menyebabkan agranulositosis. risperidon dapat ditoleransi dengan baik. somnolen. Efek samping yang dilaporkan adalah insomnia. Risperione tidak memiliki afinitas terhadap reseptor kolinergik. peningkatan berat badan. Efek Sedasi. tidak mempengaruhi sekresi prolaktin dan tidak menyebabkan galaktorea.17 Terapi psikofarmaka yang diberikan adalah Risperidon. Hipotensi dapat menyebabkan sinkop.

Satu mg clozapin ekuivalendengan kira-kira 1. dan demam. PROGNOSIS Quo ad vitam : dubia ad bonam . prognosis. Prognosis pasien ini secara ad vitam adalah dubia ad bonam . Selain itudiberi motivasi kepada pasien untuk meminum obat secara teratur dan mengenai pentingnya minum obat secara teratur. Obat ini dapat diekskresikan dalam air susu. kekambuhan untuk memperbaiki tilikan pasien.18 antikolinergik. Keluarga juga diedukasi mengenai keadaan pasien. faktor penyebab. Obat-obatan tersebut adalahcarbamazepine. biasanya dua atau tiga kali sehari. sulfonamide dan captopril. Dosis selanjutnya dapatdinaikkan bertahap (25 mg sehari tiap dua atau tiga hari) sampai 300 mg sehari dalam dosisterbagi. Clozapine tidak boleh digunakan dengan salah satu obat lain yang disertai dengan perkembangan agranulositosis atau supresi sumsum tulang.5 mg dua kali sehari. Clozapine tersedia dalam bentuk tablet 25 dan 100 mg. XII.5 sampai 2 mg chlorpromazine. Dosis awal biasanya 25 mg. sehingga tidak boleh digunakan oleh ibu yang menyusui. Secara ad fungtionam adalah dubia ad bonam karena berdasarkan beberapa studi hanya 10-20% penderita skizofrenia yang dapat sembuh dan menjalankan aktifitas sehari-hari. Secara ad sanationam adalah dubia ad bonam karena skizofrenia yang dirawwat memiliki risiko untuk kekambuihan. Pasien juga diberikan edukasi dan informasi tentang penyakit yang diderita pasien. Dosis awal konservatif adalah 12. gejal-gejala. cara pengobatan. sehingga dapat mendukung dan membantu pasien ke arah kesembuhan. propylthiouracil. satu atau duakali sehari. dampak.

rokok tersebut didapatkan dari rekan kantor yang berkunjung). pasien merokok setiap habis makan.19 Quo ad fungtionam : dubia ad bonam Quo ad sanationam : dubia ad bonam Hal-hal yang meringankan prognosis:         Kondisi fisik pasien yang baik. Keluarga dan rekan dari kantor yang selalu mendukung kesembuhan pasien. Penurunan gejala selama perawatan. Tidak terdapat gangguan jiwa dalam keluarga. . Riwayat respon terapi yang cukup baik. Hal-hal yang memberatkan prognosis: Penyakit sudah berlangsung cukup lama Stressor dari faktor psiko-sosio-ekonomi. Merokok hampir satu bungkus setiap harinya (selama perawatan di bangsal.

IV: Masalah Pasien ekonomi mengatakan banyak yang Axis V: GAF current 70 dipikirkan. Axis III: Tidak ada Pasien merasa takut bila kelainan diagnosis tidur. Dunia gelap pasien adalah melihat dimana warna2. karena takut akan Axis dibunuh. TINDAK LANJUT (FOLLOW UP) Tanggal Pemeriksaaan Diagnosis / Perkembangan Pasien 14 Maret 2012 S: Pasien tidak bisa tidur Axis sejak 3 hari yang lalu I: Skizofrenia Risperidone 2 x 2 mg Chlorpromazine 1 x 100 mg Terapi paranoid berkelanjutan II: Ciri RPS: Pasien tidak bisa Axis tidur sejak 3hari sebelum kepribadian dependen masuk rumah sakit.20 XIII. pasien diam dan tampak takut. Pasien bilang ada yang melarangnya berbicara. mendengar suara untuk Pasien laki2 . pasien memikirkan dunia gelap dan dunia terang. Setiap bertanya tentang penyebab pasien tidak bisa tidur. dan dunia terang adalah siang pemeriksa hari.

Insight o 1. Waham bizzare (+) Persepsi : Halusinasi auditorik (+). Axis III: Tidak ada Pasien merasa takut mau kelainan diagnosis dibunuh. Pasien mengatakan kepribadian dependent masih banyak pikiran. tampak melamun. I: Skizofrenia Risperidone 2 x 2 mg Chlorpromazine 1 x 100 mg 15 Maret 2012 S: Pasien sedang makan Axis snack pagi. suara laki2.. kontrol teratur O : Penampilan Laki-laki sesuai dengan usia. Psikomotor tenang Mood / afek : tumpul Proses Koheren. Ket: Rawatan ketiga. tidak jelas membicarakan apa RTA Tergamggu. mengatakan Pasien Axis bahwa IV: Masalah ia ekonomi sebenarnya sudah mati dan Axis V: GAF current 70 hidup lagi untuk menjadi .21 bicara. tapi tidak tau apa yang dibicarakannya. banyak. / isi pikir : Waham kejar (+). Pasien mulai paranoid berkelanjutan tidur jam 12 malam hingga Axis II: Ciri pagi. perawatan diri cukup Sikap: kooperatif.

Axis pasien mengatakan merasa paranoid berkelanjutan pasien lainmenyuruhnya Axis II: Ciri . Psikomotor tenang Pembicaraan : Kurang spontan. O: Penampilan : laki-laki sesuai dengan usianya. kadang tampak bingung Sikap kooperatif.22 mata2 Allah. terkadang asosiasi longgar. artikkulasi jelas Mood terbatas Proses/ isi pikir : Koheren. Pasien mencekik istrinya karena merasa istrinya mau meninggalkannya. volume cukup. afek waham bizzare (+) RTA Terganggu o insight 3 I: Skizofrenia Risperidone 2 x 2 mg Chlopromazine 1 x 100 mg 16 Maret 2012 S: Pasien sedang duduk2. Pasien merasa dunia ini gelap sehingga dia diutus untuk menjadi putih. Pasien ada niat bunuh diri di rumah karena banyak pikiran. Waham kejar (+) Persepsi auditorik : Halusinasi dan visual : disforik.

Sikap kooperatifpsikomotor tenang Pembicaraan spontan. merasa bahwa kelainan diagnosis IV: Masalah menjadikannya Axis Pasien ekonomi menganggap dia. Axis III: Pasien Allah mata2. perawatan diri cukup. sesuai usia. Ketika pemeriksaan. tatapan mata pasien curiga pada pasien lain. waham Pasien paranoid berkelanjutan . O: Laki-laki. volume cukup. istri dan Axis V: GAF current 70 anaknya berada dalam dunia putih.23 makan daging. waham Bizzare rujukan (+) Persepsi : halusinasi visual dan auditorik (+) RTA Terganggu. insight o3 17 Maret 2012 S: Pasien sedang berbicara Axis dengan . I: Skizofrenia Risperidone 2 x 2 mg Chlopromazine 1 x (+). Pasien merasa dia adalah Allah. Mood / afek tumpul Proses isipikir : koheren / waham kejar (+). artikulasi jelas. Pasien kepribadian dependent Tidak ada merasa dia tidak berdosa.

waham kejar (+). pasien tiba2 gelisah. / tenang Spontan. Ketika wawancara. Proses / isi pikir: Koheren. Mood / afek tumpul. pasien berniat Pasien dibunuh. tidur tidak Axis II: Ciri 100 mg karena Paisen lain jahat merasa ada banyak kepribadian dependent merasa Axis III: Tidak ada yang kelainan diagnosis IV: Masalah padanya. 20 Maret 2012 S: Pasien sedang duduk. waham rujukan bizzare (+) Persepsi: Halusinasi (+). volume cukup.00 WIB.00 pagi. Axis II: Ciri bangun jam 03. O: Laki2 sesuai dengan usia.24 mengatakan tenang pikiran. Axis takut ekonomi Pasien Axis V: GAF current 70 mengatakan bahwa orang2 bisa membaca pikirannya. Kooperatif. Axis I: Skizofrenia Risperidone 2 x 2 mg Chlopromazine 1 x 100 mg Pasien mengatakan mulai paranoid berkelanjutan tidur jam 20. artikulasi jelas. perawatan diri cukup. kepribadian dependent Pasien tidak bisa tidur lagi Axis III: Tidak ada . waham auditorik menurun Halusinasi visual menurun RTA terganggu insight o3.

volume cukup. Thought of Withdrawal (+). Persepsi : Halusinasi auditorik (+). artikulasi jelas. warna pasien melihat pada sesuai usia. Psikomotor : tenang. bila tidak nyaman dengan pertanyaan. perawatan diri cukup. waham kejar (+). pasien akan melihat ke tempat lain. Pasien Axis IV: Masalah mengatakan akan dibunuh ekonomi pasien lain. waham Kosong.25 karena pasien memikirkan kelainan diagnosis banyak hal. halusinasi visual (+) RTA Terganggu.. sesuai pertanyaan. Mood: Terbatas. Pembicaraan spontan. Pasien merasa Axis V: GAF current 70 pasien mengambil Pasien kuning tersebut O: Penampilan: Laki2 lain mau pikirannya. waham bizzzare (+). Proses/isi pikir: Koheren. Afek: rujukan (+). Insight o 3 . Sikap kooperatif.

thought withdrawal (+) Persepsi: halusinasi visual dan auditorik (+) RTA: terganggu Insight: derajat 3 . Pasien paranoid berkelanjutan mengatakan sudah bisa Axis II: Ciri tidur sejak pukul 19. waham rujukan (+).26 21 Maret 2012 S: pasien sedang duduk. Axis I: Skizofrenia Risperidone 2 x 3 mg Chlopromazine 1 x 100 mg tampak melamun. perawatan diri cukup Sikap: kooperatif Psikomotor: tenang Pembicaraan: volume cukup Mood: kosong Afek: cukup Proses/isi pikir: spontan. koheren/waham kejar (+).00 kepribadian dependent WIB sampai pagi hari. O: Ststus mental Penampilan : laki-laki sesuai usia.asih melihat warna ekonomi kuning dan warna merah. Axis Pasien . waham bizzare (+). Axis V: GAF current 70 Paien menyangkal adanya suara-suara. Axis III: Pasien masih Tidak ada merasa kelainan diagnosis IV: Masalah curiga dengan pasien lain.

waham rujukan (+) menurun. perawatan diri cukup Pembicaraan sesuai pertanyaan Sikap: kooperatif Psikomotor: tenang Mood: eutim Afek: tidak terbatas Proses/isi pikir: koheren/ waham waham kejar menurun. bizzare menurun.00 WIB kepribadian dependent sampai pagi hari. Axis IV: Masalah Pasien juga bisa membaca ekonomi pikiran orang lain. paranoid berkelanjutan Pasien mengatakan bisa Axis II: Ciri tidur dari jam 19. Kemudian pasien merasa pantas dirawat untuk menghilangkan pikirannya. O: status mental Penampilan :Laki-laki sesuai usia. thought of insertion menurun . Pasien Axis III: Tidak ada masih merasa orang bisa kelainan diagnosis membaca pikirannya.27 22 Maret 2012 S: pasien sedang tidur Axis I: Skizofrenia Risperidone 2 x 3 mg Chlopromazine 1 x 100 mg tiduran di tempat tidur. (+) spontan. Pasien Axis V: GAF current 70 merasa tidak pantas dirawat karena tidak sakit.

Pasien bisa tidur ekonomi pukul 20. Pasien merasa pasien lain masih dapat pikirannya. tapi pasien bisa tidur kembali. merasa membaca Pasien juga dapat dokter membaca pikiran pasien. pertanyaan. perawatan diri cukup Pembicaraan sesuai vpolume cukup Sikap: kooperatif Psikomotor: tenang Mood: eutim Afek: terbatas spontan. O: status mental Penampilan: Laki-laki sesuai usia. paranoid berkelanjutan senang Axis II: Ciri karena pasien dikunjungi kepribadian dependent oleh anak dan istri. .00 WIB pagi hari.28 RTA: terganggu Insight: derajat tiga 26 Maret 2012 S: Pasien sedang Axis I: Skizofrenia Risperidone 2 x 3 mg Chlopromazine 1 x 100 mg enggendong Pasien tampak anaknya. Pasien Axis III: meminta pasien pulang sudah Tidak ada karena kelainan diagnosis merasa Axis IV: Masalah baikan.00 WIB Axis V: GAF current 70 terbangun jam 01.

kepribadian skizoid Pasien tidak tidur dari jam Axis III: Tidak ada 02.29 Proses/isi pikir: koheren/ waham waham kejar menurun. Axis V: GAF current 70 Pasien sudah tidak curiga lagi dengan pasien lain. Pasien mengakui suarasuara tidak ada lagi. Pasien tidur di Axis IV: Masalah teras ruang rawat laki-laki. ekonomi Pasien ingin pulang. sesuai pertanyaan. (+) bizzare menurun. Pasien merasa Axis saat ini sudah enakan. perawatan diri cukup. pakai baju kaos coreng dan celana pendek. O: status mental Penampilan :Laki-laki sesuai usia. waham rujukan (+) menurun. Pembicaraan spontan. artikulasi jelas Sikap: kooperatif . thought of insertion menurun RTA: terganggu Insight: derajat tiga 27 Maret 2012 S: pasien sedang merokok Axis dan mengobrol I: Skizofrenia Risperidone 2 x 3 mg Chlorpromazine 1 x 100 mg dengan paranoid berkelanjutan II: Ciri pasien lain. volume cukup.00 WIB dini harikarena kelainan diagnosis terbangun.

Axis V: GAF current 70 Pasien mengatakan tidak bisa makan dengan bisaa. Proses/isi pikir: koheren/ waham waham kejar menurun. preokupasi ingin pulang. perawatan diri cukup. (+) rujukan menurun. Sikap: kooperatif Psikomotor: tenang Pembicaraan volume cukup Mood: eutim : sponton.30 Psikomotor: episode (-) Mood: eutim Afek: cukup tenang.kelainan diagnosis suara menyuruh suara-suara Axis pasien IV: Masalah untuk ekonomi kabur dari rumah sakit. . O: Penampilan :Laki-laki sesuai usia. RTA: terganggu Insight: derajat tiga 28 Maret 2012 S: pasien sedang Axis I: Skizofrenia Risperidone 2 x 3 mg Chlopromazine 1 x 100 mg mengobrol dengan koass paranoid berkelanjutan mengatakan tidak bisa Axis II: Ciri tidur jam 02.00 WIB dini kepribadian skizoid hari karena mendengar Axis III: Tidak ada bisikan-bisikan dan suara.

00 WIB Axis II: Ciri sampai sudah masih pagi. Axis I: Skizofrenia Risperidone 2 x 3 mg Chlopromazine 1 x 100 mg Pasien mengatakan tidur paranoid berkelanjutan dari jam 19. perawatan diri cukup. curiga Perasaan kepribadian skizoid Pasien Axis III: Tidak ada dengan kelainan diagnosis IV: Masalah pasien EKI yang akan Axis membaca pikirannya dan ekonomi berniat mengadu domba. dan warna- . Sikap: kooperatif Psikomotor: tenang Pembicaraan volume cukup Mood: eutim Afek: cukup Proses/isi pikir: koheren/ waham curiga (+).31 Afek: cukup RTA: terganggu Insight: derajat tiga 29 Maret 2012 S: pasien sedang merokok. Pasien menyangkal adanya suara-suara warna. O: Penampilan :Laki-laki sesuai usia. tenang. waham rujukan (+) Persepsi disangkal : halusinasi : sponton. Axis V: GAF current 70 Pasien ingin pulang.

Pasien ekonomi meminta cuti. Sikap: kooperatif Psikomotor: tenang Pembicaraan volume cukup Mood: eutim Afek: cukup Proses/isi pikir: koheren/ waham curiga menurun Persepsi disangkal RTA: terganggu Insight: derajat tiga 02 April 2012 S: pasien kembali lagi ke Axis I: Skizofrenia : halusinasi : sponton. Tidak ada Pasien kelainan diagnosis IV: Masalah sudah tidak curiga lagi Axis dengan pasien lain. diinjeksi Axis V: GAF current 70 sesuai usia. pulang. Sebelum pasien sikzonoat Risperidone 2 x 3 mg Chlopromazine 1 x 100 mg bangsal perawatan setealah paranoid berkelanjutan cuti hari jumat (30 maret Axis II: Ciri .00 WIB kepribadian skizoid sampai pagi. O: status mental Penampilan :Laki-laki Ket: Pasien diizinkan cuti satu minggu. perawatan diri cukup. Pasien sudah Axis III: merasa tenang.32 RTA: terganggu Insight: derajat tiga 30 Maret 2012 S: pasien sedang tidur Axis I: Skizofrenia Risperidone 2 x 3 mg Chlopromazine 1 x 100 mg ketika pemeriksa dateng. paranoid berkelanjutan Pasien mengatakan dapat Axis II: Ciri tidur dari jam 19.

Pasien mengatakan kepribadian skizoid bahwa beberapa orang Axis III: Tidak ada seperti pak Eki dan dokter. perawatan diri cukup.33 2012). Sikap: kooperatif Psikomotor: tenang Pembicaraan volume cukup Mood: eutim Afek: cukup Proses/isi pikir: koheren/ waham curiga Persepsi : halusinasi (-) RTA: terganggu Insight: derajat tiga : sponton. .kelainan diagnosis dokter di sini dapat Axis IV: Masalah membaca pikirannya. O: status mental Kesadaran: compos mentis Penampilan :Laki-laki ekonomi Axis V: GAF current 70 sesuai usia.