Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN PENDAHULUAN

A. KONSEP KELUARGA 1 DEFINISI Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan (Depkes.RI) Keluarga adalah anggota rumah tangga yang saling berhubungan melalui pertautan darah adaptasi atau perkawinan (WHO.1969) Keluarga adalah sekelompok manusia yang tinggal dalam suatu rumah tangga dalam kedekatan yang konsisten dan hubungan yang erat (Helvie.1981) B. BENTUK-BENTUK KELUARGA 1 Keluarga Inti (Nuclear Family) adalah Keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak. 2 Keluarga Besar (Extended Family) adalah Keluarga inti ditambah dengan sanak saudara, misalnya nenek, kakek, keponakan, saudara sepupu, paman, bibi dsb. 3 Keluarga Berantai (Serial Family) adalah Keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga inti.

4

Keluarga Duda/Janda (Single Family) adalah Keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian.

5

Keluarga Berkomposisi (Composite) adalah Keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup secara bersama.

6

Keluarga Mobitas (Cahabitation) adalah Dua orang yang menjadi satu tanpa pernikahan tetapi membentuk satu keluarga.

C. FUNGSI KELUARGA 1 ; ; ; ; 2 ; ; ; ; 3 Fungsi biologis Untuk meneruskan keturunan Memelihara dan membesarkan anak Memenuhi kebutuhan gizi keluarga Memelihara dan merawat anggota keluaraga Fungsi psikologis Memberikan kasih sayang dan rasa aman Memberikan perhatian diantara anggota keluarga Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga Memberikan identitas keluarga Fungsi sosialisasi

; ;

Membina sosoialisasi pada anak Membina norma-norma tingkah laku sesuai dengan tingkat perkembangan anak

; 4 ;

Meneruskan nilai-nilai keluarga Fungsi ekonomi Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga

;

Pengaturan dan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga

;

Menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa yang akan datang misalnya pendidikan anak,jaminan hari tua

5 ;

Fungsi pendidikan Menyekolahkan anak-anak memberikan pengetahuan,ketrampilan dan membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki ; Mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi perannya sebagai orang dewasa ; Mendidik anak sesuai dengan tingkat-tingkat perkembangan Menurut Friedman (1998)

menghargai.terikat dan berhubungan b c Mengenal identitas individu Rasa aman Fungsi sosialisasi peran a Proses perubahan dan perkembangan individu untuk menghasilkan interaksi sosial dan belajar berperan b c Fungsi dan peran di masyarakat Sasaran untuk kontak sosial di dalam atau di luar rumah Fungsi reproduksi Menjamin kelangsungan keluarga generasi dan kelangsungan hidup masyarakat 2 3 4 a b Fungsi ekonomi Memenuhi kebutuhan tiap anggota keluarga Menambah penghasilan keluarga sampai dengan pengalokasian dana c Fungsi perawatan kesehatan .1 a Fungsi offective Menciptakan lingkungan yang menyenangakan dan sehat secara mental saling mengasuh.

3 Tahap menghadapi bayi dalam hal ini keluarga mengasuh.Krena tidak mengetahui mana yang kotor mana yang bersih. TAHAP-TAHAP KEHIDUPAN KELUARGA Menurut Duvail adalah sebagai berikut : 1 Tahap pembentukan keluaraga.untuk mempersiapkan .dalam tahap ini tugas keluarganya adalah bagaimana mendidik anak.norma social. 5 Tahap menghadapi anak sekolah.melahirkan anak merupakan kebanggaan bagi keluarga yang merupakan saat-saat yang sangat dinantikan.mengajari anak.tahap ini dimulai dari pernikahan yang dilanjutkan dalam membentuk keluaraga.dalam fase ini anak sangat sensitif terhadap pengaruh lingkungan dan tugas keluarga adalah mulai menanamkan norma-norma kehidupan.tugas keluarga yang utama untuk mendapatkan keturunan sebagai generasi penerus. 4 Tahap menghadapi anak prasekolah.norma agama.sudah mulai bergaul dengan teman sebaya.dan kondisinya masih sangat lemah. 2 Tahap menjelang kelahiran anak.d Konsep sehat sakit keluarga D.tetapi sangat rawan dalam masalah kesehatannya.karena pada tahap ini bayi kehidupannya sangat tergantung kepada kedua orangtuanya.mendidik dan memberikan kasih sayang kepada anak.pada tahap ini anak sudah mengenal kehidupan sosialnya.

oleh karena itu suri tauladan dari kedua orangtua sangat diperlukan. 9 Tahap masa tua. D PRINSIP-PRINSIP PERAWATAN KELUARGA Ada beberapa prinsip penting yang perlu diperhatikan dalam memberikan asuhan keperawatan kesehatan keluarga : .setelah melalui tahap remaja dan anak telah dapat menyelesaikan pendidikannya.tahap ini masuk ke lanjut usia.mengontrol tugas-tugas sekolah anak. 7 Tahap melepaskan anak ke masyarakat.masa depannya.Membiasakan anak belajar secara teratur.dan meningkatkan pengetahuan anak.tinggalah suami istri berdua saja. 8 Tahap berdua kembali.maka tahap selanjutnya adalah melepaskan anak ke dalam masyarakat dalam memulai kehidupannya yang seungguhnya dalam tahap ini akan memulai kehidupan berumah tangga.Dalam tahap ini keluarga akan merasa sepi dan bila tidak dapat menerima kenyataan akan dapat menimbulkan depresi dan stress. 6 Tahap menghadapi anak remaja.setelah anak besar dan menempuh kehidupan keluarga sendiri-sendiri.Komunikasi dan saling pengertian antara kedua orangtua dengan anak perlu dipelihara dean dikembangkan.dan kedua orangtua mempersiapkan diri untuk meninggalkan dunia yang fana ini.tahap ini adalah tahap yang paling rawan karena dalam tahap ini anak akan mencari identitas diri dalam bentuk kepribadiannya.

3 Asuhan keperwatan yang diberikan sebagai sarana dalam mencapai peningkatan kesehatan keluarga. 4 Dalam memberikan asuahan keperwatan kesehatan keluarga perawat melibtakan peran aktif selruh keluarga dalam mengatasi masalah kesehatannya. 9 Kegiatan utama dalam memberikan asuhan keperwatan keluarga adalah penyuluhan kesehatan dan perwat dirumah.preventif. 2 Dalam memberikan asuhan keperawatan kesehatan.keluarga sehat sebagai tujuan utama.serta rehabilitative. 8 Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan pemecahan masalah dengan menggunakan proses keperwatan. 5 Lebih mengutamakan tidak kegiatan-kegiatan mengabaikan upaya yang bersifat dan promotif. 7 Sasaran asuhan perawatan kesehatan keluarga adalah keluarga secara keseluruhan. 6 kuratif Dalam memberikan asuhan keperwatan kesehatan keluarga memanfaatkan sumber daya keluarga semaksimal mungkin. .1 Keluarga sebagai unit atau satu kesatuan dalam pelayanan kesehatan.

6 Menentukan atau menyusun skala prioritas masalah kesehatan dan keperawatan keluarga. 3 Menganalisa data keluarga untuk menentukan masalah-masalah kesehatan dan perawatan keluarga. 5 Menentukan sifat dan luasnya masalah dan kesanggupan keluarga untuk melaksanakan tugas keluarga dalam bidang kesehatan. F 1 KEBUTUHAN GIZI PADA BALITA PENGERTIAN . 4 Menggolongkan masalah kesehatan keluarga berdasarkan sifat masalah keluarga. 7 Menyusun rencana asuhan keperawatan kesehatan keluarga sesuai dengan urutan prioritas. Merlaksanakan peningkatan untuk menentukan masalah-masalah kesehatan keluarga.10 E Diutamakan terhadap keluarga yang termasuk resiko tinggi LANGAKAH-LANGKAH DALAM PERWATAN KESEHATAN KELUARGA 1 2 Membina hubungan kerjasama yang baik dalam keluarga.

Adanya perbedaan suhu antara tubuh dan lingkungannya. (Peath. Hal ini karena perkembangan dan fungsi sistem pencernaan dan sistem organ lain dipengaruhi oleh umur. makanan lembek sampai makanan ornag dewasa. 2004) G 1 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI GIZI BALITA Umur Umur menentukan kebutuhan gizi pada balita. Contohnya bayi usia kurang dari 6 bulan belum bias mencerna makanan padat tetapi setelah usia 6 bulan boleh makan makanan tambahan dan bertingkat teksturnya mulai makan lumat. menjaga kesehatan bayi atau mencegah berbagai penyakit.5 – 37. maka tubuh melepaskan sebagian panasnya yang harus diganti denagan hasil . 3 Suhu Lingkungan Suhu tubuh dipertahankan pada 36.Sari makanan yang bermanfaat untuk kesehatan yang sebaik-baiknya yang harus dikonsumsi balita agar tubuh selalu dalam kesehatan yang optimal untuk tumbuh kembang.5°C untuk metabolisme yang optimum. 2 Berat Badan Berat badan yang lebih ataupun kurang dari berat badan rata-rata untuk umur tertentu merupakan factor untuk menentukan jumlah zat makanan yang harus diberikan agar tumbuh kembang berjalan lancar. EF.

lauk pauk tergolong ke dalam zat pembangun sel. Maka lebih besar perbedaan suhu tubuh dan lingkungan berarti lebih besar pula masukkan energy yang diperlukan. ayam. sagu.jagung dll. H 1 MANFAAT GIZI PADA BALITA Gizi penghasil energy Zat gizi penghasil energi sebagian besar dihasilkan oleh makanan pokok seperti padi. oleh karena itu.metabolism tubuh. umbi. susu.kacang-kacangan dan hasil olahanya seperti tahu. 5 Status Kesehatan Pada kondisi sakit asupan energi tidak boleh dilupakan. tempe. 3 Zat gizi pengatur . semakinbanyak aktifitas yang dilakukan sedemikian banyak pula energi yang diperlukan. telur. 4 Aktifitas Setiap aktifitas memerlukan energi. daging. 2 Zat gizi pembangun sel Terutama diperoleh dari protein yang dihasilkan dari ikan. karena dalam kondisi sakit diperlukan nutrisi untuk membantu proses penyembuhan.oncom.

B. gizi berkaitan dengan perkembangan otak. ( Wiboworini. serta mengatur proses kehidupan dalam tubuh.Terdiri dari atas vitamin dan mineral yang diperoleh dari sayuran dan buah – buahan. Bagi bayi 0-4 bulan. pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ. metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan. yaitu untuk menyediakan energy. Tidak ada satu jenis makanan yang mengandung semua zat gizi. absobsi. Oleh karena itu. . ASI adalah satu-satunya makanan tunggal yang penting dalam proses tumbuh kembang dirinya secara wajar dan sehat. Tetapi sekarang kata gizi mempunyai pengertian lebih luas. yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat. membangun dan memelihara jarinagan tubuh. kecuali bayi umur 0-4 bulan yang cukup mengkonsumsi Air Susu Ibu (ASI) saja. kemampuan belajar dan produktifitas fisik. setiap orang perlu mengkonsumsi anekaragam makanan. tumbuh kembang dan produktif. I STATUS GIZI KURANG PADA BALITA 1 Pengertian Status Kurang Gizi Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti. disamping untuk kesehatan. serta menghasilkan energi. 2007 ) Seacara klasik kata gizi hanya dihubungkan dengan kesehatan tubuh. transportasi. penyimpanan.

tempe. roti dan mi. margarin dan santan yang mengandung lemak juga dapat menghasilkan tenaga. Makanan sumber zat tenaga menunjang aktivitas sehari-hari. kentang. Apabila terjadi kekurangan atas kelengkapan salah satu zat gizi tertentu pada satu jenis makanan. . pembangun dan zat pengatur. Makanan sumber zat pembangun yang berasal dari bahan makanan nabati adalah kacang-kacangan. gandum. dalam pelajaran ilmu gizi biasa disebut triguna makanan yaitu. tahu. Makanan yang beraneka ragam yaitu makanan yang mengandung unsur-unsur zat gizi yang diperlukan tubuh baik kualitas maupun kuantintasnya. Sedangkan yang berasal dari hewan adalah telur. daging. jagung. zat pembangun dan zat pengatur. Minyak. ubi kayu. Makanan sumber zat pengatur adalah semua sayur-sayuran dan buah-buahan. ikan. sagu. ubi jalar. Jadi makan makanan yang beraneka ragam akan menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga. Makanan sumber zat tenaga antara lain: beras. Makanan ini mengandung berbagai vitamin dan mineral. ayam. yang berperan untuk melancarkan bekerjanya fungsi organ-organ tubuh. susu serta hasil olahan. akan dilengkapi oleh zat gizi serupa dari makanan yang lain. makanan yang mengandung zat tenaga.Makan makanan yang beranekaragam sangat bermanfaat bagi kesehatan. Zat pembangun berperan sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan seseorang. seperti keju.

( Wiboworini. 2007 ) Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan pengguna zat gizi. . apalagi di negara negara terbelakang dan yang sedang berkembang seperti Indonesia.Matsier. . Asupan makanan yang kurang diantara lain disebabkan oleh : . serta ancaman endemisitas penyakit tertentu. Menjadi penyebab terpenting kedua kekurangan gizi. B. b Tidak tersedianya makanan secara adekuat Anak tidak cukup mendapat gizi seimbang Pola makan yang salah Penyakit. S.dkk. aktivitas berfikir dan semua hal yang berhubungan dengan kehidupan. ( Al. B. 2007 ) Defisiensi gizi terjadi pada anak yang kurang mendapatkan makanan cukup bergizi dalam waktu lama. ( Soejianto. . dimana kesadaran akan kebersihan / personal hygine yang masih kurang. Suatu keadaan tubuh yang mengalami kekurangan satu atua lebih zat –zat gizi essential.Gizi kurang adalah gangguan kesehatan akibat kekurangan atau ketidakseimbangan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan. 2 a Etiologi Jumlah makanan yang di makan kurang. 2004 ) Status gizi adalah keadaan keseimbangan antara asupan (intake) dan kebutuhan (requirement) zat gizi.

Tidak tercukupinya makanan dengan gizi seimbang serta kondisi kesehatan yang kurang baik dengan kebersihan yang buruk mengakibatkan balita atau anak-anak menderita gizi kurang yang dapat bertambah menjadi gizi buruk atau kurang energi kalori. pilek dan diare . 4 Manifestasi Klinis Kekurangan gizi ini secara umum mengakibatkan gangguan diantaranya: a b Pertumbuhan Pertumbuhan anak menjadi terganggu karena protein yang ada digunakan sebagai zat pembakar sehingga otot-otot menjadi lunak dan rambut menjadi rontok c Produksi tenaga Kekurangan energi yang berasal dari makanan mengakibatkan anak kekurangan tenaga untuk bergerak dan melakukan aktivitas. dan merasa lemas d e Pertahanan tubuh Sistem imunitas dan antibodi menurun sehingga anak mudah terserang infeksi seperti batuk. Gizi kurang umumnya terjadi pada balita dengan keadaan lahir BBLR (bayi berat lahir rendah) atau dengan berat lahir kurang dari 2500 gram. Anak menjadi malas. Pada akhirnya anak tersebut akan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan.3 Patofisiologi Gizi kurang biasanya terjadi pada anak balita dibawah usia 5 tahun.

kering. dan kadar kolesterol serum rendah. Sedangkan pada kulit terapat garis-garis kulit yang lebih dalam dan lebar. hiperpigmentasi serta bersisik. jarang dan berubah warna. k l m Pembesaran hati Anemia Kelainan kimia darah Kadar albumin serum rendah. Kekurangan gizi dapat berakibat terganggunya fungsi otak secara permanen seperti perkembangan IQ dan motorik yang terhambat h i Perilaku Anak yang mengalami gizi kurang menunjukkan perilaku yang tidak tenang. sebagai berikut : . halur. j Perubahan rambut dan kulit Rambut kepala mudah dicabut dan tampak kusam. 5 Istilah Dengan Penilaian Status Gizi Pengertian menurut “ buku pedoman penanggulangan kurang energy protein (KEP)” yang disusun oleh proyek perbaikan gizi masyarakat Dinkes Jatim (2001). kadar globulin normal atau sedikit meninggi.f g Struktur dan fungsi otak Kurang gizi pada anak adapt berpengaruh terhadap perkembangan mental. cengeng dan apatis.

KEP sedang adalah jika berat badan menurut umur ( BB / U ) 60% – 70% baku median WHO – NCHS dan atau berat badan menurut tinggi badan (BB / TB ) 70% – 80% baku median WHO – NCHS. Klasifikasi KEP : KEP ringan adalah jika berat badan menurut umur ( BB / U ) 70% – 80% baku median WHO – NCHS dan atau berat badan menurut tinggi badan ( BB / TB ) 80% – 90% baku median WHO-NCHS . . KEP Nyata adalah istilah yang digunakan pengelola program gizi di lapangan meliputi : KEP tingkat sedang dan KEP tingkat berat atau gizi buruk ( jika dilihat pada kartu menuju sehat maka berat badan anak berada di bawah garis merah ). . KEP berat adalah jika berat badan menurut umur ( BB / U ) < 70% baku median WHO – NCHS dan atau berat badan menurut tinggi badan ( BB / TB ) < 70 % baku median WHO –NCHS. sedang.a Kurang energy protein (KEP) adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan rendahnya konsumsi energy dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tidak memenuhi angka kecukupan gizi (AKG). . . . dan berat atau BB / U < 80% baku median WHO –NCHS. KEP Total adalah istilah yamh digunakan pengelola program gizi di lapangan yang meliputi : KEP tingkat rinngan. b .

Wajah bulat dan sembab. Kelainan kulit berupa bercak merah muda yang meluas dan berubah warna menjadi coklat kehitaman dan terkelupas. Wajah seperti orang tua. . . Perubahan status mental. . . Marasmus adalah gejala klinis dari KEP berat atau gizi buruk dengan tanda –tanda sbb : . Kwasiokor adalah gejala klinis dari KEP berat atau gizi buruk dengan tanda –tanda sbb : . Cengeng dan rewel. . Odema umumnya diseluruh tubuh terutama pada punggung kaki. serta mudah rontok. Pandangan mata sayu. apatis dan rewel. . . Tampak sangat kurus. . Rambut tipis.. . Pembesaran hati. mudah dicabut tanpa rasa sakit. kemerahan seperti warna rambut jagung. Otot mengecil ( hipotropi ) terlihat nyata jika diperiksa pada posisi berdiri atau duduk. . .

. Pelacakan KLB gizi adalah kegiatan penulusuran secara langsung ( investigasi ) kasus gizi buruk untuk menentukan penyebab dan ususlan tindakan. Iga gambang. Kejadian luar biasa ( KLB ) gizi buruk adalah ditemukannya satu atau lebih kasus KEP berat atau gizi buruk disuatu desa. dengan BB / U 80% baku median WHO – NCHS dan disertai denga odema yang tidak mencolok. diare. . J Konsep Keperawatan Keluarga . . jaringan lemak subkutis sangat sedikit sampai tidak ada terlihat seperti celana longgar atau baggy pant. Marasmus Kwasiokor adalah gejala klinis dari KEP berat atau gizi buruk dengan tanda –tanda campuran dari beberapa gejala klinis kwasiokor dan marasmus. . Kulit keriput. . BGM (Bawah Garis Merah ) adalah keadaan dimana letak titik berat badan balita dibawah garis merah pada kartu menuju sehat ( KMS ). . Perut cekung. . . Sering disertai penyakit infeks.

apakah keluarga melibatkan emosi atau tidak dalam penyampaian pesan. struktur keluarga. c Struktur keluarga yang terdiri dari: pola komunikasi keluarga: data yang harus dikaji adalah observasi seluruh anggota keluarga dalam berhubungan satu sama lain. komposisi keluarga. stress dan koping keluarga dan fungsi perawatan kesehatan. seberapa balk setiap anggota keluarga menjadi pendengar. karakteristik dan lingkungan sekitar dan komunitas yang lebih besar. a Data dasar keluarga. apakah komunikasi dalam keluarga berfungsi atau tidak. identifikasi religi. jelas dalam penyampaian. perkumpulan dan interaksi keluarga dengan masyarakat. lingkungan keluarga. perasaan terhadap komunikasi dan interaksi. tipe keluarga. status kelas keluarga. latar belakang budaya (etnis). amanat dan nomor telepon. mobilitas geografi keluarga. aktivitas rekreasi dan waktu senggang keluarga. . b Data lingkungan keluarga.1 Pengkajian Pengkajian merupakan data yang perlu dikaji pada proses perawatan keluarga dengan masalah Diabetes Mellitus menurut Friedman (1998) meliputi data dasar keluarga. data yang perlu dikaji antara lain: nama keluarga. data yang perlu dikaji antara lain: karakteristik rumah. serta sistem-sistem pendukung keluarga. fungsi keluarga.

siapa yang memberikan mereka penilaian tentang pertumbuhan.siapa yang mengambil keputusan penting seperti anggaran keluarga.Struktur kekuatan keluarga: yang perlu dekaji antara lain: siapa yang mengambil keputusan dalam keluarga. Sedangkan nilai dan budaya. Jika ada masalah dalam peran siapa yang mempengaruhi anggota keluarga. apakah ada kesesuaian antara nilai-nilai keluarga . pengalaman baru. apabila peran tidak terlaksana tanyakan siapa yang biasanya melaksanakan peran tersebut sebelumnya dan apa pengaruhnya. Bagaimana anggota keluarga melaksanakan perannya. Peran informal: peran informal dan peran yang tidak jelas apa yang ada di dalam keluarga. Struktur peran keluarga: data yang dapat dikaji dalam peran formal adalah peran dan posisi formal setiap anggota keluarga tidak ada konflik dalam peran. mengatur disiplin dan aktivitas anak serta proses dalam pengambilan keputusan dengan concerisus tawar-menawar dan sebagainya. orientasi masa depan. bagaimana perasaan terhadap perannya. . tempat tinggal. pindah kerja. apakah sudah sesuai posisi keluarga dengan peran yang dilaksanakannya. nilai mu keluarga seperti siapa yang berperan dalam mencari nafkah. kegemarankegemaran keluarga. data yang dapat dikaji adalah nilai-nilai yang dominan yang dianut oleh keluarga. kemauan dan penguasaan lingkungan. peran dan tekhnik komunikasi. Jika dibutuhkan dapatkah peran berlaku fleksibel.

. bagaimana pentingnya nilai-nilai terhadap keluarga. apakah ada kedekatan khusus anggota keluarga dengan anggota keluarga yang lain. apakah anggota keluarga mempunyai orang yang dapat dipercayainya saling memperhatikan. bagaimana keluarga menanamkan perasaan kebersamaan dengan anggota keluarga. bagaimana mereka saling mendukung. apakah keluarga menganut nilai-nilai keluarga secara sadar atau tidak. apakah ada konflik nilai yang menonjol dalam keluarga itu sendiri. keterpisahan dan keterikatan. apakah terdapat perasaan akrab dan intim diantara lingkungan hubungan keluarga. bagaimana sensitifnya anggota keluarga dengan melihat tanda-tanda yang berhubungan dengan perasaan dan kebutuhan orang lain. sejauh mana anggota keluarga memberikan perhatian satu sama lain. bagaimana nilai-nilai mempengaruhi kesehatan keluarga. apakah anggota keluarga merasakan keutuhan individu lain dalam keluarga. apakah ada kesesuaian antara nilai-nilai keluarga dan nilai-nilai sub sistem keluarga. atau yang dapat dikaji antara lain: pola kebutuhan keluarga dan respon. apakah orang tua / pasangan mampu menggambarkan kebutuhan persoalan lain dan anggota yang lain. sebaik apa hubungan anggota keluarga dengan anggota yang lain. d Fungsi keluarga terdiri : fungsi afektif.dan komunitas yang lebih luas. apakah sudah sesuai perpisahan yang terjadi di keluarga dengan tahap perkembangan di keluarga.

strategi koping yang digunakan. apakah fungsi tersebut dipikul bersama. otonomi dan ketergantungan. bagaimana keluarga merencanakan jumlah anak. hal yang perlu dikaji meliputi. kemampuan keluarga berespon dalam masalah. metode apa yang digunakan keluarga dalam pengendalian jumlah anak. factor resiko apa yang memungkinkan. data yang perlu dikaji. e Stress dan koping keluarga hal yang perlu dikaji. memberi dan menerima cinta serta latihan perilaku sesuai dengan usia. siapa yang menerima tanggung jawab dan peran membesarkan anak/fungsi anak atau fungsi sosialisasi. data yang perlu dikaji adalah: bagaimana keluarga membesarkan anak dan keluarga dalam area orang: kontrol perilaku.Fungsi sosial. strategi adaptasi difungsional dan pemeriksaan fisik dilakukan secara head to head. bagaimana anak-anak dihargai oleh keluarga kebudayaan yang dianut dalam membesarkan anak. Fungsi reproduksi. bagaimana cara pengaturannya. hukuman. berapa jumlah anak. apakah lingkungan memberikan dukungan dalam perkembangan anak seperti tempat bermain dan istirahat (kamar tidur sendiri). apakah keluarga merupakan resiko tinggi mendapat masalah dalam membesarkan anak. . f Fungsi perawatan kesehatan dalam melaksanakan lima tugas kesehatan keluarga. stressor jangka pendek dan jangka panjang. disiplin. penghargaan.

bagaimana sifat dan perkembangan perawatan yang dibutuhkan. sifat dan luasnya masalah Diabetes MeIlitus. b Kemampuan keluarga mengambil keputusan mengenai tindakan yang tepat untuk mengatasi masalah Diabetes militus. c Untuk mengetahui kemampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan Diabetes Meilisus. apakah keluarga pasrah terhadap masalah. hal yang perlu dikaji adalah pengetahuan keluarga . bagaimana pengetahuan keluarga tentang fasilitas yang diperlukan untuk perawatan. apakah masalah dirasakan keluarga. apakah keluarga mengetahui sumber-sumber yang ada. d Kemampuan keluarga untuk memelihara lingkungan rumah yang sehat. apakah ada informasi yang salah terhadap tindakan dalam menghadapi masalah. data yang perlu dikaji.a Kemampuan keluarga mengenal masalah kesehatan. sikap keluarga terhadap sakit. hal yang perlu dikaji adalah kemampuan keluarga tentang pengertian. data yang perlu dikaji adalah sejauh mana keluarga mengetahui keadaan penyakit. apakah keluarga mempunyai sikap negatif terhadap masalah kesehatan. pengetahuan keluarga tentang masalah kesehatan Reumatik yang meliputi pengertian. faktor penyebab. tanda dan gejala dan persepsi keluarga terhadap masalah. apakah keluarga akut dan akibat tindakan penyakitnya.

contoh: ketidakseimbangan antara makanan dan insulin. sejauh mana kekompakan keluarga. bagaimana sikap atau pandangan keluarga terhadap hygiene sanitasi. keuntungan-keuntungan dan fasilitas kesehatan. 2 Diagnosa Keperawatan Menurut Bailon dan Maglaya (1989) dan modifikasi oleh Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (2000). fasilitas kesehatan yang terjangkau oleh keluarga. . Pada keluarga Bapak D berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan Diabetes Mellitus. bahwa etialogi diagnosa keperawatan ada 3 yaitu: a Aktual (deficit atau gangguan kesehatan). sejauh mana keluarga mengetahui pentingnya hygiene sanitasi. ada pengalaman yang kurang baik terhadap petugas kesehatan. bagaimana keluarga melihat keuntungan atau manfaat pemeliharaan lingkungan. hal yang perlu dikaji adalah sejauh mana keluarga mengetahui keberadaan fasilitas kesehatan. keluarga mengetahui upaya pencegahan penyakit. bila didapatkan data tanda dan gejala gangguan kesehatan. tingkat kepercayaan keluarga terhadap petugas kesehatan atau fasilitas kesehatan. e Kemampuan kelu1irga dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan.tentang sumber-sumber yang dimiliki keluarga.

sudah ada data yang menunjang namun belum terjadi gangguan. Resiko Skor 3 2 Bobot 1 Pembenaran Aktual bobot tinggi karena memerlukan tindakan yang segera. Pada pembuatan diagnosa keluarga ini. Aktual b. Contoh : Resiko peningkatan kadar glukosa dalam darah pada keluarga Bapak berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga dengan Diabetes Mellitus. 3 a Perencanaan Penapisan Masalah Dalam menyusun prioritas masalah keperawatan yang telah teridentifikasi perlu dilakukan penapisan masalah keperawatan dengan menggunakan kriteria sebagai berikut : Kriteria Sifat Masalah a. potensial bobot . misalnya : kebiasaan tidak mengontrol makanan yang banyak mengandung glukosa atau dengan makanan yang berlebihan. c Potensial (keadaan sejahtera atau wellness). etiologi berdasarkan lima fungsi keperawatan keluarga. dimana apabila ditentukan lebih dari satu fungsi kesehatan yang terganggu maka yang menjadi etiologi adalah ketidakmampuan keluarga merawat.b Resiko (ancaman kesehatan). Contoh : potensial terjadi peningkatan kesejahteraan pada ibu hamil atau keluarga. kejadian dimana keluarga dalam keadaan sejahtera sehingga kesehatan keluarga dapat ditingkatkan.

2 Beratnya penyakit. adanya kelompok resiko tinggi atau rawan. Mudah b. Rencana tindakan keperawatan keluarga merupakan sekumpulan rencana tindakan yang direncanakan perawat untuk dilaksanakan. Persepsi keluarga melihat masalah. Jika keluarga menyadari masalah dan merasa perlu ditangani segera skornya tinggi. Tidak dapat diubah sedikit karena perilaku keluarga dalam transisi dari tingkat kesejahteraan tertentu ke tingkat kesejahteraan yang lebih tinggi (Nanda. prognosa penyakit atau kemungkinan untuk mencegah. 3 2 1 Potensi Masalah untuk Dicegah a. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan rencana keperawatan adalah: . Sedang 3 c. Sebagian c. Potensial 1 Kemungkinan masalah dapat diubah a. Ada masalah tetapi tidak perlu ditangani c. Tinggi b. Masalah Berat harus segera ditangani 2 b. sumber daya keluarga. Masalah Tidak dirasakan 1 1 0 .c. b Perencanaan Keperawatan Setelah menyusun prioritas masalah maka pada tahap berikutnya adalah menyusun rencana tindakan keperawatan keluarga. dikutip oleh Carpenito 1998) Pengetahuan dan tekhnologi untuk menangani masalah. Rendah 2 1 Menonjolnya masalah a. 1994). perawat dan masyarakat. lamanya masalah.

d Rencana keperawatan harus dibuat bersama keluarga. Bantu keluarga dan situasi yang ada. Berikut ini adalah tindakan keperawatan yang dilakukan keluarga untuk mengatasi penyebab masalah keperawatan : a Untuk membantu keluarga dalam penerimaan terhadap masalah dilakukan adalah: perluas dasar sedang dihadapi. maka perawat harus mempertimbangkan hal tersebut dalam membuat rencana keperawatan dan tindakan. c Rencana keperawatan harus sesuai dengan tujuan dan falsafah instansi kesehatan. misalnya jika instansi kesehatan yang bersangkutan tidak memungkinkan pemberian pelayanan secara cuma-cuma. Hubungkan sasaran yang telah ditentukan. menghadapi masalah. serta dapat membantu dalam mengawasi perkembangan masalah keluarga. Artinya dapat dilaksanakan dan dapat menghasilkan apa yang diharapkan. hal ini sesuai dengan prinsip bahwa perawat bekerja bersama keluarga dan bukan untuk keluarga.a Rencana keperawatan harus berdasarkan atas analisa secara menyeluruh tentang masalah situasi keluarga. e Rencana keperawatan dibuat secara tertulis. hall ini berguna bagi perawat maupun tim kesehatan lainnya. b Rencana keperawatan harus realistis. .

memperjelas peran masing-masing keluarga. d Untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam menciptakan lingkungan yang menunjang kesehatan. perawat dapat melakukan tindakan antara lain: Bantu keluarga dalam rangka menghindari adanya ancaman dan perkembangan kepribadian anggota keluarga. Bantu keluarga dalam rangka memperbaiki fasilitas fisik yang ada. Perkenalkan pada keluarga tentang alternatif kemungkinan yang dapat diambil serta sumber-sumber yang diperlukan untuk melaksanakan alternative tersebut.b Untuk membantu keluarga agar dapat menentukan keputusan yang tepat dalam rangka menyelesaikan masalah. c Untuk meningkatkan kepercayaan diri keluarga dalam memberikan perawatan terhadap anggota keluarga yang sakit. . perawat dapat melakukan tindakan antara lain: demonstrasikan tindakan yang diperlukan. Manfaatkan fasilitas atau sasaran yang ada di rumah keluarga. Hindari hal-hal yang merintangi keberhasilan keluarga merujuk klien atau mencari pertolongan kepada tim kesehatan yang ada. komunikasi keluarga. Hindarkan ancaman psikologis dalam keluarga dengan cara memperbaiki pola. Diskusikan dengan keluarga tentang manfaat dan masing-masing alternative tindakan. tindakan yang dilakukan adalah: diskusikan dengan keluarga konsekuensi yang akan timbul jika tidak melakukan tindakan.

Faktor-faktor penghambat dan keluarga adalah keluarga kurang memperoleh informasi. seperti instansi kesehatan. maka perawat harus mempunyai pengetahuan yang luas dan tempat tentang sumber daya yang ada di masyarakat dan cara memanfaatkannya. dan organisasi-organisasi masyarakat. Dorongan yang berhubungan dengan kesehatan tidak selalu menimbulkan tingkah laku sehat dan sebaliknya. . 4 Penatalaksanaan Penatalaksanaan merupakan salah satu proses keperawatan keluarga dimana perawatan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan minat dan mengadakan perbaikan ke arah perilaku yang sehat. program peningkatan kesehatan. Dalam melaksanakan tindakan keperawatan ada beberapa faktor penghambat baik dan keluarga maupun petugas kesehatan. Perawat harus memperhatikan ketidakmampuan dan kesulitan keluarga dapat menghadapi masalah kesehatannya.Kembangkan kesanggupan keluarga dalam rangka pemenuhan kebutuhan psikososial. e Untuk membantu keluarga dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada. Diharapkan perawat dapat memperhatikan beberapa prinsip motivasi yang bermanfaat dalam pemeliharaan kesehatan masyarakat yaitu: tingkah laku yang berkaitan dengan masalah kesehatan yang dipengaruhi oleh kemampuan keluarga melihat akibat masalah kesehatan terhadap dirinya keyakinan keluarga terhadap keberhasilan tindakan dalam menurunkan masalah.

Sedangkan evaluasi kualitatif adalah evaluasi yang difokuskan pada tiga dimensi yang saling berkaitan yaitu: evaluasi struktur yaitu berhubungan dengan tenaga . keluarga tidak percaya dengan tindakan yang diusulkan oleh perawat. petugas kurang mampu dalam mengambil tindakan dan menggunakan berbagai macam teknik dalam mengatasi masalah yang rumit.keluarga mendapat informasi yang tidak lengkap sehingga melihat masalah hanya sebagian. Tahap pada umumnya. keluarga tidak dapat mengaitkan informasi dengan situasi yang dihadapinya. keluarga ingin mempertahankan suatu pola tingkah laku. bila tujuan tercapai ditentukan a1aannya apakah tujuan realistis. 5 Evaluasi Dalam perawatan kesehatan keluarga. keluarga gagal mengaitkan tindakan dengan sasaran keluarga. petugas kurang memberikan penghargaan atau perhatian terhadap faktor-faktor sosial budaya. evaluasi merupakan proses yang dilakukan dalam menilai keberhasilan dan suatu tindakan keperawatan dan menentukan sejauh mana tujuan sudah tercapai. keluarga tidak mau menghadapi tekanan sosial atau dan keluarga. tahap evaluasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu: evaluasi kuantitatif dimana evaluasi ini menekankan pada jumlah pelayanan atau kegiatan yang telah diberikan. mungkin tindakan tidak tepat karena mungkin ada faktor 1inkungan yang tidak dapat teratasi. Sedangkan faktor penyulit yang berasal dari petugas adalah petugas atau perawat cenderung menggunakan satu pola pendekatan (perawat kaku).

atau bahan yang diperlukan dalam suatu kegiatan. berguna untuk menentukan perkembangan kesanggupan untuk mengerti seperti kecakapan dalam membuat keputusan. b Memeriksa laporan atau record mengenai test diagnostik yang menunjukkan perubahan dalam status kesehatan klien dapat diperoleh dan kartu penderita. c Wawancara untuk menentukan perubahan sikap dan tingkah laku yang rumit. menanggapi masalah dan menganalisa masalah. d Latihan stimulasi. evaluasi proses adalah evaluasi yang dilakukan selama kegiatan berlangsung dan evaluasi basil merupakan basil dan pemberian asuhan keperawatan. Adapun metode yang sering dipakai untuk menentukan apakah tujuan dati tindakan keperawatan yang telah tercapai adalah sebagai berikut : a Observasi langsung metode ini merupakan metode yang paling valid untuk menentukan adanya perubahan yaitu bila interpretasi yang subyektif dan pengamat dapat dikurangi dan menggunakan instrument yang tepat dan tujuan yang telah ditetapkan mengenai proses atau hasil. wawancara dapat disusun dan diberikan kepada keluarga yang berperan penting. Untuk menentukan keberhasilan suatu tindakan keperawatan yang diberikan pada keluarga dengan pedoman SOAP sebagai tuntunan perawat dalam melakukan evaluasi adalah: .

Nasrul. Keperawatan Kesehatan Masyarakat. Jakarta : EGC http://asuhankeperawatankesehatan.blogspot. Rencana Asuhan Keperawatan .html .html http://desakayoe. c Analisa : Pernyataan yang menunjukkan sejauh mana masalah keperawatan ditanggulangi. sehingga dapat dilihat kemajuan atau kemunduran pada sasaran perawatan sebelum dan setelah diberikan tindakan keperawatan. perkusi dan auskultasi. Jakarta : EGC Effendy.blogspot. palpasi. Marlin Dkk. klien atau sumber lain tentang perubahan yang dirasakan baik kemajuan atau kemunduran setelah diberikan tindakan keperawatan.html http://jannyerika-mkes.com/2012/10/gizi-kurang.a Subyektif : Pernyataan atau uraian keluarga. d Planning : Rencana yang ada dalam catatan perkembangan merupakan rencana tindakan hash evaluasi tentang dilanjutkan atau tidak rencana tersebut sehingga diperlukan inovasi dan modifikasi bagi perawat. 1998. K DAFTAR PUSTAKA Doenges.com/2011/06/karakteristik-keluarga-balitadengan. b Obyektif : Data yang bisa diamati dan diukur memalui teknik observasi.com/2011/06/konsep-asuhan-keperawatankeluarga. 2000.blogspot.