Anda di halaman 1dari 9

Perencanaan Tingkat Puskesmas

Mekanisme dan Komponen Perencanaan Tingkat Puskesmas
Konsep Puskesmas dilahirkan tahun 1968 ketika dilaksanakannya Rapat Kerja Kesehatan Nasional (Rakerkesnas) I di Jakarta. Puskesmas adalah unit pelaksana fungsional yang berfungsi sebagai pusat pembangunan kesehatan, pusat pembinaan peran serta masyarakat dalam bidang kesehatan serta pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menyelenggarakan kegiatan secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan pada masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah tertentu. Peranan dan kedudukan Puskesmas sebagai sarana kesehatan terdepan kecuali bertanggungjawab penyelenggaraan pelayanan kesehatan masyarakat juga bertanggungjawab dalam penyelenggaraan pelayanan kedokteran. Puskesmas dalam menyelenggarakan upaya pelayanan kesehatan melaksanakan semua kegiatan yang tercakup dalam 18 upaya kesehatan pokok melalui pengembangan peran serta masyarakat. Untuk mencapai tujuan organisasi Puskesmas menjalankan fungsi manajemen, yang meliputi :

  

P1 : perencanaan, melalui kegiatan Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) P2 : penggerakan dan pelaksanaan, melalui mini loka karya Puskesmas P3 : pengawasan, penilaian dan pengendalian, melalui kegiatan stratifikasi Puskesmas (Departemen Kesehatan, 2006). Selama ini masih banyak Puskesmas yang belum melaksanakan perencanaan yang merupakan fungsi utama dan dasar manajemen (Departemen Kesehatan, 2006) Departemen Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Kesehatan Masyarakat pada tahun 2006 telah menerbitkan buku Pedoman Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) sebagai pengganti buku pedoman Mikro Planning Puskesmas. Adanya buku pedoman PTP tersebut mengantisipasi diberlakukannya DIP terpadu dan otonomi daerah yang memerlukan peningkatan kemampuan perencanaan dari bawah. Perencanaan pada tingkat Puskesmas adalah suatu proses kegiatan yang sistematis untuk menyusun atau mempersiapkan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Puskesmas pada tahun berikutnya. Pada tingkat Puskesmas, pendanaan diterima langsung oleh Puskesmas dalam bentuk block grant, yaitu paket dana yang hanya berisi rambu-rambu program tanpa rinciannya dan diserahkan pada Puskesmas untuk direncanakan operasionalnya. Konsekuensi dari kebijakan tersebut maka Puskesmas dituntut mampu melakukan perencanaan kesehatan yang baik, secara terencana, menyeluruh, terpadu, terarah, dan berkesinambungan. Puskesmas merupakan pusat kesehatan masyarakat yang memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat. Dalam menghadapi otonomi daerah dan era globalisasi peran Puskesmas perlu di tingkatkan dalam hal pelayanan dan manajemen sehingga dapat menggambarkan secara akurat lingkungan baru yang dihadapi sekarang dan masa yang akan datang. Puskesmas sebagai ujung tombak pemerintah di bidang pelayanan kesehatan dalam perkembangannya menghadapi kendala serius dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan. Apabila Puskesmas tidak mampu mengantisipasi, dikuatirkan Puskesmas akan ditinggalkan dan hanya dimanfaatkan apabila dalam kondisi kesulitan ekonomi atau hanya dimanfaatkan oleh segmen masyarakat kurang mampu (Trisnantoro, 1996,c). Perencanaan merupakan langkah pertama yang diambil dalam usaha mencapai tujuan artinya perencanaan merupakan usaha kongkritisasi langkah-langkah yang harus ditempuh dimana dasar – dasarnya telah diletakkan dalam strategi organisasi (LAN, 1993). Secara umum disebutkan apabila pelaksanaan upaya kesehatan tidak didukung oleh perencanaan yang baik, maka akan sulit diharapkan tercapainya tujuan dari upaya kesehatan tersebut (Azwar, 1996).

Kedua faktor inilah yang merupakan bagian inti proses praktis perencanaan. Ruang Lingkup Perencanaan Kesehatan Manajemen kesehatan merupakan salah satu bagian dari 3 bagian pembangunan kesehatan. manajer akan selalu diingatkan pada tujuan tersebut (Wijono. Goal adalah keinginan akhir dan merupakan impian yang akan dicapai oleh program. 1997). 2. pembinaan/manajemen dan pengembangan upaya kesehatan pokok yaitu : 1. Objective adalah merupakan kondisi dan situasi masyarakat atau lingkungan yang ingin dicapai melalui kegiatan program. Kekuatan – kekuatan utama yang menentukan sistem perencanaan ialah : 1. 1994). Melihat pemandangan atau masalah seluas atau sejauh mungkin 2. Kompleksitas dari proses produksi.Perencanaan pada dasarnya adalah salah satu fungsi manajemen dalam rangka memecahkan masalah. Penekanan pada tujuan organisasi Dengan perencanaan tujuan organisasi dapat difokuskan sebab tujuan organisasi merupakan titik awal perencanaan. Prakondisi perencanaan ialah : 1. Pengendalian Pengawasan dan Penilaian Upaya Kesehatan Perencanan kesehatan dititik beratkan pada upaya peningkatan hasil kerja sistem kesehatan. Koordinasi yang semakin baik. Dengan mengasumsikan kondisi tertentu dimasa mendatang dan menganaisis konsekuensi dari setiap tindakan ketidakpastian dapat dikurangi dan keberhasilan yang akan datang mempunyai probabilitas yang lebih besar (Reinke. Sifat dari masalah. Kompleksitas lingkungan. Ukuran organisasi. Kegunaan dari suatu perencanaan organisasi adalah : 1. Tujuan dari sistem perencanaan. Perencanaan dilakukan pada dasarnya adalah untuk meminimalkan atau menghadapi ketidakpastian dimasa yang akan datang. Informasi mutlak yang diperlukan untuk menyusun dan realisasi rencana-rencana 3. sehingga terjadi suatu kelangkaan dalam konteks ekonomi sehingga ada 2 cara dalam melihat masalah yang ada. Rencana untuk merencanakan 2. . koordinasi dapat terjadi antar bagian dalam organisasi dan antara kepuasaan saat ini dengan masa mendatang 3. 5. Mengetahui pemikiran-pemikiran yang ada pada manajemen puncak dan bagaimana sistem yang hendak diciptakan akan bekerja secara profesional. sehingga cara pandang dipersempit agar kita bisa memperoleh suatu detailet close up examination. Perencanaan 2. Bagian penting dari perencanaan adalah menganalisis cara pencapaian sasaran yang dibuat dan diurutkan berdasarkan prioritas. Perencanaan merupakan fungsi pertama dalam fungsi manajemen. Perencanaan dimaksudkan untuk mengkonsep keadaan yang lebih cocok dengan apa yang diinginkan serta menemukan langkah–langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Membantu manajer untuk melihat masa depan 2. Perencanaan perlu dilakukan karena adanya kebutuhan manusia yang tidak tebatas. 3. kepemimpinan dan pengendalian. yang mendahului fungsi pengorganisasian. yaitu pelaksanaan. Penggerakan Pelaksanaan 3. Melakukan pemilihan objek atau daerah yang menjadi prioritas kita. yaitu : 1. 4. Perencanaan dimaksudkan untuk membantu tercapainya tujuan organisasi. 1999). sedangkan ketersediaan sumber-sumber daya sangat terbatas (Mulyadi dan Setiawan. 2006). ketenagaan. dalam perencanaan terkandung proses sistematis yang mempunyai urutan logis (Logical Sequence) artinya satu langkah dalam proses perencanaan adalah konsekuensi logis dari langkah sebelumnya (Departemen Kesehatan.

Prioritas kesehatan yang tidak memadai dan konsisiten. baik bidang keuangan maupun teknis. APBN. Faktor terpenting dalam perencanaan adalah adanya keterpaduan antara unsur-unsur manajemen yang berupa sumber daya manusia dan non manusia atau faktor internal. 2. Faktor internal dalam suatu organisasi tidak bisa dipisahkan dari faktor lingkungannya atau faktor eksternal harus diperhatikan dan diperhitungkan dengan cermat. kemudian digabungkan. Tujuan dari rapat ini adalah untuk memperjelas kebutuhan daerah di sektor kesehatan dan mengidentifikasi awal program-program atau proyek-proyek yang akan dibiayai oleh APBD I dan II. . pendanaan termasuk pendanaan dari masyarakat. menyusun perincian secepatnya dari kemungkinan yang terpilih. 5. Kurangnya atau tidak memadainya administrasi perencanaan dan penganggaran kesehatan terpadu pada tingkat propinsi dan kabupaten/kota dan antara proses di pusat dan daerah. Tidak adanya orientasi untuk mengumpulkan pendapat atau realokasi sumber daya operasional dan perawatan fasilitas kesehatan Langkah-langkah perancaraan dan penganggaran kesehatan terpadu untuk tingkat kecamatan. 1996). Perencanaan dan Penganggaran Kesehatan Terpadu Permasalahan tradisonal di sistem layanan kesehatan Indonesia adalah rendahnya efesiensi dan efektifitas dalam hal alokasi. pendayagunaan dan manajemen sumber daya. Kurangnya kemampuan manajemen pada semua tingkatan dalam hal proses perencanaan dan penganggaran. Tingkat desa. Proposal-proposal ini kemudian diserahkan pada tingkat Kabupaten/Kota. Manusia merupakan faktor terpenting dalam manajemen yang dapat menetukan keberhasilan ataupun kegagalan dalam mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan. Proposal juga dilakukan untuk kecamatan dan dengan pengecualian pada program-program yang di danai oleh masyarakat. Faktor–Faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Proses Perencanaan Keberhasilan perencanaan terutama tergantung dari pengetahuan. menganalisis efektifitas dari berbagai kemungkinan tersebut. semua proposal didiskusikan pada rapat-rapat koordinasi (Rakerbang Tingkat II) di Kecamatan pada bulan Mei/ Juni. Inpres. 1991). LKMD di ketuai oleh Kepala desa. Bantuan asing/BLN dan lain – lain. 2. sebab faktor lingkungan bisa mendukung tetapi bisa juga menghambat (Soedjadi. 1995). 1994). Mobilisasi dana yang tidak memadai dan sumber-sumber daya masyarakat pemakai yang mengakibatkan pengembalian biaya yang tidak memadai di semua sektor. target dan standar (Reinke. Inpres. merumuskan tujuan umum dan khusus yang ingin dicapai.Dalam menganalisis sasaran harus dibedakan dengan misi dan visi. semua usulan program/proyek yang diserahkan desa-desa dibahas dan dipadukan. sikap dan motivasi (Mills. proses perencanaan pada tingkat pedesaan dilakukan pada bulan Maret/April. APBN. Kurangnya perundang-undangan dari garis-garis besar petunjuk untuk mendukung perencanaan penganggaran kesehatan terpadu 6. 4. Tingkat Kecamatan. pemanfaatan. APBD I dan II. memperkirakan segala kemampuan yang dimulai menguraikan segala kemampuan yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. mengidentifikasi dan mengembangkan proses dan usulan untuk diserahkan kepada tingkat kecamatan. 3. serta mengikatnya dalam suatu sistem pengawasan yang terus menerus sehingga dicapai hubungan optimal antara rencana yang dihasilkan dengan sistem yang dianut (Levey dan Lomba Cit dalam Azwar. adalah : 1. pada rapat-rapat yang di ketuai oleh Camat. Defenisi perencanaan adalah proses menganalisis dan memahami sistem yang dianut. dkk. Perencanaan. sebagaimana ditunjukkan oleh : 1.

Konsistensi antara tujuan organisasi dan tujuan pribadi akan berdampak pada suasana yang saling mendukung. 1996). Komponen motivator merupakan penggerak yang efektif agar petugas berprestasi lebih baik. sedangkan sikap dan tingkah laku hanya melekat pada diri manusia sebagai individu (Thoha. Perencanaan akan efisien jika terdapat koordinasi yang berintikan pada proses komunikasi antara lembaga perencanaan dan pelaku yang berkepentingan baik secara horisontal maupun vertikal. Koordinasi Perencanaan Koordinasi perencanaan adalah hal yang penting dalam proses perencanaan. lokasi fisik tempat ia berada. Sehingga fakta utama dalam proses perencanaan adalah bagaimana sikap dan kemampuan seorang pimpinan bisa mengelola perubahan lingkungan dengan baik dalam rangka mempersiapkan pelayanan kesehatan yang mengacu pada kebutuhan masyarakat. Faktor lain tidak kalah penting yang mempengaruhi sikap seseorang adalah motivasi. Kegiatan tersebut dilakukan melalui forum koordinasi perencanaan dengan instansi terkait termasuk masyarakat. tujuan organisasi dan kebutuhan pribadi (Muchlas. peraturan perundangundangan/kebijaksanaan yang berlaku. subsektor sampai antar bidang. sikap dan motivasi berkaitan erat dengan tingkat loyalitas dan identifikasi terhadap tujuan organisasi. tanggung jawab. Disamping itu motivasi juga timbul karena adanya usaha yang secara sadar dari manusia dan dilakukan untuk menimbulkan daya/kekuatan dorongan melakukan perbuatan-perbuatan tertentu bagi tercapainya tujuan organisasi tempat ia bekerja. Tujuan organisasi akan memperoleh dukungan apabila tujuan tersebut konsisten dengan tujuan pribadi. Lebih lanjut . sektor. Dengan demikian kebutuhan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi SDM kesehatan tentang keterampilan managerial. kepemimpinan dan kewirausahaan perlu dilakukan (Sopacua dan Budijanto. Menurut Wexley dan Yulk (1988) motivasi adalah suatu usaha sadar untuk mempengaruhi perilaku seseorang agar mengarah pada tercapainya tujuan organisasi. kemajuan dan peningkatan. Faktor pendidikan yang diperoleh. Motivasi adalah hasrat atau lebih kuat lagi sebagai dorongan yang secara wajar senantiasa timbul dari dalam diri dan hati sanubari manusia. sedangkan dana dari pemerintah akan tetap terbatas dan pemberian pelayanan yang bermutu akan tetap menjadi tujuan. yang menyebabkan orang berbuat sesuatu. program. Faktor motivator merupakan kelanjutan dari faktor hygiene. akan mempengaruhi sikap dan tingkah laku dan prilaku ini dapat melekat pada individu ataupun organisasinya. 5. Robbins (1996) mendefinisikan sebagai kemauan untuk berjuang/berusaha ke tingkat yang lebih tinggi menuju tercapainya tujuan organisasi dengan syarat tidak mengabaikan kemampuannya untuk memperoleh kepuasan dalam pemenuhan kebutuhan-kebutuhan pribadi. 1993). 1997). Jadi ada tiga kunci pengertian motivasi yaitu usaha. penghargaan. membantu dan saling menghargai (Azwar. Koordinasi dalam birokrasi pemerintahan pada hakekatnya merupakan upaya memadukan (mengintegrasikan) berbagai kepentingan dan kegiatannya yang saling berkaitan dalam rangka pencapaian tujuan dan sasaran bersama (LAN RI. koordinasi perlu diterapkan melalui dari antar bagian proyek-proyek. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada. Secara umum motivasi adalah keadaan pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan (Reksohadiprodjo dalam Handoko.Lingkungan mengalami perubahan terus-menerus sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti adanya kebijaksanaan baru dan berubahnya pola permintaan jasa pelayanan pemerintah akan kesehatan. tantangan dalam pekerjaan. Stoner (1984) mengemukakan bahwa prestasi individu sangat dipengaruhi oleh motivasi. Dalam kaitannya dengan pembangunan. Komponen yang masuk dalam faktor motivasi adalah prestasi. 1993). Dari uraian tersebut maka batasan motivasi adalah proses pemberian motivasi bekerja kepada pegawai sedemikian rupa sehingga mereka mau bekerja untuk mencapai tujuan organisasi. 2007). Pengetahuan. 1996). kemampuan dan persepsi individu.

(2) koordinasi metode perencanaan. merupakan salah satu fungsi manajemen Puskesmas. berisi rencana pelaksanaan kegiatan tahun anggaran bersangkutan sesuai alokasi anggaran yang diterima oleh Puskesmas. Dengan melihat data situasi umum dan data khusus serta data pencapaian target program. 2006) menurut petunjuk penyusunan usulan rencana kegiatan tahunan Puskesmas dengan merencanakan semua kegiatan yang tercakup dalam 18 upaya kegiatan pokok. multi sektor. Rencana Usulan Kegiatan (RUK). juga mempersiapkan informasi situasi program (kegiatan. Perencaaan Tingkat Puskesmas (PTP) Perencanaan tingkat Puskesmas dikenal istilah perencanaan mikro (micro planning). multi fungsi. pelaksanaan kegiatan dan dalam pengawasan dan pengendalian (Wijono. bahan lain) serta informasi kebijakan kesehatan serta petunjuk-petunjuk perencanaan kesehatan dari unit organisasi diatasnya dan dokumen yang berkaitan dengan kegiatan perencanaan. maka koordinasi dapat berupa Tim. dan (4) koordinasi usaha-usaha masyarakat. hasil. 2006).P (Departemen Kesehatan. Ada 2 macam rencana yang disusun dalam perencanaan tingkat Puskesmas (PTP) yaitu : 1. Panitia.T. . kemudian dilakukan analisis. Koordinasi adalah salah satu fungsi organik dari pengelolaan dan manajemen pemerintah. Kelompok Kerja. perencanaan program. yaitu diperlukan data dan informasi untuk mengetahui dan memahami keadaan dan permasalahan operasional Puskesmas yang perlu ditanggulangi berupa identifikasi masalah. sehingga perencanaan tingkat Puskesmas merupakan suatu proses kegiatan yang sistematis untuk menyusun dan mempersiapkan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Puskesmas pada tahun berikutnya untuk meningkatkan cakupan dan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam upaya mengatasi masalah-masalah kesehatan setempat (Departemen Kesehatan. Melalui koordinasi yang efektif tujuan dan sasaran akan dapat dicapai secara optimal. atau Gugus Tugas. Selain itu. Pimpinan organisasi dalam menjalankan tugas dan fungsi memerlukan koordinasi pengaturan tata kerja dan tata hubungan yang lainnya. agar memperoleh kesamaan pandangan dan pengetahuan dalam proses perencanaan. Tahap persiapan. koordinasi juga ditujukan untuk mensinkronkan antara kebijakan dan tindak pelaksanaan yang dilakukan oleh masing-masing lembaga atau organisasi sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.dijelaskan untuk memantapkan koordinasi pada kegiatan yang dilakukan bersifat kompleks. Tahap Analisis situasi. oleh karenanya diperlukan kesamaan pengertian masing-masing anggota dalam organisasi agar terjadi hubungan yang harmonis di antara satuan-satuan organisasi dalam usaha bersama mencapai tujuan organisasi. (3) koordinasi antar tingkat perencanaan. Pengertian perencanaan Puskesmas ialah sebagai usaha untuk merinci kegiatan-kegiatan upaya kesehatan dalam rangka mencapai status kesehatan masyarakat yang dikehendaki dalam periode tertentu pada masa yang akan datang. 2. Bersama dengan minilokakarya dan stratifikasi Puskesmas. 2. Buku pedoman P. berisi usulan kegiatan tahun fiskal mendatang untuk mengajukan program kegiatan beserta biayanya. dengan tahapannya diawali dari : 1. Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK). Koordinasi perencanaan dapat dilakukan dengan melalui empat tahapan: (1) koordinasi proses perencanaan. ketiganya merupakan satu kesatuan sebagai alat melaksanakan fungsi pengelolaan (manajemen Puskesmas). 1997). Koordinasi dilaksanakan sejak proses perumusan kebijaksaan. yaitu: mempersiapkan pihak-pihak/petugas dengan pembentukan Tim Perencana Tingkat Puskesmas (PTP) yang akan terlibat. penamaan dan penetapan prioritas masalah.

maka Puskesmas harus memperbaiki usulan kegiatannya. pelaksana dan penanggung jawab. Perencanaan Stratejik Perencanaan stratejik merupakan suatu kegiatan yang menunjang menajemen stratejik yang berarti bahwa organisasi dapat memberikan pelayanan pelayanan terbaik bila mempunyai perencanaan secara menyeluruh dalam mengembangkan dan mengelola suatu organisasi. tempat. dan pengawasan. Jadi informasi dari SP2TP akan membantu kelancaran perencanaan (P1). Tahap penyusunan Rencana Usulan Kegiatan (RUK) pada dasarnya melalui kegiatan perumusan masalah pencapaian kegiatan program.K ini kemudian diajukan ke Dinas Kabupaten/Kota. Penyusunan R. yang mengandung jenis kegiatan lengkap dengan rincian anggarannya/biaya yang diperlukan. Puskesmas bisa menelaah ulang tentang usulan kegiatannya dalam rangka memantapkan pengecekan. kebijakan. Tahap rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) yang disebut pula Plan Of Action (POA). R. Ruang lingkup perencanaan tingkat Puskesmas ialah kegiatan yang direncanakan adalah semua kegiatan yang tercakup dalam 18 upaya kesehatan pokok Puskesmas yang dilaksanakan Puskesmas sebagai pusat pengembangan.K. Biasanya karena keterbatasan dana. adalah penetapan .U. jenis kegiatan. sehingga informasi tersebut dan informasi lainnya dapat menunjang proses manajemen ditingkat Puskesmas. perumusan penyebab terjadinya masalah dan akhirnya menyusun R. program dan kegiatan yang realistis dengan mengantisipasi perkembangan masa depan (Lembaga Administrasi Negara. Setelah ada informasi tentang besarnya biaya yang bisa disediakan oleh dinas kesehatan kabupate/kota. RPK disusun setelah diterimanya alokasi dana yang diberikan oleh pemerintah daerah ke Puskesmas. sasaran. pembinaan dan pelaksanaan upaya kesehatan dalam rangka menunjang pencapaian tujuan dan sasaran program pembangunan di wilayahnya.3. usulan kegiatan tidak mengalami perubahan. sehingga data yang diperoleh sangat mempengaruhi terhadap mutu dan lamanya proses perencanaan. Kegiatan yang direncanakan adalah baik kegiatan yang pelaksanaannya di dalam gedung Puskesmas maupun di luar gedung Puskesmas/di masyarakat. dengan menyusun perencanaan (RPK) berupa jadwal kegiatan yang mencakup waktu. misi. tetapi data yang berasal dari SP2TP harus mempunyai reliability yang tinggi. pelaksanaan kegiatan dalam tahun yang sedang berjalan. Juga sampai saat ini belum banyak Puskesmas yang mencantumkan jumlah yang diperlukan.K dilaksanakan melalui suatu pembahasan dalam mini lokakarya pada tahun yang sedang berjalan setelah Rakerkesda Dati II. pengendalian dan penilaian (P3). karena selama ini Puskesmas lebih banyak menunggu jumlah angaran yang ditentukan oleh pemerintah daerah. maka Puskesmas perlu menurunkan target dan memodifikasi kegiatan agar 70% dana itu dapat digunakan secara efektf dan efisien. Bila dana mencukupi. Rencana stratejik mengandung visi. Urutan perencanaan stratejik menurut Hanger dan Wheelen (2003).U. sasaran. 1993). sebagai bahan penyusunan rencana-rencana tahunan Puskesmas. up to date dan selalu siap bila dibutuhkan. sedangkan informasi lain yang ada berperan sebagai pelengkap. Perencanaan stratejik merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun dengan memperhitungkan potensi. penyusunan rencana kerja operasional Puskesmas dan bahan pemantauan evaluasi dan pembinaan.P. peluang dan kendala yang ada atau yang mungkin timbul. penggerakan pelaksanaan (P2). R.U. Namun bila hanya sebagian dana yang diberikan. 4. tujuan. yang penyebarannya sudah dirumuskan kedalam format RUK. representatif. Dasar dari penyusunan Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP) adalah sistem informasi manajemen Puskesmas yang sumber informasi utamanya adalah SP2TP.K adalah tersusunnya rencana dan prioritas rencana penyelesaian masalah dengan analisis sumber daya yang dimiliki Puskesmas dan menyusun prioritas penyelesaian. tidak semua usulan kegiatan Puskesmas bisa terpenuhi. Bila pemerintah daerah hanya memberikan anggaran sebanyak 70%.

1998). Menurut Burhan (1994) ada 4 alasan memilih perencanaan stratejik. 2. Perencanaan stratejik merupakan suatu proses. strategi. Membuat manajer lebih waspada terhadap angin perubahan kesempatan – kesempatan baru. adalah : 1. 2) Proses rencana yang berisi unsurunsur proses secara terus-menerus karena perubahan lingkungan. Perencanaan stratejik berkaitan dengan keputusan-keputusan saat ini yang berkaitan dan menjangkau masa depan. Oppoturnityies. selain diperlukan untuk menunjang pelaksanaan fungsi manajerial lain dengan lebih baik (Mulyadi. tujuan. Membantu mempersatukan berbagai macam strategi yang dikembangkan oleh manajer-manajer di keseluruhan bidang yang ada didalam organisasi. karena dapat merangsang pengembangan tujuan yang tepat dari organisasi dan merupakan motivator kuat bagi pelaksananya. yaitu: 1) Perencanaan menyangkut masa depan dari keputusan yang dibuat sekarang. dan anggaran dalam jangka pendek. Memberikan pengarahan yang lebih baik pada keseluruhan organisasi tentang ”apakah yang dicoba untuk dikerjakan dan di raih ?”. dan kumpulan perencanaan yang sedang berkaitan. Perencanaan stratejik sangat menekankan pada pentingnya pembahasan mengenai visi dan analisis faktor eksternal dan internal yang dapat mempengaruhi keberhasilan program. 3) Falsafah artinya adanya kebulatan tekad untuk selalu merencanakan secara teratur dan sistematis. misi. pembiayaan. 2001). Menciptakan sikap manajemen yang lebih proaktif dan melawan kecenderungan untuk mengambil keputusan yang reaktif dan defensif. 4.visi. dan tantangan perkembangan. 4) Struktur artinya perencana stratejik mengkaitkan 3 (tiga) jenis rencana yaitu: rencana strategi. 5. falsafah. Analisis terhadap faktor eksternal dan internal maka perencanan kegiatan di masa depan akan lebih rasional dan tepat (Trisnantoro. program. Weaknesses. Faktor eksternal dapat menggambarkan hambatan dan dorongan dari luar program. prosedur dan penilaian kinerja. Perencanaan stratejik mutlak diperlukan oleh organisasi. kebijakan. . Mengarahkan manajer selalu rasional mengevaluasi alokasi sumber daya. and Threats). 2001). Keuntungan-keuntungan dalam pemikiran stratejik dan kesadaran akan manajemen stratejik sebagai lawan dari improvisasi yang alasanalasan dan menyimpang (Trisnantoro. rencana jangka menengah. 3. Pemahaman faktor internal untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan sedangkan pemahaman faktor eksternal diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang jelas tentang tantangan dan peluang. dengan memperhitungkan faktor-faktor eksternal dan internal pengembangan kegiatan organisasi pelayanan kesehatan dapat dilakukan secara lebih sistematis dan mempunyai dimensi waktu. Guna mencapai tujuan sebagai strategi langkah yang dilakukan adalah dengan pengkajian lingkungan internal dan lingkungan eksternal melalui anaisis SWOT (Strenght.

observasi terstruktur dan diskusi kelompok terarah (Prawitasari. Dengan demikian perlu ada perubahan pandangan dalam perencanaan Puskesmas yaitu dari perencanaan pelayanan kesehatan menjadi perencanaan strategis.output. Tujuan evaluasi ialah untuk memperbaiki program-program kesehatan dan infrastruktur pelaksanaannya serta untuk mengarahkan alokasi sumber-sumbernya untuk program-program yang sedang berjalan dan yang akan datang. Efaluasi formatif. efisiensi dan equity pada pelayanan kesehatan (Trisnantoro.proses. 2. dilangsungkan bila kegiatan program sudah benar. 1998). Fungsi penelitian evaluasi adalah sebagai berikut : 1. Selanjutnya dikemukakan pula bahwa evaluasi program kesehatan yang komprehensif adalah evaluasi yang dilakukan terhadap tiga komponen yaitu Input. evaluasi adalah mutu suatu kegiatan yang penting untuk menilai kualitas. efisien dan efektif. Evaluasi sumatif. kebutuhan masyarakat beruba menjadi demand. Melakukan evaluasi terhadap suatu program kesehatan tidak hanya cukup dilakukan dengan metode kuantitatif saja tetapi juga diperlukan metode kualitatif yaitu: wawancara formal. Tujuan evaluasi program kesehatan bukan hanya membandingkan keadaan kesehatan sebelum dan sesudah kegiatan. Definisi evaluasi menurut WHO (1990) adalah cara yang sistematis untuk belajar dari pengalaman-pengalaman dan menggunakan pelajaran – pelajaran yang diperoleh untuk memperbaiki kegiatan-kegiatan yang sedang dilakukan dan untuk meningkatkan perencanaan yang lebih baik dengan melakukan seleksi secara teliti dengan berbagai alternatif tindakan yang akan diambil. Misalnya orientasi kesehatan masyarakat berubah menjadi bisnis. lebih effisien dan lebih effektif (Prawitasari. pengembangan program menjadi manajemen produksi dan kelompok masyarakat menjadi konsumen (constumer). Analisis yang dilakukan pada saat ini disebut dengan analisis situasi. Dengan demikian evaluasi merupakan proses yang berlanjut dengan tujuan agar kegiatan-kegiatan kesehatan menjadi lebih relevan. Dengan demikian Evaluasi adalah cara yang sistematis untuk belajar dari pengalaman dan menggunakan pelajaran-pelajaran yang diperoleh untuk memperbaiki kegiatan-kegiatan yang sedang dilakukan/berjalan dan untuk meningkatkan perencanaan yang lebih baik dengan menyeleksi secara cermat alternatif-alternatif tindakan yang akan diambil. Kaitan antara perencanaan stratejik dan perencanaan Puskesmas ialah Puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan selain berorientasi kepada kebutuhan masyarakat juga bisa menjadi suatu organisasi yang berorientasi kepada bisnis yang tetap mempertahankan nilai-nilai etis. .Analisis didasarkan pada memaksimalkan strenghes (kekuatan) dan Oppoturnities (peluang) meminimalkan weaknesses (kelemahan) dan threats (ancaman). yang harus mengarah kepada penarikan kesimpulan yang masuk akal serta pengajuan usulan-usulan untuk tindakan lebih lanjut yang bermanfaat. difungsikan sebagai kegiatan evaluasi pada saat aktifitas program sedang berlangsung. Sementara itu Hidayat (1990) mengatakan evaluasi program adalah kegiatan yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan untuk menilai apakah suatu program telah atau dapat dilaksanakan sesuai rencana serta mengidentifikasi masalah-masalah yang mempengaruhi keberhasilan program tersebut. 1998). Menurut Studin (1995) dalam Trisnantoro (1995) dalam perencanaan organisasi pelayanan kesehatan terjadi suatu tradisi pandangan yaitu dari perencanaan pelayanan kesehatan menjadi suatu perencanaan strategik yang menyerupai perencanaan perusahaan. trend penyakit/kematian menjadi sekmen pasar. Evaluasi Program Di bidang kesehatan. tetapi yang lebih penting adalah untuk memperbaiki program-program kesehatan agar pelaksanaan suatu program menjadi lebih relevan. Jadi evaluasi berarti menentukan pendapat berdasarkan penafsiran secara seksama dan penilaian secara krisis mengenai keadaan tertentu.benar selesai dilaksanakan. rasional. 1996 b). wawancara mendalam. efektifitas.

Sebagai suatu kunci untuk meningkatkan pembuatan keputusan. ia berkepentingan terhadap pemeriksaan dari kebijakan dan alternatif rencana. . Aktifitas planning. dalam periode waktu apa. Evaluasi purna pelaksanaan adalah untuk mengkaji sejauh mana sasaran dan tujuan fungsional proyek tersebut telah dicapai. Evaluasi dapat dimaksudkan untuk mengetahui apakah pelaksanaan seluruh kegiatan pembangunan masih relevan dengan tujuan dan sasaran pembangunan yang telah ditetapkan (evaluasi pada saat program berjalan). Evaluasi ditemukan pada prinsip-prinsip manajemen by objectives dan mulai dengan jelas. Bila evaluasi adalah suatu perbandingan. 4. Frekwensi dari laporan secara garis besar tergantung pada langkah perubahan dalam persyaratan kebutuhan tindakan. Prinsip-prinsip umum dari manajemen by exception. penetapan sasaran evaluasi. yang mana banyak pemberdayaan unit-unit yang disebut “unit planning dan evaluasi”.Evaluasi juga adalah suatu bagian yang demikian penting dari proses dinamis yang total. Evaluasi dapat dilakukan melalui beberapa tahap antara lain penetapan pertanyaan evaluasi. 6. 9. dari pada tingkat yang absolut dari suatu perlengkapan/proses melengkapi. Evaluasi perlu dilakukan untuk mengetahui apakah tujuan dicapai atau tidak. evaluasi diadakan secara berkala setahun sekali oleh pimpinan atau pihak lain. 1990). penyusunan kriteria. 10.indikator yang mengekspresikan tingkat dan ratio yang cocok. evaluasi adalah melihat kedepan dan berorientasi pada tindakan. Effisiensi. Waktu dan lokasi dari evaluasi laporan harus sesuai dengan kebutuhan untuk keputusan-keputusan suatu waktu tertentu. Adapun dasar-dasar evaluasi adalah sebagai berikut: 1. Keefektifan dan pemerataan haruslah jelas didifinisikan dan dijauhkan secara jelas. proses evaluasi. pembicaraan terbatas dari pengaruh apa yang dapat dicapai dalam populasi apa. Evaluasi bersifat komprehensif dan dinamis. penyusunan instrumen. 5. 8. Pencapaian haruslah dibedakan antara subyek outcome terhadap kontrol keputusan dan yang mana terjadi sebagai suatu hasil dari ketidaktentuan dan kesempatan.( Hidayat. Implementasi dan Evaluasi ( Hidayat. pengumpulan data. ini tergantung pada indikator. 3. pada suatu saat ada suatu masalah yang terkonseptual tumbuh keluar dari pendapat yang mana kita berhubungan dengan tiga aktifitas yang terpisah yaitu. Strategy untuk pertemuan tujuan awal haruslah diperksa untuk kepasan dan keakuratan. evaluasi rencana. Di sini tujuan evaluasi adalah untuk membandingkan input serta output fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai tingkat. 2.rencana haruslah memberi suatu rentang yang luas dari informasi yang didisain ketanda yang tepat dari masalah-masalah yang muncul. monitoring dari kemajuan dalam proses dari implementasi dan pencapaian sumative dari hasil akhir. 7. 1990).