Anda di halaman 1dari 585
c Saas ets eI ced IE eT Er ale TT mem Young, Hugh 0 Fsika Universitas/Hogh D. Young, Roger A. Freedman, T.R. Sandin, A. Lewis Ford: ah bahasa, Pantur Siizban; Editor, Amalia Saft, Santika, — Ed. 10.~ Jakarta; Erlangga, 2009, 2 js 21 x 28 om. sludul asl: Sears ard Zemansky’s University Physics. ISBN 979-688-471-2 (no. jl. lengkap) ISBN 979-688-472-0 Wil. 1) ISBN 979-686-473-9 (jl. 2) 1. Fisika. 1, Judul. I, Freedman, Roger A. ih Sandin, TR. IV. Ford, A. Lewis. ¥, Silaban, Pantur VI. Satin, Amalia, Vil. Santka, 530, Buku ini diterbitkan atas kerjasama antara Penerbit Erlangga dengan Pusal Perbuluan Depdiknas FISIKA UNIVERSITAS/Edisi Kesepuluh/Jilid 2 Hugh D. Young & Roger A. Freedman Judi Asti UNIVERSITY PHYSICS Tenth Edition Hugh D. Young & Roger A. Freedman Copyright ©2000 by Addison Wesley Longman, Ine ‘Translation Copyright © 2004 by Penerbit Erlangea, AIL Rights Reserved. Authorized translation from English language edition published by Addison Wesley Longman, lac. Hak trjemahan dalam Bahasa Indonesia pada Pemerbir Frlangga. berdasrkan perjanjian resmi pada tanggal 23 Oktober 2001 Alih Bahasa Pantur Silaban Institut Teknologi Bandung Editor S.TP, Msi Buku ini diset dan dilayout oleh Bagian Produksi Penerbir Brlangga dengan Power Msc Gi (Times 10 pt). Setting : Tim Perti Departemen Setting Percetakan : PT Gelora Aksara Pratama 07 06 05 0s BT OS AEE Dilarang keras mengutip, mevjiplak, memperbanyat, memforokopi, baik sebagian maupun keseluruhan isi buku ini seria memperjualbelikannya tanpa izin tertalis dari Penerhit Erlangea, © HAK PTA DILINDUNGI OLEH UNDANG NDANG Dartar Ist GELOMBANG/AKUSTIK ELEKTROMAGNETISME 19-1 Pendahuluan 1 19-2 _Jenis-jenis Gelombang Mekanik | 19-3 Gelombang Periodik 3 19-4 Deskripsi Matematis sebuah Gelombang 5 19-5 _Laju Gelombang Transversal _10 19-6 LajuGelombang Longitudinal 15 19-7 _Gelombang Bunyi dalam Gas _18 19-8 Energi dalam Gerak Gelombang 19 Ringkasan/Kata Kunci 22 Pertanyaan Diskusi 24 Latiban 24 Soal-soal 27 Soal Tantangan 28 Gelombang Mekanik 4 LEZNEMRLE Muatan Listrik dan Modan Listrik 83 22-1 Pendahuluan 83 22-2 Mustan Listrik 83 22.3. Mustan Listrik dan Struktur Materi_ 85, 22-4 Konduktor, Isolator, dan Muatan Induksi 86 22.5 _Hukum Coulomb 89 22.6 Medan Listrik dan Gaya Listik 93) 22-7. Penghitungan Medan Listik 98 22-8 Garis Medan Listik 104 22-9 Dipol Listrik 105 Ringkasan/Kata Kunci 109 Pertanyaan Diskusi HT Latinan 112 Soalsoal 115 Soal Tantangan 119 FEEQEREG nterterensi cetombang aan mode Normal __30 20-1 _Pendahuluan 30 20-2 _Syarat Batas untuk Dawai dan Prinsip ‘Superposisi_30, 20-3 Gelombang Berditi pada Dawai 32 20-4 Mode Normal Dawai 37 20-5 Gelombang Berdiri Longitudinal dan Mode Normal 41 20.6 _Interferensi Gelombang 46 20-7 Resonansi 48 Ringkasan/Kata Kunci 51 Pertanyaan Diskusi 52 Latihan 52 Soal-soal 55 Soal Tantangan 56 [EEXEREAIS rv dan Pendonaaran 8 21-1 Pendahuluan 58 21-2 Gelombang Bunyi__58 212 teal Bunt 21 layman 67 21-5 Efek Doppler 69 *21-6 Gelombang Kejut 75 RingkasvKata Kuncl 77 Penanyaan Disksh 78 Latihan 0 Soal-soal 80. Soal Tantangan 82 TMs Hukum Gauss 120 1 Pendahuluan 120 23-2 Muatan dan Fluks Listrik 120 233. Menghitung Fluks Listrik 123 23-4 Hukum Gauss 127 23-5. Aplikasi Hukum Gauss 131 23-6 Muatan pada Konduktor 136 Ringkasan/Kata Kunci 140 | Pergnyaan Diskusi 141 Latihan 142 Soaksoal 144 Soal Tantangan 148 EXSEREZY) Potensiat Listrik 241 Pendahuluan 149 24.2 Energi Potensial Listrik 149 243 Potensial Listrik 156 24-4 Menghitung Potensial Listrik 161 245. Permukaan Ekuipotensial 165 246 Gradien Potensial 168 24-7 Tabung Sinar-Katoda 170 248 Menghitung Potensial yang Ditimbulkan oleh Konduktor Bermuatan: Studi Kasus dalam Analisis Komputer 173 Ringkasan/Kata Kunei__179 Pertanyaan Diskusi__ 18] Latihan 182 149 ‘Soul-soal 186 Soal Tantangan 190 EQAEMEEN \apasitansi dan Dielekirika 192 25:1 Pendahuluan 192 25-2__Kapasitor dan Kapasitansi__193 25.3. Kapasitor dalam Sambungan Seri dan Paralel 197 25-4 Penyimpanan Energi dalam Kapasitor Energi Medan Listrik 201 25-5 Dielektrika 204 25-7 Hukum Gauss dalam Dielekuika 210 Ringkasan/Kata Kunci 212 Pertanyaan Diskusi 213 Lathan 214 ‘Soul-soal _216 Soal Tantangan 219 YAN Arus, Hambatan, dan Tegangan Gerak Elektrik 222 Pendahuluan 222 Arus 222 Resistivitas (Hambatan Jenis) 226 Hambatan (Resisiansi) 229 Tegangan Gerak Elektrik dan Rangkaian 232 266 Energi dan Daya dalom Rangkaian Listrik 239 Teori Konduksi Logam 243, 26-1 26-2 #268 Efek Fisiologis Aris 246 Ringkasar/Kata Kunci 247 Pertanyaan Diskusi 249 Latihan 250 Soal-soal 25 Soal Tanangan 250 EQNEMETAN Rangkaian Arus Searah 257 27-1 Pendahuluan 257 27-2. Resistor dalam Sambungan Seri dan Paralel 257 27-3. Kaidah Kirchhoff 262 27-4 Instramen Pengukur Listrik 267 27-5. Rangkaian Resistansi-Kapasitansi 272 27-6 Sistem Distribusi Daya: Studi Kasus dalam Analisis Rangkaian 276 Ringkasan/Kata Kunci 280 Pertanyaan Diskusi 281 Latiban 282 Soal-soal 286 Soal Tamangan 289 DAFTAR ISI xvii L=0: M4 Medan Magnetik dan Gaya Magnetik 292 Pendahuluan 202 Magnetisme 292 Medan Magnetik 294 Garis Medan Magneiik dan Fluks Magnetik 297 Gerak Partikel Bermuatan dalam Medan Magnetik 300 28-6 Aplikasi Gerak Partikel Bermuatan 304 28-7 Gaya Magnetik pada Konduktor Pengangkut Arus 307 28-8 Gaya dan Torka pada Simpal Arus 310 28-9 Motor Arus Searah 316 "28-10 Efek Hall 318 Ringkasan/Kata Kunci 320 Pertanyaan Diskusi 321 Latinan Soal-soal 32 Soal Tantan PELE sumer Medan Magnetix 392 29-1 Pendahuluan 332 29.2, Medan Magnetik sebuah Muatan yang Bergerak 332 29.3. Medan Magnetik sebuah Elemen Arus 335 29-4 Medan Magnetik sebuah Kondukior Lurus yang Mengangkut Anus 338 Gaya di Antara Konduktor-konduktor Paralel 340 6 Medan Magnetik sebuah Simpal Arus Lingkaran 343 29-7 Hukum Ampere 345 29-8 Aplikasi Hukum Ampere $48, *29-9 Material Magnetik 352 29-10 Arus Pergeseran 358 Ringkasan/Kata Kunei 361 Pertanyaan Diskusi__363 Lathan 364 Soasoal 367 Soal Tantangan 371 2 induksi Elektromagnetik 373 30-1 Pendahuluan 373 30-2 Eksperimen Induksi 373 30-3. Hukum Faraday 375 30-4 Hukum Lenz 383 30-5. Tegangan Gerak Elektrik Gerakan 385 30.6 Medan Listrik Induksi 387 ¥30-7 Anus Pusaran (Eddy Current) 389 30-8 Persamaan Maxwell 391 xviii DAFTAR IS! "30-9 Superkonduktivitas: Studi Kasus tentang Sifat-sifat Magnetik 303 Ringkasan/Kata Kunci 396 Pertanyaan Diskusi 397 Latinan 397 Soal-soal 400 Soal Tantangan 403 XVM Induktansi 405 31-1 Pendahuluan 405 31-2 Induktansi Bersama 405 31-3. Induktansi Sendiri dan Induktor 408 314 Energi Medan Magnetik 411 31-5. Rangkaian RL 414 31-6 Rangkaian LC 418 31-7 Rangkaian Seri L-R-C 422 Ringkasan/Kata Kunci 425, Pertanyaan Diskusi 426 Latiban 427 Soal-soal 429 Soal Tantangan 432 EYAEREA aus Bolak Batik 434 32-1 Pendahuluan 434 Fasor dan Anus Bolak Balik 434 Hambatan (Resistansi) dan Reaktansi 437 Sei LRC 441 Daya dalam Rangkaian Arus Bolak-Balik 446 Resonansi dalam Rangkaian Arus Bolak-Balik 449 Transformator 452 Ringkasan/Ksta Kunci 455 Pertanyaan Diskusi 457 Latitan 458 Soal-soal 460 Soal Tansangan 462 EQNENEEN Gelombang Elektromagnetik 464 Pendahuluan 464 Persamacn Maxwell dan Gelombang Elektromagnetik 464 Gelombang Elektromagnetik Bidang dan Laju Cahaya 467 Gelombang Elektromagnetik Sinusoidal Energi dan Momentum dalam Gelombang Elektromagnetik 475 Gelombang Elektromagnetik dalam Materi 480 Gelombang Elektromagnetik Berdiri 482 Spektrum Elektromagnetik 485 334 335 472 933-6 33.7 338 *33-9 Radiasi dari sebuah Antena 486 Ringkasan/Kata Kunci 489 Pertanyaan Diskusi 490 Latihan 491 Soaksoal 492 Soal Tantangan 494 EQAEMEY Sitat dan Porambatan Cahaya 495 341 342 343 344 #345 346 934.7 34.8 Pendahuluan 495 Sifat Cahaya 495 Refleksi dan Refraksi 497 Refleksi Internal Total 503 Dispersi 506 Polarisasi 507 Hamburan Cahaya 515 Prinsip Huygens S17 Ringkasan/Kata Kunci 520 Pertanyaan Diskusi 522 Lathan 523, Soal-soal 524 Soal Tantangan 528 EN) 35-1 35.2 353 35-4 35-5 35.6 35-7 KEM Optika Geometrik 530 Pendahuluan 530 Refleksi dan Refraksi pada Permukaan Da Refleksi pada Permukaan Bola 534 Metode Grafis untuk Cermin 541 Refraksi pada Permukaan Bola 543 Lensa Tipis $47 Metode Grafis untuk Lensa 552 Ringkasaw/Kata Kunci 557 Pertanyaan Diskusi 538 Latihan 559 Soal-soal 562 Soal Tantangan 565 530 EYNEBEGH instrumon Optis 566 Pendahuluan 566 Kamera dan Proyektor Mata S71 Lensa Pembesar $74 Mikroskop 576 36-1 362 363 36-4 365 566 36-6 Teleskop 577 36-7 Aberasi Lenst 580 Ringkasan/Kata Kunci 582 Pertanyaan Diskusi 583, Latihan 583, Soal-soal $85 Soal Taniangan 586 EZA=MEIAN Interferensi 587 37-1 Pendahuluan 587 37-2 Imterferensi dan Sumber-sumber Koheren 587 37-3. Interferensi Cahaya Dua Sumber 591 37-4 Intensitas dalam Pola Interferensi 594 37-5 Interferensi dalam Film Tipis 598 37-6 Interferometer Michelson 604 *37-7 Foton: Studi Kasus dalam Fisika Kuantum 606 Ringkasan/Kata Kunci 609 Portanyaan Diskusi 610 Latihan 611 Soal-soal 613 Soal Tantangan 615 Ea REM Difraksi 616 38-1 38-2 38:3 38-4 385 38-6 38-7 388 38.9 Pendahuluan 616 Difraksi Fresnel dan Difraksi Fraunhofer Difraksi dari sebuah Celah Tunggal 618 Intensitas dalam Pola Celah Tunggal 621 Celah Ganda 625 Kisi Difraksi 628 Difraksi Sinar-x 631 Lubang Lingkaran dan Daya Pisah Holografi 637 Ringkasan/Keta Kunci 641 Pertanyaan Diskusi 641 Latihan 642 Soal-soal 644 Soal Tantangan 647 616 634 DAFTAR ISI xix FISIKA MODEREN EVEREE) reiativitas 649 39-1 39.2 39:3 304 395 396 ¥39-7 39-8 Pendahuluan 649) Invarian dari Hukum-hukum Fisika 649) Relativitas dari Simultanitas 652 Relativitas dari Interval Waktu 654 Relativitas Panjang 659 Transformasi Lorentz 663 Diagram Ruang Waktu 667 Efek Doppler untuk Gelombang Elektromagnetik 669 Momentum Relativistik 670 Kerja dan Energi Relativi Mekanika Newton dan Relati Ringkasan/Kata Kunci 679 Pertanyaan Diskusi 680 Latihan 681 Soal-soal 684 Soal Tantangan 685 TR + rrencits 39.9 39-10 39-11 673 k 677 A Sistem Internasional untuk Satuan 688 B Rumus Matematika Serbaguna 690 C ——Alfabet Yunani 692 D ——Tabel Periodik Unsur 693, E —-Faktor Konversi Satuan 694 F — Konstanta Numetik 695 Jawaban Soal-soal Nomor Ganjil 697 Sumber Foto 705 Indeks 706 aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 19 GELOMBANG MEKANIK Sifatsifat Gelombang Mekanik Gambar 19-2 Balok yang massanya ‘m ditkkan ke pegas dan mengalant sgerak harmonik sedetnana, menghasi- tan gelomtang sinusoidal yang berjlan te Kanan pada dawal. Dalam sistem ang nyata, suatu gays penggerakharus Aiberivan he massa m tervebut untuc ‘menggantian energi ying danght oleh selombang itu. Gambar 19-1 (a) Tangan menggerakkan dawai ke atas dan Kemudian Kembali, menghasitkan gelombang tans versal. (b)Pisten menckan cairin atau gas ke kanan, kemodian Kembali, menghasilan gclombang longitudinal. (©) Papan mendorong ke Kanan, kemuaian Kembali, menghasilka sejemlah getombang (ansversl dan gelombang Jongiudinal. Dalam Ketiga kasus ita gelombang menyendii merambat ke kana, Jika kita menggerakkan piston ity setu kali bolak-balik, maka fluktuasi pergeseran dan fluktuasi tekanan berjalan sepanjang medium itu. Pada waktu ini, gerakan partikel-partikel ‘medium itu adalah gerakan bolak-balik sepanjang arah yang sama seperti arah perjalanan gelombang, dan kita menamakan ini sebagai gelombang longitudinal (longitudinal wave). Dalam Gambar 19—Ie mediumnya berupa air dalam suatu saluran, seperti part irigasi atau kanal. Bila kita menggerakkan papan rata di ujung kiri sekali ke depan dan ke belakang, ‘maka gangguan gelombang akan berjalan sepanjang saluran itu, Dalam kasus ini pergeseran air itu mempunyai kedua komponen longitudinal dan komponen transversal Masing-masing sistem tersebut mempunyai keedaan kesetimbangan. Untuk dawai yang diregangkan, keadaan kesetimbangannya adalah Keadaan Ketika sistem itu diam, dan dire- gangkan sepanjang sebuah garis lurus. Untuk fluida dalam tabung, keadaan kesetimbangannya adalah keadaan ketika fluida itu diam dengan tekanan homogen, dan untuk air dalam sebuah bak, keadaan kesetimbangannya adalah keadaan ketika permukagn air itu datar dan rata, Dalam setiap kasus, gerak gelombang adalah suatu gangguan dari keadaan kesetimbangan yang berjalan dari satu daerah medium ke daerah lainnya, Dalam setiap asus ada gaya yang cenderung memulihkan sistem itu ke posisi kesetimbangannya bila aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. BAB 19 GELOMBANG MEKANIK Gangguan gelombang itu berjalan dari x = 0 ke beberapa ttik x di sebelah kanan titik sal dalam suatu jumlah waktu yang diberikan oleh, di mana v adalah laju gelombang, itu, Jadi, gerak titik x pada waktu r adalah sama seperti gerak ttik x = 0 pada waktu sebelumnya t-w/V, Dengan demikian kita bisa menghitung pergeseran titik x pada waktu ¢ hanya dengan mengganti ¢ dalam Persamaan (19-2) dengan (r ~ /). Bila kita melakukan ‘tu, kita mendapat pernyataan berikut untuk fungsi gelombang tersebut a) = A sin af ~ 2) = 4 sin 2 -2) (gelombang sinusoidal yang bergerak dalam arah x posit a9) Pergeseran y(x, 1) adalah fungsi dari lokasi x titk tersebut dan waktu r, Kita dapat membuat Persamaan (19-3) menjedi lebih umum dengan memasukkan nilai-nilai sodut fasa yang berbeda, seperti yang kita lakukan untuk gerak hermonik sederhana dalam Subbab 13-3, tetapi untuk sekarang ini kita mengabaikan cara ini. Kita dapat menuliskan kembali fungsi gelombang yang diberikan oleh Persamaan (19-3) dalam beberapa bentuk yang berbeda tetopi sangat berguna, Kita dapat menyatakannya dalam periode T= Vf dan panjang gelombang A = v/i tox M50) = A sin Daf 3) (gelombang sinusoidal yang bergerak dalam arah x positif): (9-4) Kita mendapat bentuk mudah yang lain dari fungsi gelombang itu jika kita mendefinisikan suatu kuantitas 4 yang dinamakan bilangan gelombang (wave number): k= 7% —(Witangan gelombang). (9-5) Dengan mensubstitusikan A= 2k dan. frekuensi vy = Af akan memberikan 2s ke dalam hubungan panjang gelombang- @= vk (gelombang periodik). (19-6) Kita dapat menuliskan kembali Persamaan (19-4) sebagai 34,1) = A sin (@r = ke) (gelombang sinusoidal yan; bergerak dalam arah x positif)- (9-7) ‘Yang mana dari berbagai beatuk fungsi gelombang yix, 0) ini yang Kite gunakan dalam suatu soal spesifik akan bergantung pada yang mana yang lebih mudah digunakan. Perhati- kan bahwa mempunyai satuan rad/s. Sehingga, untuk kekonsistenan satuan dalam Persamaan (19-6) dan Persamaan (19-7) maka bilangan gelombang & harus mempunyai satuan rad/m, (Beberapa fisikawan mendefinisikan bilangan gelombang itu sebagai 1/2 dan bukannya 27/2. Bila membaca buku teks lain, pastikan dulu untuk menentukan bagaimana suku ini didefinisikan), Fungsi gelombang y(x, 1) digambarkan grafiknya sebagai fungsi dari x untuk suatu waktu spesifik ¢ dalam Gamber 19-5a. Grafik ini mendefinisikan pergeseran y suatu partikel dari posisi kesetimbangannya sebagai fungsi dari koordinat x partikel itu. Jika gelombang itu adalah gelombang transversal pada dawai, maka grafik dalam Gambar 19-Sa menyatakan bentuk dawai itu pada saat tersebut, seperti potre! dawai itu. Secara umum, pada waktw 1=0, M61 0) = A in hs) = oA in r= Ain aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 10 Gambar 19-6 (2) Pandangan Iain ‘ethadap gelombang pada saat: = O di GGambar 19-Sa mempertihakan kecepa- fan transversal x, dan percepatan tans. versal a, pada teberapa ik di daw Percepatan pada setisp tt sebanding (proporsional dengan jarak (pergeseran) daw pat tik tersebut (b) Kura berwama erang: gelombang pada saat = 0. Kurva berwamna gelap: gelombang yang sams pad saai ¢ = 0.057. Pada Seti tk, Anda dapat mesphutunghan hosardan rah pergesoran sel inter val waktu ini dengan v, dan a, yang Siperhathan a (a 10.2 Lau Gelombang pada Cawal BAB 19 GELOMBANG MEKANIK » Jaju cahaya yang akan menuju kepada kesimpulan bahwa cahaya adalah gelombang elektromagnetik Gambar 19-6a memperlihatkan kecepatan ,, dan percepatan «,, yang diberikan oleh Persamgan (19-8) dan (19-10), untuk beberaps ttik pada dawai ketika gelomibang sinusoi- dal lewat sepanjang dawai itu. Perhatikan bahwa di titik-ttik di mana dawai itu mempunyai kelengkungan ke arah alas (@)/0x* > 0), percepatan titik tersebut adalah posit (a, = ‘y/AP > 0): ini disimpulkan dari persamaan gelombang, Persamaan (19-12). Karena slasan yang sama maka percepatan itu adalah negatif (a, = 07y/dr° < 0) di titik-titik di mana dawai itu mempunyai kelengkungan ke arah bawah (0*y/2x < 0), dan percepatan itu adalah nol (a, = 3)/aF = 0) di ttikctiik infleksi di mana kelengkungan its adalah nol (9%y/0s? = 0), Kita menekankan sekali lagi bahwa v, dan a, adalsh kecepatan dan percepatan transversal dari titik-ttik pada dawai itu; titk-titik ini bergerak sepanjang aah y, bukan sepanjang arah perambatan gelombang. Gerak transversal dari beberapa titik pada dawai itu dapat dilihat dalam Gambar 19-6. Konsep fungsi gelombang sama manfuatnya untuk gelombang longitudinal, dan segala sesuatu yang telah kita katakan tentang fungsi gelombang dapat disesuaikan untuk kasus ini. Kumites y masih mengakur perpesecan sebuah partikel tedium dari ppsisi kesetim- ‘bangannya; perbedaannya adalah bahwa untuk gelombang longitudial, pergeseran ini sejajar dengan sumbu x, bukannya tegak lurus. Kita akan membicarakan gelombang longitudinal secara rinci dalam Subbsb 19-6. 19-5 Lasu GELOMBANG TRANSVERSAL ‘Satu di antara sifat-sifat kunci sebarang gelombang adalah laju gelombang. Gelombang cahaya di udara mempunyai laju perambatan yang jaub lebih besar daripada laju gelombang bunyi di udara (3,00 x 10° mvs dibandingkan 344 mis); itulah sebabnya mengapa Anda ‘melihat kilatan halilintar sebelum Anda mendengar suars guruh. Dalam subbab ini kita akan ‘melihat apa yang menentukan laju perambatan suata jenis gelombang; gelombang transver- sal pada dawai. Laju dari seperti gelombang ini penting untuk memahami gelombang itu sendiri Karena merupakan suatu bagian yang sangat penting untuk menganalisis instrumen ‘musik berdawai, seperti_yang akan kita bicarakan dalam Bab 20. Lagipula, laju dari banyak jenis gelombang mekanik ternyata mempunyai ekspresi matematis yang sama, seperti yang \a0250 kgm ~ 8° ) Dari Persamaan (19-1), a= PENYELESAIAN Kita menggurakan Persamzan (19-13); dengan menyelesaikannya untuk F kita memperoieh (0,250 kg/m 12,0 ms)? = 36,0 kg mis? 8,09 Ib. 6.0 dengan mudah dilakukan oleh Coki Gambar 19-9 Pengiriman tanda melalui gelembang transversal pada tlt verti Jika kita memperhitungkan berat ta tu, maka laju gelombang akan bertambah dan panjang gelombang akan berkurang sewakiu gelombang its berjalan ke atas tali karena tegangan bertambah. Dapatkah anda meajelaskan bahvwa laja gelombang di puncak adalsh 92,9 mis? aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 18 BAB 19 GELOMBANG MEKANIK bonyi ultra yang fiekuensinya 5 MHz = 5 x 10" Hz, panjang zgelombang di air (yang merupakan kandungan war tubub) adalah 03 mm, dan pola gamber sekecil ini dapat dilihat dalam citra itu. Bunyi ultra digunakan untuk pengkajian kerja katup jantung, eee ‘Berapakah laju gelombang buayi longitudinal dalam batang timah? PENYELESAIAN Inilah situasi di mana Persamaan (19-22) dapat dierapkan, Dari Tabel 11-1, ¥ = 1,6 x 10° Pa dan dari Tabel 1-1, p= 1.3 x 10° kgim, Rita mendapat i (6 10" Pa Vi13 10" kai 21210? ms. 19-7 GetomBanc Bunyi paLam G. pendeteksian daging tumbuh atau tumor, dan pemeriksaan sebelum kelahican. Bunyi ultra lebih peka daripada sinar x dalam membedakan berbagai macam jaringan tubuh dan tidsk mempunyai bahaya radiasi seperti yang terkait dengan sinar x. Ini lebih besar dari tiga kali laju bunyi dalam udara. Perhasikan ‘bahwa hasil kita adalah lju di mana suatu gelombang bunyi berjalan sepaniang barang tina. Anda dapat melibat dari Tabel 19-1 bahwa gelombang bunyi calam timah bulk berjalan masih lebih o=pat; alasennya adalzh bahwa untuk timah, modulus bulk lebih besar daripada modulus Young. Dalam subbab sebelumnya kita menurunkan Persamaan (19-21),-v = /B/p , untuk laju gelombang longitudinal dalam suatu fluida yang modulus bulknya B dan kerapatannya p. Kita dapat menggunakan ini untuk mencari laju bunyi dalam gas ideal. Modulus bulk didefinisikan secara umum seperti dalam Persamaan (11-13); untuk perubahan tekanan dan perubahan volume yang sangat kecil, B = -V dp/dV. Jadi perlu ‘mengetabui bagaimana p berubah seiring dengan V untuk gas ideal. Jika suhu konstan, sehingga menurut hukum gas ideal hasil kali pV jugs konstan, dan kita dapat menggunakan inj untuk menghitung dp/dV. Tetapi bila suatu gas dikompresi secara adiabatik schingga tidak ada aliran kalor, maka suhunya naik, dan bila gas itu berekspansi secara adiabatik, suhunya turun, Dalam proses adiabatik untuk gas ideal, Persamaan (17-24) menyatakan ‘bahwa pV" adalah Konstan (ingat kembali bahwa 7= C,/C, adalah rasio tak berdimensi dari kapasitas-kapasitas kalor). dan kita mendapat hasil yang berbeda untuk B. Bila gelombang terjalan melalui suatu gas, apakah Kompresi dan ekspansi itu adiabatik, atau apakah ada cukup Konduksi kalor di antars tapisan-lapisan yang berdekatan dari gas untuk memperta- hankan subu yang hampir konstan di seluruh bagian? Karena konduktivitas termal gas sangat kecil, maka teryata bahwa untuk frekvensi bunyi biasa, katakanlah 20 sampai 20,000 Hz, perambatan bunyi sengat mendekati adiabatik. Jadi dalam Persamaan (19-21) kita mengguaakan modulus bulk adiabatik (adiabatic bulk modulus) B,, Yang diturunkan dari asumsi pV" = konstan, (19-23) kita mengambil turunan Persamaan (19-23) terhadap V: by 3 2v' + pv" =0. Ww YP Dengan membaginya dengan V*! dan menyusunnya kembali, kita mendapat (19.24 ‘Untuk proses isoterma!, pV = konstan; kita mempersilakan Anda untuk membuktikan bahwa modulus bulk isotermal adalah B,, =p. (19-25) Modulus adiabatik lebih besar daripada modulus isotermal sebanyak faktor 7 Dengan menggabungkan Persamaan (19-21) dan (19-24), kita mendapat aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. aa You have either reached a page that is unavailable for viewing or reached your viewing limit for this book. 22 BAB 19 GELOMBANG MEKANIK Gambar 19-14 Anatom telinga man PENYELESAIAN a) Intensitas [dari gelombang it a daya ratarata dibagiIuss penampang gelombang itu, schingga daya ‘at-rata sama dengan imensias kal! ua ini, Gelombang itu bergerak 4i seluruhsaluran pendengaran yang jari-jarinya r = (7.0 mmy/2 = 3,5 mim, schingga luas penampang itu adalah m7 = (3,5 x 10° m)? = 3,8 * 10° m?, Maka daye rateratanya adalah P, = Inv? = G2 x 10° Wim?)38 x 10° m*) = 12x10 w. Jumlah daya yang sangat Keil ini ciserap olzh gendang telings, {yang oxilesinya divansformesikan dalam bagian tengah dan agian alam telinga ke dalam sinyallistrk yang dikrimkan ke otak. Tlinga ‘yang sehat dapat mendetksiintesita bunyi serendah 10°? Wie, 4i mana daya rata-rata yang diantar hanyalah 3.8 x 107 W. Pendengaran manusia singgah pekal 1) Untuk gelombang yang merambat dalam suat fuida dalam pip, hubungan antara intensitas J dan amplitudo A dibetikan oleh Persamaan (19-34), = $B 07A*, Dengan menyelesaikan per samaan ini unwk 4, kta mendapat 1a 4° Sepa Fluida itu adalah udara, sehingga kita dapat mengeunckan hasil- hasil dari Subbab 19-7 untuk gelombang bunyi dalam gas; modulus bulk yang hares digunakan adalah B,, = yp. Untuk wdara, y= 1,40, dan tekanan atmosfer normal adalah = 1,013 x 10° Pa, schingys Bye = (1.40)(,013 «108 Pe) = 1,42 % 10° Pa, Kita dapat mencer {eeapatan udara dengan menggunakan hukum gas ideal dalam bentuk Persamasn (15-3), p = pMIRT, Dengan menggunakan subu Kamar (20° C atau 293 Ko, kita peroleh 3x 10% PA28S x 10 Kkg/mol) (BIS Vmol - K\203 K) = 120 ke/m’, p Dengan mencubstiusikannya ke dalam pernyataan di atas untuk amplitudo A, kita mendapat en 1 (22 x10 Win’) 2m(100 §*) (1.20 kg/m? )(1.42 x 10° Pay” .0 x 107 m. Inj adalah jarck yang sangat kecil,namun pergeseran molekul udara sebanyak ini dapat dideteksisecara sempumna oleh seseorang yang pendengarannya normal. Temyata buayi yang inensiasaya sebesur ini masih aken dapat didengar jika kta mensmbah fiekueasi itu sebesar faktor 100 menjadi f = 10.000 Hz. Pethitungan kit memperlihatkan bahwa ampliido A berbanding terbalik dengan frekvens, sehinggn amplitudo ita akan menjadi 0,01 dari semula, atau 2,0 x 10? m. Telinga Anda dapat mendeteksi gerak molekul tdart pada jerak yang hanya beberapa kali lebih besar daripada ukuran molekal-molekul itu sendri! Kita akan menyelidiki Kepekaan telinga ia lebih jauh dalam Bab 21 RINGKASAN KATA KUNCI . ‘gelombang mekanik (rechanical wave), medium, 1 ‘gelombang transversal (crans~ verse wave), 1 Gelombang adalah sebarang gangguan dari kondisi kesetimbangan yang merambet dari sata daerah ke daerah yang lainnya. Gelombang mekanik selalu berjalan dalam material yang dinamakan medium. Dalam gelombang periodik, gerak setiap titik me- dium itu adalah periodik. Bila gerak itu sinusoidal, gelombang itu dinamakan gelombang sinusoidal. Frekuensi f dari gelombang periodik adalah banyaknya pengulangan per satuan waktu, dan periode 7 adalah wakiu untuk satu siklus. Panjang gelombang 2 adalah jarak ketika pola gelombang itu berulang. Laju perambatan v adalah laju