Anda di halaman 1dari 4

Dislokasi Sendi Ialah terlepasnya sebuah sendi dari tempat yang seharusnya.

Dislokasi sendi bahu Ada beberapa kemungkinan arah dislokasi pada sendi bahu yang cedera. Tetapi yang sering ialah dislokasi ke depan. Yaitu, kepala tulang lengan atas terpeleset ke arah dada. Tetapi kemana pun arah dislokasi tersebut, ia akan menyebabkan gerakan yang terbatas dan rasa nyeri yang hebat bila bahu digerakkan. Tanda-tanda lain: Lengan menjadi kaku dan siku agak terdorong menjauhi sumbu tubuh Ujung tulang bahu akan nampak lebih menonjol ke luar, sedang di bagian depan tulang bahu nampak ada cekungan ke dalam

Tindakan pertolongan: Usaha memperbaiki letak sendi yang terpeleset itu harus dikerjakan selekas mungkin, tetapi harus dengan tenang dan hati-hati. Jangan sampai usaha itu justru merusak jaringa-jaringan penting lainnya. Apabila usaha itu tidak berhasil, sebaiknya jangan diulangi. Kirim saja penderita ke rumah sakit dengan segera Pertama-tama perhatikanlah apakah ada patah tulang atau tidak. Apabila ada tanda-tanda patah tulang, tindakan pertolongan untuk memperbaikinya harus diserahkan kepada dokter di rumah sakit. Apabila tidak ada patah tulang, dislokasi sendi bahu dapat diperbaiki dengan cara: Lengan penderita ditarik sesuai dengan arah kedudukannya ketika itu. Tarikan itu harus dilakukan dengan pelan dan semakin lama semakin kuat. Hal ini untuk menghindarkan rasa nyeri yang hebat yang dapat mengakibatkan terjadi shock. Selain itu, tarikan yang mendadak dapat merusak jaringan-jaringan yang ada di sekitar sendi. Setelah ditarik dengan kekuatan yang tetap selama beberapa menit, dengan hati-hati lengan atas diputar ke luar (arah menjauhi tubuh). hal ini sebaiknya dilakukan dengan siku terlipat. Dengan cara ini diharapkan ujung tulang lengan atas akan menggeser kembali ke tempatnya semula.

Yang Harus Diperhatikan Perubahan bentuk, luka terbuka, nyeri tekan, pembengkakan. Tulang yang terlepas dari sendi bisa merobek ligamen dan merusak saraf. Pembengkakan disebabkan oleh perdarahan di dalam jaringan. Perubahan bentuk disebabkan oleh bentuk tulang yang tidak bisa yang keluar dari lekukan sendinya. Kadang-kadang, tulang segera memposisikan kembali dirinyam tetapi sering kali ia perlu dikembalikan keposisinya oleh pemberi layanan kesehatan. Hilangnya gerakan sendi menyebabkan nyeri jika tulang tetap berada di luar sendi

Yang Harus Dilakukan Perlakuan pada dislokasi sama dengan perlakuan pada fraktur: 1. Lepaskan pakaian di sekitar cedera. Jika perlu guntinglah pakaian di area ini untu menghindari gerakan pada area cedera. Tanya apa yang terjadi dan dimana 2. Carilah perubahan bentuk, luka terbuka, nyeri tekan, dan pembengkakan 3. Jika terdapat luka terbuka, kenakan sarung sekali pakai, kendalikan perdarahan. Beri tekanan pada titik penekanan jika tulang menonjol keluar kulit sehingga menghambat anda dari menekan langsung pada area luka. Tutup luka dengan pembalut steril atau kain bersih untuk menjaga tetap bersih. 4. Stabilkan dugaan dislokasi dengan mengganjal area dengan bantal atau handuk pada posisi yang paling nyaman. Sehingga akan membatasi gerakan dan nyeri. Komplikasi yang mungkin terjadi dislokasi bahu anterior, yaitu : Cedera plexus brachialis dan n. Axillaris yang menyebabkan kumpulnya m. deltoid sehingga bahu tidak dapat diangkat abduksi Robeknya muskulus tendineus cuff (cuff rotator) Patah tulang humerus Rekurrens dislokasi bahu anterior

Hal ini disebabkan terjadinya celah robekan fibrocartilago di daerah bannkart yang menetap. Trauma yang ringan saja seperti mengenakan baju atau menutup jendela akan terjadi posisi abduksi dan eksternal rotasi yang akan mengakibatkan dislokasi kembali. Kalau terjadi lebih dari 3 x, dianjurkan untuk dilakukan operasi. Metode operasi yang dipakai yaitu, Bristow, Bannkart, dan Putti plat. Tujuan dari operasi ini untuk melakukan rekonstruksi struktur bagian anterior sendi.

Daftar Pustaka: Mohamad, K. . Pertolongan Pertama. Jakarta; Gramedia Pustaka Utama Jones and Barlett. 2007. Pertolongan Pertama dan RJP Pada Anak, Ed. 4. Jakarta; Arean