Anda di halaman 1dari 38

Final Report

Review Desain Bendungan Logung

6.1. KETERSEDIAAN DATA


Data hidrometeorologi yang tersedia di wilayah rencana bendungan Logung adalah sebagai berikut:
Dalam data yang sudah ada pada Kecamatan Dawe Dalam Angka memiliki curah hujan sekitar 2.205
mm/tahun. Di sekitar lokasi rencana bendungan Logung terdapat 3 stasiun hujan, yaitu Sta.
Gembong, Sta. Tanjung Rejo dan Sta. Rahtawu.

Data hujan yang digunakan untuk analisis hidrologi berasal dari stasiun hujan :
1. Stasiun Hujan Gembong tahun pencatatan Th. 1970 2009
2. Stasiun Hujan Tanjung Rejo tahun pencatatan Th. 1970 2009
3. Stasiun Hujan Rahtawu tahun pencatatan Th. 1970 2009
Peta lokasi stasiun hujan yang berpengaruh pada DAS Logung disajikan pada Lampiran.

Data iklim dari stasiun klimatologi Colo, Kabupaten Kudus meliputi data: temperatur,
kelembaban udara, kecepatan angin dan penyinaran matahari. Untuk temperatur udara dilakukan
penyesuaian akibat beda elevasi dengan persamaan sebagai berikut:
T' = T 0.006 AH, di mana T adalah suhu di wilayah kerja, T suhu di stasiun terdekat, dan AH
adalah beda ketinggian antara kedua lokasi. Data klimatologi dari stasiun Colo ditampilkan pada
Lampiran.

Pada kurang lebih 250 m di hulu rencana bendungan Logung terdapat pos pencatat muka air
sungai otomatis (Automatic Water Level Recorded/AWLR) dengan tahun pencatatan 1990 - 2009.
Data debit sungai Logung dari pencatatan AWLR terdapat pada lampiran.

VI - 1

Final Report
Review Desain Bendungan Logung
Tabel 6.1.
DATA HUJAN HARIAN MAKSIMUM (mm)
Stasiun Hujan
DAS

: Sta. Gembong 2, Sta. Tanjung Rejo, Sta. Rahtawu


: Logung

Luas

: 43,81 Km2

No

Tahun

Rmaks

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40

1970
1971
1972
1973
1974
1975
1976
1977
1978
1979
1980
1981
1982
1983
1984
1985
1986
1987
1988
1989
1990
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009

108
151
118
135
129
117
121
131
82
72
91
139
81
74
113
201
103
84
100
75
84
89
63
78
75
59
76
85
98
124
67
85
74
100
128
72
112
96
162
143

6.2. CURAH HUJAN RANCANGAN


Besarnya curah hujan rancangan dihitung dengan menggunakan data curah hujan harian maksimum.
Data curah hujan rata-rata harian maksimum untuk stasiun curah hujan Gembong, Tanjungrejo dan
Rahtawu diperlihatkan pada gambar grafik berikut.

VI - 2

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

250
200
150
100
50
0
1970
1971
1972
1973
1974
1975
1976
1977
1978
1979
1980
1981
1982
1983
1984
1985
1986
1987
1988
1989
1990
1991
1992
1993
1994
1995
1996
1997
1998
1999
2000
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009

CURAH HUJAN (mm)

CURAH HUJAN RATA-RATA HARIAN MAKSIMUM


DAS LOGUNG

TAHUN

Gambar 6.1. Grafik Curah Hujan Rata-Rata Harian Maksimum DAS Logung
6.2.1. Analisis Frekuensi
Besarnya hujan rencana dihitung dengan beberapa analisis frekuensi curah hujan, yaitu Gumbel,
Pearson tipe III, Log Normal, dan Log Pearson Type III dengan persama umum sebagai berikut :
RT = + K x SX
Di mana:
RT

= hujan rencana untuk periode ulang T tahun (mm)


= Curah hujan maksimum rerata (mm)

SX

= Standar deviasi

= Faktor frekuensi, dihitung berdasarkan metode masing-masing

A. Metode Gumbel
RT = + K x SX
K =
Di mana Sn dan Yn adalah dapat dilihat pada tabel yang disajikan dalam Lampiran, sedangkan Y t
dihitung dengan persamaan :
Yt = -(0,834 + 2,303 Log )
B. Metode Pearson Type III
RT = + K x SX
Nilai K dapat dilihat pada tabel yang disajikan dalam Lampiran.
C. Metode Log Normal

Nilai K untuk Log Normal berdasarkan nilai Cv dapat dilihat pada tabel yang disajikan dalam
Lampiran.
D. Metode Log Pearson III

VI - 3

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

Nilai K berdasarkan nilai Cs untuk Log Pearson III dapat dilihat dalam tabel pada Lampiran.
6.2.2. Perhitungan Hujan Harian Maksimum Rancangan
Untuk menentukan kemungkinan terjadinya banjir maksimum (PMF = Probability Maximum Flood)
digunakan analisis hujan maksimum rencana (PMP = Probability Maximum Precipitation) yang
diperoleh dengan menggunakan metode Herschfield dengan rumus sebagai berikut :
PMP = + k x Sdev
Di mana :
= rata - rata curah hujan maksimum
k

= koefisien Herschfield yang bergantung pada

Sdev = simpangan baku curah hujan maksimum


6.2.3. Analisis Reliabilitas
Untuk menentukan jenis sebaran yang akan digunakan untuk analisis selanjutnya dilakukan pengujian
dengan Uji Chi (Chi test); di mana sebaran yang memiliki nilai chi terkecil akan digunakan untuk
perhitungan selanjutnya. Rumus chi test adalah sebagai berikut :

Hasil perhitungan analisis frekuensi dan PMP dengan nilai Chi terkecil diperoleh dari distribusi
Pearson Type III, disajikan pada Tabel 6.2. berikut ini.
Tabel 6.2. Curah Hujan Rancangan Metode Pearson Type III (mm)
T
2
5
10
20
25
50
100
200
1000

G
-0,066
0,816
1,317
1,599
1,880
2,261
2,615
2,949
3,670

G.S
-0,0188
0,2319
0,3742
0,4542
0,5342
0,6425
0,7430
0,8379
1,0428

ln Xi + G.S
4,5696
4,8203
4,9626
5,0426
5,1226
5,2308
5,3314
5,4263
5,6312

Rt
96,4631
123,9342
142,8926
154,7904
167,6788
186,8485
206,6188
227,1862
278,8342

6.3. EVAPOTRANSPIRASI
Evapotranspirasi potensial bulanan dihitung dengan metode Penman (modifikasi FAO), untuk daerah
genangan dan daerah pengaliran. Data klimatologi yang diperlukan adalah antara lain :

Temperatur udara,

VI - 4

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

Kelembaban relatif,

Penyinaran matahari,

Kecepatan angin, dan

Radiasi matahari.

Persamaan Penman modifikasi FAO, dirumuskan sebagai berikut :


ETo = [ W Rn + (l - w) - f(u) - (ea - ed) ]
Di mana :
ETo

= evapotranspirasi tanaman, mm/hari

= faktor temperatur

Rn

= radiasi bersih, mm/hari

F(u)

= faktor kecepatan angin

ea - ed = perbedaan antara tekanan uap air pada temperatur rata-rata dengan tekanan uap jenuh air,
mbar
c

= faktor perkiraan dari kondisi musim

Dengan :
W

= / ( + )

Rn

= Rns - Rnl

Rns

= (1 - ) Rs

Rs

= (0.29 + 0.59 n/N) Ra

Rnl

= f . f (ed). f (n/N) Ra

ed

= ea. Rh

ea

= 7.01 x 1.062T

Nilai fungsi-fungsi :
f (u)

= 0.27 ( 1 + u/100)

f (T)

= 11.25 . 1.0133T

f (ed) = 0.38 - 0.044


f (n/N) = 0.1 + 0.9 n/N
Reduksi pengurangan temperatur karena ketinggian elevasi daerah pengaliran diambil menurut
rumus:
T = (X - 0.006H) C
Di mana :
T

= temperatur udara dari daerah yang dicari

= temperatur udara stasiun yang ada

= perbedaan tinggi elevasi

VI - 5

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

Perhitungan evapotranspirasi Metode Penman selengkapnya ditampilkan pada Tabel 6.3.

.
6.4. ANALISIS DEBIT ANDALAN
6.4.1. Debit Setengah Bulanan
Dalam analisis debit andalan (low flow) besarnya debit dihitung dengan menggunakan model simulasi
NRECA. Prinsip NRECA adalah memperkirakan besarnya debit aliran sungai akibat hujan yang jatuh
dalam Catchment Area dengan mempertimbangkan kondisi tanah dan topografi catchment tersebut.
Dalam model NRECA terdapat 2 (dua) macam tampungan, yaitu tampungan kelengasan (moisture
storage) dan tampungan air tanah (groundwater storage).
Tampungan kelengasan ditentukan oleh hujan dan evapotranspirasi aktual, sedangkan tampungan air
tanah ditentukan oleh kelebihan kelengasan (excess moisture). Secara skematis, diagram dari model
hujan-limpasan NRECA disajikan pada gambar berikut.

Gambar 6.2. Struktur Model NRECA

VI - 6

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

Input yang diperlukan dari model hujan - lmpasan NRECA adalah sebagai berikut :

Hujan rata-rata dari suatu DPS (P)

Evapotranspirasi potensial DPS (PET)

Kapasitas tampungan kelengasan (NOM); dapat diperkirakan : NOM = 100 + 0,2 x hujan rata-rata
tahunan di mana nilai c = 0,2 untuk DPS yang hujan turun sepanjang tahun dan c < 0,2 untuk DPS
yang mempunyai tipe hujan musiman.

Persentasi limpasan yang keluar dari DPS di subsurface / infiltrasi (PSUB), dengan nilai berkisar
antara 0,3 sampai dengan 0,9.

Persentasi limpasan tampungan air tanah menuju ke sungai (GWF) yang berkisar antara 0,2
sampai dengan 0,8

Nilai awal dari tampungan kelengasan tanah (SMSTOR)

Nilai awal dari tampungan air tanah (GWSTOR)

Faktor tanaman (Cf), bila data evapotranspirasi yang dimasukkan adalah evapotranspirasi standar
(ETo), dimana PET = Cf x ETo

Gambar 6.3. Diagram Alir Model NRECA


Perhitungan limpasan model NRECA dibagi menjadi 2 bagian, yaitu perhitungan limpasan langsung
(direct runoff) dan air tanah yang menuju ke sungai (groundwater).

VI - 7

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

Urutan langkah perhitungan untuk limpasan bulanan adalah sebagai berikut:

Perhitungan hujan wilayah dan evapotrasnpirasi standar di DPS (P dan Eto)

Menentukan parameter model: NOM, PSUB, GWF, SMSTOR, dan GWSTOR yang akan digunakan
dalam proses kalibrasi

Perhitungan angka tampungan tiap bulan (Storage Ratio) :


SR = SMSTOR/NOM
Di mana untuk bulan pertama SMSTOR = angka awal tampungan dan untuk bulan selanjutnya
SMSTOR(n) = SMSTOR(n-1) + S(n-1).
S(n-1) adalah perubahan tampungan pada bulan sebelumnya.

Perhitungan angka perbandingan antara hujan dan evapotranspirasi potensial : R = P/PET

Perhitungan evapotranspirasi aktual (AET) dengan menggunakan rumus AET = k1 x PET, di mana
k1 adalah koefisien evapotranspirasi yang bergantung pada nilai R dan SR dengan persamaan
regresi sebagai berikut :
K1 = P/PET (1 - 0,5 x Sr) + 0,5 x Sr, yakni bila R<1 dan Sr<2
K1 = 1 yakni bila P/PET > 1 atau Sr > 2

Menghitung ratio kelebihan kelengasan (exrat),


Untuk Sr _< 0, maka exrat = 0
Untuk Sr > 0, maka exrat = 0,5 x [ 1 + tanh(x)]

= (Sr-1)/0,52

Tanh

= [exp(x) - exp(-x)] / [exp(x) + exp(-x)]

Perhitungan kelebihan kelengasan (excm), perubahan tampungan (S) dan perkolasi (rech) dengan
menggunakan rumus berikut:
Excm

= exrat (P - AET)

= P-AET - excm

Rech

= PSUB x excm

Perhitungan angka awal dan akhir tampungan air tanah (BSG dan ESG): untuk bulan ke-l, BSG =
GWSTOR, untuk bulan berikut BSG(n) = ESG(n-1) -GF(n-1)
ESG

= rech + BSG

GF

= limpasan air tanah (base flow)

Perhitungan limpasan, dibagi menjadi 2 bagian yaitu limpasan langsung (DRF) dan limpasan air
tanah (GF) :
DRF

= excm - rech

GF

= GWF x ESG

= GF + DRF (mm) Q adalah total limpasan tiap bulan.

Debit Setengah Bulanan Hasil Analisis NRECA dapat diperiksa pada tabel 6.4. berikut ini.

VI - 8

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

Tabel 6.4. Debit Bulanan Hasil Analisis NRECA:


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24

Januari
11,723 14,070
8,213 12,335
7,667
8,911
7,226
8,073
5,935
8,064
5,632
7,835
5,605
5,260
5,261
4,997
4,742
4,925
4,623
4,200
4,552
4,076
4,237
3,507
4,183
3,471
3,778
3,468
2,563
3,121
2,347
2,907
2,332
2,671
2,319
2,557
2,072
2,326
2,068
2,271
2,065
2,216
1,995
1,556
1,228
0,805
0,795
0,762

Pebruari
11,931 9,590
10,689 5,669
9,326
5,528
9,100
5,363
7,814
5,224
7,408
5,155
6,475
4,568
6,327
4,454
6,252
4,454
6,132
4,417
6,014
3,926
5,537
3,203
3,340
3,121
3,326
3,060
3,235
2,860
2,982
2,756
2,749
2,634
2,661
2,421
2,631
2,388
2,564
2,179
2,498
1,971
2,408
1,407
0,883
1,295
0,506
0,872

Maret
8,557
4,829
7,416
4,362
6,888
3,805
5,230
3,707
4,941
2,966
4,891
2,875
4,334
2,854
4,243
2,694
4,189
2,569
3,859
2,318
3,843
2,221
3,031
2,117
2,765
1,797
2,682
1,522
2,590
0,918
2,347
0,608
2,280
0,588
2,219
0,539
1,833
0,440
1,823
0,439
1,813
0,439
1,718
0,433
1,524
0,407
0,672
0,260

April
4,448
4,233
3,505
3,488
3,089
2,989
2,870
2,706
2,664
2,578
2,532
1,922
1,833
1,569
1,459
1,423
1,154
1,076
1,034
0,781
0,529
0,461
0,335
0,156

Mei
4,305
3,996
3,296
3,023
2,772
2,735
2,447
2,087
2,000
1,445
1,169
1,148
0,985
0,975
0,945
0,715
0,664
0,559
0,533
0,475
0,417
0,377
0,313
0,170

3,107
1,877
1,713
1,694
1,228
1,022
0,944
0,846
0,637
0,632
0,552
0,462
0,461
0,281
0,273
0,208
0,195
0,179
0,163
0,157
0,152
0,144
0,138
0,063

Juni
1,396
0,977
0,631
0,625
0,481
0,459
0,384
0,334
0,314
0,283
0,265
0,218
0,216
0,216
0,155
0,116
0,094
0,069
0,067
0,064
0,061
0,052
0,051
0,022

3,685
1,954
0,735
0,725
0,694
0,630
0,512
0,461
0,356
0,316
0,228
0,223
0,219
0,214
0,186
0,173
0,093
0,085
0,085
0,083
0,082
0,061
0,037
0,024

Juli
2,792
1,849
0,886
0,565
0,553
0,470
0,360
0,330
0,208
0,096
0,083
0,082
0,069
0,056
0,051
0,049
0,032
0,031
0,031
0,030
0,030
0,022
0,013
0,008

1,791
1,528
0,728
0,424
0,203
0,133
0,121
0,103
0,073
0,072
0,035
0,030
0,030
0,025
0,021
0,019
0,012
0,012
0,012
0,011
0,011
0,008
0,005
0,003

1,371
0,510
0,345
0,251
0,159
0,146
0,046
0,042
0,025
0,025
0,017
0,012
0,010
0,010
0,009
0,007
0,007
0,004
0,004
0,004
0,004
0,003
0,001
0,001

Agustus
1,003
1,012
0,382
0,136
0,271
0,090
0,262
0,064
0,166
0,037
0,098
0,034
0,079
0,034
0,069
0,027
0,048
0,024
0,018
0,008
0,016
0,007
0,010
0,006
0,005
0,004
0,004
0,001
0,003
0,001
0,003
0,001
0,002
0,001
0,002
0,001
0,002
0,001
0,002
0,001
0,002
0,001
0,001
0,001
0,001
0,000
0,001
0,000

September
1,155
1,815
0,188
0,267
0,053
0,199
0,035
0,157
0,025
0,019
0,015
0,009
0,013
0,005
0,013
0,005
0,011
0,004
0,009
0,003
0,003
0,001
0,002
0,001
0,002
0,001
0,002
0,001
0,001
0,000
0,001
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000

Oktober
1,674
8,952
1,465
1,956
1,440
1,479
1,304
1,422
0,590
1,130
0,259
1,122
0,252
0,714
0,129
0,360
0,073
0,330
0,044
0,203
0,002
0,116
0,002
0,098
0,002
0,089
0,000
0,049
0,000
0,034
0,000
0,015
0,000
0,001
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000
0,000

Nopember
3,911
4,136
3,860
3,444
2,699
2,961
2,689
2,481
2,565
2,458
2,172
2,458
1,878
2,057
1,637
1,993
1,474
1,864
1,063
1,785
0,657
1,782
0,456
1,752
0,441
1,332
0,225
1,009
0,097
0,975
0,039
0,953
0,035
0,762
0,008
0,618
0,000
0,394
0,000
0,323
0,000
0,252
0,000
0,204
0,000
0,194
0,000
0,136

Desember
6,596
7,206
5,828
6,685
3,930
5,760
3,837
5,258
3,831
4,782
3,826
4,698
3,716
4,128
3,606
3,984
2,914
3,445
2,503
2,715
2,487
2,569
2,280
2,281
2,154
2,145
1,938
2,121
1,890
2,047
1,742
1,612
1,667
1,522
1,245
1,401
0,852
1,375
0,806
1,350
0,760
1,325
0,728
1,121
0,570
0,961
0,185
0,456

6.4.2. Debit Andalan


Debit andalan sungai Logung dihitung berdasarkan data debit setengah bulanan yang disusun
bendasarkan urutan atau ranking mulai dari urutan besar hingga kecil. Debit setengah bulanan yang
diambil adalah hasil dari NRECA selama tahun pengamatan (1988 - 2009).
Data debit andalan 80 % terlampaui disajikan pada Tabel 6.5. sebagai berikut :
Tabel 6.5. Data Debit Andalan 80 %
Tahun
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34

Jan
11,12
9,41
8,38
7,51
7,21
6,72
6,25
6,24
6,08
6,00
5,92
5,88
5,47
5,27
4,97
4,84
4,80
4,13
4,00
3,91
3,56
3,55
3,51
3,35
3,25
3,08
3,07
2,04
1,97
1,92
1,78
1,72
1,61
1,18

Feb
9,73
6,90
6,20
6,02
5,80
5,58
5,34
5,27
5,18
4,94
4,76
4,73
4,73
4,54
3,95
3,87
3,75
3,58
3,40
3,34
3,30
3,15
3,07
2,79
2,73
2,70
2,54
2,35
2,20
2,04
1,97
1,31
0,95
0,82

Mar
5,71
5,12
5,01
4,93
4,39
4,04
3,77
3,55
3,43
3,42
3,28
3,23
3,21
3,02
2,89
2,88
2,61
2,56
2,38
2,11
2,03
2,03
1,93
1,92
1,52
1,47
1,38
1,29
1,29
1,26
1,20
1,17
1,03
0,90

Bulan
Jun
Jul

Apr

May

Aug

Sep

Oct

Nov

Dec

Peluang

3,62
3,56
3,46
3,16
3,08
2,81
2,57
2,52
2,20
2,04
1,98
1,94
1,86
1,83
1,78
1,60
1,58
1,47
1,36
1,30
1,27
1,19
1,15
1,10
1,09
1,08
1,01
0,98
0,81
0,74
0,72
0,71
0,66
0,66

Debit Andalan (m3/det)


2,33
2,00
1,65
0,85
2,29
1,79
1,03
0,85
1,66
1,74
0,91
0,79
1,37
0,99
0,88
0,78
1,17
0,99
0,85
0,76
1,16
0,95
0,84
0,76
1,09
0,94
0,84
0,74
1,08
0,92
0,83
0,74
1,08
0,92
0,79
0,72
1,03
0,90
0,79
0,72
1,00
0,90
0,78
0,71
0,99
0,89
0,78
0,69
0,97
0,89
0,76
0,69
0,89
0,87
0,76
0,68
0,89
0,83
0,75
0,67
0,88
0,80
0,73
0,65
0,88
0,80
0,69
0,62
0,84
0,77
0,69
0,62
0,83
0,77
0,68
0,61
0,82
0,77
0,67
0,61
0,79
0,76
0,62
0,60
0,79
0,75
0,61
0,59
0,78
0,67
0,59
0,55
0,77
0,67
0,59
0,55
0,76
0,67
0,57
0,52
0,76
0,66
0,55
0,52
0,74
0,63
0,55
0,52
0,73
0,63
0,54
0,52
0,69
0,59
0,53
0,51
0,69
0,58
0,49
0,51
0,64
0,57
0,48
0,51
0,63
0,54
0,47
0,51
0,61
0,52
0,47
0,48
0,52
0,52
0,44
0,44

0,86
0,84
0,83
0,77
0,76
0,75
0,74
0,74
0,74
0,73
0,71
0,70
0,67
0,66
0,66
0,64
0,64
0,63
0,63
0,62
0,61
0,59
0,59
0,56
0,54
0,53
0,53
0,52
0,50
0,50
0,48
0,46
0,44
0,43

5,64
2,23
1,05
0,97
0,97
0,92
0,90
0,90
0,86
0,83
0,80
0,79
0,77
0,71
0,71
0,71
0,70
0,68
0,66
0,65
0,61
0,59
0,59
0,58
0,57
0,55
0,49
0,48
0,47
0,47
0,47
0,45
0,44
0,40

3,22
3,20
2,98
2,90
2,88
2,76
2,67
2,46
2,25
2,15
1,83
1,59
1,57
1,15
1,06
1,05
1,04
0,89
0,88
0,78
0,77
0,76
0,74
0,71
0,71
0,70
0,66
0,65
0,62
0,55
0,54
0,54
0,49
0,48

5,28
5,08
5,03
4,75
4,50
4,34
4,31
4,29
4,11
3,88
3,59
3,56
3,37
3,34
3,12
3,04
3,00
2,85
2,74
2,70
2,28
2,16
2,13
2,12
1,64
1,58
1,52
1,52
1,43
1,07
0,98
0,96
0,94
0,86

2,86
5,71
8,57
11,43
14,29
17,14
20,00
22,86
25,71
28,57
31,43
34,29
37,14
40,00
42,86
45,71
48,57
51,43
54,29
57,14
60,00
62,86
65,71
68,57
71,43
74,29
77,14
80,00
82,86
85,71
88,57
91,43
94,29
97,14

VI - 9

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

2,09

2,37

DEBIT RATA-RATA DTA BENDUNGAN LOGUNG


2,50

1,47

1,33

1,50

0,50

0,45

0,43

0,45

MAY

JUN

JUL

AUG

SEP

0,50

0,56

0,55

1,00

0,83

0,86

DEBIT ( m3/dt )

2,00

0,00
JAN

FEB

MAR

APR

OCT

NOV

DEC

Gambar 6.4. Debit Rata-Rata DTA Bendungan Logung


6.5. ANALISIS DEBIT BANJIR
6.5.1. Perhitungan Debit Banjir dengan Metode Gama I
Satuan hidrograf sintetik Gama I dibentuk oleh tiga komponen dasar yaitu waktu naik (TR), debit
puncak (Qp) dan waktu dasar (TB) dengan uraian sebagai berikut.
Waktu Naik
3

L
TR = 0,43
+ 1,0665 SIM + 1,2775
100SF

Dengan,
TR

waktu naik (jam)

panjang sungai (km)

SF

faktor sumber yaitu perbandingan antara jumlah panjang sungai tingkat 1 dengan
jumlah panjang sungai semua tingkat

SIM

faktor simetri ditetapkan sebagai hasil kali antara faktor lebar (WF) dengan luas
relatif DAS sebelah hulu (RUA)

WF

faktor lebar adalah perbandingan antara lebar DPS yang diukur dari titik di sungai
yang berjarak L dan lebar DPS yang di-ukur dari titik yang berjarak L dari titik
tempat pengukuran

Debit Puncak
Qp = 0,1836 A0,5886 JN0,2381TR-0,4008
Dengan,
TR = waktu naik (jam)
JN = jumlah pertemuan sungai
Waktu Dasar
TB = 27,4132 TR0,1457 S-0,0956 SN0,7344 RUA0,2574
Dengan,
TB

waktu dasar (jam)

landai sungai rata-rata

SN
TR

=
=

frekuensi sumber yaitu perbandingan antara jumlah segmen sungai-sungai tingkat


1 dengan jumlah sungai semua tingkat
waktu naik (jam)

VI - 10

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

RUA

luas DPS sebelah hulu (km2)

AU

WL
A

WU

X A 0,25 L

X U 0,75 L
WF

WU

RUA

AU

WL

Sketsa Penetapan WF

Sketsa Penetapan RUA


Qp

Q
3

(m /det)

t (jam)

TR
TB

Gambar 6.5. Hidrograf Satuan Metode Gama I


Hujan efektif didapat dengan cara metode indeks yang dipengaruhi fungsi luas DPS dan frekuensi
sumber SN dirumuskan sebagai berikut.

= 10,4903 3,589.10-6 A2 + 1,6985.10-13 (A/SN)4

Dengan,

indeks (mm/jam)

luas DPS (km2)

SN

frekuensi sumber

Aliran dasar dapat didekati sebagai fungsi luas DPS dan kerapatan jaringan sungai yang dirumuskan
sebagai berikut.
0,4751 A0,6444A D0,9430

QB =
Dengan,
QB

aliran dasar (m3/det)

luas DPS (km2)

kerapatan jaringan sungai (km/km2)

Waktu konsentrasi atau lama hujan terpusat dirumuskan sebagai berikut.


t

= 0,1 L0,9 i-0, 3

Dengan,

VI - 11

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

waktu konsentrasi / lama hujan terpusat (jam)

panjang sungai (km)

kemiringan sungai rata-rata

6.5.2. Perhitungan Debit Banjir dengan Metode Rasional


Metode perhitungan ini dapat diperkirakan dengan menggunakan Metode Rasional dengan urutan
sebagai berikut.
Data berupa hujan harian maksimum tahunan yang dirata-ratakan (Rm) dan hari hujan badai (M) yang
lebih besar dari 10 mm per hari.
Waktu yang dibutuhkan oleh limpasan untuk melalui jarak terjauh di daerah tadah hujan yaitu di
suatu titik di hulu sampai ke titik tinjau paling akhir. Kondisi ini dihitung dengan menggunakan rumus
Kirpich dan Giandotti sebagai berikut.
Rumus Kirpich
tc

= 0,945

L1,156
D 0,365

Dimana,
tc

waktu konsentrasi (jam)

panjang sungai utama (km)

perbedaan tinggi lokasi dengan titik tertinggi daerah tadah hujan (m)

Rumus Giandotti
1

tc

4A 2 + L1,156
0,8h

Dimana,
tc

waktu konsentrasi (jam)

luas daerah tadah hujan (ha)

panjang sungai utama (km)

perbedaan tinggi rata-rata daerah tadah hujan dengan tinggi lokasi (m)

Waktu Konsentrasi
tc

= (tcKirpich + tcGiandotti)

Durasi curah hujan diambil sebesar waktu konsentrasi (tc), untuk waktu curah hujan dengan durasi 5
- 120 menit dengan kala ulang 2 100 tahun digunakan rumus
RtT

R602 (0,35 lnT + 0,76)(0,54 tc0,25 0,5)

Dengan,
RtT =
hujan (mm) untuk durasi t menit yang sama dengan waktu konsentrasi
tc untuk kala ulang T tahun.
R602 =

hujan untuk durasi 60 menit dengan kala ulang 2 tahun

60

R 2 dihitung dengan rumus Bell yang telah dimodifikasi Puslitbang Pengairan dan berlaku secara
umum untuk seluruh daerah semi kering di Indonesia.
R602

0,17 Rm M0,33

VI - 12

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

Dengan,
R602 dan Rm dalam mm
M dalam hari
M antara 0 50 R antara 80 115
Sementara untuk menghitung curah hujan dengan durasi atau tc lebih besar dari 120 menit dengan
kala ulang 2 100 tahun digunakan rumus sebagai berikut.
RtT

R602 (0,35 lnT + 0,76)(0,54 tc0,25 0,5) [0,18(1120) +1]

iT

RTtc

dengan :
iT

intensitas hujan (mm/jam)

RT

curah hujan (mm)

tc

waktu konsentrasi (jam)

Koefisien limpasan dalam metode ini diperoleh dengan memperhatikan faktor iklim dan fisiografi
yaitu dengan menjumlahkan beberapa koefisien C sebagai berikut.
C = Ci + Ct + Cp + Cs + Cc
dengan

:
Ci

komponen C oleh intensitas hujan yang bervariasi

Ct

komponen C oleh kondisi topografi

Cp

komponen C oleh tampungan permukaan

Cs

komponen C oleh infiltrasi

Cc

komponen C oleh penutup lahan

Tabel 6.6. Harga Komponen C oleh Faktor Intensitas Hujan


Intensitas Hujan
(mm/jam)
<
25
25
50
50
75
>
75

Ci
0,05
0,15
0,25
0,30

Tabel 6.7. Harga Komponen Ct oleh Faktor Topografi


Kondisi
Topografi
Curam dan tidak rata
Berbukit-bukit
Landai
Hampir datar

Kemiringan
(m/km)
200
100 - 200
50 - 100
0 - 50

Cp
0,10
0,05
0,00
0,00

Tabel 6.8. Harga Komponen Ct oleh Faktor Tampungan


Tampungan Perm ukaan
Daerah pengaliran, s edikit depresi perm ukaan
Daerah pengaliran dengan s is tem teratur
Tampungan dan aliran permukaan berarti ada kolam berkontur
Sungai berkelok-kelok dengan usaha pelestarian hutan

Cp
0,10
0,05
0,05
0,00

Tabel 6.9. Harga Komponen Cs oleh Faktor Infiltrasi

VI - 13

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

Infiltrasi besar (tidak ada penutup lahan )


Infiltrasi lambat (lempung)
Infiltrasi sedang (loam)

k
(cm/det)
< 10-5
10-5 - 10-6
10-3 - 10-4

0,25
0,20
0,10

Infiltrasi cepat (pasir, tanah agregat baik)

10 -3

0,05

Kemampuan Infiltrasi Tanah

Cs

Tabel 6.10. Harga Komponen Cc oleh Faktor Penutup Lahan


Tumbuhan Penutup pada Daerah Pengaliran
Tidak terdapat tanaman yang efektif
Ada padang rumput yang baik 10%
Ada padang rumput yang baik 50% ditanami atau banyak pohon
Ada padang rumput yang baik 90% hutan

Cc
0,25
0,20
0,10
0,05

Debit Puncak Banjir (QT)


QT =

C iT A
3,6

dengan

:
debit puncak banjir untuk periode ulang T tahun (m3/det)

QT

= koefisien run off total

iT

= besar hujan untuk periode ulang T tahun (mm/jam)

= luas daerah tadah hujan (km2)

6.5.3. Analisis Banjir FSR Jawa Sumatera


Metode ini merupakan suatu cara sederhana untuk memperdiksikan puncak banjir yang dirumuskan
dalam penelitian selama dua tahun oleh suatu tim gabungan dari staf Direktorat Penyelidikan Masalah
Air (DPMA) dan staf Institute of Hydrology England yang tersaji dalam Flood Design Manual for Java
and Sumatera/IOH/DPMA tahun 1983.
Parameter yang berpengaruh dalam menentukan perhitungan adalah sebagai berikut :
Luas Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan variabel AREA (km2)

a.
b.

Rerata curah hujan maksimum tahunan terpusat selama 24 jam, PBAR (mm) dengan
melihat peta isohyet Jawa Tengah yang paling aktual.

c.
d.

Faktor reduksi areal sebagai fungsi DAS, AFR (lihat tabel)


Jarak terbesar dari tempat pengamatan sampai batas terjauh di DAS diukur sepanjang
sungai, MSL (km)

e.

Beda tinggi antara titik pengamatan dengan ujung sungai, H (m)

f.

Indeks kemiringan, SIMS (m/km)


SIMS

g.

Indeks danau, LAKE (tampungan dengan proporsi dari DAS)


LAKE

h.

= luas DAS di tas waduk/AREA


Eksponen AREA, V

V
i.

= H/MSL

= 1,02 0,0275 log (AREA)


Rata-rata curah hujan maksimum tahunan, APBAR

APBAR = PBAR x ARF


j.

Debit maksimum rata-rata tahunan, MAF (m3/det)

VI - 14

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

MAF

= 8 . 10-6 x AREAV x APBAR2,445 x SIMS0,117 x (1 + LAKE)-0,85

k.

Growth Factor, GF (T.AREA) lihat tabel

l.

Debit banjir, Q1
Q1

= GF (T.AREA) . MAF

6.5.4. Analisis Debit Banjir Metode der Weduwen


Analisis metode ini hampir sama dengan Metode Haspers hanya saja rumusan koefisiennya yang
berbeda
Qn = C . . q . A
1. Koefisien Aliran (C) dihitung dengan rumus
C = 1
dengan,

4,1
.qn + 7

koefisien reduksi

2. Koefisien Reduksi () dihitung dengan rumus


=
dengan,

t+1
A
t+ 9
120+ A

120+

koefisien reduksi

waktu konsentrasi (jam)

luas DAS (km2)

3. Modul banjir maksimum menurut der Weduwen dirumuskan


q =
dengan

67,65
t + 1,45

waktu konsentrasi / lama hujan terpusat (jam)

4. Waktu konsentrasi (t) dihitung dengan


t =
dengan

0,25 L Qn-0,125 i-0,25


i

kemiringan sungai rata-rata

panjang sungai (km)

Metode ini harus dihitung dengan trial and error sehingga ketepatan antara waktu konsentrasi dengan
debit sama atau mendekati sama. Hasil kali dari Qn dengan hujan rencana kala ulang T tahun (R T)
merupakan debit banjir yang dicari.
6.5.5. Rekapitulasi dan Kesimpulan
Berdasarkan perhitungan baik dengan data debit maupun data curah hujan dengan menggunakan
berbagai metode ternyata didapatkan besaran debit rencana yang berbeda-beda. Hasil perhitungan
dengan berbagai metode tersebut ditampilkan pada tabel ini :

Tabel 6.11. Rekapitulasi Hasil Perhitungan Debit Banjir Rencana (m 3/dt)

VI - 15

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

No.

Kala Ulang (th)

Metode
2

FSR Jawa Sumatera

Der Weduwen

10

20

25

50

100

200

1000

PMF

121,22

145,02

176,74

212,99

223,19

266,24

314,96

370,47

530,22

95,45

133,59

161,70

181,77

201,36

231,16

263,76

298,77

389,49

Rasional

164,68

217,35

257,20

297,05

309,88

349,72

389,57

429,42

521,94

Rasional Jepang

186,09

239,08

275,66

298,61

323,47

360,45

398,59

438,27

537,90

987,71

Haspers

27,71

35,23

40,32

43,48

46,87

51,85

56,91

62,09

74,77

126,54

Nakayasu

297,44

382,14

440,60

477,28

517,03

576,13

637,09

700,51

859,76

1.578,71

Gama I

158,00

199,67

228,43

246,48

266,03

295,11

325,10

356,30

434,65

788,36

834,32
-

* Dipakai Metode Gama I. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.


6.5.6. Penelusuran Banjir
Penelusuran banjir di pelimpah dihitung dengan metode ISD (Inflow Storage Discharge) yang
dikembangkan oleh Raghunath, 1985.
Prinsip dasar penelusuran banjir dihitung menurut persamaan kontinuitas :
IO=
Dengan :
I

= inflow ke bendungan

(m3/det),

= outflow melalui pelimpah

(m3/det),

= fungsi perbedaan waktu.


Prosedur penelusuran banjir dihitung berdasarkan interval waktu 30 menit, persamaan di atas
menjadi :

Dengan :
S1

= tampungan bendungan di awal waktu t,

S2

= tampungan bendungan di akhir waktu t,

I1

= inflow ke bendungan di awal waktu t,

I2

= inflow ke bendungan di akhir waktu t,

O1

= outflow melalui pelimpah di awal waktu t,

O2

= outflow melalui pelimpah di akhir waktu t,

Persamaan penelusuran banjir melalui pelimpah, dikembangkan menjadi :

VI - 16

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

Dengan :
= inflow ke bendungan rata-rata selama waktu (m3/s),

= tampungan awal (m3/s),

= tampungan kedua, sebagai dasar untuk menghitung outflow (m3/s).

Hasil routing berikut grafik inflow dan outflow untuk debit rencana QPMF (untuk perencanaan
pelimpah) ditampilkan pada Tabel 6.12. berikut ini.
Tabel 6.12. Tabel Penelusuran Banjir lewat Pelimpah Bendungan Logung Q PMF
Jam Ke

Q-inflow
( m3/dt )

Irerata
( m3/dt )

PHi
( m3/dt )

PSi
( m3/dt )

El. M.A.

11,67

5,833

5.446,66

5.452,50

88,515

0,642

467,59

239,628

5.451,86

5.691,48

89,100

50,905

785,58

626,584

5.640,58

6.267,16

90,364

277,195

788,36

786,968

5.989,97

6.776,93

91,404

535,804

752,68

770,519

6.241,13

7.011,65

91,866

666,999

705,19

728,937

6.344,65

7.073,59

91,986

702,654

653,58

679,386

6.370,93

7.050,32

91,941

689,169

557,22

605,400

6.361,15

6.966,55

91,778

641,255

448,15

502,685

6.325,30

6.827,98

91,505

563,696

360,89

404,519

6.264,29

6.668,81

91,188

477,638

10

291,07

325,978

6.191,17

6.517,15

90,881

398,900

11

235,21

263,140

6.118,25

6.381,39

90,602

331,374

12

190,52

212,865

6.050,01

6.262,88

90,355

275,199

13

154,76

172,640

5.987,68

6.160,32

90,138

228,619

14

126,15

140,458

5.931,70

6.072,16

89,949

190,549

15

103,27

114,710

5.881,61

5.996,32

89,785

159,241

16

84,95

94,109

5.837,08

5.931,19

89,642

133,562

17

70,30

77,627

5.797,62

5.875,25

89,518

112,460

18

58,58

64,440

5.762,79

5.827,23

89,410

95,097

19

49,20

53,889

5.732,13

5.786,02

89,317

81,073

20

41,70

45,448

5.704,95

5.750,40

89,236

69,212

21

35,69

38,694

5.681,19

5.719,88

89,165

59,723

22

30,89

33,291

5.660,16

5.693,45

89,104

51,505

23

27,05

28,967

5.641,94

5.670,91

89,051

45,153

24

23,97

25,509

5.625,76

5.651,26

89,005

39,661

(m)

Q-outflow
( m3/dt )
0,000

VI - 17

Final Report
Review Desain Bendungan Logung
KONTROL KECEPATAN DI SALURAN PENGARAH DAN KAPASITAS PELIMPAH
m3/dt

QOutflow

702,654

Lebar pengarah

50,00

Elevasi puncak pelimpah

88,50

Elevasi muka air maksimum

91,99

Tinggi air

3,486

Kecepatan maksimum

4,0

m/dt

Kecepatan yang terjadi

4,0

m/dt

Kontrol kecepatan

MEMENUHI

Kapasitas Pelimpah

89,13

PENELUSURAN BANJIR BENDUNGAN LOGUNG Q PMF


850
800
750
700
650
600
550
500
450
400
350
300
250
200
150
100
50
0
0

10

Debit Inflow (m3/detik)

12

14

16

18

20

22

24

Debit Outflow (m3/detik)

Gambar 6.6. Grafik Penelusuran Banjir QPMF


6.6. SEDIMENTASI
Penelitian dan pengukuran langsung kandungan sedimen di Kali Logung (DTA Bendungan Logung)
belum ada. Untuk keperluan perencanaan bendungan Logung, laju sedimentasi di DAS Logung
diprediksi dengan menggunakan metode USLE oleh Weischmeier dan Smith dengan data dan nilai
parameter berdasarkan referensi dan standar yang berlaku. Metode USLE - Weischmeier dan Smith
dapat dijelaskan sebagai berikut ini :
(i) Erosivitas Hujan.
Erosi lempeng sangat tergantung dari sifat hujan yang jatuh dan ketahanan tanah terhadap
terpaan butir-butir hujan serta sifat gerakan aliran air di atas permukaan tanah sebagai limpasan
permukaan (over land flow). Untuk menghitung besarnya indeks erosivitas hujan digunakan
rumus empiris sebagai berikut :

VI - 18

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

dimana :

(ii) Erodibilitas Tanah


Erodibilitas merupakan ketidakmampuan tanah untuk menahan terpaan butir-butir hujan yang
jatuh di atas permukaan tanah. Tanah yang mudah tererosi pada saat diterpa oleh butir-butir
hujan mempunyai erodibilitas yang tinggi. Erodibilitas dapat dipelajari hanya kalau terjadi erosi.
Erodibilitas dari berbagai macam tanah hanya dapat diukur dan dibandingkan pada saat terjadi
hujan.
Tanah yang mempunyai erodibilitas tinggi akan tererosi lebih cepat, bila dibandingkan dengan
tanah yang mempunyai erodibilitas rendah. Erodibilitas tanah merupakan ukuran kepekaan tanah
terhadap erosi, dan hal ini sangat ditentukan oleh sifat tanah itu sendiri, khususnya sifat fisik
dan kandungan mineral liatnya.
Faktor kepekaan tanah juga dipengaruhi oleh struktur dan teksturnya. Semakin kuat bentuk
agregasi tanah dan semakin halus butir tanah, maka tanahnya tidak mudah lepas satu sama lain
sehingga menjadi lebih tahan terhadap terpaan air hujan.
Karena untuk mendapatkan nilai K dengan cara pengukuran erosi dan hujan di lapangan
memerlukan waktu, biaya dan tenaga yang besar, maka Wischmeier (1969) membuat suatu cara
pendugaan faktor erodibilitas tanah (K) dengan menggunakan parameter-parameter di bawah ini:
1. Tekstur tanah meliputi :
Fraksi debu (ukuran 2 - 50 p m)
Fraksi pasir sangat halus (50 - 100 p m)
Fraksi pasir (100 - 2000 p m)
2. Kadar bahan organik yang dinyatakan dalam %.
3. Permeabilitas dinyatakan sebagai :
Sangat lambat

(< 0,12 cm/jam)

Lambat

(0,125 - 0,5 cm/jam)

Agak lambat

(0,5 -2,0 cm/jam)

Sedang

(2,0 - 6,25 cm/jam)

Agak cepat

(6,25 - 12,25 cm/jam)

Cepat

(>12,5 cm/jam)

4. Struktur dinyatakan sebagai :


Granular sangat halus

: tanah liat berdebu (very fine granular)

Granular halus

: tanah liat berpasir (fine granular)

Granular sedang

: lempung berdebu (coarse granular)

Granular kasar

: lempung berpasir (blocksor massive)

(iii) Faktor Lereng (Panjang L dan Kemiringan S)

VI - 19

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

Dari penelitian-penelitian yang pernah dilakukan, dapat diketahui bahwa proses erosi dapat
terjadi pada lahan dengan kemiringan lebih besar dari 2%. Derajat kemiringan lereng sangat
penting, karena kecepatan aliran air dan kemampuan untuk memecah / melepas dan
mengangkut partikel-partikel tanah tersebut akan bertambah besar secara eksponensial dari
sudut kemiringan lereng.
Secara matematis dapat ditulis :
Kehilangan tanah = c . Sk
Di mana :
c = konstanta
k = konstanta
S = kemiringan lereng dalam %
Pada kondisi tanah yang sudah dibajak tetapi tidak ditanami, eksponen K berkisar antara 1,10
sampai dengan 1,20. Selanjutnya menurut Weischmeier dengan kawan-kawan di Universitas
Purdue (Hudson 1976) menyatakan bahwa nilai faktor LS dapat dihitung dengan menggunakan
rumus :
Untuk kemiringan lereng lebih kecil 20% :
Dalam sistem metrik rumus tersebut berbentuk :
LS = (1,38 + 0,965 S + 0,138 S2)
Di mana :
L = panjang lereng dalam meter
S = kemiringan lereng daiam %
Untuk kemiringan lereng lebih besar dari 20% :

Di mana :
L = panjang lereng (m)
S = kemiringan lereng dalam %
Nilai faktor LS = 1 jika panjang lereng 22 meter dan kemiringan lereng 9%. Dari persamaan
tersebut dapat dibuat grafik kombinasi anatara panjang lereng dan persen (%) kemiringan lereng
seperti disajikan pada grafik berikut ini.
Gambar 6.4. Kombinasi panjang lereng dengan faktor kemiringan

Panjang lereng dapat diukur pada peta topografi, tetapi untuk menentukan batas awal dan ujung
dari lereng tersebut tidak mudah. Atas dasar pengertian bahwa erosi dapat terjadi karena

VI - 20

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

adanya overland flow maka panjang lereng dapat diartikan sebagai panjang lereng overland
flow.
(iv) Faktor Pengawetan Tanah dan Pengelolaan Tanaman
1. Faktor Pengawetan Tanah (Land Management), Faktor P
Faktor pengawetan tanah (Faktor P) adalah ratio antara besarnya erosi pada tanah dari lahan
yang diberi perlakuan pengawetan, terhadap besarnya erosi pada tanah tanpa pengawetan.
Pada tabel di bawah ini disajikan besarnya nilai Faktor P sebagai referensi.
Tabel 6.13. Nilai Faktor P Beberapa Macam Pengawetan Tanah
-

Jenis Pengawetan
Kontur
Strip (lebar 2 - 4 m)
Mulsa Jerami (6 ton/ha)
Currasol (60 gr/1/m2)
Padang rumput

Nilai P
0,2 - 0,1
0,3 - 0,1
0,01
0,5 - 0,2
0,5 - 0,1

2. Faktor Pengelolaan Tanaman (Crop Management), Faktor C


Faktor pengelolaan tanaman (Faktor C), merupakan angka perbandingan antara erosi di lahan
yang ditanami sesuatu jenis tanaman dan pengelolaan tertentu dengan erosi pada lahan
serupa dalam kondisi dibajak tetapi tidak ditanami.
Tabel 6.14. Nilai Faktor C beberapa tanaman (Roose, 1977)
No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Tanaman
Tanah tanpa tanaman
Hutan rapat atau tanaman dengan mulsa
jerami tebal
Savana dan padang rumput
Tanaman penutup (pertumbuhan lambat)
- tahun pertama
- tahun kedua
Tanaman penutup (pertumbuhan cepat)
Jagung, sorghum, milet
Padi
Kapas, tembakau
Kacang tanah
Singkong
Palm, kopi, coklat dengan tanaman penutup

Nilai C
1,0
0,001
0,01
0,9 - 0,3
0,1
0,1
0,3 - 0,9
0,1 - 0,2
0,6
0,4 - 0,8
0,2 - 0,8
0,1 - 0,3

3. Faktor Pengelolaan Tanaman Dan Faktor Pengawetan Tanah (Faktor CP)


Jika Faktor C dan P tidak bisa dicari sendiri, maka Faktor C dan P digabung menjadi Faktor
CP.
(v) Pendugaan Laju Erosi Potensial (EPot).
Erosi potensial adalah erosi maksimum yang mungkin terjadi di suatu tempat dengan keadaan
permukaan tanah gundul sempurna, sehingga terjadinya proses erosi hanya disebabkan oleh
faktor alam (tanpa adanya keterlibatan manusia maupun faktor penutup permukaan tanah,
seperti tumbuhan dan sebagainya), yaitu iklim, khususnya curah hujan, sifat-sifat internal tanah
dan keadaan topografi tanah.
Dengan demikian, maka erosi potensial dapat dinyatakan sebagai hasil ganda antara faktorfaktor curah hujan, erodibilitas tanah dan topografi (kemiringan dan panjang lereng). Pendugaan
erosi potensial dapat dihitung dengan pendekatan rumus berikut :

VI - 21

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

Epot = R x K x LS x A
Di mana :
Epot = Erosi potensial (ton/tahun)

LS

= Faktor panjang dan kemiringan lereng

= Indeks erosivitas hujan

= Luas daerah aliran sungai (Ha)

= Erodibilitas tanah

(vi) Pendugaan Laju Erosi Aktual (Fakt).


Erosi aktual terjadi karena adanya campur tangan manusia dalam kegiatannya sehari-hari,
misalnya pengolahan tanah untuk pertanian dan adanya unsur-unsur penutup tanah, baik yang
tumbuh secara alamiah maupun yang dibudidayakan oleh manusia.
Penutupan permukaan tanah gundul dengan tanaman, akan memperkecil terjadinya erosi,
sehingga dapat dikatakan bahwa laju erosi aktual selalu lebih kecil dibanding dengan laju erosi
potensial. Ini berarti bahwa adanya keterlibatan manusia, misalnya dengan usaha pertanian,
akan selalu memperkecil laju erosi potensial. Dapat dikatakan bahwa erosi aktual adalah hasil
ganda antara erosi potensial dengan pola penggunaan lahan tertentu, sehingga dapat dihitung
dengan rumus Weischmeier dan Smith, 1958 sebagai berikut :
Eakt = EPot x CP
Di mana :
Eakt = Erosi aktual di DAS (ton/ha/th)
Epot = Erosi potensial (ton/ha/th)
CP = Faktor tanaman dan pengawetan tanah
(vii) Pendugaan Laju Sedimentasi Potensial
Sedimentasi potensial adalah proses pengangkutan sedimen hasil dari proses erosi potensial
untuk diendapkan di jaringan irigasi dan lahan persawahan atau tempat-tempat tertentu.
Tidak semua sedimen yang dihasilkan erosi aktual menjadi sedimen, dan ini tergantung dari
nisbah antara volume sedimen hasil erosi aktual yang mampu mencapai aliran sungai dengan
volume sedimen yang bisa diendapkan dari lahan di atasnya (SDR = Sedimen Delivery Ratio). Nilai
SDR ini tergantung dari luas DAS, yang erat hubungannya dengan pola penggunaan lahan. Dan
dapat dirumuskan dalam suatu hubungan fungsional, sebagai berikut :

SDR = =

+ 0,08683 A-2018

Di mana :
SDR

= Nisbah Pelepasan Sedimen, nilainya 0 <SDR<1

= Luas DAS (Ha)

= Kemiringan lereng rata-rata permukaan DAS dalam %

= Koefisien kekasaran Manning

Pendugaan laju sedimen potensial yang terjadi di suatu DAS dihitung dengan persamaan
Weischmeier dan Smith, 1958, sebagai berikut :
Spot = Eakt x SDR
Di mana :
SDR

= Sediment Delivery Ratio

Spot

= Sedimentasi potensial

VI - 22

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

Eakt

= Erosi aktual
Tabel 6.15. Volume Sedimen Bendungan Logung

REKAPITULASI VOLUME SEDIMEN BENDUNGAN LOGUNG

Elevasi
(m)

Awal
Volume
(Juta m3)

10 Tahun
Elevasi
Volume
(m)
(Juta m3)

20 Tahun
Elevasi
Volume
(m)
(Juta m3)

88,5
20,15
88,5
18,90
88,5
17,70
87,5
18,60
87,5
17,36
87,5
16,18
80
10,85
80
9,92
80
9,01
75
7,03
75
6,33
75
5,63
74
6,39
74
5,74
74
5,07
73
5,79
73
5,18
73
4,56
72
5,23
72
4,66
72
4,08
71
4,71
71
4,18
71
3,63
70
4,23
70
3,74
70
3,22
69
3,78
69
3,33
69
2,84
68
3,37
68
2,95
68
2,50
67
2,99
67
2,60
67
2,18
66
2,64
66
2,29
66
1,90
65
2,33
65
2,01
65
1,64
64
2,05
64
1,76
64
1,42
63
1,79
63
1,52
63
1,21
62
1,55
62
1,31
62
1,02
61
1,34
61
1,12
61
0,84
60
1,14
60
0,95
60
0,69
59
0,97
59
0,79
59
0,56
58
0,81
58
0,65
58
0,43
57
0,67
57
0,53
57
0,32
56
0,55
56
0,42
56
0,23
55
0,44
55
0,33
55
0,15
54
0,35
54
0,25
54
0,08
53
0,27
53
0,18
53
0,02
52
0,20
52
0,12
52,61
0,00
51
0,14
51
0,07
50
0,10
50
0,04
49
0,07
49
0,01
48
0,04
48,73
0,00
47
0,02
46
0,01
45
0,01
44
0,00
42
0,00
40
0,00
C:\Users\Compaq\Documents\hidrologi\SEDIMEN\[SEDAKHIR Tiar.XLS]rekap

30 Tahun
Elevasi
Volume
(m)
(Juta m3)
88,5
87,5
80
75
74
73
72
71
70
69
68
67
66
65
64
63
62
61
60
59
58
57
56,005

16,52
15,01
8,10
4,92
4,40
3,92
3,47
3,06
2,68
2,34
2,02
1,74
1,48
1,25
1,05
0,86
0,69
0,54
0,40
0,28
0,18
0,08
0,00

40 Tahun
Elevasi
Volume
(m)
(Juta m3)
88,5
87,5
80
75
74
73
72
71
70
69
68
67
66
65
64
63
62
61
60
59,4

15,35
13,86
7,18
4,18
3,70
3,26
2,84
2,46
2,11
1,80
1,51
1,25
1,02
0,81
0,63
0,46
0,31
0,18
0,06
0,00

50 Tahun
Elevasi
Volume
(m)
(Juta m3)
88,5
87,5
80
75
74
73
72
71
70
69
68
67
66
65
64
63
62
61,34

14,20
12,72
6,32
3,53
3,09
2,68
2,31
1,96
1,65
1,37
1,11
0,88
0,68
0,50
0,34
0,20
0,07
0,00

(viii) Laju Sedimen Daerah Tampungan Air Bendungan Logung


Dengan data dan parameter berdasarkan referensi dan standar yang berlaku, perhitungan
pendugaan laju sedimen di DTA Bendungan Logung disajikan pada laporan pendukung Hidrologi,
dan diperoleh nilai laju sedimentasi sebesar 2,30 mm/tahun.
DAS Logung hampir seluruhnya tertutup vegatasi hutan, sehingga besarnya laju sedimentasi untuk
perencanaan bendungan Logung dipakai 2,30 mm/tahun.
6.7. STUDI OPERASI
Studi operasi dimaksudkan untuk menetapkan kapasitas bendungan berdasarkan hasil simulasi
pengoperasian waduk untuk berbagai kebutuhan sebagaimana yang direncanakan, seperti air irigasi
dan air baku penduduk dan lain-lain. Dengan demikian maka dalam simulasi ini perlu diketahui
jumlah ketersediaan air berupa tampungan bendungan dan inflow serta kebutuhan air yang meliputi
air baku penduduk, air irigasi dan lain-lain.

VI - 23

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

6.7.1. Rencana Pemanfaatan Air Bendungan Logung


Bendungan Logung diprioritaskan untuk kebutuhan air irigasi di hilir bendungan yaitu DI. Logung dan
pemenuhan kebutuhan air baku penduduk untuk wilayah pada desa-desa di kecamatan Dawe
kabupaten Kudus.
Sesuai dengan peruntukannya, maka setelah bendungan ini selesai dibangun, diharapkan area irigasi
yang terdapat di wilayah ini dapat terairi. Demikian pula akan kebutuhan air bersih, di wilayah ini
diharapkan dapat tercukupi.
Untuk memenuhi kebutuhan air baku penduduk pada desa-desa di kecamatan Dawe yang dapat
disuplesi secara gravitasi dari bendungan Logung. Jumlah penduduk yang akan dilayani sejumlah
130.909 jiwa untuk prediksi tahun 2043 dengan estimasi besarnya kebutuhan air adalah 100
liter/jiwa/hari.
Pola pelayanan air bersih dapat menggunakan sistem Sambungan Rumah (SR) dan Kran Umum (KU).
Kriteria pelayanan yang digunakan adalah 1 (satu) SR dapat melayani 1 (satu) KK dengan 5 - 7
anggota keluarga, sedangkan 1 (satu) KU untuk melayani 50 - 100 anggota keluarga. Kran Umum
dipasang di sekolah, masjid, kantor kecamatan / kelurahan dengan asumsi di setiap desa ada 3 Kran
Umum dengan kapasitas pelayanan untuk 75 orang. Sistem pengambilan dari bendungan Logung dapat
direncanakan dengan bangunan Intake di sungai Logung di hilir saluran pelepas dari Konduit.
Data daerah manfaat potensial untuk area irigasi serta jumlah penduduk untuk pemenuhan
kebutuhan air baku adalah sebagai berikut :
Tabel 6.16. Data Daerah Manfaat Potensial
N0.
I
1
2

NAMA DAERAH MANFAAT


IRIGASI
DI. Logung Eksisting
DI. Logung Pengembangan

SUNGAI/KECAMATAN
Logung/Dawe
Logung/Dawe
Jumlah

KETERANGAN
1.200 Ha
982 Ha
2.182 Ha

II
AIR BAKU
1
Kecamatan Dawe dan Kota Kudus
Dawe dan Kota Kudus
Sumber Data : Studi Th. 2004 dan analisa konsultan

130.909 jiwa

6.7.2. Kapasitas Tampungan Bendungan


Kapasitas tampungan bendungan diperoleh dari grafik hubungan antara elevasi vs luas genangan dan
volume bendungan yang disajikan dalam Gambar 6.5. sebagai berikut :
Elevasi muka air maksimum

+ 91,91

Volume maksimum (elv. +88,50)

18.720.000 m3

Volume efektif (elv. +88,50)

13.720.000 m3

Luas genangan (elv. +91,91)

144,06

Ha

VI - 24

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

Gambar 6.7. Grafik Lengkung Kapasitas dan Luas Genangan Bendungan Logung
Tabel 6.17. Lengkung Kapasitas dan Luas Genangan
LENGKUNG KAPASITAS BENDUNGAN LOGUNG
ELEVASI
(m)
42,00
43,00
44,00
45,00
46,00
47,00
48,00
49,00
50,00
51,00
52,00
53,00
54,00
55,00
56,00
57,00
58,00
59,00
60,00
61,00
62,00
63,00
64,00

H
(m)
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22

LUAS
m2
0
103
680
6.085
12.888
26.131
37.279
45.212
52.866
61.425
70.123
78.039
87.788
112.726
128.464
149.175
161.327
178.219
213.439
232.066
252.468
272.926
295.467

Ha
0
0,01
0,07
0,61
1,29
2,61
3,73
4,52
5,29
6,14
7,01
7,80
8,78
11,27
12,85
14,92
16,13
17,82
21,34
23,21
25,25
27,29
29,55

KAPASITAS
juta m3 Akumulasi
0
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,00
0,01
0,01
0,02
0,03
0,03
0,06
0,04
0,11
0,05
0,15
0,06
0,21
0,07
0,28
0,07
0,35
0,08
0,43
0,10
0,53
0,12
0,66
0,14
0,79
0,16
0,95
0,17
1,12
0,20
1,32
0,22
1,54
0,24
1,78
0,26
2,04
0,28
2,33

VI - 25

Final Report
Review Desain Bendungan Logung
65,00
66,00
67,00
68,00
69,00
70,00
71,00
72,00
73,00
74,00
75,00
76,00
77,00
78,00
79,00
80,00
81,00
82,00
83,00
84,00
85,00
86,00
87,00
88,00
89,00
90,00
91,00
92,00
93,00

23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51

319.014
340.452
367.730
393.081
419.669
446.391
469.038
496.740
526.009
560.736
597.290
652.385
701.830
746.751
789.684
841.964
880.002
918.376
960.262
1.005.945
1.053.769
1.098.938
1.142.543
1.189.375
1.245.038
1.316.485
1.373.511
1.448.722
1.517.316

31,90
34,05
36,77
39,31
41,97
44,64
46,90
49,67
52,60
56,07
59,73
65,24
70,18
74,68
78,97
84,20
88,00
91,84
96,03
100,59
105,38
109,89
114,25
118,94
124,50
131,65
137,35
144,87
151,73

0,31
0,33
0,35
0,38
0,41
0,43
0,46
0,48
0,51
0,54
0,58
0,62
0,68
0,72
0,77
0,82
0,86
0,90
0,94
0,98
1,03
1,08
1,12
1,17
1,22
1,28
1,34
1,41
1,48

2,63
2,96
3,32
3,70
4,11
4,54
5,00
5,48
5,99
6,53
7,11
7,74
8,41
9,14
9,91
10,72
11,58
12,48
13,42
14,41
15,44
16,51
17,63
18,80
20,02
21,30
22,64
24,05
25,54

6.7.3. Tampungan Mati


Tampungan mati atau dead storage adalah volume genangan pada suatu elevasi yang direncanakan;
yaitu pada dasar pintu pengambilan. Fungsi dead storage adalah untuk :

Menampung sedimentasi bendungan selama umur efektif

Meredam arus air banjir yang dapat terjadi tiba-tiba di musim kemarau

Sebagai cadangan air minum jika terjadi musim kemarau panjang.

Besarnya volume dead storage sama dengan besarnya volume endapan sedimen selama umur efektif
bendungan, yaitu 30 tahun.
Pada umumya tidak semua volume erosi tertangkap dan mengendap dalam genangan, karena itu
prosentasi sedimen yang tertangkap ditaksir dengan rumus :
Y = 100 x (1 )n
Di mana :
Y = prosentase sedimen yang tertangkap
X = perbandingan kapasitas bendungan dengan inflow rata-rata tahunan,
a = konstanta, diambil 100
n = konstanta, diambil 1,50
Berdasarkan hasil perhitungan perkiraan sedimentasi DTA S. Logung dan referensi studi terdahulu,
juga dengan pertimbangan luas DAS Logung dan kondisi vegetatifnya, maka digunakan besaran laju

VI - 26

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

erosi permukaan DAS Logung diestimasi sebesar 2,30 mm/tahun Perhitungan volume sedimentasi
disajikan pada halaman berikut, dengan kesimpulan pada tabel berikut :
Tabel 6.18. Resume Perhitungan Tampungan Mati
No.
1
2
3
4

Uraian
Tampungan total
Tampungan normal
Tampungan mati
Tampungan efektif

Volume (x 1000 m)
25.540.000
18.720.000
6.430.000
13.720.000

Elevasi (m)
+ 93,20
+ 88,50
+ 62,46
+ 88,50

PERHITUNGAN DEAD STORAGE


Bendungan Logung di Kabupaten Kudus
a. Data
EL. MUKA AIR MAKS

: + 91,91

TAMPUNGAN MAKS

: 24.050.000 m3

DEBIT RERATA TAHUNAN

: 1,531

INFLOW TAHUNAN

: 48.300.525 m3

TINGKAT EROSI (asumsi)

: 2,30

mm/tahun

LUAS DAS

: 43,81

km2

VOLUME SEDIMEN/TAHUN

: 100.910

m3

EL. DEAD STORAGE

: +62,46

m3/s

b. Rumus
Y

= S (1 1/(I +ax))n

= prosentase sedimen yang tertangkap

= volume sedimen yang terjadi

= perbandingan kapasitas waduk dengan inflow rata-rata tahunan

a, n = konstanta empiris yang ditetapkan


a

= 100

= 1.5

c. Resume
VOLUME OF DEAD STORAGE

6.430.000 m3

VOLUME OF LIVE STORAGE

13.720.000 m3

6.7.4. Debit Inflow


Debit inflow yang digunakan dalam studi operasi adalah debit andalan Q80% yang diambil dari data sintetik
yang cukup panjang yaitu 40 tahun (1970 s/d 2009) hasil perhitungan model NRECA sebagaimana dibahas
dalam Bab sebelumnya.
6.7.5. Analisis Kebutuhan Air
1. Kebutuhan Air Baku Penduduk
Dalam perencanaan bendungan ini, kebutuhan air baku penduduk diambil sebesar 100
l/jiwa/hari. Walaupun umur layanan bendungan diperhitungkan untuk 50 tahun, jumlah penduduk
dihitung untuk 50 tahun yang akan datang dengan asumsi setelah beroperasi 50 tahun maka
investasi untuk sarana air bersih perlu dilakukan. Jumlah penduduk pada tahun 2040 di prediksi
menggunakan rumus sebagai berikut :
P = P'(1 + r)n
Di mana:

VI - 27

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

= jumlah penduduk tahun 2013

P' = jumlah penduduk tahun 2053


r

= laju pertambahan penduduk = 1,16 % (Kecamatan Dawe dan Kota)

= jumlah tahun = 50 tahun

Untuk penduduk kecamatan Dawe dan kecamatan Kota Kudus yang meliputi desa-desa dengan
jumlah 130.909 jiwa (prediksi tahun 2053) di daerah layanan, kebutuhan air baku per tahunnya
diperlihatkan pada Lampiran.
2. Kebutuhan Air Irigasi
Kebutuhan air irigasi tergantung dari beberapa variabel, di antaranya : pola tanam, hujan efektif,
evapotranspirasi aktual, perkolasi, kecepatan pertumbuhan tanaman, penggolongan, prosentase
luasan tanaman dalam pola tertentu.
Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam pemanfaatan air bendungan Logung ini, maka
analisis kebutuhan air, khususnya air irigasi dilakukan beberapa alternatif pola tanam dan jadwal
tanam. Untuk rencana bendungan Logung, dipilih alternatif pola tanam yang paling optimum yang
diprioritaskan untuk padi dan palawija. Kebutuhan air padi dan palawija untuk alternatif yang
dipilih selengkapnya disajikan pada Lampiran.
Tabel 6.19. Kebutuhan Air Irigasi DI Logung
Rencana Pola Tata Tanam DI Logung (2865.5 ha) untuk 3 golongan di saluran primer
Uraian

Satuan

Kebutuhan Air m3/dt

Debit
Keandalan

Oct

Nov

Dec

Jan

Feb

Mar

Apr

May

Jun

Jul

Aug

Sep

II

II

II

II

II

II

II

II

II

II

II

II

2,46

3,99

5,03

5,4

3,92

3,81

2,91

2,06

2,06

3,09

4,66

4,81

4,94

4,82

5,14

4,04

2,92

2,31

1,67

2,19

2,62

3,12

2,6

m3/dt 0,36 0,39 0,55 0,78 0,93 1,04 2,77 4,32


3,85 2,61 3,74 1,62 1,28 1,36 0,91 0,73 0,7 0,61 0,61 0,53 0,46 0,41 0,38 0,35
% 14,63% 9,77% 10,93% 14,44% 23,72% 27,30% 95,19% 100,00% 100,00% 84,47% 80,26% 33,68% 25,91% 28,22% 17,70% 18,07% 23,97% 26,41% 30,50% 31,74% 21,00% 15,65% 12,18% 13,46%
C:\Users\Compaq\Documents\LOGUNG KUDUS\LOGUNG INDRA KARYA\REVIEW LOGUNG\Laporan Pendahuluan\[neracair Tiar.xls]ok

Sumber : Desain Partisipatif R/U JIWMP Paket RU-1 (DI Logung) Kabupaten Kudus tahun 2001

6.7.6. Simulasi
Simulasi dilakukan dengan kondisi kebutuhan air baku maksimum dan luas lahan irigasi yang dapat
terairi dengan beberapa variasi pola tanam, dengan maksud untuk memastikan bahwa kapasitas
tampungan bendungan yang direncanakan dapat mencukupi volume tampungan yang diperlukan.
Beberapa ketentuan yang digunakan dalam analisis ini adalah sebagai berikut :
Luas lahan irigasi yang diperhitungkan adalah 2.182 ha terdiri luas eksisting 1.200 ha, dan
perluasan atau pengembangan areal baru 982 ha.
Debit andalan yang digunakan adalah debit bulanan dengan tingkat keyakinan 80% hasil
perhitungan NRECA yang dihitung tahunan selama 40 tahun (1970 - 2009).
Debit kebutuhan mencakup kebutuhan air irigasi, air baku dan pemeliharaan.
Debit utuk pemeliharaan sungai dialokasikan sebesar 10 l/det, dialirkan pada bulan kering yaitu
bulan Mei, Juni, Juli, Agustus dan September.
Simulasi terhadap pola tanam, diperoleh volume tampungan bendungan yang diperlukan adalah : Pd
(100%) - Pd (100%) - Pw (70%). Tabulasi simulasi ditampilkan pada Lampiran.

Tabel L.6-1. Hujan Bulanan Rata-Rata Basic Month DPS Logung

VI - 28

Final Report
Review Desain Bendungan Logung
No.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32

Jan
1131
836
312
645
851
237
612
536
489
303
509
484
482
507
366
671
207
698
242
329
398
500
192
216
365
751
595
278
136
456
409
678

Feb
275
233
520
558
383
676
484
298
393
236
280
880
831
872
391
452
294
381
406
325
274
347
415
285
445
299
353
468
353
243
216
254

Mar
741
345
382
317
251
456
463
304
415
166
331
187
218
194
226
129
321
158
181
278
119
178
180
250
305
280
234
564
222
337
498
352

Apr
71
59
254
81
124
248
193
144
250
284
332
136
157
165
129
226
141
114
258
186
257
157
101
144
117
226
170
54
215
64
254
67

Mei
132
61
0
94
63
147
133
58
104
148
83
8
2
1
7
118
240
35
37
126
271
31
253
34
37
0
109
107
25
58
2
33

Jun
50
80
199
165
140
118
38
137
7
60
54
18
10
0
25
69
107
39
65
21
43
70
2
82
78
0
6
79
63
11
0
3

Jul
37
47
13
83
163
110
23
137
70
24
0
0
0
0
69
20
56
14
56
52
1
44
14
104
5
0
3
0
17
21
0
0

Ags
172
37
30
0
53
100
2
56
4
126
0
30
0
4
3
5
39
0
57
16
0
99
25
20
0
0
21
0
13
120
0
9

33
34
35
36
37
38
39
40

482
448
263
113
161
185
562
402

429
229
233
83
224
437
82
204

129
250
318
156
161
111
238
144

230
65
143
125
168
50
42
117

18
115
118
35
82
48
59
12

74
48
41
21
51
2
11
0

12
34
22
12
43
0
0
0

5
24
0
30
67
0
85
0

Sep
7
113
28
36
148
10
53
64
167
127
52
44
0
0
35
42
104
5
53
119
0
46
127
61
5
9
5
0
17
109
0
0

Okt
64
141
309
99
13
149
170
222
97
192
111
104
27
30
173
112
35
0
117
44
156
41
288
277
157
38
72
16
101
121
0
4

Nov.
249
547
270
313
142
168
181
233
124
280
425
90
199
221
310
169
222
271
184
240
344
118
221
274
287
14
133
143
246
177
75
118

Des
540
708
576
445
426
251
170
219
207
354
96
248
295
208
463
176
359
409
463
379
252
437
238
266
195
376
204
178
477
148
372
298

P (%)
2,44
4,88
7,32
9,76
12,20
14,63
17,07
19,51
21,95
24,39
26,83
29,27
31,71
34,15
36,59
39,02
41,46
43,90
46,34
48,78
51,22
53,66
56,10
58,54
60,98
63,41
65,85
68,29
70,73
73,17
75,61
78,05

0
77
0
25
68
10
4
0

7
148
6
246
69
68
42
0

106
56
143
97
131
136
87
79

320
300
277
525
189
349
177
397

80,49
82,93
85,37
87,80
90,24
92,68
95,12
97,56

Tabel L.6-2. Kebutuhan Tanaman DI. Logung


Maret

April

II

Skema Pola

PD-1

PD-1

Tata Tanam

PD-1

LP

Mei

Juni

Juli

Agustus

September

Oktober

II

II

II

II

II

II

II

LP

LP

PD-2

PD-2

PD-2

PD-2

PD-2

PD-2

PLW

PLW

PLW

PLW

PLW

PLW

LP

PD-2

PD-2

PD-2

PD-2

PD-2

PD-2

PLW

PLW

PLW

PLW

PLW

PLW

November

Januari

Februari

II

Desember
I

II

II

II

LP

PD-1

PD-1

PD-1

PD-1

PD-1

PD-1

LP

PD-1

PD-1

PD-1

PD-1

PD-1

PD-1

PD-1

Eto

mm/hr (Penman)

3,64

3,64

3,38

3,38

3,33

3,33

3,04

3,04

3,28

3,28

3,74

3,74

4,40

4,40

4,54

4,54

4,08

4,08

3,34

3,34

3,36

3,36

3,41

mm/hr (Ditentukan)

1,0

1,0

1,0

1,0

1,0

1,0

1,0

1,0

1,0

1,0

1,0

1,0

1,0

1,0

1,0

1,0

1,0

1,0

1,0

1,0

1,0

1,0

1,0

1,0

Re Padi

mm/hr Koef.Re x R 80%

3,80

13,33

2,40

8,11

1,00

4,85

0,80

-0,80

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,00

0,75

0,16

3,09

3,57

3,60

11,41

4,90

11,63

5,14

13,20

Re Palawija

mm/hr (dihitung)

3,10

3,10

3,57

3,57

1,24

1,24

1,84

1,84

3,53

3,53

0,53

0,53

2,33

2,33

4,74

4,74

4,28

4,28

1,78

1,78

2,35

2,35

3,57

3,57

WLR

mm/hr (dihitung)

1,65

1,65

1,65

1,65

1,65

1,65

1,65

1,65

1,65

1,65

1,65

LP

LP

1,10

1,10

1,10

1,05

1,05

LP

LP

1,10

1,10

1,10

1,05

1,05

0,95

LP

LP

1,10

1,10

1,10

1,08

1,05

1,00

10,86

10,31

10,31

3,70

3,61

3,58

3,41

8,28

9,36

1,54

1,45

0,00

1,09

0,00

1,60

1,80

0,30

0,28

0,00

0,21

0,00

Koef Tanam 1

(Tabel)

0,95

0,00

LP

LP

1,10

1,10

1,05

1,05

0,95

Koef Tanam 2

(Tabel)

0,00

LP

LP

1,10

1,10

1,05

1,05

0,95

0,00

Ke Rata2 Padi

(dihitung)

0,48

LP

LP

LP

1,10

1,10

1,05

1,05

0,95

Ke Rata2 Palawija

(Tabel)

ETc Padi

mm/hr ETo x Ke

ETc Palawija

mm/hr ETo x Ke

NFR Padi

mm/hr Etc + P + WLR - Re

NFR Palawija

mm/hr Etc - Re

DR Padi

l/dt/ha NFR / (Ef x 8.64)

DR Palawija
Effisiensi

l/dt/ha NFR / (Ef x 8.64)

Keb. Air di Intake

l/dt/ha DR Padi + DR Plw

0,00
0,00
0,25

1,73

10,53

10,03

10,03

3,66

3,66

3,19

3,19

3,12

0,58

0,00

8,63

2,92

3,66

1,46

5,04

6,64

5,77

0,00

1,54

0,52

0,65

0,26

0,90

1,18

1,03

0,775

1,005

1,035

0,985

0,475

2,04

2,90

4,42

4,55

4,47

2,16

1,51

2,37

2,09

2,22

0,00

0,00

0,27
0,65

0,42
0,65

0,37
0,65

0,40
0,65

0,00
0,60

0,00
0,60

0,60

0,60

0,60

0,60

0,60

0,60

0,60

0,60

0,269

0,422

0,372

0,396

0,000

0,000

0,000

1,598

1,805

0,297

0,279

0,000

0,210

0,000

1,00
0,00

0,11

0,545

0,00
0,82

0,18

0,60

0,60

0,65

0,65

0,65

0,65

0,65

0,65

0,65

0,00
0,65

0,112

0,000

1,536

0,520

0,652

0,260

0,898

1,183

1,027

0,178

3,41

Tabel L.6-3. Hujan Efektif dan Kebutuhan untuk Lahan DI. Logung

VI - 29

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

Jan

Feb

Mar

Apr

Mei

Jun

Jul

Ags

Sep

Okt

Nov

Des

161,00

83,00

156,00

125,00

35,00

21,00

12,00

30,00

25,00

246,00

97,00

525,00

3,36

3,41

3,64

3,38

3,33

3,04

3,28

3,74

4,40

4,54

4,08

3,34

100,80

102,30

109,20

101,40

99,90

91,20

98,40

112,20

132,00

136,20

122,40

100,20

1,07

1,07

1,07

1,07

1,06

1,06

1,06

1,06

1,06

1,07

1,07

1,07

66,00

100,00

87,00

100,00

35,00

52,00

100,00

15,00

66,00

133,00

120,00

100,00

70,62

107,00

93,09

107,00

37,10

55,12

106,00

15,90

69,96

142,31

128,40

107,00

2,35

3,57

3,10

3,57

1,24

1,84

3,53

0,53

2,33

4,74

4,28

3,57

5,00

4,72

4,66

4,34

4,61

5,11

5,84

5,99

5,49

4,67

Hujan Efektif Untuk Tanaman Palawija


Hujan Bulanan (50%)
Ev. Potensial ( ETomm/hr
)
)
ETo Crop rata2
Bulanan
Faktor Tampungan
Hujan Efektif
Bulanan
Hujan Efektif
Bulan Terkoreksi
Re (mm)

Kebutuhan Air Selama Penyiapan Lahan Palawija


M = Eo +P

4,70

k = MT/S
e

IR = Mek/(ek-1)

4,75

2,82

2,85

3,00

2,83

2,80

2,61

2,76

3,07

3,50

3,60

3,29

2,80

16,73

17,29

20,13

16,95

16,40

13,55

15,87

21,50

33,24

36,45

26,91

16,51

4,99

5,04

5,27

5,01

4,97

4,69

4,92

5,36

6,02

6,16

5,70

4,98

Kebutuhan Air Selama Penyiapan Lahan Padi


M = Eo + P

4,45

4,50

4,75

4,47

4,41

4,09

4,36

4,86

5,59

5,74

5,24

4,42

k = MT/S

0,56

0,57

0,60

0,57

0,56

0,52

0,55

0,61

0,70

0,72

0,66

0,56

e^k

1,76

1,77

1,82

1,76

1,75

1,68

1,74

1,85

2,02

2,05

1,93

1,75

10,32

10,36

10,53

10,34

10,30

10,08

10,26

10,61

11,10

11,20

10,86

10,31

LP = Me^k/(e^k-1)

Tabel L.6-5. Tinggi Jagaan Bendungan Logung


PERHITUNGAN TINGGI JAGAAN BENDUNGAN LOGUNG
Panjang mercu pelimpah
Debit banjir Q1000 (outflow)

50,00
434,65

m
m3/dt

Debit banjir Q1/2 PMF (outflow)

394,18

m3/dt

Debit banjir QPMF (outflow)

788,36

m3/dt
Kondisi

Normal
(H1)

Q1000
(H2a)

Q1/2 PMF
(H2b)

Akibat banjir, Hb
Akibat ombak, 3/4 Hw
Akibat angin, Hs
Akibat gempa, He
Tak terduga, Hu
Konsolidasi, Hc
Total Hf

0
0,25
0,09
0,13
1,00
0,28
1,47

2,47
0,25
0,09

2,98
0,25
0,09

3,49

0,50
0,28
3,30

0,50
0,28
3,81

0,75

Elevasi Mercu Spillway


Elevasi Muka Air Banjir Maks.

+89,97

TINGGI JAGAAN (m)

+88,50
+91,80
+92,31

QPMF
(H3)

4,24

+92,74

Tabel L.6-4. Kebutuhan Air dari Waduk Logung

VI - 30

Final Report
Review Desain Bendungan Logung
Luas Lahan Irigasi Yang ada
Luas Lahan Pengembangan
Luas Lahan Irigasi Total

Bulan

1.200,0 ha
1.212,5 ha
2.412,5 ha

Periode
l/dt/ha

Maret
April
Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
Januari
Februari

I
II
I
II
I
II
I
II
I
II
I
II
I
II
I
II
I
II
I
II
I
II
I
II

0,112
0,000
1,536
0,520
0,652
0,260
0,898
1,183
1,027
0,178
0,269
0,422
0,372
0,396
0,000
0,000
0,000
1,598
1,805
0,297
0,279
0,000
0,210
0,000

Air Irigasi
l/dt

269,45
0,00
3705,18
1253,78
1573,51
627,03
2165,88
2853,19
2476,89
429,57
647,92
1017,43
897,80
954,50
0,00
0,00
0,00
3855,45
4353,63
717,58
672,92
0,00
506,15
0,00

MT I (Padi)
ha
MT II (Padi)
ha
MT III (Palawija) ha
Total (Pd-Pd-Plwija)

2.412,5
2.412,5
2.412,5
7.237,4

Air Baku
m3/dt

0,269
0,000
3,705
1,254
1,574
0,627
2,166
2,853
2,477
0,430
0,648
1,017
0,898
0,954
0,000
0,000
0,000
3,855
4,354
0,718
0,673
0,000
0,506
0,000

l/dt

200,00
200,00
200,00
200,00
200,00
200,00
200,00
200,00
200,00
200,00
200,00
200,00
200,00
200,00
200,00
200,00
200,00
200,00
200,00
200,00
200,00
200,00
200,00
200,00

m3/dt

Air
Konservasi
m3/dt

0,200
0,200
0,200
0,200
0,200
0,200
0,200
0,200
0,200
0,200
0,200
0,200
0,200
0,200
0,200
0,200
0,200
0,200
0,200
0,200
0,200
0,200
0,200
0,200

0,010
0,010
0,010
0,010
0,010
0,010
0,010
0,010
0,010
0,010
0,010
0,010
0,010
0,010
0,010
0,010
0,010
0,010
0,010
0,010
0,010
0,010
0,010
0,010

100%
100%
100%
300%

Total
m3/dt

0,479
0,210
3,915
1,464
1,784
0,837
2,376
3,063
2,687
0,640
0,858
1,227
1,108
1,164
0,210
0,210
0,210
4,065
4,564
0,928
0,883
0,210
0,716
0,210

C:\Users\Compaq\Documents\LOGUNG KUDUS\LOGUNG INDRA KARYA\LaporanFix\5. Laporan Penunjang (Supporting Report)\Laporan Hidrologi\hidrologi\routing\pelimpah\[routing pelimpah rev Wahana.xls]Rot-5

rata2
AIR BAKU :
Jumlah Penduduk
Kebutuhan air per orang
Efisiensi
Kebutuhan air baku

0,500
130.909
100,00
0,76
200,00

1,207
4,354
jiwa
l/hari/orang
%
lt/dt

Tabel L.6-6. Perkiraan Usia Guna Waduk Logung

VI - 31

Final Report
Review Desain Bendungan Logung
Inflow tahunan

Laju sedimentasi

Vol. Tampungan mati

3
64.529.161 m /th
3
100.910 m /th
3
6.430.000 m

67,81
C/I

Efisiensi

th

73,81 m

Elevasi

Vol.tamp.

Inflow

(C)
m3

(I)
m3

Sedimen

m /th

42,00

64.529.161

0,00000

0,0001

100.910

0,1

5,30

43,00

50

64.529.161

0,00000

0,0002

100.910

0,2

5,58

44,00

450

64.529.161

0,00001

0,0004

100.910

0,4

5,87

45,00

3.850

64.529.161

0,00006

0,0007

100.910

0,7

6,18

46,00

13.350

64.529.161

0,00021

0,0014

100.910

1,4

6,51

47,00

32.850

64.529.161

0,00051

0,0029

100.910

2,9

6,85

48,00

64.550

64.529.161

0,00100

0,0057

100.910

5,8

7,21

49,00

105.800

64.529.161

0,00164

10,5626

100.910

10.658,7

7,59

50,00

154.850

64.529.161

0,00240

21,1195

100.910

21.311,6

7,99

51,00

212.000

64.529.161

0,00329

30,8443

100.910

31.124,9

8,41

52,00

277.750

64.529.161

0,00430

38,9501

100.910

39.304,3

8,85

53,00

351.800

64.529.161

0,00545

44,8054

100.910

45.212,9

9,32

54,00

434.700

64.529.161

0,00674

48,4751

100.910

48.916,0

9,81

55,00

534.950

64.529.161

0,00829

51,3515

100.910

51.818,6

10,32

56,00

655.550

64.529.161

0,01016

57,1747

100.910

57.694,8

11,36

57,00

794.400

64.529.161

0,01231

59,5353

100.910

60.076,8

13,22

58,00

949.650

64.529.161

0,01472

62,1610

100.910

62.726,4

15,14

59,00

1.119.400

64.529.161

0,01735

65,0081

100.910

65.599,4

17,06

60,00

1.315.200

64.529.161

0,02038

68,2486

100.910

68.869,4

19,10

61,00

1.537.950

64.529.161

0,02383

71,8570

100.910

72.510,6

21,21

62,00

1.780.250

64.529.161

0,02759

75,6530

100.910

76.341,2

23,32

63,00

2.042.950

64.529.161

0,03166

79,5650

100.910

80.288,7

25,45

64,00

2.327.150

64.529.161

0,03606

83,4828

100.910

84.242,1

27,62

65,00

2.634.400

64.529.161

0,04082

87,2411

100.910

88.034,6

29,92

66,00

2.964.150

64.529.161

0,04594

90,5681

100.910

91.391,9

32,43

67,00

3.318.250

64.529.161

0,05142

93,1093

100.910

93.956,2

35,32

68,00

3.698.650

64.529.161

0,05732

94,3478

100.910

95.206,0

38,85

69,00

4.105.050

64.529.161

0,06362

93,5510

100.910

94.402,0

43,48

70,00

4.538.100

64.529.161

0,07033

90,0543

100.910

90.873,4

49,94

71,00

4.995.800

64.529.161

0,07742

91,1716

100.910

92.000,9

54,30

72,00

5.478.650

64.529.161

0,08490

92,2263

100.910

93.065,1

58,87

73,00

5.990.000

64.529.161

0,09283

93,2134

100.910

94.061,3

63,68

74,00

6.533.350

64.529.161

0,10125

94,1268

100.910

94.983,0

68,78

75,00

7.112.350

64.529.161

0,11022

94,9589

100.910

95.822,6

74,22

76,00

7.737.200

64.529.161

0,11990

95,7085

100.910

96.579,0

80,11

77,00

8.414.300

64.529.161

0,13040

96,3653

100.910

97.241,8

86,53

78,00

9.138.600

64.529.161

0,14162

96,9109

100.910

97.792,4

93,45

79,00

9.906.850

64.529.161

0,15353

97,3381

100.910

98.223,5

100,86

80,00

10.722.700

64.529.161

0,16617

97,6506

100.910

98.538,8

108,82

81,00

11.583.700

64.529.161

0,17951

97,8560

100.910

98.746,1

117,31

82,00

12.482.900

64.529.161

0,19345

97,9708

100.910

98.861,9

126,27

83,00

13.422.250

64.529.161

0,20800

98,0214

100.910

98.913,0

135,70

84,00

14.405.350

64.529.161

0,22324

98,0409

100.910

98.932,7

145,61

85,00

15.435.200

64.529.161

0,23920

98,0700

100.910

98.962,0

155,97

86,00

16.511.550

64.529.161

0,25588

98,1574

100.910

99.050,2

166,70

87,00

17.632.250

64.529.161

0,27324

98,3598

100.910

99.254,4

177,65

88,00

18.798.200

64.529.161

0,29131

98,7410

100.910

99.639,1

188,66

89,00

20.015.400

64.529.161

0,31018

99,3746

100.910

100.278,5

199,60

90,00

21.296.150

64.529.161

0,33002

100,3509

100.910

101.263,7

210,30

91,00

22.641.150

64.529.161

0,35087

101,7657

100.910

102.691,4

220,48

92,00

24.052.250

64.529.161

0,37273

103,7224

100.910

104.665,9

229,80

93,00

25.535.250

64.529.161

0,39572

106,3359

100.910

107.303,1

237,97

Sedimen yg.

Usia Guna

mengendap
m3

Waduk
th

Tabel L.6-7. Simulasi Pemanfaatan Air Waduk Logung

VI - 32

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

Luas DPS

43,81

km

El. mercu spillway

88,50

Dead Storage
Effective Storage

Bulan
1

Maret

Mei
Juni
Juli
Agustus
September
Oktober
November
Desember
Januari
Februari

Debit Andalan

80,00

Kebutuhan air Maks.

4,564

%
3
m /dt

6.430.000

Elevasi intake

62,46

13.720.000

Usia Guna Waduk

50,00

tahun

Jml

Volume Tamp

Luas tamp

Inflow

R 80

Evaporasi

Outflow

Hari

m3

(ha)

(m3)

(m3)

(m3)

(m3)

16
15
15
15
16
15
15
15
16
15
16
15
15
15
16
15
15
15
16
15
16
15
14
14

April

20.150.000
20.150.000
20.150.000
17.406.999
17.838.739
15.895.988
15.304.225
13.533.478
10.872.475
8.879.757
9.664.791
8.774.028
7.462.265
6.982.393
6.430.041
10.760.697
14.836.375
19.025.626
18.231.666
16.418.689
19.424.981
20.150.000
20.150.000
20.150.000

121,342
121,342
121,342
109,379
111,297
102,557
99,834
91,495
78,335
67,856
72,059
67,282
59,981
57,219
53,970
77,763
97,659
116,500
113,030
104,937
118,229
121,342
121,342
121,342

4.136.286
3.877.768
2.308.047
2.308.047
562.535
527.376
1.314.305
1.314.305
1.720.695
1.613.151
330.903
310.221
977.715
977.715
4.583.005
4.296.567
4.391.701
4.391.701
4.401.008
4.125.945
3.573.751
3.350.392
4.568.011
4.568.011

156.571
146.785
84.548
76.213
19.531
16.872
39.611
36.303
42.048
34.147
7.438
6.511
17.704
16.889
77.160
104.228
129.477
154.456
155.179
135.064
131.806
126.822
156.179
156.179

70.670
66.253
61.521
55.455
59.299
51.227
45.524
41.722
41.110
33.385
43.120
37.745
39.588
37.765
39.204
52.957
59.767
71.298
60.403
52.574
63.560
61.157
57.929
57.929

662.787
272.160
5.074.076
1.897.065
2.465.518
1.084.785
3.079.139
3.969.890
3.714.350
828.880
1.185.984
1.590.750
1.435.704
1.509.191
290.304
272.160
272.160
5.268.820
6.308.760
1.202.144
1.220.545
272.160
866.256
254.016

Ket.

Spill out
(m3)

10

Cukup
Cukup
Cukup
Cukup
Cukup
Cukup
Cukup
Cukup
Cukup
Cukup
Cukup
Cukup
Cukup
Cukup
Cukup
Cukup
Cukup
Cukup
Cukup
Cukup
Cukup
Cukup
Cukup
Cukup

3.559.400
3.686.140
-2.743.001
431.740
-1.942.751
-591.763
-1.770.747
-2.661.004
-1.992.717
785.034
-890.763
-1.311.763
-479.873
-552.352
4.330.656
4.075.678
4.189.251
-793.960
-1.812.976
3.006.292
2.421.452
3.143.897
3.800.005
4.412.245

Tabel L.6-8. Estimasi Nilai Erosi dan Sedimentasi DAS Logung


ESTIMASI NILAI EROSI DAN SEDIMENTASI PADA DPS LOGUNG (TAHUN 2010)
Luas DPS (Km2)
Curah Hujan Bulanan ('R)
Koef. Kekasaran Manning (n)
Faktor Indeks Pengolahan Tanah (Cp)
Indeks Erodibilitas tanah (K1)
Indeks Erodibilitas tanah (K2)
Energi Kinetik Curah Hujan (E)
Intensitas Hujan maksimum selama 30 menit (I30)
Indeks Erosivitas Hujan (EI30)
Elevasi

Slope

(m)

(%)

Slope
Rerata
(%)

Panjang
Lereng
(m)

=
=
=
=
=
=
=
=
=

43,81 km2
183,73 mm
0,025
0,3
0,3
0,33
3904,55
0,699
27,30

Luas
(Km2)

(Ha)

LS

Erosi
Potensial
(ton/th/ha)

Erosi
Aktual
(ton/th)

Sedimentasi
Potensial
(ton/th)

SDR

>1300

> 15

78,60

175,00

0,12

12,00

163,58

6.059,39

1.817,82

0,76

1.380,10

1100 - 1300

> 15

33,33

75,00

0,70

69,57

14,00

3.006,30

901,89

0,67

606,99

900 - 1100

> 15

36,40

137,50

1,79

179,26

30,17

16.688,73

5.006,62

0,64

3.208,36

700 - 900

> 15

45,80

125,00

1,86

185,53

41,99

24.037,63

7.211,29

0,64

4.629,99

500 - 700

> 15

37,20

216,75

3,22

321,95

49,50

49.177,93

14.753,38

0,62

9.199,18

300 - 500

> 15

21,90

200,00

7,23

723,03

17,59

39.236,96

11.771,09

0,59

6.994,40

200 - 300

> 15
> 15
> 15

23,20
24,41
23,74

172,50
350,00
216,75

7,85
4,40
2,47

785,23
440,09
246,65

16,79
37,28
21,97

40.684,09
50.625,29
16.724,47

12.205,23
15.187,59
5.017,34

0,59
0,61
0,62

7.241,49
9.248,37
3.135,83

100 - 200

> 15

22,63

225,00

12,50

1249,61

20,95

80.789,46

24.236,84

0,58

14.110,28

<100

> 15

19,45

195,83

1,68

168,07

14,00

7.260,34

2.178,10

0,63

1.379,80

Total lahan tererosi


Luas sungai
Luas DPS

=
=
=

43,81
0,44
43,81

Total potensial sedimentasi (ton/thn)


Total potensial sedimentasi (m3/thn)
Total potensial sedimentasi (mm/thn)

=
=
=

61.134,82
100.872,45
2,30

VI - 33

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

HUBUNGAN ANTARA ELEVASI DAN USIA GUNA WADUK


350

USIA GUNA WADUK (Thn)

300

250

200

y = 0,0042x3 - 0,7806x2 + 51,408x - 1115,5

150

100

50

0
40,00

50,00

60,00

70,00

80,00

90,00

100,00

ELEVASI (m)

Gambar L.6-1. Hubungan Elevasi dan Usia Guna Waduk Logung


GRAFIK STANDAR BRUNE
EFF

0,000
0,002
0,004
0,006
0,008
0,010
0,020
0,040
0,060
0,080
0,100
0,200
0,400
0,600
0,800
1,000

0,0
0,0
5,0
17,5
25,0
30,0
47,5
62,5
70,0
75,0
76,5
85,0
91,0
92,0
93,0
95,5

100
90
80
Trap Efisiensi (%)

C/I

GRAFIK STANDAR BRUNE

70
60
50
40
30
20
10
0
0,0

0,2

0,4

C/I

0,6

0,8

1,0

Gambar L.6-2. Standar Brune

VI - 34

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

Gambar 6.2. GRAFIK KESEIMBANGAN AIR BENDUNGAN LOGUNG


Luas Areal Irigasi : 2412,50 Ha; Air Baku : 200 l/dt

88,50

88,50

22

23

24

87,08
82,97

84,22

84,64

85,16

85,61

86,77

86,43

87,00

88,50

87,98

88,50

87,68

88,50

88,50

92,00

77,34

77,49

78,56

79,94

80,08

82,00

73,54

74,53

75,34

77,00

72,00

ELEVASI MUKA AIR

67,00

62,00

57,00

52,00

47,00

42,00
1

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

PERIODE

Gambar L.6-3. Grafik Muka Air Waduk Logung


Tabel L.6-9. Penelusuran Banjir lewat Pelimpah Bendungan Logung Q1000

VI - 35

Final Report
Review Desain Bendungan Logung
PENELUSURAN BANJIR LEWAT PELIMPAH BENDUNGAN LOGUNG Q 1000
Kala ulang

1000 tahun

Debit inflow maksimum

434,650 m/dt

Debit outflow maksimum

420,185 m3/dt

Elevasi muka air maksimum

90,965 m

Elevasi puncak bendungan

93,000 m

Lebar Pelimpah

Jam Ke

91,715

50,00 m

Q-inflow
( m3/dt )

Irerata
( m3/dt )

PHi
( m3/dt )

PSi
( m3/dt )

El. M.A.

11,67

5,833

5.073,46

5.079,30

88,530

1,261

259,96

135,814

5.078,04

5.213,85

89,139

56,238

433,14

346,550

5.157,61

5.504,16

90,240

250,238

434,65

433,894

5.253,92

5.687,82

90,870

396,267

415,22

424,936

5.291,55

5.716,49

90,965

420,185

389,36

402,291

5.296,30

5.698,59

90,906

405,171

361,25

375,305

5.293,42

5.668,73

90,806

380,527

308,77

335,012

5.288,20

5.623,21

90,652

343,450

249,37

279,074

5.279,76

5.558,84

90,432

292,278

201,85

225,613

5.266,56

5.492,17

90,197

241,177

10

163,83

182,840

5.251,00

5.433,84

89,988

198,098

11

133,41

148,619

5.235,74

5.384,36

89,806

163,132

12

109,07

121,239

5.221,22

5.342,46

89,648

134,687

13

89,60

99,333

5.207,78

5.307,11

89,513

111,631

14

74,02

81,806

5.195,48

5.277,28

89,396

92,883

15

61,55

67,784

5.184,40

5.252,18

89,296

77,950

16

51,58

56,564

5.174,23

5.230,80

89,209

65,635

17

43,60

47,588

5.165,16

5.212,75

89,135

55,630

18

37,21

40,407

5.157,12

5.197,53

89,071

47,524

19

32,11

34,661

5.150,00

5.184,66

89,016

41,017

20

28,02

30,064

5.143,65

5.173,71

88,970

35,476

21

24,75

26,386

5.138,23

5.164,62

88,930

31,151

22

22,14

23,443

5.133,47

5.156,91

88,896

27,720

23

20,04

21,089

5.129,19

5.150,28

88,867

24,769

24

18,37

19,205

5.125,51

5.144,72

88,842

22,292

(m)

Q-outflow
( m3/dt )
0,000

C:\Users\Compaq\Documents\LOGUNG KUDUS\LOGUNG INDRA KARYA\LaporanFix\5. Laporan Penunjang (Supporting Report)\Laporan Hidrologi\hidrologi\routing\pelimpah\[routing pelimpah rev Wahana.xls]Rot-100

KONTROL KECEPATAN DI SALURAN PENGARAH


QOutflow

420,185

Lebar pengarah

50,00

Elevasi puncak pelimpah

88,50

Elevasi muka air maksimum

90,97

Tinggi air

2,465

Kecepatan maksimum

4,0

m/dt

Kecepatan yang terjadi

3,4

m/dt

Kontrol kecepatan

MEMENUHI

Kapasitas pelimpah

96,67

m3/dt

VI - 36

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

Tabel L.6-10. Penelusuran Banjir lewat Pelimpah Bendungan Logung Q100


PENELUSURAN BANJIR LEWAT PELIMPAH BENDUNGAN LOGUNG Q 100
Kala ulang

100 tahun

Debit inflow maksimum

325,101 m/dt

Debit outflow maksimum

311,113 m3/dt

Elevasi muka air maksimum

90,514 m

Elevasi puncak bendungan

93,000 m

Lebar Pelimpah

Jam Ke

91,264

50,00 m

Q-inflow
( m3/dt )

Irerata
( m3/dt )

PHi
( m3/dt )

PSi
( m3/dt )

El. M.A.
(m)

Q-outflow
( m3/dt )
0,000

11,67

5,833

5.073,46

5.079,30

88,530

1,261

195,66

103,661

5.078,04

5.181,70

89,004

39,516

323,98

259,818

5.142,18

5.402,00

89,871

175,407

325,10

324,541

5.226,59

5.551,13

90,405

286,307

310,70

317,903

5.264,82

5.582,73

90,514

311,113

291,54

301,123

5.271,61

5.572,74

90,480

303,194

270,71

281,126

5.269,54

5.550,67

90,403

285,947

231,83

251,269

5.264,72

5.515,99

90,282

259,179

187,81

209,818

5.256,81

5.466,63

90,106

222,127

152,60

170,203

5.244,50

5.414,70

89,918

184,463

10

124,42

138,508

5.230,24

5.368,75

89,747

152,394

11

101,88

113,149

5.216,35

5.329,50

89,599

126,126

12

83,84

92,860

5.203,38

5.296,24

89,470

104,784

13

69,41

76,628

5.191,45

5.268,08

89,359

87,409

14

57,87

63,641

5.180,67

5.244,31

89,264

73,267

15

48,63

53,250

5.171,05

5.224,30

89,182

62,030

16

41,24

44,936

5.162,27

5.207,20

89,112

52,554

17

35,33

38,285

5.154,65

5.192,93

89,052

45,200

18

30,60

32,963

5.147,73

5.180,70

89,000

39,010

19

26,81

28,706

5.141,69

5.170,39

88,956

33,798

20

23,78

25,299

5.136,59

5.161,89

88,918

29,938

21

21,36

22,574

5.131,96

5.154,53

88,886

26,660

22

19,42

20,393

5.127,87

5.148,26

88,858

23,871

23

17,87

18,648

5.124,39

5.143,04

88,835

21,546

24

16,63

17,253

5.121,50

5.138,75

88,816

19,635

C:\Users\Compaq\Documents\LOGUNG KUDUS\LOGUNG INDRA KARYA\LaporanFix\5. Laporan Penunjang (Supporting Report)\Laporan Hidrologi\hidrologi\routing\pelimpah\[routing pelim

KONTROL KECEPATAN DI SALURAN PENGARAH DAN KAPASITAS PELIMPAH


QOutflow

311,113

Lebar pengarah

50,00

Elevasi puncak pelimpah

88,50

Elevasi muka air maksimum

90,51

Tinggi air

2,01

Kevepatan maksimum

4,0

m/dt

Kecepatan yang terjadi

3,1

m/dt

Kontrol kecepatan

Kapasitas Pelimpah

m3/dt

MEMENUHI
95,70

PENELUSURAN BANJIR BENDUNGAN LOGUNG Q 100


850
800
750
700
650
600

VI - 37

Final Report
Review Desain Bendungan Logung

Tabel L.6-11. Penelusuran Banjir lewat Pengelak Bendungan Logung Q25

PENELUSURAN BANJIR Q 25
Kala Ulang

25 Tahun
3

266,03 m /dt
3
180,957 m /dt

Debit Inflow Maksimum


Debit Outflow Maksimum
Elevasi Muka Air Maksimum

62,34 m
63,09 m

Elevasi coverdam
Jam Ke

Q-inflow

Irerata

PHi

PSi

( m /dt )

( m /dt )

( m /dt )

( m /dt )

El. M.A.

Q-outflow

(m)

( m3/dt )
0,000

0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24

11,67
160,98
265,12
266,03
254,35
238,79
221,89
190,33
154,61
126,04
103,17
84,88
70,24
58,53
49,16
41,66
35,67
30,87
27,03
23,96
21,50
19,53
17,96
16,70
15,70

5,833
86,323
213,051
265,576
260,189
246,571
230,343
206,113
172,474
140,325
114,603
94,024
77,558
64,385
53,845
45,413
38,666
33,268
28,950
25,494
22,730
20,518
18,748
17,333
16,200

0,12
-1,16
(4,08)
77,21
187,79
281,23
353,73
405,01
430,17
422,28
385,45
328,51
258,20
181,72
106,91
41,50
(3,09)
(19,45)
(5,39)
(11,45)
(5,54)
(7,48)
(4,92)
(5,40)
(4,23)

5,96
85,16
208,97
342,78
447,98
527,80
584,08
611,13
602,65
562,61
500,05
422,53
335,76
246,10
160,76
86,92
35,58
13,82
23,55
14,04
17,19
13,04
13,83
11,93
11,97

44,76
49,44
54,67
57,99
59,88
61,12
62,00
62,34
62,24
61,67
60,69
59,48
57,84
55,67
53,10
49,54
46,65
45,36
45,98
45,38
45,58
45,31
45,36
45,24
45,25

7,120
89,239
131,765
154,995
166,746
174,066
179,063
180,957
180,363
177,157
171,545
164,332
154,038
139,192
119,255
90,005
55,029
19,211
35,004
19,580
24,671
17,958
19,236
16,159
16,225

VI - 38