Anda di halaman 1dari 7

RECLOSER ( PBO) DAN SECTIONALIZER (SSO)

RECLOSER ( PBO) DAN SECTIONALIZER (SSO)


1. PENUTUP BALIK OTOMATIS (PBO) PBO (Recloser) adalah PMT yang dilengkapi dengan peralatan control dan relai penutup balik. 1.1. Relai Penutup Balik (Reclosing Relay) Relai penutup balik adalah relai yang dapat mendeteksi arus gangguan dan memerintahkan PMT membuka (trip) dan menutup kembali. 1.2. Fungsi Relai Penutup Balik / PBO PBO dipasang pada SUTM yang sering mengalami gangguan hubung singkat fasa ke tanah yang bersifat temporer, berfungsi untuk: Menormalkan kembali SUTM atau memperkecil pemadaman tetap akibat gangguan temporer. Pengaman seksi dalam SUTM agar dapat membatasi / melokalisir daerah yang terganggu.

1.3. Jenis Relai Penutup Balik Berdasarkan type perintah reclosing ke PMT dapat dibedakan dalam 2 jenis reclosing relay, yaitu : Single-shot Reclosing Relay
o

Relai hanya dapat memberikan perintah reclosing ke PMT satu kali dan baru dapat melakukan reclosing setelah blocking time terakhir.

Bila terjadi gangguan pada periode blocking time, PMT trip dan tidak bisa reclose lagi (lock out ).

Multi Shot Reclosing Relay.

o Relai ini dapat memberikan perintah reclosing ke PMT lebih dari satu kali. Dead time antar reclosing dapat diatur sama atau berbeda.. o Bila terjadi gangguan , relai OCR/GFR memberikan perintah trip ke PMT pada saat yang sama juga

mengarjakan (mengenergize) Reclosing relay. o Setelah dead time t 1 yang sangat pendek ( kurang dari 0,6 detik), relai memberi perintah reclose ke PMT . o Jika gangguan masih ada , PMT akan trip kembali dan reclosing relai akan melakukan reclose yang kedua setelah dead time t 2 yang cukup lama (antara 15- 60 detik). o Jika gangguan masih ada, maka PMT akan trip kembali dan reclosing relai akan melakukan reclose yang ke tiga setelah dead time t 3 . o Bila gangguannya juga masih ada dalam periode blocking tB 3, maka PMT akan trip dan lock out. o Penggunaan multi shot reclosing harus doisesuaikan dengan siklus kerja (duty cycle) dari PMT.

1.4. Sifat Relai Penutup Balik Operasi cepat (fast tripping): untuk antisipasi temporer. Operasi lambat (delayed tripping) : untuk koordinasi dengan pengaman di hilir. Bila gangguan telah hilang pada operasi cepat maka PBO gangguan gangguan

akan reset kembali ke status awal. Bila muncul setelah waktu reset, PBO mulai menghitung dari awal. Repetitive : riset otomatis setelah recloser success. Non repetitive : memerlukan

reset manual (bila terjadi

gangguan permanen dan bila gangguan sudah dibebaskan). PBO atau Recloser adalah relai arus lebih sehingga karakteristik PBO dan OCR adalah sama (lihat karakteristik OCR).

2. SAKLAR SEKSI OTOMATIS (SSO) 2.1. Pengertian dan Fungsi SSO SSO atau Auto Seksionalizer adalah saklar yang dilengkapi dengan kontrol elektronik/ mekanik yang digunakan sebagai pengaman seksi Jaringan Tegangan Menengah. SSO sebagai alat pemutus rangkaian/beban untuk memisahmisahkan saluran utama dalam beberapa seksi, agar pada keadaan gangguan permanen, luas daerah (jaringan) yang harus dibebaskan di sekitar lokasi gangguan sekecil mungkin. Bila tidak ada PBO atau relai recloser di sisi sumber maka SSO tidak berfungsi otomatis (sebagai saklar biasa).

8.2.2. Klasifikasi SSO Penginderaan : berdasarkan tegangan (Automatic Vacuum Switch) atau dengan Arus (Sectionalizer). Media Pemutus : Minyak, Vacum, Gas SF6. Kontrol : Hidraulik atau Elektronik Phase : Fasa tunggal atau Fasa tiga

2.3. Prinsip Kerja SSO

SSO bekerjanya dokoordinasikan dengan pangaman di sisi sumber (seperti relai recloser atau PBO) untuk mengisolir secara otomatis seksi SUTM yang terganggu.

SSO pada pola ini membuka pada saat rangkaian tidak ada tegangan tetapi dalam keadaan bertegangan harus mampu menutup rangkaian dalam keadaan hubung singkat.

SSO ini dapat juga dipakai untuk membuka dan menutup rangkaian berbeban. Saklar ini bekerja atas dasar penginderaan tegangan.

SSO dilengkapi dengan alat pengatur dan trafo tegangan sebagai sumber tenaga penggerak dan pengindera.

Prinsip kerja SSO dengan sensor tegangan dijelaskan pada AVS di bawah.

2.4. AUTOMATIC VACUUM SWITCH (AVS) Prinsip Kerja AVS ambar II.19 di bawah sebagai ilustrasi Sistem Distribusi yang terbagi dalam 3 seksi dengan pengaman penyulang sebuah PMT dan dua buah AVS.

Gambar : Sistem Pengaman JTM dengan PMT dan AVS

Prinsip operasi AVS : Dalam hal terjadi gangguan pada seksi III maka PMT penyulang trip, tegangan hilang. Setelah T3, semua AVS trip. PMT masuk kembali (reclose pertama), seksi I bertegangan. Setelah T1 menerima tegangan, AVS1 masuk, seksi II bertegangan. Setelah T2 menerima tegangan, AVS2 masuk, seksi III bertegangan.

Apabila gangguan masih ada maka PMT trip kembali, AVS1 dan AVS2 lepas setelah T3.

PMT reclose yang kedua. AVS1 masuk setelah T1 sedangkan AVS2 sudah lock-out (pada saat masuk pertama tetapi hanya merasakan tegangan sebentar atau lebih kecil dari T2).