Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRO-PNEUMATIK Disusun untuk memenuhi Tugas Praktikum Elektro-Pneumatik

Disusun Oleh Imam Arif Pribadi Junaidi Afika M. Perdana Agung P.

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL YOGYAKARTA 2013

I. A. TEORI RINGKAS

RANGKAIAN ALAT STEMPEL

Benda kerja distempel dengan alat stempel. Dengan menekan dua switch tombol tekan bersama-sama, batang piston silinder bergerak keluar dan benda kerja distempel. Batang piston kembali ke posisi semula jika tombol tekan dilepas. B. TUGAS 1. Gambarkan rangkaian kontrolnya. a. Tanpa relai b. Dengan relai 2. Printout gambar rangkaian yang telah dibuat. Diagram rangkaian Rangkaian Pneumatik

Rangkaian Listrik Tanpa Relay

Rangkaian Listrik dengan Relay

C. PEMBAHASAN Ketika 2 switch ditekan bersama-sama(S1 sebagai swith on/off system dan S2 sebagai swith untuk on/off alat stempel ) batang piston akan terdorong ke kanan dan benda kerja di stempel, saat salah satu tombol dilepas (Switch 1 atau Switch 2),maka piston akan kembali ke posisi awal. Pada dasarnya prinsip kerja rangkaian denagn relay dan tanpa relay sama saja, yang membedakan adalah jika pada Rangkaian dengan relay,ketika Switch 1 dan Switch 2 ditekan bersama-sama maka Relay (K1) akan mengaktifkan Valve Solenoid (Y1) dan akan menggerakkan batang piston, tetapi jika pada Rangkaian tanpa relay,ketika Switch 1 dan Switch 2 di aktifkan maka arus akan mengalir ke Valve Solenoid (Y1) dan langsung mengggerakkan batang piston. Keuntungan mengggunakan system Relay yaitu karena kemampuan kecapatan saklar tombol saat meng ON kan rangkaian sangat terbatas sehingga akan memunculkan loncatan api maka lebih menguntungkan Rangkaian Alat Stempel ini mengggunakan Relay. D. KESIMPULAN Untuk Rangkaian Alat Stempel sebaiknya menggunakan rangkaian dengan relay.

II. A. TEORI RINGKAS

PEMISAH LINTASAN

Silinder kerja ganda digunakan untuk memisah lintasan dari jalur 1 ke jalur 2 atau sebaliknya. Jika tombol S1 ditekan maka batang piston silinder akan keluar

menghubungkan jalur lintasan 1. Tombol S1 dilepas, batang piston silinder tetap pada posisi lintasan jalur 1. Untuk memindahkan ke jalur 2 digunakan tombol S2. Bila tombol S2 dilepas batang piston tetap menghubungkan lintasan 2. B. TUGAS 1. Gambarkan rangkaian kontrolnya dengan katup solenoid tunggal dengan ketentuan tambahan : a. S1 dan S2 ditekan bersama-sama , batang piston silinder keluar S1 dan S2 ditekan bersama-sama , batang piston silinder di dalam

b.

2. Printout rangkaian ysng telah dibuat sebagai data laporan. Rangkaian Pneumatik a) S1 dan S2 ditekan bersama-sama, batang piston silinder keluar

b) S1 dan S2 ditekan bersama-sama, batang piston silinder di dalam

C. PEMBAHASAN 1. S1 dan S2 Ditekan Bersama-sama, Batang Piston Silinder di Dalam Ketika Switch (S1) dan Switch (S2) ditekan bersama-sama maka batang piston akan bergerak ke dalam. Hal ini terjadi karena Switch (S1) saja yang ditekan maka batang piston akan bergerak ke kanan. Hal ini disebabkan arus yang mengalir ke Relay (K1). Relay (K1) kemudian mengunci switch (K1) dan mengaktifkan Valve Solenoid (Y1) sehingga batang piston bergerak ke kanan. Meskipun Switch (S1) dilepas, batang piston akan tetap di arah kanan karena Relay (K1) akan mengaktifkan Switch (K1). Namun apabila Switch (S2) dilepas maka arus yang masuk ke Valve Solenoid (Y1) akan terputus membuat batang piston kembali ke kiri (posisi awal). 2. S1 dan S2 ditekan bersama-sama, Batang Piston Silinder Keluar Ketika Switch (S1) dan Switch (S2) ditekan bersama-sama relay akan aktif dan kemudian mengaktifkan Valve Solenoid (Y1) dan batang piston akan keluar. Saat S1 saja yang ditekan, koil akan aktif dan piston maju, tetapi ketika S1 dilepas system mati. Jika S2 nya yang ditekan dan S1 tidak, system tidak bekerja. Pada posisi S1 dan S2 ditekan bersama-sama, system hidup dan piston maju. Jika

S1 dilepas system akan tetap hidup begitu pula jika S2 dilepas dan S1 masih ditekan. Untuk mematikannya lepaskan S1 dan S2 bersama-sama. D. KESIMPULAN Pada rangkaian batang piston silinder ke dalam, yang berfungsi sebagai saklar kontrol utama ialah saklar S1. Pada rangkaian batang piston silinder keluar, yang berfungsi sebagai saklar kontrol utama ialah saklar S2.

III.

ALAT PEMINDAH JALUR BAN BERJALAN

A. TEORI RINGKAS Dengan menggunakan alat pemindah jalur ban berjalan, benda di atas kerangka alat tersebut dipindah dari ban yang satu ke ban yang lain. Kerangka pemindah dapat maju jika tombol switch ( S1 ) ditekan. Benda pindah dari ban yang satu ke ban yang lain. Untuk mengembalikan kerangka pemindah ke posisi semula harus menekan tombol yang lain ( S2 lintasan terhubung sesuai perintah terakhir yang diberikan . B. TUGAS 1. Gambarkan rangkaian kontrolnya a. b. Tanpa relai dengan katup solenoid ganda Dengan relai menggunakan katup solenoid ganda ). Jalur

2. Rangkailah sesuai gambar rangkaian. a. Tanpa relai dengan katup solenoida ganda (ON) dan (OFF)

b. Dengan relai menggunakan katup solenoid ganda (ON) dan (OFF)

C. PEMBAHASAN C.1. Rangkaian Listrik Dengan Relay Ketika Push Botton (S1) ditekan maka arus akan mengalir ke relay (K1) membuat Solenoid Valve (Y1) aktif sehingga silinder pneumatic (Piston) akan turun (ke posisi kanan). Meskipun Push Botton (S1) dilepas, posisi Piston akan tetap turun karena Valve Solenoid (Y2) belum hidup. Apabila arus sudah mengalir ke Relay (K2) maka Valve solenoid (Y2) akan aktif sehingga posisi Piston akan kembali naik (ke posisi kiri) membuat ban berpindah dari satu ban ke ban yang lain. C.2. Rangkaian Listrik Tanpa Relay Ketika Push Botton (S1) ditekan maka arus akan mengalir ke Valve Solenoid (Y1) membuat Piston bergerak ke kanan. Apabila Push Botton (S1) dilepas maka Piston akan tetap di kanan atau tidak berubah. Tetapi jika Push Botton (S2) ditekan maka arus akan mengalir ke Valve Solenoid (Y2) sehingga Piston akan bergerak ke kiri. D. KESIMPULAN Menggunakan 2 koil untuk menggerakan katup. Guna keamanan rangkaian menggunakan relai pada rangkaian kontrolnya.

IV. A. TEORI RINGKAS

PENGELUARAN BENDA KERJA

Sebuah benda didorong keluar ke atas ban berjalan dengan menggunakan silinder kerja ganda. Pekerjaan untuk mulai diberikan dengan menekan tombol. Apabila silinder keluar sudah mencapai posisi maksimum , silinder kembali secara otomatis ke posisi semula. Untuk menjamin bahwa benda benar-benar terletak diatas ban berjalan diperlukan sebuah ssinyal. B. TUGAS 1. Gambarkan rangkaian kontrolnya. 1.1 Dengan katup solenoid ganda 1.2 Dengan katup solenoid tunggal 2. Rangkailah sesuai gambar rangkaian. a. Dengan katup solenoid ganda

b. Dengan katup solenoid tunggal

C. PEMBAHASAN Pada praktikum kali ini tentang pengeluaran benda kerja menggunakan sistem pneumatik, rangkaian pertama dengan limit switch tuas rol, sehingga ketika saklar S1 diaktifkan menggerakkan koil Y1, ketika piston menyentuh limit S2, koil Y2 diaktifkan untuk memasukkan silinder. Pada rangkaian kontrol dengan magnetik proximity switch, berfungsi sebagai sensor magnet, ketika S1 diaktifkan K1 aktif kemudian koil Y1 bergerak, ketika piston menyentuh B1, proximity aktif mengaktifkan K2 yang memutuskan K1 sehingga koil Y1 menjadi tidak aktif, dan silinder masuk kedalam lagi. D. KESIMPULAN Rangkaian pertama menggunakan 2 koil untuk mengerakkan katup Rangkaian kedua menggunakan Proxima switch, untuk memutuskan koil dan di balikan menggunakan pegas.

V.

PENJEPIT DENGAN PENGUNGKIT TOGEL

A. TEORI RINGKAS Penjepit dikontrol oleh salah satu dari dua buah tombol. Untuk melepas benda tersebut dipergunakan satu tombol lain. Kondisi lain yang harus dipenuhi : Menjepit hanya mungkin apabila benda ada di tempat. Benda tak dapat dilepas selama proses kerja ( pengeboran ).

B. TUGAS 1. 2. Gambarkan rangkaian kontrolnya. Rangkailah sesuai gambar rangkaian. a. Dengan katup solenoid ganda

b. Dengan katup solenoid tunggal

c. Rangkaian Listrik

C. PEMBAHASAN Pada praktikum ini, penjepit dengan pengungkit togel. Ketika benda diletakan di depan penjepit dan S1 atau S2 ditekan, piston akan maju dikarenakan koil Y1 aktif menggerakkan katup dan mengalirkan udara ke piston. Dan ketika S3 di tekan koil Y2 aktif sehingga piston silinder masuk kedalam.

D. KESIMPULAN S1 dan S2, serta benda di letakan akan membuat piston maju, dan S3 sebagai pembalik gerak katup.

VI. MESIN PRESS A. TEORI RINGKAS : Pada saat ini proses monitoring terhadap kerja mesin press masih dilakukan secara manual, dimana operator dari mesin press tersebut yang membuat laporan kerja hariannya. Namun dalam prakteknya operator mesin press dalam membuat laporan kurang akurat dalam menuliskan data laporan harian, hal ini dimungkinkan karena kondisi lingkungan kerja yang kurang kondusif. Karena kurang akurat data dari operator ini manajemen quality control dari perusahaan kesulitan dalam menentukan kapasitas produksi suatu mesin press padahal jika didapat kapasitas maksimal produksi dari suatu mesin press maka perusahaan dapat memaksimalkan sumber daya yang ada. Untuk menanggulangi hal tersebut maka dibuat sistem yang dapat memonitoring kerja dari mesin press menggunakan PLC. Proximity switch mendeteksi ada tidaknya plat yang diletakkan di atas cetakan, Ketika push button ditekan solenoid valve akan aktif lalu silinder pneumatik akan turun sehingga terjadi proses pengepressan plat yang dideteksi dengan reed switch, setelah 5 detik maka silinder pneumatik akan naik secara otomatis. Semua kegiatan atau proses dikendalikan dan disimpan pada memori oleh PLC dengan ladder diagram. Data yang tersimpan diakses dengan OPC melalui PC sehingga operator dapat mengambil data kerja dari mesin press. Hasil dari Tugas Akhir ini yaitu mendeteksi proses terjadinya pengepresan plat alumunium dengan menggunakan sensor, data yang tersimpan pada memori PLC diakses melalui OPC lalu dtampilkan pada PC dengan Microsoft Office Excel sehingga sudah berbentuk seperti laporan harian. Kondisi Khusus : i. Silinder harus kembali meskipun tombol tertekan. ii. Proses berikutnya hanya dapat berjalan setelah melepaskan tombol dan silinder mencapai posisi semula.

I.

Gambar Rangkaian Pneumatik dan Rangkaian Listrik dengan Limit Switch Tuas Roll

+24V S1 S2 START

S2 4 Y1 5 1 3 2 1 Y1 0V KT1 2 KT2 3 S1 2 Y2 KT1

KT2

20 Y2

B. PEMBAHASAN Ketika Push Button ditekan maka Break Switch (KT1) dan Make Switch (NO) akan dialiri arus sehingga membuat Solenoid Valve akan aktif karena Break Switch (KT1) akan mengaktifkan Relay (KT1) lalu silinder pneumatik akan turun sehingga terjadi proses pengepressan plat. Pada prose ini terjadi Relay (KT2) setelah waktunya diatur 20 detik maka silinder pneumatik akan naik secara otomatis. Hal ini sesuai dengan kondisi khusus dari system ini yaitu : i. Silinder harus kembali meskipun tombol tertekan. ii. Proses berikutnya hanya dapat berjalan setelah melepaskan tombol dan silinder mencapai posisi semula.

VII. A. TEORI RINGKAS

ALAT PEREKAT PEMANAS

Menggunakan tekanan panas, bahan pengepakan direkatkan melalui aplikasi panas dan tekanan. Rel pemanas bergerak keluar memanasi bahan pengepakan sepanjang bidang bahan perekat, apabila benda ada di tempat dan sebuah tombol atau pedal kaki ditekan. Setelah tekanan perekatan yang diinginkan tercapai maka rel pemanas kembali ke posisi semula dan alat siap memulai tugas baru.

B. TUGAS 1. 2. Gambarkan rangkaian kontrolnya. Rangkailah sesuai gambar rangkaian. a. Rangkaian Pneumatik

b. Rangkaian kontrol lengkap dengan symbol dan notasinya

C. PEMBAHASAN Praktikum Alat perekat pemanas, pemanas bergerak keluar memanasi bahan pengepakan sepanjang bidang bahan perekat, ketika S1 dan S2 di tekan, piston akan maju dan mngaktifkan B1, dan ketika mencapai ujung, B2 aktif dan mengaktifkan juga koil Y2, ketika Menyentuh B1 lagi piston akan maju lagi dan begitu seterusnya. D. KESIMPULAN Rangkaian kontrol menggunakan proximity magnetic switch. Piston akan bergerak maju mundur selama saklar S1 dan S2 masih aktif.

VIII. MESIN PEMBUAT LUBANG A. TEORI RINGKAS Alat pembuat lubang bentuk segitiga di ujung papan, dapat dilakukan dari tiga sisi. Pekerjaan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah silinder. Papan dapat ditempatkan ke dalam posisi kerja dari tiga tempat yang berlainan. Untuk mendeteksi posisi papan dipergunakan tiga sensor a, b dan c. Jika dua dari tiga sensor memberikan sinyal , maka silinder keluar membentuk segitiga pada ujung papan. Silinder kembali ke posisi semula setelah papan dikeluarkan dari posisi kerja. B. TUGAS 1. 2. Gambarkan rangkaian kontrolnya. Rangkailah sesuai gambar rangkaian.

Sensor a 0 0 0 0 1 1 1 1 b 0 0 1 1 0 0 1 1 c 0 1 0 1 0 1 0 1 Silinder 0 0 0 1 0 1 1 0 Keterangan Batang piston silinder diam ( di dalam Batang piston silinder diam ( di dalam ) Batang piston silinder diam ( di dalam ) Batang piston silinder maju ) Batang piston silinder diam ( di dalam Batang piston silinder maju ) Batang piston silinder maju Batang piston silinder diam ( di dalam )

(a) Dan (b), silinder maju.

(a) Dan (c), silinder maju.

(b) Dan (c), silinder maju.

C. PEMBAHASAN Pada praktikum sistem pembuat lubang dengan sistem pneumatik, berbentuk segitiga yang memiliki tiga sisi pekerjaan setiapnya memiliki silinder. Setiap silinder memiliki tiga sensor a, b dan c. Jika 2 dari tiga sensor memberikan sinyal maka silinder keluar. Tetapi apabila ketiga sensor menyala piston tidak akan keluar. Silinder di aktifkan dari koil Y1 yang menggerakkan katup. Y1 di aktifkan oleh konektor K1, K2, dan K3 yang aktif bersamaan. Silinder akan kembali dengan bantuan pegas D. KESIMPULAN Silinder akan keluar 2 dari 3 sensor aktif, jika tidak silinder tidak keluar K1, K2 dan K3 aktif mengaktifkan koil. Silinder akan kembali dengan bantuan pegas.