Anda di halaman 1dari 8

Bila menggunakan Curing Machine caranya adalah sebagai berikut: Alat harus dalam keadaan Off, kemudian putar

pengatur suhu dan waktu I pada 27 oC dan 15 menit. Pengatur suhu pada waktu II pada 70 oC dan - 1 jam serta pengatur suhu dan waktu III pada 100 oC dan - 1 jam tergantung dari besar kecilnya gigi tiruan yang diproses. Setelah pengaturan selesai, kemudian power supply dihidupkan dan ditunggu sampai seluruh proses selesai.

Bila menggunakan alat perebus tradisional (kompor), caranya adalah sebagai berikut: Hendaknya diusahakan agar api tidak terlalu besar untuk menghindari kenaikan suhu yang terlalu cepat. Juga harus diusahakan agar api tetap stabil selama proses berlangsung. Lamanya pemanasan (mendidih) sama dengan cara pertama tergantung dari besar kecilnya gigi tiruan yang diproses.

Setelah perebusan selesai, cuvet dikeluarkan dari alat, tetapi tetap dibiarkan sampai suhu air mencapai suhu kamar. Hal ini untuk menghindari tingkat pendinginan yang terlalu cepat yang dapat merusak masa acrylic di dalam cuvet.

Deflasking Yaitu prosedur mengeluarkan gigi tiruan dari dalam cuvet. Hal ini dilakukan setelah cuvet menjadi dingin pada suhu kamar. Cara kerja: Setelah cuvet dingin, tutup cuvet dibuka dan gips dikeluarkan secara utuh dengan cara mengetuk lempengan yang terdapat pada basis cuvet. Kemudian lepaskan gips dari ring cuvet. Siapkan gergaji kecil, kemudian bebaskan gigi tiruan dari gips dengan cara menggergaji gips secara hati-hati agar tidak merubah letak dan bentuk klamer atau merusak bagian-bagian penting dari gigi tiruan. Setelah gigi tiruan dapat dilepaskan dari gips, bersihkan dari sisa-sisa gips kemudian baru dilakukan penyelesaian (finishing) dan polishing.

4.4 Tahap-tahap Finishing dan Polishing Dalam melakukan pekerjaan finishing hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut: - Jangan sampai menyebabkan gigi tiruan menjadi patah atau rusak. - Jangan sampai merusak atau mengubah kedudukan klamer dan bentuk klamer. - Jangan sampai menyebabkan unsur atau bagian lain dari gigi tiruan tersebut menjadi rusak atau berubah atau terlepas.

Jangan sampai facies mucosalis dari gigi tiruan menjadi rusak atau terluka karena pemakaian alat-alat.

Alat-alat yang digunakan pada pekerjaan finishing: a. Dental Stone b. Frizeur c. Fissure Bur d. Round Bur e. Mesin Polis (Polish Machine) Hal-hal yang dilakukan pada waktu finishing: - Pemotongan sayap-sayap acrylic dengan friseur atau dental stone. - Lakukan koreksi bentuk gigi tiruan dengan fissure bur dengan maksud untuk: Pembentukan daerah Interdental Pembentukan Sulcus Interradicular Pembentukan Rugae Palatinae Penyempurnaan lekuk Frenulum: Frenulum Labialis Frenulum Buccalis Frenulum Lingualis - Lepaskan acrylic yang masih melekat pada gigi tiruan dengan round bur atau fissure bur terutama pada bagian Spatia Interdentalis. Demikian pula dengan bola-bola acrylic yang menonjol, harus diratakan. Alat-alat dan bahan yang digunakan pada pekerjaan polishing: - Filtcone - Diamond - Carborundum - Emery - Gurnet - Kiaselguhr - Tripoli - Pumice - Precipitated Chalk - Raya Bahan-bahan abrasif sifatnya lebih keras daripada bahan yang akan dipolis, dengan butir-butir yang tajam serta tersedia dalam bentuk serbuk. Bahan ini digunakan bersama-sama dengan alat lain, yaitu Filtcone atau Brush yang dipasang pada mesin polis. Oleh karena perputaran mesin polis, akan terjadi guratan-guratan pada

permukaan bahan yang dipolis, seolah diasah. Makin cepat perputaran mesin polisakan makin halus guratan yang timbul pada permukaan bahan yang dipolis. Beberapa faktor yang perlu diperhatikan: a. Kekerasan dan bentuk bahan abrasif serta bahan yang akan dipolis. b. Besarnya butir-butir bahan pemolis. c. Kecepatan perputaran mesin polis d. Tekanan pada saat memolis. Bila mesin polis berputar dengan cepat, akan timbul panas, untuk itu sebagai pendingin , digunakan air yang dicampurkan dengan bahan polis. Bagian-bagian yang perlu dipolis: - Elemen gigi tiruan - Facies Oralis dan Facies Buccalis gigi tiruan - Pinggiran gigi tiruan - Ujung-ujung klamer Cara melakukan pemolisan: Mula-mula pasang filtcone pada mesin polis, kemudian pemolisan dilakukan dengan bahan abrasif yang sudah dibasahi dengan air. Bila permukaan bahan yang dipolis sudah halus, baru digunakan bahan pemolis (Precipitated Chalk / Cryt, Fe2O3 / Raya). Pada waktu pemolisan , jangan menggunakan tekanan yang terlalu kuat, karena dapat menyebabkan terjadinya guratan. Untuk menghindari terjadinya guratan tadi, putaran motor harus cepat. Semua permukaan Polish Surface harus dipolis sampai halusdan mengkilat kecuali Facies Mucosalis gigi tiruan.

Maksud dilakukan pemolisan: Untuk memperbaiki estetika. Untuk menghilangkan bagian-bagian yang dapat mengiritasi mukosa. Untuk menghilangkan bagian-bagian yang dapat menjadi retensi sisa-sisa makanan. Untuk menghindari terjadinya perubahan warna gigi tiruan. Agar gigi tiruan lebih mudah dibersihkan,

4.5 Kegagalan Proses Acrylic Kegagalan yang sering terjadi pada pemrosesan acrylic adalah terjadinya porositas sebagai akibat kurang / tidak sempurnanya polimerisasi. Kegagalan ini dapat ditandai dengan adanya pori-pori atau bercak atau tanda-tanda kekurangan pada bagian-bagian tertentu dari gigi tiruan.

Sebab-sebab terjadinya porositas: - Kenaikan suhu pemanasan yang terlalu cepat - Adonan acrylic terlalu encer - Kurang dilakukan pengepresan pada waktu packing - Kurang homogen pada waktu pencampuran acrylic - Adonan dalam mould chamber kurang Macam-macam porositas: Internal Porosity, hal ini terjadi karena kenaikan suhu di atas 100 oC yang menyebabkan monomer sulit mendidih sehingga menghasilkan gelembung-gelembung dalam massa acrylic. Gasseous Porosity, terjadi karena penguapan yang terlalu cepat sehingga monomer menguap secara berlebihan yang dapat mengakibatkan terjadinya pori-pori di bagian tengah massa acrylic. Granularity Porosity, terjadi karena polymer yang digunakan terlalu banyak, sehingga sampai proses selesai, tidak semua polymer mengalami polimerisasi. Contraction Porosity, hal ini terjadi karena penyusutan massa acrylic. Keadaan ini sebagai akibat dari kurangnya adonan yang dimasukkan pada waktu packing atau kurang dilakukan pengepresan sehingga terjadi di dalam massa acrylic. Cara mencegah porositas: Gunakan adonan Dough Stage, yaitu bila adonan sudah tidak melekat bila dipegang dengan tangan / jari. Sebelum dilakukan pemanasan, hendaknya cuvet tetap dibiarkan di bawah tekanan paling kurang jam setelah dilakukan pengisian acrylic. Peningkatan suhu selama proses hendaknya dilakukan secara perlahan.

Akibat-akibat porositas: Gigi tiruan menjadi kurang kuat Gigi tiruan menjadi mudah patah Gigi tiruan tidak estetis lagi Gigi tiruan sukar dibersihkan

5.1 Dental Casting Casting adalah proses pembuatan benda dari bahan logam atau alloy (logam campuran) dengan cara mencairkan logam tersebut kemudian menuangkannyaatau mensentrifugasikannya ke dalam ruangan (Mould Chamber) yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Dalam hal ini logam

dicairkan dengan cara pemanasan (peleburan) dan dengan tekanan, logam cair tersebut didorong masuk ke dalam mould chamber. Maka terbentuklah benda dari logam yang berbentuk sama dan sebangun dengan model malam sebelumnya. Pengertian Mould Chamber adalah suatu ruangan yang terdapat dalam bahan pendam (Investment Materials) yang merupakan ruangan bekas model malam yang sudah dicairkan atau diuapkan keluar dari bahan pendam. Teknik penuangan logam ini pada bidang Kedokteran Gigi biasanya dilakukan pada pembuatan: 1. 2. 3. 4. 5. Inlay Mahkota tiruan dari logam Pekerjaan Gigi Tiruan Jembatan Protesa Kerangka Logam Pembuatan Pasak pada saluran akar gigi

Alat-alat yang digunakan: Vibrator Timbangan Gips Gelas Ukur Gips bowl dan Spatel Casting Ring atau Movel Casting Ring Base Plate Crucible Former Pinset Logam bahan tuang Blow Torch Casting Machine Sprue Pin Mesin Polis Alat-alat polis Preheating Furnace Lampu spirtus Kuas kecil halus

Bahan-bahan yang digunakan: Modelling Wax (Blue Wax) Bahan Pendam (Investment Materials) Asbes Borax Air

Surface tension liquid

Fungsi alat dan bahan yang digunakan: Vibrator Adalah sebuah alat penggetar yang bekerja secara elektris dengan tingkat getar yang dapat diatur. Alat ini digunakan untuk menggetarkan adonan gips atau bahan pendam agar udara yang masuk ke dalam adonan pada waktu pengadukan, dapat keluar dan didapatkan campuran yang padat. Timbangan Gips Suatu alat pengukur berat dengan skala terkecil gram, digunakan untuk mengukur banyaknya gips atau bahan pendam yang digunakan sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan oleh pabrik pembuat bahan tersebut. Gelas Ukur Suatu alat pengukur volume dengan skala terkecil milliliter, digunakan untuk mengukur banyaknya air atau bahan pelarut yang diperlukan untuk membuat adonan gips atau bahan pendam sesuai dengan aturan pabrik. Gips bowl dan Spatel Adalah alat / wadah untuk membuat adonan gips atau bahan pendam yang akan digunakan pada pekerjaan casting. Casting Ring (Bumbung Tuang) / Movel Adalah alat yang dibuat dari logam tahan suhu yang tinggi, berbentuk silinder kosong, tempat dilaksanakannya penuangan logam. Diameter alat ini tergantung dari besarnya model pada pekerjaan casting. Casting Ring Base Plate Merupakan alat pelengkap untuk bumbung tuang, terbuat dari karet atau logam dan menjadi alas dari bumbung tuang. Alat ini biasanya sudah dilengkapi dengan corong tuang (Crucible Former). Blow Torch Adalah alat yang digunakan untuk melebur / logam tuang. Alat ini tersedia dalam berbagai bentuk dan cara pembakaran antara lain: - Campuran bahan bakar bensin dan udara - Campuran Carbid dan Oksigen - Campuran LPG dan Oksigen Casting Machine Alat yang digunakan untuk proses penuangan logam, terdapat dalam berbagai cara penuangan: - Pressure Casting: Dengan alat ini, proses penuangan logam berlangsung karena adanya tekanan uap air pada logam cair, dan mendorongnya masuk ke dalam mould chamber. - Centrifugal Casting: Teknik ini dapat dilaksanakan dengan dua cara sentrifugal, yaitu cara vertikal dan cara horizontal.

Vacuum Casting: Proses casting dengan cara ini dapat berlangsung karena udara yang terdapat dalam mould chamber dihisap keluar dengan pompa hisap, sehingga tekanan udara dalam mpuld chamber lebih kecil daripada tekanan udara di luar. - Electric: Pada teknik ini, penuangan logam tidak dilebur dengan blow torch tetapi dengan kumparan listrik bertahanan tinggi. Alat berputar secara horizontal tidak dengan tenaga mekanis (per), tetapi dengan elektromotor. Sprue Pin Adalah pin saluran tuang yang akan menjadi saluran logam cair yang masuk ke dalam mould chamber. Saluran ini dapat dibuat sendiri atau mengikuti bentuk malam yang dipakai untuk pembuatan saluran tersebut (Wax Wire). Penampang dari saluran ini tergantung dari: - Besarnya model yang akan dibuat - Alat casting yang digunakan Pada alat casting yang bergerak vertikal, penampang saluran ini tidak boleh lebih besar dari 1 1,5 mm, hal ini untuk menghindari masuknya logam cair sebelum dilakukan sentrifusi. Pada alat yang bergerak horizontal, penampang saluran dapat 2 3 mm hal ini justru agar logam cair dapat masuk ke dalam mould chamber pada saat dilakukan sentrifusi. Mesin Polis (Polish Machine) Alat ini digunakan untuk menyempurnakan bentuk hasil tuangan. Pekerjaan pemolisan dilakukan dengan menggunakan alat bantu yang dipasang pada mesin. Alat bantu ini dapat berupa Bur, Pemotong, ataupun penghalus. Preheating Furnace Adalah alat / tungku pemanas suhu tinggi yang digunakan untuk menguapkan model malam sehingga didapatkan mould chamber dan memanaskan bahan pendam. Pada alat ini terdapat pengatur suhu dan pengatur waktu untuk menentukan tingkat pemanasan bahan pendam sesuai dengan petunjuk pabrik pembuatnya. Lampu Spritus Digunakan untuk menghasilkan api tanpa jelaga, sebab pada pekerjaan casting kita harus menghindari endapan yang dapat mempengaruhi kualitas mould chamber. Alat ini digunakan untuk: - Pembuatan Model Malam - Pembuatan Sprue Pin - Pemasangan Sprue Pin - Mencairkan Modelling Wax Pinset Digunakan untuk memegang casting ring (cuvet) Logam Tuang Tersedia dalam berbagai komposisi sesuai dengan maksud pekerjaan casting. Kuas Halus Alat ini harus mempunyai bulu halus yang kuat, lentur dan tidak mudah terlepas agar tidak mempengaruhi kualitas model malam.

Modelling Wax (Blue Wax) Merupakan malam khusus untuk pekerjaan casting. Digunakan untuk pembuatan model malam dan tidak meninggalkan residu bila diuapkan. Investment Material Adalah bahan pendam untuk pekerjaan casting. Bahan ini tahan terhadap suhu tinggi, terdiri beebagai jenis