Anda di halaman 1dari 6

Tumor Sel Germinal

Sel germinal merupakan sel yang membentuk ovarium dan sel telur. Kebanyakan dari tumor sel germinal adalah jinak, tetapi beberapa kanker mungkin dapat mengancam jiwa. Kurang dari 2% dari kanker ovarium adalah tumor sel germinal. Secara keseluruhan, prognosis dari tumor sel germinal ini adalah baik, 9 dari 10 pasien dapat bertahan hidup sampai 5 tahun setelah didiagnosis. Ada beberapa subtipe dari tumor sel germinal ini. Yang paling sering adalah teratoma, dysgerminoma, endodermal sinus tumor, dan choriocarcinoma. Tumor sel germinal ini dapat merupakan campuran dari beberapa subtipe.

Teratoma
Teratoma merupakan salah satu jenis tumor sel germinal, jika dilihat dibawah mikroskop tampak 3 lapisan embrio yang sedang berkembang yaitu endoderm (lapisan dalam), mesoderm (lapisan tengah), dan ectoderm (lapisan luar). Tumor sel germinal jenis ini ada yang jinak yaitu mature teratoma dan ada yang ganas yaitu immature teratoma.

Mature teratoma adalah jenis yang paling umum dan ini merupakan tumor jinak yang biasanya mempengaruhi perempuan pada usia reproduksi. Tumor ini sering juga disebut dermoid cyst karena lapisannya tampak seperti kulit. Tumor atau kista jenis ini dapat mengandung jaringan benigna yang berbeda termasuk tulang, rambut dan gigi. Pada penderita tumor ini disembuhkan dengan cara operasi untuk mengambil tumor.

Teratoma immature merupakan suatu jenis keganasan yang biasanya terjadi pada wanita muda dibawah 18 tahun. Teratoma jenis ini jarang terjadi dan mengandung sel yang tampak seperti berasal dari jaringan embrionik atau fetal seperti jaringan ikat bagian dari sistem pernafasan dan otak. Tumor yang relatif lebih matur (grade 1 teratoma immatur) dan tidak ada penyebaran diluar ovarium disembuhkan dengan operasi pengambilan ovarium. Tetapi ketika sudah terjadi penyebaran keluar dari ovarium dan tumor tampak lebih immature (grade 2 atau 3 teratoma immature) direkomendasikan untuk dilakukan kemoterapi disamping dilakukannya operasi pengambilan ovarium.

Dysgerminoma
Kanker jenis ini jarang, tetapi merupakan kanker sel germinal ovarium yang paling sering. Kanker jenis ini biasanya terjadi pada perempuan usia remaja dan dua puluhan.

Dysgerminoma ini dianggap sebagai suatu keganasan tetapi kebanyakan tidak tumbuh dan menyebar dengan cepat. Ketika penyebaran hanya terbatas pada ovarium, lebih dari 75% dari penderita disembuhkan dengan operasi pengambilan ovarium tanpa perawatan lebih lanjut. Bahkan ketika tumor telah menyebar lebih lanjut (atau jika tumor kambuh kembali) dilakukan penyembuhan dengan operasi dan atau kmoterapi yang merupakan controlling yang efektif atau menyembuhkan penyakit dari 90% penderita.

Endodermal sinus tumor (yolk sac tumor) dan Choriocarcinoma


Tumor ini sangat jarang terjadi, biasanya terjadi pada wanita usia muda. Tumor jenis ini sangat cepat penyebarannya tetapi sangat sensitif terhadap kemoterapi.Choriocarcinoma Choriocarcinoma yang berasal dari placenta (ketika kehamilan) lebih sering terjadi daripada jenis yang dimulai dari ovarium. Choriocarcinoma placenta biasanya lebih berespon baik dengan kemoterapi dibandingkan dengan choriocarcinoma ovarium.

Tumor Stromal
1% dari kanker ovarium merupakan tumor sel stromal ovarium. Lebih dari setengah tumor stromal ditemukan pada wanita dengan usia lebih dari 50, tetapi 5% dari tumor stromal terjadi pada wanita muda. Gejala yang paling sering muncul pada tumor ini adalah perdarahan vagina abnormal. Ini terjadi karena tumor ini memproduksi hormon estrogen. Hormon ini dapat menyebabkan perdarahan vagina (seperti sebuah periode) dimulai kembali setelah menopause. Pada wanita muda, tumor dapat menyebabkan periode menstruasi dan pertumbuhan payudara terjadi sebelum pubertas. kadang kadang tumor stromal menghasilkan hormon laki laki (seperti testosteron). Jika hormon laki laki diproduksi, tumor dapat menyebabkan periode menstruasi normal berhenti. Selain itu juga dapat menyebabkan tumbuhnya rambut pada muka dan tubuh. Gejala lain dari tumor stromal adalah sakit abdominal yang tiba tiba dan parah. Hal ini terjadi jika tumor mulai berdarah. Jenis tumor stromal maligna (kanker) termasuk tumor sel granulosa (paling sering terjadi), tumor granulosa theca, dan tumor sel Leydig Sertoli yang mana biasanya dianggap sebagai kanker low-grade. Thecomas dan fibromas merupakan tumor stromal benigna. Tumor stromal kanker sering ditemukan pada early stage dan memiliki prognosis baik dengan lebih dari 75% pasien bertahan hidup dalam waktu yang lama.

Kista Ovarium
Sebuah kista ovarium merupakan kumpulan dari cairan di dalam ovarium. Kebanyakan kista ovariu, terjadi sebagai sebuah bagian normal dari proses ovulasi disebut sebagai kista fungsional. Kista ini biasanya hilang dalam beberapa bulan tanpa pengobatan apapun. Jika sebuah kista berkembang, dokter mungkin akan mengecek kembali setelah siklus berikutnya terjadi untuk melihat apakah kista mengecil atau tidak.

Sebuah kista ovarium lebih sering mengenai wanita yang tidak mengalami ovulasi (seperti wanita setelah menopause atau wanita yang belum mengalami menstruasi) dan dokter mungkin akan melakukan tes lebih lanjut. Dokter mungki juga akan melakukan pemeriksaan pemeriksaan lain jika kista semakin besar atau jika kista tidak hilang dalam beberapa bulan. Meskipun kebanyakan kista jenis ini adalah jinak (bukan kanker), tetapi sebagian kecil dapat berubah menjadi kanker. Terkadang satu satunya cara untuk meyakinkan apakah kista itu merupakan kanker atau bukan adalah dengan melakukan operasi. Kista jinak dapat diobservasi (dengan mengulangi pemeriksaan fisik dan imaging tes) atau dihilangkan dengan operasi.

Apa kunci statistik mengenai kanker ovarium?


The American Cancer Society memperkirakan kejadian kanker ovarium di United States pada tahun 2011 : Sekitar 21,990 wanita akan menerima diagnosis kanker ovarium Sekitar 15,460 wanita akan meninggal karena kanker ovarium

Kanker ovarium adalah 9 kanker tersering pada wanita, tidak termasuk kanker kulit non melanoma yang merupakan peringkat ke 5 kanker yang membunuh wanita, dihitung dari kematian karena kanker selain kanker sistem reproduksi wanita. Kanker ovarium terhitung sekitar 3% dari semua kanker pada wanita. Seorang perempuan beresiko terkena kanker ovarium selama hidupnya adalah 1 dari 71. Kesempatan seumur hidup dari kematian karena kanker ovarium adalah 1 dari 95. (statistik ini tidak menghitung tumor ovarium yang memiliki potensi rendah menjadi malignansi).

Kaker ini terutama berkembang pada wanita usia tua. Setengah dari wanita yang terdiagnosis kanker ovarium adalah usia 60 tahun ke atas. hal ini lebih sering terjadi pada wanita kulit putih dibandingkan dengan wanita Afrika Amerika. Tingkat wanita yang terdiagnosis kanker ovarium telah menurun dalam 20 tahun terakhir. 3 dari 4 wanita dengan kanker ovarium bertahan hidup setidaknya 1 tahun setelah terdiagnosis. Hampir setengahnya (46%) wanita dengan kanker ovarium tetap hidup sampai 5 tahun setelah terdiagnosis (hal ini disebut 5-year survival rate. Wanita yang terdiagnosis ketika berumur kurang dari 65 lebih baik jika dibandingkan dengan wanita yang lebih tua. Jika kanker ovarium ditemukan dan dilakukan pengobatan sebelum kanker tersebut menyebar keluar ovarium, 5-year survival rate adalah 94%. Namun hanya 15% dari semua kanker ovarium yang ditemukan pada tahap awal.

Apa Faktor Resiko dari Kanker Ovarium?


Sebuah faktor resiko merupakan sesuatu yang dapat mengubah kesempatan untuk mendapatkan suatu penyakit seperti kanker. Beda kanker memiliki faktor resiko yang berbeda pula. Sebagai contoh, tidak terproteksinya dari pajanan sinar matahari yang kuat adalah faktor resiko dari kanker kulit. Merokok adalah faktor resiko dari sejumlah kanker. Tetapi faktor resiko tidak menjamin apapun. Memiliki sebuah faktor resiko, atau bahkan beberapa faktor resiko tidak berarti menjamin bahwa orang tersebut akan mendapatkan penyakit. Banyak orang yang mendapatkan penyakit meskipun orang tersebut tidak memiliki faktor resiko apapun. Bahkan jika seseorang dengan kanker ovarium memiliki faktor resiko, sulit untuk mengetahui lebih lanjut apakah faktor resiko tersebut yang berkontribusi terhadap kankernya. Peneliti menemukan bahwa beberapa faktor spesifik dapat mengubah kemungkinan kanker epitel ovarium. Faktor resiko ini tidak berlaku untuk jenis kanker ovarium yang lain seperti tumor sel germinal dan tumor stroma.

Usia
Resiko berkembangnya kanker ovarium akan meiningkat seiring dengan peningkatan usia. Kanker ovarium jarang terjadi pada wanita dibawah 40 tahun. Kebanyakan dari kanker ovarium berkembang setelah menopause. Setengah dari kanker ovarium ditemukan pada wanita diatas 63 tahun.

Obesitas
Berbagai studi memperlihatkan hubungan antar obesitas dengan kanker ovarium. Secara keseluruhan, terlihat bahwa perempuan yang mengalami obesitas (BMI >30) memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mendapatkan kanker ovarium. Sebuah studi dari American Cancer Society menemukan bahwa tingkat tertinggi kematian karena kanker ovarium adalah pada wanita yang mengalami obesitas. Resiko tersebut meningkat 50% pada wanita yang memiliki kelebihan berat badan.

Riwayat Reproduksi
Seorang wanita yang memiliki anak memiliki faktor resiko yang lebih rendah untuk terkena kanker ovarium jika dibandingkan dengan perempuan yang tidak memiliki anak. Resiko berkurang pada kehamilan berikutnya. Menyusui dapat menurunkan lebih jauh lagi faktor resiko tersebut. Menggunakan kontrasepsi oral (seperti yang telah diketahui bahwa kehamila yang dikontrol oleh pil) secara signifikan menurunkan faktor resiko terkena kanker ovarium lebih lama dari 5 tahun

Operasi Ginekologi
Ligasi tuba dapat mengurangi kemungkinan pertumbuhan kanker ovarium sampai 67%. Hysterectomi (pengambilan uterus tanpa mengambil ovarium) juga mengurangi resiko terkena kanker ovarium sekitar 1 3.

Obat Obat Fertilitas


Pada beberapa studi, peneliti menemukan bahwa menggunakan obat fertilitas clomiphene citrate (Clomid) dalam waktu yang lama lebih dari 1 tahun dapat meningkatkan resiko pertumbuhan tumor ovarium. Resiko ini terlihat meningkat pada wanita yang tidak mendapatkan kehamilan saat menggunakan obat ini. Fertilitas obat terlihat meningkatkan resiko berbabagai jenis tumor ovarium sebagai potensi rendah malignansi (dijelaskan pada "What is ovarian cancer?"). jika kamu memakai obat fertilitas, kamu harus mendiskusikan resiko potensial dengan doktermu. Namun, wanita yang infertil mungkin mendapatkan resiko yang lebih tinggi (dibandingkan dengan wanita fertil) bahkan jika mereka tidak menggunakan obat fertilitas. Hal ini mungkin sebagian karena tidak mempunyai anak atau tidak menggunakan pil KB. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk klarifikasi hubungan ini.

Androgen
Androgen merupakan hormon laki laki. Danazol, sebuah obat yang dapat meningkatkan level androgen berkaitan dengan peningkatan resiko terkenan kanker ovarium di dalam sebuah studi kecil. Dalam studi besar, kaitan ini tidak dapat dikonfirmasi, tetapi perempuan yang menggunakan androgen ditemukan memiliki resiko yang lebih tinggi terkena kanker ovarium. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui peran androgen terhadap kanker ovarium.