Anda di halaman 1dari 3

KONTROL PLAK

Kontrol plak merupakan prosedur yang dilakukan untuk menghilangkan dan mencegah penumpukan plak dan deposit lunak (material alba dan deposit makanan) dari permukaan gigi dan gingival di sekitarnya, sehingga dapat menghambat terjadinya pembentukan kalkulus. Selain itu kontrol plak juga bertujuan untuk menstimulasi gingiva sehingga terjadi peningkatan tonus gingiva, keratinisasi permukaan, vaskularisasi gingiva, dan sirkulasi gingiva. Kontrol plak dapat dilakukan oleh pasien sendiri secara mekanik (menyikat gigi, memakai dental floss) dan kimiawi (mouthwash). Namun hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol plak secara kimiawi hanya berfungsi sebagai penunjang, masih lebih baik kontrol plak secara mekanis (Hull, 1980). Kontrol plak merupakan tanggung jawab dari dokter gigi, dental hygienist, dan pasien sendiri, karena kontrol plak harus dilakukan setiap hari dan tidak memungkinkan bagi pasien untuk datang ke klinik gigi setiap hati. Sehingga diperlukan suatu edukasi kepada pasien untuk mampu membentuk dan menjaga perilaku kesehatan gigi dan mulut yang baik serta melakukan kontrol plak di rumah setiap harinya.

PLAQUE CONTROL RECORD


Plaque control record berfungsi untuk mencatat adanya plak pada permukaan gigi geligi pasien secara individu. Catatan ini digunakan pasien untuk melihat kemajuan dirinya dalam melakukan kontrol plak dan memberikan motivasi kepada pasien. Terdapat beberapa cara untuk melihat dan menghitung indeks plak pasien, antara lain : 1. Plaque Control Record OLeary et al. (1972) Tahap yang dilakukan adalah : a. Mewarnai seluruh permukaan gigi yang tampak dengan disclosing solution. b. Setelah pasien berkumur sekalli, dilakukan pemeriksaain akumulasi plak pada daerah dentogingival junction permukaan mesial, distal, fasial, dan lingual/palatal. c. Jika ada akumulasi plak, maka catat pada plaque control record pada permukaan yang diperiksa plaknya. d. Sesudah semua gigi diperiksa dan diskor, maka indkes plak dihitung dengan menjumlahkan permukaan yang ada akumulasi plak, dibagi jumlah seluruh permukaan gigi yang di skor (mesial, distal, fasial, lingual/palatal) dikalikan 100%.

e. Prosedur yang sama dilakukan pada kunjungan selanjutnya, sehingga dapat dipantau berapa skor plak pasien dan keberhasilan pasien dalam melakukan kontrol plak.

2. Patient Hygiene Performance (PHP) (udah ada yang ngerjaiin kan yaa?) 3. Silness and Le Index (1964) Hanya berbeda pada gigi yang dijadikan indeks. Jika pada OLeary semua gigi diperiksa, pada Silness and Le Index hanya beberapa gigi yang diperiksa, seperti yang terlihat pada gambar.

Hull P. Chemical Inhibition of Plaque. J Clin Periodontol 1980;7:431-42