Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PENDAHULUAN PRAKTIKUM KEPERAWATAN ANAK 3 KOLEKSI SPESIMEN URIN DAN FESES Oleh: Hapsari Nurjanah, 1006770835 Keberhasilan

laboratorium mikrobiologi untuk mengidentifikasi penyebab infeksi sangat bergantung pada pengambilan dan pengiriman spesimen pasien ke laboratorium yang dilakukan secara benar. Yang pertama dan terpenting adalah tempat pengambilan spesimen harus dipilih secara hati-hati agar memberi hasil terbaik mengenai organisme penginfeksi, toksin, atau antibodi yang dibentuk oleh pejamu. Pengambilan specimen itu sendiri harus dilakukan dengan cara yang meminimalkan pencemaran oleh flora endogen pejamu.

Pengambilan Urin Beberapa jenis pemeriksaan memerlukan spesimen urin. Pemeriksaan ini meliputi: 1. Bilirubin. Pemeriksaan yang bertujuan untuk mendeteksi penyakit obtruksi saluran empedu, penyakit hepar, kanker hepar, dan lain-lain. Cara: a. Gunakan Ictotet b. Teteskan urin kurang lebih 5 tetes c. Masukkan tablet dan tambahkan 2 tetes air d. Hasil positif jika warna biru atau ungu e. Bila merah berarti hasilnya negatif 2. Asam urat. Pemeriksaan asam urat bertujuan untuk mendeteksi berbagai kelainan penyakit ginjal, eklampsia, keracunan timah hitam, leukemia dengan diet tinggi purin, colitis, ulserativa dan lain-lain. 3. Pemeriksaan lain, seperti urobilinogen untuk menentukan kadar kerusakan hepar, penyakit hemolitik dan infeksi berat. Pemeriksaan urinalisis seperti berat jenis urin, kadar glukosa, keton, dan lain-lain. Pemeriksaan kadar protein dalam urin untuk menentukan kadar kerusakan glomerulus. Alat dan bahan 1. Sarung tangan 2. Botol penampung urin

Prosedur Tindakan

Pengambilan sampel urin mid stream pada anak perempuan: Untuk sampel yang terpercaya, urin sebaiknya berada di kandung kemih paling lama 4 jam. Jangan membuka wadah penampung spesimen. Perawat menerima kontainer dan tabung vakum untuk tempat sampel urin yang akan diperiksa di lab.

Cuci tangan dan gunakan sarung tangan. Tidak lupa sebelumnya jelaskan prosedur yang akan dilakukan pada orang tua dan untuk anak yang sudah mulai mengerti

Regangkan/buka labia menggunakan jari

bersihkan area luar genital dengan air mengalir

keringkan menggunakan tisu/handuk dari arah depan ke belakang

buka tutup wadah/kontainer penampung urin. Biarkan anak BAK di toilet

pindahkan kontainer untuk menampung urin tengah (mid stream urine) dan isi sekitar 2/3 kontainer. Hindari menyentuh area dalam kontainer

pindahkan kontainer dan biarkan anak mengakhiri BAK-nya secara normal di toilet

Untuk anak laki-laki: pegang penis dengan satu tangan dan bersihkan ujung penis dengan gerakan memutar dari arah tengah keluar dan menggunakan swab antiseptik bersihkan daerah tersebut dengan air steril dan keringkan dengan bola kapas setelah klien mulai mengeluarkan aliran urin, letakan wadah pengumpul di bawah aliran urin dan kumpulkan 30 60 ml tutup kontainer. Buka label yang terdapat pada tutupnya. Jangan menyentuh jarum yang terdapat pada tutup kontainer. Pada permukaan datar dan keras, tekan setiap tabung dengan bagian penutupnya (stopper) terlebih dulu ke jarum hingga urin masuk ke dalam tabung. Isi setiap tabung yang telah disediakan.

kocok tabung ke atas dan ke bawah sebanyak 6 kali. Kemudian bawa segera ke laboratorium untuk diperiksa

11. catat tanggal pengambilan dan beri label. Contoh label yang harus diisi:

12. buka sarung tangan 13. cuci tangan Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan yang akurat, diperlukan specimen yang memenuhi syarat. Pemilihan jenis sampel urine, teknik pengumpulan sampai dengan pemeriksaan harus dilakukan dengan prosedur yang benar.

Jenis sampel urin:

Urine sewaktu/urine acak (random): Urine sewaktu adalah urine yang dikeluarkan setiap saat dan tidak ditentukan secara khusus. Mungkin sampel encer, isotonik, atau hipertonik dan mungkin mengandung sel darah putih, bakteri, dan epitel skuamosa sebagai kontaminan. Jenis sampel ini cukup baik untuk pemeriksaan rutin tanpa pendapat khusus.

Urine pagi: Pengumpulan sampel pada pagi hari setelah bangun tidur, dilakukan sebelum makan atau menelan cairan apapun. Urine satu malam mencerminkan periode tanpa asupan cairan yang lama, sehingga unsur-unsur yang terbentuk mengalami pemekatan. Urine pagi baik untuk pemeriksaan sedimen dan pemeriksaan rutin serta tes kehamilan berdasarkan adanya HCG (human chorionic gonadothropin) dalam urine.

Urine tampung 24 jam: Urine tampung 24 jam adalah urine yang dikeluarkan selama 24 jam terus-menerus dan dikumpulkan dalam satu wadah. Urine jenis ini biasanya digunakan untuk analisa kuantitatif suatu zat dalam urine, misalnya

ureum, kreatinin, natrium, dsb. Urine dikumpulkan dalam suatu botol besar bervolume 1.5 liter dan biasanya dibubuhi bahan pengawet, misalnya toluene. Urin tampung (timed urin specimen/waktu tertentu) Beberapa pemeriksaan urin memerlukan seluruh produksi urin yang dikeluarkan dalam jangka waktu tertentu, rentangnya berkisar 1-2 jam 24 jam. Urin tampung ini biasanya disimpan di lemari pendingin atau diberi preservatif (zat aktif tertentu) yang mencegah pertumbuhan bakteri atau mencegah perubahan/kerusakan struktur urin. Biasanya urin ditampung di tempat kecil lalu dipindahkan segera ke penampungan yang lebih besar. Adapun tujuan pemeriksaan yang menggunakan urin tampung adalah: 1. mengkaji kemampuan ginjal mengkonsentrasikan dan mendilusi urin 2. menentukan penyakit gangguan metabolisme glukosa,fungsi ginjal 3. menentukan kadar sesuatu dalam urin (misal: albumin, amilase, kreatinin, hormon tertentu) Hal yang perlu dilakukan perawat: 1. Periode pengumpulan jenis ini dimulai setelah klien berkemih 2. beri wadah yang telah disiapkan oleh pihak laboratorium 3. setiap kali berkemih ,urin dikumpul dalam sebuah wadah yang bersih lalu segera masukan dalam wadah yang lebih besar 4. setiap spesimen harus bebas dari feses atau tisu toilet 5. perawat harus mengigatkan klien untuki berkemih sebelum defekasi 6. wadah pengumpul urin perlu dimasukan dalam lemari es. Nilai normal laboratorium urinalisis pada anak, yaitu (Betz & Sowden, 2009): a. berat jenis: 1,003 1,035 b. pH Bayi: 5,0 7,0 Usia yang lain: 4, 8 7,8 c. protein: negatif d. darah: negatif e. glukosa: negatif f. keton: negatif

Pengambilan Feses Pemeriksaan dengan menggunakan spesimen feses bertujuan untuk mendeteksi adanya kuman, seperti kelompok salmonella, sigela, sherichia coli, stafilokokus, dan lain-lain. Pemeriksaan feses dilakukan untuk: 1. melihat ada tidaknya darah. Pemeriksaan ini menggunakan kertas tes Guaiac 2. analisa produk diet dan sekresi saluran cerna. Bila feses mengandung banyak lemak (disebut: steatorrhea), kemungkinan ada masalah dalam penyerapan lemak di usus halus. Bila ditemukan kadar empedu rendah, kemungkinan terjadi obstruksi pada hati dan kandung empedu 3. mendeteksi telur cacing dan parasit. Untuk pemeriksaan ini dilakukan tiga hari berturut-turut 4. mendeteksi virus dan bakteri. Untuk pemeriksaan ini diperlukan jumlah feses sedikit untuk dikultur. Pengambilan perlu hati-hati agar tidak terkontaminasi. Pada lembar pengantar perlu dituliskan antibiotik yang telah dikonsumsi

Alat dan bahan 1. sarung tangan 2. 10 % formalin kontainer 3. spatel steril 4. penampung feses (kontainer PVA) 5. pispot (toilet hat) 6. 2 label dengan rincian: nama anak, tanggal lahir, dan tanggal serta waktu pengambilan spesimen 7. Plastic bag Untuk diperhatikan: cairan yang ada di dalam botol untuk penyimpanan spesimen feses adalah bahan beracun dan harus disimpan jauh dari jangkauan anak-anak

Prosedur 1. cuci tangan 2. gunakan sarung tangan 3. jelaskan prosedur yang akan dilakukan 4. tampung bahan dengan menggunakan spatel steril

a. Bayi (infant): segera setelah bayi BAB, ambil spesimen feses dari popoknya b. Toddler: jika anak toddler sudah dapat melakukan toilet training, kumpulkan fesesnya dari kursi toilet (potty chair). Jangan biarkan urin bercampur dengan spesimen feses. Anjurkan anak BAK terlebih dahulu untuk mengosongkan kandung kemihnya. Jika anak tidak terlatih untuk BAB/BAK di toilet, kumpulkan feses dari popoknya atau celana latihan (training pants) yang digunakannya c. Older child: Ketika anak sudah siap untuk memiliki gerakan usus, letakkan "toilet hat untuk mengumpulkan feses. Angkat toilet duduk, letakkan "toilet hat" lebih rendah kursi. Jangan biarkan urin ke kontak spesimen. Jangan mengumpulkan spesimen dari mangkuk toilet. 5. tempatkan ke dalam wadah steril dan ditutup rapat 6. feses jangan tercampur dengan urin

7. banyak anak-anak dengan diare, terutama anak-anak usia muda, tidak selalu dapat memberitahukan orang tua sebelumnya kapan mereka ingin BAB. Jadi tutup plastik berbentuk topi digunakan untuk mengumpulkan spesimen feses. Perangkat ini dapat dengan cepat ditempatkan di atas mangkuk toilet, atau di bawah bokong anak, untuk mengumpulkan sampel. Menggunakan perangkat penangkapan dapat mencegah kontaminasi feses dengan air dan kotoran. Cara lain untuk mengumpulkan sampel feses adalah menggunakan tempat bungkus plastik di atas kursi toilet. Kemudian tempatkan sampel feses dalam kontainer yang telah disediakan sebelum membawanya ke laboratorium. Anak tidak harus buang air kecil ke dalam wadah dan, jika mungkin, harus mengosongkan kandung kemihnya sebelum buang air besar sehingga sampel feses tidak diencerkan oleh urin. Untuk hasil terbaik, feses harus berada dalam suhu ruangan dan segera dibawa ke laboratorium maksimal 48 jam setelah sampel diambil. 8. jangan berikan barium atau minyak mineral yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri

9. catat tanggal pengambilan dan identitas klien, beri label pada wadah 10. buka sarung tangan 11. cuci tangan

Sumber: Betz, C. L. & Sowden, L. A. (2009). Buku saku keperawatan pediatri, edisi kelima. (Alih bahasa: Eny, M.). Jakarta: EGC. Hidayat, A. A. (2007). Buku saku praktikum keperawatan anak. Jakarta: EGC. Aziz Alimul Hidayat, A. (2008). Buku saku praktikum keperawatan anak. Jakarta: EGC. Style sheet: http://books.google.co.id/books?id=k7PcJy21vrwC&pg=PA41&dq=pengambilan+spesi men+urin+dan+feses+anak&hl=id&ei=1IaaTdOZAoHCca201dwF&sa=X&oi=book_res ult&ct=result&resnum=3&ved=0CDEQ6AEwAg#v=onepage&q&f=false April 2011) Sacher, Ronald A.(2004). Tinjauan klinis hasil pemeriksaan laboratorium. Alih bahasa, Brahm U. Pendit, Dewi Wulandari; editor edisi bahasa Indonesia, Huriawati Hartanti. Jakarta: EGC. Style sheet: http://books.google.co.id/books?id=XTQ7NuDtzEEC&pg=PA390&dq=pengambilan+sp esimen+urin+dan+feses+anak&hl=id&ei=1IaaTdOZAoHCca201dwF&sa=X&oi=book_ result&ct=result&resnum=2&ved=0CCwQ6AEwAQ#v=onepage&q&f=false (diunduh 5 April 2011) (diunduh 5