Anda di halaman 1dari 32

PENDAHULUAN

Perkembangan dunia investasi tidak saja ditunjukan oleh semakin meningkatnya jumlah uang yang diinvestasikan ataupun semakin banyaknya jumlah investor yang berinvestasi, tetapi juga ditunjukan oleh semakin banyaknya alternative-alternatif instrument investasi yang biasa dijadikan pilihan investor dalam berinvestasi. Selain berinvestasi dengan cara memiliki secara langsung sekuritas yang diperdagangkan di pasar, investor juga dapat berinvestasi dengan cara membeli derivatsi/turunan dari sekuritas tersebut. Sekuritas yang secara keseluruhan maupun sebagian nilainya merupakan turunan dari sekuritas lain, disebut dengan sekuritas derivatif. Salah satu sekuritas derivatif yang telah banyak dikenal dan diperdagangkan oleh masyarakat adalah opsi.

1|Page

PEMBAHASAN

1. Definisi dan Macam-Macam Sekuritas Derivatif Efek derivatif merupakan Efek turunan dari Efek utama baik yang bersifat penyertaan maupun utang. Efek turunan dapat berarti turunan langsung dari Efek utama maupun turunan selanjutnya. Derivatif merupakan kontrak atau perjanjian yang nilai atau peluang keuntungannya terkait dengan kinerja aset lain. Aset lain ini disebut sebagai underlying assets. Dalam pengertian yang lebih khusus, derivatif merupakan kontrak finansial antara dua atau lebih pihak-pihak guna memenuhi janji untuk membeli atau menjual assets atau commodities yang dijadikan sebagai obyek yang diperdagangkan pada waktu dan harga yang merupakan kesepakatan bersama antar pihak penjual dan pihak pembeli. Adapun nilai di masa mendatang dari obyek yang diperdagangkan tersebut sangat dipengaruhi oleh instrumen induknya yang ada di spot market. Derivatif yang terdapat di Bursa Efek adalah derivatif keuangan (financial derivative). Derivatif keuangan merupakan instrumen derivatif, di mana variabel-variabel yang mendasarinya adalah instrument-instrumen keuangan, yang dapat berupa saham, obligasi, indeks saham, indeks obligasi, mata uang (currency), tingkat suku bunga dan instrument-instrumen keuangan lainnya. Instrumen-instrumen derivatif sering digunakan oleh para pelaku pasar (pemodal dan perusahaan efek) sebagai sarana untuk melakukan lindung nilai (hedging) atas portofolio yang mereka miliki.

Beberapa jenis produk turunan yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia adalah sebagai berikut: 1) Kontrak Opsi Saham (KOS), adalah Efek yang memuat hak beli (call option) atau hak ion) atas Underlying Stock (saham perusahaan tercatat, yang menjadi dasar perdagangan seri KOS) dalam jumlah dan strike price (harga yang ditetapkan oleh Bursa untuk setiap seri KOS sebagai acuan dalam exercise) tertentu, serta berlaku dalam periode tertentu. 2) Kontrak Berjangka Indeks Efek (KBIE), adalah kontrak untuk membeli atau menjual suatu underlying (dapat berupa indeks, saham, obligasi, dll) di masa mendatang. Kontrak indeks merupakan kontrak berjangka yang menggunakan underlying berupa indeks saham. KBIE

2|Page

terdiri dari Kontrak LQ45 Futures, Kontrak Mini LQ45 Future, Kontrak LQ45 Futures Periodik, Kontrak Mini LQ45 Futures Periodik, dan Japan (JP) Futures. Contoh produk derivatif di pasar modal adalah indeks harga saham dan indeks kurs obligasi. Indeks saham dan indeks obligasi adalah angka indeks yang diperdagangkan untuk tujuan spekulasi dan lindung nilai (hedging). Perdagangan yang dilakukan tidak memerlukan penyerahan barang secara fisik, melainkan hanya perhitungan untung rugi dari selisih antara harga beli dan harga jual. Berbeda dengan saham, obligasi, bukti right, dan waran, indeks saham dan indeks obligasi diperdagangkan secara berjangka, mekanisme perdagangan produk derivative ini dilakukan secara future dan option. 2. Istilah-Istilah dan Mekanisme Perdagangan Opsi

A. Istilah-Istilah dalam Opsi Opsi adalah kontrak resmi yang memberikan hak (tanpa adanya kewajiban) untuk membeli atau menjual sebuah aset pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu. Opsi pertama kali secara resmi diperdagangkan melalui Chicago board Exchange (CBOE) pada tahun 1973. Istilahistilah penting yang berhubungan dengan opsi adalah sebagai berikut: 1) Exercising the option, adalah tindakan apakah akan melaksanakan atau tidak opsi yang dipegangnya yaitu hak membeli atau hak menjual. 2) Strike atau exercise price, adalah harga kesepakatan dalam kontrak opsi dimana pemegang opsi dapat membeli atau menjual underlying assets. Exercise price merupakan harga pasar yang terjadi dalam transaksi di future dan option market. Secara umum, exercise price adalah harga jadi tetapi pelaksanaannya di kemudian hari. 3) Expiration date, adalah tanggal waktu jatuh tempo dari opsi, setelah expiration date opsi dinyatakan mati. 4) American and European options. Opsi tipe Amerika memberikan kesempatan kepada pemegang opsi (taker) untuk meng-exercise haknya setiap saat hingga waktu jatuh tempo. Sedangkan Opsi Eropa hanya memberikan kesempatan kepada pemegang opsi (taker) untuk meng-exercise haknya pada saat waktu jatuh tempo. 5) Premi opsi, adalah harga yang dibayarkan oleh pembeli opsi kepada penjual
3|Page

Stock option adalah perdagangan saham untuk tujuan spekulasi ataupun hedging. Penjual akan mempunyai risiko yang tak terbatas sedangkan keuntungannya terbatas. Sebaliknya, pembeli akan memiliki keuntungan yang tak terbatas dengan risiko terbatas. Di samping itu, pembeli juga memiliki opsi beli dan opsi jual. Pada opsi beli, penjual mempunyai kewajiban untuk menjual, sedangkan pada opsi jual, penjual mempunyai kewajiban untuk membeli. Jadi opsi atau hak selalu dilihat dari sudut pandang pembeli. Pembeli memiliki hak, sedangkan penjual mempunyai kewajiban. Suatu hak dapat dilaksanakan atau tidak dilaksanakan, sedangkan kewajiban harus dilaksanakan. Ini berarti penjual mempunyai risiko yang lebih tinggi daripada pembeli, sehingga pembeli wajib membayar suatu premium kepada penjual. Pada pasar opsi, pembeli pembeli memiliki hak sedangkan penjual mempunyai kewajiban. Suatu hak dapat dilaksanakan atau tidak dilaksanakan, sedangkan kewajiban harus dilaksanakan. Dalam hal ini pembeli akan memikul risiko yang terbatas, sedangkan penjual akan memikul risiko yang tak terbatas. Karena penjual mempunyai risiko yang tak terbatas, maka pembeli wajib membayar suatu premium kepada penjual baik kontrak itu dilaksanakan atau tidak dilaksanakan oleh pembeli. Jadi kontrak opsi harus dilihat dari sudut pandang pembeli. Pembeli mempunyai hak untuk membeli opsi beli dan opsi jual. Apabila harga cenderung naik, maka pembeli akan mengambil opsi beli, dan jika di kemudian hari ternyata harga turun, maka pembeli tidak akan melaksanakan opsi tersebut karena dianggap merugikan. Apabila harga cenderung turun, maka pembeli akan mengambil opsi jual, dan jika di kemudian hari ternyata harga naik, maka opsi itu tidak akan dilaksanakan. B. Mekanisme Perdagangan Opsi Di Amerika pada perdagangan Opsi, ada sejenis lembaga kliring opsi (Option Clearing Corporation) yang berfungsi sebagai perantara antara broker yang mewakili pembeli dengan pihak yang menjual Opsi. Lembaga tersebut bertugas untuk memastikan bahwa masing-masing pihak memenuhi kewajibannya. Di Indonesia nama lembaga kliring adalah PT. KPEI (Kliring , dan Penjamin Efek Indonesia) yang berfungsi sama dengan OCC yaitu melaksanakan fungsi kliring penjamin dan penyelesaian perdagangan OPSI Dalam mekanisme perdagangan opsi, pihak penjual (call option) melalui broker yang ditunjuk menyerahkan sejumlah saham yang dijadikan patokan kepada OCC, dan pembeli opsi yang akan melaksanakan call option membeli saham tersebut dari OCC, sehingga transaksi
4|Page

pelaksanaan opsi dilakukan dengan menggunakan perantara OCC, dimana OCC menjadi pembeli untuk semua penjual dan sekaligus penjual untuk semua pembeli. Oleh karena itu OCC menjamin bahwa semua hak dapat terpenuhi sesuai dengan yang ditetapkan dalam kontrk opsi. Selanjutnya Investor yang akan melaksanakan opsi akan menghubungi broker mereka, dan broker mereka tersebut akan menghubungi OCC untuk melaksanakan opsi tersebut. Kemudian OCC secara random akan memilih broker yang menjual opsi tersebut dan menunjuk mereka melaksanakan kewajibannya. Dalam proses tersebut, penjual opsi tidak boleh melaksanakan transaksi sebaliknya untuk menghindari kewajiban, sehingga penjual call option yang menerima penugasan dari OCC harus menjual saham yang sudah disepakati, dan untuk penjual put option harus membeli saham tersebut. B.1. Karakteristik Keuntungan dan Kerugian Opsi Sebagaimana halnya sekuritas lainnya, sekuritas opsi juga memberikan keuntungan dan kerugian yang harus diperhatikan investor dalam pengambilan keputusan investasinya. Sebagai ilustrasi untuk penjelasan karakteristik risiko dan return opsi, maka akan digunakan contoh empat posisi dasar, yaitu 1. Pembeli Call Option Misalnya ada sebuah call option terhadap saham XYZ, dan strike price ditetapkan Rp1.000. Harga saham XYZ pada saat itu Rp1.000. Harga premi opsi tersebut adalah Rp50. Karakteristik keuntungan dan kerugian call option sedikit berbeda dengan karakteristik keuntungan dan kerugian yang akan diperoleh investor jika membeli saham. Kerugian investor yang membeli call option bersifat terbatas sebesar harga premi opsi, sedangkan jika membeli saham, kerugian yang diderita investor tidak terbatas, sebesar selisih penurunan harga saham bersangkutan dibandingkan harga saham pada awal pembelian. Profil kerugian/keuntungan pembeli call option vs pembeli saham:

5|Page

Harga Saham XYZ

Keuntungan (Kerugian) untuk ;


1) 2)

Pembeli call option 1.200 1.150 1.100 1.050 1.000 950 900 500
1)

Pembeli saham XYZ 200 150 100 50 0 (50) (100) (500)

150 100 50 0 (50) (50) (50) (50)

Keuntungan (kerugian) investor pembeli call option = harga pasar saham

XYZ - 1000 - Rp 50 Catatan: Kerugian maksimum pemegang call option adalah sebesar premi opsi = Rp 50
2)

Keuntungan (kerugian) yang diperoleh pembeli saham = Harga pasar

saham XYZ - 1000

2. Penjual Call Option Profil keuntungan (kerugian) penjual call option adalah kebalikan dari profil keuntungan (kerugian) pembeli call option. Oleh karena itu profil keuntungan penjual call option pada saat expiration date besarnya akan sama dengan kerugian yang diderita oleh pembeli call option.

6|Page

3. Pembelian Put Option Pembelian put option akan membrikan keuntungan potensial yang sifatnya tidak terbatas, tetapi dengan kerugian maksmum hanya sebesar premi opsi. Contoh sebuah put option terhadap saham XYZ dengan maturitas 1 bulan dan strike price ditetapkan sebesar Rp 1.000. Put option tersebut dijual dengan harga Rp 50 dan harga saham XYZ pada saat ini adalah Rp 1.000. Keuntungan (kerugian) untuk pembeli put option pada saat expiration date akan dipengaruhi oleh harga saham XYZ di pasar. Pembeli put option akan mendapatkan keuntungan jika harga saham XYZ di pasar mengalami penurunan. Profil kerugian/keuntungan pembeli put option vs investor yang melakukan short selling pada saham XYZ: Harga Saham XYZ Keuntungan (Kerugian) untuk ;
1) 2)

Pembeli put option 1200 1150 1100 1050 1000 950 900 500 (50) (50) (50) (50) (50) 0 50 450

Pembeli saham XYZ (200) (150) (100) (50) 0 50 100 500

1) Keuntungan (kerugian) investor pembeli put option = 1000-Harga saham XYZ - Rp 50 ; Catatan: Kerugian maksimum pemegang put option = Rp 50 2) Keuntungan (kerugian) yang diperoleh investor yang melakukan short selling = saham 1000- harga saham XYZ

7|Page

4. Penjual Put Option Keuntungan dan kerugian penjualan put option seperti halnya call option, keuntungan maksimum yang bisa diperoleh penjualan put option adalah harga premi opsi, sedangkan kerugian maksimum terjadi pada saat harga saham turun mencapai angka nol. Kerugian maksimum penjual put option adalah sebesar strike price dikurangi dengan harga premi opsi. B.2. Strategi Perdagangan Opsi Berdasarkan karakteristik keuntungan dan kerugian opsi, investor akan dapat menggunakan opsi untuk melindungi portofolio terhadap resiko penurunan harga pasar (headging), dan melakukan spekulasi terhadapt pergerakan saham (speculation). Untuk melakukan perdagangan opsi para investor dapat melakukan strategi perdagangan opsi, adapun lima strategi perdagangan opsi. 1. Naked Strategy Strategi ini merupaka strategi perdagangan opsi yang memilih satu antara empat posisi karakteristk keuntungan dan kerugian opsi yaitu sebagai pembeli call option, penjual call option, pembeli put option atau kah sebagai penjual put option. Disebut sebagai naked strategy karena strategi tersebut tidak melakukan tindakan yang berlawanan atau mengambil posisi lain yang dapat mengurangi kerugian dengan cara memiliki saham yang dijadikan patokan. Pilihan posisi yang akan diambil investor akan bergantung dari estimasi mengenai kondisi pasar di masa akan datang. Prakiraan kondisi pasar Sangat Baik Agak Baik Agak Buruk Sangat Buruk Strategi Membeli call option Menjual put option Menjual call option Membeli put option

Strategi membeli call option menunjukkan bahwa investor mempunyai perkiraan bahwa kondisi pasar akan sangat baik, karena dengan melakukan strategi membeli call option, investor

8|Page

akan mendapatkan keuntungan maksimal jika harga saham mengalami kenaikan dan pada saat yang sama kerugian maksimal yang bisa diderita hanya sebesar premi opsi. Sedangkan strategi membeli put option merupaka strategi yang berusaha untuk memperoleh keuntungan maksimal dari penurunan harga saham di masa yang akan dating dan membatasi kerugian jika ternyata harga saham dimasa akan dating mengalami kenaikan. Strategi keempat, yaitu menjual put option, dipilih oleh investor yang memperkirakan harga saham akan naik dengan tingkat cukup signifikan. 2. Hedge Strategy Pada strategi ini investor selain mengambil satu posisi dalam perdagangan opsi, ia juga mengambil posisi yang lain dalam perdagangan saham yang dijadikan patokan dalam opsi tersebut dengan tujuan untuk mengurangi resiko kerugian jika terjadi pergerakan harga tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dalam Hedge Strategy ada dua strategi a) Covered Call Writing Strategy Strategi ini untuk melindungi portofolio yang dimiliki investor terhadap penurunan harga saham dengan cara menjual call option terhadap saham yang telah dimiliki (investor menjual call option dan memiliki saham yang dijadikan patokan secara fisik). Jika harga saham mengalami penurunan, maka investor akan mengalami kerugian (pada posisi pemilikan saham), tetapi ia masih mempunyai kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari investasi kembali pendapatan yang diperoleh dari penjualan call option. Dua hal penting dalam strategi ini yaitu strategi ini dapat digunakan untuk mengurangi risiko terhadap penurunan nilai portofolio yang dimiliki dan keuntungan (kerugian) dari strategi ini sama dengan profil keuntungan (kerugian) strategi mejual put option. b) Protective Put Buying Strategy Strategi ini dilakukan oleh investor yang ingin melindungi portofolio yang dimiliki terhadap risiko penrunan nilai pasar dengan cara membeli put option terhadap saham yang ada dalam portofolio tersebut (investor membeli put option dan memiliki saham yang dijadikan patokan).

9|Page

Hal yang perlu penting diperhatikan dalam strategi ini adalah strike price yang ditentukan dalam put option. Semakin tinggi strike price, maka semakin tinggi harga minimum yang bisa didapatkan investor untuk setiap lembar saham yang dimiliki. 3. Straddel Strategy Strategi ini dilakukan dengan cara membeli atau menjual, baik berupa call option maupun put option yang mempunyai saham patokan, expiration date dan strike price yang sama. Strategi ini dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu: Long Straddle Strategy dan Short Straddle Strategy. a) Long Straddle Strategy Investor akan membeli put dan call option. Pada strategi ini akan memberikan keuntungan jika terjadi pergerakan harga saham yang memadai baik untuk kenaikan maupun penurunan harga. b) Short Straddle Strategy Investor akan menjual put dan call option. Strategi ini dilakukan oleh investor yang mempunyai estimasi bahwa pergerakan harga saham (bukan arah pergerakannya) tidak terlalu besar atau harga saham relatif tidak berubah. Berbagai Variasi Strategi Straddle meliputi: 1) Strategi strip dalam strategi ini dibutuhkan 2 put option dan 1 call option pada

saham yang sama, sehingga keuntungan potensial yang diperoleh pada strategi ini akan lebih besar jika pergerakan harga saham cenderung turun. 2) Strategi strap dalam strategi ini dibutuhkan 2 call option dan 1 put option pada

saham yang saham, keuntungan potensial yang diperoleh pada strategi ini akan lebih besar jika terjadi penurunan harga saham. 4. Strategi Kombinasi Dalam strategi ini mengkombinasikan call dan put option dengan patokan saham yang sama tetapi strike price dan/atau expiration date masing-masing opsi tersebut berbeda Strategi kombinasi bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu: 1. 2. Long position membeli kedua jenis opsi (call dan put) secara bersama-sama. Short position menjual kedua opsi (call dan put) secara bersama-sama.

10 | P a g e

5. Spread Strategy Pada strategi ini, investor membeli 1 seri dalam satu jenis option dan secara simultan menjual seri lain dalam kelas option yang sama. Dengan kata lain strategi ini merupakan strategi pembelian sebuah kelas opsi dibiayai secara keseluruhan atau sebagai hasil penjualan opsi yang mempunyai patokan saham yang sama, strike price dan expiration date yang sama. Strategi spread dapat digunakan oleh investor dengan berbagai variasi antara lain: 1. Spread horisontal (spread waktu) spread dengan menggunakan opsi-opsi yang Spread vertikal (spread harga) spread antara opsi-opsi yang mempunyai Bull spread strategi spread yang didasarkan pada harapan bahwa pasar akan Bearish spread strategi spread yang didasarkan pada harapan bahwa pasar

mempunyai strike price yang sama tetapi mempunyai expiration date yang berbeda. 2.

expiration date yang sama tetapi dengan strike price yang berbeda. 3.

mengalami kenaikan. 4.

akan mengalami penurunan. 3. Call Option, Put Option, dan Diagram Payoff-nya A. Ada 2 tingkatan dari options yaitu Call Options dan Put Options.

1)

Call Option (Opsi Beli) Call Options adalah stock options yang memberikan sebuah hak, bukan kewajiban, untuk

membeli saham yang berada di bawahnya dengan harga yang sudah ditentukan pada masa yang akan datang. Investor dapat membeli Call Options pada saat berpendapat bahwa saham tersebut akan naik. Jika membeli Call Options, dengan hak untuk membeli saham dengan harga yang ada sekarang, investor dapat menjadikannya keuntungan yang besar saat harga stock tersebut naik, karena memilik hak untuk membelinya dengan harga yang lebih murah. Call Options sangat efektif untuk memperbolehkan mengatur keuntungan yang sama seperti saat membeli saham tersebut sendiri, hanya saja dengan bagian kecil dari harga yang sebenarnya.

11 | P a g e

2) Put Option (Opsi Jual) Put Options adalah stock options yang memberikan Hak, bukan kewajiban, untuk menjual saham yang berada dibawahnya dengan harga tertentu pada masa yang akan datang. Investor dapat membeli Put Options saat berpendapat bahwa saham tersebut akan turun. Jika membeli Put Options dengan hak untuk menjualnya dengan harga yang ada sekarang, investor dapat menghasilkan keuntungan yang besar jika harga saham turun, karena memilik hak untuk menjualnya dengan harga yang lebih tinggi. Put Options sangat efektif sehingga dapat mengatur keuntungan yang sama seperti jika menjual terlebih dahulu sebagian kecil dari saham yang dimiliki tanpa membutuhkan margin apapun. Kontrak opsi adalah mempertemukan antara suatu perkiraan harga dari pihak penjual opsi dan pihak pembeli opsi (pemegang opsi). Nilai kontrak pada call option tergantung dengan nilai pada underlying stock pada expiration date. Misal, harga saham IBM pada expiration date adalah $130. Pembeli opsi (pemegang opsi) mempunyai hak untuk membeli underlying stock dengan strike price sebesar $100. Pemegang saham memiliki hak untuk melaksanakan hak beli. Nilai dari opsi ini adalah sebesar $30 pada expiration date ($130-$100). Hak beli ini akan lebih bernilai apabila jika harga saham lebih tinggi pada saat expiration date.

Jika IBM menjual sahamnya sebesar $150 pada saat expiration date, hak beli akan lebih bernilai $50 ($150-$100) pada saat expiration date. Nilai call option akan meningkat sebesar $1 untuk setiap kenaikan $1 harga saham. Jika harga saham lebih besar dari harga kesepakatan (strike price) pada saat transaksi, hal tersebut dikatakan sebagai in the money. Tetapi apabila harga saham kurang dari harga kesepakatan (strike price) pada saat transaksi, hal itu dikatakan sebagai out of the money. Apabila harga saham IBM menjadi $100 pada saat expiration date, maka nilai dari call option menjadi $0.

B. Payoff Diagram Terdapat empat jenis pay-off diagram dasar untuk options, yaitu: (1) Long Call, (2) Long Put, (3) Short Call, dan (4) Short Put. Berikut ini ulasan ringkas mengenai masing-masing jenis pay-off diagram dasar untuk option tersebut

12 | P a g e

1. Long Call Pay-off diagram dibawah ini merepresentasikan pay-off yang efektif dari suatu posisi long-call suatu option pada saat jatuh tempo (expiration date). Pay-off diagram ini digambarkan dari sudut pandang pembeli option (taker). Apabila pembeli saham yakin bahwa harga saham akan naik, ia dapat membeli call option (hak beli) tanpa membeli saham tersebut. Asumsikan ia membeli sebuah call option (strike price sebesar $ 5 dan premium sebesar $ 0,5). Break even point (titik impas) untuk transaksi ini adalah $ 5,5 (strike price + premium). Jika pada tanggal jatuh tempo (expiration date), underlying saham diperdagangkan antara $ 5 s.d $ 5,5, ia dapat meng-exercise call option yang ia miliki, namun tidak ada keuntungan yang ia dapatkan kecuali hanya sebatas break even saja. Apabila pada saat jatuh tempo, harga saham (underlying stock) berada diatas $ 5,5, terdapat hubungan yang linear antara harga saham dengan keuntungan. Apabila harga saham tersebut bergerak hingga $ 6, keuntungan yang didapat dari option tersebut adalah $ 0,5, yaitu selisih antara harga pelaksanaan (exercise price) sebesar $ 5, dan harga saham saat jatuh tempo (current price), dikurangi premium sebesar $ 0,5.

2. Long Put Pay-off diagram dibawah ini merepresentasikan pay-off yang efektif suatu posisi long-put atas option pada saat jatuh tempo (expiration date). Pay-off diagram ini digambarkan dari sudut pandang pembeli option (taker). Apabila pedagang meyakini bahwa saham suatu perusahaan akan menurun, ia dapat memperoleh keuntungan dengan membeli put option. Asumsikan bahwa ia membeli sebuah long option (strike price sebesar $ 5, dan premium sebesar $ 0,5). Dua minggu kemudian, harga saham jatuh mencapai titik $ 4,5. Put option saat ini memiliki nilai intrinsik sebesar $ 0,5. Put option pada saat ini juga memiliki time value misalnya $ 0,3. Option tersebut bisa dijual ke pasar dengan premium sebesar $ 0,8 dengan keuntungan sebesar $ 0,3. Apabila pada tanggal jatuh tempo (expiration date), underlying saham diperjualbelikan $ 5, akan ada kerugian (loss) atas premium keseluruhan. Break even point untuk option tersebut adalah $ 4,5, yang mana nilai tersebut adalah strike price dikurangi premium. Apabila saham
13 | P a g e

diperjualbelikan dibawah harga $ 4,5 pada saat jatuh tempo, maka pembeli option dapat memperoleh keuntungan. Terdapat hubungan linear antara harga saham dengan keuntungan option. 3. Short Call Penjual option memiliki keuntungan potensial yang terbatas, yaitu sebesar premium option, namun memiliki risiko potensial yang tidak terbatas. Pay-off diagram dibawah ini merepresentasikan pay-off efektif suatu posisi short-call suatu option pada saat jatuh tempo (expiration date). Pay-off diagram ini digambarkan dari sudut pandang penjual option (writer). Diagram dibawah menunjukkan suatu call option dengan premium sebesar $ 0,5. Posisi ini adalah kebalikan dari sudut pandang pembeli option. Apabila harga saham dibawah $ 5 pada saat jatuh tempo, penjual option akan menerima keuntungan penuh dari premium, yaitu sebesar $ 0,5. Jumlah tersebut merupakan keuntungan maksimal yang dapat diperoleh penjual option. Break even point untuk option ini sama seperti break even point bagi pembeli, yaitu $ 5,5. Pada tingkat harga ini, premium yang diperoleh ter-offset oleh kerugian (loss) pada posisi option. Apabila harga saham naik melampaui $ 5,5, kerugian penjual saham bergerak secara linear dengan harga saham. Pada $ 6, penjual option akan mengalami kerugian sebesar $ 0,5, yaitu $ 1 kerugian dari posisi option ($ 6 - $ 5) dikurangi dengan premium yang ia dapatkan. 4. Short Put Pay-off diagram dibawah ini menunjukkan pay-off efektif posisi short-put suatu option pada saat tanggal jatuh tempo (expiration date). Pay-off diagram ini digambarkan dari sudut pandang penjual option (writer). Pada contoh ini, penjual option akan menerima premium secara utuh apabila harga saham berada di atas strike price sebesar $ 5. Apabila harga saham turun, terdapat hubungan linear antara harga saham dan kerugian yang muncul dari posisi tersebut. Break even point pada contoh ini adalah sebesar $ 4,5 dimana keuntungan sama dengan kerugian yang terjadi.

14 | P a g e

4. Hedging, Covered Call, Protective Put, dan Portfolio Insurance

A. Penggunaan Opsi untuk Lindung Nilai (Hedging)

Hedging adalah

tindakan

yang

dilakukan

untuk

melindungi

sebuah

perusahaan

dari exposure terhadap nilai tukar. Exposure terhadap fluktuasi nilai tukar adalah sejauh mana sebuah perusahaan dapat dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar. Melindungi satu saham dengan suatu opsi disebut dengan hedge yang didefinisikan sebagai suatu cara menggunakan turunanturunan untuk mengurangi atau kalau mungkin saling menghilangkan risiko dari aktiva yang akan dilindungi. Opsi jual digunakan untuk melindungi dari penurunan harga saham yang dimiliki oleh investor. Karena opsi jual di gunakan untuk memproteksi penurunan harga suatu saham, maka strategi penggunaan opsi untuk prlindungan ini disebut dengan protective put. Sebaliknya opsi beli digunakan untuk perlindungan kenaikan harga saham yang harus dibeli oleh investor yang melakukan transaksi penjualan pendek.

1) Teknik-Teknik Hedging Jangka Pendek Teknik-teknik yang biasanya dapat digunakan dalam menghedge sebagian atau seluruh transaksinya dalam jangka pendek, antara lain: 1. Hedging memakai kontrak future Kontrak future adalah kontrak yang menetapkan penukaran suatu valuta dalam volume tertentu pada tanggal penyelesaian tertentu. 2. Hedging memakai kontrak foward Suatu kontrak antara nasabah dan bank untuk melakukan sejumlah penjualan atau pembelian valuta terhadap valuta lainnya dimasa yang akan datang dengan rate yang telah ditentukan pada saat kontrak dibuat. Keuntungan foward antara lain: 1) 2) Menghindari dan memperkecil risiko kurs Dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan nasabah

15 | P a g e

Tujuan dari foward adalah: a) Foward digunakan untuk mengkoversi risiko exchange rate untuk

pembelian/penjualan valuta di masa mendatang b) Jika ada suatu transaksi bisnis, foward kontrak dapat menghilangkancurrency

exposure karena kurs valuta untuk masa yang akan datang telah ditetapkan. c) d) Perhitungan kalkulasi biaya yang pasti Untuk tujuan spekulasi

3. Hedging memakai instrumen pasar uang Hedging memakai instrumen pasar uang melibatkan pengambilan suatu posisi dalam pasar uang untuk melindungi posisi hutang atau piutang di masa depan. 4. Hedging memakai opsi (option) valuta Opsi menyediakan hak untuk membeli atau menjual suatu valuta tertentu dengan harga tertentu selama periode waktu tertentu. Tujuan dari option ini untuk hedging.

2) Teknik-Teknik Hedging Jangka Panjang Ada 3 teknik yang sering dipakai untuk meng-hedge exposure jangka panjang yaitu: a) Kontrak foward jangka panjang (Long foward) Long Foward adalah kontrak foward jangka panjang. Sama seperti kontrak foward jangka pendek, dapat dirancang untuk mengakomodasi kebutuhankebutuhan khusus dari perusahaan. Long foward sangat menarik bagi perusahaan yang telah menandatangani kontrak ekspor atau impor bernilai tetap jangka panjang dan melindungi arus kas mereka jangka panjang.

b)

Currency Swap Currency Swap adalah kesempatan untuk mempertukarkan satu valuta dengan valuta lain pada kurs dan tanggal tertentu dengan menggunakan bank sebagai perantara antara dua belah pihak yang ingin melakukancurrency swap. Tujuan dari swap antara lain: 1. 2. Mengkoversi risiko exchange rate untuk pembelian/penjualan valuta Transaksi swap akan menghilangkan currency exposure karena pertukaran kurs pada masa yang akan datang telah ditetapkan.

16 | P a g e

3. 4. 5.

Perhitungan kalkulasi biaya yang pasti Untuk tujuan spekulasi Strategi gapping

Keuntungan swap: 1. 2. Menghindari resiko pertukaran uang Tidak menganggu pos-pos di balance sheet

c) Parallel Loan Parallel Loan adalah kredit yang melibatkan pertukaran valuta antara dua pihak, dengan kesepakatan untuk menukarkan kembali valuta-valuta tersebut pada kurs dan tanggal tertentu di masa depan. Parallel Loan bisa diidentikan dengan dua swap yang digabungkan menjadi satu, satu swap terjadi pada permulaan kontrak parallel loan dan satunya lagi pada tanggal tertentu di masa depan. B. Perlindungan Penurunan Harga Saham (Protected put) Investor membeli suatu saham dengan harapan harganya akan naik sehingga jika dijual akan mendapatkan return yang positif. Kenyataan harga saham dapat turun untuk menghindari kerugian besar dari penurunan harga saham ini investor dapat menggunakan opsi menjualnya. Dengan demikian opsi jual dapat di gunakan untuk memproteksi penurunan harga saham. Strategi lindung nilai harga saham dengan opsi jual ini disebut dengan nama jual terproteksi (protected put). C. Melindungi Opsi (Covered call) Covered call adalah strategi membeli terlebih dahulu sahamnya dan pada saat besamaan menjual opsi jualnya. Kondisi ini terjadi jika penerbit opsi jual akan mengalami kerugian jika saham naik. Pembeli opsi akan menggunakan haknya untuk membeli sahamnya dengan harga lebih murah dibandingkan dengan harga pasar yang naik tersebut. Penjual opsi harus menyediakan saham ini dan membelinya di pasar dengan harga jual yang lebih tinggi. Untuk mengatasi kerugian ini penjual opsi jual dapat membeli terlebih dahulu dan pada saat bersamaan menjual opsi jualnya.

17 | P a g e

D. Portfolio Insurance Portofolio insurance merupakan strategi investasi di mana berbagai instrumnets keuangan seperti hutang dan ekuitas dan derivatif digabungkan sedemikian rupa sehingga degradasi nilai portofolio dilindungi. Ini adalah strategi lindung nilai dinamis yang menggunakan indeks saham di masa depan. Ini menyiratkan membeli dan menjual sekuritas secara berkala untuk mempertahankanbatas dari nilai portofolio. Kerja dari portofolio asuransi ini mirip dengan membeli sebuah put option indeks, dan juga dapat dilakukan dengan menggunakan opsi indeks yang terdaftar. 5. Saham dan Obligasi dilihat Sebagai Opsi

A. Saham Dalam Options Trading, kita tidak memperdagangkan saham itu sendiri. Sebaliknya, kita hanya memperdagangkan hak untuk memiliki atau menjual saham tersebut, dan kontrak untuk menjual atau membeli saham yang berada di bawah kontrak inilah yang dikenal sebagai Stock Options. Stock Options hanya membutuhkan biaya yang sedikit untuk membeli sementara memperbolehkan kita untuk mengatur keuntungan dari Stocks yang ada di bawahnya, seperti kita memiliki saham tersebut sendiri. Hal ini sangat menyerupai pilihan untuk membeli (Option To Purchase) yang kita tandatangani sewaktu kita membeli rumah. Jika harga dari saham menguat setelah kita membeli Stock Options, maka kita dapat menghasilkan keuntungan yang sama tanpa membeli saham tersebut sama sekali. B.Obligasi Obligasi merupakan surat utang jangka menengah-panjang yang dapat dipindahtangankan yang berisi janji dari pihak yang menerbitkan untuk membayar imbalan berupa bunga pada periode tertentu dan melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut. Dilihat dari hak penukaran/opsi, obligasi dibedakan menjadi: 1) Convertible Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk mengkonversikan obligasi tersebut ke dalam sejumlah saham milik penerbitnya.

18 | P a g e

2) Exchangeable Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada pemegang obligasi untuk menukar saham perusahaan ke dalam sejumlah saham perusahaan afiliasi milik penerbitnya. 3) Callable Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut. 4) Putable Bonds: obligasi yang memberikan hak kepada investor yang mengharuskan emiten untuk membeli kembali obligasi pada harga tertentu sepanjang umur obligasi tersebut. 6. Paritas Put-Call Put-call parity yang dikembangkan oleh Stoll didefinisikan sebagai suatu hubungan antara harga opsi jual dan opsi beli. Rumus untuk menghitung paritas put-call adalah sebagai berikut:

P(S,t) + S(t) = C(S,t) + K * B(t)

Dan dapat menjadi:

P(S,t) + S(t) = C(S,t) + K * e-r(T-t)

Dimana:

P (S, t) S (t) C (S, t) K B (t) r t T

= harga put option ketika harga saham saat ini (S) dan tanggal saat ini (t) = harga sekarang suatu saham (s) = harga opsi beli saat harga saham saat ini adalah S dantanggal saat ini t = harga strike put option dan call option = harga ikatan bebas risiko = tingkat bunga bebas risiko = tanggal saat ini = tanggal berakhirnya put option dan call option

19 | P a g e

7. Valuasi Opsi atau Penilaian Opsi Penilaian terhadap sebuah Opsi perlu dilakukan untuk mengestimasi nilai instrinsik suatu opsi, dan selanjutnya juga akan digunakan untuk menentukan harga sebuah opsi. Dalam penilaian opsi, terkadang kita menemui situasi di mana harga premi opsi melebihi nilai intrinsiknya opsi. Kelebihan ini disebut dengan nilai waktu atau premi waktu.

A. NILAI INTRINSIK DAN PREMI WAKTU

a) Nilai Instrinsik Sebuah Opsi Nilai intrinsik sebuah opsi adalah nilai ekonomis jika opsi tersebut dilaksanakan, jika tidak ada nilai ekonomis yang positif dari suatu opsi maka nilai intrinsik opsi tersebut adalah nol. Jadi, call option akan mempunyai nilai intrinsik yang positif jika harga saham lebih besar dari strike price. Besarnya nilai intrinsik tergantung dari selisih antara harga saham yang sebenarnya dan harga strike price. Tetapi, jika ternyata harga strike price lebih besar dari harga saham, maka nilai intrinsik dari call option adalah nol. Contoh: sebuah call option dengan strike price sebesar Rp950 dan harga saham saat ini Rp1.000, maka nilai intrinsik dari opsi tersebut adalah Rp50. Investor yang membeli opsi tersebut akan melaksanakan opsinya, yaitu membeli saham dengan harga Rp 950 dan kemudian ia dapat menjual saham tersebut di pasar dengan harga Rp1.000. Ketika sebuah opsi mempunyai nilai intrinsik yang positif maka opsi itu dikatakan in the money. Jika strike price suatu call option lebih besar dari harga saham maka opsi dikatakan out of the money. Bila strike price besarnya sama dengan harga saham maka opsi itu dikatakan at the money. Opsi yang berada pada posisi baik at the money maupun out of the money akan mempunyai nilai intrinsik sebesar nol karena kedua posisi tersebut tidak memberikan keuntungan kepada pembeli opsi jika opsi tersebut dilaksanakan.

20 | P a g e

Keterangan Harga Saham > Stike Price

Call Option Positif (Harga SahamStrike Price) in the Money

Pull Option Nol Out Of Money

Harga Saham < Strike Price

Nol Out Of Money

Positif (Harga SahamStrike Price) in the Money

Harga Saham = Strike Price

Nol At The Money

Nol At The Money

Keterangan tabel Pada opsi beli (call option): a. In-the-money = harga kesepakatan (strike price) kurang dari harga saham pada saat transaksi. b. At-the-money = harga kesepakatan sama dengan harga saham pada saat transaksi. c. Out-of-the-money = harga kesepakatan lebih besar dari harga saham pada saat transaksi. Pada opsi jual (put option): a. In-the-money = harga kesepakatan lebih besar dari harga saham pada saat transaksi b. At-the-money = harga kesepakatan sama dengan harga saham pada saat transaksi c. Out-of-the-money = harga kesepakatan (strike price) kurang dari harga saham pada saat transaksi d. Near-the-money yaitu istilah yang digunakan baik pada opsi beli maupun opsi jual, untuk suatu harga kesepakatan yang mendekati harga nyata (harga aset acuan).

b. Premi Waktu Jumlah harga opsi yang melebihi nilai intrinsiknya disebut dengan premi waktu. Premi waktu dapat dihitung dengan: Premi waktu = Harga opsi Nilai intrinsik Contoh: sebuah call option dengan strike price Rp1.000, dijual dengan harga opsi Rp 125 pada saat harga saham sebesar Rp1.100. Premi waktu = Rp 125 Rp 100 = Rp 25

21 | P a g e

B. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Harga Opsi Harga sebuah opsi akan dipengaruhi oleh enam faktor

1.

Harga saham yang dijadikan patokan Harga opsi akan berubah jika harga saham yang dijadikan patokan juga berubah, untuk call option sendiri, jika harga saham naik (faktor lain dianggap tetap) maka harga opsi akan meningkat Karena nilai instrinsiknya bertambah. Sebaliknya pada put option, jika harga saham naik maka harga opsi akan turun karena nilai instrinsiknya menurun.

2.

Strike price yang ditetapkan. Strike price sebuah opsi besarnya akan tetap selama umur opsi tersebut. Jika semua faktor lain diasumsikan tetap, maka semakin rendah strike price maka akan semakin tinggi harga call option. Misalnya jika harga saham adalah Rp. 1000,- maka nilai instrinsik untuk call option dengan strike price sebesar Rp. 900,- adalah Rp. 100,- dan call option dengan strike price Rp.950, maka nilai instrinsik opsi tersebut hanya Rp.50,-. Sedangkan untuk put option semakin tinggi strike price maka akan semakin tinggi harga opsi tersebut.

3.

Expiration date dari opsi. Setelah expiration date maka sebuah opsi tidak mempunyai nilai apa-apa, sehingga jika semua faktor tetap, maka semakin lama expiration date sebuah opsi maka akan semakin tinggi harga opsi tersebut. Hal ini dikarenakan jika waktu expiration sebuah opsi pendek, maka akan semakin sedikit waktu yang tersedia bagi investor untuk berspkeluasi terhadap kenaikan atau penurunan harga saham.

4.

Volatilitas harga saham yang diharapkan selama umur opsi. Jika semua faktor lain dianggap tetap, semakin besar votalitas harga saham (ditunjukkan oleh standar deviasi dan varians) yang diharapkan maka harga opsi juga semakin tinggi. Hal ini dikarenakan semakin besar probabilitas bahwa harga saham akan mengalami perubahan yang diinginkan.

5.

Tingkat suku bunga jangka pendek selama umur opsi. Pembelian Opsi ini dapat memberikan kesempatan kepada investor untuk melakukan spekulasi terhadap pergerakan harga saham tanpa harus mempunyai saham yang dijadikan parokan. Disamping itu investasi pada opsi akan relatif lebih murah jika dibandingkan dengan investasi dengan membeli saham itu sendiri. Umumnya jika tingkat suku bunga

22 | P a g e

bebas resiko meningkat maka harga-harga saham juga akan mengalami kenaikan, sehingga pada tingkat suku bunga bebas resiko jangka pendek yang tinggi, investor akan semakin tertarik untuk membeli call option dibandingkan membeli saham dan hal ini akan menyebabkan harga call option naik. 6. Dividen yang diharapkan diberikan oleh saham yang dijadikan patokan dalam opsi selama umur opsi tersebut. Kemungkinan sebuah saham memberikan deviden akan cenderung menurunkan harga call option dari saham tersebut, karena investor lebih tertarik untuk membeli saham itu sendiri daripada opsinya. Sebaliknya pada put option adanya deviden akan cenderung meningkatkan harga opsi tersebut. Dari penjelasan faktor-faktor diatas, adapun pengaruh dari masing-masing faktor tersebut tergantung kepada jenis Opsi tersebut, apakah opsi tersebut jenis call atau put option. Bagaimana pengaruh masing-masing faktor terhadap harga put dan call option dalam tabel berikut

Jenis Faktor

Dampak Adanya Peningkatan Pada Masing-Masing Faktor Terhadap Harga call option Harga Put Option Menurun Meningkat Meningkat

Harga Saham Strike Price Expiration date dari opsi.

Meningkat Menurun Meningkat

Volatilitas harga saham yang diharapkan Tingkat suku bunga jangka pendek Deviden yang diharapkan

Meningkat

Meningkat

Meningkat

Menurun

Menurun

Meningkat

23 | P a g e

C. Model Black-Scholes Model Black-Scholes merupakan model penilaian call option yang telah banyak diterima oleh masyarakat keuangan. Model ini dikembangkan oleh Fisher Black dan Maynor Scholes. Model Black-Scholes menggunakan lima variabel yaitu: 1. Harga saham. 2. Strike price. 3. Expiration date. 4. Tingkat bunga. 5. Volatilitas harga saham. Rumus penilaian Opsi dengan menggunakan model Black-Scholes

Dimana

dimana: C S X r t s N(.) = harga call option = harga saham = strike price = tingkat suku bunga bebas risiko jangka pendek = sisa waktu sampai dengan expiration date (dalam tahun) = standar deviasi harga saham = fungsi densitas kumulatif dari d2 dan d1 . Nilai dihasilkan dari tabel distribusi normal. Dalam model Black-Scholes ini hanya memasukkan lima faktor dari enam faktor yang dianggap mempengaruhi harga opsi. Faktor kemungkinan saham memberikan deviden tidak
24 | P a g e

dimasukkan karena model Black-Scholes digunakan untuk opsi yang tidak memberikan deviden. Empat variable model Black-Scholes, yaitu strike price, harga saham, expiration date, dan tingkat bunga bebas resiko dapat dengan mudah diketahui, sedangkan untuk standar deviasi harga saham harus dilakukan estimasi terlebih dahulu. Harga opsi yang dihasilkan dari perhitungan model Block-Scholes adalah harga yang fair sehingga jika harga suatu opsi berbeda dengan harga tersebut maka akan ada kemungkinan untuk mendapatkan laba arbitrase bebas resiko dengan cara mengambil posisi yang berlawanan terhadap saham yang dijadikan patokan. Contohnya, ada sebuah call option yang diperdagangkan dengan harga yang lebih tinggi dari harga yang dihasilkan oleh model BlackScholes maka seorang investor yang berusaha mencari penyimpangan dalam penetapan harga untuk tujuan memperoleh return bebas resiko (arbitrator) akan menjual call option tersebut dan kemudian membeli saham. Sebaliknya, jika harga call option ternyata lebih rendah dari harga yang dihasilkan dari model Black-Scholes maka investor dapat membeli call option dan menjual sejumlah saham yang menjadi patokan. Proses hedging atau lindung nilai dengan melakukan perdagangan saham yang dijadikan patokan akan memberikan kesempatan kepada investor untuk mendapatkan profit arbitrase bebas resiko. Jumlah lembar saham yang dibutuhkan sangat tergantung dari faktor-faktor yang mempengaruhi harga opsi. Contoh: Strike price = = Rp 1.000 Expiration date = t = 183 hari = 0,5 tahun Harga saham sekarang = S = Rp 1.045 Volatilitas harga yang diharapkan = standar deviasi = s = 0,25 Tingkat bunga bebas risiko = r = 10%

Setelah data-data diatas dimasukkan ke dalam rumus model Black-Scholes, maka akan didapat hasil berupa nilai

25 | P a g e

Dari tabel distribusi normal kita dapatkan: N (0,62) = 0,7257 dan N (0,4433) = 0,6700 Terakhir kita akan mendapatkan harga yang fair untuk call option dengan menggunakan rumus

Seandainya volatilitas harga saham yang diharapkan adalah 0,40 maka nilai d1 dan d2 akan berubah menjadi d1 = 0,4738, d2 = 0,1909 dan C = 164,20. Dari contoh-contoh diatas dapat disimpulkan Semakin tinggi volatilitas harga saham, semakin besar harga yang fair untuk opsi tersebut. Untuk faktor lain seperti tingkat suku bunga bebas risiko dan expiration date juga berlaku sama, yaitu semakin rendah (tinggi) tingkat suku bunga bebas risiko maka akan semakin rendah (tinggi) harga opsi dan semakin pendek (lama) waktu expiration date maka akan semakin rendah (tinggi) harga opsi tersebut. Meskipun model Black-Scholes ditujukan untuk penilaian call option, tetapi model ini dapat juga digunakan untuk menghitung nilai put option yaitu dengan menggunakan hubungan keseimbangan antara put-call option. Hubungan antara harga saham, harga call option dan put otion dapat dinyatakan dalam persamaam berikut: Harga put option - harga call option = nilai sekarang dari strike price + nilai sekarang dividen harga saham

Dengan mengetahui harga call option, kita dapat menghitung harga put option pada strike price, expiration price date dan saham patokan yang sama. Disamping itu juga dapat menentukan harga put option.

26 | P a g e

Dimana Cput Ccall X S r t = harga put option = harga call option = strike price = harga saham = tingkat suku bunga bebas resiko = expiration date (dalam tahun) Dengan menggunakan contoh sebelumnya (volatilitas harga saham diasumsikan 0,25) maka harga put option dengan strike price, expiration date dan saham patokan yang sama dapat dihitung sebagai berikut:

Penggunaan model Black-Scholes sangat berguna bagi investor untuk menilai apakah harga opsi yang terjadi di pasar sudah merupakan harga yang dianggap fair bagi opsi tersebut. Seandainya harga opsi tidak sama dengan harga yang dihasilkan dalam model Black-scholes maka hal itu akan menciptakan peluang bagi investor untuk mendapatkan keuntungan. 8. Kontrak Opsi Saham di BEI Bursa Efek Indonesia (BEI) memulai perdagangan kontrak opsi saham (KOS) pada tanggal 6 oktober 2004. Instrument perdagangan ini melengkapi produk BEI selain waran, bukti right, dan obligasi yang selama ini telah tersedia. Dengan menambahkan KOS, BEI mengharapkan untuk dapat meningkatkan daya tarik investor untuk berinvestasi. Investasi pada KOS ditunjukkan untuk para investor perorangan maupun investor institusi. KOS merupakan sekuritas yang juga dapat diperjual belikan antar- investor. BEI mendefinisikan kontrak opsi saham (KOS) sebagai hak yang dimiliki oleh pihak untuk membeli (call option) dan atau menjual (put option) kepada pihak lain atas sejumlah saham (underlying stock) pada harga (strike price) dan dalam waktu tertentu. Yang diperjual belikan pada KOS adalah hak jual (put option) atau hak beli (call option) atas underlying asset yang berupa saham induk.
27 | P a g e

Tidak semua saham yang tercatat di BEI menjadi saham induk KOS. Akan tetapi saham induk yang dipilih adalah saham yang memiliki tingkat frekuensi perdagangan dan fluktuasi harga yang tinggi, serta memiliki nilai kapitalisasi pasar yang besar. Saat itu ada empat saham perusahaan yang tercatat yang menjadi saham induk. Keempat saham induk untuk perdagangan KOS di BEI adalah: a. b. c. d. e. PT Astra International Tbk (ASII) PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) PT. HM. Sampoerna, Tbk (HMSP) Selain Bapepam, ada empat pihak pelaku perdagangan KOS yaitu PT. BEI, PT. KPEI, Anggota bursa KOS, dan investor. Fungsi BEI adalah memfasilitasi perdagangan KOS yang teratur dan efisien. PT. KPEI (Kliring , dan Penjamin Efek Indonesia) melaksanakan fungsi kliring penjamin dan penyelesaian perdagangan KOS. Sedangkan investor yang ingin berdagang KOS dapat menghubungi bursa dan mengikuti prosedur perdagangan yang berlaku. Untuk bertransaksi KOS, investor harus memahami beberapa istilah dasar opsi Exercise (strike) price merupakan harga yang pemegang opsi akan membayar untuk membeli (dalam kasus call opstion) atau akan menerima dari menjual (untuk kasus put option) per lembar saham induk jika opsi dilaksanakan atau saham induk ditebus. Strike price ini telah disepakati ketika terjadinya perdagangan antara pembeli dan penjual kontrak opsi. Agar mekanisme perdagangan KOS dapat terlaksana secara efisien BEI menetapkan tujuh strike price untuk masing-masing call option dan put option pada setiap saham induk. Harga penutupan saham induk pada hari sebelumnya digunakan sebagai dasar penetuan strike price dalam perdagangan KOS adalah

Untuk harga penutupan kurang dari Rp. 1000, perubahan strike price adalah dalam kelipatan 50 Untuk harga penutupan kurang dari Rp. 1001 sampai dengan Rp. 5000, perubahan strike price adalah kelipatan Rp. 100

28 | P a g e

Untuk harga penutupan Rp. 5001 sampai dengan Rp. 10000, perubahan strike price adalah kelipatan 200. Untuk harga penutupan lebih dari Rp 10.000, perubahan strike price adalah kelipatan 500.

Contoh; dengan penutupan saham ASII adalah Rp. 5100, strike price ditentukan sebagai berikut: strike price 1 (Rp. 5.700), 2 (Rp. 5.500), 3 (Rp. 5.300), 4 (Rp.5100), 5 (Rp. 4.900), 6 (Rp.4.700), 7 (Rp. 4.500). Expiration date adalah tanggal terakhir opsi dapat dilaksanakan, setelah waktu tempo lewat opsi tidak dapat dilaksanakan. Seluruh put option dan call option di BEI dirancang dengan bulan masa berlaku. Masa berlaku opsi saham yang diperdagangkan di BEI adalah 1 bulan, 2 bulan, atau 3 bulan. Jatuh tempo atau hari berakhirnya setiap seri KOS pada setiap bulan adalah hari bursa terakhir pada bulan yang bersangkutan. Option Premium adalah harga yang dibayarkan oleh pembeli opsi kepada penjual opsi baik call option maupun put option. Premium opsi ditetapkan atas dasar per saham. Sedangkan besarnya kontrak opsi saham di BEI adalah 10000 lembar saham per kontrak opsi. Dengan demikian misalnya premium opsi Rp. 150,- jadi besar kontrak opsi Rp.150 x 10000 = Rp. 1500.000,- untuk satu kontrak opsi. Premium ini dihasilkan dari proses tawar menawar antara pembeli dan penjual opsi dalam mesin perdagangan KOS yang diberi nama JOTS (Jakarta Option Trading System) baik pembeli opsi (Taker) maupun penjual opsi (writer) suatu KOS. Seperti jenis sekuritas lainnya di bursa efek call option dan put option di perjual belikan di BEI dengan mempertemukan order beli dan order jual antar investor. Pembeli (taker) dan penjual (writer) opsi saham mempunyai harapan yang berlawanan mengenai kinerja saham induk dan karenanya juga kinerja opsi. Untuk put option, pembeli memperkirakan harga saham akan turun, sebaliknya penjual memperkirakan harga saham akan naik. Sedangkan untuk call option, pembeli memperkirakan harga saham akan naik, sebaliknya penjual memperkirakan harga saham akan turun. Contoh kontrak opsi saham di BEI Dengan keyakinan harga saham BCA akan naik, Bapak Didi memerintahkan brokernya untuk membeli satu kontrak call option bulan Oktober pada BCA dengan strike price Rp2.500 (kode di BEI adalah JBBCA2500). Anggap premium opsi ini setelah proses tawar menawar di bursa adalah Rp225. Maka Bapak Didi wajib menyediakan dana pembelian sebanyak Rp225 x 10.000 saham per kontrak = Rp2.250.000, ditambah komisi broker.
29 | P a g e

Ada tiga aksi lanjutan yang mungkin dilakukan Bapak Didi, yaitu: 1) Opsi berakhir begitu saja tidak bernilai Misalkan harga saham BCA pada expiration date yang jatuh pada hari terakhir bulan Oktober adalah Rp2.200. Call option memberi hak pada Bapak Didi sebagai pemegangnya untuk membeli saham BCA pada harga Rp2.500. Karena Bapak Didi dapat membeli BCA di pasar saham pada harga Rp2.200, maka dia tentunya tidak akan melaksanakan hak belinya. 2) Opsi mungkin dilaksanakan Jika harga saham BCA naik, Bapak Didi dapat melakukan exercise (melaksanakan hak belinya) dengan membayar uang tebusan sebanyak Rp2.500 x 10.000 saham = Rp25.000.000 dan menerima 10.000 saham BCA (penyelesian secara fisik/physical delivery). Anggap harga BCA naik menjadi Rp2.800 sebelum jatuh tempo. Bapak Didi melaksanakan hak beli 10.000 saham BCA pada harga Rp2.500 dan dapat segera menjualnya pada harga Rp2.800. Bapak Didi akan memperoleh keuntungan sebesar (Rp2.800 x 10.000 saham) [(Rp2.500 x 10.000 saham) + Rp2.250.000 pembelian opsi)] = Rp750.000 di luar komisi broker. BEI telah menetapkan untuk tidak menggunakan penyelesaian secara fisik ketika pemegang call option (maupun put option) melaksanakan haknya. Penyelesaian dilakukan secara tunai dan Bapak Didi sebagai pemegang call option akan memperoleh premium exercise call per saham secara tunai sebesar: Premium exercise call = WMA Strike price WMA (weighted moving average) untuk harga saham induk adalah harga rata-rata dibobot volume lembar yang ditransaksikan selama periode 30 menit. Di BEI, WMA ini akan muncul setiap 15 menit setiap hari. Sebagai contoh, anggap WMA atas saham BCA ini adalah Rp2.750. Ketika Bapak Nanda melaksanakan haknya, dia akan memperoleh premium exercise call sebesar Rp2.750 Rp2.500 = Rp250 dikalikan 10.000 lembar saham = Rp2.500.000. 3) Opsi dapat dijual di pasar sekunder Jika harga saham BCA naik, nilai (harga) call option juga akan naik. Bapak Didi dapat menjual call option yang dimilikinya kepada investor lain di pasar sekunder.

30 | P a g e

PENUTUP

Instrumen derivative adalah instrumen yang nilainya diturunkan dari nilai aset yang menjadi dasar. Aset yang menjadi dasar tersebut bisa sangat beragam, mulai dari sekuritas (saham, obligasi), komoditas (emas, olefin), valas, bahkan instrument derivative lainnya. Options (Opsi) adalah suatu kontrak yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli (call options) atau menjual (put options) underlying assets pada harga tertentu yang ditetapkan sekarang (strike/exercise price atau harga patokan/tebus), untuk penyerahan pada waktu tertentu di masa yang akan datang (expiration date). Mekanisme perdagangan opsi yaitu pihak penjual call option (melalui broker yg ditunjuk) menyerahkan sejumlah saham yang dijadikan patokan kepada OCC dan pembeli opsi yang akan melaksanakan call option membeli saham tersebut dari OCC.

31 | P a g e

Daftar Referensi Tandelilin, eduardus. 2010. Portofolio dan Investasi Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Kanisius
http://indriramadhaniekonomi.blogspot.com/2013/02/options-opsi.html diakses 10 Mei 2013

www.id.scribd.com

32 | P a g e