Anda di halaman 1dari 4

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak kemasa dewasa, dikenal juga dengan masa pubertas. Masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis dan pematangan fungsi organ reproduksi, biasanya terjadi pada usia belasan tahun. Pada perempuan ditandai dengan menstruasi yang pertama (menarche) sedangkan pada laki-laki ditandai dengan mimpi basah. (Sinta. 2001) Masa pubertas mulai dengan awal berfungsinya ovarium. Pubertas berakhir pada saat ovarium sudah berfungsi dengan mantap dan teratur. Pubertas terjadi karena tubuh kita mulai menghasilkan hormon estrogen dan progesteron yang berpengaruh pada perempuan dan hormon testosteron yang berpengaruh pada laki-laki. (Hurlock. 2001) Organ reproduksi merupakan alat dalam tubuh yang berfungsi untuk suatu proses kehidupan manusia dalam menghasilkan keturunan demi kelestarian hidupnya (reproduksi). Agar dapat menghasilkan keturunan yang sehat dibutuhkan pula kesehatan dari organ reproduksi. Salah satu yang menjadi faktor utama terciptanya kesehatan yaitu selalu menjaga kebersihan diri (personal hygiene). (Hurlock. 2001) Menjaga keberhasilan organ-organ seksual atau reproduksi merupakan awal dari usaha menjaga kesehatan. Keringat dapat membuat tubuh menjadi lembab terutama pada organ seksual dan reproduksi yang tertutup dan berlipat, sehingga dapat membantu pertumbuhan bakteri dan jamur. (Sinta, 2001)

1
Universitas Sumatera Utara

Masalah dengan system reproduksi secara fungsional dan proses adalah banyaknya kaum wanita yang menderita infeksi saluran reproduksi itu sendiri meliputi kandidiasis genital, vaginosis bacterial, klamedia. (Wahyuni., Mashum. 2003) Rumah sakit di Subang dan Tangerang menemukan bahawa sebagian besar di Tangerang (77,5%) dan Subang (68,3%) mempunyai status hygiene menstruasi yang buruk. Penelitian yang sama mengemukakan bahwa sebagian besar responden menggunakan pembalut yang modern, dan masih terdapat responden yang salah dalam mencuci alat kelaminnya yaitu dari arah belakang ke depan (20,1% pada hari biasa dan 19,8% pada saat menstruasi). Adapun cara lain dalam perawatan organ reproduksi wanita bagian luar adalah dengan cara kuno yang kini mulai dipopulerkan lagi yaitu spa vagina. Perawatan ini dapat mencegah dan mengatasi keputihan, menjaga imunitas organ intim, juga memberikan sensasi virginitas serta meningkatkan gairah seksual. Spa atau solus per aqua (hanya dengan air) adalah terapi yang sudah ribuan tahun digunakan untuk memelihara kesehatan tubuh. (Admin, 2003, 7, http//;www.ISRPadaPerempuan Indonesia.com, diperoleh pada tangal 10 15 November 2009) Penggunaan bahan-bahan pembasuh vagina dan penggunaan pembalut wanita pada saat menstruasi, bila tidak terkontrol justru akan menimbulkan kerugian bagi organ reproduksi bagian luar serta frekuensi penggantian pembalut. (Antara News, 2008, 8,http;//www.artikel.kesehatan.reproduksi. remaja.com, diperoleh pada tanggal 15 September 2009) Kurangnya pengetahuan remaja puteri dan informasi yang tepat tentang kesehatan organ reproduksi kemungkinan dapat menimbulkan kurangnya tanggung jawab terhadap kesehatan organ reproduksinya. Maka perlu adanya pemberian informasi yang lengkap

Universitas Sumatera Utara

dan terkini kepada remaja puteri untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mereka akan pentingnya menjaga kebersihan diri terutama organ reproduksi termasuk resiko bila tidak dijaga khususnya pada saat menstruasi (Departemen Kesehatan RI, 1993 ). Oleh karena itu penulis ingin mengetahui pengetahuan remaja puteri tentang perawatan alat genitalia eksterna di SMA Al Azhar Medan Tahun 2010.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian masalah di atas yang menjadi rumusan adalah bagaimana tingkat pengetahuan remaja puteri SMA Al Azhar Medan tentang perawatan alat genitalia eksterna Tahun 2010?

C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan umum Untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan remaja puteri tentang perawatan alat genitalia eksterna. 2. Tujuan khusus a. Untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan remaja putri tentang alat genitalia eksterna berdasarkan umur. b. Untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan remaja putri tentang alat genitalia eksterna berdasarkan informasi. c. Untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan remaja putri tentang alat genitalia eksterna berdasarkan perawatan alat genitalia eksterna.

Universitas Sumatera Utara

D. Manfaat Penelitian a. Bagi Program D-IV Bidan Pendidik Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara diharapkan penelitian ini menjadi bahan atau sumber bacaan di perpustakaan. b. Penelitian ini bermanfaat bagi remaja puteri SMA Al Azhar Medan dalam rangka merencanakan dan mengembangkan kegiatan yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi remaja. c. Sebagai bahan informasi ilmiah bagi remaja puteri tentang pentingnya merawat organ reproduksi bagian luar. d. Bagi peneliti sendiri, sebagai aplikasi ilmu kesehatan reproduksi yang telah didapatkan selama perkuliahan di program D-IV Bidan Pendidik Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.

Universitas Sumatera Utara