Anda di halaman 1dari 15

METODE KERJA Instansi : Perusahaan Daerah Pengelola Air Limbah (PD PAL) Kota Banjarmasin Kegiatan : Pembangunan Sarana

dan Prasarana PD PAL Kota Banjarmasin Pekerjaan : Pembangunan Pagar IPAL Sungai Andai Lokasi : IPAL Sungai Andai Tahun : 2013 I. Pekerjaan Persiapan 1 Pek.Pembersihan Lokasi Pekerjaan pembersihan dilaksanakan setelah semua sisa bangunan berdiri telah dirubuhkan, dan sisa bongkaran dibuang menjauh dari lokasi rencana bangunan berdiri atau menurut petunjuk direksi yang telah berkoordinasi dengan pihak Pimpro, semua sisa hasil bongkaran segera dibawa keareal menjauh dari rencana bangunan berdiri atau menurut petunjuk direksi yang telah berkoordinasi dengan pihak Pimpro. 2 Papan Nama Kegiatan Pekerjaan pemasangan papan nama proyek diareal lokasi pembangunan dilaksanakan setelah pekerjaan pengukuran selesai. Papan nama berukuran 1 X 1,5 m dan dipasang pada tempat yang mudah dilihat umum. Papan nama proyek memuat : Nama proyek Pemilik proyek Lokasi Proyek Jumlah biaya (kontrak) Nama Konsultan Perencana Nama Konsultan Pengawas Nama Pelaksana (Penyedia Jasa Konstruksi)

Proyek dimulai tanggal, bulan, tahun

3 Pengukuran dan pemasangan Patok Pengukuran dan Pemasangan patok/bouwplank dilaksanakan di sekeliling areal yang akan diurug, dengan jarak 1 3 meter dari tepi rencana urugan, patok-patok dan papan bouplank dipasangkan dan benang ukur ditarik tegak lurus dari papan bouwplank sepanjang lebar areal ditambah 1 3 meter kepapan bouwplank yang satu. Membuat garis siku dengan benang ukur dengan perbandingan 3:4:5 untuk menentukan satu sudut areal yang direncanakan. Membagi-bagi garis pada papan bouplank dan memasang benang antara dua papan bouwplank untuk menentukan titik ketinggian dan lebar rencana pasangan batu kali. Kebutuhan peralatan dan tenaga sesuai degan rencana pelaksanaan pekerjaan dan pelaksanaan pekerjaan ini akan mengacu pada gambar rencana, spesifikasi teknik atau atas petunjuk direksi pekerjaan. II. Pekerjaan Tanah 1 Galian tanah pondasi Pekerjaan galian tanah dilaksanakan untuk pembuatan lubang pemancangan galam dan pasangan batu kali di atasnya. Pekerja menggali tanah sedalam ukuran yang terdapat dalam gambar rencana atau ketentuan dari muka tanah yang telah disepakati oleh kontraktor, direksi, dan pihak Pimpro. Kelebihan dan kekurangan kedalaman galian akan dicatat dan diperhitungkan kembali. Sisa galian tanah ditimbun disekitar lubang galian untuk memudahkan pengurugan kembali tanah gallian. Pekerjaan

dilaksanakan sesuai gambar rencana dan menurut direksi dilapangan yang bertugas. 2 Urugan pasir urug t = 10 cm Pekerjaan urugan pasir di bawah pondasi dilaksanakan setelah pekerjaan pemancangan galam selesai dikerjakan. Pasir dihamparkan di sekitar kepala galam pancangan, dan kepala galam lebih tinggi dari urugan pasir sekitar 10 cm. Ketebalan urugan pasir menyesuaikan dengan gambar rencana, dan atas petunjuk direksi di lapangan yang bertugas. III. Pekerjaan Beton 1 Lantai kerja beton t = 5 cm Pekerjaan lantai kerja dapat dikerjakan setelah pekerjaan pengurugan pasir kedalam lubang pondasi selesai dikerjakan. Campuran beton lantai kerja dikerjakan antara 1 bagian semen, 3 bagian pasir pasang dan 5 bagian koral dtambah air secukupnya dan diaduk kedalam mesin molen. Setelah adukan homogen dapat dituangkan kedalam lubang tersebut setebal 10 cm. Beton dipadatkan dengan cara menumbukkan batangan balok untuk pemadatan. Pekerjaan dilaksanakan dengan perbandingan campuran dan ketebalan yang sesuai dengan rencana dan spek yang terdapat dalam gambar dan rencana biaya yang ada dan menurut petunjuk direksi di lapangan. 2 Pondasi beton bertulang 100/100 t = 20 cm - Pekerjaan bekisting Pekerjaan dimulai dengan bakesting, dikerjakan oleh pekerja kayu, dengan menggunakan kayu papan dan balok bagesting dipotong seukuran panjang dan lebar luas poer plat yang akan di cor , untuk ketinggiannya dapat dilebihkan agar adukan beton

yang akan ditumpahkan kedalamnya tidak meluap keluar. Setelah terbentuk kotakan poer plat, pekerjaa menurunkannya kedalam lubang, dan memperkuatnya dengan menancapkan balokan kedalam tanah disamping bakestingan agar kotak tidak bergerak berpindah. Pekerjaan dilaksanakan mengacu pada gambar rencana poer plat dan atas petunjuk direksi di lapangan. - Pekerjaan besi beton Pekerjaan pembesian ini dilaksanakan menurut gambar detail rencana pembesian poer plat yang ada dalam gambar rencana kerja, baik jarak pembesian dan diameter besi yang digunakan. Pembesian sesuai dilaksanakan dalam rencana oleh dan pekerja yang ahli direksi dan di berpengalaman gambar lapangan. - Pekerjaan coor beton Pekerjaan pondasi foot plat beton bertulang dilaksanakan setelah pekerjaan galian lubang dan urugan pasir dan lantai kerja selesai dikerjakan atau menurut petunjuk gambar dan direksi dilapangan. Pekerjaan dilaksanakan dengan membuat bagesting/ cetakan foot plat seukuran yang terdapat dalam gambar rencana dan dimasukkan kedalam lubang pondasi yang ada. Selanjutnya pekerja memasukkan rangkaian besi beton bertulang yang telah dirakit sebelumnya yang perakitannya menggunakan besi yang sesuai dengan ukuran dan bentuk yang terdapat dalam gambar rencana. Setelah diletakkan di dalam lubang pekerja memasang besi-besi kaki pondasi (Neut/kolom) kedalam besi foot plat sesuai dengan titik As rencana dan mengikatnya dengan kawat besi. Pekerjaan dilanjutkan dengan menuangkan adukan beton yang pembesian. Pekerjaan dilaksanakan

menurut

petunjuk

telah dicampur dengan semen pc, pasir pasang dan koral yang telah diaduk homogen dengan air secukupnya di dalam mesin molen.( perbandingan campuran sesuai dengan rencana dan spek yang terdapat dalam gambar dan rencana biaya yang ada) Pelaksanaan pekerjaan ini mengacu pada gambar rencana, spesifikasi teknik, dan menurut petunjuk direksi di lapangan yang bertugas. . 3 Sloof beton bertulang 20/30 Pekerjaan sloof beton bertulang ukuran 20/30 cm dilaksanakan setelah pekerjaan pondasi poer plat beton bertulang atau pondasi batu gunung selesai dikerjakan. Setelah membuat bagesting/ cetakan untuk beton sloof yang menghubungkan pondasi satu ke yang lainnya selesai dikerjakan dan telah diwaterpass sesuai dengan ukuran gambar rencana dan diperkuat sedenikian rupa, pekerja memasukkan rangkaian besi yang telah dirakit sebelumnya kedalam bagesting sloof (setiap ujung dan sambungan rangkaian tulangan besi dibengkok dan berjarak sambung 40 D. Dan di bawahnya diberi beton tahu, kemudian dirakit sesuai dengan bentuk dan ukuran besi yang terdapat dalam gambar rencana) penguncian rangkaian besi sloof dengan kawat besi dilaksanakan disetiap pertemuannya dengan titik pondasi dan besi stek kolom praktis yang telah ditanam sebelumnya kedalam pondasi batu kali (apabila pondasi berupa pasangan batu kali) apabila sudah selesai perletakan dan penguncian tulangan besi dilaksanakan dan setelah diperiksa oleh direksi dilapangan, pekerjaan dilanjutkan dengan membuat adukan beton dengan campuran semen pc, pasir pasang dan batu koral yang sesuai dengan gambar dan spek yang terdapat dalam gambar dan rencana biaya. Adukan beton dicampur

kedalam mesin molen dan diberi air secukupnya kemudian dituangkan kedalam cetakan sloof, pemadatan adukan dilaksankan oleh pekerja dengan cara menumbuk adukan dengan bilah kayu didalam bagesting sloof atau menggunakan mesin vibrator/penggetar. Dalam setiap pekerjaan dilapangan harus mendapatkan persetujuan dan telah diperiksa oleh direksi di lapangan. Pelaksanaan pekerjaan ini mengacu pada gambar rencana, spesifikasi teknik, dan menurut petunjuk direksi di lapangan yang bertugas. 4 Balok beton bertulang 15/15 Pekerjaan balok 15/55 cm beton bertulang dilaksanakan setelah selesai pengecoran neut dan beton telah mencukupi umurnya. Dimulai dengan memasang rangkaian perancah penahan bagesting balok di atasnya, balok/ tiang perancah dipasang dengan jarak 50 cm per batang, dipasang per dua batang sepanjang kolom ke kolom. Kaki-kaki tiang dikunci dan disuai melintang selanjutnya pada ketinggian per 0,5 1 meter meter dari bawah yang tiang dipasang ketinggian

dikunci/dipaku dengan tiang sejajarnya. Untuk elevasi ketinggian menggunakan waterpass selang ukur untuk ketinggian dan kedataran papan bagesting. Apabila sudah terkunci tiang-tiang perancahnya dan didapat ketinggian dan kedatarannya, papan bagesting dihamparkan dan dipakukan, dengan bentuk serupa kotak memanjang berukuran 15 cm lebar dan ketinggian 15 cm. Selanjutnya meletakkan rangkaian besi yang telah dirakit sebelumnya dengan bentuk dan ukuran seperti pada gambar rencana, pada ujung-ujung besi telah dibengkokkan, dan beton tahu telah diselipkan di bawah dan samping kiri kanannya. Penguncian rangkaian besi balok dengan kawat besi dilaksanakan disetiap pertemuannya dengan titik kolom dan besi

stek kolom praktis yang ditanam terlebih dahulu. Semua pertemuan titik dan penambahan stek harus dikunci dengan kawat besi, apabila sudah selesai perletakan dan penguncian tulangan besi dilaksanakan dan setelah diperiksa oleh direksi dilapangan telah sepakat, pekerjaan dilanjutkan dengan membuat adukan beton dengan campuran beton menggunakan perbandingan campuran antara portland semen, pasir beton, batu koral, dan air bersih sesuai dengan gambar dan spek yang terdapat dalam gambar dan rencana biaya. Adukan beton dicampur kedalam mesin molen, setelah homogen dituangkan kedalam kotak penampung cor kemudian diangkut oleh pekerja menggunakan artco dan ember lalu dituangkan kedalam cetakan balok, pemadatan adukan dilaksanakan oleh pekerja menggunakan vibro concrete atau dengan cara menumbuk adukan dengan bilah kayu didalam bagesting balok. Pekerjaan mengacu pada gambar rencana dan menurut petunjuk direksi dilapangan. 5 Kolom beton bertulang 20/20 Pada pekerjaan kolom berukuran 20 x 20 cm dikerjakan setelah pengecoran pada plat lantai selesai dan telah cukup umur kekerasannya. Kolom merupakan tiang-tiang beton diatas lantai. Perakitan untuk besi kolom dirakit dengan melihat ukuran dan bentuk kolom pada detail gambar kolom dan menurut direksi lapangan. Campuran beton Adalah petunjuk perbandingan

campuran antara portland semen, pasir beton, batu koral, dan air bersih, kemudian diaduk dengan mesin molen. Setelah pengadukan penampungan telah beton. homogen lalu dituangkan dibawa kekotak pekerja Campuran beton

menggunakan ember dan artco kekotak bagesting kolom, beberapa pekerja memasukkan campuran tersebut ke kotak

bagesting melalui atas kolom, kemudian dengan alat balok kayu kotak bagesting kolom dipukul-pukul atau dengan memasukkan batang besi yang ditusuk-tusuk kedalam kotak bagesting kolom, begitu seterusnya sampai campuran memenuhi ambang batas atas kotak bagesting kolom. Pekerjaan dilaksanakan sesuai gambar rencana dan menurut petunjuk direksi di lapangan. Pekerjaan bakesting dikerjakan oleh pekerja kayu, dengan menggunakan kayu papan dan balok bagesting dipotong seukuran tinggi dan keliling kolom yang akan di cor dengan ukuran 20 x 20 cm, untuk ketinggiannya pekerja mengukur dengan waterpass/selang ukur sesuai ketinggian pada gambar rencana, Setelah terbentuk kotakan kolom, pekerja memasang kotakan bekesting kolom ketempat kolom berdiri yang sebelumnya terdapat tulangan besi-besi kolom yang telah dirakit dan dipasangi beton tahu. Pekerja memasangan suai pada 4 sisi kolom dan dipakukan kelantai untuk mengunci kotakan kolom ditengahnya agar kotak tidak bergerak berpindah. Pekerja malakukan pengukuran ketinggian dngan waterpass/selang ukur untuk kedataran ketinggiannya dan memberi tanda. Pekerjaan dilaksanakan mengacu pada gambar rencana poer plat dan atas petunjuk direksi di lapangan. Pekerjaan pembesian ini dilaksanakan menurut gambar detail rencana pembesian yang terdapat dalam gambar rencana kerja, baik jarak pembesian beugel dan diameter besi yang digunakan harus sesuai dengan gambar detail pembesian balok . Pada setiap ujung-ujung besi sambungan harus dibengkok dan overlap besi berjarak min. 40 diameter besi yang digunakan. Pembesian dilaksanakan oleh pekerja yang ahli dan berpengalaman dalam

pembesian. Pekerjaan dilaksanakan sesuai gambar rencana dan menurut petunjuk direksi di lapangan. IV. Pekerjaan Dinding dan Plesteran 1 Dinding bata merah campuran 1 : 4 Pada pekerjaan dinding pasangan bata dengan campuran 1 : 4 dilakukan dengan mencampur 1 bagian semen pc dan 3 bagian pasir pasang halus dan air secukupnya akan mendapatkan kepadatan adukan yang kuat. Hal pertama kali dilakukan adalah memasang benangan untuk kedataran pasangan bata dengan mengikat benang kepaku yang dipakukan kekolom yang satu dengan kolom satunya dimana terdapat pasangan dinding bata. Dua batang paku telah diukur ketinggiannya dengan waterpass atau selang ukur, dan diberi garis dengan mistar ukur untuk tebal spesi dinding dan bata. Setelah adukan merata diaduk oleh mesin molen, dituangkan kedalam kotak penampung dan pekerja menimba kedalam artko atau ember dan membawa ketempat pemasangan dinding bata. Pekerja bata menaruh adukan pertama dengan diatas cetok kelantai dan dasar/balok lantai dimana pasangan dinding terdapat. Pasangan dimulai dengan meletakkannya adukan menekannya perlahan setinggi batas benangan yang ada, dan celah antar bata diisi dengan spesi. Setelah benangan dinaikkan di atas batas spesi dan bata pemasangan kedua dilanjutkan dengan menaruh adukan semen diatas pasangan bata pertama setebal 10 mm begitu seterusnya sampai pada ketinggian 1,2 meter pemasangan bata berhenti dan beri waktu untuk pengerasan pasangan spesi dalam bata. Pekerjaan pasangan dinding bata 1 : 4 mengikuti gambar rencana kerja dan menurut petunjuk dari direksi dilapangan.

2 Plesteran campuran 1 : 4 Dengan mencampur adukan 1 bagian semen dan 4 bagian pasir pasang yang halus dan ditambah air secukupnya ke dalam mesin molen sampai mendapatkan kekentalan adukan yang diinginkan, adukan dituang kedalam bak penampung atau artko dan dibawa keareal pasangan bata yang telah mencukupi umur kekerasan pasangan bata min. 7 hari. Setelah dinding bata dibasahi dengan air secukupnya agar tidak terlalu kering, permukaan diratakan dengan cetok dari tonjolan-tonjolan spesi yang tersisa. Pertama kali dilakukan membuat kepala plesteran, dengan jarak antar kepala 1 s/d 1,5 meter. Plesteran dibuat setebal 15 mm selebar 5 10 cm tegak lurus dan diratakan dengan waterpass atau dengan mengulur benang unting agar mendapatkan ketegak lurusan plesteran. Setelah kepala plesterana agak mengeras dilanjutkan dengan plesteran diantara kepala plesteran yang dibuat. Beri lapisan plesteran pertama sampai rata dengan campuran yang telah ditentukan, membuang butiran-butiran plesteran yang melekat tidak sempurna dengan alat penggaruk secara horizontal, melekatkan lapis badan plesteran dengan menggunakan sendok aduk, meratakan permukaan dengan mistar perata dan bila terdapat lubang-lubang isi kembali dengan sampai adukan, batas memadatkan tertentu dan atau meratakan sampai permukaan terjadi plesteran dengan roskam kayu berlapis kain laken (felt), tunggu waktu tidak keretakan, membersihkan permukaan plesteran dari kotoran dan debu yang menempel dengan sikat halus atau kain basah. Pekerjaan plesteran campuran 1 : 4 mengikuti gambar rencana kerja dan menurut petunjuk dari direksi dilapangan. 3 Acian

Pekerjaan

dilaksanakan

dengan

cara

memadatkan

dan

meratakan permukaan plesteran dengan roskam kayu berlapis kain laken (felt), membiarkan sampai batas waktu tertentu atau sampai tidak terjadi keretakan, membersihkan permukaan plesteran dari kotoran dan debu yang menempel dengan sikat halus atau kain basah, memberi lapis acian yang terbuat dari semen pc ditambah air secukupnya, dengan menggunakan roskam besi atau kayu/papan acian ditempelkan ke dinding plesteran setebal 2 mm, merawat acian yang sudah selesai dengan memberi tutup dengan plastik agar tidak terkena langsung sinar matahari dan hujan. Pekerjaan acian ini mengikuti gambar rencana kerja dan menurut petunjuk dari direksi dilapangan. V. Pekerjaan Menara Gerbang 1 Pekerjaan Cor Beton Bertulang Camp. 1:2:3 Pekerjaan Cor Beton Bertulang Camp. 1:2:3 untuk pondasi menara gerbang dilaksanakan setelah pekerjaan galian lubang, pancangan dan urugan pasir serta lantai kerja selesai dikerjakan atau menurut petunjuk gambar dan direksi dilapangan. Pekerjaan dilaksanakan dengan membuat bagesting/ cetakan pondasi menara seukuran yang terdapat dalam gambar rencana dan dimasukkan kedalam lubang pondasi yang ada. Selanjutnya pekerja memasukkan rangkaian besi beton bertulang yang telah dirakit sebelumnya yang perakitannya menggunakan besi yang sesuai dengan ukuran dan bentuk yang terdapat dalam gambar rencana gerbang. Setelah diletakkan di dalam lubang pekerja memasang besi-besi kaki pondasi (kolom menara) kedalam besi pondasi sesuai dengan titik As rencana dan mengikatnya dengan kawat besi. Pekerjaan dilanjutkan dengan menuangkan adukan beton yang telah dicampur dengan 1 semen pc, 2 pasir pasang

dan 3 koral yang telah diaduk homogen dengan air secukupnya di dalam mesin molen.( perbandingan campuran sesuai dengan rencana dan spek yang terdapat dalam gambar dan rencana biaya yang ada) Pekerjaan acian ini mengikuti gambar rencana kerja dan menurut petunjuk dari direksi dilapangan. 2 Pekerjaan Variasi Gerbang Pekerjaan variasi gerbang dikerjakan oleh pekerja yang ahli dan berpengalaman dalam variasi plesteran beton, dengan mengacu pada gambar rencana pekerja membuat campuran mortar yaitu semen pc dan pasir pasang. Terlebih dahulu pekerja membuat mal atau cetakan untuk semen berbahan papan atau plywood yang dibentuk serupa gambar rencana dan dipasang pada beton pondasi dan kolom yang telah mengeras keadaannya. Pemasangan cetakan harus distel ketinggian dan kedatarannya menggunakan waterpass dan selang ukur dan ukuran telah sesuai dengan gambar rencana, kemudian pekerja dapat merakitkan potongan besi ataupun paku-paku beton agar perekatan plesteran lebih kuat. Setelah campuran semen dan pasir diaduk merata menggunakan molen, plesteran siap dilakukan. Pekerjaan acian ini mengikuti gambar rencana kerja dan menurut petunjuk dari direksi dilapangan 3 Pekerjaan Cat Pekerjaan cat tembok menggunakan cat khusus bagian luar, area yang akan dicat adalah beton pondasi dan menara gerbang dikerjakan oleh pekerja yang ahli dalam mengecat atau disebut dengan tukang cat, areal yang akan dicat terletak dibagian luar dan terbuka. Setelah beton dihaluskan dengan plamir dan diamplas pekerjaan cat dapat dilaksanakan. Pengecatan dilakukan 2 kali agar warna tampak jelas. Pekerjaan cat bagian

luar mengikuti gambar rencana dan spek RAB serta menurut petunjuk direksi di lapangan yang bertugas. 4 Pintu gerbang terpasang dari besi Stainles Pekerjaan dikerjakan oleh tenaga ahli berpengalaman dalam olah bahan pipa besi dan las yang disebut tukang besi. Pekerjaan dapat dipesankan pada bengkel kerja besi dan las dengan menunjukkan gambar rencana dan detail pintu gerbang. Bahanbahan dapat dibeli sendiri atau dipesankan pada bengkel kerja tersebut. Pekerjaan Pintu gerbang dari besi Stainles ini mengikuti gambar rencana kerja dan menurut petunjuk dari direksi dilapangan

VI. Pekerjaan Lain-Lain 1 Pengecatan (dinding, sloof, kolom, balok) Pekerjaan cat ini menggunakan cat khusus bagian luar, area yang akan dicat adalah dinding, sloof, kolom, dan balok dikerjakan oleh pekerja yang ahli dalam mengecat atau disebut dengan tukang cat, areal yang akan dicat terletak dibagian luar dan terbuka. Setelah beton dihaluskan dengan plamir dan diamplas pekerjaan cat dapat dilaksanakan. Pengecatan dilakukan 2 kali agar warna tampak jelas. Pekerjaan cat bagian luar mengikuti gambar rencana dan spek RAB serta menurut petunjuk direksi di lapangan yang bertugas. 2 Pengadaan dan Pemancangan Galam 10 - 12 Pelaksanaan cara kerja : Pancangan galam ditanam kedalam tanah sebagai penguat kondisi tanah untuk kekuatan daya

dukung di atasnya. Dengan menggunakan mesin pancang pada keadaan tanah keras, galam ditanam berjarak antara 30 cm perbatang, dengan alat pemancang menggunakan besi pemberat (kepala babi) sebagai penumbuk kayu galam ke dalam tanah dan dikerjakan oleh tim pekerja yang khusus keahliannya dalam pemancangan kayu galam, Pelaksanaan pekerjaan ini mengacu pada gambar rencana, spesifikasi teknik, dan menurut petunjuk direksi di lapangan yang bertugas. 3 Memasang Kawat Berduri (5 baris) Pekerjaan ini dikerjakan oleh pekerja dengan membentangkan kawat berduri sepanjang tembok berdiri sebanyak lima baris. Setelah selesai pekerjaan tembok dan pemasangan besi siku L selesai dipasang / ditanam didalam kolom, pekerja dapat memasangkan kawat berduri. Pekerjaan ini dilaksanakan dimulai dari ujung ke ujung. Pelaksanaan pekerjaan ini mengacu pada gambar rencana, spesifikasi teknik, dan menurut petunjuk direksi di lapangan yang bertugas. 4 Memasang Besi Siku L 50.50.5 mm dicat meni besi Pekerjaan ini dikerjakan oleh pekerja dan bersamaan dengan pengecoran kolom. Setelah isi kolom selesai dicor penuh setinggi yang diperlukan, pekerja segera menanamkan batangan besi siku yang telah dibentuk sedemikian ( bagian bawah potongan besi telah dilas dengan batangan besi sepanjang 10 cm ) besi siku ditanam sedalam 25 cm dan diberi suai agar tidak roboh. Penanaman besi siku mengikuti tali ukur yang telah diwaterpass kedatarannya dan diikat setinggi pemasangan besi siku L. Pelaksanaan pekerjaan ini mengacu pada gambar rencana,

spesifikasi teknik, dan menurut petunjuk direksi di lapangan yang bertugas. 5 Pintu Stenles belakang Pekerjaan pintu stainless dikerjakan oleh pekerja yang ahli dan berpengalaman dalam olah bahan pipa dan plat serta las. Pintu stainless ini dapat dipesankan terlebih dahulu pada bengkel kerja besi dan las dengan menunjukkan gambar detail rencana pintu stainless. Pelaksanaan pekerjaan ini mengacu pada gambar rencana, spesifikasi teknik, dan menurut petunjuk direksi di lapangan yang bertugas. 6 Portal Masuk Pekerjaan portal masuk dikerjakan oleh pekerja dengan

memasangkan palang pintu yang terbuat dari balok kayu atau pipa besi yang dapat dinaik turunkan (buka tutup) pada satu ujungmya. Pelaksanaan pekerjaan ini mengacu pada gambar rencana, spesifikasi teknik, dan menurut petunjuk direksi di lapangan yang bertugas. 7 Papan Nama Besi PD PAL Kota Banjarmasin Pekerjaan ini dikerjakan oleh pekerja yang ahli dan

berpengalaman dalam olah bahan pipa dan plat serta las. Papan nama besi ini dapat dipesankan terlebih dahulu pada bengkel kerja besi dan las dengan menunjukkan gambar detail rencana papan nama besi PD PAL kota Banjarmasin. Pelaksanaan pekerjaan ini mengacu pada gambar rencana, spesifikasi teknik, dan menurut petunjuk direksi di lapangan yang bertugas.