Anda di halaman 1dari 7

PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN AKTIVITAS Label: akuntansi manajemen, kuliah, PERHITUNGAN BIAYA BERDASARKAN AKTIVITASDiposkan oleh senja ulia

A. Biaya Per Unit Perhitungan biaya berdasakan fungsi dan berdasarkan aktivitas membebankan biaya kepada objek biaya seperti produk, pelanggan, pemasok, bahan baku, dan jalur pemasaran. Ketika biaya dibebankan pada objek biaya, biaya per unit dihitung dengan membagi biaya total yang dibebankan dengan jumlah unit dari objek biaya tertentu. Biaya per unit adalah total biaya yang berkaitan dengan unit yang diproduksi dibagi dengan jumlah unit yang diproduksi. Biaya per unit penting untuk penilaian persediaan, penentuan laba dan penyediaan input untuk berbagai keputusan, seperti menetapkan harga, membuat atau membeli, dan menerima atau menolak pesanan khusus. Karena pentingnya biaya per unit, keakuratannya menjadi masalah yang sangat penting. Beberapa cara berbeda digunakan untuk mengukur dan membebankan biaya. Dua kemungkinan sistem pengukuran tersebut adalah perhitungan biaya aktual (harga pokok aktual / sesungguhnya) dan perhitungan biaya normal (harga pokok normal). Pada perhitungan biaya normal, BOP dibebankan pada produk dengan menggunakan tarif perkiraan. B. PERHITUNGAN BIAYA PRODUK BERDASARKAN FUNGSI Perhitungan biaya berdasarkan fungsi membebankan biaya dari bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung ke produk dengan menggunakan penelusuran langsung (overhead dibebankan dengan menggunakan proses 2 tahap). Tahap pertama. Biaya overhead dikumpulkan dalam kelompok pada tingkat pabrik atau departemen. Tahap kedua, biaya kelompok overhead dibebankan pada produk dengan menggunakan penggerak aktivitas tingkat unit. Penggerak aktivitas tingkat unit adalah faktor yang menyebabkan perubahan dalam biaya seiring dengan perubahan jumlah unit yang diproduksi. Contoh dari penggerak tingkat unit antara lain unit yang diproduksi, jam tenaga kerja langsung, biaya tenaga kerja langsung, jam mesin, biaya bahan baku langsung.

C. KETERBATASAN SISTEM AKUNTANSI BIAYA BERDASARKAN FUNGSI Tarif keseluruhan pabrik dan tarif departemen telah digunakan selama beberapa dekade dan dilanjutkan terus oleh banyak organisasi. Akan tetapi dalam beberapa situasi, tarif-tarif tersebut tidak berfungsi dengan baik dan dapat menimbulkan distorsi biaya (ketidakakuratan pembebanan biaya) produk. Hal ini dapat menjadi masalah serius jika biaya overhead nonunit memiliki proporsi yang signifikan dari jumlah biaya overhead sehingga dapat merugikan perusahaan.

D. PERHITUNGAN BIAYA PRODUK BERDASARKAN AKTIVITAS Sistem perhitungan biaya berdasarkan aktivitas (activity based costing-ABC) merupakan proses dua tahap yaitu dengan cara menelusuri biaya pada aktivitas, kemudian pada produk. Asumsi yang mendasari adalah aktivitas menggunakan sumber daya dan produk yang pada gilirannya menggunakan aktivitas. Sistem ABC menekankan penelusuran langsung dan penelusuran penggerak (menekankan hubungan sebab-akibat), sedangkan sisem biaya tradisional cenderung intensif lokasi (sangat mengabaikan hubungan sebab-akibat). Aktivitas diidentifikasikan dan difenisikan melalui penggunaan wawancara dan survei. Informasi ini memungkinkan pembuatan kamus aktivitas. Kamus aktivitas mendaftar aktivitas-aktivitas dalam sebuah organisasi bersamaan dengan atribut aktivitas yang penting. Atribut aktivitas adalah informasi keuangan dan non keuangan yang menggambarkan aktivitas individual. E. PENGELOMPOKAN AKTIVITAS YANG HOMOGEN Sesuai dengan tujuan perhitungan biaya produk, aktivitas dapat diklasifikan dalam 4 kategori umum, yaitu tingkat unit, tingkat batch, tingkat produk dan tingkat fasilitas. Dalam tingkat unit, batch dan produk, mengandung aktivitas produk dimana permintaan atas aktivitas dapat diukur oleh setiap produk. Aktivitas dalam tiga tingkat ini dapat dibagi lebih lanjut berdasarkan rasio konsumsi. Aktivitas dengan rasio konsumsi yang sama dapat menggunakan penggerak aktivitas yang sama untuk membebankan biaya, sehingga semua aktivitas dalam 3 tingkat tersebut dikelompokkan secara bersama sama. Pengelompokkan akhir ini menciptakan suatu kumpulan aktivitas homogen, yaitu kumpulan aktivitas yang berada pada tingkat yang sama dan menggunakan penggerak aktivitas yang sama. PERHITUNGAN BIAYA PELANGGAN DAN PEMASOK AKTIVITAS Sistem ABC juga dapat digunakan untuk menentukan keakuratan biaya pelanggan dan pemasok. Pengetahuan akan biaya pelanggan dan pemasok dapat menjadi informasi vital untuk memperbaiki tingkat profitabilitas suatu perusahaan. Keakuratan biaya pelanggan memungkinkan para manajer untuk membuat keputusan penentuan harga, keputusan bauran pelanggan dan keputusan yang berhubungan dengan pelanggan secara lebih baik sehingga dapat memperbaiki profitabilitas. Para pelanggan dapat memakai aktivitas penggerak pelanggan dalam proporsi yang berbeda. Sumber-sumber dari keanekaragaman pelanggan meliputi beberapa hal seperti frekuensi pesanan, frekuensi pengiriman, jarak geografis, dukungan penjualan dan promosi. Pembebanan biaya dari cutomer service pada pelanggan, dilakukan dengan cara yang sama untuk biaya produksi yang dibebankan pada produk. Biaya sumber daya yang dipakai dibebankan ke aktivitas, dan biaya aktivitas di bebankan ke tiap pelanggan.

F.

Sedangkan pemasok dapat mempengaruhi banyak aktivitas internal suatu perusahaan dan secara signifikan meningkatkan biaya pembelian. Perhitungan biaya berdasarkan aktivitas adalah kunci penelusuran biaya yang berhubungan dengan pembelian , kualitas, keandalan, dan kinerja pengiriman hingga ke para pemasok. Aktivitas penggerak pemasok seperti pembelian, penerimaan , pemerikasaan komponen, pengerjaan ulang, dll dicatat dalam kamus aktifitas. Biaya sumber daya yang dipakai dibebankan pada aktivitas ini, dan biaya aktivitas dibebankan pada pemasok individual.

Sumber : Hansen, Don R dan & Maryanne M. Mowen. 2009. Akuntansi Manajerial, (Penerjemah) Deny Arnos Kwary, Buku 1 Edisi 8. Jakarta : Salemba Empat.

Ringkasan BAB 5 Manajemen Berdasarkan Aktivitas Mengimplementasikan ABM Manajemen berdasarkan aktivitas (ABM) adalah sistem yang lebih komprehensif daripada sistem ABC. Tujuan pertama adalah domain dari ABC, membutuhkan tujuan kedua merupakan bagian dari analisis nilai proses. Tujuan kedua membutuhkan data yang lebih terperinci dari tujuan ABC dalam memperbaiki keakuratan pembebanan biaya. Perencanaan Sistem Perencanaan sistem memberikan justifikasi untuk implementasi ABM dan menjawab berbagai masalah berikut ini. 1. Sasaran dan tujuan sistem ABM. 2. Posisi persaingan perusahaan saat ini dan yang diinginkan. 3. Proses bisnis dan bauran produk perusahaan. 4. Jadwal, tanggung jawab yang dibebankan, dan sumber daya yang dibutuhkan untuk implementasi. 5. Kemampuan perusahaan untuk mengimplementasikan, mempelajari, dan menggunakan informasi baru. Identifikasi, Definisi, dan Klasifikasi Aktivitas Penyebab kegagalan implementasi ABM Sebelum melakukan proyek implementasi, tetapi juga harus dipertahankan. Hilangnya dukungan bisa terjadi jika implementasi

membutuhkan waktu yang terlalu lama atau hasil yang diharapkan tidak tampak nyata. ABM dan Akuntansi Pertanggungjawaban Akuntansi pertanggungjawaban adalah alat fundamental untuk pengendalian manajemen dan ditentukan melalui empat elemen penting, yaitu pemberian tanggung jawab, pembuatan ukuran kinerja atau benchmarking, pengevaluasian kinerja, dan pemberian penghargaan. Tiga jenis sistem akuntansi pertanggungjawaban yang telah berubah sepanjang waktu adalah berdasarkan keuangan (fungsional), aktivitas, dan strategi. Pertanggungjawaban Berdasarkan Keuangan Pertanggungjawaban-Berdasarkan Pertanggungjawaban Keuangan Pertanggungjawaban Aktivitas 1. Unit perusahaan 2. Efisiensi operasional local 3. Akuntabilitas individu 4. Hasil keuangan 1. Proses 2. Efisiensi keseluruhan system 3. Akuntabilitas tim 4. Hasil keuangan Tampilan 5-4 Perbandingan Pemberian Tanggung Jawab Tiga metode yang memungkinkan perubahan cara berbagai hal dilakukan, yaitu perbaikan proses, inovasi proses, dan penciptaan proses. Evaluasi Kinerja Ukuran Berdasarkan Keuangan Ukuran Berdasarkan Aktivitas 1. Anggaran unit perusahaan 2. Perhitungan biaya standar 3. Standar statis 4. Standar yang saat ini dapat dicapai Dibandingkan dengan Aktivitas Berdasarkan Berdasarkan

1. Standar berorientasi pada proses 2. Standar 3. Standar 4. Standar Tampilan 5-5 Perbandingan Ukuran Kinerja bernilai-tambah dinamis optimal

Evaluasi Kinerja Berdasarkan Keuangan Evaluasi Kinerja Berdasarkan Aktivitas 1. Efisiensi keuangan 2. Biaya yang dapat dikendalikan 3. Biaya aktual versus standar 4. Ukuran keuangan 1. Pengurangan waktu 2. Perbaikan kualitas 3. Pengurangan biaya 4. Pengukuran tren Tampilan 5-6 Perbandingan Evaluasi Kinerja Penghargaan Berdasarkan Keuangan Penghargaan Berdasarkan Aktivitas 1. Berdasarkan kinerja keuangan 2. Penghargaan individual 3. Kenaikan gaji 4. Promosi 5. Bonus dan pembagian laba 1. Berdasarkan kinerja multidimensi 2. Penghargaan kelompok 3. Kenaikan gaji 4. Promosi 5. Bonus, pembagian laba, dan keuntungan. Tampilan 5-7 Perbandingan Penghargaan Analisis Nilai Proses Adalah hal yang fundamental bagi akuntansi pertanggungjawaban berdasarkan aktivitas; analisis ini berfokus pada akuntabilitas berbagai aktivitas sebagai ganti pada biaya; dan analisis ini menekankan pada maksimalisasi kinerja keseluruhan sistem sebagai ganti kinerja individual. Analisis Penggerak: Pencarian Akar Pemicu Input aktivitas adalah berbagai sumber daya yang dikonsumsi suatu aktivitas dalam rangka menghasilkan output-nya. Output aktivitas adalah hasil atau produk dari suatu aktivitas. Analisis Aktivitas: Mengidentifikasi dan Menilai Isi Nilai 1. Aktivitas apa saja yang dilakukan

2. Berapa banyak orang yang melakukan aktivitas tersebut 3. Waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas 4. Penilaian atas nilai aktivitas bagi perusahaan, menambah nilai. Contoh Aktivitas Tak-Bernilai-Tambah 1. Penjadwalan. Suatu aktivitas yang menggunakan waktu dan sumber daya untuk menentukan kapan berbagai produk yang berbeda memiliki akses ke proses (atau kapan dan seberapa banyak penyetelan harus dilakukan) serta seberapa banyak yang akan diproduksi. 2. Perpindahan. Suatu aktivitas yang menggunakan waktu dan sumber daya untuk memindahkan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi dari satu departemen ke departemen lainnya. 3. Waktu Tunggu. Suatu aktivitas di mana bahan baku atau barang dalam proses menggunakan waktu dan sumber daya untuk menunggu proses berikutnya. 4. Pemeriksaan. Suatu aktivitas di mana waktu dan sumber daya digunakan untuk memastikan bahwa produk memenuhi spesifikasinya. 5. Penyimpanan. Suatu aktivitas yang menggunakan waktu dan sumber daya di mana barang atau bahan baku terkait tetap berada dalam persediaan. Pengukuran Kinerja Aktivitas Ukuran kinerja aktivitas berpusat pada tiga dimensi utama: efisiensi, kualitas, dan waktu. Efisiensi berfokus pada hubungan berbagai input aktivitas dengan output aktivitas. Ukuran Kinerja Aktivitas Ukuran keuangan untuk efisiensi aktivitas meliputi (1) laporan biaya bernilai-tambah dan tak-bernilai-tambah, (2) tren dalam laporan biaya aktivitas, (3) penetapan standar Kaizen, (4) benchmarking, dan (5) perhitungan biaya siklus hidup. Pelaporan Biaya Bernilai dan Tak-Bernilai-Tambah Mengurangi biaya tak-bernilai-tambah adalah salah satu cara meningkatkan efisiensi aktivitas. Benchmarking Pendekatan lain untuk penetapan standar yang digunakan untuk mengidentifikasi berbagai peluang perbaikan aktivitas. Manajemen Kapasitas Aktivitas

Kapasitas aktivitas adalah jumlah frekuensi suatu aktivitasi dapat dilakukan. Penggerak aktivitas mengukur kapasitas aktivitas.

Anda mungkin juga menyukai