Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN KEGIATAN PEMERIKSAAN SANITASI KAPAL DI WILAYAH KERJA PELABUHAN SUNGAI DUKU PEKANBARU BULAN MEI 2013 I.

PENDAHULUAN Pemeriksaan sanitasi kapal di Wilayah Kerja Pelabuhan Sungai Duku dilaksanakan bekerja sama dengan Dokter Muda Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK UR) bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Angkatan IV Periode 22 April s.d. 19 Mei 2013. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2013 pada kapal Kota Bagan. Kapal ini merupakan kapal yang datang dari Selat Sunda. II. PELAKSANAAN DAN HASIL KEGIATAN

Ada delapan pemeriksaan, yaitu dek, kamar ABK/penumpang, kamar mandi, kakus, dapur, kamar pendingin/kulkas, gudang, dan penjamah makanan yang dilakukan terhadap kapal Kota Bagan di Wilayah kerja Pelabuhan Sungai Duku dengan kriteria-kriteria tertentu. Berikut ini adalah hasil pemeriksaan: Keadaan sanitasi kapal Kota Bagan: 1. Dek dalam keadaan bersih dan barang-barang tersusun rapi 2. Kamar ABK atau penumpang dalam keadaan bersih, ventilasi dan penerangan cukup, dan tidak ditemukan adanya binatang. 3. Kamar mandi dalam keadaan kurang bersih karena ditemukan adanya kecoak, tidak berbau sengit, tidak dijadikan sebagai tempat penyimpanan barang-barang yang tidak perlu, dan kran dapat berfungsi dengan baik dan air berwarna kuning karena diambil dari Sungai Siak, SPAL dalam keadaan baik. 4. Kakus dalam keadaan bersih, tidak berbau, tidak dijadikan sebagai tempat penyimpanan barang-barang yang tidak perlu, dan kran dapat berfungsi dengan baik dan air berwarna kuning karena diambil dari Sungai Siak. 5. Dapur dalam keadaan bersih, alat-alat masak dalam keadaan bersih, tempat sampah dalam keadaan terbuka dan makanan masak dalam keadaan tertutup. 6. Kamar pendingin atau kulkas dalam keadaan bersih, tidak berbau, tidak ada makanan busuk, namun tidak tersedia termometer sehingga suhu tidak diketahui. 7. Gudang dalam keadaan bersih, barang-barang disimpan pada rak namun kurang ditata dengan rapi dan baik 8. Penjamah makanan dalam keadaan sehat, namun tidak berpakaian bersih.
1

Pada kegiatan pemeriksaan ini, sudah terdapat kerjasama yang baik dengan petugas KKP Wilayah Kerja Pelabuhan Sungai Duku serta pihak kapal Kota Bagan. ABK sudah terlebih dahulu menaiki kapal sebelum kegiatan pemeriksaan sanitasi kapal dilakukan. Padahal dalam pelaksanaan seharusnya ABK belum diizinkan memasuki kapal. III. KESIMPULAN

Dalam pelaksanaan kegiatan pemeriksaan sanitasi kapal Kota Bagan di peroleh penilaian snitasi kapal dalam kategori SEDANG dengan 7 buah kriteria X pada pemeriksaan kamar mandi yang kurang bersih karena ditemukannya binatang, pada dapur ditemukan tempat sampah yang terbuka, dan tidak mencuci peralatan dengan air panas, kamar pendingin tidak tersedianya termometer, pada gudang barang-barang tidak disimpan dengan rapi, penjamah makanan pakaian dan badan tidak bersih. IV. SARAN

Adapun saran yang dapat diberikan kepada kepala KKP Sungai Duku dalam peningkatan kegiatan ini di masa yang akan datang adalah: 1. KKP Wilayah Kerja Pelabuhan Sungai Duku a. Sebaiknya dilakukan pemeriksaan sanitasi kapal pada setiap kapal yang masuk ke KKP Sungai Duku sehingga jika diperlukan tindakan karantina dapat dilakukan sebagaimana mestinya b. Sebaiknya ABK belum dizinkan memasuki kapal, jika kapal belum selesai diperiksa. 2. Pihak Kapal Kota Bagan a. Sebaiknya kamar mandi dijaga kebersihannya, agar tidak menjadi sumber perkembangbiakan vektor yang dapat menyebabkan sumber penyakit. b. Sebaiknya sampah dalam keadaan tertutup, dan dilakukan pemisahan antara sampah organik dan sampak anorganik. Peralatan sebaiknya dicuci dengan air panas. c. Sebaik di kamar pendingin atau kulkas disediakan termometer untuk mengatur suhu optimal agar bahan makanan tidak gampang membusuk. d. Sebaiknya penjamah makanan menjaga kebersihan badan dan pakaian.

Demikian laporan ini dibuat sebagimana mestinya untuk dapat di pertimbangkan.

Pekanbaru, 8 Mei 2013 Pelaksana kegiatan

Dokter Muda IKM-IKK Angkatan IV KBK Fakultas Kedoteran UR

LAPORAN KEGIATAN PEMERIKSAAN RESTORAN/RUMAH MAKAN DI WILAYAH KERJA BANDARA SULTAN SYARIF KASIM II PEKANBARU BULAN MEI 2013
3

I.

PENDAHULUAN Pemeriksaan restoran/rumah makan di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru

dilaksanakan bekerja sama dengan Dokter Muda Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK UR) bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Angkatan IV Periode 22 April s.d. 19 Mei 2013. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2013 di Wilayah Kerja Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. II. PELAKSANAAN DAN HASIL KEGIATAN Kegiatan pemeriksaan restoran/rumah makn di wilayah kerja Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dilakukan pada rumah makan Serambi yang terletak di bagian terminal keberangkatan Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada Siang hari tanggal 10 Mei 2013 jam 10.00-12.00 WIB b. Langkah Sebelum Survei Kegiatan pemeriksaan dilaksanakan dengan mempersiapkan formulir pemeriksaan restoran/rumah makan dan mengidentifikasikan lokasi yang akan dilakukan pemeriksaan. c. Hal-hal Yang Ditemui Saat Observasi Ada lima bagian pemeriksaan yang dilakukan terhadap rumah makan, yaitu bangunan dan kebersihan lingkungan, karyawan (penjamah makanan), keadaan makanan mentah, dan penyimpanan, dapur tempat pengelolaan dan cara pengelolaan. Berikut ini adalah hasil pemeriksaan: 1.Bangunan rumah makan secara umum terlihat baik, memiliki konstruksi yang kuat bebas tikus dan lipas. Lantai terbuat dari tahan air, tidak tersedia fasiltas kamar mandi, ada saluran pembuangan saluran air kotor, ada ventilasi dan pencahayaan cukup, ada tempat sampah dan halaman bersih 2.Kondisi karyawan dalam kategori baik, pakaian bersih dan rapi, hygiene perorangan baik tidak berpenyakit kulit, luka atau karies sesuatu penyakit, dan memiliki sertifikat kesehatan 3.Keadaan makanan mentah cukup baik disimpan dalam lemari pendingin dan rak, namun tidak disusun dengan rapi. 4.Dapur dalam keadaan cukup bersih, bebas tikus tetapi masih ada terdapat lalat, tempat sampah yang tertutup, tersedia air yang bersih dan tersedia fasilitas pencucian yang baik
4

a. Waktu dan Tempat Kegiatan

5.Cara pengolaan makanan sudah cukup baik, makanan yang sudah masak disimpan ditempat yang bersih, bebas lalat dan debu. Pada kegiatan pemeriksaan ini, sudah terdapat kerjasama yang baik dengan petugas KKP Wilayah Kerja BSS II dengan pihak rumah makan serambi . III. KESIMPULAN

Dalam pelaksanaan kegiatan pemeriksaan restoran atau rumah makan/serambi diperoleh penilaian 39.3, artinya kondisi rumah makan dalam kategori BAIK, namun terdapat hal-hal yang perlu diperhatikan lebih lanjut. IV. SARAN a. Sebaiknya keadaan bahan mentah yang disimpan diruangan pendingin /lemari es dimasukkan ke dalam box terlebih dahulu dan disusun rapi, sehingga memudahkan pengambilan barang dan pembersihan. b. Sebaiknya pada saat pengelolaan hindari sentuhan langsung dengan tangan. Demikian laporan ini dibuat sebagimana mestinya untuk dapat di pertimbangkan. Pekanbaru, 10 Mei 2013 Pelaksana kegiatan

Adapun saran yang dapat diberikan kepada pihak rumah makan/ serambi adalah:

Dokter Muda IKM-IKK Angkatan IV KBK Fakultas Kedoteran UR

LAPORAN PEMERIKSAAN SANITASI TEMPAT-TEMPAT UMUM DI WILAYAH KERJA BANDARA SULTAN SYARIF KASIM II PEKANBARU BULAN MEI 2013 I. PENDAHULUAN
5

Pemeriksaan sanitasi tempat-tempat umum (STTU) di Wilayah Kerja Bandara Sultan Syarif Kasim II dilaksananakan bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK UR) bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Periode 22 April sampai 11 Mei 2013. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2013 di sanitasi tempat-tempat umum (STTU) di Bandara Sultan Syarif Kasim II (BSSK II). II. PELAKSANAAN KEGIATAN Waktu dan Tempat Kegiatan Kegiatan pemeriksaan STTU di wilayah kerja Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru dilakukan pada beberapa tempat seperti bagian depan terminal (di luar ruangan check in), di ruang check in, di ruangan kedatangan, dan ruang tunggu keberangkatan luar negeri maupun dalam negeri, pada pagi hari tanggal 10 Mei 2013 jam 09.15 11.30 WIB. Langkah Sebelum Survei Kegiatan pemeriksaan STTU dilaksanakan di Bandara Sultan Syarif Kasim II tanggal 10 Mei 2013 dengan mempersiapkan formulir pemeriksaan sanitasi lingkungan dan mengidentifikasi lokasi-lokasi yang akan dilakukan pemeriksaan. Hal-Hal Yang Ditemui Saat Observasi Berikut adalah hal-hal yang ditemui saat pemeriksaan STTU di Bandara Sultan Syarif Kasim II tanggal 10 Mei 2013. Di bagian depan terminal (di luar ruangan check in) tidak memiliki WC, saluran pembuangan air limbah dan memiliki restoran yang cukup bersih. Tempat pembuangan sampah yang tersedia tidak memiliki alas plastik, dan tidak ada pemisahan antara sampah organik dan anorganik. Keadaan lantai dalam keadaan berdebu dan kurang bersih terutama di bagian ruangan restoran, pencahayaan dan kelembapan sudah cukup baik. Di ruang check in sudah bersih memiliki WC, saluran pembuangan air limbah dan restoran. Tetapi tempat pembuangan sampah yang tersedia tidak memiliki alas plastik, dan tidak ada pemisahan antara sampah organik dan anorganik. Keadaan lantai ruangan dalam keadaan bersih, pencahayaan dan kelembapan sudah cukup baik. Di ruangan kedatangan luar negeri dan dalam negeri memiliki restoran, WC serta saluran pembuangan air limbah yang cukup berfungsi dengan baik. Tetapi tempat pembuangan sampah yang tersedia tidak memiliki alas plastik, dan tidak ada pemisahan antara sampah organik dan anorganik. Keadaan lantai ruangan kedatangan bersih, pencahayaan dan kelembapan sudah cukup baik.
6

Di ruangan tunggu keberangkatan luar negeri dan dalam negeri ditemukan WC dan saluran pembuangan air limbah yang berfungsi dengan baik dan lampu penerangan yang berfungsi dengan baik. Akan tetapi tempat pembuangan sampah yang tersedia tidak memiliki alas plastik, tidak ada pemisahan antara sampah organik dan anorganik. Keadaan lantai dan restoran juga dalam keadaan yang bersih dan terawat.

HASIL KEGIATAN Hasil pengamatan dicantumkan dalam Formulir Pemeriksaan STTU dengan hasil yang

didapat adalah:

No .

WC

SPAL

Tempat Sampah

Lantai

Restor Pencaha an yaan (lux)

Kelembap an (lux)

k t r g n

1.

Diluar ruangan check in (bagian depan terminal) Ruang check in Ruang kedatangan a. Luar negeri 8 8 8 8 8 8 8 8 7 7 7 7 8 8 8 8 8 8 8 8 8 7 8 7 Pencahay aan max 100 lux
7

2. 3.

8 8 8 8

4.

b. Dalam negeri Ruang kedatangan a. Luar negeri b. Dalam negeri Penilaian 8:baik 7:sedang 6 :cukup 5 :kurang

Tempat sampah yang tersedia sebagian besar tidak memiliki alas plastik sehingga tempat sampah terlihat kotor dan sistem pengangkutan sampah akan menjadi sulit. Selain itu tidak ada pemisahan antara sampah organik dan anorganik. KESIMPULAN Dalam pelaksanaan kegiatan Pemeriksaan STTU di Wilayah Kerja di Bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru, diperoleh fasilitas-fasilitas yang berfungsi dengan baik dan terawat. Tempat sampah yang tersedia sebaiknya memiliki alas plastik agar mudah dalam pengangkutan dan tetap terawat. 1. SARAN Tempat-tempat pembuangan sampah yang tersedia hendaknya diberi alas plastik agar tempat sampah tersebut mudah dilakukan pengangkutan dan tetap dalam keadaan bersih serta tidak menjadi sumber penyakit. 2. Di bagian depan terminal (di luar ruangan check in) di ruangan restoran perlu ditingkatkan kebersihan terutama di lantainya. Pekanbaru, 10 Mei 2013 Pelaksana Kegiatan

Dokter Muda IKM-IKK Fakultas Kedokteran UR LAPORAN PEMERIKSAAN UJI KUALITAS AIR DI KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS II PEKANBARU DI WILAYAH KERJA PELABUHAN KAMPUNG DALAM PEKANBARU BULAN MEI 2013 I. 1.1 Pendahuluan Latar belakang
8

Berdasarkan

Peraturan

Menteri

Kesehatan

Republik

Indonesia

Nomor

416/MENKES/PER/IX/1990 dijelaskan bahwa air adalah air minum, air bersih, air kolam renang dan air pemandian umum. Selanjutnya air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Sedangkan air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. Air merupakan kebutuhan manusia yang sangat penting. Yang dimaksud dengan pengadaan air bersih adalah meliputi penyediaan sumber-sumbernya, pengolahan air menurut prinsip sanitasi, penyaluran kepada konsumen, maupun pengawasan kualitas airnya. Masalah pengawasan kualitas air dapat dimonitor melalui prosedur pemeriksaan secara berkala baik dari segi fisik, kimia maupun mikrobiologis. Pada dasarnya air dikatakan bersih, apabila telah memenuhi tiga persyaratan, yaitu syarat-syarat fisik, syarat-syarat bakteri dan syarat-syarat kimia. 1.2 II. Tujuan Mengetahui cara pemeriksaan kualitas air Mengetahu hasil pemeriksaan kualitas air dan interpretasinya Laporan kegiatan lapangan : UJI KUALITAS AIR KAPAL KM KOTA BAGAN DI

Nama Kegiatan Waktu Tempat Pembimbing Peseta Kehadiran Rincian kegiatan

PELABUHAN KAMPUNG DALAM PEKANBARU : Rabu, 8 Mei 2013 Pukul 13.30-15.30 WIB : Pelabuhan Kampung Dalam : Erma Yusfita : Dokter Muda Bagian IKM-IKK Fakultas Kedokteran Universitas Riau : Hadir 7 orang, tidak hadir : -

Pukul 11.00-12.00 WIB

: Pengambilan sampel air pertama dari dapur kapal KM Kota Bagan yang berada di Pelabuhan Sungai Duku dan sampel air kedua dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II di Kampung Dalam Pekanbaru
9

Pukul 13.00-14.00 WIB

: Pemeriksaan kualitas air.

Lokasi pengambilan sampel air dari 2 sumber air yang berbeda. Pengambilan sampel dilakukan pada hari Rabu tanggal 8 Mei 2013. Pemeriksaan kualitas air dilakukan di KKP Kelas II Pekanbaru di Kampung Dalam. Item yang diperiksa terdiri dari analisis free chlorine, total chlorine, mangan dan amonia. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Riau Kepaniteraan Klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat Periode 12 April-18 Mei 2013 bekerja sama dengan KKP Kelas II Pekanbaru. Langkah-langkah pemeriksaan Analisa Free chlorine/Total chlorine 1. Analisa free chlorine dan total chlorine menggunakan nomor program yang sama, yaitu program nomor 9. Perbedaannya adalah pada jenis reagennya saja 2. Siapkan portable colorimeter model DR/890 dan dua sample cell 3. Siapkan reagent Free Chlorine Reagent (Hact Cat No. 21055-69) 4. Hidupkan DR/890 dengan menekan tombol POWER 5. Buka program dengan menekan tombol PRGM/7, kemudian tekan tombol angka9, kemudian tekan ENTER 6. Isi sample cell yang pertama dengan 10 mL sample (sebagai blanko) 7. Masukkan sample cell ini ke dalam cell holder DR/890 kemudian tutup dengan penutupnya. Tekan ZERO 8. Isi sample cell yang kedua dengan 10 mL sample. Tambahkan 1 sachet reagent Free Chlorine Reagent Powder (sample ini selanjutnya disebut prepared sample). Putar sample cell agar reagentnya bercampur sempurna 9. Tekan tombol TIMER kemudian ENTER. Display akan menghitung mundur selama 3 menit. 10. Setelah itu masukkkan prepared sample ke dalam cell holder, pasang penutup cell holder dan tekan READ 11. Baca dan catat konsentrasi Free Chlorine dalam sample sesuai dengan nilai yang muncul pada display. Analisa selesai. 12. Bersihkan dan cuci sample cell dengan air keran dan bilas dengan akuades. Persyaratan kualitas air minum
10

Berdasarkan

Peraturan

Menteri

Kesehatan

Republik

Indonesia

Nomor

492/Menkes/PER/IV/2010:

Hasil kegiatan Tabel hasil pemeriksaan fisik dan kimia dari sampel air Pemeriksaan fisik Free
11

Total

Mangan

Amonia

chlorine Sampel 1 Jernih, tidak berbau, tidak berasa, tidak Sampel 2 berwarna Jernih, tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna 0,01 (mg/L) 0,04

chlorine (mg/L) 0,04 0,00 0,00

0,01

0,00

0,00

Interpretasi hasil Dari hasil pemeriksaan fisik air pada dua sampel yang berbeda didapatkan bahwa air jernih, tidak berbau, tidak berasa dan tidak berwarna, sementara dari hasil pemeriksaan kimia didapatkan bahwa kadar nitrat, free chlorine dan total chlorine pada masing-masing sampel yang berbeda dalam batas normal. Kadar mangan dan amonia pada sampel 1 dan 2 dalam batas normal. III. Kesimpulan dan saran Dari hasil kunjungan ini, diperoleh kesimpulan yaitu kadar nitrat, free chlorine, total chlorine dan mangan sampel air di air dari dapur kapal KM Kota Bagan yang berada di Pelabuhan Kampung Dalam Pekanbaru yang diperiksa dalam batas normal. Jadi air di tempat pengambilan sampel tersebut belum tentu dapat dijadikan air minum karena masih banyak persyaratan mikrobiologi, fisika kimia dan radioaktif yang harus memenuhi syarat batas yang telah ditentukan Peraturan Menteri Kesehatan No. 416 tahun 1990 tentang persyaratan kualitas air minum. Untuk menjadikannya sebagai air minum maka sebaiknya dilakukan pengolahan air sehingga bisa dijadikan air minum. Pekanbaru, 12 Mei 2013 Pelaksana Kegiatan

Dokter Muda IKM-IKK Periode 12 April-18 Mei 2013 Fakultas Kedokteran UR

12

LAPORAN KEGIATAN PEMERIKSAAN KEPADATAN LALAT DI KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS II PEKANBARU DI WILAYAH KERJA PELABUHAN KAMPUNG DALAM PEKANBARU BULAN MEI 2013

I.

PENDAHULUAN Pemeriksaan kepadatan lalat bekerjasama dengan Dokter Muda Fakultas Kedokteran

Universitas Riau (FK UR) bagian Imu Kesehatan Msyarakat periode 22 April 2013 - 19 mei 2013. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2013 pada TPS Kampung Dalam. Lalat merupakan salah satu insekta (serangga) yang termasuk ordo Dipthera, yaitu insekta yang mempunyai sepasang sayap berbentuk membran. Lalat mempunyai sifat kosmopolitan, artinya kehidupan lalat dijumpai merata hampir diseluruh permukaan bumi. Diperkirakan diseluruh dunia terdapat lebih kurang 85.000 jenis lalat, tetapi semua jenis lalat terdapat di Indonesia. Jenis lalat yang paling banyak merugikan manusia adalah jenis lalat rumah (Musca domestica), lalat hijau (Lucilia sertica), lalat biru (Calliphora vomituria) dan lalat latrine (Fannia canicularis). Lalat juga merupakan spesies yang berperan dalam masalah kesehatan masyarakat yaitu sebagai vektor penularan penyakit saluran pencernaan. Penularan penyakit terjadi secara mekanis, dimana bulubulu badannya, kaki-kaki serta bagian tubuh yang lain dari lalat merupakan tempat menempelnya mikroorganisme penyakit yang dapat berasal dari sampah, kotoran manusia, dan binatang. Bila lalat tersebut hinggap ke makanan manusia, maka kotoran tersebut akan mencemari makanan yang akan oleh manusia sehingga akhirnya akan timbul gejala sakit pada manusia yaitu sakit pada bagian perut serta lemas. Penyakit-penyakit yang ditularkan oleh lalat antara lain disentri, kolera, thypus perut, diare dan lainnya yang berkaitan dengan kondisi sanitasi lingkungan yang buruk (Depkes, 2001). Interprestasi hasil pengukuran indeks populasi lalat pada setiap lokasi atau fly grill adalah sebagai berikut : a. b. d. II. 02 : Rendah 3 5 : Sedang > 21 : Sangat tinggi/sangat padat

c. 6 20 : Tinggi/padat

PELAKSANAAN
13

Survey kepadatan lalat dilakukan dengan memasang flygrill. Alat dan Bahan yang digunakan untuk melakukan pengukuran kepadatan lalat yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Block Grill Sarung tangan Masker Counter Alat Tulis Stopwatch

Langkah Kerja 1. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. 2. Melakukan pemeriksaan fisik lingkungan, yakni: temperatur, kelembaban, jenis sampah. 3. Merangkai block grill yang akan digunakan. 4. Menyiapkan stopwatch. 5. Meletakkan block grill di titik tengah (T1) TPS, kemudian menghitung lalat yang hinggap setiap 30 detik . Setiap pergantian waktu 30 detik tersebut, diuasahanan agar lalat hinggap sebelumnya pergi. 6. Kemudian memindahkan ke titik yang ke 2 (T2) dan melakukan hal yang sama seperti titik tengah yaitu menghitung lalat yang hinggap di block grill setiap 30 detik dan begitu juga dengan Titik yang ke 3 (T3), Titik ke 4 (T4), Titik ke 5 (T5) sampai Titik ke10 (T10) 7. Kemudian mencatat setiap hasil dari perhitungan lalat di setiap titiknya. III. HASIL KEGIATAN

1. Lingkungan Fisik: Temperatur: 35,8C Kelembaban : 59% Jenis sampah : organik dan anorganik

2. Hasil Pengamatan di 10 titik


14

Periode Waktu 30 Detik

Titik ke-1 5

Titik ke-2 8

Titik ke-3 3

Jumlah Lalat (Ekor) Titik Titik Titik Titik ke-4 1 ke-5 2 ke-6 0 ke-7 2

Titik ke-8 1

Titik ke-9 1

Titik ke10 0

Total

23

3. Hasil Pengamatan Titik Jumlah Lalat 4. Rata-rata kepadatan lalat (X) = Total (N) / 5 = 20 / 5 =4 IV. KESIMPULAN Dalam pelaksanaan kegiatan pemeriksaan pengukuran kepadatan lalat diperoleh penilaian pengukuran kepadatan lalat dala kategori sedang dengan hasil pengukuran indeks populasi lalat 4. T-1 5 T-2 8 T-3 3 T-4 2 T-5 2 Total (N) 20

V.

SARAN Adapun saran yang dapat diberikan kepada kepala KKP Kampung Dalam dalam

peningkatan kegiatan ini adalah:


15

1. Sebaiknya dilakukan pengamanan terhadap tempat-tempat berkembang biakan lalat (tumpukan sampah, kotoran hewan, dan lain-lain) 2. Melakukan penyuluhan terhadap warga sekitar KKP tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Demikian laporan ini dibuat sebagaimana mestinya untuk dapat dipertimbangkan.

Pekanbaru, 8 Mei 2013 Pelaksana Kegiatan

Dokter Muda IKM-IKK Angkatan IX KBK Fakultas Kedokteran UR

16