Anda di halaman 1dari 21

1

SUSPENSI

A. PEGAS SUSPENSI Suspensi adalah kumpulan komponen tertentu yang berfungsi meredam kejutan, getaran yang terjadi pada kendaraan akibat permukaan jalan yang tidak rata yang dapat meningkatkan kenyamanan berkendara dan pengendalian kendaraan. Sistem suspensi kendaraan terletak di antara bodi (kerangka) dengan roda.

B. FUNGSI SUSPENSI Suspensi menghubungkan body kendaraan dengan roda-roda dan berfungsi sebagai berikut: Selama berjalan, kendaraan secara bersama-sama dengan roda, menyerap getaran, oskilasi dan kejutan dari permukaan jalan, hal ini untuk melindungi penumpang dan barang agar aman, serta menambah kenyamanan dan stabilitas. Memindahkan gaya pengereman dan gaya gerak ke body melalui gesekan antara jalan dengan roda-roda. Menopang body pada axle dan memelihara letak geometris antara body dan roda-roda.

C. KOMPONEN UTAMA Dalam sistem suspensi terdapat komponen-komponen utama agar sistem dapat bekerja dengan baik. Komponen-komponen tersebut adalah: 1. Pegas Dengan sifat pegas yang elastis, pegas berfungsi untuk menerima getaran atau goncangan roda akibat dari kondisi jalan yang dilalui dengan tujuan agar getaran atau goncangan dari roda tidak menyalur ke bodi atau rangka kendaraan. Beberapa tipe pegas yang digunakan pada sistem suspensi :

Pegas ulir (coil spring), dikenal juga dengan nama 'per keong', jenis yang digunakan adalah pegas ulir tekan atau pegas ulir untuk menerima beban tekan.

Pegas daun (leaf spring), umumnya digunakan pada kendaraan berat atau niaga dengan sistem suspensi dependen.

Pegas puntir atau dikenal dengan nama pegas batang torsi (torsion bar spring), umumnya digunakan pada kendaraan dengan beban tidak terlalu berat.

2. Peredam kejut (Shock Absorber) Peredam kejut berfungsi untuk meredam beban kejut atau goncangan atau getaran yang diterima pegas. 3. Lengan suspensi (Suspension Arm) Lengan suspensi atau suspension arm hanya terdapat pada sistem suspensi dependen, terpasang pada bodi atau rangka kendaraan, berfungsi untuk memegang rangka roda kendaraan. Pergerakan yang komplek pada roda agar dapat sinkron dengan pergerakan pergerakan lengan suspensi maka terdapat ball joint pada pengikatan lengan suspensi dengan rangka roda. 4. Ball Joint Ball joint berfungsi menerima beban vertikal maupun lateral dan sebagai sumbu putaran roda pada saat kendaraan membelok. 5. Strut bar Strut bar berfungsi untuk menahan lower arm agar tidak bergerak maju atau mundru pada saat menerima kejutan dari permukaan jalan yang tidak rata atu dorongan akibat terjadinya pengereman. 6. Stabilizer Bar Stabilizer bar berfungsi untuk mengurangi kemiringan kendaraan akibat gaya setrifugal pada saat kendaraan membelok. 7. Lateral Control Rod Lateral Control Rod berfungsi untuk menahan axle pada posisinya terhadap beban dari samping.

8. Bumper Bumper berfungsi sebagai pelindung frame, axle, shock absorbser dan lainlain pada waktu pegas mengerut dan mengembang di luar batas maksimum

D. JENIS-JENIS SUSPENSI Menurut konstruksinya suspensi dapat digolongkan menjadi dua tipe, yaitu: 1. Sistem Suspensi Rigid (Dependen) Roda dalam satu poros dihubungkan dengan poros kaku (rigid), poros kaku tersebut dihubungkan ke bodi dengan menggunakan pegas, peredam kejut dan lengan kontrol (control arm). Awalnya semua kendaraan menggunakan sistem ini. Sampai sekarang sebagian besar kendaraan berat seperti truck, masih menggunakan sistem ini, sedangkan kendaraan niaga umumnya menggunakan sistem ini pada roda belakang. Rigid suspension mempunyai 2 model konstruksi yaitu : a) Suspensi model rigid dengan pegas daun Pada umumnya pegas daun dipasangkan secara parallelantara rangka dengan poros belakang, sehingga tenaga yang dihasilkan oleh motor dipindahkan ke roda-roda melalui poros yang berputar dalam rumah. Sedangkan beban kendaraan yang didukung oleh rangka mobil diteruskan ke rumah poros melalui pegas daun

Gambar 1. Suspensi model rigid dengan pegas daun

Kerjanya : Bila roda-roda belakang menerima kejutan dariPermukaan jalan maka diteruskan kerumah poros belakang yang mengakibatkan pegas daun terjadi pemanjangan atau pegas berubah bentuk dari elip mendekati lurus (pemegasan pegas daun) yang konstruksinya dilengkapi dengan ayunan pegas Untuk memperhalus proses pemegasan pegas daun yang berlebihan maka suspensi ini dilengkapi peredan getaran yang dipasangkan antara penopang pegas daun dengan (frame).

b) Suspensi model rigid dengan pegas ulir Poros kaku dengan pegas koil untuk mengadakan pemegasan dan menahan beban tegak lurus, tetapi tidak dapat menahan gaya samping atau tekanan samping. Apabila pegas koil digunakan pada suspensi belakang, harus dilengkapi komponen yang lain seperti : laterar rod dan stabilisator.

Gambar 2. Suspensi model rigid dengan pegas ulir

Kerjanya : Bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan kerumah poros roda belakang yang mengakibatkan pegas koil mengalami pemendekan dan pemanjangan (konstanta pegas) untuk mengurangi ayunan pegas (oksilasi) yang berlebihan pada suspensi ini dilangkapi peredam getaran yang dipasangkan antara rumah poros dengan kerangka (frame) kendaraan.

2. Sistem Suspensi Model Bebas (Independen) Antara roda dalam satu poros tidak terhubung secara langsung, masingmasing roda (roda kiri dan kanan) terhubung ke bodi atau rangka dengan lengan suspensi (suspension arm), pegas dan peredam kejut. Goncangan atau getaran pada salah satu roda tidak memengaruhi roda yang lain. Umumnya kendaraan penumpang menggunakan sistem ini pada semua poros rodanya, sedangkan kendaraan niaga umumnya menggunakan sistem ini pada roda depan sedangkan pada poros roda belakang menggunakan sistem suspensi dependen pada poros roda belakang. Tipe MacPherson strut dan double-wishbone termasuk dalam jenis sistem ini.

Independent Suspension Sebatang poros depan yang dipasang pada bodi dengan menggunakan pegas daun digantikan dengan suspensi independen untuk tiap roda depan pada mobil. Hal tersebut menghasilkan pengemudian yang lebih baik serta meningkatkan kualitas pengendaraan. Pada sistem suspensi independen, tiap roda dihubungkan pada bodi oleh penghubung dan pegasnya sendiri, sehingga gerakan tiap roda tidak berpengaruh terhadap gerakan roda lain. Suspensi independen membantu menjaga level pengendaraan mobil pada jalanan yang bergelombang. Terdapat beberapa jenis independent suspension sebagai berikut.

Gambar 3. Independent Suspension

a) Suspensi wishbone pegas coil Suspensi jenis ini menggunakan pegas koil yang dipasangkan diantara lengan bawah (lower arm) dan lengan atas (upperarm).

Bodi (frame) Peredam getaran Bantalan lengan atas

Lengan atas Sambungan peluru atas Knuckle kemudi

Pegas koil Kerangka (frame)

Penahan benturan

Bantalan lengan bawah


T bar Lengan bawah

Sambungan peluru bawah

Gambar 4. Suspensi wishbone pegas coil

Suspensi ini mempunyai sifat : Desain yang kompak dari pegas hasil, sangat cocok digunakan untuk system suspensi roda depan. Kedua ujung luar lengan atas dan lengan bawah yang dipasangkan pada knuckle kemudi menggunakan sambungan peluru, sehingga

memungkinkan arm dapat bergerak ke atas dank ke bawah mengikuti gerakan roda. Knuckle kemudi dan spindle yang terpasang dibagian ujung lengan atas dan bawah dipasang menggunakan sambungan peluru, sehingga memungkinkan knuckle kemudi dapat diarahkan.

Kerjanya : Bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan maka pegas koil menerima gaya dari lower arm sehingga mengakibatkan pegas

mengalami pemendekan dan pemanjangan sesuai dengan kemampuan pemegasan (konstanta pemegasan).

b) Suspensi wishbone pegas torsi Suspensi wishbone menggunakan pegas batang torsi yang dipasangkan diantara lengan bawah (lower arm ) dan kerangka kendaraan.

Lengan atas Pengikat bodi (frame)

Peredam getaran

stabiliser

Pegas torsi

Spindle roda Lengan bawah

Suspensi jenis ini mempunyai lengan bawah (lower arm) berbentuk lurus, salah satu ujung lengan bawah dipasang knuckle kemudi dengan sambungan peluru sedangkan ujung yang lain dipasangkan pada kerangka kendaraan. Lengan melintang dan kelengkapannya berfungsi meneruskan beban kendaraan keroda dan mengontrol gerakan samping, lengan ini bersama-sama batang penahan (strut bar) berfungsi mencegah perubahan jejak roda-roda depan. Pegas batang torsi (torsion bar) digunakan pada kendaraan yang tidak menggunakan pegas koil ataupun pegas atau pegas daun pada suspensi depan. Pegas batang torsi (torsion bar) pada ujung belakangnya dipasang pada kerangka kendaraan, sedangkan ujung depannya dipasangkan pada

lengan bawah (lower arm) dan kedua tempat pemasangannya dibuat mati. Pegas batang torsi (torsion bar) bekerja secara puntiran karena batang torsi dibuat dari baja yang mempunyai elastisitas tinggi

Kerjanya : Bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan dan diteruskan ke lower arm maupun upper arm melalui knuckle kemudi. Gaya yang diterima lower arm ditahan dengan kemampuan puntiran pegas torsi yang dipasangkan antara lower arm dengan kerangka (frame). Untuk memperhalus proses pemegasan (puntiran) pegas torsi maka peredam getaran dipasangkan untuk memperhalus proses pemegasan yang dipasangkan antara lower arm dengan frame kendaraan.

c) Suspensi Mac pherson Suspensi ini pegas koil dipasangkan menjadi satu kesatuan dengan shock absorber menggunakan lengan bawah (lower arm) sebagai dudukan komponennya.
Penutup debu Bantalan atas Bodi ( frame) Pegas koil Pengantar dan perapat batang piston

Batang piston Reservoir Piston Silinder tekanan spindle Katup kontrol Sambungan peluru bawah Lengan bawah Strut bar

Gambar 5. Suspensi mac pherson lengan melintang

Kerjanya : Bila roda-roda depan menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm melintang sehingga mengakinatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pegas koil yang dipasangkan antara peredam getaran dengan kerangka (frame). Untuk memperhalus proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan maka peredam kejut dipasangkan bersama pegas koil antara lower arm dengan rangka (frame).

Ada dua macam konstruksi suspensi mac pherson yaitu dengan lengan melintang dan lengan L. 1) Suspensi mac pherson lengan L Suspensi jenis ini mempunyai lengan bawah (lower arm) berbentuk L yang digunakan pada roda sebagai penggerak (front wheel drive) dengan engine di depan (front engine), Lengan bawah L

mempunyai dua tempat pemasangan pada kerangka yang masingmasing dipasangkan menggunakan bushing karet, dengan dua tempat pemasangan terpisah yang berfungsi untuk mencegah gerakan dari arah samping dan gerakan aksial roda. Oleh karena itu suspensi jenis ini tidak memerlukan lagi batang penahan (sturt bar).

Penopang atas Penahan bentur Batang piston

Dudukan pegas Pegas koil Penutup debu Dudukan pegas

Peredam getaran Knuckle arm Poros penggerak roda Pemasangan lengan bawah Rem cakram Hub roda

Lengan bawah

Gambar 6. Suspensi mac pherson lengan L

10

Kerjanya : Bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan maka akan diteruskan ke lower arm L mengakibatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pada pegas koil yang dipasangkan antara peredam getaran dengan rangka (frame) kendaraan. Untuk

memperhalus proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan peredam getaran dipasangkan bersaman pegas koil antara lower arm L dengan rangka (frame) kendaraan .

2) Konstruksi jenis suspensi independen belakang. Suspensi jenis ini roda sebelah kanan dan roda sebelah kiri dipasangkan secara terpisah, sehingga roda dapat bekerja sendiri bila menerima kejutan dari permukaan jalan. Ada dua macam konstruksi suspensi independent belakang yaitu : Suspensi mac pherson penggerak roda depan dan suspensi mac pherson penggerak roda belakang. a) Suspensi mac pherson penggerak roda depan. Suspensi jenis ini dilengkapi lengan bawah (lower arm) dan Lengan penopang (strut bar).

Pembatas peredam Pegas koil Pegas koil Penahan pegas bawah Peredam getaran Rangka (frame) Pemasangan lengan bawah Lengan bawah Stabilisator Strut bar Tromol rem Knuckle arm

Gambar 7. Suspensi mac pherson penggerak roda depan

11

Suspensi ini mempunyai sifat : Pemasangan ujung lengan bawah (lower arm) dengan rangka silang kendaraan menggunakan bhusing karet sedangkan ujung yang lainnya dipasangkan pada knuckle kemudi. Batang penopang (strut bar) dipasangkan antara kerangka dengan lengan control bawah yang berfungsi untuk mengurangi terjadinya gaya lateral yang berlebihan.

Kerjanya : Bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm yang mengakibatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pegas koil yang dipasang antara peredam getaran dengan rangka (frame) kendaraan. Untuk memperhalus proses pemegasan agar tidak terjadi oksilasi yang berlebihan peredam getaran dipasangkan bersama pegas antara lower arm dengan rangka (frame) kendaraan.

Suspensi kombinasi mac pherson dan batang torsi Suspensi jenis ini menggunakan poros kaku (rigid) berbentuk U yang didalamnya dipasangkan batang torsi akan bekerja secara puntiran saat terjadi gerakan roda.

Pegas koil Peredam getaran Batang lateral

Penguat poros Lengan suspensi Batang torsi

Gambar 8. Suspensi kombinasi mac pherson dan batang torsi

12

Suspensi ini mempunyai sifat : Poros semi rigid bersama batang pegas torsi bekerja secara aktif sebagai suspensi. Pegas koil berfungsi menyempurnakan momen suspensi agar dapat mengurangi roling body, hingga menghasilkan pengemudian yang stabil. Gerakan puntiran dari ujung lengan-lengan suspensi diteruskan kedalam gerakan puntiran aksel belakang. Puntiran ini sangat menghasilkan gaya reaksi yang berlawanan dengan lengan-lengan suspensi.

Kerjanya : Bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke rumah poros, lengan suspensi sehingga mengakibatkan bagian ini bersama pegas koil berayun terhadap rangka (frame) kendaraan. Untuk memperhalus proses pemegasan dan ayunan (oksilasi) yang berlebihan pegas koil bersama dengan peredam getaran dipasang antara rumah poros roda belakang dengan rangka (frame) kendaraan.

b) Suspensi mac pherson penggerak roda belakang. Suspensi jenis ini dilengkapi dengan lengan control bawah (lower arm) dan lengan control atas (upper arm) hingga dapat berayun secara bebas bila roda menerima kejutan dari permukaan jalan. Suspensi ini juga disebut aksel berayam.

13

Penopang Pegas atas Deferensial

Lengan atas

Peredam getaran

Rangka silang

Stabilisatoror Lengan Bawah Strut bar

Gambar 9. Suspensi mac pherson penggerak roda belakang

Suspensi ini mempunyai sifat : Poros (aksel) roda dibuat terpisah, hingga poros dapat barayun bebas , pertemuan kedua bagian poros bekerja sebagai tumpuan. Differensial ditempatkan pada bagian rangka silang body kendaraan. Berat body kendaraan dan komponen yang lain ditopang oleh pegas suspensi Ujung bawah mac pherson dipasang pada lengan kontrol atas dan bawah juga lengan jejak. Ujung lengan jejak, lengan control atas dan control bawah yang lain dipasangkan pada kerangka body kendaraan

Kerjanya : Bila roda-roda belakang menerima kejutan dari permukaan jalan akan diteruskan ke lower arm dan upper arm sehinga pegas koil mac pherson mengalami memendekan dan pemanjangan. Untuk

14

memperhalus proses pemegasan pegas koil dan ayunan (oksilasi) yang berlebihan pegas koil bersama dengan kejut dipasang antara lower arm dengan rangka (frame)

Suspensi depan Tipe machpherson

Gambar 10. Tipe machpherson ini adalah suspensi tipe bebas, perhatikan kanan dan kiri roda tidak saling menopang, setiap roda diberikan lengan (bagian bawah) + pegas + shock absorber. Bagian tengah adalah bagian yang menempel kebody atau chasis kendaraan. Konstruksinya tidak terlalu rumit dan hanya digunakan pada kendaraan ringan seperti sedan. Tipe machpherson dengan lengan berbentuk L

Gambar 11. Tipe machpherson dengan lengan berbentuk L Bedanya dari yang machpherson biasa adalah adalah tanpa adanya stut bar. Mobil sedan sering menggunakan tipe ini.

15

Tipe double wishbone dengan pegas coil

Gambar 12. Tipe double wishbone dengan pegas coil Suspensi ini memiliki kekuatan yang kokoh karena ada 2 lengan, bagian atas dan bawah, dengan begitu tekanan dari samping atas maupun depan dapat teredam dengan baik. Biasa dipakai pada kendaraan penumpang. Tipe double wishbone dengan pegas batang torsi

Gambar 13. Tipe double wishbone dengan pegas batang torsi Pegas digantikan oleh pegas torsi yang berbentuk seperti pipa bulat memanjang, cara kerjanya dia akan berputar saat berpegas, daya putar balik itu merupakan daya pegasnya. Izusu panther memakai suspensi ini.

16

Pegas daun paralel

Gambar 14. Pegas daun paralel Sering dipakai pada kendaraan berat atau bermuatan. Ini adalah suspensi bila kendaraan ini berpenggerak roda depan. Suspensi belakang Tipe daun pegas paralel

Gambar 15. Suspensi belakang tipe daun pegas paralel

Tipe ini dipakai pada kendaraan yang menekankan kekuatan atau kendaraan angkutan barang. Misalnya : truk dan bis.

17

Tipe 4 link

Gambar 16. Suspensi belakang tipe 4 link Ada 4 titik penopang yang membantu suspensi ini, lengan atas, lengan bawah, lateral control rod dan stabilizer. Cukup nyaman, walaupun dengan gardan konvesional sedan lama sering menggunakan ini. Tipe semi trailing

Gambar 17. Tipe semi trailing Suspensi ini tergolong kuat. Sehingga kendaraan penumpang sering

mengaplikasikannya.

18

Double wishbone

Gambar 18. Double wishbone Suspensi ini cukup kuat, sehingga banyak digunakan pada kendaraan penumpang. Tipe strut dual link

Gambar 19. Tipe strut dual link Tipe ini lumayan lentur, lumayan nyaman, dan konstruksi ringan.

19

Trailing arm dengan twist beam

Gambar 20. Trailing arm dengan twist beam Model sederhana tetapi dengan kualitas redaman cukup baik dan ringan. Tipe pegas daun paralel dengan helper spring.

Gambar 21. Tipe pegas daun paralel dengan helper spring. Merupakan suspensi kendaraan bermuatan besar.

E. SHOCK ABSORBER Shock absorber merupakan komponen yang berguna untuk meredam gaya osilasi dari pegas. Shock absorbers berfungsi untuk memperlambat dan mengurangi besarnya getaran gerakan dengan mengubah energi kinetik dari gerakan suspensi menjadi energi panas yang dapat dihamburkan melalui cairan hidrolik. Peredam kejut (shock absorber) pada mobil memiliki komponen pada bagian atasnya terhubung dengan piston dan dipasangkan dengan rangka kendaraan. Bagian bawahnya, terpasang dengan silinder bagian bawah yang dipasangkan dengan as roda. Fluida kental menyebabkan gaya redaman yang bergantung pada kecepatan relatif dari kedua ujung unit tersebut. Hal ini membantu untuk mengendalikan guncangan pada roda.

20

Konstruksi shock absorber itu terdiri atas piston, piston rod dan tabung. Piston adalah kmponen dalam tabung shock absorber yang bergerak naik turun di saat shock absorber bekerja. Sedangkan tabung adalah tempat dari minyak shock absorber dan sekaligus ruang untuk piston bergerak naik turun. Dan yang terakhir adalah piston rod adalah batang yang menghubungkan piston dengan tabung bagian atas (tabung luar) dari shock absorber. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 22. Struktur dan fungsi shock absorber

Shock absorbers bekerja dalam dua siklus yakni siklus kompresi dan siklus ekstensi. 1. Siklus kompresi (penekanan) Saat shock absorber ditekan karena gaya osilasi dari pegas suspensi, maka gerakan yang terjadi adalah shock absorber mengalami pemendekan ukuran. Siklus kompresi terjadi ketika piston bergerak ke bawah, menekan fluida hidrolik di dalam ruang bawah piston. Dan minyak shock absorber yang berada dibawah piston akan naik keruang atas piston melalui lubang yang ada pada piston. Sementara lubang kecil (orifice) pada piston tertutup karena katup menutup saluran orifice tersebut. Penutupan katub ini disebabkan karena peletakan katup yang berupa membran (plat tipis) dipasangkan dibawah piston, sehingga ketika minyak shock absorber berusaha naik ke atas maka katup membran ini akan terdorong oleh shock absorber dan akilbatnya menutup saluran orifice. Jadi minyak shock absorber akan menuju ke atas melalui lubang yang besar pada piston, sementara minyak tidak bisa keluar melalui saluran oriface pada piston. Pada saat ini shock absorber tidak

21

melakukan peredaman terhadap gaya osilasi dari pegas suspensi, karena minyak dapat naik ke ruang di atas piston dengan sangat mudah. 2. Siklus ekstensi (memanjang) Pada saat memanjang piston di dalam tabung akan begerak dari bawah naik ke atas. Gerakan naik piston ini membuat minyak shock absorber yang sudah berada diatas menjadi tertekan. Minyak shock absorber ini akan mencari jalan keluar agar tidak tertekan oleh piston terus. Maka minyak ini akan mendorong katup pada saluran oriface untuk membuka dan minyak akan keluar atau turun ke bawah melalui saluran oriface. Pada saat ini katup pada lubang besar di piston akan tertutup karena letak katup ini yang berada di atas piston. Minyak shock absorber ini akan menekan katup lubang besar, piston ke bawah dan mengaakibat katup ini tertutup. Tapi letak katup saluran oriface membuka karena letaknya berada di bawah piston, sehingga ketika minyak shock menekan ke bawah katup ini membuka. Pada saat ini minyak shock absorber hanya dapat turun ke bawah melalui saluran orifice yang kecil. Karena salurannya yang kecil, maka minyak shock absorber tidak akan bisa cepat turun ke bawah alias terhambat. Di saat inilah shock absorber melakukan peredaman terhadap gaya osilasi pegas suspensi. Tipikal mobil atau truk ringan akan memiliki lebih banyak perlawanan selama siklus ekstensi daripada siklus kompresi. Semua peredam kejut modern adalah kecepatan sensitif suspensi semakin cepat bergerak, semakin banyak perlawanan yang shock breker sediakan. Hal ini memungkinkan guncangan untuk menyesuaikan diri dengan kondisi jalan dan untuk mengontrol semua gerakan yang tidak diinginkan yang dapat terjadi dalam kendaraan yang bergerak. Cara kerja dari shock absorber tersebut di atas merupakan shock absorber yang bertipe single action, sedangkan untuk shock absorber bertipe double action tidak menggunakan saluran besar pada piston, kedua-duanya hanya berupa saluran orifice saja. Sehingga saat kompresi, shock absorber akan melakukan peredaman terhadap gaya osilasi pegas suspensi. Secara sederhana shock absorber merupakan pengaplikasian dari gerak osilasi harmonic yang teredam.