Anda di halaman 1dari 26

STAITDAB

PERUSAEAAN UMUM LISTN.IK NECAN.A

SPLI{ $6 e l$9;l
Lampiran Keputusan Direksi I'LN 1993 Irlo. : O4O.K,/0594/DIR/1993" ta:rggal l9 April

PERLENGKAPAN UJI UNTUK METER. ENERGI LISTRIK

DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI

PERUSAIIAAN UMUM LISTRIK NEGARA


JALAN TRLTNOJOYO NO. 135 . KEBAYORAN BARI-T - JAKARTA L2I6O

SPLN 96:1993

PERLENGKAPAN UJI UNTTTK METER ENERGI LISTRIK

Disusunoleh: l. KelompokPembakuan BidangDistribusidengan Surat KeputusanDireksi Perusahaan Umum Listrik Negara No.: 076/DIR/88, tanggal 2l September 1988; Kelompok Kerya Meter Listrik surat Keputusan Kepala PusatPenyelidikan Masalah Kelistnkan No.:42.IV495/PPMIV9l, tanggal I I September 1991,

2.

Diterbitkan oleh: DEPARTEMEN PERTAMBANGAN DAN ENERGI PERUSAHAAN UMUM LISTRIK NEGARA Jln.Trunojoyo No I3S-Kebayoran Baru JAKARTA I2160 I 993

-i-

SPLN 9621993

- lt -

SPLN96:1993

SussaanAnggota Kelompok PembakuanBidr.*ig$istribusi Berdesarhan Suret Keputusan DireksiPerusehaan [lrnum t is trik Negara No.:076/DIR/88 tanggal 2l Scptember 1988 l. KepalaDinasPembakuan, Pusat P enyelidiksm Masalnh Kelistrikan
(ex-officio) (.) Sebegai Anggota merangkap Anggota Tetap

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. I l. t3.

Budimtn, MSc Mesgunarto Ir. AgusDjumhana Ir. Bambang Irewadi Ir. HasimSoerotaroeno Ir. Sambodho Sumani Ir. Soemerto Soedirman Ir. AdiwardojoWarsito Ir. Alfisn Helmi Hasyim Ir. Didik Djarwanto Ir. Samiudin

Sebagai Ketua Harian merangkap Anggota Tetap Sebagai Sekretaris rnerangkap Anggota Tetnp Sebagai Wakil Sekretaris merangkap Anggota Tetap Sebagai Anggota Tetap Sebagei Anggota Tetap Sebagai Anggota Tetap Sebagai Anggota Tetap Sebegei Anggotn Tetap Sebagai Anggota Tetap Sebagai Anggota Tetap Sebagai Anggota Tetap Sebagai Anggota Tetap Sebagai Anggota Tet.rp Sebagai Anggota Tetup Sebagai Anggota Tetap Sebagai Anggota Tetap Sebagai Anggota Tetap Sebagai Anggota Tetap Sebagai Anggota Tetap

10. Ir. Hartoyo 12. Ir. Soenyoto 14. Ir. J. Soekanto 15. Ir. Rosid 16. Ir. Soenarjo Sastrosewojo 17. Ir. Hoedojo 18. Ir. Soetopo Sabar 19. Ir. Rahardjo 20. Ir. PieterMabikafola

(*) Masgunarto Budiman, MSc.

-lll-

SPLN 96:1993

Susunan Anggota Kelompok Kerja Meter Listrik Surat Keputusan Kepala Pusat Penyelidikan Masalah Kelistrikan l99l No.: 42.I(495/PPMK/1991tanggalll September

l. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. I |.

Hendardji Ir. Hentiono BE M. Asngadi, lr.KarijantiM.Kadri Drs.Yudadi Irianto BE AryadiSuparman, BE Budiharto, Ir. AzwarLubis lr. ElmanBTT Ir. Kukuh Trihadi

SebagaiKetua merangkap Anggota Sekretaris Sebagai merangkap Anggota Sebagai Anggota Sebagai Anggota Sebagai Anggota Sebagai Anggota Sebagai Anggota Sebagai Anggota Sebagai Anggota Sebagai Anggota Sebagai Anggota Sebagai Anggota

10. lr. M. Arifin, BF lr. Haryudanto Abidin 12. lr. Zaenal

-iv

SP[,N 96:1993

D A F T A R T Sg
F{iitaman

PasalSntu UMUM

l. 2. 3.

RuangLingkup Tujuan Satuan

I I I

P:esal Dua DEFINiST 4. Umum


4.1 Fcrlcngkapan uji untuk Meter Enrrrgi [-,istrik. 4.2 Metoda pengukuran elayax rvaktu (Mr:todt \il attmcte$ " . 4.3 Metoda PernbandinganEnergi 4.4 Standar Acuan 4.5 StandarKerja {.6 Standar Uji PUM 1.7 Terrninal keluaran PUM 4.8 Keluaran Maksimum PUM ..""..

I
I t l 2 2 2 2 2

PasalTign PEITST'ARA'fl.AN

Kctelitian 5.t 5.2 5.3 5.4 5.5 5.6 5.7 6. lJmum Metodcuntuk menentukan kesainhan suatuPlJl\d KondisiAcuan lVledan magnetis bcrasaltlari FUM Pcnentuan kqsalahan suatuPUM KoreksiKesalahan E padaPUM" Pengulanganpengukuran

2 .."... 2 2 2 3 J 3 ,..... J "{

Penandaan PUM

SPLN 96:1993

DAFTARISI (Lanjutan)
Halaman Pasal Empat PENGUJIAN

7.

Ketelitian dan arus 7.1 Pemilihanjulat tegangan 7.2 Pengukurandasar. Intervalnya. 7.3 Pengukurankontrcl dan Frelimensi

5 5 6 6 7

8.

Sifat Dielektrik. . .

PasalLima SPESIFIKASI PUM

9.

PUM untuk Kamar Tcra Spesifikasi

Enam Pasal PEDOMANPEMERIKSAAN ..... I

l0

awalsuatuPtlM baru Pedoman untukpemeriksaan

LAMPIRAN A :

TETANG PERALATAN CATATAN TAMBAHAN DAN PETUNJTJK .O"' UJIMETERENERGILISTRIK ""..

11

LAMPIRAN B:

DASAR' BESARAN CATATANMENGENAIDEFINISIKESALAHAN, 15 KESALAHAN KETELITIAN DAN PENENTUAN

-vt-

SPLN96:1993

PERLENGKAPAN UJI UNTUK METER TiNERGI LISTI{,IK

Pasal satu UMUM


l. Ruang Lingkup Standarini berlaku untuk perlengkapan uji meter energt liE;trikfase tiga ct;ufataufise tunggal yang digunakan penerimaan untukuji jenis daninspeksi meterenergilistrik Kelas0 5. I dan2, sefiauji ulang.
Catatan :yangdigunakan Semuainstrumen padaperlengkag'xrn uji ini, hanrrsuds.h lulus uji jt n:s dcrigan kepada mengacri yang bersosuaian standar sebagaimana padaAy'at l0 tcrcantum

2.

Tujuan Standar ini dimalsudsebagai pedoman unftrkmenentukan spesrfikasi teknrs dm mclnksaluikan inspeksi penerimaan perlengkapan danuji ulang uji meter listdkdi lirrgkung:m energi lri,iri.

3.

Satuan yang Satuan digunakan dalam standar ini mengikuti (SI{Jnilsl. Sistem Safuan Internasiorul

Pasaldua DEFINISI

4.

Umum
Semua istilah yang digunakan dalam standar iru. berlaku pengertiansebagainuura didefinisikan di dalam Pasaldua ini.

1.1

Perlengkopan Uji untuk MAer Energi Listrik Rakitan peralatanuntuk menyuplai encrgi kc mcter cnergi -iangdiuji dan nrcngukureu,. rgin.y,;r. (Intuk Calatan. sclanjutnvu pcrlengkapun u.ji untuk nrctcrcnergilistrik akan disebut lrerlengkLrgxrn Uji yang Meter disingkat PtIM.

4.2

Maode pengukuran doyn x waldu ( Maode Wafrme{er ) Suanr mctode untuk merwuplai sejumlah cneryi ke meter yang di{i, ditentukanolch h-.asil pcrkatian antara dua besaranyang diketahui, yakru da.ya konstandur inten'al rvaktu.

1.3

Maode Pmtbandingan Energi Suatrrmetodeuntuk nrerwuplaiencrgi vang diketahui ke metcr yang diuji.

- t -

SPLN 96:1993

4.4

Standar Acuan Standaryiutg digunakanuntuk rncmbandingkmstandarlarn -vang ketelitiannvalebih rendah.

1.5

Standar Kerja Standaryang dikalibrasi oleh standaracuan,digunakanuntuk melaksanakan venfikasi instrumenukur ke{a yang ketelitiarurva lebih rendah.

J.6

Standur Uji PUM Suatualat ukur yang digunakanuntuk menentukan ketelitian suatuPUM.
Catatan : L Dida.lam standar uji PUM selalu terdapat standar acuan.

2' ,HilH'l:# 1.7 Terminal Keluoran PUM

j:;i:lm,t;,,,1il,l

elemen-clemen presisi, lainumpamanva transt.rmator instmmen senerator

Terminal-terminal yang terdiri dari terminal tegangan dan terminal arus untuk menyuplai daya ke blok terminal meteryang diuji. 4.8 Kelaoran Maksbnum PUM Keluaran (dalam volt amper) yang sesuaidenganpembebanan tertinggi pada terminal keluaranPUM, dalarn yang diizinkan (Tabel I) padakondisi acuan(Ayat 1) yang tidak dilampaui. bataskesalahan Kelu"aran harusditentukansecara terpisahuntuk sirkit arus dan tcgangan.

Pasal tiga PERSYARATAN


5. 5.1 Ketelitian Umum pemakiu PUM lums memungkinkan untukdapat mengatur danmengukur besaran-besaran )'angdiperlukan, yakni tegangar\ yang diizinkanuntuk kelas arus.faktor-daya. waktu.dayadan energidi dalamtoleransi yangrelevan yangdiuji olehPUM ini. meter KesalahanE suatuPUM adalahkesalahan keseluruhan komponen-komponennya dalamkordisi pelayanan normal. 5.2 Metodeuntuk menentukan kesoluhan kqeluruhon suotuPUM Kesalatnn keseluruhan suatu PUM ditentukan metode dengan berikut. - pembandingan padaterminal keluaran antara cnergitersalur PUM yang ditunjukkan uji oleh standar yangditunjukkan PUM denganenergi olehstandar kerjaPUM: - pembandingan antaradava pada terminalkeluaranPUM yang ditunjukkanoleh standarrdi PUM. dengan davavang drtunjukkan olch standar kerja PUM. Pengaruh ketelitianpengukuran rvaktupada kesalalunenergiharusditentukrn ti KondisiAcuon Kondisi acuan pada masukanPUM lurrusditentukanoleh pabrikansedemikian rupa selunggapada kcluarannva" kondrsi metcrvangdiuji dapat acuan dipcnuhi. -5.4 Sub-avat persyaratan ntcnrbcrikan yangdilusilkanolchPUM. k-husus untukmedan nugnetis -2 -

SPLN 96:1993

5.4

Medan magndis berosal dori PUM tid.tk Kerapatan fluks magnetis yang ditimbulkan oleh PUM pada posisi meter yang druji, diszu'arlk.art rnelebihi nilai - nilai sebagaiberikut :

untukl < l0A untukI :200 A

B < 0,0025 mT B < 0,05 mT

kerapatan Nilai batas fluks magnetis untukI antaral0 A dan200A . lurus dihitungsccarilinterpolasi. = I aruskeluaran PUM. B = kerapatan fluks magrrctis di udaraakibatmedan magrretis. permeter). Catatan:B : uoH (H dalam arnper (henrvpermeter). uo : 4i[ro' FVm 5.5 sudu PUM kesalahan Penentuan E*** dalanrTabcl Kesalahan haruslebih rerdahdari padakesalahan suatuPUM barupadatitik uji tertentu. I (tihat Ayat Bl padaLampiranB mengenai definisikesalahan). nrakadua p-:ngukuran tantbaharr Bila hasil pengukuran tunggalmelebihibatas{atasyang diperbolehkan. pada titik uji tersebuttranrsdilakukanlagi. Hasil keduapengukuran iru lums bemdadalam tambahan batas-batas E-'* yangdiizinkan. dengankela,i yang relevanmenurut SuatuPUM sedikitnyaharus mampudigunakan untuk meter-meter Tabel I (uji jenis atauuji penerimaan), bila tusil uji semua titik uji (Tabeltll) h;::rdadalarnLratas$;rtas yangdiizinkan. kesalalun yang diizinkan,pcrlg,lir.tnaan PUM boleh Bila hasil uji dari beberapa titik uli beradadiluar batas-batas julat tertentu kelasterlentu. dibatasisampai bagi meter-meter dengan Pembatasan hanrs mudah terlilmipndaPUM. tersebut ditunjukkan denganjelas di tempat .y-ang 5.6 Koreksilcesalahan E pada PUM dria kali Bila kesalahan E suatu PLJMkeluar dari batasmenurutTabel I tetapi masih terletak d"iantara nilai-nilai yang sesuai menurutTabelI. makapadawaktu digunakan untuk mengujimeter,kesalatanPUM agar dilakrrkanusaha harus diperhitungkan terhadaphasil uji metertersebut.Dalam hal ini. disarankan yangdiizinkan untuk mengurangi kesalahan PUM sampai batas{atas

TabelI BATAS-BATAS YANG DIIZII\{KA|'{ KESALATIAN PERSENTASE


Kelusmctcr
Faktor - dava

0,5 0,5 tertinggal r 0,10 1 0,15 0.5 terdahulu . 0.5 i terdahulu i - - - * I .i0,60

s.7

Pengulanganpengukuran (hhd Ayat BS Lumpiran B) pengukuran "{rtiic, Disarankan untu$;. kontrol" Uc. ic. agarmelaksanakan ulangyangbenrrutan serangkaian padafaktor-dayaI (acuan i pcnprkuran harus No.l Tabelttl). Unhrksetiap fase, tidak kurangdari linu lt-lf dilakukzur. Diantamduapcngulnrran sakelar kontroldanalat-alat kontrol harusdrjalankan ],angberunrtan

-3

SPLN 96:1993

Hasil pengukuranulang ini digrrnakanuntuk menghitung nilai s, yang discbut sebagaisimpanganstandar, yakni :

dimana: pengukuran Ei = kesalahan PUM yang ditentukan oleh satupengukuran ulang tunggaldari serangkaian padasebuah titik uji tertentu . E = nilai rata-rata dari kesalahan Ei n = jumlah pengukuran tunggal Unruk suatuPUM baru. nilai s padapada titik kontrol Uc,lc dan faltor-daya I hanrsterletakdalam batas-batas Smax ffirurutTabelII .

Tabel II

BATAS.BATAS NITAI S YANG DIIZINKAN DALAM PERSEN

Faktor-daya

0,5turggal I

0,5tinggal

0,5 tinggal

0,02

lo,o2 I

(),()3

Disarankan untuk menggurukan nilai Sm"xyilnB sesuaimenurutTabel II aprbila pengukuran tambahan . dilakukanpadafaktor-daya0,5 tertinggal Dalampenggunaannya, nilai simpangan PUM diizinkan duakali nilai pada TabelII. standar suatu sebcsar

6.

Penandaan PUM yangberisikan Setiap PUM lurus diberipenandaan informasi berikutini : pabrikataumerckdeur pabrik; a) narna tempatkedudukan b) namatipe: c) nomor seri. pcngenal d) nilai tegangan nursukan danjumlahfasc: c) frekuensi acuan; l) julat tegangan kelu.lran d.rnkaprsitas: g) julat aruskeluaran dankapasitas: h) julat pcrgeseran sudutf:xc antara arusdantcgangan: i) ketelitianmcnyeluruh. lnfonnasitersebut padasuatupelatvangdilekatkan lunrs drtuliskan di bagiirnluar PUM. Penandaan lurus jclas.tidaknrudah terlurpus, d:rpat dibcdirkan danmudah dibaca.
-4-

SPLN 96:1993

PasalEmpat PENGUJIAN

7. 7.1

Ketelitian
Pemilihon julnt tqongan dan arus Untuk maksud pengujian, maka dan seluruh kemungkinan kombinasi tegangan dan arus,hanyadipilih nilai-nilai khusus, yakni nilai-nilai yang acapkali digunakan atau nilzu-nilai yang rnemiliki kesalahan tertentu yang sangatberpengaruh.

Iri n
0rin

Urar

Nilai U-ux'. nrin', I.*'. Imin', dan Ic bcrhubtrngandengan nilal pengenal julat yang relevan. | 2 3 4 5 adalahjumlah titik uji" acuandalam Tabel IIL

GAII,{BARI "

-5

SPLN96:1993

grafis,bagarmana TabelIIL GambarI memperlihatkm secara menulihtitik ukur menurut pengukuran Untuk serangkaian ulang (Ayat I I ) nilai untuk titrk kontrol Uc dan Ic dapat ditentukan pengenal kcsepakatan, misatnya. menuruttegangan berdasarkan dan arusdasardari meteryangbiasadiuji olehPUM. jumlah titik uji dapatditenn*an berdasarkan kesepakatan. Titik-titik uji tambahan ataupengurangan julat tegangan dan semua Padawaktu menentukan kesalahan suatuPUM disarankan untuk memasukkan I-"* lmin PUM tersebut. arustermasuk Umax, Umin, dan yang belurndiukur tetapi dapatdihitung dan diturunkandari Kombrnasikesalahan ams dan faktor-daya PUM. Apabila kombinasi dasar kesalahan kesalahan terukur lainnya , tidak boleh digunakansebagar itu lurus diukur. tenebutcukupbemilai,ntakakesalahan

catatanff1?:::,T,aTl,"*,]h,ti;l"1l;-*,*[1:af,i."".fii3,i"J 3ffi:ilfll,:illl,ffiii-f:fft
7.2 Pengukurandasar yang pengukuran pengukuran dasarmenurutTabel III merupakan SebelumsuatuPUM banr digunakan, palingpentingyanglunrs dilaksanakan PUM tersebut. terhadap juga apabila: Pengukuran ini hamsdilaksanakan dasar - Pengguruum umumPUM berubahmisalnya titik kontrolUc danIc berubah" 7.3 terhadap Apabila ada perbaikandar/atau penggantian komponenPUM yang sangatberpenganrh ketelitian PUM tersebut. padapenggunaan PUM untukkelasmetertertenru. Apabilate{adi keraguan 7.3 meragukan. kontrolmenurut Sub-avat Apabilahasilpengukuan

Pengukurankontrol dan FrekuensiIntemalnyo Jadi nrakin Frekucnsiinterval pengukuran kontrol suatuPUM harusdisesuarkan denganpenggunaannva. jumlahyangsangat besar. tensebut digrrnakan senngperlengkapan dandipakaiuntukmengujimeterdalam kontrolharus makaintervalantara duapengrrkuan dipeningkat. jenis) dapat pengujian (misalnya PUM yangjarangdigunakan diutarnakan unuk maksud Sebaliknya sebuah yangsama pengujian-pengujian tersebut. dikontrolpadainterval sebagainrana : pengukuran intervalkeseluruhan kontroltidakbolehmelampaui Pada duapengukuran umumnya antara - duatahununtukPUM bagimeter kelas2; satutahununtuk PUM bagi meterkelas0,5

-6-

SPLN96:1993

Tabel tII JUI,,AT YANG DIKONTROL


No. Acuan
Tegangan

Arus

Faktor-daya

I i r

Beban dari Fase-tunggal Fase-tiga

i
l

u"
Urnin 5 tJi <Lhnaxl)

I"

l i 0,5 tinggal i 0,5depan I I i l r

Fa^sc-tunggal Fass-tunggal l:ase-tunggai Fase-tunggal i " ll

Ic

Ui=U"

1
Imin S Ii <lma,rl) It= I"

uc

' i
I 0,5tinggal 0,5depan
I t

Fase-tunesal I

Umin

I"

Fasc-tunggal I I-asc-tunggal Fase-tunggal


Fasc-tiga:)

u"

Ic

pcnsujian Jumluh totsluntuk PIJM !::::t-t Jumlah totalpengujian untuk PUMtasc-tiga

l) i adalah (U atauI). Bila PUM memrlikiJuiar indextitik uji tertentu tegangan danaruslebihkecil dari jumlah pengujian balasi tsb.diatas, maka drsesuaikan 2) Satupengukuran tramsdilakukanmasing-masing padahubungan 3 kawatdan4 kawat. 3) Bebanminimumyangbeftaitandengan tersambungrn'a sebuah irstrumenukur (meterataurvatt-meter) saja. Bebanmaksimumyang berkaitan dengan tersambungnya meterdalamjumlah terbanyak yang mengkonsums,i keluaran maksimum dari sirkit tegangan dan/atau sirkt arus. Apabilatimbul keraguan, pengukuran kontrolharus diulangi.

8.

Sifat dielektrik PUM harusdapat nrcmpcrtahankan ktnlitas dielektrikyang cukup padakondisi keryanornLd.kondisi kelembaban atmosferis normaldantegangan kerjanormal. Pengujian isolasisuatuPUM ttarusdilal$anakan sesuai ketentuan SPLN yang berkaitan misalnyauntuk pentanatun, sambungan sakelarpenganran dan scbagainya dan mcnuruts.yarat untuk instrumcndzuralat yangdieunakan di dalamPUM.

- 7-

S P L N9 6 : 1 9 9 3

PasalLima SPESTFIKASIPUM

9.

Spesifikasi PUM untuk Kamar Tera :


Kamar Tera PLN DistribusiAVilayah Meja uji fase tiga Kclzrsketelitian Tegangankeluaran Arus keluaran Pengatursudut fase '.ll,lolt .0 - 240 Y + 20"1, : 0 - mar 50 A o : 0 - 360

Kapasitasl0 buah kwlt meter Photo scaruler I buah (untuk Indikator kesalahan) Kamar Tera PLN Cabang Meja uji Kelasketelitian Tegangankeluaran Aruskeluaran Fasetiga :0.2o/o '.(l - 240 Y + 20"1, : :0 - max 50 A Kapasitas P ho to s c a n n e r Pengatursudut fasc : l0 buah :l b u ah : 0 - 3600 I dan 0,5 tertinggal Fasetunggal 0,204 0 - 21(l V!}(J% O-marl00Albuah 0-max 50 A l ai nnY a 20 buah

: Catatan

meja tcnr l'asctunggal maks untuk setiapkamartcra cabang, setiapmetertidak diperlukan, llila datakesalahan yurg cukup dilengkapidcnganinstrumenukur yang vang diperlukanadalahdari jenis vang paling sederhana mctodomsterinduk. Mctsr induk cukupmenggunakan bcrlirngii scbagai indikator, karcna carapengujiannva mejateral'asctiga. menggururkan tunggaldaprat dikalibrasidengan kWh meterl'ase

Pasal Enam PEDOMAN PEMERIKSAAN

10.

awalsuatuPUM baru Pedoman untukpemeriksaan mekanis I ) Konstruksi


2) Pengawatandan penyambungankhususnya pada bagian$agian vang dapat digerakkan (mis. . alat pcmindah fasc) 3) Ketelitian yang ditentukaninstnrmcnpengukur 1) Sifirt-sitatDielektrik 5) UrutiurFasc -8-

SPLN 96:1993

- Kontrol Komponen-komponen 6) Sirkit Tegangan Sakelarjulat ukur Alat pengatur tegangan. pengaturan Kapasitas padaberbagai beban. Alat pengatur keseimbangan tegangan keseimbangan. danpenunjuk Sakelarjulat ukur peralatan pengatur pengaturan arus.Kapasitas padaberbagai beban. peralatan pengatur keseimbangan arus

7) Siftit Ams - Kontrolkomporrcn-komponen -

8) Stukit Ukur - Wattmeter yangdipakaisebagai danmeter-meter standar ke{a:.julat-ukur, metode ukur. Pemeriksaan pergesenm fase(tertinggal-merdahului). polaritas Pengubah wattmeter Pengukuranketelitian(lihat Pasal 2 & 3) Terminalmasukan PUM TerminalkeluarPUM : Sirkit Arus (faktordava= 1,0dan 0.-5 padabebanmaksimum/minimum). (faktor Sirkit Tegangan daya= 1,0dan0,5 pada maksimum/minimum) beban

9) Kontrolfaktordistorsi

-9-

SPLN 96:1993

- lo-

L A M P I R A N

CATATAN TAMBAHAN DAN PETUNJUKTENTANG PERALATAN UJI METER ENERGI LISTRIK

Ar.

Laboratorium Semualaboratoriunt uii meterenergilistrik harusrnemrlikisamruluntuk ntelaksanakal yang pcngujian diperlukan sesuai dengan standar SPLN60-1. Ruangan Laboratorium harus: - cukupbesar; bersih; kering; bebas debu; bebas dari getaran; berpenerangan cukup; terlindung danradiasi matahan.

A.2.

Suplai ke PUM
Suplai ke PUM lums scdcmikian rupa sehingganilai-nilai vang rcl*,an pada tcrniml keluaral PUM (tcgangan,arus, frckucnsi, bentuk gclombang,urutan fasc. kcscinrbmg;urtcgangandan 1rus) sesuaidcngarr standaryang relevandenganmeteryang diuji Tegangan suplai hams konstan, agar ketelitian alat ukur I'ang digunakan dan )'ang diperlukm untuk mengukur meter dengan kelas tertentu . dapat dipenuhi. Apabila PUM tersambung ke laringan utam4 tcgangannvabolch jadi tidak cukup stlbii untuk penggunaanmetode wattmcter. Akan tetapi bila netode u'attmeter tetap digunakan, beberapa usaha harus dilaksanakiur agar persyaratan ),ang berlaku dapat d ipenuhi (mrsalnva menggu nakanstab i I isator tegangan). Untuk menghindari perbedaan rugi teganganpada saatteryadrperubahankcluaran PUM. penampangkarvat (kabel) yang masuk ke PUM hams cukup besar.

A3.

Meja uji meter Meja uji meter adalah meja vzurgmcmcnuhi persyaratan-pers!'aratan konstruksi dan rzurcangzur, sehingga ntcmungkinkan pcngujian meter dapat dilaksarurkan pad.rkondisi acuanyang d.itentukap d.rlam p.rw,oifin Pengarvatan hantsscdcnrikian ]'ang relevanrupa schingga nlampu mcnrpcrkecil pcngiruh-pengaruh induksi nmgnctis.interfercnsi kapasitifd:rnnrgi tcgangan.

44.

T er m ina l K e l u a ra n Mclalui kcscp:rkatan . lcrltrinalpadr ntclau1inlctcr &rpat di tctapkanscbagai rcmrirurlkclulrranpUM .

tl

A5.

Medan Magnetis oleh medan magnetisdari beftagai Padapengujian di laboratoriunr"meter dan PUM dapat terpenganrh sumber: - medan generator ataupengatur utama; magnetis tegangan pengawatan ke PUM; sumber tegangan medanmagnetis pengawatan PUM; ataukomponen medan magnetis pada sirkit dari atau sirkit pengukursuatualat diluar PUM, khususnya medanmagnetisgrengawatan yangsedang di{i: meter-meter diuji atauantara PUM ke meteryangsedang tambahan); magnetis mejauji (penerangan,sirkit medan luar latnnya di dalamlabonatorium. medan magnetis

,{6.

Pengujian Meter Tanpa Beban Sfukit anrs lrarus dapat diputus,guna mercegahmengalirnvaarus pada sirkit ini yang dihasilkanoleh induksisirkit tegangan. Alat Pengatur * Alat Pengatur Tegangan Alat pengaturteganganhans dapat diatur pada teganganpengenaldalam batas tolerarsi kondisi acuan untukkelasmeteryangrelevan

A7. A7.1

A7.2

Alat pengatur arus di pengaturan ans uji yangdiperlukan, oleh PUM hrnrs memungkinkan anrsyangdisediakan Alat pengatur kelas julat kordisi acuan untuk yar,g oleh ditentukan bebandan dalambatastoleransi dalambatassemua meteryangrelevan

A7.3

Alat penggeserfase Alat penggeserfase yang tenedia pada PUM harus memungkinkanpengatuan sudut fase dan dan dalambatastoleransiyang keseimbangan dan arus di dalambatasjulat bebankeseluruhan tegangan padakordisi acuan untukkelasmeteryangrelwan. ditentukan

A8.

Transformator Tegangan * Traruformator tegangantranrs memenuhibatas$ataskesalahanyang diizinkan sesuai Tabel t dan TabelIL nilai simpangan standar sesuai batas-batas Transformator Arus * yang diizinkan sesuai Tabel I dan batas{atas kesalahan batas-batas Traruformatorams hams memenuhi sesuai TabelIL nilai simpangan standar

A9.

Al0. Al0.l

Instrumen Pengukur * Voltmeter pengaturan Voltmeter harus memungkinkan teganganpengenaldalam toleransi yang ditentukanpada kondisiacuan untukkelasmeteryangrelevan. padapenu4iukan resistans seri dadatau trarsformator voltmeter,termasukkesalahan Toleralui mengacu tegangan.
I Melalui kcsepaliatan pcruyaratan dcngnnjulut pihak-pihak vang berkcpcntingan, khusus hrlch dibcrikan sohubungan pengantran. ketelitiandan sebagainva.

t2-

SPLN 96:1993

AlO.2 Ampermeter padakondisi pengaturan dalamtoi;rarsi yangditentukan Ampermeterharusnrenrungkinkan aruspengenal kelasyangrelevan. acuan unfuk meterdengan paralelatau trarnfornrator padapenunjukan resistans kesalahan Toleransimengacu ampermeter, termasuk arus. A10.3 Wattmeter yang diizinkanuntuk meterdengan pengaturan batas-batas harusmemungkinkan dayadiantara Wattrneter juga padanilai faktor dayayang diperlukandan memiliki ketelitianyang kelas tertentu,yang tergantung standar. yangdiizinkanpadaTabelI danTabelII untuknilai-nilai simpangan batas-batas sesuai dengan A10.4 KeseimbanganTegangan tegangansesuaidengankondisi acuanuntuk kelas meter yang Dalam usahamencapaikeseimbangan tegangandapat digunakan. pengatur keseimbangan tegangan dan penunjukkeseirnbangan relevaq alat yangcukup. memilikiketelitian Voltmeteryang dipakaiharus A10.5 KeseimbanganArus fase,alatkeseimbangan anrsbolehdigunakan. alatpemindah Sebagai tambahan A10.6 Frekwensi Meter jika frekuensisuplarjanngan tidak cukup stabil ataujika frekuensi Frekuensimeter harus digunakan frekuensijaringan dengan keluaran PUM tidaksesuai

- 13-

SPLN 96:1993

-t4-

SPLN 96:1993

LAMPIRAN

CATATAN MENGENAI DEFINISI KESALAHAN,BESARANNASAR, KETELITIAN DAN PENANTUANKESALAT{A]q.

B.l

Definisi Kesalahan Kesalahan absolut PUM adalah "nilai terftrduk dikurangi nilai benar". Istilah "nilai berar" seringkali digunakan apabila diartikan sebagai "Nilai benar konvensional". Olctr karena nilai Lcnar tidak dapat nraka nilai tersebut ditentukan oleh pengukuran (karena memerlukan proses pengukuran tanpa kesalah,an), dapat didekati oleh nilai benar konvensional yakni nilai yang di"koreksioleh kesalaFnnsistimatik dan ketidakpastian yang ditetapkarL l'ang dapat ditelusur ke standar nasional efan ke standar yang telah disepakati bersamaantara fabnkan dan pemakai. Kesalahanrelatif adalahkesalahan absolutdibagi rulai benar. Kesalahanrelatrf suatuPUM dieambarkansebagai benkut :

[ e s aa i han

E(El)

Em=Et*E'm=E.+E*E'm dimana: j'an;ldiketahui. koreksl Eu : Kcsalahan benar teoritisdaristandar uji PUM setelah dikoreksi dengan Et = Kesalahan benar teoritisdariPUM. PUM. E : Kcsalalurn pada Ei : Kesalahan PUM ditenrukan olchsekalipengukuran tcrtcntu. satutitk u";r yangdiukurolchPUM. E'n1= Kcsalahan meter Enr: Kesalahan yangdiuji. benar teontisdarimeter
Catatan. Kcsulnlran E suatu ['tJM mcnvsbabkan kesalahan meter yang diuji sama dcngan Ir ttrpi dcngan t anda bcrlawanan

- l-5

SPLN96:1993

nilai terunjuk - nilai benar


Eto/a=

nilai benar

100

& o/r=

nilai terrunjuk- nilai benarkonvensiorul nilai benarkonvensional Wi-Wo Wo

100

ho/o =

t00

dinuna : Wi = Nilai errcrgiyangdituqiul*an oleh PUM. uji PUM). dari standar dari energi(nilai tertu4iukterkoreksi Wo = Nilai benarkonvensional
Catstan: Disam$ng energi W daya dapat juga digunakan untuk pengukuranini, dcngan mcmperhinrngkanpangaruh ketelitian pengukuranwaktu.

PU[

Nilai benar konvensionel

llhl

tertunJul

8.2

Besaran Dasar Pengukuranerrergi ditunurkan dari sel standar, resistor standar (daya) dan pengukuranwaktu yang untuk sgl stardar dan resistor dari standarnas-ional menggunakan oscillator kwana (energr).Ketidakpastian anrs sampai10'6. Potensiometer dengan stanOar diberikanoleh laboratoriumstadar nasionral iulat 10.-5 l0-'. ketidakpasban DC dengian hanrsmampumengutur tegangan searah untuk loncenghalts pada 3.10-ll urfruklonceng atonl 5.10-e Ketelitianpengukuranwalcu anlara2 sampai ketidakpastian antaraL l0-4 danS.tO-5. dengan kwartsportabel nasional.Gerrcrator sebagian stanOar anrs bolak-balik besaran-besaran Stadar pengalih hams digunakan urtuk menghubungkan besaran-besaran anrssearah. kepada

tercapainya yang digunakanoleh laboratoriumstandarnasionaldan yang memungkinkan Stardar-pengalih ketelitian tertinggi, tranrs mampu menguku energi arus bolak batik dengan ketidakpastian2.10-' (faktordaya=1.0). Beberapa contohdari stadar-pengalihtersebutadalah: pembanding elektrodinamik pembanding termo listrik Sirkit pengalistatik

16-

SPLN 9621993

83.

Ketidak pastianterendahelemen-elemen suatu siiriie$:r, uji PUM yang masih memungkinkan


Ketidakpastian keseluruhan dan sebuahstandar uji PUM tergantring deui ketidakpastian setiap elemen yang digunakan KetidakpastianYang berbedaini berhubungan langsungdengank:r;riitasdan elemenyang dipergunakandan kemungkinan-kemunglanan kalibrasi ,vang ditawarkan oleh lab*ratorium standar nasional tingkat tertinggi (lihat ayat82) Ketidakpastiankeseluruhansuatu standaruji PUM sebaiknvad,rpcrkrrakan dengan mempergunzrkannilai rms dari ketidak pastiansetiapelemenvang dipakai. Padasaatini nilai khasketrdakpastian paling kccil 1'angdap;u. dioer,-'ic.h dan elemen-elemen adalahsebagar berikut :

a) Wattmeter statrk b) Meterstatrk standar


c) Wattmeterbenkala dobel dantripel d) Wattmeterskalatunggal K ela s0 ,1 e) Transformator tegangan atauarus

2.l0-* (faktordava : l.()) 4 l0-4 (faktordaya : 0,5)

5 l0-1 (faktordaya : 1,0)

l 0 l 0 -1(fakor dara = 0.,5)

I . I0-4 d.'rn0.2 mcrut

Dengan rnemperhitungkan kcnyataan bahwa pcrbedaanf rsc sebesar I nrenit membenkan kesalahan tambahanuntuk setraptransformator rnstruntcn kurang lc rli il.{i-i'1,i, pada faktor kcrya 0.-5, resultan ketidakpastianadalah : L I ()-4 (fakrordava : l.o) (faktordaya = ().5) 1 ,5 .l 0-4

Bila menggunakantransfc:mator arus dan transfonnatortegangan.malcarular vang paling berpeluangbagi ketidak pastiandihitung nlcnum penjumlahanrms tsb. diatas : I .5.l0-4 (faktordava = I .()) 2.10-4 (faktordava = 0.-5)

84.

F r ek ue n s i In te rv a l u n tu k p e n g u k uran kontrol ketel i ti an suatu P U fut FrckucnsiIntcnal untuk kontrol ketclitiansuatuPUM tcrgantung pada: tipc Peralatan scjarahPUM jurnlah metcryang diuji oleh PUM dalam I pcnode pemeliharaan PUM kelasketelitianmeter)'angdiuji oleh PUM kualitas komponen PUM yang dirryatakan kenrungkinan fluktuasikcsalahan olch pUM

-t7-

SPLN96:1993

85.

Nilai rata-rata dan pengulangan pengukuran (Penjelasan Ayat 1l) E = O. tapi dcngannilai perkiraansimpangans yang tinggi, SuatupUM dengannilai rata-ratakesalahan tidak mevakinkan keterulanganpengukuran. Suatu pUM dengan nilai rata-ratakesalahanE vang tinggi. tapi dengan nilai s yang rendab boleh digunakanuntuk pengukuranberketelitiantinggi, asalkandikoreksi atau nilai rata-rataE dikoreksi oleh transfornratorko reksi.

pada setiap titik {i tergantungdari statistik,jumlah pengukuranyang harus dilaksarurkan Dan pandangzur juga kenyataan bahwa diperlutungkzur agar demikiarr. Meskipun yang dibutuhkan. hasil metrologik pengukuran dilakukan untuk : julat arusyang berbeda: julat teganganyang befteda; faktordaya yang be6eda; bcbzutmaksimum: bebanminimum. dan untuk : nteterfasetunggal: meter fase tiga; nrctodepengukuranyang berbeda(sistemfase-tiga,tiga dan crtrpalkan at)

Nvatalah bahwa metoda untuk menennrkankesalahanE sebuah PUM tidak sala dipertimbangkansecara mctrologis tapi juga kenyataanekonomisnya. pengukuranyang sedikrtbiasanvabelum nlembenkandasarstatistih maka Olch karenajumlah pengulangan statistikyang benartidak ntungkin PUM berdasarkan kesalahan penenruan yang diizjnkan untuk perkiraansimpanganstantards. batas-batas Karena itu Tabel II rnemberikan yang baik. pengulangan pengukuransebanyaklima kali sesuaiAyat I I dapatmerupakankesepakatan

- ltt -