Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN HASIL AUDIT

AUDITI AUDITOR

: :

PT MALCHEM INDUSTRIES ANGGITA JUWITA SARI YUNI SANDRA

Jln. Merdeka Tenggara 90 Monas Jakarta Pusat 10000 JAKARTA, 2012

RINGKASAN

Setelah melakukan audit atas akun Piutang Usaha pada PT Melchem Industries per tanggal 31 Desember 2012, kami selaku Kantor Akuntan Publik Anggi & Sandra menemukan beberapa temuan terkait sistem atas piutang yang perusahaan terapkan dan manajemen piutang yang perusahaan berlakukan. Temuan ini menyangkut kelemahan, kekurangan, serta tidak akuratnya sistem dan pengendalian internal atas piutang perusahaan. Kelemahan, kekurangan, serta tidak akuratnya sistem dan pengendalian internal inilah yang menyebabkan perusahaan menyajikan laporan keuangan yang kurang saji / tidak akurat dan menanggung kerugian atas piutang tak tertagih yang nantinya akan mengurangi kredibilitas perusahaan dimata publik dan investor.

PENJELASAN TEMUAN 1) AKURASI Setelah melakukan test akurasi, auditor memperoleh beberapa temuan seperti, adanya saldo piutang negatif dan adanya perbedaan saldo piutang antara hasil perhitungan yang disajikan perusahaan dan hasil perhitungan auditor. Dimana ketidaksesuian tersebut diatas telah mempengaruhi tingkat keakuratan data dari laporan keuangan yang disajikan perusahaan. Berikut rincian atas temuan auditor: 1) Terdapat saldo piutang yang bernilai negatif sebesar $2,143.20. Adanya saldo negatif ini tejadi karena kekurangan atas aplikasi yang digunakan perusahaan, dimana aplikasi tidak dapat mendeteksi saldo piutang negatif secara otomatis. Sehingga, aplikasi membiarkan begitu saja kelebihan pencatatan atas piutang yang dilunasi. Hal ini jelas dapat menyebabkan terjadinya penumpukan dana yang nantinya justru mengurangi total atas saldo piutang pelanggan yang dimiliki perusahaan. Pengurangan yang terjadi pada piutang perusahaan inilah yang menyebabkan perusahaan menyajikan saldo yang tidak sebenarnya / tidak akurat. 2) Terdapat selisih total piutang sebesar $0,20 antara hasil perhitungan yang disajikan perusahaan dengan hasil perhitungan auditor. Adanya perbedaan atas saldo total piutang ini dapat terjadi karena adanya perbedaan acuan dalam pembulatan nilai yang diterapkan oleh aplikasi yang digunakan perusahaan dengan aplikasi yang digunakan auditor. 3) Terdapat selisih sebesar $551.566,30 antara saldo total piutang pelanggan dengan total saldo pada saldo umur piutang. Selisih ditemukan auditor ini dianggap auditor bernilai material. Selisih ini terjadi karena perusahaan lalai memasukan umur piutang pelanggan ke dalam master file account receivable, sehingga terdapat pelanggan yang tidak memiliki umur piutang atas piutang mereka. Dengan selisih sebesar $551.566,30 diketahui bahwa terdapat 18 pelanggan yang tidak memiliki umur piutang dengan total piutang tersebut diatas. Nilai selisih tersebut menjadi tidak terhitung dalam total saldo pada saldo umur piutang, sehingga total saldo pada saldo umur piutang dapat dinyatakan tidak akurat dalam penyajiannya.

2) MUTU DATA Setelah melakukan test guna mengecek kualitas data input ataupun output yang dihasilkan oleh perusahaan, auditor memperoleh beberapa temuan seperti, adanya credit rate yang diluar ketentuan yang berlaku pada perusahaan dan adanya pelanggan yang memiliki saldo umur piutang yang negatif. Berikut rincian atas temuan auditor:

1) Dari hasil pemeriksaan, terdapat 3 pelanggan dengan Credit Rating diluar ketentuan yang berlaku dan 2 pelanggan yang memiliki saldo umur piutang bersaldo negatif. Penyimpangan yang ditemukan auditor ini disebabkan oleh sistem kontrol pada program aplikasi perusahaan yang tidak berjalan dengan baik saat proses input data, sehingga sistem meloloskan begitu saldo umur piutang bersaldo negative dan Credit Rating diluar ketentuan yang berlaku pada perusahaan. Dengan kata lain, sistem kontrol yang tidak berjalan baik dapat menyebabkan adanya salah saji atas total piutang dan penilaian atas tagihan piutang yang akan mempengaruhi kualitas / mutu data yang disajikan oleh perusahaan menjadi kurang baik.

3) PENGENDALIAN Setelah melakukan test guna mengecek mutu pengendalian internal atas piutang usaha perusahaan, auditor memperoleh beberapa temuan seperti, adanya pengendalian yang tidak efisien dan efektif dalam pelaksanaan penerimaan piutang / penagihan atas piutang kepada pelanggan dan dalam pelaksanaan penyisihan piutang tak tertagih. Berikut rincian atas temuan auditor: 1) Dari hasil pemeriksaan, diperoleh 97,8% pelanggan yang tidak patuh terhadap Credit Rating yang telah ditentukan oleh perusahaan. 97,8% pelanggan tersebut melakukan pelunasan piutang melebihi waktu jatuh tempo atau lebih dari 60 hari bahkan 90 hari, dengan jumlah total $1.336.195,20. Adanya penyimpangan ini disebabkan tidak adanya Warning System yang dapat mengingatkan perusahaan adanya piutang yang sedang jatuh tempo dan belum dilunasi, serta kurang baiknya pengendalian yang dijalankan perusahaan dalam penagihan piutang jatuh tempo. Hal ini menyebabkan banyak pelanggan yang justru memanfaatkan kelonggaran atas pengendalian perusahaan tersebut dengan terlambat melunasi tagihan mereka. Jika hal ini berkelanjutan, perusahaan jelas akan mengalami kesulitan untuk memenuhi kegiatan operasi perusahaan.

2) Dari hasil pemeriksaan , ditemukan adanya pengendalian yang kurang efisien dan kurang efektif dalam pelaksanaan penetapan penyisihan piutang tak tertagih. Kebijakan perusahaan untuk penyisihan piutang tak tertagih sebesar $200.000 ternyata masih terlalu kecil jika dibandingkan dengan piutang tak tertagih yang sebenarnya terjadi yaitu $263.390,90. Diperoleh selisih sebesar $63.390,40 yang dapat dikatakan sebagai kerugian piutang tak tertagih. Hal ini terjadi karena perusahaan tidak memiliki Warning System untuk mengingatkan adanya piutang jatuh tempo yang belum perusahaan diterima, selain itu perusahaan juga tidak melakukan pengendalian dengan baik atas penagihan piutang kepada pelanggan, misalnya dengan melakukan penagihan secara langsung kepada pelanggan yang tidak membayar setelah masa jatuh tempo. Akibat dari kelalaian dalam menjalankan pengendalian tersebut, perusahaan harus menanggung kerugian atas piutang tak tertagih sebesar $63.390,40.

KESIMPULAN

Dari hasil pemeriksaan dan penjelasan temuan, auditor dapat mengambil kesimpulan bahwa secara keseluruhan terjadi beberapa penyimpangan yang cukup fatal akibat adanya sistem yang kurang lengkap, kelalaian SDM, dan manajemen pengendalian piutang yang tidak terlaksana dengan baik. Hasil dari test akurasi secara keseluruhan menunjukan bahwa laporan keuangan yang disajikan perusahaan tidak akurat. Hal ini dikarenakan baik aplikasi maupun sistem yang digunakan perusahaan masih kurang sempurna untuk menyajikan laporan keuangan yang akurat, ditambah dengan adanya kelalaian pihak perusahaan dalam melakukan input data pelanggan yang berakhir dengan kurangnya nilai yang disajikan pihak perusahaan (tidak akurat). Hasil dari test mutu data secara keseluruhan menunjukan bahwa kualitas / mutu data yang disajikan perusahaan masih kurang baik. Hal ini dikarenakan adanya kekurangan pada sistem kontrol perusahaan yang menyebabkan tidak adanya kontrol atas kesalahan input data yang tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan perusahaan. Hasil dari test pengendalian secara keseluruhan menunjukan bahwa pengendalian yang selama ini dijalankan oleh perusahaan masih kurang baik. Hal ini dapat dilihat dari masih adanya kelalaian SDM dalam melakukan input data, adanya aplikasi / sistem yang tidak terkendali dan meloloskan input data diluar ketentuan yang berlaku, tidak adanya aplikasi / sistem yang mampu membantu perusahaan untuk menjaga piutangnya, dan kurangnya ketelitian pihak manajemen dalam melakukan pengendalian terhadap piutang tak tertagih.

REKOMENDASI

Perusahaan seharusnya menggunakan aplikasi yang dapat secara otomatis membantu perusahaan untuk mendeteksi saldo piutang negatif. Sehingga perusahaan tidak akan mencatat lagi saldo piutang negatif.

Perusahaan dapat menyamakan acuan pembulatan nilai dalam program aplikasi yang digunakan. Dengan menentukan acuan pembulatan nilai yang sama, tidak akan diperoleh perbedaan dari hasil yang disajikan perusahaan dengan hasil yang ditemukan auditor.

Perusahaan harus meningkatkan pengendalian pada saat melakukan proses input data untuk menjaga keakuratan data yang disajikan. Perusahaan juga dapat menggunakan suatu sistem/aplikasi yang nantinya dapat mengingatkan jika data yang diinput tidak lengkap/salah/diluar ketentuan yang berlaku.

Perusahaan seharusnya memperbaiki sistem kontrol pada program aplikasi yang digunakan, agar dapat mendeteksi dan mengontrol kesalahan-kesalahan dari input data pada nomor akun, nama pelanggan, saldo umur piutang, dan Credit Rating.

Perusahaan dapat menyediakan Warning System untuk mengingatkan adanya piutang jatuh tempo yang belum dilunasi dan meningkatkan pengendalian terhadap piutang yang dimiliki dengan melakukan penagihan secara langsung kepada pelanggan yang memiliki piutang jatuh tempo pada saat itu juga.

Perusahaan seharusnya meningkatkan pengendalian terhadap piutang yang dimiliki dengan melakukan penagihan secara langsung kepada pelanggan guna menghindari adanya piutang tak tertagih dengan jumlah melebihi penyisihan piutang tak tertagih yang telah ditetapkan. Untuk menghindari terjadinya hal yang sama di periode selanjutnya, perusahaan sebaiknya meningkatkan pengendalian yang longgar tersebut daripada harus meningkatkan penyisihan piutang tak tertagih untuk menghindari kerugian atas piutang tak tertagih. Sebab, hal tersebut justru dapat mengurangi sumber dana dalam kegiatan operasional perusahaan.

LAMPIRAN