Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN IMPAKSI SERUMEN

KELOMPOK 10

1. A. A Bayu Putra Ningrat 2. Ni Made Desy Pariani 3. Ni Komang Dewik Mariani 4. A.A. Indah Purnama Dewi

(11.321. 1143) (11.321.1146) (11.321.1157) (11.321.1182)

Program Studi S1 Keperawatan SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA MEDIKA PPNI BALI 2013

SATUAN ACARA PENYULUHAN


Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Sasaran Hari/ Tanggal Waktu Tempat : Sistem Sensori Persepsi : Impaksi Serumen : Pasien dan keluarga pasien : 22 April 2013 : 25 menit : Ruang tunggu poliklinik RSU Sanjiwani

I. LATAR BELAKANG
Kesehatan merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi. seseorang yang mengalami gannguan kesehatan akan mengakibatkan terciptanya masalah-masalah baru seperti peran yang berubah, perekonomian yang menurun, serta masalh-masalh lain yang dapat mengganggu biopsiko-sosio-kultural dan spiritual seseorang, maka dari itu semua orang mengginginkan badanya tetap dalam keadaan sehat. Namun banyak faktor yang menjadi etiologi ataupun predisposisi yang tidak bisa dihindari, sehingga seseorang menjadi sakit. Salah satunya adalh Impaksi serumen. Impaksi serumen merupaka suatu gangguan pada sisitem pendengaran akibat komplikasi penyakit lain seperti dermatitis dan kurangnya pengetahuan mengenai cara dan pengguanaan alat dalam membersihkan telinggasehingga telingga menjadimudah mengalami infeksi.

II. TUJUAN UMUM Setelah diadakan penyuluhan, pasien dan keluarga pasien diharapkan mampu memahami tentang penyakit impaksi serumen. III. TUJUAN KHUSUS Setelah dilakukan tindakan penyuluhan selama 20 -25 menit di harapkan pasiendan keluarga pasien : 1. Dapat menyebutkan pengertian dari impaksi serumen 2. Dapat menyebutkan etiologi impaksi serumen 3. Dapat menye butkan tanda dan gejala penyakit impaksi serumen 4. Dapat menjelaskan prinsip penatalaksanaan pada pasien impaksi serumen

IV. METODE Ceramah, diskusi/ Tanya jawab. V. MEDIA Leaflet. LCD Laptop VI. ISI MATERI Terlampiran VII. PROSES PELAKSANAAN No Kegiatan 1. Pendahuluan a. Memberisalam b. Menyampaikan pokokbahasan c. Menyampaikan tujuan d. Melakukan apersepsi 2. Isi Penyampaianmateritentang: a. Definisi impaksi serumen
b. Etiologi impaksi serumen c. Tanda dan gejala impaksi serumen

ResponPasien/ Keluarga

Waktu

Menjawab salam Menyimak Menyimak Aktif memberi pendapat 5 menit

Menyimak

10 menit

d. Penatalaksanaan impaksi
serumen

3.

Penutup a. Diskusi b. Kesimpulan c. Evaluasi d. Memberisalampenutup Aktif bertanya Memperhatikan Menjawab pertanyaan Menjawab salam 5 menit

VIII. SETTING TEMPAT

Keterangan : a. b. c. d. e. IX. : Penyaji : Moderator :Fasilitator : Pasien : Keluarga pasien EVALUASI 1. Evaluasi struktur a. Moderator : A.A Indah Purnama Dewi b. Fasilitator : A.A Bayu Putra Ningrat Ni Komang Dewik Mariani c. Penyaji : Ni Made Desy Pariani 2. Evaluasi proses a. Tempat dilakukan di ruang tunggu poliklinik RSU Sanjiwani b. Waktu : pukul 10.00-11.00, tanggal 22 April 2013 c. Diharapkan audience dari pasien dan keluarga pasien sejumlah 10 orang atau lebih. d. Diharapkan audience tenang dan tertib serta dapat mengikuti penyuluhan sampai selesai e. Diharapkan peserta aktif bertanya dan member pendapat. 3. Evaluasi hasil a. Tempat dapat digunakan dengan baik. b. Penyuluhan dilakukan tepat waktu pukul 10.00 wita dan berakhir pada pukul 10.54 wita. c. Peserta yang mengikuti penyuluhan sebanyak 17 orang. d. Pasien yang bertanya sebanyak 5 orang dengan pertanyaan 1) Kalau menggunakan bulu ayam salah tidak, kan bulu ayam tidak tajam?

2) 3) 4) 5)

Cara mencegah yang bagaimana? Cara mengompres yang benar gimana? Ada tidak obat yang bisa dikasih kalau terjadi impaksi serumen? Kalau dibersihkan di di dokter perlu rawat inap?

X. REFERENSI Chris, Brooker. 2008. Ensiklopedia Keperawatan. Jakarta: EGC Herdmen, T. Heather. 2012. DiagnosisnKeperawatan: Definisi dan Klasifikasi 20122014. Jakarta: EGC.

Konsep Dasar Penyakit 1. Definisi Impaksi Serumen


Impaksi serumen adalah gangguan pendengaran yang timbul akibat penumpukan serumen di liang telinga dan menyebabkan rasa tertekan yang mengganggu (Mansjoer, Arif :1999). Infaksi serumen adalah gangguan pendengaran yang timbul akibat penumpukan serumen di liang telinga dan menyebabkan rasa tertekan yang mengganggu. Serumen dihasilkan dari produksi kelenjar sebasea dan kelenjar serumen yang terdapat di kulit luar liang telinga yang apabila tidak pernah dibersihakan dapat menimbulkan sumbatan liang telinga. Konsistensi serumen biasanya lunak, tetapi kadang-kadang padat, terutama dipengaruhi oleh faktor keturunan, iklim dan usia. Sepertiga bagian luar dari lubang telinga mengandung kelenjar yang berfungsi menghasilkan serumen. Pada sebagian orang dihasilkan banyak serumen seperti halnya sebagian orang lebih mudah berkeringat dibandingkan yang lain. Oleh karena sengaja dibentuk, tentunya serumen tidak dimaksudkan sebagai pengganggu, justru sebaliknya serumen merupakan suatu bentuk perlindungan terhadap telinga. Serumen di lubang telinga akan menangkap debu, mikroorganisme, maupun partikel-partikel asing, dan mencegahnya masuk ke struktur telinga yang lebih dalam. Serumen pun memiliki efek bakterisidal (dapat membunuh bakteri). Efek tersebut diduga berasal dari komponen asam lemak, lisozim dan immunoglobulin yang dikandungnya. Selain itu, pH serumen yang relatif rendah merupakan suatu faktor tambahan yang dapat mencegah terjadinya infeksi telinga. Serumen juga berfungsi sebagai pelumas, yang akan menjaga telinga supaya tidak kekeringan. Dalam kondisi kekeringan, lubang telinga akan sangat mudah terluka, akibatnya telinga akan terasa nyeri dan rentan terhadap infeksi. Ini membuktikan bahwa serumen tidak hanya melindungi telinga dari ancaman yang datang dari luar, namun juga menjaga agar lingkungan di dalam telinga tetap berada dalam kondisi yang fisiologis.

2. Epidemiologi Semua orang bisa terkena, terutama anak-anak karena kurangnya pengetahuan pengetahuan dan pengawasan orang tua.

3. Etiologi Impaksi Serumen a. Dermatitis kronik pada telinga luar b. Liang telinga sempit

c. Produksi serumen terlalu banyak dan kental, d. Terdorongnya serumen ke lubang lebih dalam (karena kebiasaan mengorek telinga). 4. Tanda dan Gejala Impaksi Serumen a. Pendengaran berkurang. b. Nyeri di telinga karena serumen yang mengeras c. Merasakan lingkungan di sekitarnya berputar (vertigo) d. Telinga berdengung (tinutitis)

5. Patofisiologi Dermatitis, produksi serumen yang banyak dan atau kental serta menyebabkan peningkatan jumlah serumen di dalam liang telinga sehingga serumen terdorong kedalam dan menyebabkan rasa nyeri dan penuh serta terkadang mengakibatkan vertigo karena fungsi dari eustachuis sebagai organ penyeimbang tekanan menjadi terhambat. Kebiasaan membersihkan telinga yang salah serta kondisi liang telingga yang sempit mengakibatkan serumen menjadi terdorong kedalam dan mengakibatkan rasa nyeri. Keadaan nyeri ini akan bertambah parah jika tidak di tangani. Klien dengan impaksi serumen akan merasakan tekanan suara tinggi dui dalam, berdenging sehingga timbul rasa cemas, tidak nyaman dalam beraktivitas maupun beristirahat serta risiko gangguan persepsi sensori auditory menjadi meningkat

6. Therapy dan Penatalaksanaan Pengeluaran serumen harus dilakukan dalam keadaan terlihat jelas. a. Serumen yang lembek, dibersihkan dengan kapas yang dililit pada aplikator (pelilit). b. Serumen yang keras, dikeluarkan dengan pengait atau kuret. 10%, 3 kali 5 tetes sehari, selama 3 5 hari, setelah itu dikeluarkan dengan pengait atau kuret dan bila perlu dilakukan irigasi telinga dengan air yang suhunya sesuai dengan suhu tubuh.

c. Serumen yang sangat keras (membatu), dilembekkan dulu dengan karbogliserin

d.

Serumen yang terlalu dalam dan mendekati membran timpani, dikeluarkan dengan cara mengirigasi liang telinga dengan menggunakan air hangat, suhu 37 derajat Celcius supaya tidak timbul vertigo karena terangsangnya vestibuler dan perlu diperhatikan iritasi liang telinga.