Anda di halaman 1dari 20

Tentiren Peresepan Obat Baksos

Beberapa hal tentang obat: Gejala yang ingin dihilangkan Riwayat alergi Sedang hamil/menyusui Sedang/baru saja minum obat lain Apakah sedang dalam diet tertentu Waktu pemakaian obat: Jarak waktu minum obat harus tepat Minum setelah/selama/sebelum makan Bentuk Sediaan Obat ada 3: Obat Padat (Pulveres,Capsulae,Tabulae Compressae,dll) Obat setengah padat (Linimentum/obat gosok,Unguentum,Sapo/sabun) Cairan (Solutio,Elixir,Syrupus,Guttae,dll) Cara pakai Obat: Oral (oral, sublingual) Tablet Tablet Sublingual Tablet effervescent Tablet kunyah Tablet bersalut Tablet slow release Kapsul Kapsul keras Kapsul lunak Kapsul bersalut enterik Kapsul slow release Parenteral (IV, Intraspinal, Subcutan,dll) Epikutan/Topikal (transdermal, intraocular, aural, rectal,dll) Prinsip dan mekanisme kerja obat Obat bekerja dengan merangsang atau menekan aktifitas sel tubuh. Aksi obat dapat berupa intervensi terhadap aktifitas sel pada sel-sel benda asing yang masuk kedalam tubuh atau merupakan tindakan pengganti terhadap zat/mineral/hormon yang dibutuhkan oleh tubuh untuk memperoleh hasil optimal. Mekanisme kerja obat terhadap tubuh dapat secara spesifik atau yang tidak spesifik.

Aksi obat yang spesifik bisa secara antagonis maupun secara agonis. Cara kerja yang antagonis adalah dengan memblok reseptor tempat kerjanya, sedangkan cara agonis adalah obat yang mempunyai kecendrungan (afinitas) kimia terhadap reseptornya. Aksi yang tidak spesifik yaitu dengan cara mngubah keadaan lingkungan kimiawi dari struktur sel tubuh, misalnya obat osmotik diureti. Efek obat: sistemik dan lokal. Penggunaan Obat pada kondisi khusus: Kondisi Fisiologis Bumil dan Buteki (aman:Penisilin, Vit B& C preparat Fe,dll) Manula: (berikan obat seperlunya dg dosis dewasa) Bayi prematur, bayi dan anak (dosis tepat) Kondisi Patologis Peny sal cerna:( Hindari zat iritan,dll) Peny kardiovaskular: (dosis rendah,dll) Peny Hati: (pilih obat yg dieliminasi di ginjal,dll) Peny Ginjal: (hindari tetrasiklin,diuretik, OHO/pilih obat yg dieliminasi dihati dll) Jangan mengencerkan obat kedalam susu bayi!!!!! Pedoman pemberian obat pada bayi dan anak dibawah 2 tahun Mintalah bantuan orang lain. Bedung bayi agar tidak meronta Berikan sedikit demmi sedikit Bila sibayi hendak memuntahkan obat, tuangkan obat dopangkal lidah,lalu katupkan mulutnya dengan lembut. Pedoman pemberian obat pada anak diatas 2 tahun Mintalah anak untuk menutup hidungnya,tetapi jangan terlalu keras. Hancurkan obat, bisa dicampur madu,selai atau air sampai habis Siapkan minuman kegemaran anak. Cara menyimpan obat yang benar. Simpan obat terpisah dari makanan Simpan obat dikemasan aslinya Hindari obat dari panas dan lembab Jangan disimpan dikulkas jika tidak ada keterangan resmi Pisahkan antara obat minum dengan obat luar Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak. Kapan penggunaan obat dihentikan?? Ada Efek samping Sembuh Tidak sembuh Jika lupa???

Efek obat Efek Terapi Afek samping Efek alergi Efek toksis Efek teratogenik Fotosensitisasi Idiosinkrasi Penggunaan obat dalam waktu yang lama Resistensi Toleransi Kumulasi Takifilaksis Adiksi Habituasi Prinsip pemilihan obat Timbanglah manfaat dan resikonya Gunakan obat yang teruji klinis Gunakan obat yang paling familiar oleh dokter Sesuai dengan kebutuhan individu ybs Sesuaikan dosis secara individual Pilih cara pemberian yang aman. Obat tunggal atau kombinasi Kerugian kombinasi Pengobatan berlebihan Biaya mahal ES meningkat Obat kurang efektif Terjadi interaksi, potensiasi dan antagonis Keuntungan kombinasi Meningkatkan efektifitas obat karena sinergis Mengurangi resistensi dalam keadaan tertentu Praktis Syarat pengkombinasian obat Obat aman dan efektif Harus mengetahui sifat kimia dan farmakologis,kestabilan dan pengaruh obat dalam campuran Lebih banyak keuntungan Komponen obat tidak menunjukkan variasi dosis yang besar untuk menimbulkan efek terapinya Bila sinergis, waktu pemberian dan lama kerja harus hampir sama besar.

Jenis

obat yang diberikan tunggal Obat yang mudah berinteraksi Variasi dosis lebar Indeks terapi kecil Obat untuk diagnostik Obat yang masih belum diketahui sifatnya Obat terapi kausal

Penggolongan obat Daftar O: kel.narkotik,diperoleh dengan resep dokter,pengawasan ketat. Daftar G: dengan resep dokter,obat keras (label merah) Daftar W: obat bebas terbatas (label biru) diperoleh diapotek/toko obat berizin. Daftar B: obat bebas, dijual bebas (label hijau) Dosis Obat Anak Rumus Clarke=BB (kg)/ 70xDosis dewasa Rumus Dilling=umur/20xdosis dewasa Rumus Cowling=umur/24xdosis dewasa Rumus Young=umur/umur+12 x dosis dewasa (1-12tahun) dll Dosis Obat: Dosis lazim (dosis terapi/dosis medisinal) Dosis maximal Dosis toxik Dosis lethal Dosis Lazim beberapa macam Obat (terutama untuk anakanak) o Paracetamol : 10-15 mg/kgBB/x sprn o Amoksisilin : 25-50 mg/kgBB/hr (3 dosis) ac o Ampisilin : 50-100 mg/kgBB/hr (4 dosis) pc o Penisilin : 25-50 mg/kgBB/hr (3 dosis) ac o Eritromisin : 30-50 mg/kgBB/hr (3 dosis) ac o Chloramphenicol : 50 mg/kgBB/hr (4 dosis) o Cotrimoksazole : 8-10mg/kgBB/hr (dalam 2 dosis) o Metronidazole : 50 mg/kgBB/hr ( 3 dosis) o Griseofulvin : 10 mg/kgBB/hr (2-4 dosis) pc o Pirantel Pamoat : 10 mg/kgBB dosis tunggal berikan malam hari o Diazepam : 0,1-0,3 mg/kgBB/x (3 dosis) o CTM : 0,4 mg/kgBB/hr (3 dosis) 4

o o o o o o o o o o o o o o o o o o o

Prednison : Deksametason : Aminofilin : Salbutamol : Efedrin HCl : Dekstrometorfan : Cefadroksil : Klindamisin : Gliseril Guaiacolat Papaverin Hcl Ibuprofen : Ambroksol : Efedrin : Cefadroksil : Tiamfenikol : Eritromisisn : Klindamycin Domperidon Papaverin :

1 mg/kgBB/hr (3 dosis) pc 0,1 mg/kgBB/hr (3dosis) pc 4-7 mg/kgBB/x (3 dosis) 0,1 mg/kgBB/x (3 dosis) 1 mg/thn umur/x (3 dosis) 1 mg/kgBB/hr (3 dosis) 30mg/kgBB/hr (2 dosis) 8-12mg/kgBB/hr (beberapa dosis) : 10mg/kgBB/hr (3 dosis) : 2,5mg/kgBBhr (dalam 4 dosis) 20mg/kgBB/hr 1,2-1,6mg/kgBB/hr 1mg/tahun umur 25mg/kgBB/hr (2 dosis) 50mg/kgBB/hr (3-4 dosis) 30-50kgBB/hr (4 dosis) : 8-16mg/kgBB/hr (3-4 dosis) : 0,2-0,4 mg/kgBB/x (3dosis) 2,5mg/kgBB/hr (4 dosis)

Perhatian: o Dekstrometorfan tidak boleh pada anak dengan usia kecil dari 2 tahun o Ciprofloksasin tidak boleh pada anak-anak karena mengganggu pertumbuhan tulang o Chloramphenicol tidak diberikan pada bumil dan anak-anak karena mengganggu hematopoeitik o Tetrasiklin tidak diberikan pada bumil dan anak-anak karena merusak tulang dan gigi karena pembentukan kompleks Ca2+ o Gol kortikosteroid tidak diberikan pada pasien DM karena meninggikan gula darah o Efedrin HCl tidak diberikan pada pasien hipertensi karena meningkatkan tekanan darah o Pemakaian Salbutamol dan Aminofilin menimbulkan tremor, palpitasi,dll o Eritromisin: antibiotik yang bersifat asam, hati-hati pada pasien gastritis o Pirantel pamoat diberikan dosis tunggal dengan jarak pemberian 6 bulan o Pasien Hipertensi sebaiknya diberi obat kombinasi, exam: ACE-I dg Diuretik o Pada Pemberian preparat Fe, tambahkan Vit C, karena Fe baik diserap pada suasana asam.

o Jangan beri pasien gastritis Vit C karena Vit C asam sehingga lambung perih o Piroxicam waktu paruhnya 45 jam, jadi cukup 1x1, tambahkan ranitidin/antasida o Antihistamin yang tidak menyebabkan kantuk: Loratadine o Vit C merupakan sediaan obat paling stabil, teroksidasi jika dilarutkan ke dalam air. o Hati-hati reaksi hipersensitifitas o Hindari polifarmasi o Obat yang dimakan sebelum makan (absorpsi obat cepat pd perut kosong): Obat penambah nafsu makan, analgetik (kec. asetosal dan fenilbutazon), obat pelindung mukosa lambung, enzim pencernaan, antibiotika ( penisilin dan turunan, sefalosporin, eritromisin, lincomisin, rifampisin) o Obat yang dimakan sesudah makan: Obat reumatik (fenilbutazon), kortikosteroid, derivat salisilat (asetosal), antidiabetik oral, antiepilepsi, sulfonamid, Tetrasiklin dan turunan. o Obat yang dimakan ketika makan: enzim pencernaan o Obat yang dimakan pagi hari: Diuretik, Antidiabetik oral o Obat yang dimakan malam hari: Obat yang menidurkan, Obat cacing Beberapa istilah dalam resep R/= recipe= ambilah No= numero= banyaknya S= signa= tandailah dd= de die= kali sehari Tab= tablet Kap= kaplet Caps=Kapsul Syr= sirup fls= flash=botol m= misce= campuran f= fact= buatlah dtd= da tales dose= seperti dosis diatas pulv=pulveres=puyer da in= didalam Ungt=unguentum=salep atau krim Sprn= signa pro renatera= pemakaian jika diperlukan Sue= signa usus eksternus= pemakaian luar Suc= signa usus cognitus=cara pakai obat telah diterangkan dokter Simm=signa immanu medicin= dipakaikan oleh dokter s.applic.loc.dol= pemakaian pada tempat yang sakit cito=segera

aa=ana= masing-masing ac= ante coenam= sebelum makan pc= post coenam= setelah makan dc= durante coenam= ketika makan m= manne= pagi Vesp=vesperae= malam Sup=signa usus propius= pemakain obat untuk pribadi qs= quantum statis= secukupnya F= forte= dosis besar Gtt= guttae= tetes ADS= Auris Dextra sinistra= Telinga kanan dan kiri ODS= Oculi Dextra sinistra= mata kanan dan kiri C= cochlear= sendok makan setara dengan sendok bubur atau 3x sendok takar, 1 sdm= 15 ml Cth= cochlear these= sendok teh setara dengan sendok makan biasa atau sendok takar. 1 sdt= 5 ml s=single=satu b=bi=dua t=tertier=tiga q=quarter=empat Contoh Soal Peresepan Rasional 1. Ani, 2 tahun, sejak 8 hari yang lalu menderita demam dan pilek setelah sebelumnya Ani bermain hujan. Ibu membawa ani ke Dokter. Setelah diperiksa dokter, suhu badan ani 37,8 derajat celcius. Pemeriksaan lain dalam batas Normal. Sebagai seorang dokter, apa resep yang mungkin anda berikan kepada Ani? Tuliskan? Penyelesaian: Kemungkinan Diagnosis Kerja: ISPA Hitung Berat Badan Ani: BB= (n-1)x 1,5+9, dimana n= umur dalam tahun BB Ani= (2-1)x1,5+9=10,5kg=10kg Karena ani belum bisa makan tablet, jadi dokter bisa memberi sirup dan pulveres Obat yang rasional diberikan: Parasetamol, Amoksisilin, CTM. Dosis Parasetamol: 10-15 mg/kgBB/x, ambil 12 mg= 12mgx10kg=120mg/x, karena parasetamol diberikan sebagai terapi simptomatik(sprn), jadi pemberiannya tidak dicampur dalam pulveres yang kita buat (bisa berupa sirup PCT saja), sirup parasetamol sediaannya: 120mg/5ml dalam botol 60ml ( 5ml=1 cth), jadi PCT sirup diberikan 1 cth agar kadar PCT dalam sirup pas 120 mg, sesuai dosis yang dibutuhkan Ani.

Sedangkan Amoksisilin dan CTM dibuat sebagai Pulveres (terapi empirik) Dosis Amoksisilin: 25-50 mg/kgBB/hr. Ambil 30 mg= 30mgx10mg=300mg/hr, jadi untuk setiap kali (3dosis perhari)=300mg/3x=100mg/x. Dosis untuk 15 kali pemberian (5 hari)=300mg/hr x 5hr=1500mg. Sediaan Amoksisilin yang lazim dijumpai: kaplet 500mg, jadi untuk pemakaian 15 kali (5hr)=1500mg/500mg =3 kaplet Amoksisilin 500mg. Dosis CTM: 0,4 mg/kgBB/hr= 0,4mgx10kg=4mg/hr. untuk pemakaian 3x sehari=4mg/3x=1,34mg/x. Untuk 15 kali pemakaian (5 hari)= 4mg/hr x 5 hr= 20mg. Sediaan CTM tablet 4 mg. Jadi untuk pemakaian 15 kali (5hr)= 20mg/4mg= 5 tablet CTM tablet 4mg. Amoksisilin dan CTM digerus bersama-sama lalu dibagi menjadi 15 bagian Resepnya:

dr. Taufik Sip: 012 Jalan gurun laweh Padang Padang 13-01-09 R/ Amoksisilin kap 100 mg CTM tab 1,34 mg m.f.pulv dtd No.XV s3dd pulv 1 ac R/ Paracetamol syr fls No I Sprn cth 1 max 3 dd ac Pro: Ani (pr) Umur: 2 tahun Atau, dapat ditulis

R/ Amoksisilin kap 500mg No III CTM tab 4mg No V m.f pulv No XV stdd pulv 1 ac R/ Paracetamol syr fls No I Sprn cth 1 max tdd ac 2. Azzam, 25 tahun BB=50kg, adalah seorang mahasiswa tingkat akhir sebuah perguruan tinggi swasta terkemuka didaerahnya. Azzam adalah seorang aktivis kampus. Sejak setahun belakangan ini Azzam sering mengeluh sakit kepala. Dalam sebulan sakit kepalanya bisa kambuh sampai 3 kali. Karena tak tahan lagi, azzam memeriksakan dirinya ke dokter umum. Azzam menceritakan bahwa sakit kepalanya serasa dihimpit beban berat dan sakitnya menjalar sampai ke tengkuk dan bahunya. Apa nasehat dan resep yang kira-kira diberikan dokter? Coba Anda Buatkan resepnya? Penyelesaian: Kemungkinan Diagnosis Kerja: Muscle Constraction Headache (MCH) Kemungkinan obat: Ibuprofen tab 200mg dan Vitamin B kompleks Nasehat: latihan relaksasi Resepnya: R/ Ibuprofen tab 200mg No XII S3dd tab 1 ac R/ Vit BC tab No XII S3dd tab 1 pc 3. Ratna 26 tahun BB=50kg, adalah seorang ibu Rumahtangga dikampungnya, Bukittinggi. Sesekali Ratna membantu suaminya bekerja di ladang sayur miliknya. Ratna juga memelihara seekor anjing jantan yang kurang terawat kebersihannya. Telah 3 minggu ini Ratna merasa kulit di kedua sela pahanya gatal dan setelah dilihatnya, Ratna menemukan lingkaran seperti koin limaratus rupiah dikedua sela pahanya tersebut. Setelah memeriksakan dirinya ke Puskesmas, dokter menasehati ratna untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungannya, terutama

jangan memakai pakaian dalam yang lembab dan tidak menyerap keringat. Untuk penyakit ini, bagaimana kemungkinan resep yang tertera pada kertas resep dokter? Penyelesaian: Kemungkinan Diagnosis Kerja: Tinea Kruris Obat yang rasional diberikan: Griseofulvin tab 125mg dan AAV II Dosis Griseofulvin 10 mg/kgBB/hr= 10mgx50kg=500mg/hr, sediaan yang tersedia di Puskesmas Griseofulvin tab 125mg, jadi bisa dipakai 4xsehari. Untuk terapi Tinea, biasanya lama memakan obat bervariasi, namun biasanya 1 bulan lamanya untuk mencegah kekambuhan. AAV II untuk pemakaian luar Resepnya: R/ Griseofulvin tab 125 mg No XX S4dd tab 1 pc R/ AAV II pot No I sue 4. Ali, 18 tahun, pelajar kelas 3 SMA sudah 3 hari ini demam dan dari telinga kanannya keluar nanah. Ali biasa mandi di sebuah sungai didekat rumahnya. Sewaktu kelas 6 SD, Ali pernah menderita keadaan ini dan setelah dibawa ke bidan, keluhan ali reda, namun dia masih sering mandi di sungai. Menurut dokter yang memeriksa Ali, saat ini gendang telinga Andi sudah berlubang. Setelah membersihkan liang telinga Ali, dokter meresepkan beberapa macam obat untuk ali. Menurut Anda, apa yang ditulis dokter itu? Bagaimana penulisan resepnya? Penyelesaian: Kemungkinan Diagnosis kerja: OMSK dextra tipe benigna Obat yang bisa diberikan: Chloramphenicol tetes telinga 15%, dipakai beberapa tetes sehari (3 tetes) pada telinga yang sakit, Parasetamol tablet 500mg. Resepnya: R/ Chloramphenicol eardrop fls No I S3dd gtt I AD R/ Paracetamol tab 500mg No.X 10

Sprn tab 1 max 3dd

Beberapa obat-obatan yang tersedia di klinik BSMI cab.Padang


OAINS Mekanisme Kerja OAINS mempunyai kemampuan untuk menghambat COX dan inhibisi sintesis prostaglandin yang pada mukosa lambung dapat menyebabkan kerusakan pada system gastrointestinal. COX1 terdapat pada jaringan dan COX2 terdapat pada lokasi inflamasi. Efek Analgesik: efek perifer lebih banyak. Efek analgesiknya akibat inhibisi sintesis prostaglandin dalam jaringan yang meradang. Prostaglandin dapat mempotensiasi nyeri yang disebabkan mediator inflamasi. Efek Antiinflamasi: Prostaglandin menyebabkan vasodilatasi dan meningkatkan permeabilitas vascular. Inhibisi prostaglandin

11

mengurangi inflamasi daripada menghilangkannya karena OAINS tidak menghambat mediator inflamasi lainnya. Efek Antipiretik: Pirogen endogen (interleukin-1) dilepaskan dari leukosit dan bekerja langsung pada pusat termoregulator dalam hipotalamus untuk menaikkan suhu tubuh. Efek ini berhubungan dengan peningkatan prostaglandin otak (yang bersifat pirogenik). Obat ini mencegah efek peningkatan suhu dengan mencegah peningkatan kadar prostaglandin otak. Allopurinol menurunkan kadar urat plasma dengan menghambat xantin oksidase, yaitu enzim yang bertanggungjawab untuk mengubah xantin menjadi asam urat. Aspirin mempunyai aktifitas antiplatelet yang sangat penting. Obat-Obatan: Paracetamol tablet 500mg Paracetamol syr 120mg/5ml Asam mefenamat kap 500mg Ibuprofen tab 200mg Ibuprofen tab 400mg Piroxicam Caps 10mg Piroxicam Caps 20mg Antalgin tab 500mg Asam asetil salisilat tab 80mg chewing Allopurinol tab 100mg Fenilbutazon tab 200mg Antibiotika Obat Antibakteri yang menghambat sintesis dinding sel bakteri (Antibiotik Betalaktam) Penisilin Antibiotik betalaktam merupakan bakterisidal. Antibiotik ini menghasilkan aksi antimikrobanya dengan mencegah ikatan silang diantara rantai-rantai polimer peptidoglikan linier yang membentuk dinding sel, misalnya dengan jembatan pentaglisin. Penisilin spektrum luas: Amoksisilin dan Ampisilin aktif melawan bakteri gram (+) yang tidak menghasilkan betalaktamase, dan bakteri Gram (-). Amoksisilin diabsorpsi lebih baik pada pemberian oral. Betalaktamase bakteri dihambat oleh asam klavulanat dan campuran inhibitor ini dengan Amoksisilin (Ko-Amoksiklav) yang menyebabkan obat ini efektif melawan organisme penghasil penisilinase. Sefalosporin

12

Mekanisme kerja sama dengan penisilin. Obat Antibakteri yang menghambat sintesis asam nukleat bakteri Sulfa (Sulfonamid) Sulfonamid secara kompetitif menghambat enzim dihidropteroat sintetase dan mencegah produksi folat yang dibutuhkan untuk sintesis DNA. Sulfonamid merupakan agen bakteriostatik. Trimetoprim Bekerja pada jalur metabolik yang sama seperti sulfonamid, tetapi merupakan inhibitor dihidrofolat reduktase. Trimetoprim bersifat toksik selektif, karena afinitasnya terhadap enzim bakteri 50.000kali lebih besar dari pada afinitasnya ke enzim manusia. Kombinasi Sulfametoksazol dan trimetoprim disebut Cotrimoksazol (digabung karena berefek sinergistik dan meningkatkan aktivitas melawan bakteri tertentu). Kuinolon Kuinolon menghambat DNA girase, suatu enzim yang menekan DNA bakteri menjadi superkoil. Untuk memasukkan DNA untai ganda yang panjang kedalam sel bakteri, DNA diatur didalam loop yang kemudian diperpendek oleh proses superkoil. Kuinolon merupakan bakterisida karena menghambat lepasnya untaiuntai DNA yang terbuka pada proses superkoil. Nitroimidazol Misalnya Metronidazol mempunyai spektrum sangat luas dan aktif melawan bakteri anaerob serta beberapa protozoa. Obat berdifusi kedalam organisme dimana gugus nitro dikurangi. Selama proses reduksi ini, terbentuk intermediat yang reaktif secara kimia, yang menghambat sintesis DNA adan atau merusak DNA. Obat Antibakteri yang menghambat sintesis protein bakteri Aminoglikosida (Gentamicin, Amikasin, Netilmicin, Neomicin, streptomisin,rifampisin,dll) Tetrasiklin Makrolida (eritromisin, klaritromisin,azitromisin,dll) Kloramfenikol Obat ini bersifat toksik selektif karena ribosom bakteri (tempat sintesis bakteri) terdiri dari subunit 50S dan 30S, sementara ribosom mamalia memiliki subunit 60S dan 40S. Tetrasiklin dan Aminoglikosida terikat pada subunit 30S dan menghambat ikatan aminoasil t-RNA. Selain itu Aminoglikosida menyebabkan kesalahan baca m-RNA sehingga protein nonfungsional disintesis. Kloramfenikol menghambat aktifitas peptidil transferase dari subunit ribosom 50S. Makrolida terikat pada subunit 50S dan menghambat translokasi. Obat-Obatan

13

Amoksisilin kap 500mg Amoksisilin syr kering 125mg/5ml Ampisilin tab 500mg Ko-Amoksiklav kap Cotrimoksazole tab pediatrik (120mg) Cotrimoksazole tab 480mg Cotrimoksazole tab 960mg (forte) Cotrimoksazole syr 240mg/5ml Tetrasiklin tab 500mg Oksitetrasiklin salep kulit 3% Doksisiklin tab 100mg Kloramfenikol caps 250mg Kloramfenikol salep mata 1% Kloramfenikol tetes mata 0,5% Kloramfenikol salep kulit 2% Kloramfenikol tetes telinga 1-5% Kloramfenikol palmitat susp 125mg/5ml Tiamfenikol kaps 250mg Metronidazole tab 500mg Ciprofloxacin tab 250mg dan 500mg Cefadroksil caps 500mg Antihelmintik

Pyrantel pamoat tab 125mg Antifungi

Griseofulvin berguna untuk infeksi dermatofita, sedangkan imidazol (ketokonazol,mikonazol,dll) adalah antijamur spektrum luas yang bekerja dengan menghambat sintesis ergosterol. Griseofulvin tab 125mg Ketokonazole tab 200mg Ketokonazole krim AAV II salep kulit Antiskabies AAV I salep kulit Salep 2-4 salep kulit

14

Antibisul Ichtiyol salep kulit Antisariawan Gentian violet tetes Antivirus Obat yang menghambat sintesis asam nukleat virus Asiklovir(asikloguanosin) digunakan untuk melawan virus herpes dan varisella yang mengandung timidin kinase yang mampu mengubah asiklovir menjadi bentuk monofosfat. Selanjutnya monofosfat mengalami fosforilasi oleh enzim sel penjamu menjadi asikloguanosin trifosfat yang menghambat polimerase DNA virus dan sintesis DNA virus. Asiklovir krim 5% Asiklovir 200mg, 400mg Antimalaria Skizontisida darah (kerja cepat) Klorokuin digunakan untuk mengobati infeksi P.vivax dan P.ovale, tetapi tidak berpengaruh pada skizon hati dan harus diikuti dengan pemberian primakuin. Plasmodium dalam eritrosit berparasit mencerna hemoglobin menghasilkan hem yang toksik. Hem polimerase plasmodium mengubah hem menjadi hemazoin yang tidak merusak. Klorokuin (dan kuinin) dikonsentrasikan dalam plasmodium yang sensitif dan menghambat polimerase Hem. Akumulasi hem yang terjadi diduga dapat membunuh parasit dengan aksi membranolisis. Obatnya: Klorokuin tab 150mg dan 100 mg (klorokuin basa) Antihipertensi Obat Vasodilator ACE INHIBITOR Angiotensin II adalah vasokonstriktor kuat yang ada dalam sirkulasi dan penghambatan sintesisnya pada pasien hipertensi menyebabkab penurunan resistensi perifer dan tekanan darah Calcium Channel blocker (antagonis calcium) Misalnya nifedipin dan amlodipin terikat pada kanal tipe L dan dengan menghambat masuknya Ca kedalam sel, antagonis ini menyebabkan relaksasi otot polos arteriol. Hal ini menurunkan resistensi perifer dan menyebabkan penurunan TD. Obat-Obatan: Captopril tab 12,5mg 15

Captopril tab 25mg (Farmoten) Nifedipin tab 5mg

Diuretika Diuretika adalah obat yang bekerja pada ginjal untuk meningkatkan ekskresi air dan Natrium klorida Tiazid Tiazid terbentuk dari inhibitor karbonat anhidrase. Tiazid bekerja terutama pada segmen awal tubulus distal, dimana tiazid menghambat reabsorpsi NaCl dengan terikat pada sinporter yang berperan untuk kotranspor Na/Cl elektronetral. Terjadi peningkatan ekskresi cl, na dan air. Beban Na yang meningkat dalam tubulus distal menstimulasi pertukaran Na dengan k dan H, meningkatkan sekresinya dan menyebabkan hipokalemia dan alkalosis metabolik. Diuretika loop (kuat) Misalnya Furosemid. Obat yang bekerja diloop menghambat reabsorpsi naCl dalam ansa Henle asendens segmen tebal. Segmen ini mempunyai kapasitas Diuretika hemat kalium Furosemid tab 20mg Spironolacton tab 25mg Hidroklorotiazid tab 25mg Kortikosteroid Deksamethasone tab 0,25mg dan 0,75 mg Prednison tab 5mg Hidrokortison krim 2,5% Nufacort krim, Bufacort krim (Kortikosteroid+Antibiotika) Obat saluran nafas Salbutamol tab 2mg (Salbron) Salbutamol tab 4mg Aminofilin tab 200mg (Erfafilin) Efedrin HCl tab Ambroxol tab 30mg Bromhexin tab Gliseril Guaiacolat tab 100mg Gliseril Guaiacolat tab plus (dextromex, dextral) Gliseril Guaiacolat syr plus (Pacdin cough syr, Metamicol syr) Ammonium klorida syr plus (Obat batuk peppermint syr, nutranak syr) Dekstrometorfan tab 15mg

16

Dekstrometorfan syr Obat flu plus (Sanaflu, flutab, Molexflu, Paramex)

Obat saluran cerna Regulator Saluran Pencernaan Metoklopramid tab 10 mg (Enakur) Domperidone tab 10mg dan sirup Metoklopramid HCL digunakan untuk mengatasi gangguan pada fungsi saluran pencernaan. Metoklopramid berefek pada peningkatan motilitas lambung, merelaksasi sfingter pilorus dan bulbus duodenum serta meningkatkan peristaltic duodenum dan jejunum sehingga mempercepat pengosongan lambung. Selain itu metoklopramid memiliki efek antiemetik. Papaverin tab 40mg Loperamid tab 2mg Adsorben (New Diatabs tab, Mollagit tab , Fitodiar tab dan New Guanistrep syr) Antasida tab (Dexanta, Almacon) Ranitidin tab 150mg Cimetidine tab 200mg Omeprazole tab Oralit Antihistamin Khlorfeniramin maleat tab 4mg (CTM) Siproheptadin tab 4mg (profut) Loratadine tab 10mg Obat Jantung Antiangina Tujuan dasar terapi medikamentosa pada angina adalah untuk mengurangi kerja jantung sehingga menurunkan kebutuhan oksigennya. Nitrat adalah obat lini pertama. Efek utamanya adalah menyebabkan vasodilatasi perifer terutama pada vena dengan bekerja pada otot polos vaskular yang mencakup pembentukan NO dan peningkatan c GMP intraselular. Akibatnya terjadi penumpukan darah dalam capacitance vessel (vena) yang menurunkan aliran balik vena dan menurunkan volume ventrikel. Penurunan distensi dinding jantung menurunkan kebutuhan oksigen dan nyeri cepat hilang. Contoh obat nitrat kerja panjang : ISDN. Bila cara ini tidak efektif, maka dibutuhkan terapi kombinasi yaitu bloker adrenoseptor beta atau dengan bloker kanal kalsium. Bloker adrenoseptor beta menekan kontraktilitas 17

miokard dan menurunkan frekuensi denyut jantung. Selain efek yang mengurangi kebutuhan oksigen tersebut, bloker beta juga bisa meningkatkan perfusi daerah iskemik, karena penurunan frekuensi jantung meningkatkan durasi diastol dan durasi aliran darah koroner. Contoh obai ini : propanolol, atenolol,bisoprolol. KI :asma Antiaritmia Digoxin tab 0,25mg ISDN tab Propranolol tab 20mg

Obat Hipoglikemik Oral Glibenklamid tab 5mg Metformin tab Vitamin dan Mineral Vit B1 (Thiamin) tab 5 mg dan 50mg Vit B6 (Piridoksin) tab Vit B12 (sianokobalamin) tab Vit B kompleks Vit C (Asam Askorbat) tab Vit K tab Calcium Lactas tab 500 mg (Trimakal) Sulfas Ferosus tab Antiseptik dan desinfektan Betadine Rivanol Alkohol 70% Formalin dll Mudah-mudahan coretan kecil ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya oleh relawan medis BSMI cab.Padang. Dan harap disempurnakan. Padang, 15 Januari 2009 dr.taufik hidayat (02120095) Relawan BSMI cab. Padang

18

19

20